Loading
{Jangan} Seperti RUMAH Laba-laba ….. orang-orang yang mengambil PELINDUNG -pelindung “SELAIN Allah” … rapuh .. lemah ——- ” pertahanan rumah laba-laba akan bobol bila angin bertiup kencang, atau ada tangan-tangan manusia yang mengusik dan merusaknya .. dsb” ————————– ”Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah. Adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya RUMAH yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” (Q.S. Al Ankabut : 41) ———————— Ayat Al-qur’an di atas diturunkan sebagai peringatan bagi manusia bahwa hanya Allah-lah sebaik-baik pelindung. Bukan sesembahan seperti patung, dewa-dewi atau roh yang dapat melindungi. Bukan juga harta, jabatan, keluarga atau nama baik yang bisa menjamin keselamatan seseorang. Karena sesungguhnya, apapun di luar Dzat Allah, perlindungannya bersifat semu. Seperti tamsil rumah laba-laba yang diungkapkan di akhir ayat. ——————————- Jaring laba-laba sama sekali tidak lemah dan bukan tidak berguna. Lantas mengapa ayat Al Quran menyebutkan lemah? Firman Allah tidak keliru. Tafsirnya yang harus lebih disempurnakan. Perhatikan ayat diatas baik-baik. Ternyata yang disebutkan lemah adalah RUMAHnya laba-laba. Bukan jaringnya. ………….. Rumah (sarang) tempat diam dan bertelur laba-laba inilah yang sangat LEMAS, LEMAH, RAPUH, ————- Kehidupan RUMAH TANGGA laba-laba adalah kehidupan yang kacau balau,…. Jika terlihat dua laba-laba dalam satu sarang, maka salahsatunya adalah jantan. Si jantan mendekati sarang untuk hajat biologis dengan betina. Bila hajatnya tertunaikan, ia harus segera pergi menjauh dari sarang. Jika tidak, si betina menjadi buas lalu menerkam dan memangsanya. ……………… Bila laba-laba betina bertelur dan menetaskan telur-telurnya, anak laba-laba harus segera pergi meninggalkan sarang secepatnya, sebab ia juga akan diterkam dan dimangsa oleh induknya sendiri. ———————- Menggambarkan kehidupan RUMAH TANGGA yang RAPUH sama dengan kehidupan rumah tangga laba-laba. Karena itulah pertahanan rumah laba-laba akan bobol bila angin bertiup kencang, atau ada tangan-tangan manusia yang mengusik dan merusaknya. ….. Begitulah kehidupan seseorang yang dibangun tidak atas Iman dan Islam, sangat-sangat rapuh. Pertahanannya akan bobol cepat atau lambat seiring besarnya angin fitnah bertiup, dan dekatnya ia kepada manusia-manusia yang JAUH dari Allah. —————————— | Islam dan Sains-Edy

{Jangan} Seperti RUMAH Laba-laba ….. orang-orang yang mengambil PELINDUNG -pelindung “SELAIN Allah” … rapuh .. lemah ——- ” pertahanan rumah laba-laba akan bobol bila angin bertiup kencang, atau ada tangan-tangan manusia yang mengusik dan merusaknya .. dsb” ————————– ”Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah. Adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya RUMAH yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” (Q.S. Al Ankabut : 41) ———————— Ayat Al-qur’an di atas diturunkan sebagai peringatan bagi manusia bahwa hanya Allah-lah sebaik-baik pelindung. Bukan sesembahan seperti patung, dewa-dewi atau roh yang dapat melindungi. Bukan juga harta, jabatan, keluarga atau nama baik yang bisa menjamin keselamatan seseorang. Karena sesungguhnya, apapun di luar Dzat Allah, perlindungannya bersifat semu. Seperti tamsil rumah laba-laba yang diungkapkan di akhir ayat. ——————————- Jaring laba-laba sama sekali tidak lemah dan bukan tidak berguna. Lantas mengapa ayat Al Quran menyebutkan lemah? Firman Allah tidak keliru. Tafsirnya yang harus lebih disempurnakan. Perhatikan ayat diatas baik-baik. Ternyata yang disebutkan lemah adalah RUMAHnya laba-laba. Bukan jaringnya. ………….. Rumah (sarang) tempat diam dan bertelur laba-laba inilah yang sangat LEMAS, LEMAH, RAPUH, ————- Kehidupan RUMAH TANGGA laba-laba adalah kehidupan yang kacau balau,…. Jika terlihat dua laba-laba dalam satu sarang, maka salahsatunya adalah jantan. Si jantan mendekati sarang untuk hajat biologis dengan betina. Bila hajatnya tertunaikan, ia harus segera pergi menjauh dari sarang. Jika tidak, si betina menjadi buas lalu menerkam dan memangsanya. ……………… Bila laba-laba betina bertelur dan menetaskan telur-telurnya, anak laba-laba harus segera pergi meninggalkan sarang secepatnya, sebab ia juga akan diterkam dan dimangsa oleh induknya sendiri. ———————- Menggambarkan kehidupan RUMAH TANGGA yang RAPUH sama dengan kehidupan rumah tangga laba-laba. Karena itulah pertahanan rumah laba-laba akan bobol bila angin bertiup kencang, atau ada tangan-tangan manusia yang mengusik dan merusaknya. ….. Begitulah kehidupan seseorang yang dibangun tidak atas Iman dan Islam, sangat-sangat rapuh. Pertahanannya akan bobol cepat atau lambat seiring besarnya angin fitnah bertiup, dan dekatnya ia kepada manusia-manusia yang JAUH dari Allah. ——————————

