Loading
Sel dan Genetika Pada Penciptaan Manusia Menurut Al-Qur’an.. KROMOSOM .. DNA… RNA —————————————— Al-Qur’an menjadi kitab yang memberikan inspirasi setiap hamba yang percaya untuk melakukan pembuktian terhadap apa yang ada di dalamnya. Kitab ini juga menjawab setiap ketidaktahuan manusia terhadap pengetahuan yang buntu. Setiap ayat dan makna yang tertulis memberikan pengetahuan yang baru. Kalam Allah SWT ini memang untaian kata indah yang penuh makna, dimana setiap apa yang tertulis bisa dikaji secara ilmiah dan terbukti kebenaranya. ———————– Surat Fussilat ayat 53 yang artinya “Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda kekuasaan kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran”. Arti ayat tentang “tanda-tanda kekuasaan ada dalam diri mereka” tentang kekuasaan Allah pada genetika manusia. ————————— | Islam dan Sains-Edy

Sel dan Genetika Pada Penciptaan Manusia Menurut Al-Qur’an.. KROMOSOM .. DNA… RNA —————————————— Al-Qur’an menjadi kitab yang memberikan inspirasi setiap hamba yang percaya untuk melakukan pembuktian terhadap apa yang ada di dalamnya. Kitab ini juga menjawab setiap ketidaktahuan manusia terhadap pengetahuan yang buntu. Setiap ayat dan makna yang tertulis memberikan pengetahuan yang baru. Kalam Allah SWT ini memang untaian kata indah yang penuh makna, dimana setiap apa yang tertulis bisa dikaji secara ilmiah dan terbukti kebenaranya. ———————– Surat Fussilat ayat 53 yang artinya “Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda kekuasaan kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran”. Arti ayat tentang “tanda-tanda kekuasaan ada dalam diri mereka” tentang kekuasaan Allah pada genetika manusia. —————————

Sel dan Genetika Pada Penciptaan Manusia Menurut Al-Qur’an.. KROMOSOM .. DNA… RNA
——————————————

Al-Qur’an menjadi kitab yang memberikan inspirasi setiap hamba yang percaya untuk melakukan pembuktian terhadap apa yang ada di dalamnya. Kitab ini juga menjawab setiap ketidaktahuan manusia terhadap pengetahuan yang buntu. Setiap ayat dan makna yang tertulis memberikan pengetahuan yang baru. Kalam Allah SWT ini memang untaian kata indah yang penuh makna, dimana setiap apa yang tertulis bisa dikaji secara ilmiah dan terbukti kebenaranya.
———————–

Surat Fussilat ayat 53 yang artinya “Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda kekuasaan kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran”.

Arti ayat tentang “tanda-tanda kekuasaan ada dalam diri mereka”  tentang kekuasaan Allah pada genetika manusia.
—————————

Seorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Gallileo, Newton dan Einstein yang berhasil membuktikan tentang keterkaitan antara Alquran dan rancang struktur tubuh manusia adalah Dr. Ahmad Khan. Dia adalah lulusan Summa Cumlaude dari Duke University . Walaupun ia ilmuwan muda yang tengah menanjak, terlihat cintanya hanya untuk Allah dan untuk penelitian genetiknya.

Ruang kerjanya yang dihiasi kaligrafi, kertas-kertas penghargaan, tumpukan buku-buku kumal dan kitab suci yang sering dibukanya, menunjukkan bahwa ia merupakan kombinasi dari ilmuwan dan pecinta kitab suci.

Salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu pengetahuan adalah ditemukannya informasi lain selain konstruksi Polipeptida yang dibangun dari kodon DNA. Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah Surat “Fussilat” ayat 53 yang juga dikuatkan dengan hasil-hasil penemuan Profesor Keith Moore ahli embriologi dari Kanada.

Penemuanny tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu salat Jumat membacakan salah satu ayat yang ada kaitannya dengan ilmu biologi. Bunyi ayat tersebut adalah sebagai berikut: “…Sanuriihim ayatinaa filafaaqi wa fi anfusihim hatta yatabayyana lahum annahu ul-haqq…”

Yang artinya; “Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda kekuasaan kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran”.

