Loading
AL QUR’AN Menjawab …. Tuduhan Allah Menciptakan Bumi Datar ———————————— BULATNYA BUMI DI JELASKAN DALAM AL-QUR’AN —————————— SIFAT KETERBATASAN MANUSIA ITU ADALAH MERASA SEGALA TAHU DAN HANYA BERBEKAL TEORI YANG TERPANDANG OLEH MATA —————————- Para kafir harby sering kali menuduh Ayat Alqur’an tidak ilmiah berkaitan dengan anggapan bahwa menurut Alqur’an bumi itu datar. ——————————- Sebenarnya jauh-jauh sebelum Galileo, sudah banyak ulama dan ilmuan yang mengatakan bahwa planet bumi ini berbentuk bulat. ——————- | Islam dan Sains-Edy

AL QUR’AN Menjawab …. Tuduhan Allah Menciptakan Bumi Datar ———————————— BULATNYA BUMI DI JELASKAN DALAM AL-QUR’AN —————————— SIFAT KETERBATASAN MANUSIA ITU ADALAH MERASA SEGALA TAHU DAN HANYA BERBEKAL TEORI YANG TERPANDANG OLEH MATA —————————- Para kafir harby sering kali menuduh Ayat Alqur’an tidak ilmiah berkaitan dengan anggapan bahwa menurut Alqur’an bumi itu datar. ——————————- Sebenarnya jauh-jauh sebelum Galileo, sudah banyak ulama dan ilmuan yang mengatakan bahwa planet bumi ini berbentuk bulat. ——————-

AL QUR’AN Menjawab ….  Tuduhan Allah Menciptakan Bumi Datar

————————————

BULATNYA BUMI DI JELASKAN DALAM AL-QUR’AN

——————————

SIFAT KETERBATASAN MANUSIA ITU ADALAH MERASA SEGALA TAHU DAN HANYA BERBEKAL TEORI YANG TERPANDANG OLEH MATA

—————————-

Para kafir harby sering kali menuduh Ayat Alqur’an tidak ilmiah berkaitan dengan anggapan bahwa menurut Alqur’an bumi itu datar.
——————————-
bumi datar aneh

Sebenarnya jauh-jauh sebelum Galileo, sudah banyak ulama dan ilmuwan yang mengatakan bahwa planet bumi ini berbentuk bulat.

Lebih jelasnya mari kita lihat beberapa perkataan ulama Islam berikut ini:Ilmuwan Islam, Ibnu Khaldun (1332 – 1406 M / 732H – 808 H): “Ketahuilah, sudah jelas di kitab-kitab para ilmuwan dan peneliti tentang alam bahwa bumi berbentuk bulat….” (Muqaddimah Ibnu Khaldun, Kairo).

Ulama Islam, Ibnu Taimiyah (1263-1328 M): “Ketahuilah, bahwa mereka (para ulama) sepakat bahwa bumi berbentuk bulat. Yang ada di bawah bumi hanyalah tengah. Dan paling bawahnya adalah pusat….” (Al-Jawab Ash-Shahih li Man Baddala Din Al-Masih).

Bagi Qazuaini (seorang ilmuwan), salah satu bukti bumi berbentuk bulat adalah bintang-bintang dan planet-planet yang berbentuk bulat (Atsar Al-Bilad wa Akhbar Al-Bilad).
Selain mereka, masih banyak ilmuwan dan ulama Islam klasik yang menyebutkan di dalam bukunya bahwa bumi berbentuk bulat. Di antara buku tersebut adalah:

1. Muruj Al-Dzahab wa Ma’adin Al-Jauhar, oleh Mas’udi Ali Husain Ali bin Husain (w. 346 H).
2. Ahsan Taqasim fi Ma’rifah Al-Aqalim, oleh Al-Maqdisi (w. 375 H)
3. Kitab Shurah Al-Ardh, oleh Ibnu Hauqal
4. Al-Masalik wa Al-Mamalik, oleh Al-Ishthikhry
5. Ruh Al-Ma’ani, oleh Imam Al-Alusi (ulama tafsir Al-Qur’an)
6. Mafatih Al-Ghaib, oleh Fakhru Ar-Razi (ulama tafsir Al-Qur’an)
Dan lain-lain.

Apakah Pendapat Mereka Bertentangan dengan Al-Qur’an?

Tentu saja tidak. Justru Dr. Hadi bin Mar’i dalam bukunya “Mausu’ah Al-Ilmiyah fi I’jaz Al-Qur’anul Karim” (Penerbit Attawfiqiah, Kairo) mengambil dalil bumi berbentuk bulat dari isyarat Al-Qur’an. Demikian juga para ahli tafsir lainnya.
Ada satu ayat Al-Qur’an lagi yang patut kita perhatikan sebagai tambahan penjelasan masalah ini, inilah jawaban telak tentang tuduhan bumi itu datar menurut Alqur’an: surat Az-Zumar ayat 5

خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى أَلَا
هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ

“Dia (Allah) menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar. Dia memasukkan malam atas siang dan memasukkan siang atas malam dan menundukan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah! Dialah Yang Maha Mulia, Maha Pengampun.” (QS.Az-Zumar:5)

Kata “at-takwir” artinya adalah menggulung. Pada ayat di atas dengan jelas Allah berfirman bahwa malam menggulung siang dan siang menggulung malam. Kalau malam dan siang dapat saling menggulung, pastilah karena keduanya berada pada satu TEMPAT YANG BULAT secara bersama-sama. Bagaimana keduanya dapat saling menggulung jika berada pada tempat yang datar….? Kalau saja kejadian itu pada tempat yang datar, mestinya akan lebih tepat jika dipakai kata MENIMPA atau MENINDIH.

Dari keterangan ayat di atas juga dapat diperoleh gambaran bahwa pada permukaan bumi ini setiap saat, separuh permukaannya senantiasa malam, dan separuh lagi permukaannya adalah siang hari. Hal ini dapat digambarkan dari keterangan ayat, dimana seolah-olah bagian kepala dari sang malam itu menggulung bagian ekor dari sang siang, namun pada saat yang sama bagian kepala dari sang siang sedang menggulung pula bagian ekor dari sang malam. Sebanyak bagian siang yang digulung malam, maka pada saat yang bersamaan, sebanyak itu pula bagian malam yang sedang digulung oleh sang siang. Sekali lagi, keterangan ini menggambarkan bahwa terjadinya hal menakjubkan tersebut di atas bumi, hanya jika permukaan BUMI ITU BULAT adanya…!

Ajaibnya, keterangan-keterangan ini ditulis dalam ayat-ayat Al-Qur’an pada 14 abad yang lalu, disaat orang-orang Eropa dan Amerika masih primitif, dan masih menganggap bumi ini datar serta menganggapnya sebagai pusat bagi jagad raya ini.
Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya….

فَلا أُقْسِمُ بِرَبِّ الْمَشَارِقِ وَالْمَغَارِبِ إِنَّا لَقَادِرُونَ

Maka Aku bersumpah dengan Rabb Yang Mengatur tempat-tempat terbit dan tempat-tempat terbenamnya matahari; sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa. (QS. Ma’aarij:40)

Allah SWT bersumpah atas diri-Nya sendiri yang mengatur TEMPAT-TEMPAT terbit dan terbenamnya matahari, bahwa Allah SWT benar-benar Maha Kuasa.

Kenapa Allah menggunakan kata jamak (plural) untuk tempat terbit dan terbenamnya matahari (masyaariq dan maghaarib?

Karena tempat terbit dan terbenamnya matahari tidak hanya di 2 tempat. Terbit dan terbenamnya matahari ada di berbagai tempat yang dilalui garis edar bumi mengelilingi matahari. Hal ini secara tidak langsung menjelaskan bahwa bumi itu bulat, dan bukan datar. Karena jika bumi itu datar maka tempat terbit dan terbenamnya matahari hanya ada di 2 tempat. Adapun yang sering kita katakan tentang timur dan barat sebenarnya hanyalah arah terbit, dan bukanlah tempat terbit.

Ayat ini digunakan Allah untuk menjelaskan kekuasaan-Nya mengatur alam semesta dalam skala MAKRO, yakni berorientasi ruang angkasa yang luas dan saling terkait antar planet-planet yang ada.

Dalam skala MIKRO, yakni menjelaskan pada manusia yang ada di bumi (tidak terkait dengan planet lain), Allah menggunakan kata-kata DIHAMPARKAN, seperti dalam surat An-Naaziat berikut ini.

وَالأرْضَ بَعْدَ ذَلِكَ دَحَاهَا

“Dan bumi sesudah itu diHAMPARkan-Nya.” (QS. An-Naaziat:30)

“Dihamparkan” adalah sebuah keterangan tentang sesuatu benda datar. Apakah berarti dengan kalimat ini Allah menjelaskan bahwa bumi itu datar dan tidak bulat?

Sesuatu benda bulat yang sangat besar apabila dijadikan tempat berdiri manusia yang sangat kecil akan terlihat menjadi suatu HAMPARAN yang datar karena terbatasnya jarak pandang manusia dan ini adalah ayat yang bermakna umum yang di tentukan hanya untuk manusia bukan di nisbatkan untuk ALLAH SWT. Jadi HAMPARAN digunakan untuk menunjukkan posisi bumi yang datar jika ditinggali manusia. Dan ayat ini Allah menjelaskan tentang kasih sayangnya menjadikan bumi itu berupa hamparan sehingga manusia bisa berdiri diatasnya. Dan ini adalah dalam pandangan MIKRO hubungan bumi dengan manusia, dan bukan hubungan bumi dengan matahari atau planet lain.

Subhanallah, begitu indahnya Allah menjelaskan sesuatu yang rumit bagi manusia tentang tata surya kita. Terlebih saat ayat ini diturunkan para saintis belum menemukan bukti bahwa bumi itu bulat dan bumilah yang mengelilingi matahari.

Tetapi dalam kondisi zaman manusia yang masih bodoh tentang ilmu pengetahuan ini, Allah menggunakan kata-kata yang sangat tepat untuk dipelajari manusia. Sayang, kita kurang berusaha memahami makna-makna yang tersirat dan tersurat dalam ayat-ayat Allah yang mulia dan suci ini.

