Loading
AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG ALAM SEMESTA / universe/langit ——————————————————- Al-Qur’an yang terdiri dari 6.236 ayat, menguraikan berbagai persoalan hidup dan kehidupan. Yaitu mengenai ke-Esa-an Allah, manusia, ayat-ayat alam semesta dan fenomenanya, dan lain sebagainya. Uraian-uraian tentang alam semesta sering disebut ayat-ayat kauniyah. | Islam dan Sains-Edy

AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG ALAM SEMESTA / universe/langit ——————————————————- Al-Qur’an yang terdiri dari 6.236 ayat, menguraikan berbagai persoalan hidup dan kehidupan. Yaitu mengenai ke-Esa-an Allah, manusia, ayat-ayat alam semesta dan fenomenanya, dan lain sebagainya. Uraian-uraian tentang alam semesta sering disebut ayat-ayat kauniyah.

AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG ALAM SEMESTA / universe/langit
——————————————————-

Al-Qur’an yang terdiri dari 6.236 ayat,[1] menguraikan berbagai persoalan hidup dan kehidupan. Yaitu mengenai ke-Esa-an Allah, manusia, ayat-ayat alam semesta dan fenomenanya, dan lain sebagainya. Uraian-uraian tentang alam semesta sering disebut ayat-ayat kauniyah.
————————————————–

A. Awal Penciptaan Alam Semesta
1) QS:Al-Hijr | Ayat: 85
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ وَإِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ ۖ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ
Artinya: “Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.”
Ayat diatas menyatakan bahwa: “Dan tidaklah kami ciptakan langit dengan ketinggian dan luasnya serta aneka bintang dan planet yang menghiasinya, dan tidak juga kami cipatkan bumi dengan segala makhluk yang ada di permukaan atau perutnya, dan demikian juga apa yang ada diantara keduanya, yakni langit dan bumi, baik yang telah diketahui manusia maupun belum atau tidak akan dapat diketahui, tidak kami ciptakan itu semua melainkan dengan haq, yakni selalu disertai dengan kebenaran dan bertujuan benar, bukan permainan atau kesia-siaan. Dan sesungguhnya kiamat, dimana masing-masing manusia akan dimintai pertanggung jawaban serta diberi balasan dan ganjaran yang “haq”, pasti akan datang. Hal itu demikian demi tegaknya al-haq dan keadilan yang merupakan tujuan penciptaan.

Maka karena itu, wahai Nabi Muhammad, jangan hiraukan kecaman dan makian siapa yang mendustakanmu, tetapi maafkanlah mereka dengan pemaafan yang baik. Itu semua karena sesungguhnya Tuhanmu yang selalu berbuat baik dan membimbingmu, Dia-lah Yang Maha Pencipta secara berulang-ulang lagi Maha Mengetahui segala sifat, ciri, kelakuan, dan isi hati ciptaan-ciptaan-Nya.
Kata (الْحَقَّ) mengandung makna bahwa al-haq/ kebenaran tertanam pada diri setiap makhluk, dan pada akhirnya akan tampak jelas ke permukaan, bahwa Allah SWT. Menetapkan sistem yang haq lagi sesuai dengan hikmah kebijaksanaan.
Kata(الصّفح) ash-shafh sebenarnya tidak tepat diterjemahkan dengan pemaafan, yakni sinonim dari kata (العَفْو) al-‘afwu atau pemaafan, karena ash-shafh adalah sikap memaafkan disertai dengan tidak mengecam kesalahan pihak lain. Thabathaba’i memahami kata pemaafan yang baik adalah melaksanakan keempat hal yang akan disebutkan dalam ayat 88 dan 89, berikut yaitu:
1. Larangan memberi perhatian yang besar karena takjub dan ingin meraih kenikmatan duniawi.
2. Larangan sedih karena pengingkaran kaum musyrikin.
3. Perintah berendah hati dan melakukan hubungan harmonis sambil bersabar dan melindungi kaum mukminin.
4. Menyampaikan peringatan-peringatan Allah SWT.

2) QS:Al-Anbiya | Ayat: 16
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ
Artinya: “Dan tidaklah Kami ciptakan Iangit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.”
Dalam ayat ini Allah SWT. menjelaskan bahwa Dia menciptakan langit dan bumi serta semua yang terdapat di antaranya, tidaklah untuk maksud yang percuma atau main-main, melainkan dengan tujuan yang benar, yang sesuai dengan hikmah dan sifat-sifat-Nya yang sempurna.
Pernyataan ini merupakan tangkisan terhadap sikap dan perbuatan kaum kafir yang mengingkari kenabian Muhammad SAW, serta kemukjizatan Al-Qur’an. Karena. tuduhan-tuduhan yang mereka lemparkan kepadanya yaitu, bahwa Al-Qur’an adalah buatan Muhammad, bukan wahyu dan mukjizat yang diturunkan Allah kepadanya adalah berarti bahwa mereka tidak mengakui ciptaan Allah dan seakan-akan Allah menciptakan sesuatu hanya untuk main-main dan tidak mempunyai tujuan yang benar dan luhur. Padahal Allah menciptakan langit dan bumi dan seisinya dan yang ada di antaranya, adalah agar manusia menyembah-Nya dan berusaha untuk mengenal-Nya melalui ciptaan-Nya itu. Akan tetapi maksud tersebut barulah dapat tercapai dengan sempurna apabila penciptaan alam itu disusuli dengan penurunan Kitab yang memberikan petunjuk dan dengan mengutus para Rasul untuk membimbing manusia. Dan Al-Qur’an, selain menjadi petunjuk bagi manusia, juga berfungsi sebagai mukjizat terbesar bagi Muhammad SAW, untuk membuktikan kerasulannya. Oleh sebab itu, orang-orang yang mengingkari kerasulan Muhammad dengan sendirinya berarti mereka menganggap bahwa Allah menciptakan alam ini dengan sia-sia, tanpa adanya tujuan dan hikmah yang luhur, tanpa ada manfaat dan kegunaannya.
Apabila manusia mau memperhatikan apa-apa yang di bumi ini, baik yang terdapat di permukaannya, maupun yang tersimpan dalam perut bumi itu, niscaya ia akan menemukan banyak keajaiban yang menunjukkan kekuasaan Allah. Dan jika ia yakin, bahwa kesemuanya itu diciptakan Allah untuk kemaslahatan dan kemajuan hidup manusia sendiri, maka ia akan merasa bersyukur kepada Allah dan meyakini bahwa semuanya itu diciptakan Allah berdasar tujuan yang luhur karena semuanya memberikan faedah yang tak terhitung banyaknya. Bila manusia sampai kepada keyakinan semacam itu, sudah pasti ia tidak akan mengingkari Al-Qur’an dan tidak akan menolak kerasulan Nabi Muhammad SAW. Senapas dengan isi ayat ini, Allah telah berfirman dalam ayat-ayat yang lain.
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ۚ ذَٰلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ
Artinya: “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah, yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir maka celakalah orang-orang kafir itu, karena mereka akan masuk neraka.” (QS.Saad | ayat: 27)
Dan firman Allah lagi:
مَا خَلَقْنَاهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Artinya: “Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan hak.” (QS.Ad Dukhan | ayat: 39)
Al-Maraghiy mengemukakan, Pengadaan seluruh alam, terutama jenis insani dan pengangkatannya sebagai khalifah di muka bumi, didasarkan atas hikmah yang rapi dan tujuan yang agung, yang tampak jelas oleh orang-orang berakal. Sebagian hikmah dan tujuan itu telah diketahui oleh orang-orang yang memperhatikan alam dengan segala keajaibannya dan diberi pengetahuan yang benar, sehingga mereka mengetahui sebagian rahasianya dan dapat mengambil manfaat dari apa yang disimpan di dalam perut bumi maupun yang tampak pada permukaannya, yang membawa kemajuan bagi umat manusia. Hingga kini, setiap hari ilmu pengetahuan senantiasa melahirkan keajaiban dan keanehaan yang disimpannya.[3] :
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا
Artinya: “Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”. (QS. Al Isra’ | ayat : 85)

B. Fungsi dan Manfaat Alam Semesta bagi Manusia.
1) QS:Al-Anbiyaa | Ayat: 30
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
Artinya: “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”
Ayat di atas menjelaskan bahwa orang kafir dan musyrik Makkah sebelumnya tidak memperhatikan, bahkan tidak peduli dengan fenomena-fenomena alam yang terjadi.[4] Nalar mereka digugah dan diajak untuk berfikir melalui firman-Nya, أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا
“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui”
Apakah orang-orang yang mengingkari Allah (yang berhak diibadahi dengan benar) dan orang-orang yang menyembah selain Allah tidak mengetahui, bahwa hanya Allah yang menciptakan dan mengatur segala ciptaan-Nya? Lalu, jika mereka mengetahui, bagaimana mungkin belum juga percaya bahwa tidak ada satu pun dari makhluk yang terdapat di langit dan di bumi yang wajar dipertuhankan?.[5]
Tidakkah mereka melihat yakni menyaksikan dengan mata hati dan pikiran sejelas pandangan mata أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا
“Bahwasanya langit dan bumi itu dahulu adalah sesuatu yang padu (menyatu).” Maksudnya, pada langit dan bumi seluruhnya saling berkaitan dan tersusun antara sebagian dengan sebagian yang lain. Kemudian dia memisahkan bagian yang satu dengan bagian lainnya.[6]
Sufyan ats-Tsauri mengatakan dari bapaknya dari ‘Ikrimah bahwa dia mengatakan, “Ibnu ‘Abbas r.a pernah ditanya, “mana yang lebih dulu malam atau siang?” Dia menjawab, “Bukankah kamu mengetahui bahwa ketika langit bumi dulu masih bersatu, tidak ada keduanya kecuali kegelapan? Itu agar kamu mengetahui bahwa malam itu telah ada sebelum siang.”[7]
Tentang cara Allah memisahkan keduanya, beberapa ulama’ tafsir banyak berbeda pendapat. Sebagian mengatakan bahwa pada awalnya langit dan bumi ini menyatu, kemudian Allah mengangkat langit ke atas dan membiarkan bumi tetap di tempatnya berada di bawah lalu memisahkan keduanya dengan udara.[8] Sebagian berpendapat bahwa pemisahan langit dan bumi melalui penciptaan angin. Sebagian lagi berpendapat pemisahan langit dengan hujan dan bumi dengan tumbuh-tumbuhan. Sedangkan para ilmuwan modern mengemukakan bahwa telah terjadi big bang yaitu dentuman besar dari Singularity sampai terpisahnya Gaya Gravitasi dari Gaya Tunggal (superforce) dan ruang-waktu mulai memisah. Pemisahan selanjutnya adalah terjadinya planet dan bintang-bintang.[9]
Sebenarnya akal manusia mempunyai kesiapan untuk megkaji berbagai keajaiban adan fenomena alam. Nabi Muhammad SAW juga telah menjelaskan hal ini. Namun, kaumnya dan umat semasa mereka tidak mau memikirkannya hingga dapat membuktikan bahwa penjelasan itu adalah wahyu yang disampaikan kepada beliau dari Tuhan Yang Maha Tahu. Kalau saja mereka tidak ingkar, dan hati mereka tidak buta, niscaya penjelasan ini saja sudah cukup bagi mereka untuk segera mempercayai beliau dan beriman kepada risalahnya:
فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ
“Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” (QS.Al Hajj: 46)[10]
Lalu langit menurunkan hujan, sehingga bumi pun dapat menumbuhkan tanaman. Oleh karena itu Allah berfirman,
وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ
“Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman?”
bahwa semua makhluk hidup di alam ini memerlukan air untuk kelangsungan hidupnya. Baik manusia, hewan, maupun tumbuh-tumbuhan. Tanpa air, makhluk hidup akan mati.
Quraish Shihab, sebagaimana yang ia kutip dari pendapat para pengarang Tafsir al-Muntakhab mengemukakan ayat di atas telah dibuktikan kebenarannya melalui penemuan beberapa cabang ilmu pengetahuan, antara lain:[11]
1. Sitologi (ilmu tentang susunan dan fungsi sel)
Air adalah komponen terpenting dalam pembentukan sel yang merupakan satuan bangunan pada setiap makhluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan.
2. Biokimia
Air adalah unsur yang sangat penting pada setiap interaksi dan perubahan yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Air dapat berfungsi sebagai media, faktor pembantu, bagian dari proses interaksi, atau bahkan hasil dari sebuah proses interaksi itu sendiri.
3. Fisiologi (ilmu cabang biologi yg berkaitan dng fungsi dan kegiatan kehidupan atau zat hidup (organ, jaringan, atau sel))
Air sangat dibutuhkan agar masing-masing organ dapat berfungsi dengan baik. Hilangnya fungsi tersebut akan berarti kematian.
Menurut para ilmuan, sebagaimana yang dikemukakan dalam Tafsir ‘Ilmi, ada tiga pandangan yang berhubungan dengan kehidupan yang dimulai dari adanya air, antara lain:[12]
1) Kehidupan dimulai dari dalam air yaitu di laut.
2) Peran air bagi kehidupan dapat di ekspresikan dalam bentuk semua makhluk hidup, terutama kelompok hewan. Firman Allah QS.An-Nur: 45
وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِنْ مَاءٍ ۖ
“Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air.”
3) Unsur air merupakan bagian yang sangat penting bagi kehidupan makhluk. Pada kenyataannya, dua pertiga dari bagian tubuh makhluk hidup ini mengandung air.

2) QS:Al-Mulk | Ayat: 3
الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِنْ تَفَاوُتٍ ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِنْ فُطُورٍ
Artinya: “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?”
الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا
Dialah yang telah mengadakan tujuh langit yang sebagiannya di atas sebagian yang lain di udara yang kosong, tanpa tiang dan tanpa pengikat yang mengikatnya, serta keistimewaan setiap langit dengan cakupan tertentu, dan dengan sistem yang tetap tidak berubah-ubah. Bahkan dengan sistem daya tarik yang indah di antara benda bumi dan langit, sebagaimana firman-Nya : [13]
اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى ۚ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ
Artinya: “Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ´Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhanmu.” (QS:Ar-Ra’d | Ayat: 2)
Disebutkan juga dalam QS. Luqman | Ayat: 10
خَلَقَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ ۚ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ
Artinya: Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.
Tujuh langit berlapis-lapis atau bertingkat-tingkat jangan dipahami adanya lapisan-lapisan langit. Tujuh langit bermakna jumlah yang sangat banyak, tak terhingga, benda-benda langit di jagat raya. Berlapis-lapis atau bertingkat-tingkat bermakna jaraknya yang berbeda-beda, ada yang dekat (masih di lingkungan bumi dan tata surya, termasuk atmosfer bumi) dan ada yang jauh. Semua nampak sederhana, namun Allah menunjukkan kekuasaannya yang luar biasa.[14]
Kemudian, Dia menyebutkan bukti-bukti ilmu pengetahuan-Nya. Dia berfirman :
مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِنْ تَفَاوُتٍ ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِنْ فُطُورٍ
Wahai orang yang melihat, engkau tidak akan melihat kekacauan dan ketidak seimbangan, sehingga tidak ada satu pun dari ciptaan-Nya yang melampaui batas yang telah ditentukan bagi-Nya, baik dengan menambah maupun mengurangi. Hal ini sesuai dengan QS. Al-A’la: 2-3 dan QS. Yasiin: 38-40, setiap sesuatu selain Allah itu mempunyai ukuranya masing-masing. Jika suatu ciptaan melanggar hukumnya dan melampaui ukurannya, maka alam semesta menjadi kacau.[15] Allah menyuruh kita untuk terus melihat dan memperhatikannya, sehingga jelas dan tidak ada lagi keraguan dalam membuktikan keserasian dan keselamatan dari kekacauan dan keretakan di antara semua itu.
فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِنْ تَفَاوُتٍ
Tidak dikatakan فيها , karena untuk mengagungkan ciptaan-ciptaan itu, dan untuk memperingatkan sebab keselamatannya dari kekacauan dan keretakan, di samping semua itu adalah ciptaan Ar-Rahman. Ar-Rahman telah menciptakan semua itu dengan cemerlang qudrah-Nya dan keluasan rahmat-Nya, merata sebagai karunia dan kemurahan-Nya di seluruh alam semesta.[16]

3) QS:Fushshilat | Ayat: 53
سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
Artinya: “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?”
Ayat di atas menjelaskan bahwa orang musyrik ragu-ragu kepada Al-Qur’an dan Rasulullah. Mereka akan melihat dengan mata kepala mereka bukti-bukti kebenaran ayat-ayat Allah SWT di segala penjuru dunia dan pada diri mereka sendiri. Sebagaimana janji Allah akan memperlihatkan kepada mereka peristiwa-peristiwa yang Kami timbulkan di negeri-negeri sekitar Makkah dan di Makkah sendiri lewat kedua tangan Nabi Kami, dan lewat kedua tangan para Khalifah-Nya dan para sahabatnya.[17]
Mereka melihat dan menyaksikan sendiri kaum muslimin dalam keadaan lemah dan tertindas selama berada di Makkah, kemudian Rasulullah dan para sahabat hijrah ke Madinah meninggalkan kempung halaman yang mereka cintai. Rasulullah selama di Madinah bersama kaum Muhajirin dan Anshorin membentuk dan membina masyarakat Islam. Masyarakat baru itu semakin lama semakin kuat dan berkembang. Hal ini dirasakan oleh kaum musyrik di Makkah, karena itu mereka pun selalu berusaha agar kekuatan baru itu dapat segera dipatahkan. Kekuatan Islam dan kaum muslimin pertama kali dirasakan oleh kaum musyrik adalah ketika perang Badar dan kemudian ketika mereka mencerai-beraikan dalam perang Khandaq. Yang terakhir ialah pada waktu Rasulullah dan kaum muslimin menaklukkan kota Makkah tanpa perlawanan dari orang-orang musyrik. Akhirnya mereka menyaksikan manusia berbondong-bondong masuk Islam, termasuk orang-orang musyrik, keluarga, dan teman mereka sendiri. Semua itu merupakan bukti-bukti kebenaran ayat Allah SWT.
Quraish Shihab mengutip pernyataan Sayyid Quthub, bahwa Allah telah membuktikan kebenaran janji-Nya. Allah telah mengungkap buat manusia ayat-ayat-Nya di ufuk sepanjang empat belas abad sejak penyampaian janji ini, dan sampai kini masih saja Allah mengungkapkannya karena setiap saat lahir suatu penemuan hakikat baru yang belum dikenal sebelumnya. Demikian Sayyid Quthub yang lebih jauh mengungkap sedikit dari penemuan-penemuan menyangkut alam.[18]
أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
Allah SWT menegaskan dalam firman tersebut شَهِيدٌ, dapat dipahami sebagai pelaku, bahwa Dia menyaksikan segala perilaku hamba-hambaNya, baik berupa perkataan, perbuatan, atau tingkah laku dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati manusia. Dapat pula sebagai objek yakni Allah Maha Disaksikan kapan, di manapun dan kapanpun mata kita memandang atau pikiran kita tertuju, maka di sanalah kita menemukan bukti tentang wujud dan ke-Esa-an-Nya.[19]
Banyak orang yang mengatakan bahwa dengan mempelajari alam, termasuk diri kita sendiri, dapat membawa kepada pemahaman tantang adanya Tuhan. Alam adalah buku yang menanti untuk dipalajari. Akan tetapi, harapan Tuhan dalam menurunkan ayat di atas tidak selalu dipahami manusia. QS. Yunus: 101 adalah salah satu diantara banyak ayat yang memberitahu kita bahwa hanya ilmuwan yang memiliki keimananlah yang dapat memahami Tuhan dengan mempelajari alam.

4) QS:Ali Imran | Ayat: 191
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya: “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”
Ayat di atas menjelaskan tentang ciri-ciri orang berakal.[20] Yaitu, orang yang senantiasa mengingat Allah,[21] berusaha mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Di setiap aktivitasnya, baik saat ia berdiri, berjalan, berlari, duduk, berbaring, tiduran atau bahkan saat tidak melakukan apa-apa. Selalu tenggalam dalam kesibukan mengoreksi diri secara sadar bahwa Allah selalu mengawasi makhluk-Nya.
Hal tersebut masih belum cukup untuk menjamin hadirnya hidayah. Tetapi perlu diimbangi dengan memikirkan keindahan ciptaan dan rahasia-rahasia ciptaan-Nya. وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
Mereka mau memikirkan tentang kejadian langit dan bumi beserta rahasia-rahasia dan manfaat-manfaat yang terkandung di dalamnya yang menunjukkan pada ilmu yang sempurna, hikmah yang tinggi, dan kemampuan yang utuh.[22]
رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ
Orang mukmin yang mau menggunakan akal pikirannya, selalu menghadap Allah dengan doa dan ibtihal semacam ini. Tuhan kami, tidak sekali-kali Engkau menciptakan alam yang di atas dan yang di bumi yang kami saksikan tanpa arti, dan Engkau tidak menciptakan semuanya dengan sia-sia. Maha suci Engkau dari segala yang tidak berarti dan sia-sia.[23] Semua ciptaan Allah tidak sia-sia, semua bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Sesudah ia melihat bukti-bukti yang menunjukkan kepada keindahan hikmah, ia pun luas pengetahuannya tentang detail-detail alam semesta yang menghubungkan manusia dengan tuhannya. فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Seraya memohon pertolongan Allah agar bisa melakukan amal saleh melalui pemahaman tentang bukti-bukti alam semesta, sehingga terpelihara dari siksaan neraka.[24]

DAFTAR PUSTAKA
Al-Maraghiy, Ahmad Mushthafa, Tafsir Al-Maraghiy, Semarang: PT Karya Toha Putra, 1993.
Al-Maraghiy, Ahmad Mushthafa, Tafsir al-Maraghiy, Semarang: Thoha Putra, 1989.
Al-Mubarakfuri, Syaikh Shafiyyurrahman, Shahih Ibnu Katsir Jilid 6, Jakarta, Pustaka Ibnu Katsir, 2010.
Kementrian Agama RI, Penciptaan Bumi dalam Prespektif Al-Qur’an dan Sains (Tafsir ‘Ilmi), Jakarta: Kementrian Agama RI, 2012.
Purwanto, Agus, Ayat-ayat Semesta Sisi-sisi Al-Qur’an yang Terlupakan, Bandung: Mizan Pustaka, 2008.
Rahman, Fadzlur, Tema Pokok Al-Qur’an, diterjemahkan oleh Anas Mahyuddin dari “Major Themes of the Qur’an”, Bandung: PUSTAKA, 1996.
Shihab, M. Quraish, Membumikan Al-Qur’an, Bandung: MIZAN, 2013.
Shihab, M. Quraish, Tafsir Al-Mishbah, Jakarta: Lentera Hati, 2002.

[1] Jumlah ini adalah yang paling populer di samping jumlah 6666 ayat. Tapi masih ada pendapat-pendapat lain. Lihat M. Quraish Shihab, Membumikan Al-Qur’an (Bandung: MIZAN. 2013)
[2] Agus Purwanto, Ayat-ayat Semesta Sisi-sisi Al-Qur’an yang Terlupakan (Bandung: Mizan Pustaka. 2008), hlm.24
[3] Ahmad Mushthafa al-Maraghiy, Tafsir Al-Maraghiy Juz XVII (Semarang: PT Karya Toha Putra. 1993), hlm 23
[4] Kementrian Agama RI, Penciptaan Bumi dalam Prespektif Al-Qur’an dan Sains (Tafsir ‘Ilmi) (Jakarta: Kementrian Agama RI. 2012), hlm. 84
[5] M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah vol. 8 (Jakarta: Lentera Hati. 2002), hal. 442
[6] رَتْقًا adalah bentuk masdar dari kata kerja رَتَقَ-يَرْتُقُ-رَتْقاً artinya menyatu atau bergabung, baik secara ciptaan maupun secara buatan. Sedangkan فَفَتَقْناَ هُماَ terambil dari kata فَتَقَ yang berarti terbelah/terpisah. Yaitu pemisahan dua perkara yang melekat.
[7] Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Shahih Ibnu Katsir Jilid 6(Jakarta, Pustaka Ibnu Katsir, 2010), hal. 21
[8] M. Quraish Shihab, op. cit., hal. 443
[9] Kementrian Agama RI, op. cit.,
[10] Ahmad Mushthafa al-Maraghiy, op. cit., hlm. 40-41
[11] M. Quraish Shihab, loc. cit., hlm. 445
[12] Kementrian Agama RI, loc. cit.,
[13] Ahmad Mushthafa al-Maraghiy, Tafsir al-Maraghi juz XXIX (Semarang: Thoha Putra. 1989), hal. 6
[14] Kementrian Agama RI, op. cit., hlm. 6
[15] Fadzlur Rahman, Tema Pokok Al-Qur’an, diterjemahkan oleh Anas Mahyuddin dari “Major Themes of the Qur’an” (Bandung: PUSTAKA. 1996), hlm. 98
[16] Ahmad Mushthafa Al-Maraghiy. op. cit, hlm. 8
[17] Ahmad Musthafa Al-Maraghiy, Tafsir Al-Maraghiy juz XXV (Semarang: Toha Putra. 1989), hal. 13
[18] M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah vol. 12 (Jakarta: Lentera Hati. 2002), hal. 440-441
[19] Ibid.,hlm. 441
[20] Kementrian Agama RI, loc. cit., hlm. 9
[21]Dzikir disini hanyalah mengenai makhluk Allah dan larangan memikirkan dzat-Nya, karena mustahil seseorang akan bisa sampai pada hakikat Dzat sifat-sifat-Nya. Al-Ashbahani dari Abdullah bin salam, bahwa Rasulullah SAW pernah pergi keluar bersama sahabatnya, sedangkan waktu itu mereka sedang bertafakkur. Kemudian Rasulullah bersabda: تَفَكَّرُوْا فِى الْخَلْقِ اللّه وَلاَ تَتَفَكَّرُوْا فِى الْخاَلِقِ
“Pikirkanlah oleh kalian tentang makhluk, dan janganlah sekali-kali kalian memikirkan Allah SWT” lihat, Ahmad Musthafa Al-Maraghiy, Tafsir Al-Maraghiy juz IV (Semarang: Toha Putra. 1989), hal. 292
[22] Ahmad Musthafa Al-Maraghiy, op.cit., hal. 291
[23] Ibid., hlm. 292-293
[24] Ibid.
===================================

ayatayat KAUNIYAH AllahPLANET= KAUKAB /kawakib
……………………..……
…………………11 planet dalam tata surya = kebenaran ayat-ayat Allah
……………………..……………….
KAUKAB {jamak KAWAKIB} adalah Benda Langit yang hanya meMANTULkan cahaya bintang/Matahari, BUKAN memiliki cahaya dari dalam dirinya= PLANET yg mengitari BINTANG/ matahari
…………………..
Dalam QS.12.Yusuf ayat 4 , Allah SWT menceritakan tentang mimpi Nabi Yusuf AS yang melihat Sebelas KAUKAB dan MATAHARI serta BULAN :

إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ

“(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat SEBELAS KAUKAB {planet/benda langit memantulkan sinar/ كَوْكَبًا} dan Matahari serta Bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku”.

