Loading
SEDEKAH/SHADAQAH adalah WAJIB …. bagaimana dengan orang MISKIN/sedikit HARTA ?? ————————— SEDEKAH/SHADAQAH banyak bentuknya —————— >>>>> bekerja dapat imbalan .. lalu … SEDEKAH ……… >>>>> menolong orang yg terANIAYA ……… >>>> menyuruh orang berbuat keBAIKan/ma’ruf …………. >>>> mencegah diri sendiri dari DOSA/kejahatan …………… ————————–————————–— Tiap muslim wajib bersodaqoh. Para sahabat bertanya, “Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?” Nabi Saw menjawab, “Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersodaqoh.” Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?” Nabi menjawab: “Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi menjawab: “Menyuruh berbuat maruf.” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi Saw menjawab, “Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sodaqoh.” (HR. Bukhari dan Muslim) —————————– manfaat …….. SEDEKAH (ZAKAT, INFAQ, SHADAQAH) ……………………..……………………..……………………..………. Manfaatnya sedekah di akhirat, antara lain: 1. Meringankan hisab. 2. Memberatkan timbangan kebaikan (Simak Al Hadid 18 dan al Baqarah 261). 3. Menjadi naungan bagi orang yang melakukannya dari dahsyatnya panas hari kiamat. Rasul bersabda “Setiap orang berada dalam naungan sedekahnya hingga diputuskan perkara diantara manusia.” “Naungan Mukmin pada hari Kiamat adalah sedekahnya,“ kilah Putra Luqman al Hakim. “ 4. Dimudahkaan melewati ash-shirath. 5. Menaikkan derajat di surga. 6. Menghapuskan dosa dan kesalahan. Rasul SAW bersabda, “Puasa adalah perisai, dan sedekah itu memadamkan kesalahan seperti air memadamkan api.” Nasehat Luqman al Hakim kepada anaknya, ”Jika engkau melakukan suatu kesalahan, maka bersedekahlah“ ……………………..……………………..…………… Perbedaan ZAKAT, INFAQ, SHADAQAH yaitu : 1. Zakat, sifatnya wajib dan adanya ketentuannya/batasan jumlah harta yang harus zakat dan siapa yang boleh menerima. 2. Infaq, sumbangan sukarela atau seikhlasnya (materi). 3. Shadaqah, lebih luas dari infaq, karena yang disedekahkan tidak terbatas pada materi saja. ……………………..……………… | Islam dan Sains-Edy

SEDEKAH/SHADAQAH adalah WAJIB …. bagaimana dengan orang MISKIN/sedikit HARTA ?? ————————— SEDEKAH/SHADAQAH banyak bentuknya —————— >>>>> bekerja dapat imbalan .. lalu … SEDEKAH ……… >>>>> menolong orang yg terANIAYA ……… >>>> menyuruh orang berbuat keBAIKan/ma’ruf …………. >>>> mencegah diri sendiri dari DOSA/kejahatan …………… ————————–————————–— Tiap muslim wajib bersodaqoh. Para sahabat bertanya, “Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?” Nabi Saw menjawab, “Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersodaqoh.” Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?” Nabi menjawab: “Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi menjawab: “Menyuruh berbuat maruf.” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi Saw menjawab, “Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sodaqoh.” (HR. Bukhari dan Muslim) —————————– manfaat …….. SEDEKAH (ZAKAT, INFAQ, SHADAQAH) ……………………..……………………..……………………..………. Manfaatnya sedekah di akhirat, antara lain: 1. Meringankan hisab. 2. Memberatkan timbangan kebaikan (Simak Al Hadid 18 dan al Baqarah 261). 3. Menjadi naungan bagi orang yang melakukannya dari dahsyatnya panas hari kiamat. Rasul bersabda “Setiap orang berada dalam naungan sedekahnya hingga diputuskan perkara diantara manusia.” “Naungan Mukmin pada hari Kiamat adalah sedekahnya,“ kilah Putra Luqman al Hakim. “ 4. Dimudahkaan melewati ash-shirath. 5. Menaikkan derajat di surga. 6. Menghapuskan dosa dan kesalahan. Rasul SAW bersabda, “Puasa adalah perisai, dan sedekah itu memadamkan kesalahan seperti air memadamkan api.” Nasehat Luqman al Hakim kepada anaknya, ”Jika engkau melakukan suatu kesalahan, maka bersedekahlah“ ……………………..……………………..…………… Perbedaan ZAKAT, INFAQ, SHADAQAH yaitu : 1. Zakat, sifatnya wajib dan adanya ketentuannya/batasan jumlah harta yang harus zakat dan siapa yang boleh menerima. 2. Infaq, sumbangan sukarela atau seikhlasnya (materi). 3. Shadaqah, lebih luas dari infaq, karena yang disedekahkan tidak terbatas pada materi saja. ……………………..………………

