Loading
Teknologi Militer Zaman Khilafah {1} ….. sangat MAJU dan MODERN ————————————– sebab akibat, tipu daya/teknologi,taktik,strategi, .. ditunjang PERALATAN TEMPUR … yg CANGGIH. .. maka TAK HERAN ….. mudah/dipermudah Allah meraih KEMENANGAN dalam menegakkan KALIMAT Allah ….. LAA ILAAHA ILLALLAH ——————————————– “Perang adalah tipudaya.” (Muttafaq ‘Alaih) —————————– Perang adalah tipuan” [Shahih Bukhari No. 3030, Shahih Muslim No. 1740] ———————— An-Nawawi berkata: “Ulama sepakat tentang bolehnya menipu orang kafir dalam peperangan bagaimanapun caranya, kecuali kalau sampai membatalkan perjanjian atau melanggar jaminan keamanan maka menipu tidak diperbolehkan.” (Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi : XII/45). ———————— Ibnu Hajar berkata: “Asal dari tipudaya adalah menampakkan hal yang berbeda dari sebenarnya. Hadits ini berisi peringatan untuk selalu waspada dalam perang dan anjuran untuk menipu orang kafir, siapa yang tidak menyadari tipudaya besar kemungkinan akan terkena dampak negatifnya. —————————– Ibnul ‘Arobi berkata: Tipuan dalam perang bisa berupa mengkelabui atau menyamar atau yang semisal. Hadits ini berisi isyarat untuk menggunakan akal dalam perang, bahkan itu lebih diperlukan daripada sekedar nyali, karena itu di sini diungkapkan dengan ungkapan pembatasan (hashr) sebagaimana sabda Rosululloh SAW: “Haji adalah Arofah.” Ibnul Munir berkata: “Makna perang adalah tipudaya artinya: Perang yang cantik dan dilakukan oleh pelaku yang handal adalah yang menggunakan tipudaya, bukan semata saling berhadap-hadapan, sebab perang frontal tinggi resikonya sedangkan tipudaya dapat dilakukan tanpa resiko bahaya.” (Fathul Bari [VI/158]). ———————- Wajib Memerangi Musuh yang Menyerang perintah memerangi musuh yang menyerang dan menahan diri dari mereka yang tidak menyerang. Hal tersebut seperti dikemukakan oleh Allah dalam firmann-Nya, “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Al-Baqarah: 190). “… Tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu, maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk melawan dan membunuh) mereka.” (An-Nisa’: 90). ——————————- Masa awal pemerintahan Islam, jihad sebagai metode mendasar penyebaran dakwah Islam telah menjadi bagian penting dari upaya membangun kekuatan Daulah Islam. Jihad adalah perang di jalan Allah untuk meninggikan kalimat Allah. Oleh sebab itu diperlukan persiapan baik logistik, formasi perang, strategi, komandan dan para pasukan serta persenjataan. Persenjataan mengharuskan adanya industri. —————————– Kewajiban ini dipahami menurut “dalalah iltizam atau kaidah ma la yatimmu al-wajib illa bihi fahuwa wajib”(suatu kewajiban yang tidak akan sempurna kecuali dengan adanya sesuatu maka sesuatu itu menjadi wajib hukumya). Jadi, mendirikan industri militer/perang wajib hukumnya berdasarkan mafhum dari dalil tersebut. ————————— | Islam dan Sains-Edy

