Loading
Kecepatan Cahaya dalam Al-Qur’an …. dan … Kecepatan Terbang Malaikat Jibril ——————————————— Berdasarkan QS As Sajdah ayat 5 : Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu ————————– Secara jelas ayat tersebut memakai perbandingan bahwa satu hari sama dengan 1.000 tahun, dihitung dengan cermat ternyata sama dengan kecepatan cahaya. Pertanyaannya kemudian, petunjuk ayat ini apakah sebagai penjelas atas petunjuk ayat dalam Al Qur’an yang lain? ————————————– Apakah kecepatan cahaya merupakan yang paling cepat di jagad raya ini seperti dugaan manusia sekarang berdasarkan ilmu fisika modern? Dari beberapa ayat di dalam Al Qur’an disebutan bahwa malaikat mempunyai kecepatan terbang yang sangat cepat. ——————————————- Seperti dalam QS An Naazi´aat ayat 3-4 …………………. 1. Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan 2. Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya [1537] 3. Dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat 4. Dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang ————————————– Juga pada QS Al Mursalat ayat 1-2 dijelaskan bahwa malaikat terbang dengan kencang atau cepat: ———————————— Bagaimana malaikat terbang? Malaikat dapat terbang karena memiliki sayap, ada yang mempunyai 2, 3 atau 4 sayap. —————————————– Disebutkan pada QS Faathir ayat 1 : …………………….. Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. ——————————————- Kita bandingkan C (kecepatan sang urusan) hasil perhitungan ini dengan nilai C (kecepatan cahaya) sebagaimana yang sudah diketahui! …………………………. Nilai c hasil perhitungan => c = 299792.5 km/det …………………………………… Nilai c hasil pengukuran: 1. US National Bureau of Standards, c = 299792.4574 + 0.0011 km/det 2. The British National Physical Laboratory, c = 299792.4590+0.0008 km/det 3. Konferensi ke 17 tentang Ukuran dan Berat Standar “Satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang hampa selama 1/299792458 detik” ========================= Petunjuk dalam ayat tersebut sangat jelas bahwa perbandingan kecepatan terbang malaikat adalah dalam sehari kadarnya 50.000 tahun. Berdasarkan metode penghitungan yang dilakukan DR. Mansour Hassab El Naby seperti dalam tulisannya bahwa untuk satu hari yang berkadar 1.000 tahun sama dengan kecepatan cahaya (299.792,4989 km/detik). Berdasar rumus-rumus dan cara yang sama untuk perbandingan sehari sama dengan 50.000 tahun dapat diperoleh hasil perhitungan sama dengan 50 kali kecepatan cahaya (14.989.624,9442 km/detik). Kesimpulannya adalah berdasarkan informasi dari Al Qur’an dapat dihitung kecepatan terbang malaikat dan Jibril yaitu 50 kali kecepatan cahaya! Masya Allah! ==================================== | Islam dan Sains-Edy