{Jangan}  Seperti RUMAH Laba-laba ….. orang-orang yang mengambil PELINDUNG -pelindung “SELAIN Allah” … rapuh .. lemah ….. ” pertahanan rumah laba-laba akan bobol bila angin bertiup kencang, atau ada tangan-tangan manusia yang mengusik dan merusaknya .. dsb”
———————————
”Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah. Adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya RUMAH yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” (Q.S. Al Ankabut : 41)
————————
Ayat Al-qur’an di atas diturunkan sebagai peringatan bagi manusia bahwa hanya Allah-lah sebaik-baik pelindung. Bukan sesembahan seperti patung, dewa-dewi atau roh yang dapat melindungi. Bukan juga harta, jabatan, keluarga atau nama baik yang bisa menjamin keselamatan seseorang.  Karena sesungguhnya, apapun di luar Dzat Allah, perlindungannya bersifat semu. Seperti tamsil rumah laba-laba yang diungkapkan di akhir ayat.
——————————-
Jaring laba-laba sama sekali tidak lemah dan bukan tidak berguna. Lantas mengapa ayat Al Quran menyebutkan lemah? Firman Allah tidak keliru. Tafsirnya yang harus lebih disempurnakan. Perhatikan ayat diatas baik-baik. Ternyata yang disebutkan lemah adalah RUMAHnya laba-laba. Bukan jaringnya.
………….. Rumah (sarang) tempat diam dan bertelur laba-laba inilah yang sangat LEMAS,  LEMAH, RAPUH,
————-
Kehidupan RUMAH TANGGA laba-laba adalah kehidupan yang kacau balau,…. Jika terlihat dua laba-laba dalam satu sarang, maka salahsatunya adalah jantan. Si jantan mendekati sarang untuk hajat biologis dengan betina. Bila hajatnya tertunaikan, ia harus segera pergi menjauh dari sarang. Jika tidak, si betina menjadi buas lalu menerkam dan memangsanya. ………………
Bila laba-laba betina bertelur dan menetaskan telur-telurnya, anak laba-laba harus segera pergi meninggalkan sarang secepatnya, sebab ia juga akan diterkam dan dimangsa oleh induknya sendiri.
———————-
Menggambarkan kehidupan RUMAH TANGGA  yang RAPUH sama dengan kehidupan rumah tangga laba-laba. Karena itulah pertahanan rumah laba-laba akan bobol bila angin bertiup kencang, atau ada tangan-tangan manusia yang mengusik dan merusaknya. ….. Begitulah kehidupan seseorang yang dibangun tidak atas Iman dan Islam, sangat-sangat rapuh. Pertahanannya akan bobol cepat atau lambat seiring besarnya angin fitnah bertiup, dan dekatnya ia kepada manusia-manusia yang JAUH dari Allah.
——————————
laba betina h makan jantanTernyata selain penjelasan utama tersebut, kita dapat mengambil hikmah dari dijadikannya rumah laba-laba sebagai perlambang selemah-lemahnya rumah. Berikut keterangannya.1. Sarang laba-laba berasal dari sutera hasil sekresi kelenjar perutnya.  Setiap helainya terdiri dari 1000 helai tipis benang sutera. Benang ini tahan terhadap koyakan serangga yang lebih besar sekalipun. Tetapi  kekuatan sarang tersebut hanya dapat bertahan selama satu hari saja. Setelah itu tidak lebih dari sekedar tumpukan benang rapuh.