 ”Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam…” (Al Qur’an, 39:5)

Dalam Al Qur’an, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai “menutupkan” dalam ayat di atas adalah “takwir”. Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.

earth flat 1

Keterangan yang disebut dalam ayat tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain berisi keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur’an, yang telah diturunkan di abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk planet bumi yang bulat.

Namun perlu diingat bahwa ilmu astronomi kala itu memahami bumi secara berbeda. Di masa itu, bumi diyakini berbentuk bidang datar, dan semua perhitungan serta penjelasan ilmiah didasarkan pada keyakinan ini. Sebaliknya, ayat-ayat Al Qur’an berisi informasi yang hanya mampu kita pahami dalam satu abad terakhir. Oleh karena Al Qur’an adalah firman Allah, maka tidak mengherankan jika kata-kata yang tepat digunakan dalam ayat-ayatnya ketika menjelaskan jagat raya.

—————————

laut datar 1

Para kafir harby sering kali menuduh Ayat Alqur’an tidak ilmiah berkaitan dengan anggapan bahwa menurut Alqur’an bumi itu datar. Berikut ini dalil Alqur’an yang biasa mereka pakai:

DALIL PERTAMA:

firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an surat Al-Hijr: 19, “Dan Kami (Allah) telah menghamparkan bumi….”. Nah lihatlah, kata mereka, bukankah ayat ini dengan gamblang telah menjelaskan bahwa bumi itu terhampar, dan tidak dikatakan bulat…! Kemudian mereka pun dengan enteng mengkafirkan semua orang yang berseberangan faham dengan mereka.

DALIL KEDUA:

adalah firman Allah pada surat Al-Baqarah: 22, “Dialah (Allah) yang telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan (firasy) bagimu.”

DALIL KETIGA:

adalah firman Allah pada surat Qaf:7, “Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata…”

DALIL KEEMPAT:

adalah firman Allah pada surat An-Naba 78: 6-7,  “Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak?

DALIL KELIMA

adalah firman Allah pada surat Al-Ghasyiyah : 20, “Dan bumi bagaimana dihamparkan ?”

Memang secara tekstual, bunyi ayat-ayat di atas mengatakan bahwa bumi ini terhampar, seumpama firasy, karpet, atau tempat tidur. Namun, apakah sesederhana itu sajakah memahamkan ayat Al-Qur’an….? Apakah memahamkan al-Qur’an yang agung cukup secara tekstual saja, kemudian mengabaikan arti kontekstualnya…? Kalau demikian, yakni Al-Qur’an hanya difahamkan secara tekstual saja, maka pasti akan hilanglah kehebatan dan keagungan Al-Qur’an itu. Padahal ada banyak ayat suci Al-Qur’an dan hadis yang mendudukkan derajat orang-orang berpengetahuan berada beberapa tingkat di atas orang awam. Dalam hal ini, pemahaman kontekstual jelas memerlukan daya nalar yang lebih tinggi dibandingkan sekedar pemahaman tekstual saja. Dengan demikian, pantaslah kiranya jika Allah dalam Al-Qur’an dan Nabi dalam banyak hadis beliau, memuji dan menyatakan bahwa orang yang berilmu pengetahuan, yang memakai akal dan nalar, memiliki derajat yang tinggi jauh berbeda dengan orang awam.

PEMBAHASAN MASALAH

Pada surat Al-Hijr ayat 19 dikatakan bahwa Allah telah menghamparkan bumi. Disitu tidak ada dikatakan bagian yang dihamparkan adalah bagian bumi tertentu, tetapi yang terhampar adalah bumi secara mutlak. Sehingga dengan demikian, jika kita berada di suatu tempat di bagian manapun dari pada bumi itu (selatan, barat, utara, dan timur), maka kita akan melihat bahwa bumi itu datar saja, SEOLAH-OLAH TERHAMPAR di hadapan kita. Kemudian jika kita berjalan dan terus berjalan dengan mengikuti satu arah yang tetap, maka bumi itu akan terus menerus kita dapati terhampar di hadapan kita sampai suatu saat kita kembali ke tempat semula saat awal berjalan. Hal ini telah jelas membuktikan bahwa justru bumi itu bulat adanya. Sebaliknya, jika saja bumi itu berbentuk kubus, misalnya, maka pasti hamparan itu suatu saat akan terpotong, dan kita akan menuruni suatu bagian yang menjurang, menurun, TIDAK LAGI TERHAMPAR…..!

Selanjutnya, jika bumi itu adalah sebuah hamparan seperti karpet atau tikar, maka jika ada orang yang melakukan perjalanan lurus satu arah secara terus menerus, maka orang itu pada akhir perjalanannya akan sampai pada ujung bumi yang terpotong, dan tidak akan pernah kembali ke tempatnya semula, di mana dia memulai perjalanannya yang pertama dulu. Penelitian dan pengalaman manusia telah membuktikan bahwa perjalanan yang dilakukan secara terus menerus ke satu arah tertentu tidak pernah menemukan ujung dunia yang terpotong, melainkan terus menerus yang ditemukan hanyalah hamparan demi hamparan di tanah yang dilalui, untuk kemudian perjalanan itu berakhir pada tempat semula saat perjalanan pertama dimulai. Hal ini tidak mungkin dapat terjadi jika saja bumi itu tidak bulat keberadaannya.

Penjelasan yang lebih gamblang adalah pada surat Al-Baqarah ayat 22: “ Dia (Allah) yang telah menjadikan bumi itu firasy (hamparan, kapet) BAGIMU ……” Perhatikan kata-kata “bagimu”. Al-Qur’an dalam hal ini, tidak sekedar mengatakan bahwa bumi itu hamparan umpama karpet saja, kemudian berhenti pada kalimat itu, tapi ada kata tambahan lain yaitu “bagimu”. Artinya, bagi kita manusia yang tinggal di atas permukaan bumi ini, bumi terasa datar. Walaupun, bumi itu pada kenyataannya adalah tidak datar. Hanya TERASA DATAR bagi kita manusia. Terasa datar bukan berarti benar-benar datar, bukan….?

Penjelasan kata “karpet (firasy)” bagimu bukankah bisa diartikan sebagai sesuatu yang berfungsi untuk diduduki atau dipakai tidur, dengan aman dan nyaman…?. Kata firasy dalam bahasa Indonesia dapat diartikan karpet, atau ranjang adalah sesuatu yang nyaman dan aman dan dipakai untuk tidur. Nampaknya arti seperti ini dapat dipakai, sebab keberadaan struktur bumi ini memang berlapis-lapis. Bagian intinya sangat panas dengan suhu ribuan derajat celcius yang mematikan. Namun demikian, pada bagian LAPISAN YANG PALING ATAS, ada sebuah lapisan keras setebal 70 kilometer, disebut lapisan kerak bumi yang paling aman dan nyaman, dengan suhu yang aman pula bagi kehidupan. Seolah-olah lapisan bumi bagian atas itu adalah ‘karpet’ atau ‘ranjang’ yang terbentang luas dan melindungi manusia serta seluruh makhluk Allah yang berada di atasnya, aman dari bahaya lapisan bumi bagian dalam yang cair, yang sangat panas lagi mematikan itu.

Kemudian dalam QS.Qaf:7, “Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata…”

Perhatikan gambaran bumi dalam ayat lainnya:

waal-ardha ba’da dzaalika dahaahaa

[79:30] Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.

tejemahan bahasa Indonesia kembali menyaakan kata ini dengan ‘hamparan’.

Lalu ketika Al-Qur’an menyebut kata ‘al-ardha‘ atau ‘al-ardhi‘ yang diterjemahkan menjadi ‘bumi’, bisa juga merujuk kepada ‘permukaan bumi’ atau lapisan bumi paling luar tempat kita berpijak, lihat ayat ini :

walakum fii al-ardhi mustaqarrun wamataa’un ilaa hiinin

[2:36] dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.”

wa-idzaa tawallaa sa’aa fii al-ardhi liyufsida fiihaa wayuhlika alhartsa waalnnasla waallaahu laa yuhibbu alfasaada

[2:205] Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan

Ayat-ayat tersebut merupakan sinyal-sinyal ilmiah dari Al-Qur’an tentang proses pembentukan kulit bumi, tempat kita berpijak, disitu ada indikasi terjadinya proses yang berangsur-angsur, mulai dari sedikit lalu meluas menjadi seperti permukaan bumi yang ada sekarang, ibarat orang menggelar/menghamparkan permadani..

Kata ‘farsya’ juga diartikan sebagian para ulama dengan ‘alas’ atau ‘tunggangan’. Sebagian ulama tafsir mengartikan sebagai ‘yang disembelih’, dalam hal ini adalah terkait dengan kambing, domba dan sapi (lihat Tafsir Al-Mishbah – Quraish Shihab). Ini menjelaskan bahwa hewan yang diembelih tersebut bisa dimanfaatkan, misalnya kulitnya sebagai alas untuk tempat duduk.

wamina al-an’aami hamuulatan wafarsyan

[6:142] Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih.

Ini dijelaskan dalam ayat Al-Qur’an yang lain :

waallaahu ja’ala lakum min buyuutikum sakanan waja’ala lakum min juluudi al-an’aami buyuutan tastakhiffuunahaa yawma zha’nikum wayawma iqaamatikum wamin ashwaafihaa wa-awbaarihaa wa-asy’aarihaa atsaatsan wamataa’an ilaa hiinin

[16:80] Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu).

Maka lagi-lagi kata ‘farasy’ dalam ayat tersebut tidak mengandung unsur ‘datar’ melainkan ‘alas tempat duduk’. Tentu saja suatu yang dihamparkan/digelar/dibentangkan akan membentuk sesuai tempat dimana dia dihamparkan, hamparan akan berbentuk melengkung kalau dasar tempatnya juga melengkung, hamparan akan berbentuk datar kalau dasar tempatnya juga datar..

Kata tersebut juga dipakai dalam ayat lain :

muttaki-iina ‘alaa furusyin bathaa-inuhaa min istabraqin wajanaa aljannatayni daanin

[55:54] Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua syurga itu dapat (dipetik) dari dekat.

wafurusyin marfuu’atin

[56:34] dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.