Kecepatan Cahaya dalam Al-Qur’an …. dan … Kecepatan Terbang Malaikat Jibril ——————————————— Berdasarkan QS As Sajdah ayat 5 : Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu ————————– Secara jelas ayat tersebut memakai perbandingan bahwa satu hari sama dengan 1.000 tahun, dihitung dengan cermat ternyata sama dengan kecepatan cahaya. Pertanyaannya kemudian, petunjuk ayat ini apakah sebagai penjelas atas petunjuk ayat dalam Al Qur’an yang lain? ————————————– Apakah kecepatan cahaya merupakan yang paling cepat di jagad raya ini seperti dugaan manusia sekarang berdasarkan ilmu fisika modern? Dari beberapa ayat di dalam Al Qur’an disebutan bahwa malaikat mempunyai kecepatan terbang yang sangat cepat. ——————————————- Seperti dalam QS An Naazi´aat ayat 3-4 …………………. 1. Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan 2. Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya [1537] 3. Dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat 4. Dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang ————————————– Juga pada QS Al Mursalat ayat 1-2 dijelaskan bahwa malaikat terbang dengan kencang atau cepat: ———————————— Bagaimana malaikat terbang? Malaikat dapat terbang karena memiliki sayap, ada yang mempunyai 2, 3 atau 4 sayap. —————————————– Disebutkan pada QS Faathir ayat 1 : …………………….. Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. ——————————————- Kita bandingkan C (kecepatan sang urusan) hasil perhitungan ini dengan nilai C (kecepatan cahaya) sebagaimana yang sudah diketahui! …………………………. Nilai c hasil perhitungan => c = 299792.5 km/det …………………………………… Nilai c hasil pengukuran: 1. US National Bureau of Standards, c = 299792.4574 + 0.0011 km/det 2. The British National Physical Laboratory, c = 299792.4590+0.0008 km/det 3. Konferensi ke 17 tentang Ukuran dan Berat Standar “Satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang hampa selama 1/299792458 detik” ========================= Petunjuk dalam ayat tersebut sangat jelas bahwa perbandingan kecepatan terbang malaikat adalah dalam sehari kadarnya 50.000 tahun. Berdasarkan metode penghitungan yang dilakukan DR. Mansour Hassab El Naby seperti dalam tulisannya bahwa untuk satu hari yang berkadar 1.000 tahun sama dengan kecepatan cahaya (299.792,4989 km/detik). Berdasar rumus-rumus dan cara yang sama untuk perbandingan sehari sama dengan 50.000 tahun dapat diperoleh hasil perhitungan sama dengan 50 kali kecepatan cahaya (14.989.624,9442 km/detik). Kesimpulannya adalah berdasarkan informasi dari Al Qur’an dapat dihitung kecepatan terbang malaikat dan Jibril yaitu 50 kali kecepatan cahaya! Masya Allah! ====================================

Kecepatan Cahaya dalam Al-Qur’an …. dan … Kecepatan Terbang Malaikat Jibril

———————————————

Berdasarkan QS As Sajdah ayat 5 :
Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu 
————————–
Secara jelas ayat tersebut memakai perbandingan bahwa satu hari sama dengan 1.000 tahun, dihitung dengan cermat ternyata sama dengan kecepatan cahaya. Pertanyaannya kemudian, petunjuk ayat ini apakah sebagai penjelas atas petunjuk ayat dalam Al Qur’an yang lain?
————————————–
Apakah kecepatan cahaya merupakan yang paling cepat di jagad raya ini seperti dugaan manusia sekarang berdasarkan ilmu fisika modern? Dari beberapa ayat di dalam Al Qur’an disebutan bahwa malaikat mempunyai kecepatan terbang yang sangat cepat.
——————————————-
Seperti dalam QS An Naazi´aat ayat 3-4 ………………….
1. Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan
2. Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya [1537]
3. Dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat
4. Dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang
————————————–
 Juga pada QS Al Mursalat ayat 1-2 dijelaskan bahwa malaikat terbang dengan kencang atau cepat:
————————————
Bagaimana malaikat terbang? Malaikat dapat terbang karena memiliki sayap, ada yang mempunyai 2, 3 atau 4 sayap.
—————————————–
Disebutkan pada QS Faathir ayat 1 :
……………………..
Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

——————————————-
Kita bandingkan C (kecepatan sang urusan) hasil perhitungan ini dengan nilai C (kecepatan cahaya) sebagaimana yang sudah diketahui! ………………………….

Nilai c hasil perhitungan => c = 299792.5 km/det
……………………………………

Nilai c hasil pengukuran:
1. US National Bureau of Standards, c = 299792.4574 + 0.0011 km/det
2. The British National Physical Laboratory, c = 299792.4590+0.0008 km/det
3. Konferensi ke 17 tentang Ukuran dan Berat Standar “Satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang hampa selama 1/299792458 detik”