Begitulah contoh rumah yang hanya dibangun dengan kekuatan material tanpa kekuatan ruhiyah di dalamnya. Keharmonisan dalam rumah hanya bertahan dalam tempo singkat. Sebagai contoh, banyak terjadi kasus perceraian yang dilakukan oleh pasangan yang secara finansial sangat berkecukupan. Namun kehidupannya jauh dari nilai-nilai agama.

2. Setelah terjadi perkawinan bila laba-laba pejantan tidak segera pergi, maka dia akan menjadi mangsa bagi betina-nya.

Itulah perlambang hilangnya kepemimpinan suami di dalam rumah. Istri dengan leluasa memegang kendali atas semua hal yang seharusnya tanggungjawab suami. Demikian adalah bentuk pembunuhan peran suami dalam rumah tangga.

Dalam sebuah Hadist dikatakan: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. … Seorang suami adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas keluarganya. …” (HR al-Bukhari, Shahîh al-Bukhâriy,IV/6, hadits no. 2751)

3.  Induk laba-laba sekali bertelur berjumlah ratusan dan menetas pada waktu bersamaan. Anak laba-laba yang masih kecil itu akan bersama-sama memakan tubuh induknya sampai habis untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Lalu mereka akan melakukan kanibal berikutnya. Saling memangsa. Hingga akhirnya membubarkan diri dan membuat sarang masing-masing.

Betapa menyedihkan rumah yang anggota keluarganya tidak memiliki kesamaan tujuan. Hanya memikirkan kepentingan pribadi dengan mengorbankan hak orang lain. Tentu saja kondisi rumah demikian sangat tidak baik, penuh tipudaya dan saling menjatuhkan.

Demikian, beberapa sifat rumah laba-laba yang semoga tidak terjadi pada kita.
====================================
Laba-laba adalah binatang yang ada dimana-mana, mulai dari hutan sampai gedung-gedung hunia. Lebih dari 90% bangunan di dunia ada laba-laba di dalamnya, sehingga semua orang mengenal binatang ini. Al Quran telah mengabadikannya menjadi nama sebuah surat, yakni Surat Al Ankabut. Binatang yang disebutkan secara khusus dalam Al Quran, tentunya memiliki sesuatu hal yang istimewa. Namun sayang, orang-orang lebih fokus pada kekurangan laba-laba, salah satunya rumah laba-laba yang dianggap sebagai rumah paling lemah.


Selama ribuan tahun, para ahli tafsir memberikan komentar yang senada, yakni ulasan tentang kelemahan laba-laba tidak mempunyai keistimewaan apa-apa. Sejak musafir abad ke-7, misalnya Abdullah bin Abbas, sampai musafir abad ke-20, Ahmad Mustafa al-Maraghi, sama-sama mengatakan bahwa rumah laba-laba memang lemah karena tidak bisa melindunginya dari panas dan dingin. Rumah laba-laba juga rapuh karena mudah hancur bil diterjang angin atau binatang lain.

Dalam tafsir Al Jami’ul Akhamil Quran karya Imam al-Qurthubi disebutkan sebuah hadis ucapan Yazid bin Maisarah bahwa laba-laba adalah setan, dan bahwa Ali bin Abi Thalib menganggap adanya sarang laba-laba di dalam rumah akan mewariskan kemiskinan maka harus dibuang.

Tafsir Ad-Durul Mantsur karya Jalaluddin as-Sayuti memuat hadis mursal Abu Daud yang berasal dari Yazid bin Martsad tentang sabda Rasulullah Saw. yang menyebutkan bahwa laba-laba adalah setan yang harus dibunuh bila mendapatinya. Lho, bukankah laba-laba yang justru menutupi pintu gua, melindungi Rasulullah Saw. bersama Abu Bakar sewaktu bersembunyi di Gua Tsur ketika hijrah??? Tafsiran tersebut sungguh membuat kita penasaran. Harus ada sesuatu yang penting dari laba-laba.