Teknologi Militer Zaman Khilafah {1} ….. sangat MAJU dan MODERN ————————————– sebab akibat, tipu daya/teknologi,taktik,strategi, .. ditunjang PERALATAN TEMPUR … yg CANGGIH. .. maka TAK HERAN ….. mudah/dipermudah Allah meraih KEMENANGAN dalam menegakkan KALIMAT Allah ….. LAA ILAAHA ILLALLAH ——————————————– “Perang adalah tipudaya.” (Muttafaq ‘Alaih) —————————– Perang adalah tipuan” [Shahih Bukhari No. 3030, Shahih Muslim No. 1740] ———————— An-Nawawi berkata: “Ulama sepakat tentang bolehnya menipu orang kafir dalam peperangan bagaimanapun caranya, kecuali kalau sampai membatalkan perjanjian atau melanggar jaminan keamanan maka menipu tidak diperbolehkan.” (Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi : XII/45). ———————— Ibnu Hajar berkata: “Asal dari tipudaya adalah menampakkan hal yang berbeda dari sebenarnya. Hadits ini berisi peringatan untuk selalu waspada dalam perang dan anjuran untuk menipu orang kafir, siapa yang tidak menyadari tipudaya besar kemungkinan akan terkena dampak negatifnya. —————————– Ibnul ‘Arobi berkata: Tipuan dalam perang bisa berupa mengkelabui atau menyamar atau yang semisal. Hadits ini berisi isyarat untuk menggunakan akal dalam perang, bahkan itu lebih diperlukan daripada sekedar nyali, karena itu di sini diungkapkan dengan ungkapan pembatasan (hashr) sebagaimana sabda Rosululloh SAW: “Haji adalah Arofah.” Ibnul Munir berkata: “Makna perang adalah tipudaya artinya: Perang yang cantik dan dilakukan oleh pelaku yang handal adalah yang menggunakan tipudaya, bukan semata saling berhadap-hadapan, sebab perang frontal tinggi resikonya sedangkan tipudaya dapat dilakukan tanpa resiko bahaya.” (Fathul Bari [VI/158]). ———————- Wajib Memerangi Musuh yang Menyerang perintah memerangi musuh yang menyerang dan menahan diri dari mereka yang tidak menyerang. Hal tersebut seperti dikemukakan oleh Allah dalam firmann-Nya, “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Al-Baqarah: 190). “… Tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu, maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk melawan dan membunuh) mereka.” (An-Nisa’: 90). ——————————- Masa awal pemerintahan Islam, jihad sebagai metode mendasar penyebaran dakwah Islam telah menjadi bagian penting dari upaya membangun kekuatan Daulah Islam. Jihad adalah perang di jalan Allah untuk meninggikan kalimat Allah. Oleh sebab itu diperlukan persiapan baik logistik, formasi perang, strategi, komandan dan para pasukan serta persenjataan. Persenjataan mengharuskan adanya industri. —————————– Kewajiban ini dipahami menurut “dalalah iltizam atau kaidah ma la yatimmu al-wajib illa bihi fahuwa wajib”(suatu kewajiban yang tidak akan sempurna kecuali dengan adanya sesuatu maka sesuatu itu menjadi wajib hukumya). Jadi, mendirikan industri militer/perang wajib hukumnya berdasarkan mafhum dari dalil tersebut. —————————

Teknologi Militer  Zaman Khilafah {1} ….. sangat MAJU dan MODERN

————————————–
sebab akibat, tipu daya/teknologi,taktik,strategi, .. ditunjang PERALATAN TEMPUR … yg CANGGIH. .. maka TAK HERAN ….. mudah/dipermudah Allah meraih KEMENANGAN dalam menegakkan KALIMAT Allah ….. LAA ILAAHA ILLALLAH
——————————————–

Perang adalah tipudaya.” (Muttafaq ‘Alaih)
—————————–
Perang adalah tipuan”
[Shahih Bukhari No. 3030, Shahih Muslim No. 1740]
————————
perang islam modern

An-Nawawi berkata: “Ulama sepakat tentang bolehnya menipu orang kafir dalam peperangan bagaimanapun caranya, kecuali kalau sampai membatalkan perjanjian atau melanggar jaminan keamanan maka menipu tidak diperbolehkan.” (Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi : XII/45).————————

