Loading
Allah MURKA … kepada Orang yang TIDAK menggunakan AKALnya … Yunus:100 ————————- …. TANDA kekuasaan dan PERINGATAN Allah … tidak DIPIKIRKAN ..mempelajari AYAT-AYAT Allah … harus dengan AKALnya … bukan dengan TAKLID (ikut-ikutan saja) … apa gunanya AKAL?? ————————– agama adalah akal … tidak PUNYA akal {= GILA/ crazy/ schyzoprenia} TIDAK perlu agama = manusia HARUS menggunakan potensi AKALnya = jangan sampai TAKLID BUTA …… hanya IKUT-ikutan manusia lain TANPA menggunakan AKAL yang telah diBERIKAN Allah…. sehingga BESOK bila masuk neraka …. HANYA … menyalahkan PEMIMPIN yang diikutinya (taklid BUTA pada pemimpin itu) ————————————— ﴾ Yunus:100 ﴿ Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan keMURKAan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. ﴾ Yunus:101 ﴿ Katakanlah: “Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman”. ﴾ Yunus:102 ﴿ Mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang SAMA dengan KEJADIAN-KEJADIAN(yang menimpa) orang-orang yang telah TERDAHULU sebelum mereka. Katakanlah: “Maka tunggulah, sesungguhnya akupun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu” ——————————— jangan seperti ANJING … atau … BINATANG TERNAK …. yang TIDAK “berpikir” … Al A’raf:176 ————————————— TAKWA itu harus dengan AKAL …. Al Baqarah:197 … BUKAN hanya TAKLID (ikut-ikutan saja …. {Al Baqarah:166} ———————————————– ﴾ Al A’raf:176 ﴿ Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan AYAT-AYAT itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti ANJING jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka BERFIKIR ———————- ﴾ Al A’raf:179 ﴿ Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi TIDAK dipergunakannya untuk MEMAHAMI (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai BINATANG TERNAK, bahkan mereka lebih SESAT lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. | Islam dan Sains-Edy

Allah MURKA … kepada Orang yang TIDAK menggunakan AKALnya … Yunus:100 ————————- …. TANDA kekuasaan dan PERINGATAN Allah … tidak DIPIKIRKAN ..mempelajari AYAT-AYAT Allah … harus dengan AKALnya … bukan dengan TAKLID (ikut-ikutan saja) … apa gunanya AKAL?? ————————– agama adalah akal … tidak PUNYA akal {= GILA/ crazy/ schyzoprenia} TIDAK perlu agama = manusia HARUS menggunakan potensi AKALnya = jangan sampai TAKLID BUTA …… hanya IKUT-ikutan manusia lain TANPA menggunakan AKAL yang telah diBERIKAN Allah…. sehingga BESOK bila masuk neraka …. HANYA … menyalahkan PEMIMPIN yang diikutinya (taklid BUTA pada pemimpin itu) ————————————— ﴾ Yunus:100 ﴿ Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan keMURKAan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. ﴾ Yunus:101 ﴿ Katakanlah: “Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman”. ﴾ Yunus:102 ﴿ Mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang SAMA dengan KEJADIAN-KEJADIAN(yang menimpa) orang-orang yang telah TERDAHULU sebelum mereka. Katakanlah: “Maka tunggulah, sesungguhnya akupun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu” ——————————— jangan seperti ANJING … atau … BINATANG TERNAK …. yang TIDAK “berpikir” … Al A’raf:176 ————————————— TAKWA itu harus dengan AKAL …. Al Baqarah:197 … BUKAN hanya TAKLID (ikut-ikutan saja …. {Al Baqarah:166} ———————————————– ﴾ Al A’raf:176 ﴿ Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan AYAT-AYAT itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti ANJING jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka BERFIKIR ———————- ﴾ Al A’raf:179 ﴿ Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi TIDAK dipergunakannya untuk MEMAHAMI (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai BINATANG TERNAK, bahkan mereka lebih SESAT lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Allah MURKA … kepada Orang yang TIDAK menggunakan AKALnya … Yunus:100
————————-
…. TANDA kekuasaan dan PERINGATAN Allah … tidak DIPIKIRKAN
..mempelajari AYAT-AYAT Allah … harus dengan AKALnya … bukan dengan TAKLID (ikut-ikutan saja) … apa gunanya AKAL??
————————–
agama adalah akal … tidak PUNYA akal {= GILA/ crazy/ schyzoprenia} TIDAK perlu agama = manusia HARUS menggunakan potensi AKALnya = jangan sampai TAKLID BUTA …… hanya IKUT-ikutan manusia lain TANPA menggunakan AKAL yang telah diBERIKAN Allah…. sehingga BESOK bila masuk neraka …. HANYA … menyalahkan PEMIMPIN yang diikutinya (taklid BUTA pada pemimpin itu)
—————————————
﴾ Yunus:100 ﴿
Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan keMURKAan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.
﴾ Yunus:101 ﴿
Katakanlah: “Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman”.
﴾ Yunus:102 ﴿
Mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang SAMA dengan KEJADIAN-KEJADIAN(yang menimpa) orang-orang yang telah TERDAHULU sebelum mereka. Katakanlah: “Maka tunggulah, sesungguhnya akupun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu”
———————————
jangan seperti ANJING … atau … BINATANG TERNAK …. yang TIDAK “berpikir” … Al A’raf:176
—————————————
TAKWA itu harus dengan AKAL …. Al Baqarah:197 … BUKAN hanya TAKLID (ikut-ikutan saja …. {Al Baqarah:166}

firqah 72 gol
———————————————–
﴾ Al A’raf:176 ﴿
Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan AYAT-AYAT itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti ANJING jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka BERFIKIR
———————-
﴾ Al A’raf:179 ﴿
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi TIDAK dipergunakannya untuk MEMAHAMI (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai BINATANG TERNAK, bahkan mereka lebih SESAT lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

