Loading
Bukti Dinosaurus Punah karena Asteroid Impact Earth /HUJAN BATU/ hujan meteor ——————————————– Geolog mendapatkan bukti baru bahwa apa yang diduga memang benar. Para geolog menganalisis kawah tumbukan selebar 180 km di dekat kota Chicxulub, Meksiko. Hantaman asteroid berukuran 10 km itu melepaskan energi sebanyak 100 triliun ton TNT, miliaran kali bom Hiroshima dan Nagasaki. ——————————– Hasil analisis mengungkap, tumbukan yang membentuk kawah Chicxulub dan peristiwa K-T hanya selisih 33.000 tahun. Hasil ini diperoleh dengan teknik penanggalan radioaktif presisi tinggi, melihat proporsi radioaktif pada material di kawah tumbukan. ———————————- QS. Luqman (31) : 10: “Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik”……………………… “Allah menciptakan adam dengan tinggi enam puluh hasta“(HR.Bukhari)———————- ﴾ Ibrahim:19 ﴿ Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru, ……. | Islam dan Sains-Edy

Bukti Dinosaurus Punah karena Asteroid Impact Earth /HUJAN BATU/ hujan meteor ——————————————– Geolog mendapatkan bukti baru bahwa apa yang diduga memang benar. Para geolog menganalisis kawah tumbukan selebar 180 km di dekat kota Chicxulub, Meksiko. Hantaman asteroid berukuran 10 km itu melepaskan energi sebanyak 100 triliun ton TNT, miliaran kali bom Hiroshima dan Nagasaki. ——————————– Hasil analisis mengungkap, tumbukan yang membentuk kawah Chicxulub dan peristiwa K-T hanya selisih 33.000 tahun. Hasil ini diperoleh dengan teknik penanggalan radioaktif presisi tinggi, melihat proporsi radioaktif pada material di kawah tumbukan. ———————————- QS. Luqman (31) : 10: “Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik”……………………… “Allah menciptakan adam dengan tinggi enam puluh hasta“(HR.Bukhari)———————- ﴾ Ibrahim:19 ﴿ Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru, …….

Bukti Dinosaurus Punah karena Asteroid Impact Earth /HUJAN BATU/ hujan meteor

——————————————–
Geolog mendapatkan bukti baru bahwa apa yang diduga memang benar. Para geolog menganalisis kawah tumbukan selebar 180 km di dekat kota Chicxulub, Meksiko. Hantaman asteroid berukuran 10 km itu melepaskan energi sebanyak 100 triliun ton TNT, miliaran kali bom Hiroshima dan Nagasaki.
——————————–

Hasil analisis mengungkap, tumbukan yang membentuk kawah Chicxulub dan peristiwa K-T hanya selisih 33.000 tahun. Hasil ini diperoleh dengan teknik penanggalan radioaktif presisi tinggi, melihat proporsi radioaktif pada material di kawah tumbukan.
———————————-
ref Islam

QS. Luqman (31) : 10: “Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik”
——————-
Ibrahim:19 ﴿ Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru,
—————————————-

“Allah menciptakan adam dengan tinggi enam puluh hasta“(HR.Bukhari)
———————–

Jika kita hitung, satu hasta itu kira-kira sama dengan 18 inchi, dan 1 inchi sama dengan 2,54 cm. sehingga 1 hasta sama dengan 45,72 cm. maka dengan begitu tinggi nabi adam adalah 27,432 meter

kita lihat tingginya dinosaurus dan manusia sekarang:

kita dapat melihat bahwa manusia sekarang tingginya hanya sekaki t-rex ataupun spinosaurus,

tinggi man dino 1

Fakta yang terungkap lewat penelitian ini memperbarui hasil riset sebelumnya yang menyatakan bahwa selisih peristiwa K-T dengan tumbukan yang membentuk Chicxulub adalah antara 300.000 hingga 180.000 tahun.