Dalam jurnal ilmiah science edisi 5 Januari 1996, ilmuwan Jelinski dan koleganya dari Cornell University, Itacha, New York, mengungkapkan sebagian rahasia laba-laba. Dalam penelitiannya di laboratorium, ditemukan bahwa jaring laba-laba yang diproduksi dari tubuh binatang itu sendiri, terbuat dari molekul-molekul berbentuk serat, yang tersusun dari residu asam amino glisin 42%, alanin 25%, dan 33% sisinya glutamin, serin dan triosin. Analisis Resonansi Magnetik Serat terhadap jaring laba-laba yang mengandung 40% alanin menunjukkan suatu struktur yang terorganisir sangat rapi seperti kristal. Jaring laba-laba ternyata tahan air dan memiliki 5 kali lebih besar dari pada baja dengan ukuran sama, dan 2 kali lentur daripada serat nilon.

Menurut Bambang Ariwahjoedi dan Zeily Nurachman, ahli kimia dan teknnik material dari ITB, kekuatan jaring serat laba-laba adalah 1×1.000.000.000 N/m kuadrat. Ini hampir sama kuatnya dengan serat kevlar, serat polimer sintetis yang dipakai sebagai bahan pembuatan rompi anti peluru. Sedangkan ketangguhannya, 4 kali lebih besar. Penelitian membuktikan bahwa jaring laba-laba sanggup menahan dan menjerat serangga besar, kecil, lalat, belalang sampai burung pipit.

Begitu kuatnya serat jaring laba-laba ini, sehingga dimungkinkan untuk menjadi bahan tekstil anti peluru, penguat material komposit untuk selubung peralatan elektronik, body mobil, dan bahan pesawat terbang. Laba-laba menjadi sumber inspirasi bagi penciptaan material baru yang bersumber dari mahluk hidup, bio materials, seperti protein, polisakarida, dan lain-lain. Dengan berkembangnya ilmu bio-engineering, laba-laba bisa diternakkan menjadi berjuta-juta ekor, diberi makan larutan zat tertentu untuk secara massal ”dipekerjakan” memproduksi serat yang sangat kuat bagikeperluan industri. Teknologi gen-cloning bisa digunakan untuk membuat bakteri yang dapat dikerahkan memproduksiserat laba-laba secara in vitro dalam tabung kimia. Para arsitek dari Jerman sudah mengembangkan konstruksi bentangan lebar yang sangat kuat tapi tipis yang diilhami dari jaring laba-laba.


Jadi, jaring laba-laba sama sekali tidak lemah dan bukan tidak berguna. Lantas mengapa ayat Al Quran menyebutkan lemah?

Firman Allah tidak keliru. Tafsirnya yang harus lebih disempurnakan. Perhatikan ayat diatas baik-baik. Ternyata yang disebutkan lemah adalah rumahnya laba-laba. Bukan jaringnya. Laba-laba adalah karnivora, yang membuat jaring jebakan dan bersarang dibalik daun-daunan, di sudut tembok, di balik lemari. Di sana mereka menunggu mangsa yang terperangkap di jaring yang amat kuat itu, baru mendekat untuk membunuh dan menyeretnya untuk dimakan.

Rumah (sarang) tempat diam dan bertelur laba-laba inilah yang sangat lemas, jenis kelemahannya belum terungkap, jadi harus diteliti ilmuwan Muslim, setelah kekuatan jaring laba-laba ditemukan oleh ilmuwan non-Muslim. Dengan begitu Al Quran kita tempatkan pada fungsinya yang mulia, sebagai pedoman di segala sektor kehidupan, termasuk isyarat di bidang penelitian sains dan teknologi. Bukan hanya berisi anjuran beramai-ramai membunuh laba-laba.
=========================

Semua sandaran selain Allah ibaratnya adalah rumah laba-laba. Waktu, tenaga dan kerja keras yang dicurahkan guna mengejar dan mendapatkan sandaran selain Allah itu berarti semisal laba-laba yang sedang berusaha membangun rumahnya. Dan Allah menegaskan bahwa “Sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba.”

Kelemahan rumah laba-laba, bukan pada unsur atau struktur bangunannya. Rumah laba-laba rumah yang kuat, indah secara estetika.
Kelemahannya terdapat pada esensi kehidupan rumah tangga yang rapuh dan sangat rapuh. Amatilah dengan teliti, dalam satu sarang hanya ada satu laba-laba, yaitu laba-laba betina. Menurut pakar bahasa Arab kata al-ankabut tergolong mudzakkar. Tetapi Allah menginformasikan bahwa yang membangun sarang adalah laba-laba betina, “Ittakhadzat baitan”. Dalam ilmu i’rab, fail-nya adalah dhamir mustathir taqdiiruhu hiya bahwa yang membangun sarang adalah laba-laba betina.

