Loading
tanda DEKATnya KIAMAT ….. diangkat Ilmu pengetahuan dan banyak KEBODOHAN . ………. manusia banyak BUTA …. yg BENAR dianggap SALAH dan yg SALAH dianggap BENAR ……………. BODOH = tidak mengetahui KEBENARAN ……………… BODOH = tidak mengingkari KEMUNKARAN ————————- إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ “Sesungguhnya diantara tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu dan merebaknya kebodohan.” (HR Bukhari) Shahih ………………………………………………….. ‘Maka yang tersisa di dalamnya (bumi) hanyalah orang-orang BODOH yang TIDAK mengeTAHUi keBENARan dan tidak mengingkari kemunkaran.’ [Musnad Ahmad (XI/181-182, Syarh Ahmad Syakir), dan beliau berkata, “Sanadnya shahih.] ………………………… Al-Bukhari meriwayatkan dari Syaqiq, beliau berkata, “ِAku pernah bersama ‘Abdullah dan Abu Musa, keduanya berkata, ‘Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ لأَيَّامًا يَنْزِلُ فِيهَا الْجَهْلُ وَيُرْفَعُ فِيهَا الْعِلْمُ. ‘Sesungguhnya menjelang datangnya hari Kiamat akan ada beberapa hari di mana kebodohan turun dan ilmu dihilangkan.’” [Shahiih al-Bukhari, kitab al-Fitan bab Zhuhuuril Fitan (XIII/13, al-Fath).] ……………………………… *) BUTA = …… buta dalam MELIHAT KEBENARAN … TIDAK BISA membedakan BENAR dan SALAH … hanya TAKLID/ ikut-ikutan saja BUTA … walau punya mata yang bisa dipakai utk melihat ﴾ Al Maidah:71 ﴿ Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencanapun , maka (karena itu) mereka menjadi buta dan pekak, kemudian Allah menerima taubat mereka, kemudian kebanyakan dari mereka buta dan tuli (lagi). Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. …………………. ﴾ Al An’am:104 ﴿ Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu). ……………………….. ﴾ Yunus:43 ﴿ Dan di antara mereka ada orang yang melihat kepadamu, apakah dapat kamu memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta, walaupun mereka tidak dapat memperhatikan. ………………………………… ﴾ Al Hajj:46 ﴿ maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. …………………………………….. | Islam dan Sains-Edy

tanda DEKATnya KIAMAT ….. diangkat Ilmu pengetahuan dan banyak KEBODOHAN . ………. manusia banyak BUTA …. yg BENAR dianggap SALAH dan yg SALAH dianggap BENAR ……………. BODOH = tidak mengetahui KEBENARAN ……………… BODOH = tidak mengingkari KEMUNKARAN ————————- إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ “Sesungguhnya diantara tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu dan merebaknya kebodohan.” (HR Bukhari) Shahih ………………………………………………….. ‘Maka yang tersisa di dalamnya (bumi) hanyalah orang-orang BODOH yang TIDAK mengeTAHUi keBENARan dan tidak mengingkari kemunkaran.’ [Musnad Ahmad (XI/181-182, Syarh Ahmad Syakir), dan beliau berkata, “Sanadnya shahih.] ………………………… Al-Bukhari meriwayatkan dari Syaqiq, beliau berkata, “ِAku pernah bersama ‘Abdullah dan Abu Musa, keduanya berkata, ‘Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ لأَيَّامًا يَنْزِلُ فِيهَا الْجَهْلُ وَيُرْفَعُ فِيهَا الْعِلْمُ. ‘Sesungguhnya menjelang datangnya hari Kiamat akan ada beberapa hari di mana kebodohan turun dan ilmu dihilangkan.’” [Shahiih al-Bukhari, kitab al-Fitan bab Zhuhuuril Fitan (XIII/13, al-Fath).] ……………………………… *) BUTA = …… buta dalam MELIHAT KEBENARAN … TIDAK BISA membedakan BENAR dan SALAH … hanya TAKLID/ ikut-ikutan saja BUTA … walau punya mata yang bisa dipakai utk melihat ﴾ Al Maidah:71 ﴿ Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencanapun , maka (karena itu) mereka menjadi buta dan pekak, kemudian Allah menerima taubat mereka, kemudian kebanyakan dari mereka buta dan tuli (lagi). Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. …………………. ﴾ Al An’am:104 ﴿ Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu). ……………………….. ﴾ Yunus:43 ﴿ Dan di antara mereka ada orang yang melihat kepadamu, apakah dapat kamu memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta, walaupun mereka tidak dapat memperhatikan. ………………………………… ﴾ Al Hajj:46 ﴿ maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. ……………………………………..