Ibnu Hajar berkata: “Asal dari tipudaya adalah menampakkan hal yang berbeda dari sebenarnya. Hadits ini berisi peringatan untuk selalu waspada dalam perang dan anjuran untuk menipu orang kafir, siapa yang tidak menyadari tipudaya besar kemungkinan akan terkena dampak negatifnya.
—————————–
Ibnul ‘Arobi berkata: Tipuan dalam perang bisa berupa mengkelabui atau menyamar atau yang semisal. Hadits ini berisi isyarat untuk menggunakan akal dalam perang, bahkan itu lebih diperlukan daripada sekedar nyali, karena itu di sini diungkapkan dengan ungkapan pembatasan (hashr) sebagaimana sabda Rosululloh SAW: “Haji adalah Arofah.” Ibnul Munir berkata: “Makna perang adalah tipudaya artinya: Perang yang cantik dan dilakukan oleh pelaku yang handal adalah yang menggunakan tipudaya, bukan semata saling berhadap-hadapan, sebab perang frontal tinggi resikonya sedangkan tipudaya dapat dilakukan tanpa resiko bahaya.” (Fathul Bari [VI/158]).
———————-
Wajib Memerangi Musuh yang Menyerang
perintah memerangi musuh yang menyerang dan menahan diri dari mereka yang tidak menyerang. Hal tersebut seperti dikemukakan oleh Allah dalam firmann-Nya, “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Al-Baqarah: 190).
“… Tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu, maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk melawan dan membunuh) mereka.” (An-Nisa’: 90).

——————————-

Masa awal pemerintahan Islam, jihad sebagai metode mendasar penyebaran dakwah Islam telah menjadi bagian penting dari upaya membangun kekuatan Daulah Islam. Jihad adalah perang di jalan Allah untuk meninggikan kalimat Allah. Oleh sebab itu diperlukan persiapan baik logistik, formasi perang, strategi, komandan dan para pasukan serta persenjataan. Persenjataan mengharuskan adanya industri.
—————————–

Kewajiban ini dipahami menurut “dalalah iltizam atau kaidah ma la yatimmu al-wajib illa bihi fahuwa wajib”(suatu kewajiban yang tidak akan sempurna kecuali dengan adanya sesuatu maka sesuatu itu menjadi wajib hukumya). Jadi, mendirikan industri militer/perang wajib hukumnya berdasarkan mafhum dari dalil tersebut.
—————————

Manjaniq (swing-beam)

manjaniq 1

Manjaniq pertama kali digunakan oleh kaum Muslim pada peristiwa pengepungan Bani Thaif. Adalah Salman Al-Farisi, seorang Persia yang masuk Islam di masa Rasulullah SAW, orang pertama yang memproduksi senjata ini atas perintah Nabi SAW.

Manjaniq merupakan mesin balok pengayun yang dioperasikan oleh orang-orang yang menarik tali pada satu sisi balok sehingga ujung yang lain akan berayun sangat kuat dan menembakkan misil dari tali yang menempel pada ujungnya.

Manjaniq sebenarnya telah dikenal sebelum masa penaklukan Islam. Bangsa Avar pernah menggunakannya pada penyerbuan Thessalonica di tahun 597 M. Bahkan mesin pelontar ini dipercayai dicipta pertama kali oleh China antara abad ke-5 dan ke-3 SM, dan sampai ke Eropa sekitar 500 M. Lalu pada masa pemerintahan Islam, Salman mengusulkannya kepada Nabi SAW sebagai senjata perang, seperti yang diriwayatkan dalam Sirah al-Halabiyah.

“Hingga pada hari pecahnya dinding benteng Thaif,” demikian Ibnu Hisyam meriwayatkan dalam kitab Sirah-nya, “Sekelompok sahabat Rasulullah SAW masuk ke dalam bawah dababah, lalu mereka berusaha masuk ke dalam dinding benteng Thaif agar mereka bisa membakar pintu benteng. Bani Tsaqif lalu melemparkan potongan-potongan besi yang telah dipanaskan dengan api sehingga membakar dababah yang ada dibawahnya, kemudian Bani Tsaqif melempari mereka dengan anak panah sehingga beberapa orang gugur.”

Atas usulan Salman ini, Nabi SAW langsung mengangkatnya sebagai mudir untuk mengelola industri militer dan memproduksi manjaniq untuk memperkokoh kekuatan pasukan artileri yang dipersiapkan untuk terjun ke medan tempur.

Pedang Damaskus (sword of Damascus)

pedang damaskus 1

Dihiasi dengan ornamen garis bergelombang, lentur, ringan, dan mampu menembus baju zirah, menjadikan pedang damaskus salah satu senjata perang paling bersejarah.