Ayat tersebut juga tidak menyinggung tentang suatu bidang yang datar, tapi mengenai suatu benda yang ‘dibentangkan‘ untuk tempat duduk-duduk atau istirahat.

al’farasyi’ dalam ayat ini diartikan sebagai ‘anai-anai/laron’ yang baru lahir sehingga posisi mereka bertumpuk-tumpuk bergerak makin lama makin meluas, maka kata ini diikuti dengan ‘al-mabtsuutsi’ = bertebaran, menyebar makin lama makin luas, dalam kalimat ini juga tidak ada korelasi antara kata ‘faraasyi’ dengan datar, melainkan menjelaskan sesuatu yang berkembang meluas. Bisa dilihat dalam ayat ini :

yawma yakuunu alnnaasu kaalfaraasyi almabtsuutsi

[101:4] Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,

 

 

Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.

QS 2:22

alladzii ja’ala lakumu al-ardha firaasyan

[2:22] Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu

Farasya = ‘fa-ra-syin’

Kata tersebut berasal dari kata ‘farasya’ yang berarti : to spread out, extend, stretch forth, furnish = menghampar, mempunyai kata turunan : furusy (berbentuk jamak, bentuk tunggalnya :firasy). Kata ‘firasy’ berarti : hamparan yang biasanya digunakan untuk duduk atau berbaring. Dari situ kata tersebut juga bisa diartikan : permadani, kasur atau ranjang. Dalam kalimat ini tidak ada kaitan sesuatu yang terhampar dengan ‘datar’.

Ketahuilah wahai saudaraku seiman, bahwa bumi yang kita tempati ini berbentuk bulat menurut kesepakatan para ulama. Hal ini mereka nyatakan jauh-jauh hari sebelum para ilmuwan barat menyatakan hal ini. Berkata Imam Ibnu Hazm dalam Al-Fishal fil Milal wan Nihal (2/97) : Pasal penjelasan tentang bulatnya bumi. Tidak ada satupun dari ulama kaum muslimin semoga Allah meridlai mereka- yang mengingkari bahwa bumi itu bulat, dan tidak dijumpai bantahan atau satu kalimat pun dari salah seorang dari mereka, bahkan al-Quran dan as-Sunnah telah menguatkan tentang bulatnya bumi.

Hal senada pernah dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dengan menukil perkataan Imam Abul Husain Ahmad bin Jafar bin Munadi salah seorang ulama Hanabillah yang sangat masyhur di zamannya- berkata : Demikianlah juga para ulama sepakat bahwasanya bumi dengan segala gerakannya, baik di darat maupun di laut itu bulat [Lihat Majmu Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah 25/159] Dan Syaikhul Islam pun menukil adanya ijma para ulama mengenai hal ini dari Imam Ibnu Hazm dan Abul Faraj Ibnul Jauzi. [Lihat Majmu Fatawa 6/586]

Berkata Imam Ibnu Hazm : Kita katakan kepada orang yang tidak memahami masalah ini : Bukankah Allah mewajikan kepada kita untuk shalat Dzuhur apabila matahari telah bergeser ke arah barat (zawal)? Pasti dia akan menjawab : Ya. Lalu tanyakan kepadanya tentang makna bergesernya matahari ke arah barat, pasti jawabannya adalah bahwa matahari telah berpindah dari tempat pertengahan jarak antara waktu terbitnya dengan waktu tenggelamnya, dan ini terjadi di semua waktu dan semua tempat. Maka orang yang mengatakan bahwa bumi itu datar dan tidak bulat dia harus mengatakan bahwa orang yang tinggal di daerah bumi paling timur harus shalat Dhuhur saat matahari barusan terbit, juga orang yang tinggal di daerah paling barat tidak menjalankan shalat Dhuhur kecuali di pengunjung siang dan ini adalah sesuatu yang sudah keluar dari ketetapan syariat Islam [Lihat Al-Fishal 2/87 dengan diringkas)

Adapun firman Allah. Artinya : Dan bumi bagaimana dihamparkan? {Al-Ghasyiyah [88] : 20] Ayat ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa bumi itu datar, karena sebuah benda yang bulat kalau semakin besar, maka akan semakin tidak kelihatan bulatnya dan akan nampak seperti datar. [Lihat Hidayatul Hairan Fi Masalatid Daurah oleh Syaikh Abdul karim Al-Humaid hal. 56]

Berkata Syaikh Bin Baz : Keberadaan bumi itu bulat tidak bertentangan dengan bahwa permukaan bumi itu datar yang layak untuk dijadikan tempat tinggal, sebagaimana firman Allah Taala. Artinya : Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan [Al-Baqarah [2] ; 22]

Juga firmanNya. Artinya : Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak? [An-Naba [78] : 6-7] Artinya : Dan bumi bagaimana dihamparkan ? [Al-Ghasyiyah [88] : 20]

Kesimpulannya, bumi itu bentuknya bulat namun permukaannya datar agar bisa dijadikan tempat tinggal dan dimanfaatkan oleh manusia. Dan saya tidak menemukan dalil naqli dan hissi yang menentang masalah ini [Lihat Al-Adilah An-Naqliyah wal Hissiyah oleh Syaikh Ibnu Baz hal. 103]

langit universe bumi 1

LANGITPUN BULAT

Adapun mengenai keberadaan bahwa langit itu bulat, maka ini pun sesuatu yang telah disepakati oleh para ulama Islam. Berkata Imam Ibnu Katsir : Imam Ibnu Hazm, Ibnul Munadi dan Ibnu Jauzi serta para ulama lainnya telah menukil adanya ijma bahwa langit itu bulat [Lihat Al-bidayah wan Nihayah 1/69 tahqiq DR Abdullah At-Turki, lihat juga Al-Fishal 1/97-100]

Dan ini pula yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah : Telah kami jelaskan bahwa langit itu bulat menurut para ulama dari kalangan sahabat dan tabiain, bahkan tidak hanya satu orang ulama yang mana mereka adalah orang paling mengetahui tentang riwayat menyatakan bahwa langit itu bulat, seperti Abul Husain bin Munadi, Ibnu Hazm dan Ibnul Jauzi [Majmu Fatawa 25/195]

Dalil mengenai masalah ini sangat banyak, di antaranya adalah firman Allah Artinya : Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya [Yasin [36] : 40] Berkata Hasan Al-Bashri bahwa maksudnya adalah berputar, berkata Ibnu Abbas : Berputar pada falak seperti falkah mighzal Falkah mighzal adalah kayu berbentuk bulat yang digunakan untuk menenun kain. Juga firman Allah. Artinya : Dan Kami jadikan langit itu sebagai atap yang terjaga [Al-Anbiya : [21] : 32]

Keberadaan langit sebagai atap bumi, sedangkan bumi itu bulat maka langit pun bulat. Berkata Syaikhul Islam ibnu Taimiyah : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhabarkan bhawa Arsy itu seperti kubah, dan ini adalah sebuay isyarat bahwa langit itu bulat”. Kemudian setelah ini, pahamilah wahai saudaraku, bahwa bumi kita ini adalah pusat alam semesta. Dia berada persis di tengah-tengah lingkaran langit. Hal ini adalah sesuatu yang disepakati oleh para ulama sebagaimana dinukil oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam beberapa tempat dalam Majmu Fatawa beliau. Beliau berkata : “Bahwasanya bumi terletak di tengah bulatan langit. Yang menunjukkan hal ini adalah bahwasanya semua benda langit itu terlihat dari bumi di segala penjuru langit dalam jarak yang sama, ini semua menunjukkan bahwa jauhnya antara bumi dan langit itu sama dari segala sisi, dan ini dengan tegas menunjukkan bahwa bumi itu terletak persis di tengah-tengah” [Lihat Majmu Fatawa 25/195]

Ilmuwan Eropa, Galileo Galilei (1546-1642) mengatakan dengan tegas bahwa bumi berbentuk bulat. Pernyataannya ini oleh otoritas Gereja dianggap  menyimpang sehingga dia harus dihadapkan pada hukuman mati.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebenaran pernyataan Galileo tersebut pun semakin jelas. Belakangan, tak sedikit orang yang beranggapan bahwa dialah orang pertama yang menemukan teori bulatnya bumi.


peta gempa di bumi a1

Bagaimana Pendapat Ulama Islam?

Sebenarnya jauh-jauh sebelum Galileo, sudah banyak ulama dan ilmuwan yang mengatakan bahwa pelanet bumi ini berbentuk bulat.

Lebih jelasnya mari kita lihat beberapa perkataan ulama Islam berikut ini:Ilmuwan Islam, Ibnu Khaldun (1332 – 1406 M / 732H – 808 H): “Ketahuilah, sudah jelas di kitab-kitab para ilmuwan dan peneliti tentang alam bahwa bumi berbentuk bumi….” (Muqaddimah Ibnu Khaldun, Kairo).

Ulama Islam, Ibnu Taimiyah (1263-1328 M): “Ketahuilah, bahwa mereka (para ulama) sepakat bahwa bumi berbentuk bulat. Yang ada di bawah bumi hanyalah tengah. Dan paling bawahnya adalah pusat….” (Al-Jawab Ash-Shahih li Man Baddala Din Al-Masih).

Bagi Qazuaini (seorang ilmuwan), salah satu bukti bumi berbentuk bulat adalah bintang-bintang dan planet-planet yang berbentuk bulat (Atsar Al-Bilad wa Akhbar Al-Bilad).

Selain mereka, masih banyak ilmuwan dan ulama Islam klasik yang menyebutkan di dalam bukunya bahwa bumi berbentuk bulat. Di antara buku tersebut adalah:

1. Muruj Al-Dzahab wa Ma’adin Al-Jauhar, oleh Mas’udi Ali Husain Ali bin Husain (w. 346 H).

2. Ahsan Taqasim fi Ma’rifah Al-Aqalim, oleh Al-Maqdisi (w. 375 H)

3. Kitab Shurah Al-Ardh, oleh Ibnu Hauqal

4. Al-Masalik wa Al-Mamalik, oleh Al-Ishthikhry

5. Ruh Al-Ma’ani, oleh Imam Al-Alusi (ulama tafsir Al-Qur’an)

6. Mafatih Al-Ghaib, oleh Fakhru Ar-Razi (ulama tafsir Al-Qur’an)

Dan lain-lain.

Apakah Pendapat Mereka Bertentangan dengan Al-Qur’an?

Tentu saja tidak. Justru Dr. Hadi bin Mar’i dalam bukunya “Mausu’ah Al-Ilmiyah fi I’jaz Al-Qur’anul Karim” (Penerbit Attawfiqiah, Kairo) mengambil dalil bumi berbentuk bulat dari isyarat Al-Qur’an. Demikian juga para ahli tafsir lainnya.  