tanda DEKATnya KIAMAT ….. diangkat Ilmu pengetahuan dan banyak KEBODOHAN .
………. manusia banyak BUTA …. yg BENAR dianggap SALAH dan yg SALAH dianggap BENAR
……………. BODOH = tidak mengetahui KEBENARAN
……………… BODOH = tidak mengingkari KEMUNKARAN ————————-

إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ
“Sesungguhnya diantara tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu dan merebaknya kebodohan.” (HR Bukhari) Shahih
……………………..……………………..…….
bobodh pintar

‘Maka yang tersisa di dalamnya (bumi) hanyalah orang-orang BODOH yang TIDAK mengeTAHUi keBENARan dan tidak mengingkari kemunkaran.’ [Musnad Ahmad (XI/181-182, Syarh Ahmad Syakir), dan beliau berkata, “Sanadnya shahih.]
……………………..….
gambar SINDIRAN saja … jangan memperBODOH diri sendiri …. DIAM saja melihat KEMUNGKARAN … dan …. MENYALAHKAN yg BENAR .. MALAH … memBENARkan yg jelas SALAH
stupis smart

Al-Bukhari meriwayatkan dari Syaqiq, beliau berkata, “ِAku pernah bersama ‘Abdullah dan Abu Musa, keduanya berkata, ‘Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ لأَيَّامًا يَنْزِلُ فِيهَا الْجَهْلُ وَيُرْفَعُ فِيهَا الْعِلْمُ.

‘Sesungguhnya menjelang datangnya hari Kiamat akan ada beberapa hari di mana kebodohan turun dan ilmu dihilangkan.’” [Shahiih al-Bukhari, kitab al-Fitan bab Zhuhuuril Fitan (XIII/13, al-Fath).]
……………………..……….
*) BUTA = …… buta dalam MELIHAT KEBENARAN … TIDAK BISA membedakan BENAR dan SALAH … hanya TAKLID/ ikut-ikutan saja

BUTA … walau punya mata yang bisa dipakai utk melihat

﴾ Al Maidah:71 ﴿
Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencanapun , maka (karena itu) mereka menjadi
buta dan pekak, kemudian Allah menerima taubat mereka, kemudian
kebanyakan dari mereka buta dan tuli (lagi). Dan Allah Maha Melihat apa
yang mereka kerjakan.
………………….
﴾ Al An’am:104 ﴿
Sesungguhnya
telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa
melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan
barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya
kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah
pemelihara(mu).
………………………..
﴾ Yunus:43 ﴿
Dan di antara mereka ada orang yang melihat kepadamu, apakah dapat kamu memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta, walaupun mereka tidak dapat memperhatikan.
…………………………………
﴾ Al Hajj:46 ﴿
maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.
……………………..………………

Dalam riwayat Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيُقْبَضُ الْعِلْمُ وَتَظْهَرُ الْفِتَنُ وَيُلْقَى الشُّحُّ وَيَكْثُرُ الْهَرْجُ.

‘Zaman saling berdekatan, ilmu dihilangkan, berbagai fitnah bermunculan, kebakhilan dilemparkan (ke dalam hati), dan pembunuhan semakin banyak.’”[Shahiih Muslim, kitab al-Ilmi bab Raf’ul ‘Ilmi (XVI/222-223, Syarh an-Nawawi)]
……………………..…….
Lebih dahsyat lagi dari hal ini adalah Nama Allah tidak disebut lagi di atas bumi. Sebagaimana dijelaskan di dalam hadits Anas Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى لاَ يُقَالَ فِي اْلأَرْضِ: اللهُ، اللهُ.

“Tidak akan datang hari Kiamat hingga di bumi tidak lagi disebut: Allah, Allah.” [Shahiih Muslim, kitab al-Iimaan, bab Dzahaabul Iimaan Akhiraz Zamaan (II/ 178, Syarh an-Nawawi)]

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Ada dua pendapat tentang makna hadits ini:

Pendapat pertama : Bahwa seseorang tidak mengingkari kemunkaran dan tidak melarang orang yang melakukan kemunkaran. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengibaratkannya dengan ungkapan “tidak lagi disebut: Allah, Allah” sebagaimana dijelaskan sebelumnya dalam

hadits ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu anhuma :

فَيَبْقَى فِيهَا عَجَاجَةٌ لاَ يَعْرِفُونَ مَعْرُوفًا وَلاَ يُنْكِرُونَ مُنْكَرًا.

‘Maka yang tersisa di dalamnya (bumi) hanyalah orang-orang bodoh yang tidak mengetahui kebenaran dan tidak mengingkari kemunkaran.’ [Musnad Ahmad (XI/181-182, Syarh Ahmad Syakir), dan beliau berkata, “Sanadnya shahih.]