“Kami menunjukkan bahwa tumbukan dan kepunahan massal terjadi dalam waktu berimpitan sehingga satu bisa didemonstrasikan dengan teknik penanggalan yang ada sekarang,” kata Paul Renne, seorang pakar geokronologi dan direktur Berkeley Geochronology Center di California.

hantaman dino

Meski tumbukan dan kepunahan massal terjadi dalam waktu berimpitan, tumbukan asteroid tidak bisa dikatakan sebagai satu-satunya penyebab kepunahan. Perubahan iklim yang terjadi jutaan tahun di masa itu juga berkonstribusi menggiring fauna di ambang kepunahan.

“Fenomena yang terjadi sebelumnya membuat ekosistem global menjadi lebih sensitif terhadap pemicu yang relatif kecil,” papar Renne seperti dikutip Livescience, Kamis (7/2/2013) lalu.
…………………….

Kemudian pada tahun 1991, geolog menemukan lokasi tumbukan: kawah berdiameter 180 km di sepanjang Semenanjung Yukatan, Meksiko. Mereka menamakannya Chicxulub, seperti nama kota terdekat.

Kawah itu tersembunyi di bawah tanah. Bagian utaranya berada di lepas pantai, terkubur di bawah 600m sedimen lautan.

Pada April 2016, ilmuwan memulai pengeboran sedalam dua kilometer di bagian kawah di lepas pantai, untuk mengambil sampel sedalam 3 meter. Mereka akan menganalisis sampel tersebut untuk melihat perubahan pada jenis batuan, mencari fosil dan bahkan DNA yang terperangkap di dalam bebatuan.

“Kami akan melihat apa yang kemungkinan besar merupakan samudera yang steril di ground zero tak lama setelah tumbukan, lalu kami dapat melihat bagaimana kehidupan muncul kembali,” kata seorang peneliti yang terlibat dalam pengeboran, Sean Garrick dari Institut Geofisika University of Texas.

kawah 1

Beberapa hal dapat diperkirakan tanpa mengebor ke dalam kawah.

Berdasarkan ukuran kawah, ilmuwan telah menghitung seberapa besar energi yang dihasilkan dari tumbukan asteroid.

Dengan informasi ini, Durda bersama David Kring dari Lunar and Planetary Institute di Texas, membuat simulasi kejadian detail tabrakan asteorid – dan memprediksi apa saja kejadian yang dipicu oleh tabrakan itu. Para peneliti kemudian menguji skenario tersebut dengan bukti fosil untuk menentukan apakah yang diprediksikan benar-benar terjadi.

“Semua perhitungan itu dilakukan dengan cermat,” kata paleobotanis Kirk Johnson, direktur Museum Smithsonian. “Kami dapat menyusun skenario detail, mulai dari momen tabrakan hingga menit, jam, hari, bulan, dan tahun-tahun setelah kejadian itu.”

earth impact

Berbagai penelitian mengungkap suatu bencana besar.

Asteroid melesat di udara dengan kecepatan lebih dari 40 kali kecepatan suara. Ketika menghantam bumi, batu dari luar angkasa itu menghasilkan ledakan yang setara dengan 100 triliun ton TNT, kira-kira tujuh miliar kali lebih kuat dari bom Hiroshima.

Tumbukan dengan permukaan bumi mengirimkan gelombang kejut ke sekitarnya.

Gelombang tsunami setinggi 100 hingga 300 meter menyapu Teluk Meksiko. Gempa berkekuatan 10 skala Richter menghancurkan garis pantai dan hempasan udara meratakan hutan dalam radius ribuan kilometer. Setelah itu, berton-ton batuan berjatuhan dari langit dan mengubur kehidupan yang tersisa.

“Meteor itu bagaikan peluru berdiameter 10km,” kata Johnson.

Namun dampak langsung ini bukan satu-satunya penyebab kepunahan massal.
…………………..
hujan batu mass

Ketika asteroid menghantam bumi, ia menguapkan bongkahan besar kerak bumi. Puing-puingnya terlempar bagaikan bulu-bulu api ke atas lokasi tubrukan, hingga ke langit.