Ada satu ayat Al-Qur’an lagi yang patut kita perhatikan sebagai tambahan penjelasan masalah ini, inilah jawaban telak tentang tuduhan bumi itu datar menurut Alqur’an:surat Az-Zumar ayat 5

خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى أَلَا

هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ 

“Dia (Allah) menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar. Dia memasukkan malam atas siang dan memasukkan siang atas malam dan menundukan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah! Dialah Yang Maha Mulia, Maha Pengampun.” (QS.Az-Zumar:5)

Kata “at-takwir” artinya adalah menggulung. Pada ayat di atas dengan jelas Allah berfirman bahwa malam menggulung siang dan siang menggulung malam. Kalau malam dan siang dapat saling menggulung, pastilah karena keduanya berada pada satu TEMPAT YANG BULAT secara bersama-sama. Bagaimana keduanya dapat saling menggulung jika berada pada tempat yang datar….? Kalau saja kejadian itu pada tempat yang datar, mestinya akan lebih tepat jika dipakai kata MENIMPA atau MENINDIH.

Dari keterangan ayat di atas juga dapat diperoleh gambaran bahwa pada permukaan bumi ini setiap saat, separuh permukaannya senantiasa malam, dan separuh lagi permukaannya adalah siang hari. Hal ini dapat digambarkan dari keterangan ayat, dimana seolah-olah bagian kepala dari sang malam itu menggulung bagian ekor dari sang siang, namun pada saat yang sama bagian kepala dari sang siang sedang menggulung pula bagian ekor dari sang malam. Sebanyak bagian siang yang digulung malam, maka pada saat yang bersamaan, sebanyak itu pula bagian malam yang sedang digulung oleh sang siang. Sekali lagi, keterangan ini menggambarkan bahwa terjadinya hal menakjubkan tersebut di atas bumi, hanya jika permukaan BUMI ITU BULAT adanya…!

Ajaibnya, keterangan-keterangan ini ditulis dalam ayat-ayat Al-Qur’an pada 14 abad yang lalu, disaat orang-orang Eropa dan Amerika masih primitif, dan masih menganggap bumi ini datar serta menganggapnya sebagai pusat bagi jagad raya ini.

Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya….

air jatuh 1

BUMI BERBENTUK SEGI EMPAT DAN DATAR DALAM ALKITAB KRISTEN

Matius 24:31 Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari KEEMPAT PENJURU BUMI, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain

Markus 13:27 Dan pada waktu itupun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari dari KEEMPAT PENJURU BUMI, dari ujung bumi sampai ke ujung langit

Wahyu 7:1. Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada dari KEEMPAT PENJURU BUMI dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon

Wahyu 20:8 dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada dari KEEMPAT PENJURU BUMI, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut

Matius 12:42 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!

Saudara saudari semua, meski kita naik ke puncak gunung tertinggi di Tibet &  dapat melihat sejauh ribuan mil, tapi tetap lah kita tak dapat melihat seluruh bumi, bagian belakang bumi yg bundar tetap tidak kelihatan. Ini hanya bisa berlaku jika bumi itu datar! Ini ayatnya:

Matius 4:8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi

dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,

Lukas 4:5 Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia.

Daniel 4:10 Adapun penglihatan yang kudapat di tempat tidurku itu, demikian: di tengah-tengah bumi ada sebatang pohon yang sangat tinggi;

11 pohon itu bertambah besar dan kuat, tingginya sampai ke langit, dan dapat dilihat sampai ke ujung seluruh bumi.

Ayat-ayat diatas ini pun bermakna bumi itu datar, bukan bundar, karena mustahil orang dapat melihat pohon setinggi apapun dari bagian belakang bumi yang bundar. Ini cuma berlaku jika bumi datar!

Mungkinkah TUHAN menulis bumi berbentuk segi empat?

Mungkinkah TUHAN keliru?

Mungkinkah TUHAN mengatakan bumi itu datar?

Jelas ini bukan Firman Tuhan!

Masih banyak ayat alkitab yang menyatakan bumi ini datar, bersudut 4, berujung ini masih banyak lagi lainnya:

Matius 12:42, Lukas 11:31, Kisah Rasul 1:8, Kisah Rasul 13:47, Roma 10:18, Yesaya 24:16 , Yesaya 5:26, Amsal 30:4, Amsal 17:24, Mazmur 135:7, Mazmur 98:3 , Mazmur 72:8, Mazmur 67:8, Mazmur 65:9, Mazmur 65:6, Mazmur 61:3, Mazmur 59:14, Mazmur 46:10, Mazmur 22:28, Mazmur 19:5, Mazmur 2:8, Ayub 38:13, Ayub 37:3, Ayub 28:24, Ulangan 33:1, Ulangan 28:6, Ulangan 28:49, Ulangan 13:7.

Silahkan cek sendiri di alkitab, terlalu panjang jika saya harus menuliskan satu persatu! Sekarang silahkan Anda menilai Alqur’an ataukah Bible yang tidak ilmiah?

Wallohu’alam bishowab….
================================================
=============================================

BUMI mengelilingi/mengitari MATAHARI …. SUDAH sangat JELAS sekali …   { BUKAN “matahari mengelilingi bumi !!!” }

——————————————-
1. Matahari terbit di ufuq timur, bergerak ke barat lalu terbenam diufuq barat. Sebagai bukti bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. ???
………………………
2. Awan di langit, bergerak kadang ke timur, ke barat, ke utara dan ke selatan. Menunjukkan diamnya bumi, tidak bergerak. ????
———————-
Jangan kamu ikuti sesuatu yang TIADA bagimu ILMU/penjelasannya, sesungguhnya pendengaran (informasi), pandangan (observasi), dan telaah/pemahaman kamu melalui hati, akan dimintai perTANGGUNG JAWABannya (dikemudian hari)”. (QS. Isra’[17]:36)

 لا تقف ما ليس لك به علم، إن السمـع والبصر والفؤادة كل ألئك كان عنه مسئولا “

————————
fakta ilmiah 1: ……
Apakah benar, memang ada pernyataan ayat alQur’an secara dhahir, bahwa: “matahari mengelilingi bumi”??. Perlu dipertegas disini bahwa yang kita bicarakan ialah ayat alQur’an mana, yang menyatakan hal itu. ????
————————-
fakta ilmiah 2: ……..
Bumi bergerak mengitari matahari menempuh perjalanan selama 1 tahun atau 12 bulan atau +365 hari dalam sekali keliling. Ini dikenal dengan istilahrevolusi-bumi” mengelilingi matahari. Apakah memang begitu? Atau bumi itu sebenarnya “diamsaja.
———————————-
>>> Ini perlu kita pertanyakan juga karena memang ada yang memahami bahwa “bumi tidak bergerak”?? . Apakah memang Bumi itu diam saja menurut alQur’an?? lalu karena menganggap BUMI itu diam saja …. lalu berkesimpulan MATAHARI mengelilingi BUMI??
———————-
fakta ilmiah 3: ………….
bumi juga melakukan perputaran pada dirinya sendiri (berpusing) yang bertumpu pada poros/sumbunya, dengan waktu sekali putar +24 jam. Bahasa sehariharinya berputar seperti gasing, atau seperti roda berputar di as-nya. Gerakan demikian dikenal dengan sebutanrotasi-bumi”. Bumi melakukan rotasi dengan gerakan ke kiri (sinistral) jika dipandang dari posisi kutub utara bumi.
———————
>>> Hampir sama kedaannya dengan perputaran orang yang sedang tawaf keliling ka’bah, dimana ka’bah sebagai titik pusat/sumbu putar. Kulit  bumi yang tebal, yang kita tempati bagian luarnya, bergerak berputar dari barat ke timur; maka terlihat oleh pandangan kita dari bumi, bahwa matahari terbit di timur lalu terbenam di barat.
<< ======================== >>

Itulah tiga kategori fakta yang perlu kita kemukakan. Permasalahannya, APAKAH BENAR menurut al Qur’an bahwa MATAHARI yang berputar keliling bumi dan BUMI DIAM saja??
===========================

Pembuktian itu diperlukan karena dikaitkan dengan ayat-ayat alQur’an. Dan sama sekali bukan tujuan kita mencari mana yang benar dan salah. Tetapi karena alQur’an sendiri telah mengisyaratkan:
 لا تقف ما ليس لك به علم، إن السمـع والبصر والفؤادة كل ألئك كان عنه مسئولا “
Jangan kamu ikuti sesuatu yang tiada bagimu ilmu/penjelasannya, sesungguhnya pendengaran (informasi), pandangan (observasi), dan telaah/pemahaman kamu melalui hati, akan dimintai pertanggung jawabannya (dikemudian hari)”. (QS. Isra’[17]:36)
———————————
>>> ….. sangat keliru mentakwilkan matahari berputar keliling bumi, padahal dalil syar’i dari ayat alQur’an tidak ada yang mengungkap secara dhahir seperti itu. Dalam masalah ini, perkataan Shahabat, tabiin, Ulama’ (ilmuwan) walaupun dapat dijadikan bandingan, tetapi bukan sebagai dalil syar’i. Karena ini masalah IlmuPengetahuan, dan Peradaban manusia yang terus berkembang.
—————————
bumi kelilingi 1
DALIL – 1 :
——————-
Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman tentang Ibrahim akan hujahnya terhadap orang yang membantahnya tentang Rabb: “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat.” (QS Al Baqarah: 258).