Ash Shaaffat:6 ﴿
Sesungguhnya Kami telah menghias langit {ٱلسَّمَآءَ} yang terdekat {DUN YA /ٱلدُّنْيَا} dengan hiasan {زِينَةٍ }, yaitu KAWAKIB {PLANET-PLANET/ ٱلْكَوَاكِبِ},
إِنَّا زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنْيَا بِزِينَةٍ ٱلْكَوَاكِبِ ﴿الصافات:٦﴾
>>>>>>>>>>>>>………….………………..

QS.12.Yusuf ayat 4 memperhatikan cerita mimpi Nabi Yusuf AS tentang SEBELAS KAUKAB dan MATAHARI serta BULAN, mengisyaratkan bahwa KAUKAB yang dimaksud adalah BENDA LANGIT yang bukan dari jenis BINTANG seperti MATAHARI dan bukan pula dari jenis SATELIT seperti BULAN.

Dengan demikian isyarat ilmiah tersebut menunjukkan bahwasanya yang dimaksud Kaukab dalam ayat tersebut adalah PLANET yang hanya memantulkan cahaya Matahari, tidak memiliki cahaya dari dalam dirinya, dan ia dominan di orbitnya, sehingga tidak menjadi satelit bagi Benda Langit yang lainnya.

Karenanya, para Ahli Mu’jizat Ilmiah Al-Qur’an di era Sains saat ini menafsirkan mimpi Nabi Yusuf AS bahwa beliau melihat SEBELAS PLANET dan MATAHARI serta BULAN.

……………………..………….
Dalam tata surya kita, planet yang pertama kali terbentuk adalah planet gas raksasa, Jupiter dan Saturnus. Keduanya mungkin mengumpulkan gas mereka sebelum nebula bintang tersebar.

Pengamatan pada tata surya muda menunjukkan bahwa piringan gas yang membentuk planet memiliki masa hidup 1 hingga 10 juta tahun. Artinya, planet gas raksasa di tata surya mungkin terbentuk dalam jangka waktu ini.

Sebaliknya, Planet Bumi mungkin membutuhkan setidaknya 30 juta tahun dalam pembentukannya, bahkan membutuhkan waktu yang lebih lama hingga 100 juta tahun. Bagaimana Jupiter dan Saturnus dapat terbentuk begitu cepat?

Model standar pembentukan planet menyatakan bahwa inti planet gas raksasa terbentuk melalui tabrakan bagianbagian yang lebih besar, yang dikenal sebagai planetesimal.

Namun, model ini tak memungkinkan inti planet terbentuk cukup cepat untuk menangkap gas-gas yang membentuk atmosfer mereka di awal tata surya.

Model terbaru, oleh Prof Martin Duncan dari Universitas Queen di Kingston, Ontario dan rekan-rekannya dari Southwest Research Institute menunjukkan bahwa tabrakan-tabrakan dan mengumpulnya kerikilkerikil memungkinkan inti terbentuk lebih cepat.

Sejauh yang kami tahu, inilah model pertama untuk memproduksi struktur bagian luar tata surya, dua planet gas raksasa (Jupiter dan Saturnus), dua planet es (Uranus dan Neptunus), dan Sabuk Kuiper murni di luar Neptunus,” kata Dr. Duncan, penulis senior dalam jurnal Nature.

Selain itu, model baru secara akurat memprediksi pembentukan 1 hingga 4 planet gas raksasa; konsisten dengan apa yang kita lihat di luar Tata Surya.

“Ini semacam kelegaan, setelah bertahun-tahun melakukan simulasi komputer dari model standar tanpa hasil, kemudian menemukan model baru yang begitu sukses,” Dr Duncan menyimpulkan.

……………………..……………
konsep pembentukan planet gas raksasa di awal tata surya.

TEORI PROSES PEMBENTUKAN BUMI/PLANET

Theory Big BangProses terbentuknya bumi berawal daripuluhan milyar tahun yang lalu pada awalnyaterdapat gumpalan kabut raksasa yangberputar pada porosnya. Putaran yangdilakukannya tersebut memungkinkanbagian-bagian yang kecil dan ringanterlempar keluar dan bagian besar berkumpuldi pusat, membentuk cakram raksasa. Suatusaat, gumpalan kabut raksasa itu meledakdengan dahsyat di luar angkasa yangkemudian membentuk galaksi dan nebula-nebula (kabut).
2009 QJ colection

Teori terciptanya bumi

Selama jangka waktu lebih kurang 4,6 milyar tahun, nebula-nebula tersebut membeku danmembentuk suatu galaksi yang disebutdengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudianmembentuk sistem tata surya.Sementara itu, bagian ringan yang terlempar keluar tadi mengalami kondensasi sehinggamembentuk gumpalan-gumpalan yangmendingin dan memadat. Kemudian,gumpalan-gumpalan itu membentuk planet-planet, termasuk planet bumi.Dalam perkembangannya, planet bumi terusmengalami proses secara bertahap hinggaterbentuk seperti sekarang ini. Ada tigatahap dalam proses pembentukan bumi:

TEORI TERCIPTANYA BUMI

1.
Awalnya, bumi masih merupakan planet homogendan belum mengalami perlapisan atau perbedaanunsur.
2.
Pembentukan perlapisan struktur bumi yangdiawali dengan terjadinya diferensiasi. Materialbesi yang berat jenisnya lebih akan tenggelam,sedangkan yang berat jenisnya ringan akanbergerak ke permukaan.
3.
Bumi terbagi menjadi lima lapisan, yaitu intidalam, inti luar, mantel dalam, mantel luar dankerak bumi.Perubahan di bumi disebabkan oleh perubahan iklimdan cuaca.
……………………..……….

A. Proses Terbentuknya Bumi/PLANET

– Dalam terbentuknya bumi tidak diketahui secara pasti tapi yang diketahui bahwa proses terbentuknya bumi tidak lepas dari proses terbentuknya tata surya yang menurut pendapat para ahli yang mengemukakan teori-teorinya proses terbentuknya tata surya yang merupakan juga proses terbentuknya bumi antara lain sebagai berikut

1. Teori Nebula (Kabut)
Teori Nebula disebut jug dengan Teori Kabut Kant-Laplace yang dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) dan Peiere De Laplace (1796). Teori ini menjelaskan bahwa di jagat rayat terdapat gas yang berkumpul menjadi kabut (nebula). Kabut tersebut berupa debu, es, dan gas yang sebagian besar unsur gas berupa hidrogen. Adanya gaya gravitasi membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan kemudian menyusut dan mengeras serta berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang sangat cepat, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat karena pendinginan. Bagian yang terlepar tersebut kemudian membentuk planet-planet dalam tata surya. Tahaptahap terbentuknya bumi pada teori tebula adalah sebagai berikut..

Matahari dan planet-planet masih berbentuk gas, kabut yang pekat dan besar.
Kabut berputar dan memadat yang terjadi dipusat lingkaran karena gaya gravitasi
Kemudian terbentuk planet-planet dari materimateri kecil pada saat bersamaan terbentuknya matahari yang lebih kecil dari matahari
Materi tersebut semakin membesar dan tumbuh melakukan gerakan teratur mengelilingi matahari dalam satu orbit yang tetap dan membentuk susunan keluarga matahar

2. Toeri Planetisimal
Teori Planetisimal dikemukakan oleh Forest Ray Multon seorang ahli astronomi dan bersama rekannya Thomas C.Chamberlain, ahli geologi , pada awal abad ke -20. Teori ini mengatakan bahwa matahari terdiri dari gas yang bermassa besar dan suatu ketika bintang melintas disamping matahari yang sangat dekat yang hampir terjadi tabrakan, Dekatnya bintang dan matahari terdapat pengaruh gaya gravitasi yang mengakibatkan tertariknya gas dan materi ringan pada bagian tepi, dari besarnya gaya gravitasi sebagian materi terlempar meninggalkan permukaan matahari dan permukaan bintang dan membentuk gumpalan-gumpalan akibat dari penyusupan, lalu terjadi pendinginan dan padat, terbentuklah planet-planet yang mengelilingi matahari.

3. Teori Pasang Surut Gas (Tidal)
Teori pasang surut dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeffereys pada tahun 1918. Teori ini menjeaskan bahwa terdapat suatu bintang besar yang mendekati matahari yang masih berbentuk gas, dari besarnya massa matahari dan besarnya massa bintang yang melaju membentuk sebuah tonjolan-tonjolan pada matahari yang disebabkan gaya tarik bintang yang melaju. Semakin menjauhnya bintang melaju dengan matahari maka tonjolan-tonjolan tersebut berpisah dan membentuk sebuah gumpalan-gumpalan gas yang membeku dan terbentuklah plant-planet baru termasuk diantaranya bumi.

4. Teori Bintang Kembar
teori bintang kembar dikemukakan oleh R.A. Lyttleton seorang ahli Astronomi. Menurutnya, bahwa teori ini berasal dari bintang kembar yang berkombinasi. Dimana salah satu bintang meledak sehingga bahan materialnya terlempar, dari besarnya gaya gravitas bintang yang tidak meledak membuat material yang terlempar kemudian akan tertarik dan mengelilingi matahari. Bintang yang tidak meledak disebut dengan matahari. Sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinya.

5. Teori Big Bang
Teori Big Bang berawal dari puluhan milyar tahun lalu yang awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada prosesnya lalu. Putaran tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar serta bagian besarnya berkumpul di pusat dengan membentuk cakram raksasa dimana suatu saat terjadi ledakan dasyat dari gumpalan besar tersebut membentuk galaksi dan nebula-nebula, selama kurang lebih 4,6 milyar tahun, nebula-nebula tersebut membuka dan membentuk galaksi bimasakti, selanjutnya membentuk sistam tata surya, Gumpalan yang terlempar keluar mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalan-gumpalan yang dingin dan memadat. Kemudian gumpalan tersebut membentuk planet-planet, termasuk bumi.

Teori Big Bang banyak dipercaya oleh para ahli dan merupakan titik terakhir dari pencapaian titi terakhir ilmu pengetahuan tentang asal mausal alam semesta. Di dibuktikan bahwa Big Bang adalah jumlah heterogen dan helium sesuai dengan sisa peninggalan peristiwa big bang. Dimana jika alam semesta tidak memiliki permulaan maka unsur hidrogen telah habis sama sekali dan berupa menjadi helium.

Sedangkan dalam islam diterangkan dalam ayat Al-Qur’an tentang asal muasal alam semestara yang berbunyi : “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekalikali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulangulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang (QS. Al-Mulk 67:3)”.

B. Teori-Teori Perkembangan Bumi – Setelah terbentuknya planet, termasuk bumi, kemudian bumi berkembang yang diketahui terdapat beberapa teori-teori dalam perkembangan bumi antara lain sebagai berikut….

1. Teori Kontraksi (Contraction Teory)
Teori yang dikemukakan oleh Descrates (1596-1650), yang mengatakan bahwa bumi semakin lama akan menyusut dan mengerut dari adanya pendinginan sehingga permukaan terdapat relief yang beragam seperti gunung, dataran, dan lembah.

Teori ini mendapat dukungan dari James Dana (1847- Elie de Baumant (1852), yang kedunya berpendapat bahwa bumi mengalami pengerutan karena terjadi proses pendinginan pada bagian dalam bumi yang mengakibatkan bagian permukaan bumi mengerut dan terbentuk pegunungan dan lembahlembah.

2. Teori Dua Benua (Laurasia-Gondwana Teory)
Awalnya bumi terdiri atas dua benua yaitu Laurasia yang berada di sekitar kutub utara dan Gondwana disekitar kutup selatan bumi. Kedua benua tersebut bergerak perlahan ke arah equator bumi yang pada akhirnya terpecah membentuk benua-benua kecil. Laurasia terpecah menjadi Amerika utara, Asia, Eropa. Sedangkan Gondwana terpecah menjadi Amerika selatan, Australia, dan Afrika. Teori Laurasia-Gondwana pertama kali diitemukan pada tahun 1884 oleh Edward Zeuss.

3. Teori Pengapungan Benua (Continental Drift Teory)
Teori ini dikemukakan oleh Alfred Wegener tahun 1912 yang mengatakan bahwa awalnya bum terdapat satu benua yang disebut dengan pangea yang kemudian terpecah-pecah dan terus mengalami perubahan melalui pergerakan dasar laut. Gerakan rotasi bumi yang sentripugal, mengakibatkan pcahan benua yang bergerak ke arah dan menuju ke equator. Teori ini didukung dengan buktibukti kesamaan garis afrika bagian barat dengan amerika selatan bagian timur, serta adanya kesamaan batuan dan fosil di kedua daerah tersebut.

4. Teori Konveksi (Convection Teory)
Teori yang dikemukakan oleh Arthur Holmes dan Harry H.Hess. Kemudian teori ini dikembangkan oleh Robert Diesz yang mengemukakan bahwa bumi masih dalam keadaan panas dan berpijar terjadi arus konveksi ke arah lapisan kulit bumi yang berada di atasnya. Ketika arus konveksi membawa sebuah materi yang berupa lava sampai ke permukaan bumi di mild oceanic ridge (punggung tengah samudra), lava tersebut kemudian akan membeku dan membentuk lapisan kulit bumi yang baru sehingga menggeser dan menggantikan kulit bumi yang lebih tua.

5. Teori Lempeng Tektonik (Tectonic Plate Teory)
Teory yang dikemukakan oleh Tozo Wilson yang berdasarkan teori lempeng tektonik, kulit bumi terdiri atas beberapa lempeng tektonik yang berada diatasnya lapisan astenosfer yang berwujud cair kental. Lempeng-lempeng tektonik pembentuk kulit bumi selalu bergerak karena adanya pengaruh arus konveksi yang terjadi pada lapisan astenosfer dengan posisi berada dibawah lempeng tektonik kulit bumi.

C. Proses Terbentuknya Bumi Secara Singkat
Bumi dahulunya adalah Debu dan gas.Kemudian Debu dan Gas tersebut terkena sinar matahari.Tibalah batuan,lama kelamaan suhu di tengah bumi semakin panas.Batuan tersebut meledak sangat dahsyat sehingga terbentuklah bumi.Bumi terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu.Sebentuk membentuk lima benua,Bumi terdiri dari 1 Benua mahabesar yaitu Pangea,Kemudian terbentuklah Benua Laurasia di Utara dan Benua Godwana diselatan yang dipisahkan oleh Samudera Atlantik tengah.Setelah Itu terpecah beberapa benua yaitu Benua Laurasia menjadi Amerika Utara,Eropa,Asia dan Artik dan Benua Godwana menjadi Australia,Afrika,Amerika Selatan,India,Kepulauan Indonesia dan Kepulauan Pasifik sehingga terbentuk bumi sampai sekarang.

===================================

ayatayat KAUNIYAH Allah …. the SUNMATAHARI …… sebagai PELITA dan berSINAR / dhiyaa = BINTANG
……………………..………………..
Yunus:5 ﴿
Dialah yang menjadikan matahari bersinar {pelita dan bersinar/ MEMBAKAR dirinya sendiri /ضِيَآءً}dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilahmanzilah (tempattempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tandatanda (kebesaran-Nya) kepada orangorang yang mengetahui.Dan dijadikan padanya bulan sebagai cahaya {NUR/نُورً} dan dijadikan matahari sebagai pelita {ibarat pelita /siraaj/سِرَاجًا) }” (QS.71-Nuuh:16).

Dialah yang menjadikan matahari bersinar {pelita dan bersinar/ MEMBAKAR dirinya sendiri/ضِيَآءً} dan bulan bercahaya {NUR/نُورً} dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilahnya……”(QS.10-Yunus:5).
……………………..…………….
matahari mengeluarkan CAHAYA dan ENERGI ….. seperti BOLA API …. tetapi mengapa TIDAK pernah padam ?.. ataukah seperti CAHAYA LILIN .. yg semakin lama lalu PADAM ?
……………………..………….
kita bisa mengenal lebih jauh tentang matahari, dimana yang akan dibahas nantinya yaitu:
1. Sumber Energi Matahari
2. Kapankah Matahari akan Padam?
……………………..….
manusia melihat Matahari seperti bola api di langit yang terbit dari timur dan tenggelam di barat.
……………………..…………..
Reaksi Fusi sebagai Sumber Energi Matahari
……………………..……………………..………..
Namun dari hasil penelitian dan telaah spektrum saat ini, diketahui bahwa Matahari adalah bola gas raksasa yang berpijar dengan komposisi utama berupa hidrogen. Hal ini sama dengan hasil penelitian terhadap spektrum bintang yang mirip dengan spektrum Matahari, sehingga dapat disimpulkan bahwa Matahari termasuk dalam kelompok bintang.

Keberadaan matahari telah lama dipalajari dan diteliti sejak berkembangnya fisika astronomi sehingga manusia dapat melihat bendabenda angkasa. Pada awalnya hanya mengetahui bentuk dan kejadiankejadian yang terjadi. Pada perkembangan selanjutnya manusia bisa merumuskan reaksi yang terjadi di matahari dan membuat reaksi buatan di bumi.

Orang-orang zaman dulu mengira proses menyalanya Matahari sama dengan proses menyalanya sebuah kompor, yaitu dengan menggunakan bahan bakar. Pada abad ke 18, batu bara yang disangka menjadi bahan bakar cahaya dan energi Matahari. Lalu pada penelitian di abad 19, diketahui Matahari bersinar sangat lama bahkan melebihi usia fosil penghasil batubara. Lalu muncul teori penyusutan gravitasi. Namun teori ini tidak terbukti karena Matahari tidak tampak menyusut setelah mengeluarkan cahaya dan energi.

Perkembangan fisika nuklir terus melaju pesat, terakhir dengan dibuatnya bom nuklir, bom hidrogen dan reaktor nuklir untuk digunakan sumber tenaga baik listrik maupun bahan bakar. Reaksi yang terjadi di matahari seperti halnya pada bom hidrogen yaitu reaksi Fusi (Penggabungan), lain halnya dengan bom nuklir melalui reaksi Fisi (Pemecahan). Para ilmuwan meyakini bahwa matahari dengan reaksi Fusinya dapat menghasilkan energi yang dasyat.

sun flare 1
……………………..……………………....
Matahari yang setiap hari memancarkan sinarnya ke bumi dan juga ke planetplanet lain yang ada pada tatasurya kita, adalah sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup yang ada di bumi ini. Pemancaran energi matahari yang sampai ke bumi telah berlangsung terus menerus sejak kurang lebih 5.000.000.000 tahun yang lalu dan akan terus berlangsung sampai waktu yang belum diketahui. Energi matahari yang seakan-akan tak akan habis tersebut, menarik untuk diamati karena sumber energi matahari tersebut ternyata berasal dari reaksi thermonuklir yang sangat dahsyat dan menghasilkan panas dalam orde jutaan derajat celcius. Oleh karena sumber energi matahari berasal dari reaksi thermonuklir, berarti energinya bisa berkurang dan pada akhirnya akan habis manakala reaktan yang terlibat dalam reaksi thermonuklir telah habis bereaksi.
……………………..…………………….
Reaksi Fusi dan Fisi menghasilkan ledakan yang sangat dasyat dan melepaskan energi yang sangat besar. Matahari semenjak terbentuk telah melakukan proses Fusi, menghasilkan energi yang tidak tehitung dan mungkin suatu saat akan padam. Mungkinkah? Apakah kita bisa membayangkan bagaimana ketika matahari padam?

……………………..……………….
Menurut para ahli astronomi modern yang mempelajari keberadaan bintang-bintang di jagat raya ini, matahari kita adalah salah satu bintang diantara 100.000.000 bintang yang ada pada suatu kelompok atau galaksi yang disebut dengan kelompok bintang “Milky Way”. Matahari sebenarnya adalah suatu bintang yang besarnya termasuk ratarata dibandingkan dengan ukuran bintang-bintang lainnya. Banyak bintang lainnya yang ukurannya jauh lebih besar dari pada ukuran matahari kita. Diameter matahari 1.400.000 kilometer yang berarti 100 kali diameter bumi. Gravitasi matahari lebih kuat dari pada gravitasi di bumi, yaitu 28 kali lebih kuat dari pada gravitasi bumi. Cahaya bintangpun ada yang jauh lebih terang yang berarti suhunya juga jauh lebih panas dari pada suhu matahari kita.

Matahari tampak sangat besar dibandingkan dengan bintang-bintang yang tersebar di jagat raya ini karena letaknya yang relatif sangat dekat dengan bumi, yaitu sekitar 150.000.000 kilometer. Bintang yang paling dekat dengan bumi adalah bintang Alpha Centauri yang jaraknya 40.000.000.000.000 kilometer dari bumi. Bagaimana kedudukan matahari terhadap bumi dan planet-planet lainnya dalam tata surya kita dapat dilihat pada Gambar 1. Matahari sebagai dapur nuklir menghasilkan panas yang sangat amat tinggi hasil dari reaksi thermonuklir yang terjadi di matahari. Suhu pada pusat matahari (pada inti) diperkirakan mencapai lebih dari 14.000.000 ºC, sedangkan suhu permukaannya relatif dingin, yaitu sekitar 5.000 – 6.000 ºC. Struktur matahari terdiri atas beberapa bagian, yaitu yang ada di pusat disebutinti matahari”, kemudian bagian antara inti matahari sampai dengan permukaan matahari disebut “photosphere”. Pada permukaan terdapat bagian yang disebut dengan “sunspots” yang tampak lebih gelap, karena suhunya memang relatif lebih dingin dibandingkan dengan bagian lain. Sunspots bersuhu sekitar 4000 ºC, lebih dingin bila dibandingkan dengan suhu pada permukaan matahari, sehingga wajar bila tampak lebih gelap kalau dilihat dengan “coronagraph”.
……………………..……………………

Pertanyaan itu mungkin pernah muncul dibenak kita. Sudah berapa lama matahari bersinar dan akankah selamanya dia bersinar? Ataukah ketika matahari padam, kemudian dunia ini hancur? Apakah itu yang dinamakan kiamat? Apakah benar perumusan manusia tentang reaksi yang terjadi di matahari? Atau matahari itu seperti bola lampu yang dapat seketika padam jika yang punya rumah berkeinginan untuk mematikannya? Ataukah seperti cahaya lilin yang lama-kelamaan padam dan hancur dengan dirinya sendiri?

……………….about the sun
Matahari merupakan salah satu dari sekitar 100.000.000 bintang dalam kelompok bintang kita, atau rasi bintang Bimasakti. Sebenarnya matahari adalah sebuah bintang yang biasa. Artinya ternyata banyak bintang yang jauh lebih besar, lebih berat, dan lebih panas dari pada matahari. Matahari tampak labih besar dan lebih panas dikarenakan kedudukannya sebagai bintang terdekat dengan bumi. Jarak bumi dengan matahari kirakira 149.600.000 km. Bintang berikutnya yang terdekat adalah bintang Alpha Centauri, jaraknya kira-kira 4 x 1010 km.

Matahari adalah suatu bola gas yang pijar dan ternyata tidak berbentuk bulat betul. Matahari mempunyai katulistiwa dan kutub karena gerak rotasinya. Garis tengah ekuatorialnya 864.000 mil, sedangkan garis tengah antar kutubnya 43 mil lebih pendek. Matahari merupakan anggota Tata Surya yang paling besar, karena 98% massa Tata Surya terkumpul pada matahari.

Di samping sebagai pusat peredaran, matahari juga merupakan pusat sumber tenaga di lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit, masingmasing fotosfer, kromosfer dan korona. Untuk terus bersinar, matahari, yang terdiri dari gas panas menukar zat hidrogen dengan zat helium melalui reaksi fusi nuklir pada kadar 600 juta ton, dengan itu kehilangan empat juta ton massa setiap saat.
Matahari dipercayai terbentuk pada 4,6 miliar tahun lalu. Kepadatan massa matahari adalah 1,41 berbanding massa air. Jumlah tenaga matahari yang sampai ke permukaan Bumi yang dikenali sebagai konstan surya menyamai 1.370 watt per meter persegi setiap saat. Matahari sebagai pusat Tata Surya merupakan bintang generasi kedua. Material dari matahari terbentuk dari ledakan bintang generasi pertama seperti yang diyakini oleh ilmuwan, bahwasanya alam semesta ini terbentuk oleh ledakan big bang sekitar 14.000 juta tahun lalu.