“Bagaikan bola plasma yang menembus atmosfer sampai ruang angkasa,” kata Durda.

Puing-puing itu menyebar ke timur dan barat hingga menyelimuti seluruh permukaan bumi. Kemudian, karena masih terikat gravitasi, mereka jatuh kembali ke atmosfer bagaikan hujan.

Ketika mendingin, mereka terpadatkan menjadi triliunan butiran gelas berukuran seperempat milimeter. Butiran-butiran tersebut melesat ke permukaan bumi dengan kecepatan setara kecepatan pesawat ruang angkasa, membuat atmosfer begitu panas sehingga, di sejumlah tempat, tumbuh-tumbuhan darat terbakar.

“Pijar panas dari puing-puing yang kembali memasuki atmosfer menjadikan planet bumi seperti oven raksasa,” kata Johnson.
…………

Jelaga dari api, bercampur debu dari tubrukan, menghalangi cahaya matahari dan mengantarkan bumi ke musim dingin yang gelap berkepanjangan.

Selama beberapa bulan setelahnya, partikel-partikel kecil turun bagai gerimis ke tanah, menutupi seluruh permukaan planet dengan lapisan debu asteroid. Sekarang paleontolog dapat menemukan lapisan ini terawetkan bersama fosil. Ia menandakan “Batas Cretaceous-Paleogen (K-Pg)”, titik balik dalam sejarah planet kita.

Pada tahun 2015, Johnson menelusuri lapisan Batas K-Pg sejauh 177km di North Dakota, mencari fosil di sepanjang perjalanan. “Jika Anda melihat ke bawah lapisan ini, ada dinosaurus di mana-mana,” ujarnya. “Tapi jika Anda melihat ke atas, tidak ada dinosaurus.”

last dino

Di Amerika Utara, sebelum tubrukan Chicxulub, bukti fosil menggambarkan hutan kanopi yang rimbun, terjalin dengan rawa dan sungai; serta dipenuhi paku-pakuan, tumbuhan air, dan semak belukar.

Iklim di masa itu lebih hangat dari sekarang. Tidak es yang menutupi kutub, dan dinosaurus memenuhi daratan dari Alaska sampai Antartika.

“Alam penuh dengan kehidupan beraneka ragam seperti yang kita punya sekarang,” kata Durda. “Namun setelah tubrukan, ia jadi seperti di bulan. Gersang dan tandus.”

Saintis memperkirakan dampak asteroid dengan mempelajari lapisan K-Pg, yang telah mereka temukan di 300 lokasi di seluruh dunia.
……………………..

hutan burn 1

“Tak seperti proses geologi lainnya, dampak asteroid terasa dalam sekejap,” kata Johnson. “Setelah kita memastikan bahwa lapisan itu ialah debris dari kawah tubrukan asteroid, kita dapat melakukan perbandingan atas dan bawah, sebelum dan sesudah.”

Di dekat lokasi tubrukan, hewan dan tumbuhan mati akibat temperatur sangat tinggi, hempasan angin kuat, gempa, tsunami, atau batu-batuan yang jatuh dari langit. Di tempat yang jauh, banyak spesies menderita karena dampak berantai seperti kekurangan cahaya matahari.

Di habitat yang tidak hancur oleh api, panas ekstrem membunuh makanan bagi hewan dan hujan asam mencemari sumber air. Lebih parah lagi, puing-puing di udara membuat bumi gelap, menghentikan fotosintetis dan menghancurkan rantai makanan.

“Di darat, semua terbakar. Dan semua hewan besar kelaparan sampai mati,” kata Johnson.

hutan mati 1

Bukti fosil mengungkap bahwa tidak ada hewan yang lebih besar dari rakun berhasil bertahan hidup. Spesies bertubuh kecil punya peluang lebih besar untuk bertahan karena jumlah mereka lebih banyak, makan lebih sedikit, dan beranak-pinak lebih cepat.

Ekosistem air tawar tampaknya lebih berhasil dibandingkan ekosistem darat. Namun di lautan, seluruh rantai makanan hancur.