=========================
Petunjuk dalam ayat tersebut sangat jelas bahwa perbandingan kecepatan terbang malaikat adalah dalam sehari kadarnya 50.000 tahun. Berdasarkan metode penghitungan yang dilakukan DR. Mansour Hassab El Naby seperti dalam tulisannya bahwa untuk satu hari yang berkadar 1.000 tahun sama dengan kecepatan cahaya (299.792,4989 km/detik). Berdasar rumus-rumus dan cara yang sama untuk perbandingan sehari sama dengan 50.000 tahun dapat diperoleh hasil perhitungan sama dengan 50 kali kecepatan cahaya (14.989.624,9442 km/detik). Kesimpulannya adalah berdasarkan informasi dari Al Qur’an dapat dihitung kecepatan terbang malaikat dan Jibril yaitu 50 kali kecepatan cahaya! Masya Allah!
=====================================
==============================================
kecepatan malaikat 1Cahaya adalah bagian dari gelombang elektromagnetik  sekaligus sebagai materi tercepat di jagat raya ini, dengan kecepatan gerak sebesar 299279.5 km/det yang dalam perhitungan dibulatkan menjadi 300000 km/det. Nilai kecepatan yang diberi simbol c ini telah diukur-dihitung dan ditentukan serta menjadi konsensus Internasional, oleh berbagai institusi berikut:
—————————————————

– US National Bureau of Standards, c = 299792.4574 + 0.0011 km/det.
– The British National Physical Laboratory, c = 299792.4590 + 0.0008 km/det.
– Konferensi ke-17 tentang Penetapan Ukuran dan Berat Standar, dimana “Satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang vacum selama jangka waktu 1/299792458 detik”.

——————————————
Selain beberapa institusi di atas, seorang Fisikawan Muslim dari Mesir yang bernama DR. Mansour Hassab El-Naby menemukan sebuah cara istimewa untuk mengukur kecepatan cahaya ini. Menurut Dr. El-Naby, nilai C tersebut bisa ditentukan/dihitung dengan tepat berdasar informasi dari dokumen yang sangat tua.

Perhitungan ini adalah menggunakan informasi dari kitab suci yang diturunkan 14 abad silam, Al-Quran, kitab suci umat Islam. Dalam Al-Quran dinyatakan:

Dialah (Allah) yang menciptakan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkanya tempat-tempat bagi perjalanan bulan itu agar kamu  mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu)” (Qs. Yunus:5)

Dialah (Allah) yang menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar dalam garis edarnya “  (Qs.Al Anbiya’:33).

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut perhitunganmu.” (Qs. As Sajadah :  5)

======================================

Kecepatan cahaya, yang merupakan kecepatan yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa udara, ternyata sudah dinyatakan dalam ayat-ayat Al-Quran yang berhubungan dengan sistem pergerakan Bumi-Bulan. Kecepatan cahaya dilambangkan dengan C, dan nilai C adalah 299.792,5 km/detik yang biasa dibulatkan menjadi 300.000 km/detik.

Nilai C dalam ruang hampa udara terdiri dari beberapa konstanta yang fundamental. Sejak zaman Yunani kuno hingga abad pertengahan, kecepatan cahaya dianggap tak terbatas. Aristoteles yakin bahwa cahaya menyebar secara instan. Pada abad 11, seorang ilmuwan Arab, Alhassan menyatakan bahwa cahaya bergerak dengan kecepatan yang terbatas. Galileo Galilei pada 1600 mencoba mengukur kecepatan ini namun tidak berhasil. Roemer pada 1676 merupakan orang pertama yang menghitung nilai C dengan memanfaatkan gerhana salah satu satelit Jupiter, Io. Dia berhasil mendapatkan nilai 215.000 km/detik untuk nilai C, karena pada saat itu diameter orbit Bumi belum diketahui dengan pasti.

Awal abad 17, berbagai penelitian menunjukkan bahwa metode dan teknik pengukuran nilai C sudah mengalami kemajuan. Nilai yang dihitung oleh Froome dianggap nilai yang paling akurat hingga 1983 dipakainya radiasi laser interferometer yang bisa menghitung nilai C dengan akurat.

Berdasarkan US National Beraue of Standards, nilai C = 299.792,4574 + 0,0011 km/detik.

Berdasarkan British National Physical Laboratory, nilai C = 299.792,4590 + 0,0008 km/detik.

Pada Oktober 1983 dalam 17th General Conference on Measures and Weights, istilah “meter” mendapat definisi baru, yaitu panjang lintasan yang dilalui oleh cahaya dalam ruang hampa udara selama 1/299.792,458 detik. Dengan kata lain, kecepatan cahaya dalam ruang hampa udara adalah 299.792,458 meter/detik.