…………………….part of the sun
a. Inti Matahari
Merupakan bagian yang memiliki kerapatan paling tinggi yaitu 15.000kg/m3, atau 150 kali lebih rapat dibanding kerapatan air di Bumi. Temperaturnya kurang lebih 15,000,000 Kelvin dengan perputaran rotasi lebih cepat dibanding rotasi di bagian luar.
Inti Matahari merupakan tempat diproduksinya seluruh energi dengan reaksi fusi nuklir yang mengubah hidrogen menjadi helium. Sebanyak kurang lebih 3.6×108 inti hidrogen diubah menjadi inti helium tiap detik, yang menghasilkan energi sekitar 4.3 juta ton per detik. Hal ini berarti sebanding dengan 3.8×1026 watt atau 9.1×1010 megaton TNT tiap detik.
Seluruh energi ini nantinya harus menempuh perjalanan panjang menembus lapisan demi lapisan Matahari. Perkiraan perjalanannya antara 17,000 hingga 50 juta tahun. Hingga akhirnya sampai di permukaan dan lepas di angkasa sebagai bentuk cahaya atau energi kinetik partikel Matahari.

b. Fotosfer
Permukaan Matahari yang biasa kita lihat dari Bumi adalah bagian fotosfer. Memiliki temperatur antara 4000K sampai 6400K. Banyak fenomena yang terjadi di fotosfer seperti sunspot, prominensa dan flare.
Matahari memiliki medan magnet yang tidak merata di setiap bagiannya. Berbeda dengan Bumi yang padat sehingga medan magnetnya konstan. Meski Matahari tetap memiliki kutub utara dan selatan, namun akibat rotasi serta medan magnet yang ada dimanamana dan tidak stabil, mengakibatkan terjadinya sunspot. Bila terdapat sunspot, berarti ada medan magnet Matahari yang masuk atau atau keluar dengan membawa plasma. Karena terbentuknya di beberapa tempat, mengakibatkan terjadinya tabrakan dan jadilah prominensa. Saat prominensa ini putus atau saling bertabrakan lagi, akan terbentuk flare.

Sunspot atau lebih dikenal dengan bintik hitam Matahari, memiliki diameter sekitar 50.000 km, yang artinya lebih besar daripada diameter Bumi. Suhu pada sunspot lebih dingin dibandingkan yang bagian lain yaitu kurang lebih 3800 K. Hal itu yang menyebabkan sunspot berwarna gelap. Jumlah sunspot pada Matahari tidak konstan setiap saat. Kenampakan sunspot pada umumnya dalam orde minggu atau bahkan kurang.

Bentuknya yang mirip loop atau pita yang dikibaskan, membuat prominensa lebih dikenal dengan nama lidah api Matahari. Meski berada di fotosfer, namun panjangnya bisa melewati korona. Prominensa terpanjang yang pernah teramati oleh SOHO pada tahun 1997 mencapai 350.000 km, atau sebanding dengan 28 kali diameter Bumi. Kala hidup prominensa ini bisa mencapai 5 bulan. Dari hasil pengamatan, sepertiga dari prominensa muncul 3 minggu setelah terbentuknya sunspot. Berbeda dengan sunspot yang bergerak menuju ekuator, prominensa bergerak menuju kutub.
Ledakan Matahari yang terjadi akibat energi yang tersimpan dalam medan magnetik dilepaskan secara tibatiba dalam waktu singkat, dinamakan flare. Energi yang dilepaskan ini setara dengan jutaan kali bom atom Hiroshima. Bahkan pengaruhnya sampai ke atmosfer dan medan magnetik Bumi.

chromoper 1

c. Kromosfer
Atmosfer yang terletak di atas fotosfer dengan ketebalan kurang lebih 10.000 km dan suhu berkisar antara 4500K hingga 20.000K. Hal yang masih menjadi perdebatan adalah mengapa fotosfer yang lebih dekat dengan inti Matahari, suhunya justru lebih rendah daripada kromosfer. Ada sebuah teori yang menyatakan bahwa suhu kromosfer yang lebih tinggi disebabkan oleh turbulensi.
Pada kromosfer sering terjadi surge atau lontaran Matahari. Berdasarkan pengamatan, lontaran materi ini terjadi sesudah ledakan Matahari dalam skala kecil. Kecepatannya mencapai 100 km/s selama beberapa menit.

d. Korona
Bagian terluar Matahari yang hanya dapat dilihat saat terjadinya gerhana. Merupakan perpanjangan dari atmosfer di bawahnya yaitu fotosfer dan kromosfer yang penuh dengan aktivitas medan magnetik. Secara keseluruhan, kira-kira 10% pancaran radiasi Matahari keluar menuju angkasa, sedangkan 90% lainnya tetap tersimpan dalam busurbusur magnetik.

Meski berada di lapisan terluar, namun temperaturnya mencapai 2 juta Kelvin. Penyebabnya diperkirakan oleh shock wave angin matahari yang menabrak materimateri di korona hingga menimbukan panas. Namun bila kita “jalanjalan” di korona, kita tidak akan merasakan panas tersebut karena kerapatannya yang renggang.

……………………..….Susunan Kimia Matahari
Matahari memiliki susunan kimia seperti terlihat pada tabel 1 berikut:
Tabel 1. Susunan kimia matahari.
Unsur Lambang Unsur Persen dari Matahari
Hidrogen H 76,4
Helium He 21,8
Oksigen O2 0,4
Karbon C 0,2
Neon Ne 0,1
Besi Fe 0,1
Nitrogen Ni 0,08
Silikon Si 0,07
Magnesium Mg 0,07
Sulfur S 0,05
Nikel Ni 0,01

……………………. Manfaat matahari
Matahari mempunyai fungsi yang sangat penting bagi bumi. Energi pancaran matahari telah membuat bumi tetap hangat bagi kehidupan, membuat udara dan air di bumi bersirkulasi, tumbuhan bisa berfotosintesis, dan banyak hal lainnya.
Merupakan sumber energi (sinar panas). Energi yang terkandung dalam batu bara dan minyak bumi sebenarnya juga berasal dari matahari.
Mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol terjadinya siang dan malam, tahun serta mengontrol planet lainnya. Tanpa matahari, sulit membayangkan kalau akan ada kehidupan di bumi.

………………… Peluruhan Radioactivitas
Pada tahun 1896, Henri Becquerel menemukan fenomena radioaktivitas. Atom berat seperti Uranium memiliki sifat radioaktif, dan atom ini memancarkan energi berjumlah besar dalam bentuk radiasi. Mengapa bisa demikian? Suamiistri Pierre dan Marie Curie-lah yang mencoba menjawab pertanyaan ini. Eksperimen di dalam laboratorium sempit mereka di Paris menunjukkan adanya sumber energi yang luar biasa besar di dalam atom.

Dengan adanya pemahaman tentang struktur atom ini, fisikawan mulai dapat memahami fenomena radioaktivitas yang ditemukan Becquerel, Pierre Curie, dan Marie Curie. Sebuah unsur bisa berubah menjadi unsur lain karena adanya perubahan jumlah proton dan elektron di dalam atomnya. Dalam setiap atom terkandung jumlah proton dan elektron yang spesifik hanya dimiliki oleh atom tersebut, dan bila proton dan elektron dipertukarkan, maka sebuah inti atom dapat berubah menjadi inti atom lain.
Peluruhan Radium menjadi Radon adalah fenomena radioaktivitas yang diamati Pierre dan Marie Curie. Radium meluruh menjadi Radon sambil memancarkan radiasi dalam bentuk partikel Alfa

Salah satu contoh adalah Radium yang dipelajari oleh Pierre dan Marie Curie. Radium memiliki 88 buah proton dan 138 neutron. Jumlah ini cukup besar dan cenderung tidak stabil serta dapat berubah menjadi unsur lain. Dalam hal Radium, 2 buah proton dan 2 buah neutron dapat dilepaskan sehingga ia berubah menjadi Radon yang memiliki 86 proton dan 136 neutron. Gabungan 2 proton dan 2 neutron ini disebut dengan partikel Alfa. Inilah radiasi yang perlahan-lahan membunuh Marie Curie. Reaksi pemecahan sebuah unsur besar menjadi unsur kecil ini disebut reaksi fisi dan merupakan mekanisme kerja di balik bom atom ataupun reaktor nuklir. Atom-atom berat seperti Radium relatif tak stabil dan akan melepaskan partikel alfa dengan sendirinya melalui fenomena yang disebut dengan peluruhan.

core sun 1

…………. fusi teori
Mungkinkah reaksi sebaliknya, yaitu penggabungan 2 atom yang kecil, bisa menghasilkan energi? Hidrogen hanya memiliki 1 proton dan merupakan atom yang paling sederhana dari segi susunan proton dan elektronnya. Secara teoretis, penggabungan 2 atom Hidrogenmenjadi Helium yang memiliki 2 proton adalah mungkin. Ini disebut dengan reaksi fusi. Melalui pengamatan spektroskopi, kita mengetahui bahwa Hidrogen dan Helium adalah dua unsur paling berlimpah di dalam bintang. Jadi, mungkinkah Matahari menghasilkan energinya melalui reaksi fusi?

……………….. Reaksi Termonuklir
Dalam fisika, fusi nuklir (reaksi termonuklir) adalah sebuah proses di mana dua inti atom bergabung, membentuk inti atom yang lebih besar dan melepaskan energi. Fusi nuklir adalah sumber energi yang menyebabkan bintang bersinar, dan Bom Hidrogen meledak. Senjata nuklir adalah senjata yang menggunakan prinsip reaksi fisi nuklir dan fusi nuklir.
Proses ini membutuhkan energi yang besar untuk menggabungkan inti nuklir, bahkan elemen yang paling ringan, hidrogen. Tetapi fusi inti atom yang ringan, yang membentuk inti atom yang lebih berat dan neutron bebas, akan menghasilkan energi yang lebih besar lagi dari energi yang dibutuhkan untuk menggabungkan mereka, sebuah reaksi eksotermik yang dapat menciptakan reaksi yang terjadi sendirinya.

Energi yang dilepas di banyak reaksi nuklir lebih besar dari reaksi kimia, karena energi pengikat yang mengelem kedua inti atom jauh lebih besar dari energi yang menahan elektron ke inti atom. Contoh, energi ionisasi yang diperoleh dari penambahan elektron ke hidrogen adalah 13.6 elektronvolt, lebih kecil satu per sejuta dari 17 MeV yang dilepas oleh reaksi D-T

Reaksi fusi deuterium-tritium (D-T) dipertimbangkan sebagai proses yang paling menjanjikan dalam memproduksi tenaga fusi.
Proses fusi paling penting di alam adalah yang terjadi di dalam bintang. Meskipun tidak melibatkan reaksi kimia, tetapi seringkali fusi termonuklir di dalam bintang disebut sebagai proses “pembakaran”. Pada pembakaran hidrogen, bahan bakar netto-nya adalah empat proton, dengan hasil netto satu partikel alpha, pelepasan dua positron dan dua neutrino (yang mengubah dua proton menjadi dua netron), dan energi.

………………….. REAKSI THERMONUKLIR MATAHARI
A. Sumber Energi Matahari
Sudah sejak lama orang memikirkan dari mana asal energi matahari yang begitu panas dan setiap hari dipancarkan ke bumi, namun sampai saat ini belum juga habis sumber energi tersebut. Para ahli astronomi dan juga astrofisika pada saat ini telah memperkirakan bahwa unsur-unsur kimia yang ada di bumi juga terdapat di matahari. Akan tetapi sebagian besar unsur kimia yang terdapat di matahari tersebut, sekitar 76,4% berupa gas Hidrogen. Sedangkan unsur kedua yang banyak terdapat di matahari adalah gas Helium, kurang lebih sebanyak 21,8 % dari seluruh massa matahari. Sisanya terdiri atas unsur-unsur Oksigen, Magnesium, Nitrogen, Silikon, Karbon, Belerang, Besi, Sodium, Kalsium, Nikel serta beberapa unsur lainnya. Unsur-unsur kimia tersebut bercampur menjadi satu dalam bentuk gas sub atomik yang terdiri atas inti atom, elektron, proton, neutron dan positron. Gas sub atomik tersebut memancarkan energi yang amat sangat panas yang disebut “plasma”.
Energi matahari dipancarkan ke bumi dalam berbagai macam bentuk gelombang elektromagnetis, mulai dari gelombang radio yang panjang maupun yang pendek, gelombang sinar infra merah, gelombang sinar tampak, gelombang sinar ultra ungu dan gelombang sinar -x. Secara visual yang dapat ditangkap oleh indera mata adalah sinar tampak, sedangkan sinar infra merah terasa sebagai panas. Bentuk gelombang elektromagnetis lainnya hanya dapat ditangkap dengan bantuan peralatan khusus, seperti detektor nuklir berikut piranti lainnya. Pada saat matahari mengalami plage yang mengeluarkan energi amat sangat panas, kemudian diikuti terjadinya flare yaitu semburan partikel sub atomik keluar dari matahari menuju ke ruang angkasa, maka pada sistem matahari diperkirakan telah terjadi suatu reaksi thermonuklir yang sangat dahsyat. Keadaan ini diduga pertama kali pada tahun 1939 oleh seorang ahli fisika Amerika keturunan Jerman bernama Hans Bethe.
Menurut Bethe, energi matahari yang amat sangat panas tersebut disebabkan oleh karena terjadi reaksi fusi atau penggabungan inti ringan menjadi inti yang lebih berat. Reaksi thermonuklir yang berupa reaksi fusi tersebut adalah penggabungan 4 inti Hidrogen menjadi inti Helium, berdasarkan persamaan reaksi inti berikut ini:
(1H1 + 1H1 1H2 + + v + 0,42 MeV) x 2
(1H1 + 1H2 2He3 + + 5,5 MeV) x 2
2He3 + 2He3 2He4 +2(1H1)+ 12,8 MeV
—————————————- +
1H1 2He4 + + + 2v + 24,64 MeV
Menurut Bethe, reaksi inti yang serupa reaksi fusi tersebut di atas, dapat menghasilkan energi panas yang amat sangat dahsyat. Selain dari itu, karena sebagian besar massa matahari tersebut tersusun oleh gas Hidrogen (76,4%) dan gas Helium (21,4%), maka masih ada kemungkinan terjadinya reaksi fusi lain berdasarkan reaksi rantai proton-proton sebagai berikut:
1H1 + 1H1 1H2 + + v
1H1 + 1H2 2He3 +
2He3 + 2He4 4Be7 +
4Be7 + 3Li7 + + v
———————————— +
3Li7 + 1H1 2He4 + 2He4
Terbentuknya gas Helium berdasarkan reaksi thermonuklir tersebut di atas juga menghasilkan energi yang amat sangat panas. Kemungkinan lain, gas Helium juga dapat terbentuk melalui reaksi nuklir berikut ini :
4Be7 + 1H1 5B8 +
5B8 4Be8 + + v
4Be8 2He4 + 2He4
Walaupun reaksi inti tersebut di atas sudah dapat menghasilkan energi yang amat sangat panas, ternyata masih ada kemungkinan lain untuk terjadinya reaksi thermonuklir matahari yang menghasilkan energi yang jauh lebih dahsyat dan lebih panas lagi. Reaksi thermonuklir tersebut akan mengikuti reaksi inti rantai Karbon – Nitrogen sebagai berikut :
6C12 + 1H1 7N13 +
7N13 6C13 + + v
6C13 + 1H1 7N14 +
7N14 + 1H1 8O15 +
8O15 7N15 + + v
7N15 + 1H1 6C12 + 2He4
Reaksi rantai Karbon-Nitrogen tersebut di atas, menghasilkan panas yang jauh lebih panas dari pada reaksi rantai Proton-Proton maupun reaksi fusi Hidrogen menjadi Helium. Reaksi-reaksi thermonuklir tersebut di atas dapat terjadi di matahari dan juga di bintang-bintang yang tersebar di jagat raya ini. Reaksi thermonuklir sejauh ini dianggap sebagai sumber energi matahari maupun energi bintang. Bintang yang bersinar lebih terang dari pada matahari kita yang berarti pula bahwa suhunya jauh lebih panas, maka reaksi thermonuklir yang terjadi pada bintang tersebut pada umumnya akan mengikuti reaksi rantai Karbon-Nitrogen.

……………………... B. Kapan Matahari akan Padam?
Matahari akan padam manakala reaksi thermonuklir di matahari telah berhenti. Apabila matahari padam, maka kehidupan di muka bumi akan berhenti. Secara empiris telah dapat dibuktikan bahwa ada bintang yang pada mulanya bersinar terang, akan tetapi kemudian sinarnya makin redup dan akhirnya padam. Keadaan ini telah direkam oleh teleskop angkasa luar hubble. Atas dasar ini maka dapat saja matahari pada suatu saat akan padam.

Seorang fisikawan Jerman, Hermann von Helmholtz, pada tahun 1825 mengamati perkembangan matahari yang ternyata diameter matahari setiap tahunnya menyusut 85 m. Kalau pengamatan Helmholtz benar, maka berdasarkan perhitungan penyusutan diameter matahari, umur matahari hanya akan bertahan untuk waktu 20.000.000 sampai dengan 25.000.000 tahun sejak matahari mengalami penyusutan. Untuk kurun waktu itu, teori Helmholtz ini cukup memuaskan para ilmuwan, sebelum akhirnya digugurkan oleh teori reaksi thermonuklir yang masih bertahan sampai saat ini. Atas dasar teori thermonuklir sudah tentu teori Helmholtz menjadi tidak benar, karena dalam kenyataannya matahari telah bersinar sejak orde 5.000.000.000 tahun yang lalu atau bahkan lebih dari itu, suatu umur yang melebihi perkiraan Helmholtz.
Reaksi thermonuklir yang dikemukakan oleh Hans Bethe seperti yang telah diuraikan bab sebelumnya, sebenarnya mirip dengan reaksi kimia konvensional dalam arti bahwa reaksi masih dapat berlangsung selama masih tersedia unsur atau reaktan yang menyebabkan terjadinya proses reaksi thermonuklir tersebut.
Pada reaksi thermonuklir yang terjadi di matahari, sebagai reaktan utama adalah gas Hidrogen. Para ahli astronomi dan astrofisika berpendapat bahwa dengan bertambahnya umur matahari, maka pemakaian Hidrogen untuk reaksi thermonuklir dalam rangka mendapatkan energi yang amat sangat panas makin bertambah. Pada peristiwa ini energi yang dihasilkan oleh reaksi thermonuklir juga bertambah, sehingga energi radiasi yang dipancarkan matahari juga bertambah. Hal ini berarti pula suhu atmosfir bumi akan naik dan bumi akan terasa makin panas. Apabila pendapat para ahli astronomi dan astrofisika tersebut benar, yaitu dengan bertambahnya umur matahari akan membuat persediaan gas Hidrogen pada permukaan matahari berkurang, maka jelas bahwa cepat atau lambat matahari pada akhirnya akan padam.

Matahari tidak memancarkan energi secara periodik, tetapi terus menerus, mengapa hal ini terjadi? Hal ini terjadi karena reaksi yang terjadi adalah reaksi berantai, artinya tiap energi Fusi yang terjadi menghasilkan energi dan atom lain yang tidak stabil. Energi yang dihasilkan ini kemudian menghasilkan penghancuran materi dan menghasilkan energi, sementara atom yang tidak stabil meluruh menjadi unsur yang stabil yang kemudian bereaksi fusi lagi dengan proton sehingga timbul unsur lain yang tidak stabil dan energi, demikian seterusnya tanpa henti-hentinya. Namun demikian reaksi ini menyebabkan hilangnya massa matahari akibat proses penghancuran materi tadi (Deffect massa). Perumusan ini sangat terkenal dengan perumusannya Einstein yaitu E = mc2 dimana, E adalah energi yang timbul, m adalah massa yang hilang dan c adalah kecepatan cahaya pada ruang hampa.

Siklus reaksi berantai ini dikemukakan oleh dua orang ahli astrofisika amerika yaitu Dr. Hans Albrecht Bethe dan Dr. Carl Friedrich Von Weizshacher. Reaksi ini sering disebut “hidrogen helium sintesis”, proses ini pada intinya adalah pembakaran empat inti Hidrogen menjadi inti Helium, pada proses ini terjadi kurang lebih 0.75% pengurangan massa Hidrogen yang diubah menjadi energi. Pada ilmuwan menghitung bahwa daya pancar matahari kira-kira 3.78 x 1033 erg / det, dengan menggunakan perumusan Einstein kita dapat menentukan massa yang hilang dari matahari setiap detik adalah sekitar 4 juta ton setiap detik (bayangkan!! Pasir sebanyak ini dapat membangun kurang lebih 2 stadion sepak bola yang megah, hanya dihasilkan dalam satu detik).
Kalau kita anggap umur matahari sekarang kurang lebih 5.5 milyar tahun maka kita dapat menghitung jumlah massa matahari yang telah hilang dibanding dengan massa seluruhnya (32.000 massa bumi), maka massa matahari telah kehilangan sekitar 0.03575%, untuk menghabiskan massanya kurang lebih memerlukan waktu sekitar 15384,6153846153846153846153846154 milyar tahun lagi, sehingga masih jauh sekali lamanya sampai matahari padam. Jika kehancuran bumi diasumsikan akibat padamnya matahari maka masih lama sekali bumi akan hancur. Akan tetapi pendekatan ideal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai hal termasuk ulah manusia.
Secara teori dalam perjalanan menuju waktu tersebut, suhu atmosfir bumi akan naik terus karena energi radiasi yang datang dari matahari bertambah panas. Keadaan ini akan menyebabkan es yang ada di kutub utara dan selatan akan mencair yang mengakibatkan tenggelammnya beberapa daratan atau garis pantai akan bergeser ke arah daratan. Kotakota yang berada di pantai akan tenggelam. Ini baru merupakan bencana awal bagi kehidupan manusia di muka bumi ini. Bencana berikutnya adalah menguapnya semua air yang ada di bumi ini, karena suhu atmosfir bumi makin panas yang pada akhirnya tidak ada lagi air di muka bumi ini. Bumi yang menjadi kering kerontang tanpa air sama sekali dan suhunya yang panas menyebabkan berakhirnya kehidupan di muka bumi ini.
Pada saat matahari kehabisan reaktan gas Hidrogen, maka reaksi thermonuklir benar-benar akan berhenti dan ini berarti matahari padam. Dengan demikian dapat diprediksi bahwa kehidupan akan berakhir. Disadari bahwa tiada kehidupan tanpa radiasi matahari.

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,….…… inti sari …………………

1. Matahari merupakan salah satu dari sekitar 100.000.000 bintang dalam kelompok bintang kita, atau rasi bintang Bimasakti. Jarak bumi dengan matahari kira-kira 149.600.000 km. Matahari terdiri dari inti matahari, fotosfer, kromosfer, dan korona yang memiliki fungsi masing-masing.
2. Unsur kimia yang terdapat di matahari tersebut, sekitar 76,4% berupa gas Hidrogen. Sedangkan unsur kedua yang banyak terdapat di matahari adalah gas Helium, kurang lebih sebanyak 21,8 % dari seluruh massa matahari. Sisanya terdiri atas unsur-unsur Oksigen, Magnesium, Nitrogen, Silikon, Karbon, Belerang, Besi, Sodium, Kalsium, Nikel serta beberapa unsur lainnya.
3. Dalam fisika, fusi nuklir (reaksi termonuklir) adalah sebuah proses di mana dua inti atom bergabung, membentuk inti atom yang lebih besar dan melepaskan energi. Reaksi thermonuklir sejauh ini dianggap sebagai sumber energi matahari maupun energi bintang. Bintang yang bersinar lebih terang dari pada matahari kita yang berarti pula bahwa suhunya jauh lebih panas, maka reaksi thermonuklir yang terjadi pada bintang tersebut pada umumnya akan mengikuti reaksi rantai Karbon-Nitrogen. Pada saat matahari kehabisan reaktan gas Hidrogen, maka reaksi thermonuklir benar-benar akan berhenti dan ini berarti matahari padam.
======================================

ayatayat KAUNIYAH Allah….. Galaksi (al-Buruj).. gugusan/kumpulan BINTANGBINTANG
……………………..………………….
﴾ Al Buruuj:1 ﴿
Demi langit yang mempunyai gugusan bintang {BURUJ/ٱلْبُرُوجِ} ,
وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلْبُرُوجِ ﴿البروج:١﴾
﴾ Al Hijr:16 ﴿
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (BURUJ/بُرُوجًا) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orangorang yang memandang(nya),
وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًا وَزَيَّنّٰهَا لِلنّٰظِرِينَ ﴿الحجر:١٦﴾
﴾ Al Furqaan:61 ﴿
Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang {BURUJ/ بُرُوجًا} dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.
تَبَارَكَ ٱلَّذِى جَعَلَ فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرٰجًا وَقَمَرًا مُّنِيرًا ﴿الفرقان:٦١﴾

Galaksi atau yang dalam terminologi al-Qur’an disebut al-buruj,merupakan suatu sistem dari himpunan besar yang terdiri dari bintang-bintang yang jumlahnya jutaan, bahkan milyaran. Hornby mendefinisikan galaksi sebagai beberapa kelompok besar gugusan bintang-bintang di angkasa luar yang menghimpun tata surya kita.

core galaksi

Galaksi yang menghimpun tata surya ini biasanya disebut dengan galaksi bima sakti atau milky way. Galaksi ini bisa dilihat di malam hari yang cerah seperti embun tipis membentang dari arah timur laut ke arah barat daya. Apabila dilihat dengan teleskop ternyata bukanlah embun, tetapi berupa butirbutir bintang yang jumlahnya lebih dari seratus milyar, di mana matahari ini termasuk salah satu bagian dari butir-butir bintang tersebut. Sehubungan dengan hal ini Musthafa Ks menulis sebagai berikut:

This Chandra X-ray Observatory image is a spectrum of a black hole, which is similar to the colorful spectrum of sunlight produced by a prism. These data reveal that a flaring black hole source has an accretion disk that stops much farther out than some theories predict. Scientists theorize that the accretion disk is truncated there as the material erupts into a hot bubble of gas before taking its final plunge into the black hole. This provides a better understanding of how energy is released when matter spirals into a black hole.