Dampak musim dingin lebih besar di belahan bumi yang memasuki musim semi. “Jika Anda menghentikan fotosintetis selama musim tumbuh, itu akan jadi masalah,” kata Johnson.

Bukti fosil mengindikasikan bahwa Amerika Utara dan Eropa bertahan lebih baik setelah bumi terbakar. Dari situ diperkirakan bahwa belahan bumi utara baru mulai memasuki musim dingin ketika asteroid datang.

Namun bahkan di area yang terkena dampak paling buruk, kehidupan perlahan kembali muncul tak lama kemudian.

bukti pasir
Batas Cretaceous-Paleogen yang ditemukan di Raton, New Mexico. Lapisan putih ialah debu dari tubrukan dan batuan di bawahnya berasal dari zaman Cretaceous.

“Ada dua sisi dalam persoalan kepunahan massal ini,” kata Kring. “Satu sisi adalah apa yang memusnahkan kehidupan? Sisi lainnya: hewan atau tumbuhan apa yang punya kemampuan bertahan hidup dan akhirnya memulihkan diri?”

Pemulihan itu butuh waktu panjang: ratusan atau ribuan tahun. Saintis memperkirakan bahwa, di lautan, butuh tiga juta tahun hingga aliran materi organik kembali normal.

Seperti halnya setelah kebakaran hutan di masa sekarang, tumbuhan paku-pakuan memenuhi lanskap yang hangus. Di ekosistem lainnya, alga dan lumut mendominasi.

Di wilayah yang lolos dari kehancuran terparah, beberapa spesies bertahan dan berkembang biak. Di laut, hiu, buaya, dan beberapa jenis ikan berhasil melalui situasi terburuk.

Punahnya dinosaurus berarti satu relung ekologi baru terbuka. “Karena spesies mamalia mengisi relung ekologis yang kosong inilah Bumi memiliki keanekaragaman mamalia yang kita lihat sekarang,” jelas Durda.

punah dino

Ketika para ilmuwan memulai pengeboran pada musim semi ini, mereka akan berusaha mendapatkan gambaran lebih jelas tentang bagaimana kawah terbentuk. Informasi itu akan memperjelas perkiraaan tentang dampak tubrukan terhadap iklim.

“Kami akan melakukan analisis yang lebih akurat akan isi kawah ini,” kata Johnson. “Kami akan belajar banyak tentang distribusi energi, dan pada dasarnya, apa yang terjadi pada bumi jika dihantam sesuatu sebesar itu.”

Selain itu, mereka akan memeriksa mineral dan retakan di bebatuan untuk melihat apa yang pernah hidup di sana. Ini dapat membantu kita memahami bagaimana kehidupan kembali muncul.

“Dengan melihat kehidupan kembali muncul, Anda dapat menjawab beberapa pertanyaan,” kata Gulick. “Siapa yang pertama kali muncul? Apakah spesialis? Atau generalis? Keanekaragaman evolusi apa yang terjadi dan seberapa cepat?”

Meskipun banyak spesies dan individu musnah, bentuk kehidupan lain justru berkembang pesat dengan ketiadaan mereka. Inilah dualisme bencana dan kesempatan yang terjadi berulang-ulang sepanjang sejarah planet Bumi.

…………………..

Dia juga berpendapat kalau tubrukan besar mungkin membantu kehidupan bermula.

Ketika asteroid menghantam bumi, panas yang dahsyat memicu aktivitas hidrotermal di dalam kawah Chicxulub yang diperkirakan berlangsung selama 100.00 tahun.

Kondisi itu memungkinkan organisme termofilik dan hipertermofilik – mahluk bersel satu yang berkembang dengan baik dalam lingkungan yang panas dan kaya materi organik – hidup dalam kawah. Proyek pengeboran akan menguji ide ini.

Sejak kelahirannya pada sekitar 3,9 miliar tahun lalu, Bumi dibombardir asteroid dan puing-puing luar angkasa lainnya. Pada tahun 2000, Kring mengajukan teori bahwa tubrukan tersebut menciptakan sistem hidrotermal di bawah tanah, seperti yang mungkin terjadi di Chicxulub.