Ketetapan nilai C setelah kesepakatan meter bukan berarti akhir dari pengukuran konstanta C. Masih banyak pertanyaan mengenai hubungan antara konstanta C dan relativitas.

Teori relativitas Einstein (1905) yang ke 2 berbunyi:

Kecepatan cahaya dalam ruang hampa udara adalah sama dalam semua kelembaman di semua arah dan tidak bergantung pada kecepatan sumber atau kecepatan pengamat.

Pauli (1958) menyatakan bahwa data yang didapat dari sistem bintang ganda memungkinkan kita bisa menganggap teori ketetapan kecepatan cahaya ini akurat.

Berdasarkan teori umum relativitas Einstein (1917), hukum ketetapan nilai C dalam ruang hampa udara tidak bisa dinyatakan sepenuhnya benar karena lengkungan cahaya hanya bisa terjadi bila kecepatan perambatan cahaya berubah-ubah bersama posisi. Einstein sendiri berhasil memecahkan kontradiksi antara teori relativitas umum dan khusus ini yang dituangkan dalam tulisannya (1917):

Hasil dari relativitas khusus hanya bertahan selama kita mampu untuk tidak menghiraukan pengaruh medan gravitasi pada suatu fenomena.

Kini, teori ke dua dari relativitas khusus dianggap benar karena ketetapan nilai C membutuhkan ruang hampa udara. Untuk bisa mengerti ruang hampa udara dalam pemikiran Einstein, kita tidak hanya harus menghilangkan volume ruang tiap atom, molekul dan partikel, tapi juga harus menghilangkan medan gravitasi. Kita telah menyaring efek medan gravitasi Matahari pada pergerakan orbit Bulan saat mengorbit Bumi, yang dalam hal ini, berdasarkan persamaan dalam Al-Quran, sebagai sebuah referensi ukuran standar untuk mengevaluasi kecepatan kosmik tercepat yang digambarkan dalam ayat-ayat suci Al-Quran.

======================================

ORBIT BULAN DALAM AL-QURAN

Dalam Surat Yunus ayat 5, ALLAH berfirman:

DIA-lah yang menjadikan Matahari bersinar dan Bulan bercahaya dan ditetapkan-NYA manzilahmanzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan Bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).

Tahun Hijriyah terdiri dari 12 bulan, dan istilah “bulan” yang menyangkut waktu adalah masa satu kali revolusi Bulan mengorbit Bumi. Dalam Surat Al-Anbiyaa’ ayat 33, ALLAH berfirman:

Dan DIA-lah yang telah menciptakan malam dan siang, Matahari dan Bulan. Masing-masing dari keduanya beredar dalam garis edarnya.

Dari ayat tersebut, fakta penting telah diungkap. Fakta ilmiah dalam ayat tersebut adalah adanya orbit Bumi, Matahari dan Bulan. Selain itu, tiga objek tersebut mempunyai orbit sendiri. Fakta yang baru terungkap dalam science modern ini sudah tercatat dalam Al-Quran yang diturunkan ratusan tahun sebelumnya.

Bumi dan Bulan bergerak bersama-sama. Bumi mengorbit Matahari, dan Bulan mengorbit Bumi dan Matahari. Ketika Bulan mengorbit Bumi, perubahan posisi relatif Bulan, Bumi dan Matahari menyebabkan Bulan mengalami berbagai fase. Bulan pun mempunyai dua jenis periode orbit:

  1. Periode sinodis, yaitu periode saat Bulan dan Bumi bersama-sama mengorbit Matahari. Posisi Bulan saat kembali ke posisi semula adalah tepat pada garis lurus antara Matahari dan Bumi, dan orbitnya berupa lingkaran. Lamanya periode sinodis adalah 29,53 hari.
  2. Periode sideris, yaitu ketika Bulan kembali ke posisi awal yang terlihat dari Bumi. Lamanya periode sideris adalah 27,32 hari, dan periode ini merupakan periode orbit Bulan yang sebenarnya. Radius rata-rata orbit sideris yang hampir lingkaran ini adalah 384.264 km.