This Chandra X-ray Observatory image is a spectrum of a black hole, which is similar to the colorful spectrum of sunlight produced by a prism. These data reveal that a flaring black hole source has an accretion disk that stops much farther out than some theories predict. Scientists theorize that the accretion disk is truncated there as the material erupts into a hot bubble of gas before taking its final plunge into the black hole. This provides a better understanding of how energy is released when matter spirals into a black hole.

Sampai kirakira setengah abad yang lalu para astronom masih beranggapan bahwa tidak ada lagi kelompokkelompok bintang di luar galaksi bima sakti, tetapi setelah ada teropong yang lebih besar lagi, telah diketahui pula beberapa galaksi lagi yang di dalamnya berisi bermilyar-milyar bintang, kemudian diketahui sekitar 30 juta galaksi dan seterusnya diketemukan sekitar 100 juta galaksi, akhirnya dengan teropong teleskop terbesar di dunia Mount Palamor diketahui galaksi di alam semesta ini tak terhingga jumlahnya.

Menurut pengamatan yang dilakukan oleh Dr. Edwin P. Hubble, seorang sarjana di Observatorium Mount Wilson, California, Amerika Serikat pada tahun 1925 dapat dibuktikan bahwa galaksi-galaksi yang tampak dari bumi itu selain berotasi juga saling berjauhan dan menjauhi bumi, sehingga dapat dikatakan bahwa ruang alam kita ini bersamasama dengan galaksi-galaksi itu berekspansi. Jadi, alam ini mengembang dengan ekspansinya galaksi-galaksi itu. Teori ini kemudian dikenal dengan “The Expanding Universe”.

Menurut teori ini bahwa alam semesta bersifat seperti balon atau gelembung karet yang sedang ditiup ke segala arah.
Ternyata, sebelum Hubble menemukan teorinya, bahwa alam ini mengembang, dalam al-Qur’an telah dijelaskan bahwa Allah swt. meluaskan langit dengan berekspansinya galaksi-galaksi itu. Pernyataan bahwa alam semesta itu berekspansi dapat ditemukan dalam QS. al-Dzariyat/51: 48. Prof. Dr. Ahmad Baiquni, salah seorang pakar astronomi asal Indonesia, menerjemahkan ayat tersebut sebagai berikut:

Dan langit itu kami bangun dengan kekuasaan (atau kekuatan) Kami dan sesungguhnya Kamilah yang meluaskan-nya. (QS. al-Dzariyat/51: 48)

big bang detail

Ayat ini secara jelas menunjukkan adanya korelasi antara konsepsi al-Qur’an dengan teori Edwin Hubble tersebut di atas. Menurutnya, bahwa bendabenda alam semesta ini terus berkembang meluas sehingga galaksi-galaksi itu saling menjauh dari yang satu dengan yang lainnya. Semua itu menurut perintah Allah yang menciptakannya dan terus demikian sampai pada waktu yang telah ditentukan.

Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintahNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benarbenar ada tandatanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahaminya (QS. al-Nahl/16: 12)
======================

Alam semesta tidak mungkin statis dengan perhitungan – perhitungan berdasarkan teori relativitas (yang mengantisipasi kesimpulan Friedman dan Lemaitre). 
  1. Terkejut oleh temuannya, Einstein menambahkan “konstanta kosmologis” pada persamaannya agar munculjawaban yang benar“, karena para ahli astronomi meyakinkan dia bahwa alam semesta itu statis dan tidak ada cara lain untuk membuat persamaannya sesuai dengan model seperti itu. Beberapa tahun kemudian, Einstein mengakui bahwa konstanta kosmologis ini adalah kesalahan terbesar dalam karirnya. (Pengemuka : Albert Einstein, pada tahun 1915)
  2. Ditemukan perhitungan yang menunjukkan bahwa struktur alam semesta tidaklah statis dan bahwa impuls kecil pun mungkin cukup untuk menyebabkan struktur keseluruhan mengembang atau mengerut menurut Teori Relativitas Einstein. (Pengemuka : Ahli fisika Rusia, Alexandra Friedman, tahun 1922)
  3. Semesta mempunyai permulaan dan bahwa ia mengembang sebagai akibat dari sesuatu yang telah memicunya. Dia juga menyatakan bahwa tingkat radiasi (rate of radiation) dapat digunakan sebagai ukuran akibat (aftermath) dari “sesuatu” itu. (Pengemuka : Astronomer Belgia, George Lemaitre adalah orang pertama yang menyadari apa arti perhitungan Friedman)
  4. Dengan mengembangkan perhitungan George Lemaitre lebih jauh dan menghasilkan gagasan baru mengenai Dentuman Besar. Jika alam semesta terbentuk dalam sebuah ledakan besar yang tibatiba, maka harus ada sejumlah tertentu radiasi yang ditinggalkan dari ledakan tersebut. Radiasi ini harus bisa dideteksi, dan lebih jauh, harus sama di seluruh alam semesta. (Pengemuka: George Gamov, tahun 1948)
Teori Dentuman Besar (Big Bang) Dan Ajarannya
Persoalan mengenai bagaimana alam semesta yang tanpa cacat ini mulamula terbentuk, ke mana tujuannya, dan bagaimana cara kerja hukumhukum yang menjaga keteraturan dan keseimbangan, sejak dulu merupakan topik yang menarik.
Pendapat kaum materialis yang berlaku selama beberapa abad hingga awal abad ke-20 menyatakan, bahwa alam semesta memiliki dimensi tak terbatas, tidak memiliki awal, dan akan tetap ada untuk selamanya. Menurut pandangan ini, yang disebutmodel alam semesta yang statis”, alam semesta tidak memiliki awal maupun akhir.
Dengan memberikan dasar bagi filosofi materialis, pandangan ini menyangkal adanya Sang Pencipta, dengan menyatakan bahwa alam semesta ini adalah kumpulan materi yang konstan, stabil, dan tidak berubahubah. Namun, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi abad ke-20 menghancurkan konsepkonsep primitif seperti model alam semesta yang statis. Saat ini, pada awal abad ke-21, melalui sejumlah besar percobaan, pengamatan, dan perhitungan, fisika modern telah mencapai kesimpulan bahwa alam semesta memiliki awal, bahwa alam diciptakan dari ketiadaan dan dimulai oleh suatu ledakan besar.
Selain itu, berlawanan dengan pendapat kaum materialis, kesimpulan ini menyatakan bahwa alam semesta tidaklah stabil atau konstan, tetapi senantiasa bergerak, berubah, dan memuai. Saat ini, faktafakta tersebut telah diakui oleh dunia ilmu pengetahuan. Sekarang, marilah kita lihat bagaimana fakta-fakta yang sangat penting ini dijelaskan oleh ilmu pengetahuan.
Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Surat al-Hadid: 1-2)
Pemuaian Alam Semesta
Pada tahun 1929, di observatorium Mount Wilson di California, seorang astronom Amerika bernama Edwin Hubble membuat salah satu temuan terpenting dalam sejarah astronomi. Ketika tengah mengamati bintang dengan teleskop raksasa, dia menemukan bahwa cahaya yang dipancarkan bintang-bintang bergeser ke ujung merah spektrum. Ia pun menemukan bahwa pergeseran ini terlihat lebih jelas jika bintangnya lebih jauh dari bumi. Temuan ini menggemparkan dunia ilmu pengetahuan.
Berdasarkan hukum-hukum fisika yang diakui, spektrum sinar cahaya yang bergerak mendekati titik pengamatan akan cenderung ungu, sementara sinar cahaya yang bergerak menjauhi titik pengamatan akan cenderung merah. Pengamatan Hubble menunjukkan bahwa cahaya dari bintang-bintang cenderung ke arah warna merah. Ini berarti bahwa bintang-bintang tersebut senantiasa bergerak menjauhi kita.
Tidak lama sesudah itu, Hubble membuat temuan penting lainnya: Bintang dan galaksi bukan hanya bergerak menjauhi kita, namun juga saling menjauhi. Satu-satunya kesimpulan yang dapat dibuat tentang alam semesta yang semua isinya bergerak saling menjauhi adalah bahwa alam semesta itu senantiasa memuai.
Agar lebih mudah dimengerti, bayangkan alam semesta seperti permukaan balon yang tengah ditiup. Sama seperti titik-titik pada permukaan balon akan saling menjauhi karena balonnya mengembang, benda-benda di angkasa saling menjauhi karena alam semesta terus memuai. Sebenarnya, fakta ini sudah pernah ditemukan secara teoretis. Albert Einstein, salah seorang ilmuwan termasyhur abad ini, ketika mengerjakan Teori Relativitas Umum, pada mulanya menyimpulkan bahwa persamaan yang dibuatnya menunjukkan bahwa alam semesta tidak mungkin statis. Namun, dia mengubah persamaan tersebut, dengan menambahkan sebuah “konstanta” untuk menghasilkan model alam semesta yang statis, karena hal ini merupakan ide yang dominan saat itu. Di kemudian hari Einstein menyebut perbuatannya itu sebagai “kesalahan terbesar dalam kariernya”.
Jadi, apakah pentingnya fakta pemuaian alam semesta ini terhadap keberadaan alam semesta?
Pemuaian alam semesta secara tidak langsung menyatakan bahwa alam semesta bermula dari satu titik tunggal. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa “satu titik tunggal” yang mengandung semua materi alam semesta ini pastilah memiliki “volume nol” dan “kepadatan tak terbatas“. Alam semesta tercipta akibat meledaknya titik tunggal yang memiliki volume nol tersebut. Ledakan hebat yang menandakan awal terbentuknya alam semesta ini dinamakan Ledakan Besar (Big Bang), dan teori ini dinamai mengikuti nama ledakan tersebut.
Harus dikatakan di sini bahwa “volume nol” adalah istilah teoretis yang bertujuan deskriptif. Ilmu pengetahuan hanya mampu mendefinisikan konsep “ketiadaan”, yang melampaui batas pemahaman manusia, dengan menyatakan titik tunggal tersebut sebagai “titik yang memiliki volume nol”. Sebenarnya, “titik yang tidak memiliki volume” ini berarti “ketiadaan”. Alam semesta muncul dari ketiadaan. Dengan kata lain, alam semesta diciptakan.
Fakta ini, yang baru ditemukan oleh fisika modern pada akhir abad ini, telah diberitakan Al Quran empat belas abad yang lalu:
“Dia Pencipta langit dan bumi.” (QS. Al An’am:101)
Jika kita membandingkan pernyataan pada ayat di atas dengan teori Ledakan Besar, terlihat kesamaan yang sangat jelas. Namun, teori ini baru diperkenalkan sebagai teori ilmiah pada abad ke-20.
Pemuaian alam semesta merupakan salah satu bukti terpenting bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan. Meskipun fakta di atas baru ditemukan pada abad ke-20, Allah telah memberitahukan kenyataan ini kepada kita dalam Al Quran 1.400 tahun yang lalu:
“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa.” (Surat Adz-Dzariyat:47).
Pada tahun 1948, George Gamov mengemukakan gagasan lain mengenai teori Ledakan Besar. Dia menyatakan bahwa setelah terbentuknya alam semesta dari ledakan hebat, di alam semesta seharusnya terdapat surplus radiasi, yang tersisa dari ledakan tersebut. Lebih dari itu, radiasi ini seharusnya tersebar merata di seluruh alam semesta.
Bukti “yang seharusnya ada” ini segera ditemukan. Pada tahun 1965, dua orang peneliti bernama Arno Penzias dan Robert Wilson, menemukan gelombang ini secara kebetulan. Radiasi yang disebut “radiasi latar belakang” ini tampaknya tidak memancar dari sumber tertentu, tetapi meliputi seluruh ruang angkasa. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa gelombang panas yang memancar secara seragam dari segala arah di angkasa ini merupakan sisa dari tahapan awal Ledakan Besar. Penzias dan Wilson dianugerahi Hadiah Nobel untuk temuan ini.
Pada tahun 1989, NASA mengirimkan satelit Cosmic Background Explorer (COBE) ke angkasa untuk melakukan penelitian mengenai radiasi latar belakang. Pemindai sensitif pada satelit hanya membutuhkan waktu delapan menit untuk menegaskan perhitungan Penzias dan Wilson. COBE telah menemukan sisasisa ledakan hebat yang mengawali terbentuknya alam semesta.
Bukti penting lain berkenaan dengan Ledakan Besar adalah jumlah hidrogen dan helium di ruang angkasa. Pada penghitungan terbaru, diketahui bahwa konsentrasi hidrogen-helium di alam semesta sesuai dengan penghitungan teoretis konsentrasi hidrogen-helium yang tersisa dari Ledakan Besar. Jika alam semesta tidak memiliki awal dan jika alam semesta ada sejak adanya keabadian (waktu yang tak terhingga), seharusnya hidrogen terpakai seluruhnya dan diubah menjadi helium.
Semua bukti kuat ini memaksa komunitas ilmiah untuk menerima teori Ledakan Besar. Model ini merupakan titik terakhir yang dicapai oleh para ahli kosmologi berkaitan dengan awal mula dan pembentukan alam semesta.
Dennis Sciama, yang membela teori keadaan ajeg (steady-state) bersama Fred Hoyle selama bertahun-tahun, menggambarkan posisi terakhir yang mereka capai setelah terkumpulnya semua bukti tentang teori Ledakan Besar. Sciama mengatakan bahwa ia telah ambil bagian dalam perdebatan sengit antara para pembela teori keadaan ajeg dan mereka yang menguji dan berharap dapat menyangkal teori tersebut.
Dia menambahkan bahwa dulu dia membela teori keadaan ajeg bukan karena menganggap teori tersebut benar, melainkan karena berharap bahwa teori itu benar. Fred Hoyle bertahan menghadapi semua keberatan terhadap teori ini, sementara bukti-bukti yang berlawanan mulai terungkap. Selanjutnya, Sciama bercerita bahwa pertamatama ia menentang bersama Hoyle. Akan tetapi, saat bukti-bukti mulai bertumpuk, ia mengaku bahwa perdebatan tersebut telah selesai dan teori keadaan ajeg harus dihapuskan.
Prof. George Abel dari University of California juga mengatakan bahwa sekarang telah ada bukti yang menunjukkan bahwa alam semesta bermula miliaran tahun yang lalu, yang diawali dengan Dentuman Besar. Dia mengakui bahwa dia tidak memiliki pilihan lain kecuali menerima teori Dentuman Besar.
Dengan kemenangan teori Dentuman Besar, konsep “zat yang kekal” yang merupakan dasar filosofi materialis dibuang ke tumpukan sampah sejarah. Jadi, apakah yang ada sebelum Dentuman Besar, dan kekuatan apakah yang menjadikan alam semesta ini “ada” melalui sebuah dentuman besar, jika sebelumnya alam semesta ini “tidak ada”? Pertanyaan ini jelas menyiratkan, dalam katakata Arthur Eddington, adanya fakta “yang tidak menguntungkan secara filosofis” (tidak menguntungkan bagi materialis), yaitu adanya Sang Pencipta. Athony Flew, seorang filsuf ateis terkenal, berkomentar tentang hal ini sebagai berikut:
Semua orang tahu bahwa pengakuan itu baik bagi jiwa. Oleh karena itu, saya akan memulai dengan mengaku bahwa kaum ateis Stratonician telah dipermalukan oleh konsensus kosmologi kontemporer. Tampaknya ahli kosmologi memiliki bukti-bukti ilmiah tentang hal yang menurut St. Thomas tidak dapat dibuktikan secara filosofis; yaitu bahwa alam semesta memiliki permulaan. Sepanjang alam semesta dapat dianggap tidak memiliki akhir maupun permulaan, orang tetap mudah menyatakan bahwa keberadaan alam semesta, dan segala sifatnya yang paling mendasar, harus diterima sebagai penjelasan terakhir. Meskipun saya masih percaya bahwa hal ini tetap benar, tetapi benar-benar sulit dan tidak nyaman mempertahankan posisi ini di depan cerita Dentuman Besar.
Banyak ilmuwan, yang tidak secara buta terkondisikan menjadi ateis, telah mengakui keberadaan Yang Maha Pencipta dalam penciptaan alam semesta. Sang Pencipta pastilah Dia yang menciptakan zat dan ruang/waktu, tetapi Dia tidak bergantung pada ciptaannya. Seorang ahli astrofisika terkenal bernama Hugh Ross mengatakan:
Jika waktu memiliki awal yang bersamaan dengan alam semesta, seperti yang dikatakan teorema-ruang, maka penyebab alam semesta pastilah suatu wujud yang bekerja dalam dimensi waktu yang benar-benar independen dari, dan telah ada sebelum, dimensi waktu kosmos. Kesimpulan ini sangat penting bagi pemahaman kita tentang siapakah Tuhan, dan siapa atau apakah yang bukan Tuhan. Hal ini mengajarkan bahwa Tuhan bukanlah alam semesta itu sendiri, dan Tuhan tidak berada di dalamnya.
Zat dan ruang/waktu diciptakan oleh Yang Maha Pencipta, yaitu Dia yang terlepas dari gagasan tersebut. Sang Pencipta adalah Allah, Dia adalah Raja di surga dan di bumi.
Allah memberi tahu bukti-bukti ilmiah ini dalam Kitab-Nya, yang Dia turunkan kepada kita manusia empat belas abad lalu untuk menunjukkan keberadaan-Nya.
Hubungan Penciptaan Alam dalam Pandangan Islam dan Sains Modern
Diantara segi kemukjizatan Al-Qur’an adalah adanya beberapa petunjuk yang detail mengenai ilmu pengetahuan umum yang telah ditemukan terlebih dahulu dalam Al-Qur’an sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern. Penciptaan alam berdasarkan konsep Islam dan Sains modern ternyata memiliki hubungan, dan dari beberapa hasil observasi kosmolog ternyata banyak yang sesuai dengan beberapa firman Allah SWT, antara lain sebagai berikut:
1. Surat al-Anbiya’ ayat 30
”Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahakan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman?”
Dari ayat tersebut dapat diketahui bahwa alam semesta sebelum dipisahkan Allah merupakan sesuatu yang padu. Sesuatu yang padu itulah yang oleh kosmolog disebut dengan titik singularitas. Sedangkan yang dimaksud pemisahan ialah ledakan singularitas dengan sangat dahsyat, yang kemudian menjadi alam semesta yang terhampar.
Selanjutnya, dikatakan bahwa segala kehidupan itu berasal dari air. Tiga ahli kosmologi dan astronomi, yaitu Georges Lamaitre, George Gamow, dan Stephen Hawking menjelaskan bahwa atomatom yang tebentuk sejak peristiwa Big Bang adalah atom Hidrogen (H) dan Helium (He). Adapun air terdiri dari atom hidrogen dan oksigen (H2O), artinya, sejak tahun 1400 tahun silam Al-Qur’an telah menyebutkannya jauh sebelum tiga pakar tersebut mengemukakan teorinya.
2. Surat Az-Zariyat ayat 47
(Artinya) “Dan langit kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.”
Menurut Baiquni yang dimaksud Banayna bi’abidin oleh ayat ini adalah ketika ledakan besar terjadi dan inflasi melandanya sehingga beberapa dimensinya menjadi terbentang. Sedangkan yang dimaksud dengan inna lamusi’un, adalah Tuhan yang membuat kosmos berekspansi. Pernyataaan ini diperkuat oleh maksud lafal yang terpakai, yakni isim al-fa’il, active participle yang menunjukkan bersifat tetap dan permanen seperti yang dikemukakan sebelumnya.
Hal ini berarti ekspansi alam berlangsung sejak ledakan besar sampai seterusnya.
Kata musi’un dalam bahasa arab sangatlah tepat diterjemahkan sebagai “meluaskan” atau “mengembangkan” yang sesuai dengan penjelasan sains masa kini bahwa alam semesta memang meluas atau mengembang. Stephen Hawking, dalam A Brief History of Time (1980), mengatakan bahwa penemuan bukti pengembangannya alam semesta merupakan salah satu revolusi terbesar dalam ilmu pengetahuan abad ke-20.
Berdasarkan teori Bing Bang yang telah diterima, alam semesta terbentuk sekitar 13,7 miliar tahun lalu dan terus mengembang sejak saat itu. Pakar-pakar Astronomi mengenali empat model grafik alam semesta di masa akan datang, yaitu accelerating expansion (pengembangan yang bertambah cepat), open universe (alam semesta terbuka), flat unirvese (alam semesta datar), dan closed universe (alam semesta tertutup). Model closed universe menjelaskan bahwa suatu saat alam semesta akan mengerut.
3. Surat Al-Fusilat ayat 11
(Artinya) “Kemudian Dia menuju kepada penciptaan ruang alam (al-sama’) dan ruang alam (al-sama’) ketika penuh embunan (dukhan), lalu Dia berkata kepada ruang alam (al-sama’) dan kepada materi (al-ardh): “Datanglah kamu keduanya menurut perintahKu dengan suka hati atau terpaksa.” Keduanya menjawab:”Kami datang dengan suka hati.”
 
Sehubungan dengan tidak adanya Al-Qur’an menjelaskan apa sesungguhnya yang dimaksud dengan kata dukhan, karena itu beberapa referensi berusaha menafsirkan kata ini sedemikian rupa. Bucaille memahami kata ini sebagai asap yang terdiri dari stratum (lapisan) gas dengan bagian-bagian yang kecil yang mungkin memasuki tahap keadaan keras atau cair dan dalam suhu rendah atau tinggi.
Ibnu Katsir menafsirkan dengan sejenis uap air. Al-Raghib melukiskan kehalusan dan keringanan sifat dukhan. Menurut Hanafy Ahmad, karena sifat sedemikian, Ia dapat mengalir dan beterbangan di udara seperti mengalir dan beterbangan al-sahab.
Agar tidak terjadi kekeliruan dalam menangkap maksud kata dukhan yang dihubungkan dengan proses penciptaan alam semesta, maka seharusnya kata ini dipahami dengan hasil temuan sains yang telah dihandalkan kebenarannya secara empiris. Tentu saja merupakan suatu kesalahan bagi yang mengatakan bahwa ruang alam (al-sama’) berasal dari materi sejenis dukhan. Berdasarkan dalam surat Al-Fusilat ayat 11, dukhan tidak menunjukkan suatu materi asal ruang alam (al-sama’), akan tetapi ia menjelaskan tentang bentuk alam semesta ketika berlangsungnya fase awal penciptaannya.
Hal ini diperkuat dengan hasil temuan ilmuwan bahwa pada suatu ketika dalam penciptaan terjadinya ekspansi yang sangat cepat sehingga timbul “kondensasi” proses dimana pemuaian dan gas kehilangan panas dan akan berubah bentuk menjadi cair. Saat pemuaian dan gas naik ke tempat lebih tinggi, temperatur udara lingkungan sekitar akan semakin turun menyebabkan terjadinya proses kondensasi dan kembali ke bentuk cair dan energi berubah menjadi materi.
Sebagaimana dukhan, Al-Qur’an juga menunjukkan bahwa zat alir atau sop kosmos (al-ma’) telah ada sebagai salah satu kondisi terwujudnya alam semesta. Dengan kata lain, sebelum alam semesta terbentuk seperti sekarang, ia mengalami bentuk atau sifat semacam zat alir atau sop kosmos.
Kesimpulan
  1. Proses penciptaan Alam dimulai dari penyatuan antara ruang alam dan materi dari sesuatu yang padu (Al-Anbiya’ ayat 30) kemudian terjadi pemisahan oleh allah dengan mengalami proses transisi membentuk dukhan. Setelah itu ruang alam melebar, meluas, dan memuai (Adz-Zariyat ayat 47). Proses penciptaan alam berlangsung selama enam periode, dimana empat periode penciptaan bumi dan dua periode penciptaan langit (Al-Fushilat ayat 9-12).
  2. Penciptaan alam dalam pandangan kosmologi modern, secara kronologis alam tercipta bermula dari ruang kosong, kemudian inti atom padat meledak, lalu menjadi galaksi, dan menjadi bintang-bintang dengan tata suryanya sendirisendiri.
  3. Hubungan antara penciptaan alam dalam pandangan islam dan sains modern adalah bersesuaian. Keduanya sama sekali tidak bertentangan sehingga adanya sains modern dapat mengungkap rahasia proses penciptaan alam yang terdapat dalam Al-Qur’an.
AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG PENCIPTAAN ALAM
1. Surat Al-Anbiya’ ayat 30
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”.
2. Surat Huud ayat 7
“Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya[1], dan jika kamu Berkata (kepada penduduk Mekah): “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini[2] tidak lain hanyalah sihir yang nyata”.
3. Surat As-Sajdah ayat 4
“Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, Kemudian dia bersemayam di atasArsy[3]. tidak ada bagi kamu selain dari padanya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at[4]. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”.
4. Surat Adz-Zariyat ayat 47
“Dan langit itu kami bangun dengan kekuasaan (kami) dan Sesungguhnya kami benar-benar berkuasa”.
5. Surat Al-Fushilat ayat 9-12
“Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutusekutu bagiNya? (yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam”.Dan dia menciptakan di bumi itu gununggunung yang kokoh di atasnya. dia memberkahinya dan dia menentukan padanya kadar makananmakanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. Kemudian dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu dia Berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. Maka dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. dia mewahyukan pada tiaptiap langit urusannya. dan kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan kami memeliharanya dengan sebaikbaiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”
6. Surat Ath-Thalaq ayat 12
“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.”
7. Surat An-Nazi’at ayat 27-33
“Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah Telah membinanya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya, Dan dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh, (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatangbinatang ternakmu.”
8. Surat Yunus ayat 3
“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, Kemudian dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan. tiada seorangpun yang akan memberi syafa’at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian Itulah Allah, Tuhan kamu, Maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?”
9. Surat Ar-Ra’ad ayat 2
“Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, Kemudian dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. masingmasing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.”
10. Al-Baqarah ayat 29
“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan dia Maha mengetahui segala sesuatu.”
11. Al-Isra’ ayat 44
“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”
=================

Big Bang dan Al Qur’an

“Kami akan Memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar…” (QS Fushilat [41]:53).