Pedang ini diproduksi di Damaskus pada abad ke-12 M. Eropa lalu mencoba membuat yang serupa dengannya, namun hingga saat ini masih belum mampu meniru 100%. Bahkan dengan teknologi metalurgi sekalipun belum dapat membuat tandingan yang memiliki ketajaman yang sama dengan Pedang Damaskus ini.

Pedang yang pernah membuat gentar Pasukan Salib ini, memiliki semacam lapisan kaca di permukaannya. Sutra akan terbelah bila jatuh di atasnya. Pedang lain pun akan menemui nasib yang sama jika beradu dengannya. Tidak ada yang menyangka, bahwa ilmuwan Muslim telah menerapkan teknologi nano sejak seribu tahun yang lalu.

nano dmascus blade

Selama ratusan tahun, tidak ada yang mengetahui rahasia kehebatan pedang tanpa tanding ini. Adalah John D. Verhoeven, seorang profesor metalurgi modern dari Iowa State University yang berkolaborasi dengan Alfred H. Pendray, seorang tukang besi dari Florida, yang telah mencoba membuat pedang ini selama bertahun-tahun. Dari penerapan nanoteknologi bahan impurities (non-besi dan non-carbon) dalam adonan baja yang membentuk pola mirip aliran air yang dikenal dengan Multi Walled Carbon Nano Tube, barulah diketahui rahasia dibalik kehebatan pedang damaskus ini.

Teknologi pembuatan mesiu (gunpowder)

mesiu 2

Tidak hanya dalam seni membuat pedang, kaum Muslim juga mampu mengembangkan teknologi pembuatan mesiu. Walaupun senyatanya bubuk mesiu pertama kali ditemukan di China yang digunakan sebagai alat pembakaran pada abad 9 M, dua abad sebelumnya seorang ahli kimia Muslim Khalid bin Yazzid telah mengenal lebih dulu potassium nitrat (KNO3), bahan utama pembuat mesiu.

Eropa baru mengenal mesiu setelah dibawa oleh pasukan Mongol pada tahun 1240 M. Dan selanjutnya dikembangkan menjadi bahan peledak, misalnya untuk mendorong peluru, kemudian seabad setelahnya disempurnakan menjadi senjata api.

Jauh sebelum Eropa mengembangkan teknologi pembuatan mesiu, ilmuwan-ilmuwan Muslim telah lebih dulu mencobanya. Banyak ilmuwan Muslim yang menguasai teknik pemurnian potassium, sebuah teknik yang tak diketahui oleh orang-orang China. Jabir Ibnu Hayyan (wafat tahun 815 M), Abu Bakar Al-Razi (wafat tahun 932M), dan Hasan Al-Rammah adalah ilmuwan-ilmuwan Muslim yang telah menguasai teknik ini dan telah dijelaskan di dalam karya-karya mereka. Teknik pemurnian ini dilakukan agar potassium bisa digunakan sebagai bahan peledak.

tembak mesiu 2

Pemurnian potassium ini pernah diklaim Barat sebagai temuan Roger Bacon. Namun klaim ini dipatahkan sendiri oleh ilmuwan Barat lainnya yaitu Partington. Hasan Al-Rammah telah menjelaskan proses ini secara rinci di dalam karyanya Al-Furusiyyah wa Al-Manasib Al-Harbiyyah. Penguasaan Al-Rammah atas penggunaan bubuk mesiu sangat luar biasa. Ia telah berhasil menulis sebanyak 107 rumus atau resep penggunaan mesiu. 22 resep diantaranya diracik khusus untuk membuat roket.

Saat Perang Salib meletus tahun 1249 M, Raja Louis IX dan para pasukannya pernah merasakan kehebatan moncong meriam dan roket kaum Muslim. Betapa hebatnya dampak proyektil yang ditembakkan pasukan Muslim, membuat Raja Louis IX kewalahan dan akhirnya takluk. Peristiwa itu diakui sendiri oleh Jean de Joinville, salah seorang perwira tentara Perang Salib.