Maka keadaan matahari yang didatangkan dari timur merupakan dalil yang dhahir bahwa matahari berputar mengelilingi bumi.
—————————

TANGGAPAN-1:
————————

Pada surat Al-Baqarah(2): 258 tersebut diungkapkan “ucapan” Nabiyullah Ibrahim as., Namun berdasarkan dhahir ayat, sama sekali tidak terdapat ungkapan dalam ayat yang menyebutkan “matahari berputar mengelilingi bumi”.
——————

Dhahir ucapan Nabiyullah Ibrahim as., pada ayat tersebut adalah sbb:

قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ ، فأت بهآ من المغرب

Ibrahim berkata :”sesungguhnya Allah terbitkan (datangkan) matahari dari timur, maka cobalah engkau terbitkan matahari dari barat…” Ibrahim menantang lawan bicaranya dengan kalimat itu.
——————

Kemudian, dengan sertamerta diambil kesimpulan sebagai berikut:

“Maka keadaan matahari yang didatangkan dari timur merupakan dalil yang dhahir bahwa matahari berputar mengelilingi bumi”.
—————–
> Takwil dalam pernyataan itu keliru, karena menyimpulkan berdasarkan apa yang dipahami dari pandangan sehari-hari. Padahal disini kita berbicara tentang dhahir ayat. Bagaimana “mekanisme” pergerakan sehingga matahari terlihat terbit di timur dan terbenam di barat?? Hal ini tidak diungkap oleh dhahir ayat yang dipaparkan tersebut. “Sesungguhnya Allah datangkan matahari dari timur…Demikian itu ucapan Nabiyullah Ibrahim as., yang dikekalkan dalam ayat tersebut. Itu saja. Apakah Ibrahim memahami sama dengan yang salah  dipahami,? itu namanyatakwilterhadap ucapan Ibrahim as. Sehingga bukan dhahir ayat yang membahas sesungguhnya, melainkan ucapan Ibrahim as., yang ada tertera dalam ayat tersebut.
———————————-

> Ada contoh ayat lain (QS. an-Naziyat[79]: 24), tentang bagaimana ucapan seseorang dikekalkan dalam alQur’an seperti ayat berikut ini: َقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَى     “maka ia berkata aku adalah tuhanmu yang maha tinggi”,. Ini adalah ucapan manusia (Fir’aun),  sekalipun demikian ini adalah Firman Allah juga, karena semua ayat-ayat alQur’an itu adalah Firman Allah. Ini hanya contoh bandingan.  Contoh lain, tatkala Ibrahim melihat matahari terbit, ketika itu dia berkata : “ini tuhanku”. Kalimat Ini juga dari ucapan Ibrahim as., yang dikekalkan dalam alQur’an. Masih banyak ayat lainnya yang serupa, tetapi kita tidak perlu mentakwil ucapan manusia sekalipun itu dikekalkan sebagai ayat alQur’an, karena belum tentu maksud yang kita inginkan sama maksud ayat itu.
———————

DALIL – 2:
———————–

Dan Allah subhanahu wa ta’ala berfirman juga tentang Ibrahim: “Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: ‘Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar’, maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata: ‘Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.’” (QS Al An’am: 78).

Jika Allah menjadikan bumi yang mengelilingi niscaya Allah berkata: “Ketika bumi itu hilang darinya.”
———————-

TANGGAPAN-2:
————————

Surat Al-An’am:78

فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَـذَا رَبِّي هَـذَا أَكْبَرُ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ

Ayat tersebut mengungkapkan peristiwa yang dialami Nabiullah Ibrahim. Adapun yang dapat dipahami dari ayat tersebut ialah “Ibrahim melihat matahari itu dari posisinya di bumi”. Dalam lafaz ayat sudah jelas disebutkan “tatkala ia melihat matahari terbit,… “. Sesungguhnya Ibrahim dalam kehidupannya sehari-hari mengetahui matahari terbit dan terbenam. Sama saja dengan kita sekarang ini. Namun dalam proses pengembaraan jiwanya mencari wujud tuhan, tiba-2 Ibrahim mendapatkan semacam idea dalam benaknya tentang wujud tuhan. Yaitu “matahari”.  Idea seperti itu pada semua manusia bisa saja mendadak muncul. Mungkin bermanfaat mungkin juga tidak. Kenyataanya ayat mengungkap dengan kalimat seperti di atas. (tatkala Ibrahim melihat matahari terbit dia berkata: “inilah tuhanku”)………… namun tatkala matahari itu terbenam maka Ibrahim menyangkal pernyataannya sendiri.
———————-

Lalu kenapa tibatiba dinyatakan sebagai berikut:

(Jika Allah menjadikan bumi yang mengelilingi niscaya Allah berkata: “Ketika bumi itu hilang darinya.”).
——-

Bagaimana mungkin ada firman Allah seperti yang dikehendaki: Ketika bumi itu hilang darinya”, padahal dipahami dari dhahir ayat itu Ibrahim melihat matahari terbit. Dimana Ibrahim ketika melihat matahari?? Ya, di bumi. Nah kalau bumi hilang dari Ibrahim, loh, dimana  posisi Ibrahim?. Maka menjadi kacaulah konteks ayat itu jika mengikuti cara takwilnya. Ungkapan ayat itu adalah benar 100%, tetapi analogi cara peng-andai-an dari ayat tersebut adalah keliru 100%.
———————-

DALIL – 3:
———————–

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu.” (QS Al Kahfi: 17).
———————

Allah menjadikan yang condong dan menjauhi adalah matahari, itu adalah dalil bahwa gerakan itu adalah dari matahari, kalau gerakan itu dari bumi niscaya Dia berkata, “gua mereka condong darinya (matahari).” Begitu pula bahwa penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari menunjukkan bahwa dialah yang berputar meskipun dilalahnya lebih sedikit dibandingkan firmanNya, “(condong) dan (menjauhi mereka).”
——————–

TANGGAPAN – 3
————-

Simpulan dan peng-andai-an yang diajukan lagilagi terpeleset. Keinginan  mentakwil ayat tersebut cukup kuat terbukti dengan kalimat: “Allah menjadikan yang condong dan menjauhi adalah matahari”. Itulah pemahaman yang salah menurut pikiran manusia sendiri. Apakah  tidak keliru memahami ayat tersebut?.
——————-
Mari kita perhatikan secara saksama redaksi ayatnya:

وَتَرَى الشَّمْسَ إِذَا طَلَعَت تَّزَاوَرُ عَن كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَإِذَا غَرَبَت تَّقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِي فَجْوَةٍ مِّنْهُ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ مَن يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَن يُضْلِلْ فَلَن تَجِدَ لَهُ وَلِيّاً مُّرْشِداً

Pada awal ayat tertera ungkapan “wa tara as-syamsa …..”- -“engkau lihat matahari…..”, berarti menurut penglihatanmu dari bumi. Ini pokok masalahnya. Maknanya bahwa matahari condong dan menjauhi bumi itu, adalah dalam penglihatanmu   (وترى الشمـس). Bukanlah karena pergerakan matahari itu sendiri. Karena itu tidak perlu membuat suatu kalimat peng-andai-an seperti: kalau gerakan itu dari bumi niscaya Dia berkata, “gua mereka condong darinya (matahari).”.
————————–

Sesungguhnya Inti pembahasan ayat tersebut bukanlah tentang gerakan matahari atau bumi, melainkan tentang posisi (geografis) letak gua tempat para pemuda yang shalihin bersembunyi.  Alamat gua yang disebutkan dalam ayat adalah, ketika matahari terbit, condong dari arah sebelah kanan gua itu, dan ketika matahari terbenam, menjauhi gua itu di sebelah kiri. Informasi demikian menunjukkan bahwa gua itu menghadap ke utara. Karena dengan menghadap utara akan terlihat  تَّزَاوَرُ عَن كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ matahari terbit condong dari kanan gua, dan terbenam di kiri تَّقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ.   Sangatlah tepat ungkapan di awal ayat dengan kalimat وَتَرَى الشَّمْسَ  “wa tara as-syamsa”.   “engkau lihat”.
———————————

Selanjutnya untuk memastikan kondisi gua tersebut, maka ayat memberi informasi: وَهُمْ فِي فَجْوَةٍ مِّنْهُ . mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu . Demikian itulah sebagian tandatanda dari Allah SwT. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah SwT., maka dia mendapatkan petunjuk tentang gua itu. Namun siapa disesatkan Allah SwT., maka tiada yang dapat menolongnya mendapatkan petunjuk tentang gua itu. Coba sekali lagi disimak dengan seksama kandungan ayat itu. Sambil bersama-sama kita merenung istighfar kepada Allah SwT.
———————

DALIL – 4:
———————-
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masingmasing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS Al Anbiya’: 33).
………………
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: berputar dalam suatu garis edar seperti edaran alat pemintal. Penjelasan itu terkenal darinya.
———————-
TANGGAPAN-4:
—————–
وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ –Tidak ada yang dapat ditakwilkan dari ayat tersebut bahwa matahari bergerak keliling bumi. Fakta yang disajikan ayat ini apa adanya bahwa matahari, bulan, masing-masing bergerak di garis edarnya. Demikian halnya dengan malam dan siang. Teori astronomi pun ternyata sejalan dengan itu.
———————–

Padangan Sahabat Nabi, Ibnu Abbas ra., walaupun dapat dijadikan bandingan, namun bukanlah patokan. Tentu itu dikutip dari riwayatriwayat, yang menunjukkan adanya pemahaman seperti itu, yang berkembang di zamannya.  Itu bukanlah dalil syar’i.
—————————

DALIL-5 :
—————-

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat.” (QS Al A’raf: 54).
………….

Allah menjadikan malam mengejar siang, dan yang mengejar itu yang bergerak dan sudah maklum bahwa siang dan malam itu mengikuti matahari.
——————–

TANGGAPAN-5:
—————–

Cara pemahaman terhadap redaksi ayat dalil-4 tidak jauh berbeda dengan ayat yang disajikan dalil-5. Redaksi ayat itu sebagai berikut:

إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ

تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Ayat ini dan juga ayat sebelumnya, sebenarnya menjadi dalil yang membatalkan teori heliosentris, namun tidak membenarkan teori geosentris. Adapun ungkapan malam mengikuti siang dengan cepat, sama sekali tidak menunjukkan pergerakan matahari keliling bumi. Tetapi justru menunjukkan adanya rotasi bumi. Karena terjadinya pergantian siang dan malam itu lantaran bumi sendiri yang berotasi berputar di sumbunya, sehingga permukaannya bergantian menerima sinar matahari. Jadi bukan matahari yang bergerak mengelilingi bumi, tetapi bumi berputar pada sumbunya +24 jam sekali putar. Akibatnya penduduk bumi, termasuk Nabiyullah Ibrahim as., saya, dan manusia, melihat matahari terbit di timur lalu terbenam di barat. Begitulah pemandangan yang terlihat dari posisi kita di bumi. Pergerakan matahari yang dipaparkan oleh kedua ayat di atas tidak disebut mengelilingi bumi. Tetapi matahari dan bulan masing-masing bergerak pada garis edarnya atas perintah Allah SwT.
————————–

DALIL-6:
——————
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”
(QS. Az Zumar: 5).
—————
FirmanNya: “Menutupkan malam atau siang” artinya memutar kannya atasnya seperti tutup sorban menunjukkan bahwa berputar adalah dari malam dan siang atas bumi. Kalau saja bumi yang berputar atas keduanya (malam dan siang) niscaya Dia berkata, “Dia menutupkan bumi atas malam dan siang.” Dan firmanNya, “matahari dan bulan, semuanya berjalan” menerangkan apa yang terdahulu menunjukkan bahwa matahari dan bulan keduanya berjalan dengan jalan yang sebenarnya (hissiyan makaniyan), karena menundukkan yang bergerak dengan gerakannya lebih jelas maknanya daripada menundukkan yang tetap diam tidak bergerak.
———————-
TANGGAPAN-6:
—————
Ayat yang dimaksudkan sebagai berikut:خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ –

Pengertian “menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam” itu menegaskan adanya pergantian siang dan malam, atas kehendak Allah SwT.  Ungkapanيكورالليل  “yukawwirulLail” bertimbal – balik dengan  يكورالنهار“yukawwirunNahar”, sama saja maknanya dengan ungkapanتولج الليل  “tuwlijulLail” timbal-bailk dengan  تولج النهار “tuwlijunNahar” dalam QS. Ali Imran[3]:27.  Begitu juga di ayat lain menggunakan ungkapan “yuwlijulLail”, timbal-balik dengan “yuwlijunNahar”.  Ada juga يغسي الليل النهار “yugsiy-allail-annahar”.