Gambar dari managedspeed.com
Proses kelahiran alam semesta telah dimulai sejak sekitar 18 miliar tahun yang lalu, sebelum terjadinya Big Bang. Big Bang terjadi pada sekitar 13,7 miliar tahun yang lalu.

“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya adalah suatu yang padu, kemudian Kami Pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami Jadikan segala sesuatu yang hidup. maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS Al Anbiya [21]:30)

Peristiwa Big Bang telah dijelaskan sebelumnya dengan kata-kata yang sederhana lagi indah oleh Allah SWT.
Selanjutnya, Al Qur’an juga telah mendahului penemuan 3 ahli kosmologi, Georges Lemaître, George Gamow, Stephen Hawking yang menemukan bahwa atom yang terbentuk sejak peristiwa Big Bang adalah Hidrogen (H) dan Helium(He), dan air terdiri dari Hidrogen dan Oksigen (H2O).
Stephen Hawking dalam A Brief History of Time (1980) mengatakan bahwa penemuan bukti mengembangangnya alam semesta merupakan salah satu revolusi terbesar dalam ilmu pengetahuan abad ke-20.

“Dan langit itu Kami Bangun dengan Kekuasaan (kami) dan sesungguhnya kami benar-benar meluaskan (mengembangkan)nya(QS Al Dzariyat [51]:47)

Telah disebutkan sebelumnya dalam Al Qur’an bahwa langit memang meluas dan atau mengembang.
Ahli-ahli astronomi mengenali empat model grafik alam semesta di masa yang akan datang, yaitu accelerating expansion, open universe, flat universe dan closed universe. Closed universe menjelaskan bahwa suatu saat alam semesta akan mengerut. Suatu saat nanti akan terjadi Big Crunch, yaitu tabrakan seluruh isi alam semesta dan tersedot kembali oleh gravitasi awal pembentukannya.

Allah telah menjelaskan dalam firman-Nya“(yaitu) pada hari Kami Gulung langit sebagaimana mengglung lembaranlembaran kertas. Sebagaimana Kami telah Memulai penciptaan pertama behitulah Kami akan Mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami Tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan Melaksanakannya” (QS Al Anbiya [21]:104)

Allah berfirman  “…akan Mengulanginya…“, dengan diksi yang tepat Allah SWT berfirman, Big Crunch sendiri merupakan kebalikan dari Big Bang. Big Crunch merupakan janji Allah yang pasti akan Ditepati. Hampir bisa dipastikan itulah Kiamat Kubra.

“Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat. dan terbelahlah langit, karena hari itu langit menjadi lemah”  (QS Al Haqqah [69]:15-16)

Mengapa langit pada hari itu lemah adalah karena suatu saat energi percepatan dan mengembangnya alam semesta akan seimbang dengan gaya tariknya yang kemudian akan tertarik kembali pada titik awalnya.
Di dunia ini banyak sekali terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang yang berpikir, orang yang mengerti dan orang yang beryukur. Hanya saja sebagian besar manusia tidak mau berpikir atau mencoba memahami atau bersyukur. Maha Besar dan Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya. Tidak ada Tuhan selain Allah SWT.
================================

ayatayat KAUNIYAH Allah….. (al-Buruj).. gugusan/kumpulan GALAKSI = galaxy CLUSTER …..and …..Galaxy Super Clusters / KUMPULAN KLUSTER
……………………..…………………..
﴾ Al Buruuj:1 ﴿
Demi langit yang mempunyai gugusan bintang {BURUJ/ٱلْبُرُوجِ} ,
وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلْبُرُوجِ ﴿البروج:١﴾
﴾ Al Hijr:16 ﴿
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintangbintang (BURUJ/بُرُوجًا) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orangorang yang memandang(nya),
وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًا وَزَيَّنّٰهَا لِلنّٰظِرِينَ ﴿الحجر:١٦﴾

Besarnya alam semesta teramati hanyalah pikiran , analisa , dan penglihatan serta kesimpulan sementara dari para ahli astronomi. Namun, saat ini, kita benarbenar tidak tahu apa proporsi seluruh alam semesta bagian kita amati mewakili. Teori terbaru tentang asal-usul alam semesta menunjukkan bahwa dengan diketahuinya luasnya alam semesta , bumi yang kita tempati tidak lebih dari butiran debu di multiverse (yaitu himpunan semua alam semesta yang ada).

Karya Edwin Hubble adalah yang pertama untuk memberikan astronom ide besarnya alam semesta. Bekerja di Mount Wilson pada tahun 1930 dengan apa yang kemudian teleskop terbesar di dunia, Edwin Hubble mengambil foto-foto sampel dari langit di berbagai daerah (sekitar 1283 daerah) dan menghitung jumlah gambar galaksi yang bisa mendeteksi di piring fotografi. Dari survei, ia merupakan suatu peta dengan galaksi kita, Bima Sakti, di tengah plot di apa yang kemudian disebut khatulistiwa galaksi (bagian atas dan bawah peta disebut sebagai kutub).

Setelah dikoreksi untuk efek peredupan menutupi awan debu ketika mengamati langit dalam arah dari Bima Sakti, Hubble menyimpulkan bahwa pada skala besar distribusi galaksi galaksi isotropik yaitu secara seragam terdistribusi di sekitar kita di langit. Pengamatan Hubble menyebabkan pandangan bahwa alam semesta kita adalah homogen, yaitu sama di semua arah dan di semua jarak. Ide isotropi dan homogenitas semesta disebut Prinsip kosmologis. Prinsip kosmologis tetap asumsi yang mendasari dalam kosmologi.

Pengamatan oleh astronom dari distribusi galaksi di iris bagian besar ruang telah menunjukkan bahwa galaksi kita adalah anggota dari sebuah kelompok kecil dari galaksi yang disebut Local Group. Grup Lokal adalah sekitar tiga juta tahun cahaya dan mengandung sedikitnya 26 anggota (tiga galaksi spiral yang besar, 9 laskar kerdil, 2 ellipticals menengah dan 12 ellipticals kerdil).

Cluster galaksi lain telah terdeteksi di luar kita. Para diamati terdekat dari planet kita adalah Cluster Virgo, sebuah sistem yang terdiri dari ribuan galaksi. Namun lain cluster galaksi lebih besar dari Virgo adalah Cluster Coma. Kita bisa mendeteksi cluster tertentu karena mereka memiliki galaksi yang padat kecerahan menonjol dengan latar belakang dan cluster galaksi-galaksi lain.

Hal ini diyakini bahwa ada beberapa kluster galaksi yang lebih kecil lebih dekat dengan kita daripada Virgo dan Coma yang kita tidak bisa mengamati dengan latar belakang cahaya dari galaksi-galaksi lain di ruang angkasa. Para astronom telah lanjut menemukan bahwa bahkan ada cluster cluster galaksi. Sebuah penemuan menarik bagi para astronom adalah kenyataan bahwa antara galaksi ini super cluster membentang besar dari kekosongan.

Studi dari cluster lokal Super galaksi kita, yang Virgo adalah yang paling menonjol, mengungkapkan sekelompok Super lokal ruang sebagian besar kosong. Sebagian besar galaksi milik rumpun lokal yang bersamasama menempati hanya sekitar 5% dari total volume ruang dalam cluster Super lokal 60 juta tahun cahaya.

============================

hukum kauniyah Allah gaya TARIK /gaya GRAVITASI …….. menyebabkan BULAN mengitari BUMIdan BUMI mengitari MATAHARI ….. matahari mengitari PUSAT GALAKSI/black hole/dwarf star
——————————–
Gerak rotasi Bumi adalah gerak Bumi mengitari porosnya sendiri. Gerak ini memiliki arah negatif atau timur, yaitu dari barat ke timur. Jika kita lihat dari pesawat antariksa tepat di atas kutub utara, maka Bumi berotasi berlawanan arah jarum jam (arah negatif). Bumi dapat berputar karena disebabkan oleh adanya gaya tarik menarik antara gaya gravitasi Matahari dengan gaya gravitasi Bumi. Baik rotasi Bumi maupun revolusi Bumi arahnya dari barat ke timur.
————————
sun earth moon

Kala rotasi Bumi adalah 23 jam 56 menit 4 detik, selang waktu ini disebut satu hari. Sekali berotasi, Bumi menempuh 360 bujur selama 24 jam. Artinya 10 bujur menempuh 4 menit. Dengan demikian, tempattempat yang berbeda 10 bujur akan berbeda waktu  4 menit.
—————————-
Waktu yang diperlukan Bumi dalam berevolusi mengelilingi Matahari adalah 365 hari. Sementara Bumi mengelilingi Matahari, Bumi juga berputar pada porosnya yang disebut rotasi. Bumi berotasi selama 23jam 54 menit.
———————-
earth milky way

Peristiwa yang Diakibatkan Oleh Rotasi Bumi
——————

1.Pergantian siang dan malam.

Terjadinya siang dan malam di Bumi disebabkan oleh gerakan berputar Bumi pada porosnya selama mengorbit Matahari. Gerakan berputar Bumi pada porosnya mengakibatkan permukaan Bumi yang terkena sinar Matahari berubah bergantian sejalan dengan kecepatan Bumi berputar.

Permukaan Bumi yang terkena sinar Matahari akan mengalami keadaan terang atau siang dan sebaliknya, yang tidak terkena sinar Matahari akan mengalami keadaan gelap atau malam. Karena Bumi berrotasi terus menerus dari barat ke timur, maka setengah bagian Bumi yang terkena sinar Matahari selalu bergiliran. Dengan kata lain, pada suatu tempat dalam sehari selalu terjadi pergantian siang dan malam.

Selama 24 jam waktu Bumi berputar mengitari porosnya, ada kalanya sebagian wajah Bumi berhadapan dengan Matahari dan inilah area yang mengalami siang.  Dan kemudian seiring dengan perputaran Bumi, wajah yang tadinya berhadapan dengan Matahari kemudian berputar dan membelakangi Matahari sehingga sisi wajah Bumi yang tidak disinari Matahari ini mengalami malam hari.

galaksi komet

2.      Bentuk Bumi

Bentuk planet Bumi sangat mirip dengan bulat pepat (oblate spheroid), sebuah bulatan yang tertekan ceper pada orientasi kutubkutub yang menyebabkan buncitan pada bagian khatulistiwa. Buncitan ini terjadi karena rotasi Bumi, menyebabkan ukuran diameter katulistiwa 43 km lebih besar dibandingkan diameter dari kutub ke kutub.

3.      Perbedaan Gravitasi

Gravitasi adalah gaya tarikmenarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di alam semesta. Gaya gavitasi Bumi adalah gaya tarik Bumi terhadap bendabenda yang berada di atasnya.
———————–

Buah-buahan yang jatuh dari pohonnya merupakan contoh gaya gravitasi. Semua benda yang ada di Bumi ini akan jatuh ke tanah apabila tidak ada yang menyangganya di suatu ketinggian. Percepatan gravitasi pada setiap tempat di permukaan bumi tidaklah sama. Di equator percepatan gravitasi sekitar 9,78 m/s, sedangkan di daerah kutub sekitar 9,83 m/s.
————————–

Terdapat tiga faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Pertama, bentuk bumi yang tidak benarbenar bulat yaitu bulat pepat sehingga gaya sentrifugal yang menentang gravitasi lebih besar di equator. Hal inilah yang menyebabkan jarak equator ke pusat bumi lebih jauh dari pada jarak kutub ke pusat bumi. Akibatnya percepatan gravitasi bumi di equator lebih kecil daripada di kutub. Kedua, topografi permukaan bumi yang beragam menyebabkan perbedaan percepatan gravitasi. Karena percepatan gravitasi tergantung dari jaraknya terhadap permukaan bumi. Sehingga semakin tinggi sebuah benda dari permukaan bumi, semakin kecil percepatan gravitasi. Ketiga, kepadatan atau kerapatan massa bumi yang berbedabeda menghasilkan gravitasi pada permukaan bumi yang berbeda pula. Makin padat atau rapat massa bumi maka makin kecil gravitasinya. Daratan merupakan wilayah yang memiliki kerapatan massa yang tinggi sehingga gravitasinya lebih kecil daripada wilayah lautan.
————————

4.      Pembelokan Arah Angin

Angin adalah udara yang bergerak, angin terjadi diakibatkan oleh rotasi Bumi dan juga adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Menurut hukum Buys Ballot, udara bergerak dari daerah maksimum (subtropik) menuju daerah minimum (khatulistiwa) dan di belahan Bumi utara berbelok ke kanan, dibelahan selatan berbelok ke kiri. Angin yang menuju khatulistiwa, yang berasal dari belahan Bumi utara maupun dari belahan Bumi selatan berbelok ke barat. Pembelokan gerakan angin ini terjadi akibat adanya Gaya Coriolis yang disebabkan oleh rotasi Bumi. Gaya Coriolis, adalah gaya pembelokkan arah arus yang berasal dari tenaga rotasi Bumi. Pembelokan itu akan mengarah ke kanan di belahan Bumi utara dan mengarah ke kiri di belahan Bumi selatan. Gaya ini mengakibatkan adanya aliran gyre yang searah jarum jam (ke kanan) pada belahan Bumi utara dan berlawanan dengan arah jarum jam di belahan Bumi selatan.

5.      Pembagian Daerah Waktu

Pembagian waktu di Bumi berdasarkan garis bujur. Dalam sekali putaran, Bumi menempuh sudut 360°. Akibatnya di seluruh permukaan Bumi dapat dibuat 360 garis khayal. Garis itu membujur dari utara ke selatan yang disebut garis bujur. Berdasarkan garis bujur inilah waktu di Bumi ditetapkan. Garis bujur yang melalui kota Greenwich, London, ditetapkan sebagai garis bujur 0°. Pada garis inilah waktu pangkal ditetapkan. Waktu pangkal adalah acuan (titik tolak) untuk menetapkan waktu ditempat lain. Waktu pangkal itu dikenal dengan GMT (greenwich mean time).

Bumi menempuh 360° dalam waktu 24 jam atau 1 hari sehingga setiap 1 jam Bumi berputar sejauh 15°. Garis bujur yang jaraknya 15° atau kelipatan 15° dari GMT disebut bujur standar. Waktu pada bujur standar disebut waktu lokal atau waktu standar. contoh, indonesia terletak antara 95° BT dan 141° BT. Dengan demikian, wiliyah indonesia yang membentang sejauh 46° bujur (141° BT-95° BT) mempunyai 3 bujur standar, yaitu 105° BT, 120° BT, dan 135° BT. Ketiga bujur standar itu selanjutnya disebut waktu indonesia bagian barat (WIB), waktu indonesia bagian tengah (WITA), waktu indonesia bagian timur (WIT).

6.      Pergerakan Semu Benda-benda Langit
—————————-

Gerak semu langit adalah gerak yang kita amati dari Bumi, dimana benda-benda langit terlihat terbit di timur dan tenggelam di barat. Gerak semu ini teramati karena Bumi kita yang berotasi dengan arah sebaliknya, dari barat ke timur. Lintasan gerak benda-benda langit yang terbit di timur dan terbenam di barat, dinamakan lintasan harian benda langit. Lintasan harian ini terlihat berbeda jika kita mengamatinya dari lintang berbeda. Jika kita berada tepat di khatulistiwa, kita akan mengamati lintasan haria benda-benda langit tersebut, tegak lurus terhadap horizon / ufuk.
—————————-

Gerak semu langit tidak sama periodenya dengan gerak Matahari di langit (diamati dari Bumi). Gerak semu langit periodenya 23 jam 56 menit 4.1 detik, sedangkan gerak harian Matahari di langit periodenya 24 jam. Terdapat perbedaan sekitar 4 menit. Perbedaan ini menyebabkan penampakan langit sedikit berbeda dilihat pada jam yang sama tiap harinya.
—————————

Revolusi Bumi adalah peredaran Bumi mengelilingi Matahari. Revolusi Bumi merupakan akibat tarik menarik antara gaya gravitasi Matahari dengan gaya gravitasi Bumi, selain perputaran Bumi pada porosnya atau disebut rotasi Bumi.  Kala revolusi Bumi dalam satu kali mengelilingi Matahari adalah 365¼ hari. Bumi berevolusi tidak tegak lurus terhadap bidang ekliptika melainkan miring dengan arah yang sama membentuk sudut 23,5˚ terhadap Matahari, sudut ini diukur dari garis imajiner yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan yang disebut dengan sumbu rotasi.
——————————–

Hal ini dikarenakan poros Bumi selalu menunjuk ke satu arah (ke bintang kutub) dan arah itu membentuk sudut 66 ½o dengan bidang tempuhan atau peredaran Bumi. Karena kedudukan Bumi yang demikian, sinar Matahari tidak selalu menyinari permukaan Bumi yang sama, tetapi berubahubah sesuai dengan kedudukan Bumi pada saat itu. Hal ini merupakan bukti bahwa Bumi melakukan revolusi, sehingga kedudukan Matahari terhadap Bumi selalu mengalami perubahan.

———————
Peristiwa yang Diakibatkan Oleh Revolusi Bumi
—————————-

1.        Perbedaan Lama Siang dan Malam

Kombinasi antara revolusi bumi serta kemiringan sumbu bumi terhadap bidang ekliptika menimbulkan beberapa gejala alam yang diamati berulang setiap tahunnya. Hal ini disebabkan oleh kedudukan poros bumi yang membentuk sudut 66 ½o terhadap bidang peredaran bumi, sehingga daerah-daerah yang berada di daerah lintang dan daerah kutub baik pada belahan bumi bagian selatan maupun utara akan mengalami hari-hari panjang dan pendek.

Antara tanggal 21 Maret s.d 23 September

Fenomena ini terjadi karena Matahari sedang berada pada garis balik utara, maka di belahan bumi bagian utara khususnya daerah lintang tengah dan daerah kutub utara akan mengalami siang hari yang panjang dan malam hari yang pendek. Sebaliknya pada daerah lintang tengah (selatan) dan kutub selatan akan mengalami siang hari pendek dan malam hari yang panjang.

Antara tanggal 23 September s.d 21 Maret

  • ü Kutub selatan lebih dekat mendekati Matahari, sedangkan kutub utara lebih menjauhi Matahari.
  • ü Belahan bumi selatan menerima sinar Matahari lebih banyak daripada belahan bumi utara.
  • ü Panjang siang dibelahan bumi selatan lebih lama daripada belahan bumi utara.
  • ü Ada daerah di sekitar kutub utara yang mengalami malam 24 jam dan ada daerah di sekitar kutub selatan mengalami siang 24 jam.
  • ü Diamati dari khatulistiwa, Matahari tampak bergeser ke selatan.
  • ü Kutub selatan berada pada posisi paling dekat dengan Matahari pada tanggal 22 Desember. Pada saat ini pengamat di khatulistiwa melihat Matahari bergeser 23,5o ke selatan.

Fenomena ini terjadi karena Matahari berada pada garis balik selatan, maka di belahan bumi bagian utara khususnya daerah lintang tengah (utara) dan daerah kutub utara mengalami malam hari panjang dan siang hari pendek, sedangkan daerah lintang tengah selatan dan kutub selatan akan mengalami siang hari panjang dan malam hari yang lebih pendek.

Pada tanggal 21 Maret dan 23 Desember

  • ü Kutub utara dan kutub selatan berjarak sama ke Matahari.
  • ü Belahan bumi utara dan belahan bumi selatan menerima sinar Matahari sama banyaknya.
  • ü Panjang siang dan malam sama diseluruh belahan bumi.
  • ü Di daerah khatulistiwa matahahari tampak melintas tepat di atas kepala.

2.        Gerak Semu Tahunan Matahari

Matahari dan bintang akan selalu nampak terbit dari timur dan tenggelam di barat. Namun, hal ini hanyalah gerak semu benda-benda langit tersebut, sebenarnya justru bumi yang melakukan pergerakan, karena bumi berotasi dari barat ke timur, maka benda-benda langit akan terlihat bergerak dari timur ke barat. Hal ini disebut dengan gerak semu harian Matahari.

Disamping melakukan perjalanan semu harian, Matahari juga melakukan perjalanan tahunan yang sesungguhnya, yakni perjalanan Matahari dari arah Barat ke Timur dalam waktu satu tahun (365,2425 hari) untuk sekali putaran. Penyebab gerak semu tahunan Matahari disebakan oleh revolusi bumi.

Bumi membutuhkan waktu selama 1 tahun untuk bergerak mengelilingi Matahari (revolusi). Selain bergerak mengelilingi Matahari, Bumi juga bergerak berputar terhadap sumbunya (rotasi). Tetapi sumbu rotasi bumi ini tidak sejajar terhadap sumbu revolusi, melainkan sedikit miring sebesar 23,5 derajat. Akibat dari miringnya sumbu rotasi bumi itu, Matahari tidak selalu terlihat di atas khatulistiwa bumi, Matahari akan terlihat berada di bagian utara dan selatan bumi. Selama setengah tahun, Matahari lebih banyak menerangi bumi bagian utara, dan setengah tahun berikutnya Matahari lebih banyak menerangi bumi bagian selatan.

Pergeseran posisi Matahari ke arah belahan bumi utara (22 Desember – 21 Juni) dan pergeseran posisi Matahari dari belahan bumi utara ke belahan bumi selatan (21 Juni – 21 Desember ) disebut gerak semu tahunan Matahari. Disebut demikian karena sebenarnya Matahari tidak bergerak. Gerak itu akibat revolusi bumi dengan sumbu rotasi yang miring.

3.        Perubahan Musim

Pergantian musim disebabkan oleh revolusi Bumi dan terutama oleh miringnya poros Bumi terhadap garis tegak lurus ekliptika (bidang orbit Bumi). Awal musim panas di Belahan Bumi Utara (BBU) ketika Kutub Utara (KU) paling condong ke Matahari, yaitu pada tanggal 21 Juni dan awal musim dingin (6 bulan kemudian) terjadi pada tanggal 22 Desember ketika Kutub Utara paling jauh dari Matahari. Saat Musim panas di Belahan Bumi Utara, kondisi siang lebih lama dari pada saat malam hari, dan saat musim dingin, siang hari lebih pendek. Antara musim panas dan musim dingin terdapat musim gugur, dan peralihan dari musim dingin menuju musim panas terjadi musim semi.

Untuk daerah tropis seperti Indonesia, pergeseran semu tahunan Matahari tidak berpengaruh terhadap perubahan musim seperti halnya di daerah lintang tengah. Sebab perbedaan suhu ratarata baik suhu atau bulanan sangatlah kecil. Pergeseran semu Matahari hanya berpengaruh terhadap datangnya musim hujan dan musim kemarau. Indonesia sebagai negara yang terletak diantara du benua, yaitu Benua Asia dan Benua Australia dipengaruhi oleh angin musim yang berganti arah setiap 6 bulan.

Pada bulan April – September Matahari bergerak dari khatulistiwa ke garis balik utara, kemudian kembali lagi ke khatulistiwa. Hal ini menyebabkan di belahan bumi bagian utara (Asia) memiliki tekanan udara minimum, sedangkan tekanan udara di bumi bagian selatan (Australia) dalam kondisi maksimum. Sehingga angin bergerak dari Australia menuju Asia, maka sebagian wilayah Indonesia mengalami musim kemarau.

Pada bulan Oktober – Maret, Matahari bergerak dari khatulistiwa ke garis balik selatan lalu kembali lagi ke khatulistiwa. Hal ini menyebabkan tekanan udara di belahan bumi bagian utara (Asia) dalam kondisi maksimum, sedangkan di belahan bumi bagian selatan (Australia) memiliki tekanan udara rendah atau minimum, sehingga pada saat itu angin bergerak ke arah Australia dan menyebabkan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim penghujan.

4.    Perubahan Kenampakan Rasi Bintang

Rasi bintang adalah susunan bintang-bintang yang tampak dari bumi membentuk polapola tertentu. Bintang-bintang membentuk sebuah rasi sebenarnya tidak berada pada lokasi yang berdekatan. Karena letak bintang-bintang itu sangat jauh, maka ketika diamati dari bumi seolaholah tampak berdekatan. Rasi bintang yang kita kenal antara lain Aquarius, Pisces, Gemini, Scorpio, Leo, dan lain-lain.

Ketika bumi berada di sebelah timur Matahari, kita hanya dapat melihat bintang-bintang yang berada di sebelah timur Matahari. Ketika bumi berada di sebelah utara Matahari, kita hanya dapat melihat bintang-bintang yang berada di sebelah utara Matahari. Akibat adanya revolusi bumi, bintang-bintang yang nampak dari bumi akan selalu nampak berubah.

