Loading
Hukum Membunuh Cicak, Semut, Tikus dan Nyamuk —————————————– Sains Buktikan Kebenaran Hadist Nabi Hukum Membunuh Cicak …………………………. Bahaya Kotoran Cicak ——————————- Binatang yang biasa memakan serangga dan terutama nyamuk ini yang umumnya berukuran sekitar 10 centimeter, ternyata mengandung bakteri berbahaya yaitu Bakteri Escherichia Coli atau E Coli. ……………………………………….. Jadi apabila memang cecak,tikus,nyamuk,ular dsb …. yang ada di sekitar kita itu membahayakan manusia atau meracuni makanan maka dibolehkan bagi kita untuk membunuh binatang tersebut. ———————————– | Islam dan Sains-Edy

Hukum Membunuh Cicak, Semut, Tikus dan Nyamuk —————————————– Sains Buktikan Kebenaran Hadist Nabi Hukum Membunuh Cicak …………………………. Bahaya Kotoran Cicak ——————————- Binatang yang biasa memakan serangga dan terutama nyamuk ini yang umumnya berukuran sekitar 10 centimeter, ternyata mengandung bakteri berbahaya yaitu Bakteri Escherichia Coli atau E Coli. ……………………………………….. Jadi apabila memang cecak,tikus,nyamuk,ular dsb …. yang ada di sekitar kita itu membahayakan manusia atau meracuni makanan maka dibolehkan bagi kita untuk membunuh binatang tersebut. ———————————–

Hukum Membunuh Cicak, Semut, Tikus dan Nyamuk

—————————————–

Sains Buktikan Kebenaran Hadist Nabi Hukum Membunuh Cicak

………………………….

Bahaya Kotoran Cicak
——————————-
Binatang yang biasa memakan serangga dan terutama nyamuk ini yang umumnya berukuran sekitar
 10 centimeter, ternyata mengandung bakteri berbahaya yaitu Bakteri Escherichia Coli atau E Coli.
………………………………………..

Jadi apabila memang cecak,tikus,nyamuk,ular dsb ….  yang ada di sekitar kita itu membahayakan manusia atau meracuni makanan maka dibolehkan bagi kita untuk membunuh binatang tersebut.

———————————–

A. Pendahuluan

Cicak, semut, tikus, dan nyamuk adalah salah satu binatang yang sangat meresahkan bagi masyarakat. Kita tahu kalau Cicak sering buang kotoran di lantai, apalagi lantai masjid, sehingga menjadikan lantainya najis. Semut sering kali mengerubungi makanan atau minuman kita, sehingga sering kita lihat di tempat makanan dan gelas minuman kita terdapat semut, dan itu sangat menjengkelkan. Sedangkan tikus adalah musuh bebuyutan para petani. Tidak jarang tanaman para petani mati karena diserang hama ini. Adapun nyamuk, kita sering mengalami tidak bisa tidur, gatal-gatal, dan bentol-bentol gara-gara hewan yang satu ini.

B. Permasalahan

Bagaimanakah hukum membunuh cicak, semut, tikus, dan nyamuk?

C. Dalil-dalil

Hukum membunuh Cicak

  • Hadits yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Barang siapa membunuh cicak dalam sekali pukul, maka ditulis untuknya seratus kebaikan, dan dalam dua kali pukulan kurang dari itu (seratus kebaikan), dan dalam tiga kali pukulan, kurang dari itu.” [HR. Muslim]

Hadits di atas adalah dalil dibolehkannya kita untuk membunuh cicak, dengan membunuhnya kita mendapatkan pahala seratus kebaikan. Bahkan tujuh kesalahan kita akan terhapuskan. Cicak adalah binatang yang jahat. Nabi bersabda: “Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam memerintahkan untuk membunuh cicak, dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menamainya dengan nama Fawaisiqo (Binatang jahat)” [HR. Muslim].

Cara membunuh cicak sebisa mungkin sekali bunuh, agar ditulis seratus kebaikan.

Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah muslim mengatakan: “Para Ulama sepakat bahwa bahwa cicak adalah hewan kecil yang mengganggu.”

Hukum membunuh Semut dan Tikus

  • Diriwayatkan oleh Sayyidatina Aisyah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Lima hewan jahat, yang boleh dibunuh di tanah Haram:Gagak, dan rajawali, dan anjing galak, dan kala jengking, dan tikus.” [HR. Bukhari dan Muslim]
  • Dari Ibnu ‘Abbaas Radhiyallahu Anhu, beliau berkata: “Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mencegah dari membunuh empat hewan: Semut, lebah, burung hud-hud, dan burung Shurad.” [HR. Abu Dawuud: 2490]

Kedua hadits di atas secara jelas menerangkan hukum membunuh semut dan tikus. Pada hadits pertama, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam memperbolehkan untuk membunuh tikus. Pada hadits kedua, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam melarang untuk membunuh semut. Cara membunuh hewan adalah dengan membunuh dengan bagus dan jangan disiksa. Dalam hadits disebutkan: “Sesungguhnya Allah telah memerintahkan untuk berlaku baik atas segala sesuatu. Maka, apabila kamu ingin membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang bagus. Dan apabila kamu akan menyembelih, maka bagusilah cara penyembelihannya.

Hukum membunuh nyamuk

Imam Suyuthi mengkelompokan binatang menjadi 4, yaitu:

  1. Binatang yang ada manfaatnya dan tidak berbahaya, maka boleh dibunuh
  2. Binatang yang berbahaya dan tidak mempunyai kemanfaatan, maka dianjurkan (sunnah) untuk dibunuh, seperti ular
  3. Binatang yang mempunyai manfaat, tapi di sisi lain berbahaya, maka tidak dianjurkan dibunuh dan tidak dimakruhkan untuk dibunuh, seperti elang
  4. Binatang yang tidak mempunyai manfaat dan tidak berbahaya, seperti ulat, maka tidak diharamkan membunuh, tidak pula dianjurkan.

Nyamuk adalah hewan yang tidak ada kemanfaatan bagi manusia, bahkan membahayakan kesehatan manusia, seperti malaria, dll. Oleh itu, nyamuk masuk pada kelompok binatang yang berbahaya dan tidak mempunyai kemanfaatan (no. 2) , sehingga boleh (sunnah) untuk dibunuh.

D. Kesimpulan

Hukum membunuh cicak, tikus, dan nyamuk diperbolehkan, bahkan, Khusus dalam membunuh cicak, akan berpahala, yaitu ditulis untuk kita seratus kebaikan. Sedangkan membunuh semut adalah tidak diperbolehkan karena adanya hadits yang secara jelas mencegah untuk membunuhnya.
========================================
———————————–