The Mohammed’s greats gun

great gun

Inilah salah satu senjata paling fenomenal yang digunakan dalam perang paling menakjubkan sepanjang sejarah. The Mohammed’s greats gun, itulah sebutan senjata yang dibuat pada tahun lampau ini. Meriam ini dibuat sebagai jawaban atas keinginan Muhammad al-Fatih untuk menjebol benteng pertahanan Konstantinopel.

“Aku dapat membuat meriam tembaga dengan kapasitas seperti yang anda inginkan,” kata Orban, seorang ahli insinyur yang diundang Al-Fatih ke Adrianopel, “Aku telah mengamati secara detail tembok di Konstantinopel. Aku tidak hanya akan memporak-porandakan tembok itu dengan senjataku. Bahkan, tembok Babilonia pun akan hancur karenanya.”

great gun 2

Tentu saja hal ini disambut gembira oleh Muhammad Al-Fatih. Impian untuk mewujudkan bisyarah Rasulullah SAW (tentang takluknya Konstantinopel) sudah di depan mata. Maka dijalankanlah proyek tersebut dan senjata terbesar di dunia yang pernah ada pada masanya akhirnya berada dalam genggaman Muhammad Al-Fatih. Memiliki panjang 8,2 meter, diameter 76 cm, dengan berat 18,2 ton, meriam ini sanggup melontarkan bola besi padat berdiameter 70 cm dengan berat 680 kg sejauh 1,6 km.

Militer hebat, negarapun kuat

“Pasukan Utsmaniy sangat cepat gerakannya,” ujar Bertrand de Broquiere, seorang pengembara asal Perancis,“Seratus pasukan Kristen akan jauh lebih gaduh dari sepuluh ribu pasukan Utsmaniy. Tatkala genderang perang telah ditabuh, maka dengan segera mereka akan bergerak, mereka tidak akan berhenti melangkah hingga komando dikeluarkan. Mereka adalah pasukan yang terlatih. Dalam semalam mereka mampu melakukan tiga kali lipat perjalanan yang dilakukan oleh musuh-musuhnya orang-orang Kristen.”

Kaum Muslim memang telah berhasil membangun angkatan bersenjata yang kuat dan pasukan yang terlatih. Walaupun tidak bisa dikatakan bahwa militer sebagai satu-satunya faktor penentu kemenangan di medan perang, tetapi ia merupakan salah satu sebab di antara sebab-sebab yang mengantarkan kepada kemenangan. Maka tak heran jika Rasulullah SAW sangat memperhatikan strategi perang, kekuatan pasukan, dan persenjataan di setiap peperangan. Dan selanjutnya juga menjadi perhatian para Khalifah pada masa sesudahnya.

babilone die

Di masa Abbasiyah, sebagaimana yang dituturkan oleh Philip K. Hitti, “Tentara kaum Muslim terdiri dari pasukan infanteri (harbiyah) yang bersenjatakan tombak, pedang dan perisai, pasukan panah (ramiyah) dan kavaleri (fursan) yang mengenakan pelindung kepala dan dada, serta bersenjatakan tombak dan kapak. Tiap pasukan pemanah membawa pelontar nafa (naffathun), mengenakan pakaian anti api dan melontarkan bahan mudah terbakar ke pasukan musuh.”

Ibnu Shabir al-Manjaniqi, seorang arsitek kondang pada masa an-Nashir (1180 – 1225), telah menulis sebuah buku tentang teknik dan seni peperangan. Pada masa itu juga, para arsitek telah membangun mesin pengepung, seperti katapul, pelontar, dan pendobrak.

Tak hanya tangguh di darat, tentara kaum Muslim pun hebat di laut. Mu’awiyah adalah khalifah pertama yang melancarkan jihad melalui lautan. Kemudian pada masa Khalifah Abdul Malik, industri peralatan maritim untuk pertama kalinya dibangun di Tunisia.