Kondisi panas, kaya materi organik, dan basah ini dapat mendukung bentuk kehidupan pertama. Jika itu benar, maka bakteri termofilik yang tahan panas adalah bentuk kehidupan pertama di Bumi.

sumber What really happened when the ‘dino-killer’ asteroid struck, di BBC Earth.

======================

Tak hanya dinosaurus, peristiwa kepunahan kapur paleogen ini juga mengakibatkan punahnya banyak organisme lain di muka bumi, termasuk di dalamnya ammonita, tanaman berbunga, hingga pterosaurus akhir.
Sebelum peristiwa jatuhnya meteor terjadi, pertanda kepunahan juga sudah berlangsung selama beberapa juta tahun sebelumnya, dimana banyak spesies makhluk hidup yang jumlah populasinya menurun drastis.
Itulah beberapa jenis kepunahan massal terbesar yang pernah terjadi di muka bumi, sangat mengerikan, dahsyat seperti kiamat. Kebanyakan faktor penyebab dari punahnya spesies penghuni bumi diakibatkan oleh perubahan iklim yang ekstrim dalam jangka waktu yang lama.
Melihat dari sejarahnya, bumi memang mengalami banyak perubahan iklim dari zaman es, iklim tropis, iklim panas yang ekstrim dan membakar. Kepunahan kemudian terjadi ketika makhluk hidup di muka bumi tidak bisa beradaptasi dengan perubahan iklim yang ekstrim ini.
Dari fenomena kepunahan massal The Big Five yang sudah terjadi berjuta tahun lalu, para ilmuwan dan ahli Panteologi, kemudian memprediksi bahwa saat ini sedang berlangsung kepunahan massal ke enam yang jauh lebih besar dan dahsyat dari kepunahan The Big Five.
…………
Makhluk hidup yang tinggal di bumi pada hakikatnya pasti akan mengalami kematian, bahkan kepunahan. Tapi ternyata tak hanya makhluk bernyawa yang bisa mengalami kepunahan, termasuk pula di dalamnya benua, gunung, pulau, dan segala spesies yang tinggal di dalamnya.

Menurut para ahli ilmuwan, bentuk spesies yang punah di muka bumi sudah lebih dari tiga puluh persen, dimana kepunahannya meliputi wilayah ekologi yang cukup luas, baik lingkungan marin maupun non marin, manusia, tumbuhan, hewan, dan lain-lain.
Selang waktu yang sangat panjang alam semesta pun memberikan ‘kesaksian’ sudah terjadi 5 kepunahan terbesar di bumi bagaikan kiamat dan menyebabkan kematian massal nyaris tak tersisa bagi makhluk hidup. Ahli-ahli ilmuwan memberikan istilah tersebut sebagai The Big Five.
Lalu tragedi dan bencana dahsyat apa saja yang pernah terjadi di bumi kita ini? Sahabat kejadiananeh.com, lebih jelasnya simak penjelasan Dokumentasi The Big Five dibawah ini yang dirangkum oleh ahli Panteologi Micheal J. Panton dan David A.T.Harper, boleh percaya boleh enggak yang penting kamu jangan lupa makan biar gak masuk angin :)
Kematian Massal Fauna Lautan (Ordovisum Akhir)
Sejarah bumi memang tidak akan pernah ada habisnya untuk diperbincangkan. Berjuta tahun yang sudah dilalui oleh bumi, meninggalkan banyak peristiwa dan fenomena kepunahan di dalamnya. Kepunahan spesies tertentu biasanya terjadi dalam waktu yang relatif singkat, dimana biasanya dipengaruhi karena faktor alam, atau serangkaian faktor lain yang saling berhubungan satu sama lainnya.
Pada sekitar 460 juta tahun silam, terjadi kepunahan massal fauna lautan hingga 70 persen jenis spesies. Kepunahan massal ini menyebabkan banyaknya jenis famili echinodermata, trilobit, ostrakoda, brachipoda, dan beragam jenis karang-karang di lautan lenyap.