Pendapat kedua : Sehingga tidak lagi disebut dan dikenal Nama Allah di muka bumi. Hal itu terjadi ketika zaman telah rusak, rasa kemanusiaan telah hancur, dan banyaknya kekufuran, kefasikan juga kemaksiatan.” [An-Nihaayah/al-Fitan wal Malaahim (I/186) tahqiq Dr. Thaha Zaini. ]

Diriwayatkan dari Hudzaifah Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَدْرُسُ اْلإِسْلاَمُ كَمَا يَدْرُسُ وَشْيُ الثَّوْبِ حَتَّى لاَ يُدْرَى مَا صِيَامٌ، وَلاَ صَلاَةٌ، وَلاَ نُسُكٌ، وَلاَ صَدَقَةٌ وَيُسْرَى عَلَى كِتَابِ اللهِ k فِـي لَيْلَةٍ فَلاَ يَبْقَى فِي اْلأَرْضِ مِنْهُ آيَةٌ، وَتَبْقَى طَوَائِفُ مِنَ النَّاسِ: الشَّيْخُ الْكَبِيرُ، وَالْعَجُوزُ، يَقُولُونَ: أَدْرَكْنَا آبَاءَنَا عَلَى هَذِهِ الْكَلِمَةِ؛ يَقُولُونَ: لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ فَنَحْنُ نَقُولُهَا: فَقَالَ لَهُ صِلَةُ: مَا تُغْنِي عَنْهُمْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَهُمْ لاَ يَدْرُونَ مَا صَلاَةٌ، وَلاَ صِيَامٌ، وَلاَ نُسُكٌ، وَلاَ صَدَقَةٌ فَأَعْرَضَ عَنْهُ حُذَيْفَةُ، ثُمَّ رَدَّدَهَا عَلَيْهِ ثَلاَثًا، كُلَّ ذَلِكَ يُعْرِضُ عَنْهُ حُذَيْفَةُ، ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْهِ فِي الثَّالِثَةِ، فَقَالَ: يَا صِلَةُ! تُنْجِيهِمْ مِنَ النَّارِ، ثَلاَثًا.

“Islam akan hilang sebagaimana hilangnya hiasan pada pakaian sehingga tidak diketahui lagi apa itu puasa, tidak juga shalat, tidak juga haji, tidak juga shadaqah. Kitabullah akan diangkat pada malam hari hingga tidak tersisa di bumi satu ayat pun, yang tersisa hanyalah beberapa kelompok manusia: Kakek-kakek dan nenek-nenek, mereka berkata, ‘Kami men-dapati nenek moyang kami (mengucapkan) kalimat ini, mereka mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah’, maka kami pun mengucapkannya. Lalu Shilah berkata kepadanya, “(Kalimat) Laa Ilaaha Illallaah tidak berguna bagi mereka, sedangkan mereka tidak mengetahui apa itu shalat, tidak juga puasa, tidak juga haji, dan tidak juga shadaqah. Lalu Hudzaifah berpaling darinya, kemudian beliau mengulang-ulangnya selama tiga kali. Setiap kali ditanyakan hal itu, Hudzaifah berpaling darinya, lalu pada ketiga kalinya Hudzaifah menghadap dan berkata, “Wahai Shilah, kalimat itu menyelamatkan mereka dari Neraka (sebanyak tiga kali).” [Sunan Ibni Majah, kitab al-Fitan bab Dzahaabul Qur-aan wal ‘Ilmi (II/1344-1245), al-Hakim dalam al-Mustadrak (IV/473]
……………………....

Jubair Ibnu Nufair meriwayatkan bahwa AbudDarda mengatakan; “Kami bersama Rasulullah ,
ketika itu beliau mendongak ke langit dan bersabda, “Akan tiba masanya ketika pengetahuan diambil dari orang-orang sampai mereka tidak lagi mampu memahami sedikitpun dari itu. ” Ziyad Ibnu Labid alAnsari berkata, “Bagaimana ini akan diambil dari kami sementara kami telah membaca al-Qur’an, demi Allah, kami pasti akan membacanya dan akan membacakannya kepada para wanita dan anak-anak kami [dalam riwayat lain: dan begitu juga anak dari anak-anak kami akan membacanya sampai Hari Kebangkitan]?” Dia mengatakan, “Ibumu kehilangan engkau hai Ziyad (kalimat celaan_pent)! Adapun engkau, aku anggap termasuk di antara fuqaha’ ahlulMadinah. Bukankah Taurat dan Injil ada di tangan orang-orang Yahudi dan Nasharni? Apa manfaatnya bagi mereka?” Jubair kemudian berkata; ―Aku bertemu ‘Ubadah Ibnu as-Samit dan berkata kepadanya, “Tidakkah engkau mendengar apa yang didengar saudaramu Abud-Darda?” Maka aku kabarkan apa yang dikatakan oleh Abud-Darda, dia berkata; ―Benar apa yang dikatakan Abud-Darda, jika engkau mau akan aku kabarkan padamu tentang ilmu pertama yang diangkat dari manusia, yaitu khusyu‘, hingga hampir dekat masanya engkau masuk ke dalam masjid raya, dan engkau tidak melihat satu orang pun yang khusyu‘‖. [Hadits Hasan: diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan lainnya].