“Dari sana, penaklukan atas Sisilia diberangkatkan,” demikian Ibnu Khaldun menceritakan dalam Muqaddimah-nya, “Dan pada masa itu pula ditaklukkan Qusharrat. Setelah itu di bawah Bani Ubaidi dan Bani Umayyah, armada Ifriqiyah dan Andalusia terus-menerus bergantian menaklukkan kota demi kota.”

gempur benteng 2

“Selama masa pemerintahan Daulah Islamiyah,” lanjut Ibnu Khaldun, “kaum Muslim menaklukkan seluruh sisi lautan. Kekuasaan dan dominasi mereka semakin luas. Bangsa Kristen tak dapat berbuat apa-apa terhadap armada kaum Muslim, dimana pun di Laut Tengah. Sepanjang waktu, kaum Muslim mengarungi gelombang untuk menguasai semua semenanjung yang membujur di pantai Laut Tengah, seperti Mayorca, Minorca, Ibiza, Sardinia, Sisilia, Pantelleria, Malta, Crete, Cypus, dan semua provinsi Mediterranean Romawi dan Franka.”

Penaklukan dan penyebaran Islam yang begitu massif bukanlah semata-mata karena militer yang kuat, tetapi faktor utama semua itu adalah ideologi Islam. Motivasinya pun bukan lantaran memburu ghanimah (harta rampasan perang) atau sumber daya alam. Semua wilayah yang akan ditaklukkan sama di mata kaum Muslim, baik kaya maupun miskin. Seperti Afrika Utara yang tak punya kekayaan apapun, kaum Muslim dengan penuh keyakinan masuk kesana dan menyebarkan Islam.

Sungguh, suatu saat nanti musuh-musuh Islam akan terperangah menyaksikan kekuatan kaum Muslim bangkit kembali. Mereka akan menggenggam Timur dan Barat sebagaimana orang-orang sebelum mereka. Islam akan masuk sedemikian cepat ke dalam setiap rumah dengan segenap kemuliaannya.

“Sungguh perkara agama ini,” demikian Rasulullah SAW mensabdakan dalam riwayat Imam Ahmad, “Akan sampai ke seluruh dunia sebagaimana sampainya malam dan siang. Allah tidak akan membiarkan satu rumahpun, baik di tengah penduduk kota atau di tengah penduduk kampung, kecuali Allah akan memasukkan agama ini ke dalamnya dengan kemuliaan yang dimuliakan dan kehinaan yag dihinakan, kemuliaan yang dengannya Allah memuliakan Islam dan kehinaan yang dengannya Allah menghinakan kekufuran.”

sumber [www.globalmuslim.web.id]

Views All Time
Views All Time
847
Views Today
Views Today
1
About Edy Methek 211 Articles
sampaikanlah ... ayat-ayat Allah

2 Comments on Teknologi Militer Zaman Khilafah {1} ….. sangat MAJU dan MODERN ————————————– sebab akibat, tipu daya/teknologi,taktik,strategi, .. ditunjang PERALATAN TEMPUR … yg CANGGIH. .. maka TAK HERAN ….. mudah/dipermudah Allah meraih KEMENANGAN dalam menegakkan KALIMAT Allah ….. LAA ILAAHA ILLALLAH ——————————————– “Perang adalah tipudaya.” (Muttafaq ‘Alaih) —————————– Perang adalah tipuan” [Shahih Bukhari No. 3030, Shahih Muslim No. 1740] ———————— An-Nawawi berkata: “Ulama sepakat tentang bolehnya menipu orang kafir dalam peperangan bagaimanapun caranya, kecuali kalau sampai membatalkan perjanjian atau melanggar jaminan keamanan maka menipu tidak diperbolehkan.” (Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi : XII/45). ———————— Ibnu Hajar berkata: “Asal dari tipudaya adalah menampakkan hal yang berbeda dari sebenarnya. Hadits ini berisi peringatan untuk selalu waspada dalam perang dan anjuran untuk menipu orang kafir, siapa yang tidak menyadari tipudaya besar kemungkinan akan terkena dampak negatifnya. —————————– Ibnul ‘Arobi berkata: Tipuan dalam perang bisa berupa mengkelabui atau menyamar atau yang semisal. Hadits ini berisi isyarat untuk menggunakan akal dalam perang, bahkan itu lebih diperlukan daripada sekedar nyali, karena itu di sini diungkapkan dengan ungkapan pembatasan (hashr) sebagaimana sabda Rosululloh SAW: “Haji adalah Arofah.” Ibnul Munir berkata: “Makna perang adalah tipudaya artinya: Perang yang cantik dan dilakukan oleh pelaku yang handal adalah yang menggunakan tipudaya, bukan semata saling berhadap-hadapan, sebab perang frontal tinggi resikonya sedangkan tipudaya dapat dilakukan tanpa resiko bahaya.” (Fathul Bari [VI/158]). ———————- Wajib Memerangi Musuh yang Menyerang perintah memerangi musuh yang menyerang dan menahan diri dari mereka yang tidak menyerang. Hal tersebut seperti dikemukakan oleh Allah dalam firmann-Nya, “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Al-Baqarah: 190). “… Tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu, maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk melawan dan membunuh) mereka.” (An-Nisa’: 90). ——————————- Masa awal pemerintahan Islam, jihad sebagai metode mendasar penyebaran dakwah Islam telah menjadi bagian penting dari upaya membangun kekuatan Daulah Islam. Jihad adalah perang di jalan Allah untuk meninggikan kalimat Allah. Oleh sebab itu diperlukan persiapan baik logistik, formasi perang, strategi, komandan dan para pasukan serta persenjataan. Persenjataan mengharuskan adanya industri. —————————– Kewajiban ini dipahami menurut “dalalah iltizam atau kaidah ma la yatimmu al-wajib illa bihi fahuwa wajib”(suatu kewajiban yang tidak akan sempurna kecuali dengan adanya sesuatu maka sesuatu itu menjadi wajib hukumya). Jadi, mendirikan industri militer/perang wajib hukumnya berdasarkan mafhum dari dalil tersebut. —————————