——————————–

Perlu ditegaskan bahwa malam dan siang itu adalah situasi, kondisi, yang dialami belahan bumi secara bergantian. Bila belahan bumi yang di sebelah mengalami malam maka pada saat yang bersamaan belahan yang lain dalam keadaan siang. Begitu pula sebaliknya. Situasi dan kondisi itu bukanlah wujud benda. Jadi tidak perlu dipelintir maknanya seperti sorban tutup kepala. Selanjutnya matahari dan bulan keduanya bergerak sesuai dhahir ayat. Tidak ada masalah dan memang begitu. Tetapi dimana dhahir ayat tentang matahari keliling bumi??
——————————
DALIL-7:
——————-
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya.” (QS Asy Syams: 1-2).
———
Makna (mengiringinya) adalah datang setelahnya, dan itu dalil yang menunjukkan atas berjalan dan berputarnya matahari dan bulan atas bumi. Seandainya bumi yang berputar mengelilingi keduanya tidak akan bulan itu mengiringi matahari, akan tetapi kadangkadang bulan mengelilingi matahari dan kadang matahari mengiringi bulan, karena matahari lebih tinggi daripada bulan. Dan untuk menyimpulkan ayat ini membutuhkan pengamatan.
——————
TANGGAPAN-7 :
—————–

Ayat yang dimaksudkan sebagai berikut:

والشمس و ضحاها والقمر إذا تلاها. . . . .

Dhahir ayat benar adanya. Tidak perlu ditakwil atau dikomentari. Namun Peng-andai-an itu sudah terlalu jauh menyimpang. Wajar saja kalau ada hadist Nabi saw., melarang kita berandai-andai. Karena beresiko mempunyai tingkat kesalahan yang signifikan, mempengaruhi pandangan kita sendiri. Lalu  berputar-putar dengan kalimat: seandainya bumi yang berputar mengelilingi keduanya tidak akan bulan itu mengiringi matahari,….  Peng-andai-an  itu tidak pernah ada,  akan tetapi kadang-kadang bulan mengelilingi matahari dan kadang matahari mengiringi bulan, ini pemikiran yang lebih sesat lagi.
———————

DALIL-8 :
——————–
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilahmanzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.”
………………….
(QS Yaa Siin: 37-40).
Penyandaran kata berjalan kepada matahari dan Dia jadikan hal itu sebagai kadar / batas dari Dzat yang Maha Perkasa lagi Mengetahui menunjukkan bahwa itu adalah jalan yang haqiqi (sebenarnya) dengan kadar yang sempurna, yang mengakibatkan terjadinya perbedaan siang malam dan batasbatas (waktu). Dan penetapan batas-batas edar bulan menunjukkan perpindahannya di garis edar tersebut. Kalau seandainya bumi yang berputar mengelilingi maka penetapan garis edar itu untuknya bukan untuk bulan. Peniadaan bertemunya matahari dengan bulan dan malam mendahului siang menunjukkan pengertian gerakan muncul dari matahari, bulan, malam, dan siang.
—————————
TANGGAPAN-8 :
———————-

Pada ayat 40 QS. Yasin[36}, sebagaimana terjemahan , dhahirnya ayat tertulis:

وكل فى فلك يـسـبـحـون

Terjemahan dari itu sudah betul menurut kami “Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.”. Syukurlah  tidak menambahkannya dengan kalimat: “….. dalam mengelilingi bumi”. Karena memang tidak begitu dhahir ayat tersebut. Dan rupanya menjadi kebiasaan  menggunakan kalimat qiyas “andai”, seperti ini lagi:  Kalau se-andai-nya bumi yang berputar mengelilingi maka penetapan garis edar itu untuknya bukan untuk bulan.
————-
Sesungguhnya ayat-ayat yang dikutip dari QS. Yasin tersebut adalah ayat-ayat yang berbicara tentang pergerakan masing-masing benda langit itu (matahari dan bulan) secara alamiyah, dengan penjelasan yang ilmiyah. Mengapa anda tidak membicarakan tentang terjadinya manzilah-manzilah bulan yang disinggung dalam ayat itu. Padahal disitulah intinya, bagaimana terjadinya kenampakan hilal itu. Dan kenapa ada manzilah-manzilah seperti terungkap dalam ayat tersebut. Apakah manzilah-manzilah itu bisa terjadi jika matahari bergerak mengelilingi bumi?? Coba dibuktikan dan jelaskan pula kedudukan manzilah itu berdasarkan dhahir ayat tersebut dengan perinsip bumi diam saja, tidak berotasi, dan mataharilah yang bergerak keliling bumi.
————————————

alQur’an itu mutlak kebenarannya, kita perlu mengambil peran turut serta menjaga keasliannya dari bentuk penafsiran yang keliru baik sengaja maupun tidak sengaja lantaran kurangnya alat pendukung dalam memahaminya.
——————–
Mengkaji makna ayat-ayat kauniyah tidak cukup dengan pengetahuan bahasa arab, apalagi secara redaksional belaka.  Karena alQur’an adalah bahasa wahyu. Firman atau katakata Allah Yang Maha Luas PengetahuanNya. Sekalipun diturunkan berbahasa arab, tetapi dalam memahami ayat-ayat seperti di atas, diperlukan tambahan pengetahuan, pengalaman dan wawasan.
——————————-
Nabiyullah Muhammad saw., tidak akan sembarang berucap, kecuali dikontrol oleh wahyu yang diwahyukan kepadanya.
—————

membuktikan bahwa bumi mengelilingi matahari adalah dengan ilmu astronomi.

——————

Cara Termudah Membuktikan Bahwa Bumi Mengelilingi Matahari :
1. Pembuktian dengan aberasi bintang 
Sebagaimana dikemukakan James Bradley pada 1725 tentang fenomena aberasi bintang. Posisi bintang sebenarnya selalu tetap pada suatu titik di langit. Namun ternyata posisi bintang ini mengalami pergeseran dari titik awalnya, meski tidak terlalu besar.
Hal ini cukup untuk menunjukkan bahwa bumi memang bergerak.
Ilustrasi sederhananya :
Misal anda sedang berdiri ditengah hujan, dan air hujan jatuh tepat tegak lurus di kepala. Karena memakai payung, air hujan tidak bisa jatuh di kepala. Namun ketika anda mulai berjalan maka air hujan seolaholah berbelok dan menciprati kepala.
Sehingga anda harus terpaksa mencondongkan payung. Padahal sebenarnya air hujan tadi tidak berbelak dan tetap jatuh tegak lurus.
Namun karena anda bergerak relatif ke depan, maka efek yang terjadi adalah seolaholah membelok dan menciprat ke kepala.
aberasi bintang
Yang lebih rumit, digambarkan seperti di bawah ini : S adalah posisi bintang, dan E posisi pengamat di Bumi. Arah bintang relatif terhadap pengamat adalah ES, dengan jarak tergantung pada laju cahaya. Bumi BERGERAK pada arah EE’ dengan arah garis yang merepresentasikan lajunya.
Ternyata pengamatan menunjukkan bahwa bintang berada pada garis ES’ bukannya ES, dengan SS’ paralel dan sama dengan EE’.
Sehingga posisi bintang terlihat bergeser dari posisi sebenarnya dengan sudut yang dibentuk antara SES’. J
ika Bumi memang tidak bergerak, maka untuk setiap waktu, sudut SES’ adalah 0, tetapi ternyata sudut SES’ tidak nol. Ini adalah bukti pertama bahwa memang Bumi bergerak.
2. Pembuktian dengan paralaks bintang
Menurut Bessel (1838), Paralaks bintang bisa terjadi jika posisi suatu bintang yang jauh, seolaholah tampak ‘bergerak’ terhadap suatu bintang yang lebih dekat.