===================================

Berdasar ayat-ayat tersebut diatas, terutama ayat yang terakhir (Qs. As Sajadah :5) dapat disimpulkan bahwa jarak yang dicapai Sang Urusan selama satu hari sama dengan jarak yang ditempuh bulan selama 1000 tahun, dan karena satu tahun adalah 12 bulan, maka waktu tersebut menjadi 12000 bulan. Secara matematis dapat dituliskan sebagai:

c . t = 12000 . L

dimana :

c = kecepatan Sang Urusan
t = waktu selama satu hari
L = panjang rute edar bulan selama satu bulan

Panjang rute edar bulan selama satu bulan adalah panjang kurva yang dibentuk oleh bulan selama melakukan revolusi pada sistem periode bulan sideris. Periode bulan sebenarnya ada dua jenis, sideris dan sinodis. Berbagai sistem kalender telah diuji, namun sistem kalender bulan sideris menghasilkan nilai c yang persis sama dengan nilai c yang sudah diketahui melalui pengukuran Dua macam sistem kalender bulan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Sistem sinodis, yang didasarkan atas penampakan semu gerak bulan dan matahari dari bumi, dimana:

1 hari = 24 jam
1 bulan = 29.53059 hari

  1. Sistem sideris, yang didasarkan atas pergerakan relatif bulan dan matahari terhadap bintang dan alam semesta, dimana:

1 hari = 23 jam 56 menit 4.0906 detik = 86164.0906 detik
1 bulan = 27.321661 hari
=============================================

Sistem Bumi-Bulan

Jarak orbit Bulan sideris [L] dan waktu Bumi [t] dihubungkan dalam Al-Quran yang menggambarkan konstanta kecepatan cahaya dalam Surat As-Sajdah ayat 5:

DIA mengatur urusan dari Langit ke Bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadanya dalam satu hari yang kadarnya 1000 tahun menurut perhitunganmu.

Istilah “menurut perhitunganmu” mengacu pada waktu tahun sideris Bulan.

Ayat tersebut dimulai dengan “sang urusan” yang ALLAH ciptakan dan perintahkan. Sang urusan ini melakukan perjalanan melewati alam semesta antara Langit dan Bumi, begitu cepat sehingga dia hanya membutuhkan waktu 1 hari di ruang angkasa yang sama dengan waktu yang dilalui Bulan selama 1000 tahun sideris, yaitu 12.000 bulan sideris (12 x 1000).

Pertanyaan yang muncul adalah: apa, atau siapa sang urusan ini? Dan kecepatan apa yang dimiliki sang urusan ini?

Jarak yang ditempuh dalam ruang hampa udara oleh sang urusan dalam hari sideris = panjang 12.000 revolusi Bulan terhadap Bumi.

=====================================
Ada perbedaan antara periode bulan sideris dan sinodis. Pada periode sinodis, satu bulan penuh adalah 29.5 hari dimana posisi bulan kembali ke posisi semula tepat pada garis lurus antara matahari dan bumi, dan rutenya berupa lingkaran. Sementara pada periode bulan sideris satu bulan penuh ditempuh selama 27.3 hari dan rutenya bukan berupa lingkaran, melainkan berbentuk kurva yang panjangnya L. Nilai L ini secara matematis dapat dituliskan sebagai:

L = v . T 

 

Dimana:
v = kecepatan gerak bulan
T = periode revolusi bulan
= 27.321661 hari

Sudut yang dibentuk oleh revolusi bulan selama satu bulan sideris, adalah:

a =  27.321661 hari / 365.25636 hari x 360º
a =  26.92848º

rute jarak bulan

Sebuah catatan yang perlu diketahui adalah tentang kecepatan bulan (v).
============================================
Ada dua tipe kecepatan bulan, yaitu:

  1. Kecepatan relatif terhadap bumi yang bisa dihitung dengan rumus berikut:

­­ve = 2 . p . R / T 

dimana
R = jari-jari revolusi bulan = 384264 km
T = periode revolusi bulan = 655.71986 jam

Jadi
ve = 2 x 3.14162 x 384264 km / 655.71986 jam
= 3682.07 km/jam
————————————–

Kecepatan relatif terhadap bintang dan alam semesta

Bila kita misalkan α adalah sudut yang dilalui oleh Bumi-Bulan terhadap Matahari selama satu periode sideris Bulan (27,321661 hari), kita bisa menghitung α jika kita masukkan periode revolusi heliosentris (1 tahun = 365,25636 hari) Bumi-Bulan mengelilingi Matahari.