Hipotesis awal yang diajukan Dr. Ahmad Khan adalah kata “ayatinaa” yang memiliki makna “Ayat Allah”, dijelaskan oleh Allah bahwa tanda-tanda kekuasaanNya ada juga dalam diri manusia. Menurut Ahmad Khan ayat-ayat Allah ada juga dalam DNA (Deoxy Nucleotida Acid) manusia. Selanjutnya ia beranggapan bahwa ada kemungkinan ayat Alquran merupakan bagian dari gen manusia. Dalam dunia biologi dan genetika dikenal banyaknya DNA yang hadir tanpa memproduksi protein sama sekali. Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA atau DNA sampah. Kenyataannya DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh sekali dari makna sampah. Menurut hasil hasil risetnya, Junk DNA tersebut merupakan untaian firman-firman Allah sebagai pencipta serta sebagai tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir. Sebagaimana disindir oleh Allah; Afala tafakaruun (apakah kalian tidak mau bertafakur atau menggunakan akal pikiran?).

Setelah bekerjasama dengan adiknya yang bernama Imran, seorang yang ahli dalam analisis sistem, laboratorium genetiknya mendapatkan proyek dari pemerintah. Proyek tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti gen kecerdasan pada manusia. Dengan kerja kerasnya Ahmad Khan berupaya untuk menemukan huruf Arab yang mungkin dibentuk dari rantai Kodon pada cromosome manusia. Sampai kombinasi tersebut menghasilkan ayat-ayat Alquran. Akhirnya pada tanggal 2 Januari tahun 1999 pukul 2 pagi, ia menemukan ayat yang pertama “Bismillahir Rahman ir Rahiim. Iqra bismirrabbika ladzi Khalq”; “bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan” . Ayat tersebut adalah awal dari surat Al-A’laq yang merupakan surat pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad di Gua Hira. Anehnya setelah penemuan ayat pertama tersebut ayat lain muncul satu persatu secara cepat. Sampai sekarang ia telah berhasil menemukan 1/10 ayat Alquran.

Dalam wawancara yang dikutip “Ummi” edisi 6/X/99, Ahmad Khan menyatakan: “Saya yakin penemuan ini luar biasa, dan saya mempertaruhkan karier saya untuk ini. Saya membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya; Clive dan Martin seorang ahli genetika yang selama ini sinis terhadap Islam. Saya menyurati dua ilmuwan lain yang selama ini selalu alergi terhadap Islam yaitu Dan Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris Dreisman dari Universitas Berlin.

Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuanny a dalam beberapa lembar kertas yang banyak memuat kode-kode genetika rantai kodon pada cromosome manusia yaitu; T, C, G, dan A masing-masing kode Nucleotida akan menghasilkan huruf Arab yang apabila dirangkai akan menjadi firman Allah yang sangat mengagumkan.

Di akhir wawancaranya Dr. Ahmad Khan berpesan “Semoga penerbitan buku saya “Alquran dan Genetik”, semakin menyadarkan umat Islam, bahwa Islam adalah jalan hidup yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama dari ilmu politik, pendidikan atau seni. Semoga non muslim menyadari bahwa tidak ada gunanya mempertentangkan ilmu dengan agama. Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan. Penulis berharap akan datang suatu generasi yang mendalami prinsip-prinsip ilmu keperawatan yang digali dari agama Islam. Hal ini dapat dimulai dari niat baik para pemegang kebijakan (decission maker) yang beragama Islam baik di institusi pendidikan atau pada level pemerintah. Memfasilitasi serta memberi dukungan secara moral dan finansial

Subhanallah, Allahu Akbar !!
——————————

ketika membahas mengenai surah Yaasin (36) ayat 36 “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan pada diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui”,

telah di bahas bagaimana ayat ini dapat diartikan bahwa “pasangan {sel} ” pada diri manusia adalah pasangan basa pada DNA/RNA manusia.