Jika terlihat dua laba-laba dalam satu sarang, maka salahsatunya adalah jantan. Si jantan mendekati sarang untuk hajat biologis dengan betina. Bila hajatnya tertunaikan, ia harus segera pergi menjauh dari sarang. Jika tidak, si betina menjadi buas lalu menerkam dan memangsanya.

laba besar makan jantan

Bila laba-laba betina bertelur dan menetaskan telur-telurnya, anak laba-laba harus segera pergi meninggalkan sarang secepatnya, sebab ia juga akan diterkam dan dimangsa oleh induknya sendiri. Singkatnya kehidupan rumah tangga semisal kehidupan rumah tangga laba-laba adalah kehidupan yang kacau balau, meskipun struktur dan bangunan rumah terlihat elit, kuat, megah dan besar. tidak ada ketenangan, ketentraman, kedamaian dan kerukunan dalam kekeluargaan. Yang ada adalah perselisihan, pertengkaran dan perang sesama anggota keluarga. Suami dan istri bertengkar, bercerai hingga terkadang berujung pada tewasnya salah satu dari mereka.

Begitu sering terdengar dan terlihat di stasiun tv seorang suami menyiksa istrinya, membakar istrinya, menggorok leher istrinya bahkan memutilasinya. Atau istri yang memaki-maki suaminya, meracuninya, bahkan membunuhnya. Sisi yang lain, Anak-anak tidak mau taat terhadap orang tua, sukanya mabuk-mabukan, hambur-hambur uang, hidup glamour, pergaulan bebas, menghamili anak orang atau malah hamil di luar nikah, merasa lebih betah di luar rumah hingga terjerat narkoba dan mati mengenaskan.

Semua ini dan contoh-contoh semisalnya menggambarkan kehidupan rumah tanggah yang rapuh sama dengan kehidupan rumah tangga laba-laba. Karena itulah pertahanan rumah laba-laba akan bobol bila angin bertiup kencang, atau ada tangan-tangan manusia yang mengusik dan merusaknya. Begitulah kehidupan seseorang yang dibangun tidak atas Iman dan Islam, sangat-sangat rapuh. Pertahanannya akan bobol cepat atau lambat seiring besarnya angin fitnah bertiup, dan dekatnya ia kepada manusia-manusia yang jauh dari Allah.

Intinya, Siapa yang berpaling dari peringatan Allah, tidak menjadikan Islam sebagai bingkai kehidupannya, melalaikan ibadah dan menjauhi pergaulan dengan orang-orang yang shaleh. Sebaliknya menggantungkan hidup kepada selain Allah, kepada harta, popularitas, jabatan dan kedudukan serta hal-hal yang dianggap bisa memuaskan syahwat. Lalu berusaha mengejarnya, maka tidaklah ia dapatkan di akhir perjalanannnya itu melainkan penderitaan dan kehinaan yang tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat. وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى . قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا .قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا
فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَى .

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh baginya adalah penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia: Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?. Allah berfirman: Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan.” (QS.Thaha : 124-126)

Semoga Allah memperbaiki kehidupan dunia yang merupakan negeri perbekalan bagi kita menuju akhirat sebagai negeri balasan atas perbekalan yang disiapakan. Menjadikan bagi kita dari kehidupan dunia ini tambahan kebaikan dan keberkahan. Menjadikan kematian sebagai akhir dari keburukan-keburukan. Dan semoga kita hidup dan mati karena Allah, dimasukkan dan dipertemukan di dalam surga-Nya. (Amin yaa Rabbal ‘aalamin)

wallahua’lam

BERBAGAI Sumber

Views All Time
Views All Time
1488
Views Today
Views Today
2
About Edy Methek 211 Articles
sampaikanlah ... ayat-ayat Allah