Ibnu Majah meriwayatkan didalam “Sunan” nya dari Saibah Maulah al Fakih bin al Mughiroh
 bahwa dirinya menemui Aisyah dan melihat di rumahnya terdapat sebuah tombak yang tergeletak.
 Dia pun bertanya kepada Aisyah,”Wahai Ibu kaum mukminin apa yang engkau lakukan dengan
 tombak ini?” Aisyah menjawab,”Kami baru saja membunuh cecak-cecak. Sesungguhnya Nabi
saw pernah memberitahu kami bahwa tatkala Ibrahim as dilemparkan ke dalam api tak satu
pun binatang di bumi saat itu kecuali dia akan memadamkannya kecuali cecak yang meniup-niupkan
apinya. Maka Rasulullah saw memerintahkan untuk membunuhnya.” Kitab “az Zawaid” menyebutkan
 bahwa hadits Aisyah ini shahih dan orang-orangnya bisa dipercaya.
Namun demikian bukan berarti setiap kali kita mendapatkan cecak harus dibunuh dikarenakan perintah didalam hadits tersebut bukanlah sebuah kewajiban akan tetapi disunnahkan membunuh setiap cecak yang membahayakan.
Imam Suyuthi menyebutkan didalam “al Asbah an Nazhoir” bahwa Binatang-binatang itu terbagi
menjadi empat macam :
1. Binatang yang didalamnya terdapat manfaat dan tidak berbahaya maka ia tidak boleh dibunuh.
2. Binatang yang mengandung bahaya didalamnya dan tidak bermanfaat maka dianjurkan untuk
dibunuh seperti : ular dan binatang-binatang yang berbahaya.
3. Binatang yang mengandung manfaat didalamnya dari satu sisi namun berbahaya dari sisi
lainnya, seperti : burung elang maka tidak dianjurkan dan tidak pula dimakruhkan
untuk membunuhnya.
4. Binatang yang tidak mengandung manfaat didalamnya dan tidak pula berbahaya, seperti :
ulat, serangga sejenis kumbang maka tidaklah diharamkan dan tidak pula dianjurkan untuk
 membunuhnya. (Al Asbah an Nazoir juz II hal 336)
Jadi apabila memang cecak yang ada di sekitar kita itu membahayakan manusia atau meracuni
makanan maka dibolehkan bagi kita untuk membunuh cecak tersebut.
———————————
Bahaya Kotoran Cicak
——————————-
Binatang yang biasa memakan serangga dan terutama nyamuk ini yang umumnya berukuran sekitar
 10 centimeter, ternyata mengandung bakteri berbahaya yaitu Bakteri Escherichia Coli atau E Coli.
………………………………………..
Escherichia Coli telah dikenal sebagai mikroba yang berkaitan dengan keterbuangan atau keracunan
makanan,bisa menyebabkan sakit perut. Tapi menurut Prof Thimas Wood yang kami lansir
dari id.shvoong.com, Departemen Teknik Kimia Universits Texas memiliki opini yang mengejutkan untuk bakteri ini.
——————-
Menurutnya E.Coli dapat dimodifikasi secara genetik untuk menghasilkan hidrogen dengan jumlah
yang berarti, bahkan dapat memproduksi sekitar 140 kali hidrogen yang diproduksi oleh proses alam.
 Penemuan ini dapat dipandang sebagai batu loncatan untuk ekonomi berbasis hidrogen di masa depan.
 Terbarukan, bersih dan efisien adalah kata kunci dari teknologi fuel cell.
Kini hidrogen umumnya diproduksi melalui proses “pemecahan air”. Proses ini membutuhkan penggunaan energi yang besar dan mahal. E. Coli sendiri telah digunakan sebelumnya dalam produksi hormon insulin dan pembuatan vaksin.
Prof Wood dan timnya telah mentransformasi bakteri-bakteri ini menjadi pabrik hidrogen mini, dengan
menghapus enam gen spesifik dari DNA E. Coli. Pabrik ini membutuhkan pasokan energi dari gula.
Kecepatan mengkonversi gula yang alamiah dari E Coli ditingkatkan berkali-kali lipat. E. Coli
memiliki 5000 gen yang dapat bertahan bahkan dalam kingkungan yang kurangmendukung.
Hidrogen dapat diproduksi melalui proses fermentasi, tapi menurut Prof Wood ini tidak membutuhkan
mesin yang kompleks untuk pemanasan yang ekstensif atau listrik yang banyak. Reaktor yang beliau
 desain beratnya kurang dari 250 galon bahan bakar yang dapat mensuplai hidrogen untuk rumah
untuk penggunaan 24 jam.
Sekedar info saja, bahwa selain kotoran cicak yang mengandung E-Coli dapat membahayakan kesehatan
tubuh ternyata juga ampuh menembus plastik hingga tembus. Kami tidak melakukan penelitian, tapi
 kami memiliki sumber yang pernah menunjukkan bahwa Kotoran Cicak merusak layar handphone.
Saat ini ada banyak sekali spesies cicak. Namun, dari sekian banyak itu, tiga di antaranya adalah
 yang paling familier.
Cecak Tembok (Cosymbotus platyurus)
Sering ditemui di tembok-tembok rumah dan sela-sela atap. Cicak ini bertubuh pipih lebar, berekor
lebar dengan jumbaijumbai halus di tepinya. Bila diamati di tangan, dari sisi bawah akan terlihat
adanya lipatan kulit agak lebar di sisi perut dan di belakang kaki.
Cicak Kayu (Hemidactylus frenatus)
Bertubuh lebih kurus. Ekornya bulat, dengan enam deret tonjolan kulit serupa duri, yang memanjang
dari pangkal ke ujung ekor. Cecak kayu lebih menyukai tinggal di pohon-pohon di halaman rumah, atau
di bagian rumah yang berkayu seperti di atap. Terkadang didapati bersama cecak tembok di dinding luar
rumah dekat lampu, namun umumnya kalah bersaing dalam memperoleh makanan.
Cicak Gula (Gehyra mutilata)
Bertubuh lebih kecil, dengan kepala membulat dan warna kulit transparan serupa daging.
Cecak ini kerap ditemui di sekitar dapur, kamar mandi dan lemari makan, mencari butir-butir nasi
 atau gula yang menjadi kesukaannya. Sering pula ditemukan tenggelam di gelas kopi kita.
Cicak (lizards) bisa muncul dirumah kita berdasarkan konsep lingkungan yang memungkinkan hama itu
ada: makanan-minuman-sarang, Cicak pun betah dalam rumah yang menyediakan makanan mereka: serangga
(nyamuk, laba2 dll.).
Berikut ini tips dari kami untuk membasmi cicak dan pencegahannya :
1. Periksa sekitar atap rumah anda tempat bersarangnya cicak, untuk hal ini jika anda tidak ingin
mengerjakannya sendiri bisa memanggil perusahaan khusus pembasmian hama.
2. Biasakan mencuci piring-piring bekas anda makan dan jangan sampai ada sisa makanan di meja makan.
3. Taruhlah makanan Sobat greener ditempat yang benar-benar tertutup.
4. Hindarkan barang berharga anda seperti Handphone yang terbuat dari plastik / mika dari permukaan atas,
 sebaiknya balik posisi muka menghadap kebelakang. Karena sewaktu-waktu cicak bisa saja merayap di
dinding atau atap rumah Sobat greener.
Jika Sobat berhasil meminimalisir keberadaan nyamuk/serangga, niscaya dengan sendirinya
populasi cicak pun akan menurun.