————————————-

  1. Kecepatan relatif terhadap bintang atau alam semesta. Kecepatan ini yang akan diperlukan untuk menentukan perhitungan kecepatan cahaya (sang urusan). Menurut Albert Einstein, kecepatan jenis kedua ini dapat dihitung dengan mengalikan kecepatan jenis pertama dengan Cos a, sehingga secara matematis:

v = ve x Cos a 

Dimana:
a = sudut yang dibentuk oleh revolusi bumi selama satu bulan sideris,
= 26.92848º

Selanjutnya dengan mengingat beberapa parameter yang sudah diketahui berikut ini:

L = v . T,
v = ve . Cos a,
ve = 3682.07 km/jam,
a = 26.92848º,
T = 655.71986 jam, dan
t = 86164.0906 det,

maka nilai kecepatan sang urusan akan menjadi:

c.t = 12000 . L
c.t = 12000 . v.T
c.t = 12000 .(ve.Cos a).T
c = 12000.ve.Cos a.T/t
c = 12000 x 3682.07 km/jam x 0.89157 x 655.71986 jam/86164.0906 det
c = 299792.5 km/det

Jadi:

c = 299792.5 km/det

Kita bandingkan c (kecepatan sang urusan) hasil perhitungan ini dengan nilai c (kecepatan cahaya) sebagaimana yang sudah diketahui!

Nilai c hasil perhitungan => c = 299792.5 km/det

Nilai c hasil pengukuran:
1. US National Bureau of Standards, c = 299792.4574 + 0.0011 km/det
2. The British National Physical Laboratory, c = 299792.4590+0.0008 km/det
3. Konferensi ke 17 tentang Ukuran dan Berat Standar “Satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang hampa selama 1/299792458 detik”

Allah SWT berfirman di dalam Al-Quran surat ke 32 (As Sajdah) ayat : 1-5:

” Alif Lam Mim. Turunnya kitab ini tanpa keraguan padanya, dari Rabb semesta. Tetapi mengapa mereka mengatakan:”Ia (Muhammad saw) mengada-adakannya”. Sebenarnya ini adalah kebenaran dari Rabbmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi  peringatan sebelummu; agar mereka mendapat petunjuk Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam periode,kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada -Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?  Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut perhitunganmu” 

Kesimpulan:

“Perhitungan ini membuktikan keakuratan dan konsistensi nilai konstanta c hasil pengukuran selama ini dan juga menunjukkan kebenaran Al-Qur’anul karim sebagai wahyu yang patut dipelajari dengan analisis yang tajam karena penulisnya adalah Sang Pencipta Alam Semesta. Wallahu‘alam bish-showwab”

======================================

Kecepatan Terbang Malaikat Jibril

.———————————-

Ahli Fisika dari Mesir bernama DR. Mansour Hassab El Naby berhasil membuktikan berdasarkan petunjuk Al Qur’an (QS As Sajdah:5) kecepatan cahaya dapat dihitung dengan tepat sama dengan hasil pengukuran secara ilmu fisika modern (A New Astronomical Quranic Method for The Determination of The Greatest Speed C .

Berdasarkan QS As Sajdah ayat 5 :
Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu 

Secara jelas ayat tersebut memakai perbandingan bahwa satu hari sama dengan 1.000 tahun, dihitung dengan cermat ternyata sama dengan kecepatan cahaya. Pertanyaannya kemudian, petunjuk ayat ini apakah sebagai penjelas atas petunjuk ayat dalam Al Qur’an yang lain?Apakah kecepatan cahaya merupakan yang paling cepat di jagad raya ini seperti dugaan manusia sekarang berdasarkan ilmu fisika modern? Dari beberapa ayat di dalam Al Qur’an disebutan bahwa malaikat mempunyai kecepatan terbang yang sangat cepat.