Dan hal ini hanya bisa terjadi, karena adanya perubahan posisi dari Bintang akibat pergerakan Bumi terhadap Matahari.

bintang paralaks
Perubahan posisi akan membentuk sudut p, dengan posisi ujungujung saat Bumi mengitari Matahari.
Sudut paralaks dinyatakan dengan (p), yang merupakan setengah pergeseran paralaktik bilamana bintang diamati dari dua posisi paling ekstrim.
Hal bisa menjelaskan jika Bumi memang mengitari Matahari.
3. Pembuktian dengan efek Doppler.
Menurut Newton, cahaya bisa dipecah menjadi beberapa komponen warna, yaitu mejikuhibiniu. Dan dari pengamatan astronomi menunjukkan bahwa perilaku bintang menunjukkan jika obyek di langit ternyata memiliki “ sidik jari” yang tidak berada pada tempat-nya.
Penjelasan dari Doppler (1842), jika suatu sumber informasi ‘bergerak’, maka akan terjadi ‘perubahan’ informasi.
Bergerak disini dalam arti kata relatif.
Dan juga, jika sumber cahaya mendekat maka gelombang cahaya yang teramati menjadi lebih biru, sedangkan jika menjauh akan menjadi lebih merah.
Ketika Bumi bergerak mendekati bintang, maka bintang menjadi lebih biru, dan ketika menjauhi menjadi lebih merah.
Namun disuatu ketika, pengamatan bintang menunjukkan adanya pergeseran merah, tetapi di saat yang lain, bintang tersebut mengalami pergeseran Biru.
Hal inilah yang menjadi bukti bahwa bumi memang bergerak, bolak-balik – karena mengitari Matahari, denga memiliki kecepatan, relatif terhadap bintang.
—————-
bukti-bukti ini adalah bukti-bukti ILMIAH, dimana semua pemaknaan, pemahaman dan perumusannya mempergunakan semua kaidahkaidah ilmiah, masuk akal dan ber-bobot kebenaran ilmiah. Apakah memang demikian adanya? Seperti yang ungkapkan, sampai detik ini belum ada teknologi yang bisa membuat kita bisa terbang jauh-jauh ke luar angkasa, sedemikian jauhnya sehingga bisa melihat memang begitulah yang sebenarnya. Tetapi, pembuktian metode ilmiah selama ini cukup sahih untuk menjawab banyak ketidak-pahaman manusia tentang posisi-nya di alam. Dan bukti-bukti yang telah disebutkan tersebut cukup untuk menjadi landasan untuk menjawab bahwa memang Bumi mengitari Matahari; dari pengetahuan Bumi mengitari Matahari, banyak hal-hal yang telah diungkap tentang alam semesta ini, sekaligus menjadi landasan untuk mencari jawab atas banyak hal yang belum bisa dijawab pada saat ini.
========================

ROTASI DAN REVOLUSI BUMI SERTA PENGARUHNYA

Pengertian Rotasi BumiRotasi bumi adalah peredaran bumi mengelilingi sumbunya atau porosnya dari arah barat ke timur. Lamanya rotasi bumi disebut kala rotasi yaitu selama 23 jam 56 menit 4 detik (disebut satu hari).

Akibat Rotasi Bumi

Akibat perputaran bumi pada porosnya (rotasi bumi) maka akan terjadi beberapa peristiwa di bumi yaitu :

1). Terjadinya siang dan malam

Bagian bumi yang menghadap kearah matahari ketika berputar pada porosnya akan mengalami siang, sebaliknya bagian bumi yang membelakangi matahari akan mengalami malam, dan hal ini terjadi secara bergantian yaitu panjang waktu siang dan malam ratarata 12 jam. Perbedaan waktu siang dan malam akan menjadi lebih besar pada tempat-tempat yang jauh dari khatulistiwa.

2). Terjadinya perbedaan waktu diberbagai tempat di muka bumi

Orang-orang yang berada disebelah timur akan mengalami matahari terbit dan terbenam lebih dahulu. Hal ini dikarenakan bumi berputar dari arah barat ke timur. Daerah yang berada pada sudut 15 derajat lebih ke timur akan melihat matahari terbit lebih dahulu selama 1 jam, maka jika di Nusa Tenggara Barat matahari telah terbit, maka kita di Jakarta baru melihat matahari terbit satun jam setelahnya. Atau jika di Nusa Tenggara Barat pukul 06.00 WITA, maka di Jakarta baru pukul 05.00 WIB.

3). Gerak semu harian bintang

Akibat rotasi bumi maka kita yang ada di bumi melihat seolah olah mataharilah yang bergerak berputar dari timur kebarat mengelilingi bumi. Padahal yang terjadi sebenarnya adalah matahari tidak bergerak, tetapi bumilah bergerak berputar mengelilingi matahari dari barat ke timur. Gerak yang tidak sebenarnya ini dinamakan gerak semu harian bintang. Disebut gerak semu harian karena kita dapat mengamatinya setiap hari atau setiap saat.

4). Perbedaan percepatan gravitasi di permukaan bumi

Pengertian Revolusi Bumi

Revolusi Bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari. Revolusi bumi merupakan akibat tarik menarik antara gaya gravitasi matahari dengan gaya gravitasi bumi, selain perputaran bumi pada porosnya atau disebut rotasi bumi.

Kala revolusi bumi dalam satu kali mengelilingi matahari adalah 365¼ hari. Bumi berevolusi tidak tegak lurus terhadap bidang ekliptika melainkan miring dengan arah yang sama membentuk sudut 23,50 terhadap matahari, sudut ini diukur dari garis imajiner yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan yang disebut dengan sumbu rotasi.

Pengaruh Revolusi Bumi

1. Perbedaan Lama Siang dan Malam
Kombinasi antara revolusi bumi serta kemiringan sumbu bumi terhadap bidang ekliptika menimbulkan beberapa gejala alam yang diamati berulang setiap tahunnya.

Antara tanggal 21 Maret s.d 23 September
– Kutub utara mendekati matahari, sedangkan kutub selatan menjauhi matahari.
– Belahan bumi utara menerima sinar matahari lebih banyak daripada belahan bumi selatan.
Panjang siang dibelahan bumi utara lebih lama daripada dibelahan bumi selatan.
– Ada daerah disekitar kutub utara yang mengalami siang 24 jam dan ada daerah disekitar kutub selatan yang mengalami malam 24 jam.
Diamati dari khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke utara.
– Kutub utara paling dekat ke matahari pada tanggal 21 juni. Pada saat ini pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5o ke utara.

Antara tanggal 23 September s.d 21 Maret
– Kutub selatan lebih dekat mendekati matahari, sedangkan kutub utara lebih menjauhi matahari.
– Belahan bumi selatan menerima sinar matahari lebih banyak daripada belahan bumi utara.
Panjang siang dibelahan bumi selatan lebih lama daripada belahan bumi utara.
– Ada daerah di sekitar kutub utara yang mengalami malam 24 jam dan ada daerah di sekitar kutub selatan mengalami siang 24 jam.
– Diamati dari khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke selatan.
– Kutub selatan berada pada posisi paling dekat dengan matahari pada tanggal 22 Desember. Pada saat ini pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5o ke selatan.

Pada tanggal 21 Maret dan 23 Desember
– Kutub utara dan kutub selatan berjarak sama ke matahari.
– Belahan bumi utara dan belahan bumi selatan menerima sinar matahari sama banyaknya.
– Panjang siang dan malam sama diseluruh belahan bumi.
– Di daerah khatulistiwa matahahari tampak melintas tepat di atas kepala.

2. Gerak Semu Tahunan Matahari
Pergeseran posisi matahari ke arah belahan bumi utara (22 Desember – 21 Juni) dan pergeseran posisi matahari dari belahan bumi utara ke belahan bumi selatan (21 Juni – 21 Desember ) disebut gerak semu harian matahari. Disebut demikian karena sebenarnya matahari tidak bergerak. Gerak itu akibat revolusi bumi dengan sumbu rotasi yang miring.

3. Perubahan Musim
Belahan bumi utara dan selatan mengalami empat musim. Empat musim itu adalah musim semi, musim panas, musim gugur,, dan musim dingin. Berikut ini adalah tabel musim pad waktu dan daerah tertentu di belahan bumi

Musim-musim dibelah bumi utara
Musim semi : 21 Maret – 21 Juni
Musim panas : 21 Juni – 23 September
Musim gugur : 23 September – 22 Desember
Musim Dingin : 22 Desember – 21 Maret

Musim-musim dibelah bumi selatan
Musim semi : 23 September – 22 Desember
Musim panas : 22 Desember – 21 Maret
Musim gugur : 21 Maret – 22 Juni
Musim Dingin : 21 Juni – 23 September

4. Perubahan Kenampakan Rasi Bintang
Rasi bintang adalah susunan bintang-bintang yang tampak dari bumi membentuk polapola tertentu. Bintang-bintang membentuk sebuah rasi sebenarnya tidak berada pada lokasi yang berdekatan. Karena letak bintang-bintang itu sangat jauh, maka ketika diamati dari bumi seolah-olah tampak berdekatan. Rasi bintang yang kita kenal antara lain Aquarius, Pisces, Gemini, Scorpio, Leo, dan lain-lain
Ketika bumi berada disebelah timur matahari, kita hanya dapat melihat bintang-bintang yang berada di sebelah timur matahari. Ketika bumi berada di sebelah utara matahari, kita hanya dapat melihat bintang-bintang yang berada di sebelah utara matahari. Akibat adanya revolusi bumi, bintang-bintang yang nampak dari bumi selalu berubah.

wallahua’lam
berbagai sumber
Views All Time
Views All Time
2275
Views Today
Views Today
1
About Edy Methek 211 Articles
sampaikanlah ... ayat-ayat Allah

5 Comments on AL QUR’AN Menjawab …. Tuduhan Allah Menciptakan Bumi Datar ———————————— BULATNYA BUMI DI JELASKAN DALAM AL-QUR’AN —————————— SIFAT KETERBATASAN MANUSIA ITU ADALAH MERASA SEGALA TAHU DAN HANYA BERBEKAL TEORI YANG TERPANDANG OLEH MATA —————————- Para kafir harby sering kali menuduh Ayat Alqur’an tidak ilmiah berkaitan dengan anggapan bahwa menurut Alqur’an bumi itu datar. ——————————- Sebenarnya jauh-jauh sebelum Galileo, sudah banyak ulama dan ilmuan yang mengatakan bahwa planet bumi ini berbentuk bulat. ——————-

  1. “Dan bumi sesudah itu diHAMPARkan-Nya.” (QS. An-Naaziat:30)

    “Dihamparkan” adalah sebuah keterangan tentang sesuatu benda datar. Apakah berarti dengan kalimat ini Allah menjelaskan bahwa bumi itu datar dan tidak bulat?

    Sesuatu benda bulat yang sangat besar apabila dijadikan tempat berdiri manusia yang sangat kecil akan terlihat menjadi suatu HAMPARAN yang datar karena terbatasnya jarak pandang manusia dan ini adalah ayat yang bermakna umum yang di tentukan hanya untuk manusia bukan di nisbatkan untuk ALLAH SWT. Jadi HAMPARAN digunakan untuk menunjukkan posisi bumi yang datar jika ditinggali manusia. Dan ayat ini Allah menjelaskan tentang kasih sayangnya menjadikan bumi itu berupa hamparan sehingga manusia bisa berdiri diatasnya. Dan ini adalah dalam pandangan MIKRO hubungan bumi dengan manusia, dan bukan hubungan bumi dengan matahari atau planet lain.