———————-

Postingan ini akan membahas lebih lanjut mengenai “pasangan pada diri mereka sendiri”, bagaimana Al-Qur’an membahas lebih lanjut bahwa dari”pasangan” ini terbentuklah kehidupan, sebagaimana di uraikan di dalam surah Az-Zumar (39) ayat 6 berikut :

…………..

*[39:6] Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan     daripadanya istrinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang     berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut     ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat)     demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai     kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka    bagaimana kamu dapat dipalingkan?*

 

Dia menciptakan kamu dari seorang diri – /khalaqakum min nafsinwahidatin/, arti kata per katanya adalah “Dia menciptakan kamu dari nafas yang satu”. /Nafsin/ disini dapat berarti nafas, atau jiwa, atau mengacu kepada sesuatu yang hidup. Dalam hal ini, “/nafsin wahidatin/” dapat diartikan pula sebagai sel tunggal. Mengapa “/nafsin wahidatin/” ? Karena istilah “sel” atau “/cell/” belum dikenal pada masa dan tempat ketika ayat ini diturunkan.

——

Kemudian Dia jadikan daripadanya istrinya – /tsumma ja’ala minha  zawjaha/, arti kata per katanya adalah “kemudian Dia jadikan daripadanya pasangannya”. /Zawjaha/ di sini berarti pasangan : bisa istri, bisa suami, bisa apapun yang menjadi pasangan. Di dalam sel tunggal yang akan menjadi cikal bakal manusia, dijadikan Allah menjadi sel diploid, yaitu

sel yang memiliki “pasangan”. “Pasangan” disini adalah pasangan kromosom. Sel tunggal ini kemudian disebut dengan nama /zygote/ atau /sel tunggal diploid/.

….

Dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak – /wa-anzala lakum mina l-an’ami tsamaniyata azwajin/, arti kata per katanya adalah “dan Dia turunkan bagimu dari ternak delapan berpasangan”.

Jika diperhatikan surah Az-Zumar ayat 39 ini, dari awal ayat 39 sampai akhir ayat 39 mengisahkan mengenai pembentukan manusia, akan tetapi tiba-tiba Allah menceritakan mengenai delapan pasang binatang ternak, apa maksud Allah menceritakan hal itu di tengah-tengah ayat tentang penciptaan manusia ? /An’am/ dalam bahasa arab berarti ternak atau sesuatu yang dikembang-biakkan, makhluk hidup yang diperbanyak karena memberikan manfaat bagi manusia.

azwajin/ atau pasangan, dalam konteks pada diri manusia dapat berarti pasangan basa dalam DNA/RNA, maka “/tsamaniyata azwajin/” dapat diartikan sebagai delapan pasangan basa, dan /al-an’am/ dalam ayat ini mengacu kepada DNA/RNA yang diperbanyak karena DNA/RNA ini sangat penting kaitannya dalam makhluk hidup.

——————-

Kenapa digunakan istilah al-an’am yang mengacu kepada DNA/RNA ? Karena dalam jaman nabi sendiri, ketika Al-Qur’an ini diturunkan, tidak ada yang mengenal istilah DNA/RNA. Ayat ini diartikan sebagaimana arti tersuratnya : “delapan pasang binatang ternak”, ada yang mengartikan unta, sapi, kambing dan domba masing-masing sepasang.

Namun dalam kaitannya dengan pembentukan manusia “/al-an’ami tsamaniyata azwajin/” berarti DNA/RNA (yang diperbanyak) yang memiliki delapan jenis pasangan basa.

Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian – /yakhluqukum fi butuni ummahatikum khalqan min ba’di khalqin/, arti kata per katanya “Dia menjadikan kamu dalam rahim ibumu ciptaan dari setelah ciptaan”. /khalqan min ba’di khalqin/, ciptaan dari setelah ciptaan, mengindikasikan adanya replikasi.

Replikasi DNA/RNA, dimana setiap DNA dan RNA membuat replika dirinya, setiap sel membelah menjadi banyak sel, bentuk tahapan penciptaan sehingga pada akhirnya dari satu sel tunggal menjadi lebih dari 200 milyar sel yang membentuk organ yang sempurna pada seorang anak dalam waktu kurang lebih sembilan bulan.