———————-

Sejarah menunjukkan bahwa para ilmuwan yang mengkaji ayatayat kauniyah pada akhirnya akan menemukan penjabaran ilmiah dengan argumentasi, bukti dan teori dari ayat itu terkait dengan penemuan saintis ilmiah. Sehingga para ahli tafsir masa modern mengemukakan metode baru, yakni corak ‘tafsir ilmi’ untuk menafsiri dan mengelaborasi ayat kauniyah dengan pengkajian dan penelusuran ilmiah pada berbagai cabangnya tentang astronomi, kedokteran, fisika, biologi, kimia, dan lainnya.

Perlu ditekankan, bahwa Al-Qur’an itu terjaga dan benar sepanjang zaman, berbeda dengan ilmu pengetahuan yang terus berkembang (selalu memerbarui premis kebenaran pada masa berikutnya). Jadi, saya bisa mengatakan bahwa ‘tafsir ilmitentang kosmos pada suatu kurun masa juga bisa salah pada masa selanjutnya, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan selanjutnya, begitu. Karenanya, apabila ilmu mengapresiasi apa yang dibawa Al-Qur’an, seolah ia menjadi lampu penerang kepada hikmah dan rahasia kekuasaan Tuhan Semesta Alam, begitu.

Logika yang benar barangkali akan terus bersaksi pada keindahan ayat dan keagungan pesan, kabar ataupun petunjuk di dalamnya. Hingga kita akan terus merasakan betapa mukjizat Islam lewat Al-Qur’an itu benar adanya, mulia dan menaburkan sinyal keabadiannya sepanjang zaman. Ia mencakup keagungan dan penguasaan terhadap segala yang dicapai oleh pemikiran dalam pengetahuan, dan apa yang diketemukan dari segala penelitian, kerja pikir, dan inovasi. Hal ini juga menjadi jawaban bila agama dan ilmu pengetahuan itu harus dijalankan selaras. Bahwa, keduanya wajib dipelajari dan diresapi segala hikmahnya dengan tujuan agar manusia semakin tunduk dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Berkuasa. Kemudian dalam membangun pondasi ilmu pengetahuan (astronomi, biologi, fisika, kimia, elektronik terapan, dan lainnya), diperlukan penelitian, eksperimen, dan percobaan secara istiqomah atas dasar pemikiran yang benar, tentunya kita masih ingat dengan mata kuliah Filsafat Ilmu yang menekankan tujuan keilmuan pada tanggung jawab kebenaran dengan segala argumentasi dan bukti keilmuan yang telah dihasilkan. Jangan semena-mena memeroleh produk keilmuan praktis, abal-abal (asal-asalan) demi uang, wibawa, dan popularitas semata. Karena dibelakang penemuan sebuah produk keilmuan mengekor sebuah tanggung jawab. Hal ini seperti diungkap Tuhan dalam firmannya surat Al-Isra’ ayat 36, begini: وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا “Janganlah kau mengikuti apa yang kau tak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan diminta pertanggungjawabannya.” Bisa dipetik hikmah, sesungguhnya ilmu pengetahuan akan selalu berkembang. Tatkala akal lamat-lamat dicerahkan, bertambah luaslah peradaban pengetahuan tentang alam semesta ini. Hingga terkuaklah obyek yang masih tersembunyi dari alam semesta; makhluk hidup, benda mati, dan fenomena alam lainnya. Bagaimanapun, di hadapan manusia, masih terbentang luas bidang-bidang keilmuan yang sama sekali belum tersentuh dan diketahui. Semestinya, kajian tentang ayat-ayat kauniyah tak akan berkembang bila para pelajar dan ilmuwan (terlebih muslim) berhenti belajar dan meneliti khazanah ilmiah kosmis yang dikandung Al-Qur’an. Dari sana, kembali ke pernyataan paragraf awal saya, marilah kita terus semangat belajar, membaca dan meneliti keilmuan-keilmuan Tuhan yang tak terbatas itu. Jangan berhenti, teruslah bergerak, begitu.

solar system earth moon
—————————————

bulan, yang selalu kita lihat cahaya putihnya di malam hari hingga matahari meranumkan cahayanya di pagi, siang dan sore hari (menjadi siklus siang dan malam yang selalu berputar). Tentang hikmah yang dikandungnya, bentuknya yang selalu berubah sesuai periode waktu, muncul penghitungan kalender Qomariyah, hingga munculnya gerhana (cahaya bulan tak sampai ke bumi, karena titik pusat geometri bulan, bumi dan matahari terletak pada satu garis lurus, dan bumi berada ditengahnya). Juga segenap gejala dan fenomena yang masih tersembunyi ihwal pengetahuan manusia tentang bulan, kesemuanya menunjukkan betapa besar kekuasaan dan rahmat Tuhan.

———————–

Ayat-ayat tentang Bulan Dalam pelacakan saya lewat aplikasi “Al-Qur’an Digital” terdapat 27 ayat yang memuat term bulan. nTentang hilangnya cahaya bulan dan ketika matahari dan bulan dikumpulkan, sebagai tanda hari kiamat.

1.Surat Al-Qiyamah ayat 8-9 وَخَسَفَ الْقَمَرُ# وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ “Dan apabila bulan telah hilang cahayanya # Dan dikumpulkanlah matahari dan bulan”

2.Surat Al-Qamar ayat 1 اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ “Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan [Yang dimaksud dengan saat di sini ialah terjadinya hari kiamat atau saat kehancuran kaum musyrikin, dan “terbelahnya bulan” ialah suatu mukjizat Nabi Muhammad SAW].”

Kedua ayat diatas menjelaskan fenomena kiamat. Hal ini ditandai dengan term القيامة dalam ayat pertama sebagai runtutan Surat Al-Qiyamah. Ketika kiamat tiba digambarkan cahaya bulan akan musnah saat kemudian ditabrakkan dengan matahari. Melihat ayat ini, kita bisa ambil term khasafa yang berarti hilang, tenggelam, musnah, bahwa pada hari kiamat seluruh ciptaan Tuhan akan hancur—begitupun dengan bulan bisa lebur laksana abu. Penafsiran ini masih normatif, sampai saat ini belum ada pencapaian ilmiah yang bisa menggambarkan bagaimana mekanisme padamnya bulan dan bertabrakannya dengan matahari seperti penjabaran ayat itu. Barangkali dalam benak kita bisa melukis peristiwa dahsyat itu. Kembali, kita bererah diri, betapa keagungan Allah tiada tara

Kemudian pada ayat kedua ditandai dengan term الساعةpada awal surat Al-Qamar. Dielaborasikan fenomena terbelahnya bulan sebagai tanda hari kiamat tiba. Ayat ini kemudian dijelaskan dengan riwayat dari Imam Al-Bukhari: “Kami mendapat hadist dari Abdullah bin Abdul Wahab; tuturnya mendapat hadist dari Sa’id bin Abu Arubah, dari Qatadah, dari Anas bin Malik: bahwa penduduk Mekah meminta pada Rasulullah agar memerlihatkan suatu tanda (kenabian)kepada mereka, maka beliau pun memerlihatkan kepada mereka bulan yang terbelah dua sehingga mereka melihat Gua Hira di sela-sela keduanya.” Dari sini, mayoritas ahli tafsir klasik menjelaskan bila terbelahnya bulan menjadi mukjizat Nabi yang sudah terjadi. Hal ini didukung dengan hadist riwayat Imam Muslim dari Sahl bin Sa’id yang mengatakan “Saya mendengarRasulullah bersabda seraya memberi isyarat dengan jari setelah jempol (jari telunjuk) dan jari tengah: Saya diutus, sedang jarak antara aku dan kiamat seperti ini.”

Telaah Sains Dalam bukuSains dalam Hadist” karya Prof. Dr. Zaghlul An-Najjar (cendekiawan Mesir dan Guru Besar Bidang Geologi) dijelaskan bila dalam sebuah wawancara BBC TV tahun 1978, seorang penyiar ternama Inggris James Burke menghadirkan tiga ilmuwan NASA Amerika. Dalam wawancara itu penyiar mengkritik besarnya biaya perjalanan ke luar angkasa yang mencapai puluhan bahkan ratusan miliar dollar, padahal di dunia sendiri jutaan jiwa menjerit karena lapar, sakit, kebodohan, dan keterbelakangan. Namun, ilmuwan itu menjawab bahwa berkat perjalanan ruang angkasa ini sejumlah teknologi penting dikembangkan untuk diagnosis dan pengobatan medis, industri, pertanian, dan lainnya. Lantas, penyiar mengerucutkan kritiknya ihwal perjalanan ke bulan yang memboroskan dana lebih dari 100 juta dollar. Para ilmuwan pun menampik bila perjalanan ke bulan telah menunjukkan fakta dari misteri tersembunyi yang barangkali tak bisa diterima publik. Si penyiar pun sontak bertanyafakta apa itu?”. Para ilmuwan itu menjawab, fakta itu adalah bahwa dahulu kala bulan pernah terbelah, kemudian melekat lagi, hal ini ditandai dengan adanya bekasbekas goresan mendalam sepanjang permukaan bulan.

Sejak cukup lama, telah beredar melalui internet sebuah gambar permukaan bulan yang diklaim sebagai bukti pernah terbelahnya bulan sekaligus bukti ‘kebenaran’ ayat di atas. Gambar aslinya dapat dilihat pada situs Badan Antariksa Amerika (NASA). Di sana terlihat sebuah ngarai (semacam kanal kering) besar yang lurus membentang, dan mengesankan sebuah bekas patahan atau belahan yang tersambung kembali. Tetapi, jika kita bersedia membaca lebih jauh keterangan dari NASA mengenai gambar tersebut, orang akan berpikir ulang untuk menyatakan bahwa ngarai tersebut merupakan bekas terbelahnya bulan.

Beberapa fakta tentang bentukan alam di bulan tersebut:Ilmuwan menyebutnya sebagai Rille atau RIMA. Meskipun ada banyak spekulasi tentang asal muasal kejadiannya, tetapi pendapat terkuat menyatakan bahwa ia merupakan bekas kanal atau saluran lava yang keluar dari perut bulan di masa lampau. Khusus yang berbentuk lurus seperti Rille Ariadaeus ini, diduga merupakan patahan tanah yang turun di antara 2 sesar kerak bulan yang sejajar. Rille mempunyai berbagai macam bentuk. Lurus dan panjang seperti gambar di atas adalah salah satunya. Sisanya ada yang seperti aliran sungai sebagaimana di bumi. Mereka ditemukan di hampir semua titik di permukaan bulan. Rille tidaklah sepanjang yang diperkirakan. Meskipun ada yang mencapai ratusan kilometer ,tetapi tidak ditemukan Rille yang mengelilingi seluruh permukaan bulan. Jika bulan pernah terbelah dua dan Rille tersebut adalah bukti bekas belahannya, tentunya kita bisa harapkan bahwa Rille tersebut membentuk garis yang mengelilingi bulan. Rille pada gambar di atas seolah membelah bulan karena sudut pengambilan gambarnya. Panjangnya hanya sekitar 300 km atau 1/36 dari 10.921 km keliling permukaan bulan.

Kesimpulan yang bisa dipetik, bahwa ayat dan hadist menjelaskan fakta bila bulan pernah terbelah. Jikalau belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan itu, tidak seharusnya kita mengurangi keimanan. Allah Maha Kuasa untuk membelah bulan. Dan Ia pun kuasa untuk menyatukannya kembali, dengan ataupun tanpa bekas. Semuanya begitu mudah bagi Allah, begitu. Alangkah indahnya, bila kita tak berhenti dan selalu berusaha meneliti keagungan ayat-ayat Tuhan ini.

Tentang bulan yang bercahaya

3.Surat Al-Furqon ayat 61 تَبَارَكَ الَّذِي جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَاجًا وقَمَرًا مُنِيرًا “Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusangugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.”

4.Surat Nuh ayat 16 وَجَعَلَ الْقَمَرَ فِيهِنَّ نُورًا وَجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجًا “Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?”

5.Surat Yunus ayat 5 هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilahmanzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak[669]. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orangorang yang mengetahui.”

Ketiga ayat diatas menjelaskan bila Allah menjadikan bulan bercahaya dan matahari bersinar. Lantas, apa perbedaan keduanya? Kata Qamar selalu diikuti nuuran (cahaya) dan Syams yang diikuti Dhiyaa’an dan Siraajan (bersinar/terang dan pelita/lampu malam/kandil). Secara empiris, matahari selalu tampak bundar dan kehadirannya menyebabkan siang yang terang benderang. Berbeda dengan bulan yang tak selalu bundar, tetapi berevolusi dari melengkung dan condong yang makin tebal, separuh lingkaran, separuh lingkaran lebih sampai ketika bundar penuh yang dikenal sebagai ‘bulan purnama’.

Ditinjau dari kajian astronomi, dengan melihat komposisi massa matahari dan bulan lewat penelitian NASA dan foto-foto ruang angkasa sendiri. Bisa dikalkulasikan, bila massa matahari yang terdiri dari gugusan gas helium dan hydrogen menciptakan sumber panas yang dahsyat sehingga mampu memantulkan cahaya dan diplot menjadi pusat tata surya. Berbeda dengan bulan yang terdiri dari gugusan batuan. Bulan tidak mempunyai sumber cahaya sendiri dan cahaya Bulan sebenarnya berasal dari pantulan cahaya Matahari. Fakta ini memerlihatkan perbedaan yang cukup jelas antara matahari dan bulan. Massa jenis Bulan (3,4 g/cm³) adalah lebih ringan dibanding massa jenis Bumi (5,5 g/cm³), sedangkan massa Bulan hanya 0,012 massa Bumi. Bulan seamsal bumi sebagai benda langit yang tak menghasilkan cahaya, namun hanya memantulkan cahaya yang diterimanya. Tak ayal, Allah membedakan antara cahaya bulan dengan sinar matahari.

Selama ratusan tahun, banyak orang dikejutkan oleh adanya kilatan cahaya yang muncul di permukaan Bulan. Cahaya kilat tersebut sangat singkat tapi bisa terlihat dari Bumi, sebelumnya penyebab dan asal-usul kilatan cahaya tersebut masih misterius dan disebut sebagai Transient Lunar Phenomena (TLP). Anehnya meskipun sering diamati, kejadian ini jarang sekali di foto. Dari Bumi terbakarnya meteor di atmosfer bisa menghasilkan cahaya serupa, tapi bagaimana dengan di Bulan yang tidak memiliki atmosfer? Di Bulan, cahaya kilat tidak dihasilkan dari proses pembakaran seperti di Bumi, tapi merupakan gumpalan materi panas akibat efek dari tumbukan meteorit itu sendiri. Dampaknya cukup kuat untuk melelehkan meteorit tersebut kemudian menghasilkan gelombang radiasi yang bercahaya sampai cairan tersebut membeku.. Dari hasil tabarakan itu, hingga muncullah banyak kawah yang terhasil di permukaan bulan, ketiadaan udara dan air di bulan menyebabkan tidak adanya pengikisan yang menyebabkan banyak kawah di bulan yang berusia jutaan tahun dan masih utuh. Di antara kawah terbesar adalah Clavius dengan diameter 230 kilometer dan sedalam 3,6 kilometer. Ketidakadaan udara juga menyebabkan tidak ada bunyi dapat terdengar di Bulan.

Bulan dijadikan lantaran sumpah oleh Tuhan

Surat Al-Insyiqoq ayat 18 وَالْقَمَرِ إِذَا اتَّسَقَ “Dan dengan bulan apabila jadi purnama

6.Surat Al- Mudatsir ayat 32 كَلَّا وَالْقَمَرِ “Sekali-kali tidak [sekali-kali tidak adalah bantahan terhadap ucapanucapan orang-orang musyrik yang mengingkari], demi bulan”

7.Surat As-Syam ayat 2 الْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا “Dan demi bulan apabila mengiringinya”

Dari ketiga ayat diatas secara global menjelaskan bahwa Allah bersumpah demi bulan, benda langit yang bercahaya pada malam hari. Dengan sumpah ini saya kira, menunjukkan betapa bulan itu memiliki urgensi yang lebih dibandingkan dengan ciptaan lain yang tidak disebutkan khusus lewat ayat Al-Qur’an. Selain bersumpah dengan bulan, Allah juga bersumpah dengan benda-benda langit lainnya seamsal matahari (QS. As-Syams 1), bintang (At-Takwir 15). Yang patut dipertanyakan adalah kenapa Tuhan bersumpah lewat benda-benda angkasa? Saya kira benda kosmos itu adalah sebuah misteri yang luar biasa untuk bisa sepenuhnya dipahami dengan keterbatasan manusia.

Dijelaskan lewat firman Allah dalam QS. Al-Waqi’ah 76: “Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar jikalau kau mengetahui.” Ilmu astronomi telah menetapkan bahwa Al-Qur’an adalah kitab pertama di dunia yang mengindikasikan pentingnya matahari, bulan, dan bintang sebagai pemandu arah di darat dan laut. Bahkan, studi tentang tempat peredaran matahari, bulan dan bintang menjadi studi wajib yang digunakan lembaga pendidikan astronomi, kelautan dan kajian ilmu falak. Karena begitu besar peranan matahari, bulan dan bintang, tak ayal Allah bersumpah atas nama benda antariksa itu akan menjelaskan segala urgensi yang dikandung sebagai bagian tanda kebesaran Tuhan.

Bulan ditundukkan dan diciptakan untuk perhitungan dan beredar pada orbitnya

8.Surat Al-An’am ayat 96 فَالِقُ الْإِصْبَاحِ وَجَعَلَ اللَّيْلَ سَكَنًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْبَانًا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ “Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”

9.Surat Yasin ayat 39-40 وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ # لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُون “Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua # Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masingmasing beredar pada garis edarnya.”

10.Surat Ar-Rahman ayat 5 الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَان “Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.”

Manaazilun adalah jamak dari manzilun yang berarti tempat atau rumah. Dapat diartikulasikan bila bulan memiliki banyak tempat, dan bulan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, akhirnya kembali kembali pada posisi melengkung dan condong, al-‘urjuun al-qadiim. Secara teoritis membentuk siklus dan periode. Bahwa bulan memiliki jalur rotasi dan revolusi mengelilingi bumi dan terkait gravitasi bumi mengelilingi matahari. Lantas seperti apa lintasan gerak periodic bulan itu? Berbentuk bola, elips, garis lurus seperti isolator harmonik, atau lengkungan seperti bandul matematis? Dua perumpamaan terakhir jelas tak mungkin, karena dua gerak ini akan membentuk pola lintasan bolak-balik, bisa dari timur ke barat, dan dari barat ke timur. Sementara itu dalam telaah Astronomi bulan hanya bergerak satu arah tertentu dari timur ke barat, tidak bolak-balik. Karena itu pula, Allah juga menjelaskan bulan beredar bihusbaan, dengan perhitungan yang rinci dan bisa dijadikan sebagai sandaran untuk perhitungan waktu.

Kembali pada lintasan bulan mengitari bumi yang mengitari matahari. Bumi mengitari matahari satu lingkaran penuh selama 365,25 hari sehingga dalam sehari, bumi menempuh sudut rata-rata sebesar 0,98563 (360/365,25) derajat. Adapun bulan mengitari bumi satu lingkaran penuh selama 27 hari; rentang waktu ini kemudian dikenal sebagai satu bulan sideris. Mengingat selama satu bulan sideris ini bumi menempuh sudut sekitar 27 derajat, maka posisi bulan ketika menempuh satu lingkaran penuh bukan periode antar-dua konjungsi berurutan. Rentang waktu antar-dua konjungsi adalah 29,5 hari, dan disebut satu bulan sinodis. Periode inilah yang kemudian dijadikan kalender Islam, yakni Kalender Qamariah.

Andai sirkuit bulan berbentuk lingkaran atau elips, apa yang berperan sebagai titik pusatnya, matahari atau bumi? Tentu bumi karena ukuran penampakan bulan relatif selalu sama, yang menggambarkan jarak bulan-bumi selalu sama. Tetapi, seberapa besar radius bulan mengelilingi bumi? Pada Qs. Ar-Rahmaan ayat 5 dan Yasiin ayat 40, Allah menjelaskan pola perhitungannya, bahwa radius lintasan bulan mengitari bumi telah diatur sedemikian rupa, sehingga matahari dan bulan tak akan bertabrakan, begitu.

Asal-usul penundukan dan penciptaan bulan

11.Surat Ar-Ra’d ayat 2 اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى يُدَبِّرُ الْأَمْرَ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ “Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhlukNya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.”

12.Surat Ibrahim ayat 33 وَسَخَّرَ لَكُمُ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ دَائِبَيْنِ وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ “Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.”

13.Surat An-Nahl ayat 12 وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومُ مُسَخَّرَاتٌ بِأَمْرِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ “Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya),”

14.Surat Al-A’raf ayat 54 إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy[]. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.”

15.Surat Al-Ankabut ayat 61 وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ فَأَنَّى يُؤْفَكُونَ “Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar).”

16.Surat Al-Anbiya’ ayat 33 وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُون “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”

Dari keempat ayat diatas, Allah menyiratkan penciptaan dan penundukan bulan dengan term جَعَلَ خَلَق dan سَخَّر, keduanya memiliki arti bahasa yang serupa namun, saya kira ada proses yang tersembunyi, karena penggunaan خَلَق sebanyak 2 kali, pengulangan kata جَعَل sebanyak 4 kali dan term سَخَّرsebanyak 7 kali. Lantas bagaimanakah proses dan asal usul penciptaannya itu? Inilah yang masih menjadi misteri hingga kini.

Merujuk pada penelitian ilmiah NASA, asal-usul bulan belum diketahui secara pasti, tetapi para ilmuwan menemukan bukti matang bahwa Bulan berasal dari tubrukan Bumi dengan planet kecil yang bernama theira sekitar 3 milyar tahun yang lalu, dan menghasilkan debu yang berjumlah sangat banyak dan mengorbit di sekeliling Bumi dan akhirnyadebumengumpul menjadi bulan. Pada awalnya jarak bulan pada pertama kali hanya sekitar 30.000 mil atau 15 kali lebih dekat dari jarak Bulan dengan Bumi sekarang. Dari hasil penelitian Bulan menjauh sekitar 3,8 cm per tahunnya.

Namun demikian, dari sejumlah ayat yang ada Allah hanya mengisyaratkan bila bulan itu ditundukkan. Sedangkan, dalam Al-Qur’an sendiri tidak dijelaskan secara gamblang asal-usul bulan itu dari apa dan mana. Namun Al-Qur’an menerangkan bahwa Allah telah menciptakan dan menundukkan bulan yang bercahaya. Hal ini dapat ditemukan dalam surat Al-Furqon ayat 61

تَبَارَكَ الَّذِي جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَاجًا وقَمَرًا مُنِيرًا “Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya”

Bulan Berjalan sampai waktu tertentu dan beredar pada orbitnya

17.Surat Luqman ayat 29 أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَأَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ “Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

18.Surat Az-Zumar ayat 5 خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَر كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ “Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

19.Surat Fatir ayat 13 يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ “Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. ”

Ayat ini menerangkan terjadinya pergantian malam dan siang. Kata يُولِجُ yang diartikan memasukkan, menunjukkan prosesi perpindahan antara malam dan siang yang kemudian menunjukkan periode perhitungan waktu. Sebuah kebesaran Tuhan dengan perincian sistem yang telah dibangunnya suatu ketika akan terjadi lintasan garis lurus antara posisi matahari, bumi dan bulan. Peristiwa ini kemudian kita kenal sebagai gerhana.

Gerhana Bulan

Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.

Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika, maka tidak setiap oposisi bulan dengan Matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana Matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara Matahari dengan bumi.

Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar Matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat. Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali. Ketika gerhana bulan sedang berlangsung, umat Islam yang melihat atau mengetahui gerhana tersebut disunnahkan untuk melakukan salat gerhana bulan (salat khusuf).

Tentang bulan sabit

20.Surat Al-Baqarah ayat 189 يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِأَنْ تَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ ظُهُورِهَا وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقَى وَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَابِهَا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ “Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumahrumah dari belakangnya [Pada masa jahiliyah, orang-orang yang berihram di waktu haji, mereka memasuki rumah dari belakang bukan dari depan. Hal ini ditanyakan pula oleh para sahabat kepada Rasulullah s.a.w., maka diturunkanlah ayat ini], akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintupintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”

Dari sejumlah ayat diatas, sejatinya menjabarkan keistimewaan peredaran benda langit berupa keteraturan gerak edar yang tercipta. Karena, adanya kemestian bulan untuk tetap pada hukum alam seperti yang telah Allah rancang arsitekturnya dari segi ruang dan waktu. Ketika Al-Qur’an mengindikasikan hal itu, Allah membuat beberapa manzilah bulan berdasarkan jarak dan ruang yang telah ditentukan dan bentuk yang bergantian pula. Ketika bulan mulai beredar dalam jarak dan posisi tertentu, maka tampak berbagai rupa bulan yang berbeda-beda. Dari bulan sabit hingga purnama. Peredarannya bersandar pada siklus yang sudah diperhitungkan dengan teliti dan cermat. Dengan urutan tertentu yaitu ia naik pada setengah bulan pertama dan turun pada setengah bulan terakhir. Indikasi bulan sabit sampai purnama menjadi catatan waktu tersendiri untuk ibadah haji.

bulan dan ciptaan lainnya yang bersujud kepada Tuhan

21.Surat Al-Hajj ayat 18 أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ “Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatangbinatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.”

22.Surat Yusuf ayat 4 إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ “(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.”

23.Surat Fusshilat ayat 37 وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah.”

24.Surat Al-An’am ayat 77 فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ “Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku.” Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat.”