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Jubair ibn Nufair
meriwayatkan hadits dari Auf ibn Malik kepada
Syaddad ibn Aus, Syaddad kemudian berkata; ― Benar apa yang dikatakan Auf. Tahukah engkau apa itu diangkatnya ilmu? Dia menjawab; ―Aku tidak tahu.‖ Dia berkata; ―Yaitu lenyapnya para penampungnya [ulamaulama shalih atau yang berhati lembut]‖. [Diriwayatkan oleh Imam Ahmad].

Views All Time
Views All Time
1372
Views Today
Views Today
1
About Edy Methek 211 Articles
sampaikanlah ... ayat-ayat Allah

3 Comments on tanda DEKATnya KIAMAT ….. diangkat Ilmu pengetahuan dan banyak KEBODOHAN . ………. manusia banyak BUTA …. yg BENAR dianggap SALAH dan yg SALAH dianggap BENAR ……………. BODOH = tidak mengetahui KEBENARAN ……………… BODOH = tidak mengingkari KEMUNKARAN ————————- إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ “Sesungguhnya diantara tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu dan merebaknya kebodohan.” (HR Bukhari) Shahih ………………………………………………….. ‘Maka yang tersisa di dalamnya (bumi) hanyalah orang-orang BODOH yang TIDAK mengeTAHUi keBENARan dan tidak mengingkari kemunkaran.’ [Musnad Ahmad (XI/181-182, Syarh Ahmad Syakir), dan beliau berkata, “Sanadnya shahih.] ………………………… Al-Bukhari meriwayatkan dari Syaqiq, beliau berkata, “ِAku pernah bersama ‘Abdullah dan Abu Musa, keduanya berkata, ‘Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ لأَيَّامًا يَنْزِلُ فِيهَا الْجَهْلُ وَيُرْفَعُ فِيهَا الْعِلْمُ. ‘Sesungguhnya menjelang datangnya hari Kiamat akan ada beberapa hari di mana kebodohan turun dan ilmu dihilangkan.’” [Shahiih al-Bukhari, kitab al-Fitan bab Zhuhuuril Fitan (XIII/13, al-Fath).] ……………………………… *) BUTA = …… buta dalam MELIHAT KEBENARAN … TIDAK BISA membedakan BENAR dan SALAH … hanya TAKLID/ ikut-ikutan saja BUTA … walau punya mata yang bisa dipakai utk melihat ﴾ Al Maidah:71 ﴿ Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencanapun , maka (karena itu) mereka menjadi buta dan pekak, kemudian Allah menerima taubat mereka, kemudian kebanyakan dari mereka buta dan tuli (lagi). Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. …………………. ﴾ Al An’am:104 ﴿ Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu). ……………………….. ﴾ Yunus:43 ﴿ Dan di antara mereka ada orang yang melihat kepadamu, apakah dapat kamu memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta, walaupun mereka tidak dapat memperhatikan. ………………………………… ﴾ Al Hajj:46 ﴿ maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. ……………………………………..

  1. al-Ghazali mengingatkan;

    “Hati-hatilah terhadap tipudaya ulama su’. Sungguh, keburukan mereka bagi agama lebih buruk daripada setan. Sebab, melalui merekalah setan mampu menanggalkan agama dari hati kaum Mukmin. Atas dasar itu, ketika Rasul saw ditanya tentang sejahat-jahat makhluk, Beliau menjawab, “Ya Allah berilah ampunan.” Beliau mengatakannya sebanyak tiga kali, lalu bersabda, “Mereka adalah ulama sû’ .”

  2. ULAMA SU’ .. memBODOHi … banyak ORANG

    Saat ini, adakah ulama su? Sepertinya banyak… bergelar ulama atau intelektual muslim, tapi berusaha menjauhkan muslim dari Islam dengan menafsirkan al Quran dan as Sunnah sekehendak nafsu mereka. Mereka menjilat ke penguasa dan menjadikan kaum kafir sebagai karib -karibnya…

Leave a Reply