  2. Berkata Syaikh Bin Baz : Keberadaan bumi itu bulat tidak bertentangan dengan bahwa permukaan bumi itu datar yang layak untuk dijadikan tempat tinggal, sebagaimana firman Allah Taala. Artinya : Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan [Al-Baqarah [2] ; 22]

    Juga firmanNya. Artinya : Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak? [An-Naba [78] : 6-7] Artinya : Dan bumi bagaimana dihamparkan ? [Al-Ghasyiyah [88] : 20]

  3. Benda-benda yang mengalami tarikan gaya gravitasi bumi akan bergerak jatuh ke tanah. Gerak jatuh akan semakin cepat bila benda semakin dekat dengan tanah. Setelah benda mencapai tanah, gaya gravitasi tetap bekerja sehingga benda tetap berada pada tempatnya. Akibat tidak adanya gaya gravitasi semua makhluk hidup dan makhluk takhidup akan melayang-layang di angkasa.

    Pengaruh gaya gravitasi :

    Gaya gravitasi menarik bulan sehingga bulan tidak terlepas dari garis edarnya.
    Gaya gravitasi menarik meteor memasuki bumi.
    Gaya gravitasi menarik batu yang telah dilempar keatas sehingga kembali ke tanah.

    Pengertian Gravitasi Bumi , Gravitasi Bulan , Gravitasi Matahari

    Semua benda di alma semesta ini memiliki massa, sehingga juga memiliki gravitasi. Selain memiliki gravitasi, juga memiliki medan gravitasi yang saling mempengaruhi satu sama lainnya. Contohnya pengaruh gravitasi matahari dan gravitasi bumi mengakibatkan revolusi bumi agar bumi tidak tertarik ke dalam matahari, begitu juga pengaruh gravitasi bumi dan bulan, mengakibatkan bulan mengelilingi bumi.

    Pengertian Gravitasi

    Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di alam semesta.

    Contoh : Sebuah apel jatuh ke tanah diakibatkan oleh gaya gravitasi bumi yang menarik apel tersebut ke pusat gravitasi bumi. Gaya gravitasi ini menarik benda-benda disekitarnya menuju pusat gravitasi.

    Gravitasi Bumi

    Gaya gravitasi bumi atau arti gaya tarik bumi adalah suatu gaya tarik-menarik yang terjadi pada semua partikel yang mempunyai massa. Jika di bumi, gaya gravitasi bumi disebabkan karena bumi yang berukuran besar memiliki massa yang juga besar sehingga dapat menarik semua benda yang berada di atasnya.

    Besar gaya gravitasi bumi yang menyebabkan benda-benda di atasnya tertarik ini disebut besar gaya tarik bumi atau besar gravitasi. Tidak heran kalau semua benda yang ada dipermukaan bumi akan terengaruh oleh gaya gravitasi bumi.

  4. Pengaruh Gaya Gravitasi Matahari dan Gravitasi Bumi

    Nilai gravitasi matahari adalah 27.94 G (nilai G yang diakui sekarang = 6,67 x 10-11 Nm2/kg2 (kekuatan gravitasi bumi)), yaitu sekitar 28 kali kekuatan gravitasi bumi. Dengan percepatan gravitasi permukaan yaitu = 274.0 m/s2, dibanding kan bumi = 9.8 m/s2.

    Pengaruh gaya gravitasi matahari dan gravitasi bumi mengakibatkan bumi berputar pada porosnya (berotasi) dan bumi mengelilingi matahari (berevolusi). Gravitasi matahari menarik bumi ke pusat matahari, sedang gaya gravitasi bumi tetap mempertahankan posisi bumi, sehingga menghasilkan gaya sentrifugal yang membuat bumi berputar pada porosnya dan mengelilingi matahari agar tidak tertarik ke pusat gravitasi matahari atau tetap berada pada orbitnya.
    Pengaruh Gaya Gravitasi Bumi dan Gravitasi Bulan

    Nilai gravitasi bulan adalah 17% G (1 G = kekuatan gravitasi bumi), yaitu sekitar 0,17 kali kekuatan gravitasi bumi. Dengan percepatan gravitasi permukaan yaitu = 1,6 m/s2, dibanding kan bumi = 9.8 m/s2. Gravitasi bumi menarik bulan ke pusat bumi, sedang gaya gravitasi bulan tetap mempertahankan posisi bulan, sehingga menghasilkan gaya sentrifugal yang membuat bulan berputar pada porosnya dan mengelilingi bumi agar tidak tertarik ke pusat gravitasi bumi atau tetap berada pada orbitnya.

    Pengaruh gaya gravitasi bumi dan bulan adalah pasang-surut air laut. Gaya gravitasi bulan menarik air laut ke arah bulan sehingga memengaruhi ketinggian ombak dan permukaan laut. Karena bulan mengitari bumi, maka akan ada saat di mana satu sisi dari bumi lebih dekat dengan bulan. Bagian yang dekat dengan bulan inilah yang akan mengalami air laut pasang, sedangkan bagian lainnya yang tidak dekat dengan bulan mengalami air laut surut. Pasang-surut air laut juga berkaitan dengan fase bulan. Biasanya, air laut akan mengalami pasang tinggi pada saat bulan purnama.
    =============================
    Gravitasi Matahari/BINTANG

    Gravitasi matahari membuat planet-planet bergerak pada sumbunya, jika planet-planet tidak bergerak pada kecepatan yang cukup cepat untuk menyeimbangkan gravitasi Matahari, planet akan jatuh ke Matahari.

    Dan benda langit yang jumlahnya milyaran itu bergerak berputar tanpa saling bertabrakan satu sama lain karena bergerak secara teratur di orbitnya. Karena ada lintasan sebuah planet terhadap matahari dan berevolusi secara beraturan disebutlah orbit.

    Planet-planet selalu beredar di lintasan ini karena adanya gaya gravitasi matahari yang menarik planet-planet tersebut. Berapakah kecepatan bumi kita ketika berputar, para ahli memperhitungkan bahwa kecepatannya sekitar 108.000 km atau (700.000 mil/jam) mengitari matahari.

    Untuk membandingkan kecepatan yang dahysat itu, kalian tahu berapa kecepatan mobil yang ada sekarang ini kita perkirakan kecepatan mobil itu 200 km atau 125 mil/jam kalau kita bandingkan kecepatan perputaran bumi terhadap matahari dengan kendaraan tersebut mencapai 540 kali lipat kecepatan mobil, bayangkan begitu dahsyatnya kecepatan bumi.

    Contoh yang lainnya, kalian tahu peluru kalau kita tembakan berapa kecepatan peluru tersebut peluru bergerak sekitar 1.800 km atau 1.100 mil/jam dan kalau kita bandingkan dengan kecepatan rotasi bumi 60 kali kecepatannya dengan puluru tadi.

    Begitu tingginya kecepatan perputaran bumi itu, sehingga gaya tarik matahari sangatlah penting bagi bumi khususnya kehidupan di bumi. bisa kalian bayangkan kalau kecepatannya berkurang apa yang akan terjadi mungkin kita tidak akan bisa berjalan seperti biasanya, kita akan melayang-layang seperti kapas. Lalu sebaliknya jika gravitasi matahari lebih besar bumi kita akan terlempar dan tersedot oleh matahari melebur menjadi satu didalamnya. Dan juga pentingnya gravitasi matahari bagi planet-planet lain bisa beredar di orbitnya secara teratur tanpa terjadinya benturan satu sama lainnya.

    Selain gravitasi matahari ada juga juga gravitasi bumi begitu pula dengan planet-planet lain mereka memiliki gaya gravitasi masing-masing, seperti bumi mempunyai gravitasi terhadap bulan, sehingga bulan berada pada tempat dan jaraknya dan terhindar dari tabrakan dengan bumi.

    gravitasi matahari

    Dikehidupan kita juga ada gaya gravitasi bumi dengan gravitasi ini kita bisa berjalan normal menginjak bumi tanpa adanya gravitasi bumi mungkin kita akan melayang-layang berjalan susah apalagi berlari akan sulit, gaya gravitasi bumi ini memudahkan kita untuk beraktivitas menjalani kehidupan begitu juga dengan makhluk-makhluk lain yang ada di muka bumi ini.

    Dan yang terpenting gaya gravitasi tidak boleh berkurang ataupun lebih, karena kalau berkurang kita akan melayang sulit untuk berpijak dan kalau lebih mungkin kita akan terperosok dan merangkak-rangkak ditanah.
    ————————–

    Tiap bintang mempunyai planet-planet sendiri. Planet-planet itu setia mengelilingi sang bintang. Begitu juga dengan bintang di Tata Surya kita, yaitu Matahari. Matahari juga mempunyai planet yang setia mengelilingi Matahari. Salah satu planet itu bernama Planet Bumi.
    ————————

    Kenapa Planet Bumi dan planet lain tidak bisa jalan-jalan ke bintang lain, ya? Kenapa planet di Tata Surya tidak pindah mengelilingi bintang tetangga? Hmm, penyebabnya adalah karena Matahari mempunyai gravitasi atau gaya tarik yang sangat besar. Artinya, Matahari selalu berusaha menarik Planet Bumi agar jatuh ke Matahari. Uniknya, Planet Bumi juga berusaha mempertahankan diri agar tidak jatuh tertelan Matahari.

  5. Planet-planet terkunci mengelilingi Matahari karena gaya tarik Matahari sangat besar.
    —————————-

    Planet Bumi bisa bertahan tidak ditelan Matahari karena Planet Bumi mempunyai massa dan kecepatan. Planet Bumi selalu berlari mengelilingi Matahari supaya tidak ditelan gaya tarik Matahari.
    ————————–

    jika Planet Bumi tidak berlari mengelilingi Matahari, maka Planet Bumi akan ditarik dan ditelan Matahari. Gaya tarik Matahari ini juga menyebabkan Planet Bumi tidak bisa meninggalkan Matahari. Planet Bumi seperti terkunci pada Matahari.
    ————————

    seandainya Planet Bumi malas-malasan berlari mengelilingi Matahari, maka Planet Bumi akan ditelan Matahari. Seram, ya! Ayo, Planet Bumi! Jangan berhenti berlari melawan gaya tarik Matahari, ya!
    ——————-

    sekarang kamu sudah tahu, kan, kenapa planet bumi mengitari matahari?

Leave a Reply