2 Comments on {Jangan} Seperti RUMAH Laba-laba ….. orang-orang yang mengambil PELINDUNG -pelindung “SELAIN Allah” … rapuh .. lemah ——- ” pertahanan rumah laba-laba akan bobol bila angin bertiup kencang, atau ada tangan-tangan manusia yang mengusik dan merusaknya .. dsb” ————————– ”Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah. Adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya RUMAH yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” (Q.S. Al Ankabut : 41) ———————— Ayat Al-qur’an di atas diturunkan sebagai peringatan bagi manusia bahwa hanya Allah-lah sebaik-baik pelindung. Bukan sesembahan seperti patung, dewa-dewi atau roh yang dapat melindungi. Bukan juga harta, jabatan, keluarga atau nama baik yang bisa menjamin keselamatan seseorang. Karena sesungguhnya, apapun di luar Dzat Allah, perlindungannya bersifat semu. Seperti tamsil rumah laba-laba yang diungkapkan di akhir ayat. ——————————- Jaring laba-laba sama sekali tidak lemah dan bukan tidak berguna. Lantas mengapa ayat Al Quran menyebutkan lemah? Firman Allah tidak keliru. Tafsirnya yang harus lebih disempurnakan. Perhatikan ayat diatas baik-baik. Ternyata yang disebutkan lemah adalah RUMAHnya laba-laba. Bukan jaringnya. ………….. Rumah (sarang) tempat diam dan bertelur laba-laba inilah yang sangat LEMAS, LEMAH, RAPUH, ————- Kehidupan RUMAH TANGGA laba-laba adalah kehidupan yang kacau balau,…. Jika terlihat dua laba-laba dalam satu sarang, maka salahsatunya adalah jantan. Si jantan mendekati sarang untuk hajat biologis dengan betina. Bila hajatnya tertunaikan, ia harus segera pergi menjauh dari sarang. Jika tidak, si betina menjadi buas lalu menerkam dan memangsanya. ……………… Bila laba-laba betina bertelur dan menetaskan telur-telurnya, anak laba-laba harus segera pergi meninggalkan sarang secepatnya, sebab ia juga akan diterkam dan dimangsa oleh induknya sendiri. ———————- Menggambarkan kehidupan RUMAH TANGGA yang RAPUH sama dengan kehidupan rumah tangga laba-laba. Karena itulah pertahanan rumah laba-laba akan bobol bila angin bertiup kencang, atau ada tangan-tangan manusia yang mengusik dan merusaknya. ….. Begitulah kehidupan seseorang yang dibangun tidak atas Iman dan Islam, sangat-sangat rapuh. Pertahanannya akan bobol cepat atau lambat seiring besarnya angin fitnah bertiup, dan dekatnya ia kepada manusia-manusia yang JAUH dari Allah. ——————————

  1. ”Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah. Adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya RUMAH yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” (Q.S. Al Ankabut : 41)
    ————————
    Ayat Al-qur’an di atas diturunkan sebagai peringatan bagi manusia bahwa hanya Allah-lah sebaik-baik pelindung. Bukan sesembahan seperti patung, dewa-dewi atau roh yang dapat melindungi. Bukan juga harta, jabatan, keluarga atau nama baik yang bisa menjamin keselamatan seseorang. Karena sesungguhnya, apapun di luar Dzat Allah, perlindungannya bersifat semu. Seperti tamsil rumah laba-laba yang diungkapkan di akhir ayat.

  2. Jaring laba-laba sama sekali tidak lemah dan bukan tidak berguna. Lantas mengapa ayat Al Quran menyebutkan lemah? Firman Allah tidak keliru. Tafsirnya yang harus lebih disempurnakan. Perhatikan ayat diatas baik-baik. Ternyata yang disebutkan lemah adalah RUMAHnya laba-laba. Bukan jaringnya.
    ………….. Rumah (sarang) tempat diam dan bertelur laba-laba inilah yang sangat LEMAS, LEMAH, RAPUH,
    ————-
    Kehidupan RUMAH TANGGA laba-laba adalah kehidupan yang kacau balau,…. Jika terlihat dua laba-laba dalam satu sarang, maka salahsatunya adalah jantan. Si jantan mendekati sarang untuk hajat biologis dengan betina. Bila hajatnya tertunaikan, ia harus segera pergi menjauh dari sarang. Jika tidak, si betina menjadi buas lalu menerkam dan memangsanya. ………………
    Bila laba-laba betina bertelur dan menetaskan telur-telurnya, anak laba-laba harus segera pergi meninggalkan sarang secepatnya, sebab ia juga akan diterkam dan dimangsa oleh induknya sendiri.
    ———————-
    Menggambarkan kehidupan RUMAH TANGGA yang RAPUH sama dengan kehidupan rumah tangga laba-laba. Karena itulah pertahanan rumah laba-laba akan bobol bila angin bertiup kencang, atau ada tangan-tangan manusia yang mengusik dan merusaknya. ….. Begitulah kehidupan seseorang yang dibangun tidak atas Iman dan Islam, sangat-sangat rapuh. Pertahanannya akan bobol cepat atau lambat seiring besarnya angin fitnah bertiup, dan dekatnya ia kepada manusia-manusia yang JAUH dari Allah.
    ——————————

Leave a Reply