Seperti dalam QS An Naazi´aat ayat 3-4
1. Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan
2. Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya [1537]
3. Dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat
4. Dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang

Juga pada QS Al Mursalat ayat 1-2 dijelaskan bahwa malaikat terbang dengan kencang atau cepat:Bagaimana malaikat terbang? Malaikat dapat terbang karena memiliki sayap, ada yang mempunyai 2, 3 atau 4 sayap.

Disebutkan pada QS Faathir ayat 1 :
Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Dari penjelasan tersebut dapat lebih jelas bahwa yang mampu terbang dengan kecepatan tinggi adalah malaikat. Seberapa cepat terbangnya?

Petunjuk dalam ayat tersebut sangat jelas bahwa perbandingan kecepatan terbang malaikat adalah dalam sehari kadarnya 50.000 tahun. Berdasarkan metode penghitungan yang dilakukan DR. Mansour Hassab El Naby seperti dalam tulisannya bahwa untuk satu hari yang berkadar 1.000 tahun sama dengan kecepatan cahaya (299.792,4989 km/detik). Berdasar rumus-rumus dan cara yang sama untuk perbandingan sehari sama dengan 50.000 tahun dapat diperoleh hasil perhitungan sama dengan 50 kali kecepatan cahaya (14.989.624,9442 km/detik). Kesimpulannya adalah berdasarkan informasi dari Al Qur’an dapat dihitung kecepatan terbang malaikat dan Jibril yaitu 50 kali kecepatan cahaya! Masya Allah!

kecepatan malaikat 1

Sampai saat ini pengetahuan manusia belum menemukan sesuatu pun yang mempunyai kecepatan melebihi kecepatan cahaya. Berdasarkan petunjuk Al Qur’an sangat jelas disebutkan bahwa malaikat dan Jibril mempunyai kemampuan terbang 50 kali kecepatan cahaya. Hal tersebut bisa dimaklumi karena penciptaan malaikat berasal dari unsur cahaya (nuur). Suatu saat diharapkan ilmuwan muslim dapat meneliti petunjuk tersebut dan menjadi penemu yang selangkah lebih maju karena berdasarkan Al Qur’an, kitab suci yang merupakan satu-satunya kitab yang eksak, berisi kepastian karena merupakan Firman Allah SWT.

——————-
berbagai sumber

Referensi: 

El-Naby, M.H., 1990, A New Astronomical Quranic Method for The Determination of
The Greatest Speed c [ http://www.islamicity.org/Science/960703A.HTM]
–  Fix, John D. 1995, Astronomy, Journey of the Cosmic Frontier, 1st edition, Mosby-
Year Book, Inc., St Louis, Missouri
–  The Holy Quran online, [ http://islam.org/mosque/quran.htm]
–  Zuhdi, M. Presentasi kecepatan cahaya.

————————

Referensi (berdasarkan sumber asli)

  1. “The speed of light”, J.H. Rush Scientific American p. 67, August, 1955.
  2. Physics, Halliday and Resnick, John Wiley and Sons Inc., New York, 1966.
  3. The Greatest Speed, S.R. Filonovich, Mir Publishers Moscow 1986.
  4. Theory of Relativity, Pauli, W. Pergmann Press, Oxford, 1958.
  5. The meaning of the Glorious Quran, A. Yusuf, Ali. Dar Al-Kitab Al-Masry.
  6. The Glorious Quran and Modern Science, Mansour, Hassab, El-Naby, General Egyptian Book Organization BoulacCairo (1990).
  7. The Bible, The Quran and Science, Maurice Bucaill, North American Trust Publication (1979).
  8. Astronomy, J. Mitton, Faber and Faber London, P. 20 (1978).
  9. Discovering the Universe, Charles, E. Long, Harper & Row Publishers, P. 63 (1980).
  10. Macmillan Dictionary of Astronomy, Valerie Illingworth, The Macmillan Press Ltd., London, 1985.
  11. The Structure of the Universe, J. Narlikar, Oxford Univ. Press, P. 139, 172, 175 (1977).
Views All Time
Views All Time
1183
Views Today
Views Today
4
About Edy Methek 211 Articles
sampaikanlah ... ayat-ayat Allah