Peristiwa kepunahan ini diakibatkan oleh surutnya air atau peristiwa glaisal di kutub selatan yang membuat air surut secara global. Ketika peristiwa ini terjadi, fauna yang ada di kutub bermigrasi ke wilayah yang tropis. Di sisi lain, banyak fauna berdarah panas dari wilayah tropis kemudian mati dan punah karena wilayah tropis yang hilang.

Kepunahan Devon Akhir 
Pada sekitar tiga ratus delapan puluh tahun yang lalu, terjadi kepunahan massal di bumi, sekitar ¾ spesies yang ada di bumi hilang. Peristiwa kepunahan Devon akhir ini bukanlah peristiwa tunggal, melainkan merupakan rangkaian peristiwa yang menyebabkan jutaan spesies mati dan punah.
Rangkaian peristiwa kepunahan ini menurut para ahli berlangsung sekitar 10 juta tahun lamanya, dimana peristiwa kepunahan pada Devon akhir diakibatkan berkurangnya oksigen di bumi secara cepat dan drastis di lautan atau lebih dikenal dengan peristiwa anoksia.
Kepunahan massal Permo Trias
Pada sekitar dua ratus enam puluh sampai dengan dua ratus lima puluh juta tahun silam, terjadi kepunahan massal yang dikenal dengan istilah The Great Dying, dimana sekitar sembilan puluh enam persen spesies yang ada di muka bumi punah.
Menurut para ahli, peristiwa kepunahan Permo Trias merupakan peristiwa kepunahan terbesar yang pernah terjadi di muka bumi. Namun ternyata banyak ahli yang mengatakan bahwa peristiwa kepunahan Permo Trias tergolong kedalam peristiwa kepunahan terbesar yang justru tidak banyak diketahui. Lantas, apa sih yang menyebabkan terjadinya kepunahan Permo Trias?
Berdasarkan sejarah usia bumi, kepunahan massal terbesar ini terjadi akibat erupsi gunung Siberian Trap di Siberia. Ketika peristiwa erupsi gunung Siberia ini terjadi, terjadi pelepasan gas, anoksia, hingga pemanasan global yang ekstrim di muka bumi yang menyebabkan jutaan spesies punah.
Kepunahan massal Trias Akhir
Peristiwa kepunahan terbesar di bumi pernah juga terjadi di era Trias Akhir, yang berlangsung sekitar 236 hingga 202 juta tahun silam, dimana kepunahan di Trias Akhir ditandai dengan hilangnya ammonoid, familia brachiopoda, bivalvia, fastropoda, hingga beragam reptil di lautan secara besar-besaran.
Kepunahan ini menyebabkan sejumlah reptil dan amphibi di muka bumi punah. Menurut sejarah, kepunahan massal ini terjadi sebagai akibat dari perubahan iklim dan terbelahnya pangea, hingga terbukanya atlantik.
Bencana Dahsyat Kapur Paleogen 
Peristiwa kepunahan massal Kapur Paleogen mungkin merupakan salah satu jenis kepunahan terbesar di muka bumi yang banyak dikenal oleh masyarakat di dunia. Bagaimana tidak? Peristiwa kepunahan kapur Paleogen yang terjadi sekitar enam puluh lima juta tahun yang lalu ini menyebabkan spesies pre-historis yang paling fenomenal di dunia yakni dinosaurus, mengalami kepunahan.
Ketika peristiwa kapur paleogen terjadi, hal ini merupakan penanda dari batas akhir paleozoikum ke kenozoikum. Menurut penelitian sejarah, peristiwa punahnya Dinosaurus ini diakibatkan oleh terjadinya tabrakan meteor, dan perubahan cuaca yang ekstrim sehingga menyebabkan seluruh hewan dinosaurus punah dari muka bumi.
Penjelasan jatuhnya meteor yang menghantam dasar laut di Yucatan Meksiko merupakan salah satu pertanda logis punahnya dinosaurus, dimana terbukti dengan adanya bekas meteor jatuh di kawah Chixculub Meksiko.
Selain karena hujan meteor, punahnya dinosaurus juga diakibatkan oleh adanya perubahan iklim karena adanya letusan gunung, banjir basait, dan surutnya air laut secara drastis yang melanda bumi.
Fosil-fosil hewan fenomenal dinosaurus, merupakan bukti nyata bahwa hewan tersebut pernah menjadi penghuni bumi pada berjuta tahun yang lalu jauh sebelum dikenal makhluk hidup bernama ‘manusia’.
==================================
dino banyak(Reuters) – Dinosaurus meninggal off sekitar 33.000 tahun setelah asteroid menghantam bumi, jauh lebih cepat daripada para ilmuwan telah percaya, dan asteroid mungkin belum satu-satunya penyebab kepunahan, menurut sebuah studi yang dirilis Kamis.Iklim bumi mungkin pada titik kritis ketika sebuah asteroid besar menabrak apa yang sekarang Meksiko Semenanjung Yucatan dan memicu suhu pendinginan yang menyapu dinosaurus, kata para peneliti.