TAKWA itu harus dengan AKAL …. Al Baqarah:197 … BUKAN hanya TAKLID (ikut-ikutan saja …. {Al Baqarah:166}

assaah = manusia extinction from earth (manusia yang dicabut nyawanya oleh malaikat many peoples … so much people.. karena terkena AZAB yang keras ) …

big bang 1 2 3
……………………………..
>>> berbeda dengan “kiamat” {kiamat/ {ٱلْقِيٰمَةِ}/kehancuran seluruh alam semesta = BIG CRUNCH} …. assaah = sebelum hari kiamat {Al Israa’:58} …

>> sedang terjemahan dibuat sama …. assaah { ٱلسَّاعَةَ} = kiamat = kiamat/ {ٱلْقِيٰمَةِ}
……………………………..
﴾ Al Israa’:58 ﴿
Tak ada suatu negeripun, melainkan Kami membinasakannya SEBELUM hari kiamat {ٱلْقِيٰمَةِ}atau Kami azab dengan AZAB YANG SANGAT KERAS. Yang demikian itu telah TERTULIS di dalam KITAB (Lauh Mahfuzh).
………………………………………
﴾ Yusuf:107 ﴿
Apakah mereka merasa aman {أَفَأَمِنُوٓا۟} bahwa {أَن} datang kepada mereka {تَأْتِيَهُمْ} meliputi {غٰشِيَةٌ} dari {مِّنْ} siksa {عَذَابِ} Allah {ٱللَّـهِ}, atau {أَوْ} datang kepada mereka {تَأْتِيَهُمُ} ASSAAH {kiamat/ٱلسَّاعَةُ} dengan mendadak {tiba-tiba/بَغْتَةً}, sedang mereka {وَهُمْ} TIDAK {لَا} MEREKA menyadarinya{يَشْعُرُونَ}
—————————
﴾ Az Zukhruf:66 ﴿
Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan hari kiamat { ٱلسَّاعَةَ} kepada mereka dengan tiba-tiba { بَغْتَةً} sedang mereka TIDAK { لَا} menyadarinya { يَشْعُرُونَ}.
————————
﴾ Muhammad:18 ﴿
Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (ٱلسَّاعَةَ) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba { بَغْتَةً}, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya {SYARAT-syaratnya/ أَشْرَاطُهَا}. Maka apakah faedahnya {maka bagaimana/ فَأَنَّىٰ} bagi mereka { لَهُمْ} apabila { إِذَا} ia datang kepada mereka { جَآءَتْهُمْ}peringatan mereka { ذِكْرَىٰهُمْ}?

………………………….assaah = AZAB/ bencana/ Siksaan di DUNIA yang membuat banyak manusia MATI/ dicabut nyawanya oleh malaikat ………………………

now next d

﴾ Al Qamar:44 ﴿ …< < < < < < < <
Atau apakah mereka mengatakan: “Kami adalah “SATU GOLONGAN yang BERSATU” {united} yang pasti MENANG {dapat menolong/menang/ مُّنتَصِرٌ}”.
﴾ Al Qamar:45 ﴿ … < < < < < < < < <
Golongan itu pasti akan diKALAHkan dan mereka akan mundur ke belakang.
﴾ Al Qamar:46 ﴿ … < < < < < < < < < <
Sebenarnya hari KIAMAT {=assaah/ ٱلسَّاعَةُ} itulah ‘HARI yang DIJANJIkan” kepada mereka dan kiamat itu {assaah/saat itu/ ٱلسَّاعَةُ} lebih dahsyat dan lebih pahit.

———————-
bobodh pintar

agama adalah akal … tidak PUNYA akal {= GILA/ crazy/ schyzoprenia} TIDAK perlu agama = manusia HARUS menggunakan potensi AKALnya = jangan sampai TAKLID BUTA = hanya IKUT-ikutan manusia lain TANPA menggunakan AKAL yang telah diBERIKAN …. sehingga BESOK bila masuk neraka …. HANYA … menyalahkan PEMIMPIN yang diikutinya (taklid BUTA pada pemimpin itu)

﴾ Qaaf:37 ﴿
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai AKAL atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.

ANJING JULUR LIDAH 1

﴾ Al Baqarah:197 ﴿ <<< TAKWA dengan menggunakan AKAL … BUKAN hanya TAKLID (ikut-ikutan saja …. {Al Baqarah:166}

(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan berTAKWAlah kepada-Ku hai orang-orang yang berAKAL.