  1. Umar bin khattab radiallahu ‘anhu adalah salah satu pemimpin fenomenal. Khalifah berjuluk amirul mukminin ini memiliki kecerdasan yang tinggi, berperangai keras, pemberani, dengan tubuh yang tinggi dan kuat.

    Inilah yang membuat khalifah kedua ini sukses menakhlukan banyak negeri pada masa kepemimpinannya. Umar berhasi menguasai wilayah Samarkand hingga libya bagian barat, kemudian seluruh wilayah Syam dan terus terbentang hingga wilayah selatan.

  2. Umar bin Khatab membuat kebiijakan memukau untuk mengatur seluruh wilayah dalam naungan panji Islam. Khusus bidang militer, kebijakan Umar ini diikuti berbagai negara dan bertahan hingga saat ini. Berikut lima Kebijakan Militer Umar Bin Khatab yang memukau dunia.

    1. Membuat Pangkalan Militer
    Umar Bin Khatab merupakan orang pertama dalam Islam yang membuat pangkalan-pangkalan militer dalam satu kota. Sebut saja kota kufah dan basrah di Irak. Pangkalan-pangkalan militer ini dibuat untuk memudahkan pasukan Islam yang memerlukan bantuan seperti misalnya pembinaan untuk menambah pasukan ke medan Jihad.

    Strategi militer seperti ini sudah banyak kita temukan saat ini termasuk Indonesia. Karena pangkalan militer sangat dibutuhkan dalam pertahanan suatu negara.

    Selain pangkalan militer, Umar bin Khatab juga membuat pos-pos militer di wilayah perbatasan.Umar bin Khatab memberikan perhatian yang sangat spesial kepada pasukan-pasukan di wilayah perbatasan. Baginya perbatasan merupakan sebuah pintu atau gerbang. Apabila pasukan di wilayah perbatasan gagal mempertahankan kedaulatan negara, maka musuh akan mudah masuk dan melancarkan aksi-aksinya untuk mengoyak kesatuan negara.

    Karena itulah, perhatian Umar bin Khatab terbuang lebih banyak kepada pasukan di wilayah perbatasan ini.

    2. Membentuk Laporan Harian Pasukan
    Setiap saat, Umar bin Khatab meminta panglimanya untuk melaporkan situasi dan kondisi pasukannya di medan perang dan jihad. Tidak hanya itu, laporan tersebut kemudian dianalisa dan diberikan panduan setiap hari, sehingga pasukannya akan bergerak sesuai dengan aba-aba beliau.