Waktu antara kedatangan asteroid, ditandai dengan kawah 110-mil-(180-km-) lebar dekat Chicxulub, Mexico, dan kematian dinosaurus ‘itu diyakini selama 300.000 tahun.

Penelitian, berdasarkan presisi tinggi teknik penanggalan radiometrik, mengatakan peristiwa terjadi dalam 33.000 tahun dari satu sama lain.

Para ilmuwan lainnya telah mempertanyakan apakah dinosaurus meninggal sebelum dampak asteroid.

“Pekerjaan kami pada dasarnya menempatkan paku di peti mati itu,” kata geolog Paul Renne dari University of California Berkeley.

Teori bahwa kepunahan dinosaurus ‘sekitar 66 juta tahun lalu terkait dengan dampak asteroid pertama kali diusulkan pada tahun 1980. Bagian terbesar dari bukti adalah apa yang disebut Chicxulub (diucapkan “cheek’-dia-loob”) kawah di lepas pantai Yucatan di Meksiko.

Hal ini diyakini telah dibentuk oleh benda enam mil-(9,6-km-) luas bahwa batu meleleh karena terhempas ke tanah, mengisi suasana dengan puing-puing yang akhirnya menghujani planet ini. Bola kaca dikenal sebagai tektites, kuarsa terkejut dan lapisan iridium kaya debu masih ditemukan di seluruh dunia saat ini.

Renne dan rekan reanalyzed baik kepunahan dinosaurus tanggal dan acara pembentukan kawah dan menemukan mereka terjadi dalam jendela lebih ketat dalam waktu dari sebelumnya dikenal. Penelitian ini mengamati tektites dari Haiti, terkait dengan situs tabrakan asteroid, dan abu vulkanik dari Hell Creek Formation di Montana, sumber fosil dinosaurus banyak.
“Yang sebelumnya data yang kami telah … benar-benar mengatakan bahwa mereka (para tektites dan abu) yang berbeda dalam usia, bahwa mereka berbeda dengan sekitar 180.000 tahun dan bahwa kepunahan terjadi sebelum dampak, yang benar-benar akan menghalangi ada menjadi kausal hubungan, “kata Renne, yang mempelajari hubungan antara kepunahan massal dan gunung berapi.

Dia dan rekan membandingkan teknik baru untuk saat peristiwa geologi ketika mereka menyadari ada perbedaan dalam waktu – yang disebut ‘batas KT’ – rentang waktu geologi antara periode Cretaceous dan Paleosen ketika dinosaurus dan sebagian besar hidup lainnya di bumi mati.

“Saya menyadari ada banyak ruang untuk perbaikan. Meskipun banyak orang telah terkunci dalam pendapat mereka bahwa dampak dan kepunahan yang sinkron atau tidak, mereka pada dasarnya mengabaikan data yang ada,” kata Renne.