Dalam tiga kegelapan – /fi zulumatin tsalatsin/, arti kata per katanya “dalam kegelapan yang tiga”. Pembentukan janin dalam rahim, menurut ilmu pengetahuan saat ini, terdiri dari tiga tahapan, yaitu :

* Fase pra-embrionik, dimana zygote  membelah diri dan ketika telah     menjadi “/cell cluster/”, sel tersebut membenamkan dirinya ke     dinding rahim sambil terus membelah. Dalam tahapan ini sel membentuk     tiga lapisan yaitu /ectoderm, mesoderm, dan endoderm.

* Fasa embrionik, terjadi sekitar lima setengah minggu, dimana calon    bayi disebut sebagai embrio. Pada tahapan ini, organ-organ dasar dan    sistem tubuh mulai terbentuk dari lapisan sel berdasarkan informasi     DNA/RNA dalam sel tersebut.

* Fasa /Foetal/, di mana ketika memasuki fasa ini, embrio dinamakan     /foetus/, dimana /foetus/ dalam fasa ini sudah berbentuk seperti     manusia, dengan wajah, tangan dan kakinya terlihat.
Walaupun pada    awalnya hanya memiliki panjang 3 cm, seluruh organ tubuhnya telah     terlihat. Fase ini berlangsung sampai dengan bayi tersebut siap    untuk dilahirkan.

——————–

Tiga fase di atas, diistilahkan sebagai /zulumatin tsalatsin/ – tiga kegelapan, terbentuk dari kumpulan sel hasil pembelahan diri dari /zygote/, yang juga membentuk tiga lapisan sel : /ectoderm, mesoderm, dan endoderm.

Perhatikan bagaimana dalam satu ayat singkat Allah menjelaskan bahwa awalnya manusia diciptakan dari sel tunggal diploid yang terus bereplikasi dan berkembang, sehingga menjadi bayi manusia yang sempurna dalam tiga tahapan atau fasa besar yang diistilahkan Al-Qur’an dengan “tiga kegelapan”. Sedangkan tahapan pembentukan manusia di dalam rahim
…………….

Lebih lanjut tentang DNA/RNA, Allah menjelaskan dalam surah ‘Abasa (80) ayat 18-19 sebagai berikut :

*[80:18-19] Dari apakah Allah menciptakannya ? Dari setetes mani,     Allah menciptakannya lalu menentukannya (/faqaddarahu/)*

/Faqaddarahu/ memiliki arti “lalu meng-/qadar/-kannya”. Qadar dalam bahasa arab berarti menentukan, merencanakan, men-setting, menyusun, dan dalam bahasa kontemporer dapat diartikan sebagai “memprogram”.
Seluruh informasi mengenai fisik dan sifat manusia tersimpan di dalam DNA dan RNA. DNA dan RNA telah memiliki informasi ini sejak tahapan zygote, ketika pembuahan terjadi. Informasi-informasi inilah yang dalam tahapan awal, menjadi acuan bagi sel-sel janin untuk berkembang membentuk organ-organ yang lengkap, yang pada akhirnya akan mempengaruhi keseluruhan bentuk fisik dan sifat-sifat dasar seorang manusia.

Semuanya telah diprogram dan ditentukan sejak pembuahan terjadi dan /zygote/ terbentuk.

*[4:118-119] yang dilaknati Allah dan setan itu mengatakan: “Saya     benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang     sudah ditentukan (untuk saya), dan aku benar-benar akan menyesatkan    mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka /dan    akan menyuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak     (adzana l-an’ami), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku     suruh mereka mengubah ciptaan Allah, lalu benar-benar mereka    mengubahnya”.
Barang siapa yang menjadikan setan menjadi pelindung    selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.*

Dengan melihat /al-an’am/ dalam surah Az-Zumar (39) ayat 6 dalam kaitannya dengan “ciptaan Allah” dapat dikaitkan dengan DNA/RNA, maka di dalam An-Nisaa (4) ayat 119 di atas /adzana l-an’ami/ dapat diartikan informasi dari DNA/RNA. /Adzan /dalam bahasa arab, menurut Arabic-English Lane’s Lexicon halaman 42, selain berarti telinga, dapat pula berarti informasi, pengumuman, notifikasi atau memberikan pengetahuan. Dalam kaitannya dengan DNA/RNA, maka padanan yang paling tepat adalah “informasi”.