Ayat-ayat diatas secara redaksional masuk kedalam kategori pengkisahan atau perumpamaan. Bulan dalam hal ini ditafsirkan normatif sesuai ayat runutan sebelum dan sesudahnya. Surat Al-Hajj ayat 18 menegasikan betapa segala benda ciptaan kesemuanya bersujud kepada Allah lebih besar ketimbang manusia. Begitu pula Qs. Yusuf ayat 4, dikisahkan tatkala Nabi Yusuf memberitahukan ayahnya Nabi Ishaq tentang sebuah mimpiWahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.” Selanjutnya surat Fusshilat ayat 37 menegaskan bila benda-benda langit adalah ciptaan Tuhan dan tak patut disembah. Khusus pada surat Al-An’am ayat 77 mengisahkan pencarian Nabi Ibrahim akan Tuhan.

Urgensi Bulan dan Penemuan Ilmiah

Bulan, sarana sains dan satelit bumi

Bulan sebagai penyeimbang orbit dan iklim bumi

Bulan berfungsi sebagai penyeimbang Bumi. Apabila bulan tidak ada, mungkin posisi Bumi akan goyah. Selain itu, bulan juga berfungsi sebagai alat untuk menstabilkan iklim di Bumi. Menurut para peneliti, bulan terbentuk dari puing-puing reruntuhan Mars yang mengitari Bumi ketika masih berusia muda. Planet-planet lain di Tata Surya yang tidak memiliki bulan adalah Venue juga Merkurius.

Sekelompok tim peneliti mensimulasikan formasi dari ratusan planet, dan mereka menemukan bahwa hampir separuh darinya memiliki latar belakang yang sama dalam memiliki bulan. Hampir sekira 10 persen dari planet-planet tersebut memiliki bulan besar, jika dibandingkan dengan bulan milik Bumi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa jika planet seperti Bumi ada cukup banyak jumlahnya, maka mereka akan mendapat keuntungan yang sama, seperti sebagai penyeimbang iklim dan posisi planet.

Kalender Qomariah

Selain itu bulan juga berfungsi sebagai sandaran periodik menetapkan waktu, kita kenal kalender Qomariah yang dipegangi umat Islam untuk menjelaksan waktu ibadah untuk mengawali dan mengakhiri puasa Ramadhan, ibadah haji, dan puasa sunnah pertengahan bulan. Mengingat begitu pentingnya kalender Qomariah, mestinya umat Islam memberi perhatian khusus pada persoalan ini. Tak jarang di negeri kita terjadi perbedaan penetapan awal puasa dan hari raya Idhul Fitri. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menilai perbedaan penetapan Idul Fitri pada tahun ini karena adanya penyimpangan dari kelaziman astronomi modern dalam hisab dan rukyat. Sejatinya hal ini bisa disatukan mengingat peredaran relatif bulan, bumi, dan matahari sudah tetap sesuai siklus dalam orbit peredarannya. Maka semestinya ada kajian komprehensif atas hal ini. Tuhan pun telah berfirman dalam QS. Al-Fath ayat 23; Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menmukan perubahan bagi sunnatullah itu.

————————-

Benda-benda yang mengalami tarikan gaya gravitasi bumi akan bergerak jatuh ke tanah. Gerak jatuh akan semakin cepat bila benda semakin dekat dengan tanah. Setelah benda mencapai tanah, gaya gravitasi tetap bekerja sehingga benda tetap berada pada tempatnya. Akibat tidak adanya gaya gravitasi semua makhluk hidup dan makhluk takhidup akan melayang-layang di angkasa.

Pengaruh gaya gravitasi :

  1. Gaya gravitasi menarik bulan sehingga bulan tidak terlepas dari garis edarnya.
  2. Gaya gravitasi menarik meteor memasuki bumi.
  3. Gaya gravitasi menarik batu yang telah dilempar keatas sehingga kembali ke tanah.

Pengertian Gravitasi Bumi , Gravitasi Bulan , Gravitasi Matahari

Semua benda di alma semesta ini memiliki massa, sehingga juga memiliki gravitasi. Selain memiliki gravitasi, juga memiliki medan gravitasi yang saling mempengaruhi satu sama lainnya. Contohnya pengaruh gravitasi matahari dan gravitasi bumi mengakibatkan revolusi bumi agar bumi tidak tertarik ke dalam matahari, begitu juga pengaruh gravitasi bumi dan bulan, mengakibatkan bulan mengelilingi bumi.

Pengertian Gravitasi

Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di alam semesta.

Contoh : Sebuah apel jatuh ke tanah diakibatkan oleh gaya gravitasi bumi yang menarik apel tersebut ke pusat gravitasi bumi. Gaya gravitasi ini menarik benda-benda disekitarnya menuju pusat gravitasi.

Gravitasi Bumi

Gaya gravitasi bumi atau arti gaya tarik bumi adalah suatu gaya tarik-menarik yang terjadi pada semua partikel yang mempunyai massa. Jika di bumi, gaya gravitasi bumi disebabkan karena bumi yang berukuran besar memiliki massa yang juga besar sehingga dapat menarik semua benda yang berada di atasnya.

Besar gaya gravitasi bumi yang menyebabkan benda-benda di atasnya tertarik ini disebut besar gaya tarik bumi atau besar gravitasi. Tidak heran kalau semua benda yang ada dipermukaan bumi akan terengaruh oleh gaya gravitasi bumi.


Pengaruh Gaya Gravitasi Matahari dan
Gravitasi Bumi

Nilai gravitasi matahari adalah 27.94 G (nilai G yang diakui sekarang = 6,67 x 10-11 Nm2/kg2 (kekuatan gravitasi bumi)), yaitu sekitar 28 kali kekuatan gravitasi bumi. Dengan percepatan gravitasi permukaan yaitu = 274.0 m/s2, dibanding kan bumi = 9.8 m/s2.

Pengaruh gaya gravitasi matahari dan gravitasi bumi mengakibatkan bumi berputar pada porosnya (berotasi) dan bumi mengelilingi matahari (berevolusi). Gravitasi matahari menarik bumi ke pusat matahari, sedang gaya gravitasi bumi tetap mempertahankan posisi bumi, sehingga menghasilkan gaya sentrifugal yang membuat bumi berputar pada porosnya dan mengelilingi matahari agar tidak tertarik ke pusat gravitasi matahari atau tetap berada pada orbitnya.
Pengaruh Gaya Gravitasi Bumi dan Gravitasi Bulan

Nilai gravitasi bulan adalah 17% G (1 G = kekuatan gravitasi bumi), yaitu sekitar 0,17 kali kekuatan gravitasi bumi. Dengan percepatan gravitasi permukaan yaitu = 1,6 m/s2, dibanding kan bumi = 9.8 m/s2. Gravitasi bumi menarik bulan ke pusat bumi, sedang gaya gravitasi bulan tetap mempertahankan posisi bulan, sehingga menghasilkan gaya sentrifugal yang membuat bulan berputar pada porosnya dan mengelilingi bumi agar tidak tertarik ke pusat gravitasi bumi atau tetap berada pada orbitnya.

Pengaruh gaya gravitasi bumi dan bulan adalah pasang-surut air laut. Gaya gravitasi bulan menarik air laut ke arah bulan sehingga memengaruhi ketinggian ombak dan permukaan laut. Karena bulan mengitari bumi, maka akan ada saat di mana satu sisi dari bumi lebih dekat dengan bulan. Bagian yang dekat dengan bulan inilah yang akan mengalami air laut pasang, sedangkan bagian lainnya yang tidak dekat dengan bulan mengalami air laut surut. Pasang-surut air laut juga berkaitan dengan fase bulan. Biasanya, air laut akan mengalami pasang tinggi pada saat bulan purnama.
=============================

Gravitasi Matahari/BINTANG

Gravitasi matahari membuat planet-planet bergerak pada sumbunya, jika planet-planet tidak bergerak pada kecepatan yang cukup cepat untuk menyeimbangkan gravitasi Matahari, planet akan jatuh ke Matahari.

Dan benda langit yang jumlahnya milyaran itu bergerak berputar tanpa saling bertabrakan satu sama lain karena bergerak secara teratur di orbitnya. Karena ada lintasan sebuah planet terhadap matahari dan berevolusi secara beraturan disebutlah orbit.

Planet-planet selalu beredar di lintasan ini karena adanya gaya gravitasi matahari yang menarik planet-planet tersebut. Berapakah kecepatan bumi kita ketika berputar, para ahli memperhitungkan bahwa kecepatannya sekitar 108.000 km atau (700.000 mil/jam) mengitari matahari.

Untuk membandingkan kecepatan yang dahysat itu, kalian tahu berapa kecepatan mobil yang ada sekarang ini kita perkirakan kecepatan mobil itu 200 km atau 125 mil/jam kalau kita bandingkan kecepatan perputaran bumi terhadap matahari dengan kendaraan tersebut mencapai 540 kali lipat kecepatan mobil, bayangkan begitu dahsyatnya kecepatan bumi.

Contoh yang lainnya, kalian tahu peluru kalau kita tembakan berapa kecepatan peluru tersebut peluru bergerak sekitar 1.800 km atau 1.100 mil/jam dan kalau kita bandingkan dengan kecepatan rotasi bumi 60 kali kecepatannya dengan puluru tadi.

Begitu tingginya kecepatan perputaran bumi itu, sehingga gaya tarik matahari sangatlah penting bagi bumi khususnya kehidupan di bumi. bisa kalian bayangkan kalau kecepatannya berkurang apa yang akan terjadi mungkin kita tidak akan bisa berjalan seperti biasanya, kita akan melayang-layang seperti kapas. Lalu sebaliknya jika gravitasi matahari lebih besar bumi kita akan terlempar dan tersedot oleh matahari melebur menjadi satu didalamnya. Dan juga pentingnya gravitasi matahari bagi planet-planet lain bisa beredar di orbitnya secara teratur tanpa terjadinya benturan satu sama lainnya.

Selain gravitasi matahari ada juga juga gravitasi bumi begitu pula dengan planet-planet lain mereka memiliki gaya gravitasi masing-masing, seperti bumi mempunyai gravitasi terhadap bulan, sehingga bulan berada pada tempat dan jaraknya dan terhindar dari tabrakan dengan bumi.

gravitasi matahari

Dikehidupan kita juga ada gaya gravitasi bumi dengan gravitasi ini kita bisa berjalan normal menginjak bumi tanpa adanya gravitasi bumi mungkin kita akan melayang-layang berjalan susah apalagi berlari akan sulit, gaya gravitasi bumi ini memudahkan kita untuk beraktivitas menjalani kehidupan begitu juga dengan makhluk-makhluk lain yang ada di muka bumi ini.

Dan yang terpenting gaya gravitasi tidak boleh berkurang ataupun lebih, karena kalau berkurang kita akan melayang sulit untuk berpijak dan kalau lebih mungkin kita akan terperosok dan merangkak-rangkak ditanah.
————————–

Tiap bintang mempunyai planet-planet sendiri. Planet-planet itu setia mengelilingi sang bintang. Begitu juga dengan bintang di Tata Surya kita, yaitu Matahari. Matahari juga mempunyai  planet yang setia mengelilingi Matahari. Salah satu planet itu bernama Planet Bumi.
————————

Kenapa Planet Bumi dan planet lain tidak bisa jalanjalan ke bintang lain, ya? Kenapa planet di Tata Surya tidak pindah mengelilingi bintang tetangga? Hmm, penyebabnya adalah karena Matahari mempunyai gravitasi atau gaya tarik yang sangat besar. Artinya, Matahari selalu berusaha menarik Planet Bumi agar jatuh ke Matahari. Uniknya, Planet Bumi juga berusaha mempertahankan diri agar tidak jatuh tertelan Matahari.
————————

tata surya
——————–
Planet-planet terkunci mengelilingi Matahari karena gaya tarik Matahari sangat besar.
—————————-

Planet Bumi bisa bertahan tidak ditelan Matahari karena Planet Bumi mempunyai massa dan kecepatan. Planet Bumi selalu berlari mengelilingi Matahari supaya tidak ditelan gaya tarik Matahari.
————————–

jika Planet Bumi tidak berlari mengelilingi Matahari, maka Planet Bumi akan ditarik dan ditelan Matahari. Gaya tarik Matahari ini juga menyebabkan Planet Bumi tidak bisa meninggalkan Matahari. Planet Bumi seperti terkunci pada Matahari.
————————

seandainya Planet Bumi malas-malasan berlari mengelilingi Matahari, maka Planet Bumi akan ditelan Matahari. Seram, ya! Ayo, Planet Bumi! Jangan berhenti berlari melawan gaya tarik Matahari, ya!
——————-

sekarang kamu sudah tahu, kan, kenapa planet bumi mengitari matahari?
===================

Galaksi Dan Proses Terbentuknya

Galaksi adalah sebuah sistem yang terikat oleh gaya gravitasi yang terdiri atas bintang (dengan segala bentuk manifestasinya, antara lain bintang neutron dan lubang hitam), gas dan debu kosmik medium antara bintang, dan kemungkinan substansi hipotetis yang dikenal dengan materi gelap. Kata galaksi berasal dari bahasa Yunani galaxias [γαλαξίας], yang berartisusu,” yang merujuk pada galaksi Bima Sakti (bahasa Inggris: Milky Way). Dengan luas beberapa ribu hingga 100.000 tahun cahaya.

Galaksi memiliki beberapa macam bentuk, yakni bentuk spiral, elips, dan juga tak beraturan serta lain-lainnya.Galaksi itu tidak terdistribusi secara merata di ruang angkasa. Beberapa tidak memiliki tetangga dekat, namun ada juga yang berpasangan, dengan masing-masing mengorbit satu sama lain. Tapi kebanyakan dari mereka ditemukan dalam yang dinamakan cluster, kumpulan dari beberapa cluster adalah supercluster.

Pada skala yang besar galaksi itu diatur dalam jaringan yang besar. Jaringan yang saling berhubungan terdiri dari staring atau filament galaksi relative kosong, daerah ini disebut dengan Void. Salah satu yang terbesar yang pernah memetakan struktur jaringan adalah jaringan yang dikenal dengan sebagai tembok besar. Lantas dimanakah letak matahari. Matahari terletak sekitar 30.000 tahun cahaya dari pusat Bima Sakti. Matahari bukanlah bintang yang istimewa, tetapi hanyalah salah satu dari 200 milyar buah bintang anggota Bima Sakti. Bintang bintang anggota Bima Sakti ini tersebar dengan jarak dari satu bintang ke bintang lain berkisar 4 sampai 10 tahun cahaya. Bintang terdekat dengan matahari adalah Proxima Centauri (anggota dari sistem tiga bintang: Alpha Centauri), yang berjarak 4,23 tahun cahaya. Semakin ke arah pusat galaksi, jarak antar bintang semakin dekat, atau dengan kata lain kerapatan galaksi ke arah pusat semakin besar. Bima Sakti bukanlah satu-satunya galaksi yang ada di alam semesta ini.

Dalam alam semesta, ada begitu banyak sistem seperti ini, yang mengisi setiap sudut langit sampai batas yang bisa dicapai oleh telekop yang paling besar.Jumlah keseluruhan galaksi yang dapat dipotret dengan teleskop berdiameter 500 cm di Mt. Palomar mungkin sampai kira-kira satu milyar buah galaksi. Maka tidak salah jika manusia mengira bahwa jika mereka mempunyai teleskop yang lebih besar, mereka akan dapat melihat jauh lebih banyak lagi.

Para astronom mengira Bima Sakti adalah keseluruhan dari alam semesta. Bercak-bercak cahaya yang tampak di langit pada mulanya diklasifikasikan sebagai nebula (= kabut), yang juga adalah anggota Bima Sakti. Pada waktu itu, dikenal ada dua macam nebula, yaitu nebula gas dan nebula spiral.Adalah Harlow Shapley dan George Ellery Hale, dua orang astronom yang amat berjasa membangun pengertian kita tentang galaksi. Shapley inilah yang mengembangkan metode untuk mengukur jarak yang diterapkan untuk mengukur diameter Bima Sakti. Sedangkan Hale amat besar perannya dalam pengembangan teleskop-teleskop besar, yang digunakan untuk pengamatan bintang-bintang dan nebula. Atas jasa mereka sekarang kita tahu bahwa yang semula disebut nebula spiral itu adalah galaksi yang juga seperti Bima Sakti, terdiri dari ratusan juta sampai milyaran bintang, dan berada amat jauh dari kita, jauh di luar Bima Sakti.

Bagaimana Sejarah Terbentuknya Galaksi?

Pada tahun 1610, Galileo galilei menggunakan teleskop untuk mengkaji jalur terang di langit yang dikenal sebagai Milky way dan mendapati bahwa ia terdiri dari bintang-bintang malam yang banyak. Kemudian pada tahun 1755, Imanuel Kant, menggunakan hasil kerja oleh asrronomi Thomas Wright, menjangkau secara benar bahwa galaksi terdiri dari sejumlah bintang besar yang berputar, dikekalkan oleh gaya tarik galaksi yang disebut dengan gaya gravitasi. Kant mengatakan bahwa Nebula merupakan galaksi yang terasing yang pernah ditemukan.Pada akhir abad ke 18, Charles Messier mengumpulkan catalog mengandung 109 nebula paling jelas, kemudian diikuti catalog 5000 nebula yang di himpun oleh William Harchel.

Pada tahun 1845, Lord rose membina teleskop baru dan mampu membedakan antara nebula elliptical dan nebula spiral. Bagimanapun nebula tidak diterima sebagai galaksi yang terasing, perkara ini diselesaikan oleh Edwin Hubble pada awal 1920-an dengan menggunakan teleskop baru. Dia Berjaya menyelesaikan bagian luar setengan spiral. Hubble menggunakan sebuah teori yang masih dipergunakan hingga saat ini, teori tersebut dinamakan teori Hubble.

Percobaan pertama yang dilakukan oleh Hubble adalah menjelaskan bima sakti dan kedudukan di dalamnya oleh William Harchel pada tahun 1785 dengan mengira denga cermat jumlah bintang pada kedudukan berlainan langit. Menggunakan pendekatan yang lebih baik.

Bagaimana Proses Terbentuknya Galaksi?

Untuk pertama kalinya rahasia pembentukan galaksi mulai dari awal meledaknya bintang tua hingga proses evolusinya selama berjuta-juta tahun dan hingga akhirnya berbentuk seperti sekarang ini yang berhasil terpecahkan. Bahkan secara tiga dimensi galaksi itu terbentuk berhasil dipetakan. Teori lain mengatakan bahwa terbentuknya galaksi iru menggunakan model “hierarchcal formation,” yaitu proses selangkah demi selangkah dimana galaksi yang kecil bergabung dengan galaksi yang besar. Seseorang dapat berpikir tentang cara ini yaitu dengan membayangkan aliran air yang bergabung dan membentung aliran sungai.

Model teorikal ini meramalkan bahwa galaksi raksasa tumbuh lewat banyaknya penggabungan selama masa hidupnya.Namun bagaimana nanti ketika pertumbuhannya berhenti? Kapan suatu galaksi yang paling besar mendapatkan massa yang terbanyak?Untuk menjawab pertanyaan ini para anstronom mempelajari galaksi raksasa di dalam gugusan sama dengan kota kosmologikal yang memenuhi galaksi, meski galaksi paling terang dalam gugusan yang tumbuh kokoh dalam miliaran tahun terakhir tetap diperdebatkan, pengamatan kami menunjukkan hal itu terjadi saat galaksi itu meningkatkan massanya jadi 50% lebih besar, tutur  kepala Kimvy tran dari University Of Zurich Swiss. Para Anstronom memakai suatu sekumpulan instrument besar dari teleskop dan alatalat, termasuk ESO Very Large Telescope (VLT) dan Hubble Space Telescope, untuk mempelajari dalam detail yang luar biasa terhadap galaksi yang terletak 4 milliar tahun cahaya itu.

Galaksi ini terletak didalam suatu system yang luar biasa, yaitu gabungan dari 4 kelompok galaksi yang menjadi satu gugusan. Secara terpisah, tim juga mengambil foto dengan VIMOS dan spektrumnya dengan FORS2, kedua instrumen itu melekat pada VLT. Dari pengamatan ini dan pengamatan lainnya, para astronom dapat mengidentifikasikan total 198 galaksi yang merupakan milik keempat kelompok ini. Galaksi yang paling terang di setiap kelompok berisi antara 100 hingga 1000 milliar bintang, suatu jumlah yang dapat dibandingkan dengan kebanyakan galaksi raksasa lain di dalam gugusan. Yang merupakan kejutan adalah di dalam 3 dari 4 kelompok ini, galaksi yang paling terang ini juga memiliki pasangan terang yang lain. Pasangan galaksi ini adalah sistem gabungan, tutur Tran.

Galaksi terterang pada setiap kelompok ini bisa disusun dalam suatu urutan yang akan menunjukkan bagaimana galaksi yang terang terus tumbuh pada sekitar 5 milliar tahun yang lalu. Kelihatannya selama periode kanibalisme galaksi baru-baru ini, galaksi paling terang ini menjadi  sedikitnya 50% lebih besar.  Penemuan ini menyediakan pengesahan yang kuat dan unik dari hierarchical formation sebagaimana yang ditunjukkan baik pada kedua pembentukan galaksi dan gugusan. Bintang pada galaksi ini sudah tua sehingga kita harus memutuskan bahwa penggabungan baru-baru ini tidak akan menciptakan bintang generasi baru, tutur Tran. Kebanyakan bintang dalam galaksi ini lahir setidaknya 7 milliar tahun lalu. Tim ini terdiri oleh KimVy H. Tran (Institut Fisika Teoritik Universitas Zurih, Swiss), John Moustakas (Universitas New York, AS), Anthony H. Gonzales dan Stefan J. Kautsch (Universitas Florida, Gainesville, AS), dan Lei Bai dan Dennis Zaritsky (Obsevatorium Steward, Universitas Arizona, AS).
===============================

Sombrero Galaksi (M 104)

Bentuknya menyerupai sebuah UFO yang bersinar atau topi yang bertepi lebar, tapi ini tidak seperti apa yang terlihat. Salah satu galaksi spiral yang paling terkenal (Messier 104) juga banyak dikenal sebagai “Sombrero” (topi Meksiko) karena bentuknya khususnya ini.

Galaksi mengesankan dengan tonjolan pusat yang luar biasa besar memanjang dan jalur dari debu antar bintang yang gelap memberikan galaksi ini bentuk yang tidak biasa. Objek spektakuler dan besar ini membentang 50.000 tahun cahaya, terletak pada jarak sekitar 30 juta tahun cahaya dari kita. Sebagai perbandingan, dalam ukuran, galaksi ini sama dengan 800 miliar matahari dan dapat dilihat dari Bumi, hanya 6 derajat selatan dari bidang ekuator.

Pada abad ke-19, beberapa astronom berspekulasi bahwa M104 hanyalah tepi disk dari gas bercahaya yang mengelilingi sebuah bintang muda, yang merupakan prototipe dari asal-usul tata surya kita. Ditemukan oleh Pierre Méchain pada tahun 1781, M104 dianggap galaksi pertama yang memiliki pergeseran merah besar (setara dengan kecepatan resesi sekitar 1.000 km/s) ditemukan oleh astronom Amerika Vesto Slipher pada tahun 1912. Astronom VM Slipher juga menemukan bahwa objek ini tampak bergegas menjauh dari kita dengan kecepatan 700 mil per detik. Kecepatan yang sangat besar ini menawarkan beberapa petunjuk awal bahwa objek-topi ini adalah benar-benar sebuah galaksi, dan bahwa alam semesta mengembang ke segala arah.

Seperti Galaksi Andromeda, M104 juga memiliki rotasi yang cepat di pusatnya. Objek yang memiliki lingkaran cahaya (halo) samar yang sangat memanjang dan inti yang aktif, menunjukkan keberadaan lubang hitam supermasif dipusatnya, yang mungkin bahkan lebih besar daripada yang diyakini berada di inti Galaksi Andromeda.

Galaksi Sombrero dapat ditemukan pada rasi Virgo, yang bergabung dengan galaksi galaksi lain di sekitarnya, yaitu awan filamen yang memanjang di sebelah selatan Cluster Virgo.

Gambar dari Chandra X-ray (warna biru) menunjukkan gas panas dalam galaksi dan titik-titik sumber bercampur didalam Sombrero serta juga menunjukkan quasar di latar belakangnya. Observasi ini menunjukkan bahwa difusi emisi sinar-X meluas lebih dari 60.000 tahun cahaya dari pusat Sombrero tersebut. Gambar optikal Hubble (hijau) menunjukkan tonjolan cahaya bintang sebagian diblokir oleh tepi debu, karena galaksi spiral ini sedang diamati di tepi. tepi debu yang sama muncul terang dalam gambar inframerah Spitzer, yang juga mengungkapkan tonjolan bintang bintang pusat Sombrero.

Sekitar 1500 galaksi individu membentuk cluster, yang merupakan pusat fisik dari supercluster lokal kita. Massa supercluster yang sangat besar menyebabkan gaya tarik gravitasi memperlambat kecepatan dari semua galaksi di sekitarnya, menyebabkan materi-materi secara efektif bergerak ke arahnya dalam apa yang dikenal sebagai ‘aliran Virgo-sentris’.

Kita tidak berada pada jarak yang cukup untuk melarikan diri dari gaya tarik ini dan dengan begitu, suatu hari, Group Lokal kita akan berhenti menjauh dari Virgo dan mulai mendekat dan akhirnya bergabung menjadi cluster.