    3. Pergantian Pasukan Secara Berkala
    Umar bin Khatab juga menjadi pemimpin yang sangat perhatian terhadap individu pasukan. Hal ini berkaitan dengan kehadiran mereka ditengah-tengah keluarga. Jarak tempuh dan dan waktu pasukan, membuat waktu para pasukan harus berpisah berbulan-bulan dengan keluarga mereka. Umar bin Khatab harus membuat kebijakan untuk pasukannya untuk kembali pulang kepada keluarga secara berkala.

    Hal ini berawal ketika Umar bin Khatab berjalan di kota Madinah. Pada saat itu Ia bertemu dengan seorang wanita yang bersyair. Dalam Isi syairnya wanita tersebut menyebutkan kepedihannya karena tidak ada suaminya bersamanya. Wanita ini mengatakan bahwa ada kekosongan jiwa karena suaminya tidak ada bersamanya. Namun istri tersebut tetap setia karena Ia takut pada Allah dan kemuliaan suaminya.

    Maka malam ini Umar mengetuk rumah itu dan kemudian. Setelah yakin bahwa yang datang adalah Amirul Mukminin, maka wanita tersebut membukakannya. Kemudian Umar bin Khatab bertanya “Kemana suamimu?” kemudia wanita tersebut mengatakan bahwa suaminya pergi ke medan jihad.

    Umar kemudian mengirim surat kepada kepala pasukan untuk memulangkan satuannya. Meski kasusnya terjadi pada satu orang namun diduga ini juga terjadi pada keluarga lain.

    Umar bin Khatab kemudian membuat batasan seberapa lama pasukan boleh meninggalkan istri dan keluarganya. Untuk menentukan itu, maka Umar datang kepada putrinya untuk menanyakan berapa lama seorang wanita sabar ditinggal suaminya. Anaknya mengatakan satu bulan. Sedangkan batas maksimal adalah selama empat bulan.

    Sejak hari itu, Umar membuat keputusan bahwa pasukan yang diutus ke medan perang harus diganti satu bulan sekali untuk menemui istrinya dan keluarga.

    4. Sistem Upah Bagi Pasukan Militer
    Kebijakan militer selanjutnya adalah menetapkan sistem upah kepada pasukan militer. Tolak ukur sistem upah ini dibuat untuk membuat klasifikasi di tingkatan upah yang ada di zaman Umar. Yang pertama adalah dari tingkatan mereka dengan Rasulullah SAW.

    Pasukan yang tergabung sejak terjadinya perang badar mendapatkan gaji tertinggi. Pasukan ini mendapatkan 5000 dirham selama satu tahun. Satu dirham sama dengan 2,75 gram perak. Kalau di rupiahkan satu dirham berjumlah sekitar Rp. 70 ribu, sehingga totalnya sekitar 350 juta.

    Sementara itu mereka yang bergaji rendah adalah pasukan yang bergabung setelah perang Khandasiah. Perang ini terjadi pada masa Umar bin Khatab, saat umat muslim sudah berhasil menakhlukan Persia. Mereka mendapat upah 1000 dirham dalam satu tahun. Jika dirupiahkan nominalnya mencapai 70 juta rupiah dalam satu tahun.

    Itu adalah jumlah nominal uang yang diterima selain pakaian, makanan, dan masih banyak lagi yang diterima oleh para pasukan. Bahkan pada akhir hidupnya, Umar bin Khatab memberikan gambaran konsep upah yang lebih baik dari zamannya, yakni memberikan minimal 4000 dirham pada seluruh pasukannya. Sedangkan bagi mereka yang memiliki keahliaan atau mendapatkan keberhasilan tertentu, maka mereka harus diberi reward 500 dirham.

    5. Kebijakan Wajib Militer
    Kebijakan Umar bi Khatab lainnya adalah kebijakan wajib militer. Bahkan kebijakan ini masih tetap terjadi dibeberapa negara di dunia. Umar bin Khatab sangat ketat terhadap wajib militer ini. Mereka yang terpilih harus siap moril dan materil.

    Para panglima di pangkalan militer berhak memilih pasukan dari suku-suku yang dinilai mampu dan siap jiwa raga berjuang ke medan jihad demi memperjuangkan bangsa dan Islam.

Leave a Reply