berbagai sumber

Wallahu A’lam

Views All Time
Views All Time
1277
Views Today
Views Today
3
About Edy Methek 211 Articles
sampaikanlah ... ayat-ayat Allah

1 Comment on Hukum Membunuh Cicak, Semut, Tikus dan Nyamuk —————————————– Sains Buktikan Kebenaran Hadist Nabi Hukum Membunuh Cicak …………………………. Bahaya Kotoran Cicak ——————————- Binatang yang biasa memakan serangga dan terutama nyamuk ini yang umumnya berukuran sekitar 10 centimeter, ternyata mengandung bakteri berbahaya yaitu Bakteri Escherichia Coli atau E Coli. ……………………………………….. Jadi apabila memang cecak,tikus,nyamuk,ular dsb …. yang ada di sekitar kita itu membahayakan manusia atau meracuni makanan maka dibolehkan bagi kita untuk membunuh binatang tersebut. ———————————–

  1. Bahaya Kotoran Cicak
    ——————————-
    Binatang yang biasa memakan serangga dan terutama nyamuk ini yang umumnya berukuran sekitar
    10 centimeter, ternyata mengandung bakteri berbahaya yaitu Bakteri Escherichia Coli atau E Coli.
    ………………………………………..
    Escherichia Coli telah dikenal sebagai mikroba yang berkaitan dengan keterbuangan atau keracunan
    makanan,bisa menyebabkan sakit perut. Tapi menurut Prof Thimas Wood yang kami lansir
    dari id.shvoong.com, Departemen Teknik Kimia Universits Texas memiliki opini yang mengejutkan untuk bakteri ini.

Leave a Reply