Walaupun ada mutasi yang membawa dampak baik,  namun sebagian besar mutasi memberikan efek negatif dan dalam banyak kasus mengubah bentuk fisik dan sifat asal dari makhluk hidup yang direkayasa genetikanya.
………..

Rekayasa genetika, apabila sampai mengubah ciptaan Allah, apalagi lebih mengarah kepada merusaknya, maka hal tersebut tidak diperbolehkan. Rekayasa genetika dengan tujuan mengobati penyakit, seperti kanker, selama tidak mengubah ciptaan Allah, maka tentu saja hal tersebut diperbolehkan karena bagian dari ikhtiar dan ilmu pengetahuan yang turunkan Allah kepada manusia. Tetapi Allah dalam Al-Qur’an juga telah mengingatkan bahwa akan ada saatnya dimana manusia akan melakukan rekayasa genetika yang akhirnya akan mengubah-ubah ciptaan Allah, akibatbisikan setan yang terlaknat, yang tentu saja akan berakibat buruk dan efek samping bagi manusia itu sendiri meskipun akibatnya tidak langsung saat itu pula dirasakan.

 

*[41:53] Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda    (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri,    sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Dan    apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia    menyaksikan segala sesuatu  *

 

/Wallahu a’lam/

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya

/Dari berbagai sumber/

Views All Time
Views All Time
1197
Views Today
Views Today
7
About Edy Methek 211 Articles
sampaikanlah ... ayat-ayat Allah

3 Comments on Sel dan Genetika Pada Penciptaan Manusia Menurut Al-Qur’an.. KROMOSOM .. DNA… RNA —————————————— Al-Qur’an menjadi kitab yang memberikan inspirasi setiap hamba yang percaya untuk melakukan pembuktian terhadap apa yang ada di dalamnya. Kitab ini juga menjawab setiap ketidaktahuan manusia terhadap pengetahuan yang buntu. Setiap ayat dan makna yang tertulis memberikan pengetahuan yang baru. Kalam Allah SWT ini memang untaian kata indah yang penuh makna, dimana setiap apa yang tertulis bisa dikaji secara ilmiah dan terbukti kebenaranya. ———————– Surat Fussilat ayat 53 yang artinya “Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda kekuasaan kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran”. Arti ayat tentang “tanda-tanda kekuasaan ada dalam diri mereka” tentang kekuasaan Allah pada genetika manusia. —————————

  1. Rekayasa genetika, apabila sampai mengubah ciptaan Allah, apalagi lebih mengarah kepada merusaknya, maka hal tersebut tidak diperbolehkan. Rekayasa genetika dengan tujuan mengobati penyakit, seperti kanker, selama tidak mengubah ciptaan Allah, maka tentu saja hal tersebut diperbolehkan karena bagian dari ikhtiar dan ilmu pengetahuan yang turunkan Allah kepada manusia. Tetapi Allah dalam Al-Qur’an juga telah mengingatkan bahwa akan ada saatnya dimana manusia akan melakukan rekayasa genetika yang akhirnya akan mengubah-ubah ciptaan Allah, akibatbisikan setan yang terlaknat, yang tentu saja akan berakibat buruk dan efek samping bagi manusia itu sendiri meskipun akibatnya tidak langsung saat itu pula dirasakan.

    *[41:53] Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu *

  2. Surat Fussilat ayat 53 yang artinya “Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda kekuasaan kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran”.

    Arti ayat tentang “tanda-tanda kekuasaan ada dalam diri mereka” tentang kekuasaan Allah pada genetika manusia.

  3. [39:6] Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya istrinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?*

Leave a Reply