Dalam satu riwayat: “Janganlah taklid kepada siapapun dalam urusan agama, apa saja yang datang dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya maka ambilah ia, adapun terhadap orang sesudah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya (tabi’in) seseorang boleh memilih pendapatnya.” Dan Beliau juga berkata: “Para pengikut itu adalah orang yang mengikuti ajaran Nabi dan perkataan para shahabat, setelah itu ucapan para tabi’in boleh dipilih.” [Abu Dawud dalam Masaa`il al-Imam Ahmad (hlm. 276-277)]

﴾ An Nahl:63 ﴿
Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih.

﴾ Al Baqarah:166 ﴿ <<< taklid buta kepada yang DIIKUTI
(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.

Views All Time
Views All Time
1662
Views Today
Views Today
3
About Edy Methek 211 Articles
sampaikanlah ... ayat-ayat Allah

2 Comments on Allah MURKA … kepada Orang yang TIDAK menggunakan AKALnya … Yunus:100 ————————- …. TANDA kekuasaan dan PERINGATAN Allah … tidak DIPIKIRKAN ..mempelajari AYAT-AYAT Allah … harus dengan AKALnya … bukan dengan TAKLID (ikut-ikutan saja) … apa gunanya AKAL?? ————————– agama adalah akal … tidak PUNYA akal {= GILA/ crazy/ schyzoprenia} TIDAK perlu agama = manusia HARUS menggunakan potensi AKALnya = jangan sampai TAKLID BUTA …… hanya IKUT-ikutan manusia lain TANPA menggunakan AKAL yang telah diBERIKAN Allah…. sehingga BESOK bila masuk neraka …. HANYA … menyalahkan PEMIMPIN yang diikutinya (taklid BUTA pada pemimpin itu) ————————————— ﴾ Yunus:100 ﴿ Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan keMURKAan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. ﴾ Yunus:101 ﴿ Katakanlah: “Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman”. ﴾ Yunus:102 ﴿ Mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang SAMA dengan KEJADIAN-KEJADIAN(yang menimpa) orang-orang yang telah TERDAHULU sebelum mereka. Katakanlah: “Maka tunggulah, sesungguhnya akupun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu” ——————————— jangan seperti ANJING … atau … BINATANG TERNAK …. yang TIDAK “berpikir” … Al A’raf:176 ————————————— TAKWA itu harus dengan AKAL …. Al Baqarah:197 … BUKAN hanya TAKLID (ikut-ikutan saja …. {Al Baqarah:166} ———————————————– ﴾ Al A’raf:176 ﴿ Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan AYAT-AYAT itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti ANJING jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka BERFIKIR ———————- ﴾ Al A’raf:179 ﴿ Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi TIDAK dipergunakannya untuk MEMAHAMI (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai BINATANG TERNAK, bahkan mereka lebih SESAT lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

  1. “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka Itulah orang-orang yang lalai.” [QS: Al A’raf: 179]

    Allah menyebut golongan tak tahu diri ini dengan sebutan binatang ternak, bahkan lebih hina lagi. Mengapa demikian? Mari kita renungkan.

    Pernahkah pembaca sekalian memelihara hewan, sebutlah ayam misalnya. Jika setiap pagi kita memberi makan ayam tersebut dan memanggilnya dengan panggilan tertentu (siulan contohnya), maka setelah lewat sebulan dua bulan, ayam akan mendatangi kita, ketika bersiul, meskipun bukan jam makan, meskipun bukan di pagi hari. Perilaku ini berlaku hampir pada seluruh hewan seperti anjing, kuda, kerbau, kucing dan lain sebagainya.

    Lalu bagaimanakah dengan manusia? Allah bukan saja memberikan makan kepada kita sekali dalam sehari. Karunianya tiada terbilang dengan alat cacah dan alat ukur apapun. Karunianya seutuh bumi dan seluas semesta. Tapi apakah yang kita lakukan ketika Ia memanggil…”Hayya ‘alash sholaaah… Hayya ‘alash sholaaah.” Adakah kita bersegera seperti ayam mendatangi siulan tuannya. Jika tidak, benarlah bahwa kita bahwa sesungguhnya sindiran al-Quran, bahwa selama ini kita (maaf) tidak jauh, bahkan lebih sesat dari binatang ternak.

    Hanya kadang kadangkala manusia bersilat lidah membela dirinya. Ia berdalih, menalar untuk membungkan nurani, bahwa yang ia lakukan baik adanya. Membawa mashlahat besar bagi sesama. Padahal Allah Yang Maha Tahu sudah membaca alibinya, sehingga ia mengancam para pelakunya dengan seburuk-buruk siksa,

  2. “Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? “Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.” (QS. Al Kahfi: 103-105).

    Semoga kita bukan masuk bagian golongan yang disindir Allah lebih buruk dari binatang ternak akibat menyia-nyiakan kesempatan, waktu untuk beramal dan mengabdi kepada Allah Subhanahu Wata’ala sehingga hanya ujungnya masuk neraka tanpa sedikitpun amal-amal yang akan mengangkat kita.

Leave a Reply