Ini adalah gambar Galaksi Sombrero yang disusun sangat indah. Gambar Spitzer terdiri dari empat gambar yang diambil pada 3,6 (biru), 4,5 (hijau), 5,8 (oranye), dan 8,0 (merah) mikron. Kontribusi dari cahaya bintang (diukur pada 3,6 mikron) telah dikurangi dari gambar gambar 5,8 dan 8- mikron, untuk meningkatkan visibilitas fitur debu. Dalam pandangan mencolok inframerah Spitzer, galaksi lebih miripmata banteng.”

video

Apa yang terjadi di pusat galaksi spiral ini? Miliaran bintang-bintang tua menyebabkan cahaya difus pada tonjolan pusat yang memanjang. Penelitian lebih dekat ke tonjolan pada foto di atas menunjukkan banyak titik cahaya yang sebenarnya adalah kluster globular yang mirip dengan yang ditemukan di galaksi kita.

Para astronom memperkirakan bahwa ada hampir 2.000 cluster disana – 10 kali  lebih banyak dari yang mengorbit galaksi Bima Sakti kita. Usia cluster mirip dengan usia cluster di Bima Sakti, mulai dari 10 sampai 13 miliar tahun. Cincin debu spektakuler M104 yang menjadi tempat bagi banyak bintang-bintang muda dan terang, menunjukkan rincian yang rumit yang belum sepenuhnya dipahami oleh para astronom.

Sifat radio dari M104 ini tidak biasa untuk sebuah galaksi spiral, yaitu, ia memiliki inti variabel. Spektrum optik dari wilayah pusat menampilkan garis emisi dari gas panas. Hal ini menunjukkan bahwa M104 menyimpan sebuah Inti Galaksi Aktif (AGN) yang lemah.

Meskipun lebih dikenal daripada quasar yang jauh dan lebih bercahaya serta galaksi galaksi radio kuat, AGN lemah di galaksi ini terletak pada ekstrem yang berlawanan. Penjelasan yang paling mungkin, berdasarkan emisi sinar-X, menunjukkan bahwa ada materi yang jatuh ke dalam inti, di mana lubang hitam yang ber massa 1 miliar matahari berada – menjadi lubang hitam besar pusat melahap materi dengan lambat .

Cahaya lima puluh juta tahun dari Galaxy Sombrero dapat dilihat dengan teleskop kecil ke arah konstelasi Virgo. Dengan kecerahan yang relatif cerah +8, Sombrero Galaxy hanya di luar batas visibilitas mata telanjang, namun mudah dilihat melalui teleskop kecil.
==================================

Galaxies, Galaxy Clusters and Galaxy Super Clusters

Besarnya alam semesta teramati hanyalah pikiran , analisa , dan penglihatan serta kesimpulan sementara dari para ahli astronomi. Namun, saat ini, kita benar-benar tidak tahu apa proporsi seluruh alam semesta bagian kita amati mewakili. Teori terbaru tentang asal-usul alam semesta menunjukkan bahwa dengan diketahuinya luasnya alam semesta , bumi yang kita tempati tidak lebih dari butiran debu  di multiverse (yaitu himpunan semua alam semesta yang ada).
————————————-

Galaksi Supercluster adalah Rumah Bagi Bima Sakti

Para astronom menggunakan Green Bank Telescope National Science Foundation (GBT), antara lain, telah menentukan bahwa Galaksi Bima Sakti kita adalah bagian dari supercluster baru diidentifikasi ginormous galaksi, yang mereka telah dijuluki Laniakea,” yang berarti surga besardi Hawaii .

Penemuan ini menjelaskan batas-batas lingkungan galaksi kita dan menetapkan hubungan yang sebelumnya tidak dikenal di antara berbagai kelompok galaksi di alam semesta lokal.

Kami akhirnya telah menetapkan kontur yang menentukan supercluster galaksi kita bisa menelepon ke rumah,” kata R. Brent Tully dari Universitas Hawaii di Manoa. Hal ini tidak berbeda mencari tahu untuk pertama kalinya bahwa kota Anda sebenarnya adalah bagian dari negara yang jauh lebih besar yang berbatasan negara lain.


Galaksi Supercluster adalah rumah bagi Bima Sakti

Superkluster adalah salah satu struktur terbesar di alam semesta. Mereka terdiri dari kelompok, seperti kita Local Group sendiri, yang berisi puluhan galaksi dan cluster besar yang berisi ratusan galaksi, semua saling berhubungan dalam jaringan filamen. Meskipun struktur ini saling berhubungan, mereka buruk didefinisikan batas.

Untuk lebih menyempurnakan pembuatan peta kosmis, peneliti mengusulkan cara baru untuk mengevaluasi struktur galaksi skala besar ini dengan memeriksa dampaknya terhadap gerakan galaksi. Sebuah galaksi antara struktur akan terjebak dalam tarikan gravitasi perang di mana keseimbangan gaya gravitasi dari struktur skala besar sekitar menentukan gerak galaksi.

Dengan menggunakan GBT dan teleskop radio lainnya untuk memetakan kecepatan galaksi di seluruh alam semesta lokal kita, tim mampu mendefinisikan wilayah ruang di mana setiap supercluster mendominasi. Green Bank Telescope pengamatan telah memainkan peran penting dalam penelitian yang mengarah ke pemahaman baru tentang batas dan hubungan di antara sejumlah superkluster,” kata Tully.

Galaksi Bima Sakti berada di pinggiran satu supercluster tersebut, yang sejauh memiliki untuk pertama kalinya dipilih secara hatihati dipetakan menggunakan teknik-teknik baru. Disebut Laniakea supercluster ini adalah 500 juta tahun cahaya dengan diameter dan mengandung massa 100 juta miliar Suns tersebar di 100.000 galaksi.

Penelitian ini juga menjelaskan peran besar Penarik, titik fokus gravitasi di ruang intergalaksi yang mempengaruhi gerakan kami Grup Lokal galaksi dan kluster galaksi lainnya.

Dalam batas-batas Laniakea supercluster, gerakan galaksi diarahkan ke dalam dengan cara yang sama bahwa aliran air mengikuti turun jalan menuju lembah. Wilayah besar Attractor adalah besar, datar-bottomed lembah gravitasi dengan bidang tarik yang meluas di Laniakea supercluster.
————————————

Karya Edwin Hubble adalah yang pertama untuk memberikan astronom ide besarnya alam semesta. Bekerja di Mount Wilson pada tahun 1930 dengan apa yang kemudian teleskop terbesar di dunia, Edwin Hubble mengambil foto-foto sampel dari langit di berbagai daerah (sekitar 1283 daerah) dan menghitung jumlah gambar galaksi yang bisa mendeteksi di piring fotografi. Dari survei, ia merupakan suatu peta dengan galaksi kita, Bima Sakti, di tengah plot di apa yang kemudian disebut khatulistiwa galaksi (bagian atas dan bawah peta disebut sebagai kutub).
Setelah dikoreksi untuk efek peredupan menutupi awan debu ketika mengamati langit dalam arah dari Bima Sakti, Hubble menyimpulkan bahwa pada skala besar distribusi galaksi galaksi isotropik yaitu secara seragam terdistribusi di sekitar kita di langit. Pengamatan Hubble menyebabkan pandangan bahwa alam semesta kita adalah homogen, yaitu sama di semua arah dan di semua jarak. Ide isotropi dan homogenitas semesta disebut Prinsip kosmologis. Prinsip kosmologis tetap asumsi yang mendasari dalam kosmologi.
Pengamatan oleh astronom dari distribusi galaksi di iris bagian besar ruang telah menunjukkan bahwa galaksi kita adalah anggota dari sebuah kelompok kecil dari galaksi yang disebut Local Group. Grup Lokal adalah sekitar tiga juta tahun cahaya dan mengandung sedikitnya 26 anggota (tiga galaksi spiral yang besar, 9 laskar kerdil, 2 ellipticals menengah dan 12 ellipticals kerdil).
Cluster galaksi lain telah terdeteksi di luar kita. Para diamati terdekat dari planet kita adalah Cluster Virgo, sebuah sistem yang terdiri dari ribuan galaksi. Namun lain cluster galaksi lebih besar dari Virgo adalah Cluster Coma. Kita bisa mendeteksi cluster tertentu karena mereka memiliki galaksi yang padat kecerahan menonjol dengan latar belakang dan cluster galaksi-galaksi lain.
Hal ini diyakini bahwa ada beberapa kluster galaksi yang lebih kecil lebih dekat dengan kita daripada Virgo dan Coma yang kita tidak bisa mengamati dengan latar belakang cahaya dari galaksi-galaksi lain di ruang angkasa. Para astronom telah lanjut menemukan bahwa bahkan ada cluster cluster galaksi. Sebuah penemuan menarik bagi para astronom adalah kenyataan bahwa antara galaksi ini super cluster membentang besar dari kekosongan.
Studi dari cluster lokal Super galaksi kita, yang Virgo adalah yang paling menonjol, mengungkapkan sekelompok Super lokal ruang sebagian besar kosong. Sebagian besar galaksi milik rumpun lokal yang bersama-sama menempati hanya sekitar 5% dari total volume ruang dalam cluster Super lokal 60 juta tahun cahaya.
 =======================

 

WORMHOLE dan BLACK HOLE …. apa bedanya ? … manfaatnya apa?
———————
Jangan salah membedakan antara lubang cacing atau Worm Hole dengan lubang hitam atau Black Hole. Black Hole adalah benda padat yang sampai saat ini belum bisa dilihat. Karena kepadatannya begitu kuat. Super Massive Black Hole atau lubang hitam raksasa (bukan dalam ukuran tapi kepadatan) berada ditengah galaksi. Dan lubang hitam ukuran kecil adalah benda dari sebuah bekas bintang mati.
————————
Sedangkan Worm Hole di ruang angkasa masih sebatas teori dan terkait dengan Black Hole.
————————–
Beberapa pendapat tentang lubang cacing bila manusia bisa menemukan
Teori Lorentzian tentang lubang cacing. Memungkinan manusia melakukan perjalanan kedua arah dari satu bagian alam semesta ke alam lain yang sama cepat. Tahun 1998, Kip Thorne dan Mike Morris membuat sebuah makalah tentang lubang cacing.
——————————–

Perjalanan waktu dari lubang cacing.
Teori dari Morris, Thorne dan Yursever menyebut lubang cacing dapat melakukan perjalanan waktu untuk pindah dari satu tempat ke tempat lain di ruang angkasa. Tetapi lubang cacing tidak bisa membawa waktu kembali mundur.

Lebih cepat dari cahaya. Lubang cacing memungkinkan perpindahan lebih cepat dari kecepatan cahaya. Karena lubang cacing dianggap perjalanan di alam semesta, dengan melipat dimensi dari 2 titik berbeda menjadi lebih dekat. Sehingga jarak perjalanan akan lebih pendek.

Bagian paling menarik. Perjalanan di ruang waktu akan membawa manusia ke alam semesta berbeda dengan waktu sangat singkat. Tetapi lubang sebagai jembatan tersebut untuk berpindah dari alam semesta lain alam semesta paralel. Jadi bukan di dimensi yang sama, tapi dimensi berbeda alias alam semesta lain.

Seperti apa teori yang digambarkan profesor Michio. Teori lubang cacing atau Wormhole masih sebatas teori.  Anggap saja manusia berada di salah satu tempat dan mengambang di alam semesta seperti saat di Bumi. Bila muncul lubang cacing untuk manusia membawa pesawat ruang angkasa, tapi pembentukannya mungkin tidak stabil, dan diperlukan enegi yang sangat besar untuk mempertahankan lubang tersebut.
Teorinya dengan energi negatif, lubang tersebut akan tetap stabil terbuka, memungkinkan manusia bisa pindah lebih cepat pindah dari satu tempat ke tempat lain di aam semesta yang sama.

Dari mana membuat lubang hitam, dari bintang. Memberikan energi negatif dan bisa membentuk lubang hitam stabil.

link https://youtu.be/c7wdPGFW4W0

Yang ini teori dari Profesor Stephen Hawking. Memungkinan manusia atau sebuah pesawat ruang angkasa masuk ke dalam dan melakukan perjalanan di lubang cacing. Manusia cukup membuka sebuah energi dan membentuk lubang cacing. Lalu mengirim sebuah pesawat dan pergi ke tempat lain yang sangat jauh dari apa yang pernah diamati saat ini.

link https://youtu.be/SLUzJeto0Wo

Persepsi lubang cacing digambarkan seperti naik di kereta bawah tanah. Penumpang masuk ke stasiun A, lalu kereta melaju di lubang dan keluar di stasion B. Teori tersebut mengambarkan antara 2 stasiun di ruang angkasa, jarak kedua stasiun bisa terhubung lebih dekat.
Teori lubang hitam diawali oleh Einstein dan menjadi perdebatan di akhir abad ke 20. Dia mengeluarkan rumus matematika tentang hubungan lubang hitam dan hubungannya dari benda di tengah galaksi atau inti galaksi. Sudah pasti benda itu adalah lubang hitam (Black Hole) yang dikenal sebagai inti galaksi, memiliki gravitasi terbesar dari seluruh benda di alam semesta (sejauh ini baru ditemukan hanya Black Hole yang memiliki kekuatan gravitasi sangat kuat). Karena benda atau apapun yang lewat di dekatnya akan tertarik di lubang hitam, maka tidak bisa melarikan diri, bahkan cahaya sekalipun tidak bisa melintas di tepian lubang hitam.

Bagaimana lubang hitam membentuk lubang cacing atau Worm Hole bisa terbentuk. Mungkin pada waktu tertentu ketika terbuka maka keduanya akan menghubungkan jarak yang jauh menjadi sangat dekat. Salah satu cerita dari film Contact, digambarkan ilmuwan membuat putaran gelombang magnetik yang sangat kuat. Bila ada yang berada di tengah maka dapat berpindah ke tempat lain.
Atau film lawas The Final Countdown pada tahun 1980 juga menceritakan sebuah kapal induk Nimitz milik Amerika salah masuk ke sebuah lubang dan mundur ke tahun 40an. Dimana kapal tersebut berpindah ke waktu lain, ketika Jepang hendak menyerang Hawai.

wallahua’lam

berbagai sumber

=================

berbagai SUMBER

wallahua’lam

 

Views All Time
Views All Time
2919
Views Today
Views Today
7
About Edy Methek 211 Articles
sampaikanlah ... ayat-ayat Allah

5 Comments on AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG ALAM SEMESTA / universe/langit ——————————————————- Al-Qur’an yang terdiri dari 6.236 ayat, menguraikan berbagai persoalan hidup dan kehidupan. Yaitu mengenai ke-Esa-an Allah, manusia, ayat-ayat alam semesta dan fenomenanya, dan lain sebagainya. Uraian-uraian tentang alam semesta sering disebut ayat-ayat kauniyah.

  1. ayat-ayat KAUNIYAH Allah …. the SUN… MATAHARI …… sebagai PELITA dan berSINAR / dhiyaa
    ……………………………………….
    ﴾ Yunus:5 ﴿
    Dialah yang menjadikan matahari bersinar {pelita dan bersinar/ MEMBAKAR dirinya sendiri /ضِيَآءً}dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.

    Dan dijadikan padanya bulan sebagai cahaya {NUR/نُورً} dan dijadikan matahari sebagai pelita {ibarat pelita /siraaj/سِرَاجًا) }” (QS.71-Nuuh:16).

    “Dialah yang menjadikan matahari bersinar {pelita dan bersinar/ MEMBAKAR dirinya sendiri/ضِيَآءً} dan bulan bercahaya {NUR/نُورً} dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilahnya……”(QS.10-Yunus:5).

  2. ayat-ayat KAUNIYAH Allah … PLANET= KAUKAB /kawakib
    …………………………..
    …………………11 planet dalam tata surya = kebenaran ayat-ayat Allah
    ………………………………………
    KAUKAB {jamak KAWAKIB} adalah Benda Langit yang hanya meMANTULkan cahaya bintang/Matahari, BUKAN memiliki cahaya dari dalam dirinya= PLANET yg mengitari BINTANG/ matahari
    …………………..
    Dalam QS.12.Yusuf ayat 4 , Allah SWT menceritakan tentang mimpi Nabi Yusuf AS yang melihat Sebelas KAUKAB dan MATAHARI serta BULAN :

    إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ

    “(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat SEBELAS KAUKAB {planet/benda langit memantulkan sinar/ كَوْكَبًا} dan Matahari serta Bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku”.

    ﴾ Ash Shaaffat:6 ﴿
    Sesungguhnya Kami telah menghias langit {ٱلسَّمَآءَ} yang terdekat {DUN YA /ٱلدُّنْيَا} dengan hiasan {زِينَةٍ }, yaitu KAWAKIB {PLANET-PLANET/ ٱلْكَوَاكِبِ},
    إِنَّا زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنْيَا بِزِينَةٍ ٱلْكَوَاكِبِ ﴿الصافات:٦﴾
    >>>>>>>>>>>>>……………………………

    QS.12.Yusuf ayat 4 memperhatikan cerita mimpi Nabi Yusuf AS tentang SEBELAS KAUKAB dan MATAHARI serta BULAN, mengisyaratkan bahwa KAUKAB yang dimaksud adalah BENDA LANGIT yang bukan dari jenis BINTANG seperti MATAHARI dan bukan pula dari jenis SATELIT seperti BULAN.

    Dengan demikian isyarat ilmiah tersebut menunjukkan bahwasanya yang dimaksud Kaukab dalam ayat tersebut adalah PLANET yang hanya memantulkan cahaya Matahari, tidak memiliki cahaya dari dalam dirinya, dan ia dominan di orbitnya, sehingga tidak menjadi satelit bagi Benda Langit yang lainnya.

    Karenanya, para Ahli Mu’jizat Ilmiah Al-Qur’an di era Sains saat ini menafsirkan mimpi Nabi Yusuf AS bahwa beliau melihat SEBELAS PLANET dan MATAHARI serta BULAN.

  3. ayat-ayat KAUNIYAH Allah….. Galaksi (al-Buruj).. gugusan/kumpulan BINTANG-BINTANG
    …………………………………………
    ﴾ Al Buruuj:1 ﴿
    Demi langit yang mempunyai gugusan bintang {BURUJ/ٱلْبُرُوجِ} ,
    وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلْبُرُوجِ ﴿البروج:١﴾
    ﴾ Al Hijr:16 ﴿
    Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (BURUJ/بُرُوجًا) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya),
    وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًا وَزَيَّنّٰهَا لِلنّٰظِرِينَ ﴿الحجر:١٦﴾
    ﴾ Al Furqaan:61 ﴿
    Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang {BURUJ/ بُرُوجًا} dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.
    تَبَارَكَ ٱلَّذِى جَعَلَ فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرٰجًا وَقَمَرًا مُّنِيرًا ﴿الفرقان:٦١﴾

    Galaksi atau yang dalam terminologi al-Qur’an disebut al-buruj,merupakan suatu sistem dari himpunan besar yang terdiri dari bintang-bintang yang jumlahnya jutaan, bahkan milyaran. Hornby mendefinisikan galaksi sebagai beberapa kelompok besar gugusan bintang-bintang di angkasa luar yang menghimpun tata surya kita.

    Galaksi yang menghimpun tata surya ini biasanya disebut dengan galaksi bima sakti atau milki way. Galaksi ini bisa dilihat di malam hari yang cerah seperti embun tipis membentang dari arah timur laut ke arah barat daya. Apabila dilihat dengan teleskop ternyata bukanlah embun, tetapi berupa butir-butir bintang yang jumlahnya lebih dari seratus milyar, di mana matahari ini termasuk salah satu bagian dari butir-butir bintang tersebut. Sehubungan dengan hal ini Musthafa Ks menulis sebagai berikut:

    Sampai kira-kira setengah abad yang lalu para astronom masih beranggapan bahwa tidak ada lagi kelompok-kelompok bintang di luar galaksi bima sakti, tetapi setelah ada teropong yang lebih besar lagi, telah diketahui pula beberapa galaksi lagi yang di dalamnya berisi bermilyar-milyar bintang, kemudian diketahui sekitar 30 juta galaksi dan seterusnya diketemukan sekitar 100 juta galaksi, akhirnya dengan teropong teleskop terbesar di dunia Mount Palamor diketahui galaksi di alam semesta ini tak terhingga jumlahnya.

  4. ayat-ayat KAUNIYAH Allah….. (al-Buruj).. gugusan/kumpulan GALAKSI = galaxy CLUSTER …..and …..Galaxy Super Clusters / KUMPULAN KLUSTER
    ………………………………………….
    ﴾ Al Buruuj:1 ﴿
    Demi langit yang mempunyai gugusan bintang {BURUJ/ٱلْبُرُوجِ} ,
    وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلْبُرُوجِ ﴿البروج:١﴾
    ﴾ Al Hijr:16 ﴿
    Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (BURUJ/بُرُوجًا) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya),
    وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًا وَزَيَّنّٰهَا لِلنّٰظِرِينَ ﴿الحجر:١٦﴾

    Besarnya alam semesta teramati hanyalah pikiran , analisa , dan penglihatan serta kesimpulan sementara dari para ahli astronomi. Namun, saat ini, kita benar-benar tidak tahu apa proporsi seluruh alam semesta bagian kita amati mewakili. Teori terbaru tentang asal-usul alam semesta menunjukkan bahwa dengan diketahuinya luasnya alam semesta , bumi yang kita tempati tidak lebih dari butiran debu di multiverse (yaitu himpunan semua alam semesta yang ada).

    Karya Edwin Hubble adalah yang pertama untuk memberikan astronom ide besarnya alam semesta. Bekerja di Mount Wilson pada tahun 1930 dengan apa yang kemudian teleskop terbesar di dunia, Edwin Hubble mengambil foto-foto sampel dari langit di berbagai daerah (sekitar 1283 daerah) dan menghitung jumlah gambar galaksi yang bisa mendeteksi di piring fotografi. Dari survei, ia merupakan suatu peta dengan galaksi kita, Bima Sakti, di tengah plot di apa yang kemudian disebut khatulistiwa galaksi (bagian atas dan bawah peta disebut sebagai kutub).

    Setelah dikoreksi untuk efek peredupan menutupi awan debu ketika mengamati langit dalam arah dari Bima Sakti, Hubble menyimpulkan bahwa pada skala besar distribusi galaksi galaksi isotropik yaitu secara seragam terdistribusi di sekitar kita di langit. Pengamatan Hubble menyebabkan pandangan bahwa alam semesta kita adalah homogen, yaitu sama di semua arah dan di semua jarak. Ide isotropi dan homogenitas semesta disebut Prinsip kosmologis. Prinsip kosmologis tetap asumsi yang mendasari dalam kosmologi.

    Pengamatan oleh astronom dari distribusi galaksi di iris bagian besar ruang telah menunjukkan bahwa galaksi kita adalah anggota dari sebuah kelompok kecil dari galaksi yang disebut Local Group. Grup Lokal adalah sekitar tiga juta tahun cahaya dan mengandung sedikitnya 26 anggota (tiga galaksi spiral yang besar, 9 laskar kerdil, 2 ellipticals menengah dan 12 ellipticals kerdil).

    Cluster galaksi lain telah terdeteksi di luar kita. Para diamati terdekat dari planet kita adalah Cluster Virgo, sebuah sistem yang terdiri dari ribuan galaksi. Namun lain cluster galaksi lebih besar dari Virgo adalah Cluster Coma. Kita bisa mendeteksi cluster tertentu karena mereka memiliki galaksi yang padat kecerahan menonjol dengan latar belakang dan cluster galaksi-galaksi lain.

  5. 11 PLANET dalam Solar SYSTEM {=matahari dan planetnya} ….. DALAM AL QUR’AN, “MEREKA” menyebut 9 (SEMBILAN) KENAPA??
    ————————-
    kalau mereka menyebut 11 ….. mereka MENGAKUI “KEBENARAN” AL QUR’AN (….. al QUr’AN yang tidak mungkin dibuat NABI Muhammad SAW) …. anda masih menyebut 9 planet dalam tata surya …… mungkin termasuk juga dalam MENGINGKARI KEBENARAN (real/nyata/physic) DAN KEBENARAN DARI AL QUR’AN
    ————————————-
    Yusuf:4 ﴿
    ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas PLANET كَوْكَبً, matahari وَٱلشَّمْسَ dan bulan وَٱلْقَمَرَ; kulihat semuanya sujud kepadaku”.
    ———————————–
    Planet (kawkabun/bersifat memantulkan sinar), …. jelas beda antara planet, bintang (sun/star), dan bulan (moon) …. dari materi dan sifatnya …… yang tidak paham itu UMATNYA
    ———————-
    Bagaimana mungkin nabi Yúsuf AS atau nabi Muhammad SAW mengetahui bahwa mereka adalah planet, bukan bintang seperti matahari (syamsun) atau satelit seperti bulan (qamarun)? [bahkan para-penterjemah Al-Qur`án yang tak memiliki pengetahuan astronomi | kosmologi hingga kini masih menterjemahkannya sebagai bintang? – lihat Al-Qur`án dan banyak terjemah Indonesia dan Inggris].
    —————————————-
    AYAT ITU MENUNJUKKAN “KEBENARAN” Al Qur’an dan Kebohongan Dajjal (dajjal berarti pembohong) < << Arab: الدجال al-dajjal “pembohong, penyamar (menutupi kebenaran)”>>>> … saya kira ini termasuk kebohongan/fitnah Dajjal
    —————————————
    1. Merkurius (Mercurius | Mercury, `Utariydun).
    2. Venus (Venus, Zuhrabun).
    3. Bumi ( Geo | Tera | Terre | Eorthe | Ardhe | Earth, `Ardhun).
    4. Mars (Mars, Mariykhun).
    5. Yupiter (Jupiter, Mustariyun).
    6. Saturnus (Saturnus | Saturn, Zuhalun).
    7. Uranus (Uranus, `Uranusun) [1781]
    8. Neptunus (Neptunus | Neptune, Nabtunun) [1846]
    9. Pluto (Pluto, Plutun) [1910–1930].
    10. Eris | Xena [2003–2005]
    11. Sedna [2003

Leave a Reply