Penelitian, yang diterbitkan di Science, menyelesaikan ketidakpastian yang ada tentang waktu relatif peristiwa, catatan Heiko Palike dari Pusat Ilmu Kelautan Lingkungan di Universitas Bremen, Jerman.

Renne, untuk satu, tidak percaya dampak asteroid adalah satu-satunya alasan untuk kematian dinosaurus ‘. Dia mengatakan ekosistem sudah berada dalam keadaan kerusakan akibat letusan gunung berapi besar di India ketika asteroid melanda.

Serangan asteroid “disediakan kudeta-de-grace untuk kepunahan akhir,” kata Renne, menambahkan bahwa teori itu spekulatif, namun didukung oleh hubungan sebelumnya antara peristiwa kepunahan massal dan letusan gunung berapi.

Sekitar 1 juta tahun sebelum dampak, Bumi mengalami enam pergeseran mendadak dalam suhu lebih dari 2 derajat di benua berarti suhu tahunan, menurut penelitian yang dikutip oleh Renne dan rekan-penulis.

Para perubahan suhu termasuk salah satu pergeseran dari 6 sampai 8 derajat yang terjadi sekitar 100.000 tahun sebelum kepunahan.

“The dingin singkat terkunci di Kapur terbaru, walaupun belum tentu besarnya yang luar biasa, yang sangat menegangkan ke ekosistem global yang juga disesuaikan dengan iklim rumah kaca yang berumur panjang sebelum Cretaceous Dampak Chicxulub kemudian memberikan pukulan yang menentukan untuk ekosistem,.” Renne dan rekan-penulis menulis dalam Ilmu.

(Editing oleh Tom Brown dan Stacey Joyce)
source : http://www.reuters.com/article/2013/…91618A20130208

Views All Time
Views All Time
1635
Views Today
Views Today
2
About Edy Methek 211 Articles
sampaikanlah ... ayat-ayat Allah

3 Comments on Bukti Dinosaurus Punah karena Asteroid Impact Earth /HUJAN BATU/ hujan meteor ——————————————– Geolog mendapatkan bukti baru bahwa apa yang diduga memang benar. Para geolog menganalisis kawah tumbukan selebar 180 km di dekat kota Chicxulub, Meksiko. Hantaman asteroid berukuran 10 km itu melepaskan energi sebanyak 100 triliun ton TNT, miliaran kali bom Hiroshima dan Nagasaki. ——————————– Hasil analisis mengungkap, tumbukan yang membentuk kawah Chicxulub dan peristiwa K-T hanya selisih 33.000 tahun. Hasil ini diperoleh dengan teknik penanggalan radioaktif presisi tinggi, melihat proporsi radioaktif pada material di kawah tumbukan. ———————————- QS. Luqman (31) : 10: “Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik”……………………… “Allah menciptakan adam dengan tinggi enam puluh hasta“(HR.Bukhari)———————- ﴾ Ibrahim:19 ﴿ Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru, …….

  1. Penjelasan jatuhnya meteor yang menghantam dasar laut di Yucatan Meksiko merupakan salah satu pertanda logis punahnya dinosaurus, dimana terbukti dengan adanya bekas meteor jatuh di kawah Chixculub Meksiko.

  2. Tidak seperti proses geologi lainnya, dampak tubrukan asteroid terasa dalam sekejap.

    Di dekat lokasi tubrukan, hewan dan tumbuhan mati akibat temperatur sangat tinggi, hempasan angin kuat, gempa, tsunami, atau batu-batuan yang jatuh dari langit. Di tempat yang jauh, banyak spesies menderita karena dampak berantai seperti kekurangan cahaya matahari.

    Di habitat yang tidak hancur oleh api, panas ekstrem membunuh makanan bagi hewan dan hujan asam mencemari sumber air. Lebih parah lagi, puing-puing di udara membuat bumi gelap, menghentikan fotosintetis dan menghancurkan rantai makanan.

    “Di darat, semua terbakar. Dan semua hewan besar kelaparan sampai mati,” kata Johnson.

Leave a Reply