2 Comments on Kecepatan Cahaya dalam Al-Qur’an …. dan … Kecepatan Terbang Malaikat Jibril ——————————————— Berdasarkan QS As Sajdah ayat 5 : Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu ————————– Secara jelas ayat tersebut memakai perbandingan bahwa satu hari sama dengan 1.000 tahun, dihitung dengan cermat ternyata sama dengan kecepatan cahaya. Pertanyaannya kemudian, petunjuk ayat ini apakah sebagai penjelas atas petunjuk ayat dalam Al Qur’an yang lain? ————————————– Apakah kecepatan cahaya merupakan yang paling cepat di jagad raya ini seperti dugaan manusia sekarang berdasarkan ilmu fisika modern? Dari beberapa ayat di dalam Al Qur’an disebutan bahwa malaikat mempunyai kecepatan terbang yang sangat cepat. ——————————————- Seperti dalam QS An Naazi´aat ayat 3-4 …………………. 1. Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan 2. Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya [1537] 3. Dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat 4. Dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang ————————————– Juga pada QS Al Mursalat ayat 1-2 dijelaskan bahwa malaikat terbang dengan kencang atau cepat: ———————————— Bagaimana malaikat terbang? Malaikat dapat terbang karena memiliki sayap, ada yang mempunyai 2, 3 atau 4 sayap. —————————————– Disebutkan pada QS Faathir ayat 1 : …………………….. Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. ——————————————- Kita bandingkan C (kecepatan sang urusan) hasil perhitungan ini dengan nilai C (kecepatan cahaya) sebagaimana yang sudah diketahui! …………………………. Nilai c hasil perhitungan => c = 299792.5 km/det …………………………………… Nilai c hasil pengukuran: 1. US National Bureau of Standards, c = 299792.4574 + 0.0011 km/det 2. The British National Physical Laboratory, c = 299792.4590+0.0008 km/det 3. Konferensi ke 17 tentang Ukuran dan Berat Standar “Satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang hampa selama 1/299792458 detik” ========================= Petunjuk dalam ayat tersebut sangat jelas bahwa perbandingan kecepatan terbang malaikat adalah dalam sehari kadarnya 50.000 tahun. Berdasarkan metode penghitungan yang dilakukan DR. Mansour Hassab El Naby seperti dalam tulisannya bahwa untuk satu hari yang berkadar 1.000 tahun sama dengan kecepatan cahaya (299.792,4989 km/detik). Berdasar rumus-rumus dan cara yang sama untuk perbandingan sehari sama dengan 50.000 tahun dapat diperoleh hasil perhitungan sama dengan 50 kali kecepatan cahaya (14.989.624,9442 km/detik). Kesimpulannya adalah berdasarkan informasi dari Al Qur’an dapat dihitung kecepatan terbang malaikat dan Jibril yaitu 50 kali kecepatan cahaya! Masya Allah! ====================================

  1. Petunjuk dalam ayat tersebut sangat jelas bahwa perbandingan kecepatan terbang malaikat adalah dalam sehari kadarnya 50.000 tahun. Berdasarkan metode penghitungan yang dilakukan DR. Mansour Hassab El Naby seperti dalam tulisannya bahwa untuk satu hari yang berkadar 1.000 tahun sama dengan kecepatan cahaya (299.792,4989 km/detik). Berdasar rumus-rumus dan cara yang sama untuk perbandingan sehari sama dengan 50.000 tahun dapat diperoleh hasil perhitungan sama dengan 50 kali kecepatan cahaya (14.989.624,9442 km/detik). Kesimpulannya adalah berdasarkan informasi dari Al Qur’an dapat dihitung kecepatan terbang malaikat dan Jibril yaitu 50 kali kecepatan cahaya!

  2. Kita bandingkan c (kecepatan sang urusan) hasil perhitungan ini dengan nilai c (kecepatan cahaya) sebagaimana yang sudah diketahui!

    Nilai c hasil perhitungan => c = 299792.5 km/det

    Nilai c hasil pengukuran:
    1. US National Bureau of Standards, c = 299792.4574 + 0.0011 km/det
    2. The British National Physical Laboratory, c = 299792.4590+0.0008 km/det
    3. Konferensi ke 17 tentang Ukuran dan Berat Standar “Satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang hampa selama 1/299792458 detik”

Leave a Reply