SEDEKAH/SHADAQAH adalah WAJIB …. bagaimana dengan orang MISKIN/sedikit HARTA ??
—————————
SEDEKAH/SHADAQAH banyak bentuknya
——————
>>>>> bekerja dapat imbalan .. lalu … SEDEKAH ………
>>>>> menolong orang yg terANIAYA ………
>>>> menyuruh orang berbuat keBAIKan/ma’ruf ………….
>>>> mencegah diri sendiri dari DOSA/kejahatan ……………
————————–————————–
Tiap muslim wajib bersodaqoh. Para sahabat bertanya, “Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?” Nabi Saw menjawab, “Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersodaqoh.” Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?” Nabi menjawab: “Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi menjawab: “Menyuruh berbuat maruf.” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi Saw menjawab, “Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sodaqoh.” (HR. Bukhari dan Muslim)

tak harus uang 1
—————————–

manfaat …….. SEDEKAH (ZAKAT, INFAQ, SHADAQAH)
……………………..……………………..……………………..……….
Manfaatnya sedekah di akhirat, antara lain:
1. Meringankan hisab.
2. Memberatkan timbangan kebaikan (Simak Al Hadid 18 dan al Baqarah 261).
3. Menjadi naungan bagi orang yang melakukannya dari dahsyatnya panas hari kiamat. Rasul bersabda “Setiap orang berada dalam naungan sedekahnya hingga diputuskan perkara diantara manusia.” “Naungan Mukmin pada hari Kiamat adalah sedekahnya,“ kilah Putra Luqman al Hakim. “
4. Dimudahkaan melewati ash-shirath.
5. Menaikkan derajat di surga.
6. Menghapuskan dosa dan kesalahan. Rasul SAW bersabda, “Puasa adalah perisai, dan sedekah itu memadamkan kesalahan seperti air memadamkan api.” Nasehat Luqman al Hakim kepada anaknya, ”Jika engkau melakukan suatu kesalahan, maka bersedekahlah“
……………………..……………………..……………
Perbedaan ZAKAT, INFAQ, SHADAQAH yaitu :
1. Zakat, sifatnya wajib dan adanya ketentuannya/batasan jumlah harta yang harus zakat dan siapa yang boleh menerima.
2. Infaq, sumbangan sukarela atau seikhlasnya (materi).
3. Shadaqah, lebih luas dari infaq, karena yang disedekahkan tidak terbatas pada materi saja.
……………………..………………
Pengertian Shadaqah, Zakat dan Infaq :

1. Shadaqah
Shadaqah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar. Orang yang suka bersedekah adalah orang yang benar pengakuan imannya. Adapun secara terminologi syariat shadaqah makna asalnya adalah tahqiqu syai’in bisyai’i, atau menetapkan/menerapkan sesuatu pada sesuatu. Sikapnya sukarela dan tidak terikat pada syarat-syarat tertentu dalam pengeluarannya baik mengenai jumlah, waktu dan kadarnya. Atau pemberian sukarela yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain, terutama kepada orang-orang miskin setiap kesempatan terbuka yang tidak ditentukan jenis, jumlah maupun waktunya, sedekah tidak terbatas pada pemberian yang bersifat material saja tetapi juga dapat berupa jasa yang bermanfaat bagi orang lain. Bahkan senyum yang dilakukan dengan ikhlas untuk menyenangkan orang lain termasuk kategori sedekah. Shadaqoh mempunyai cakupan yang sangat luas dan digunakan Al-Qur’an untuk mencakup segala jenis sumbangan. Shadaqah ialah segala bentuk nilai kebajikan yang tidak terikat oleh jumlah, waktu dan juga yang tidak terbatas pada materi tetapi juga dapat dalam bentuk non materi, misalnya menyingkirkan rintangan di jalan, menuntun orang yang buta, memberikan senyuman dan wajah yang manis kepada saudaranya, menyalurkan syahwatnya pada istri.

Sedekah berarti memberi derma, termasuk memberikan derma untuk mematuhi hukum dimana kata zakat digunakan didalam Al-Qur’an dan Sunnah. Zakat telah disebut pula sedekah karena zakat merupakan sejenis derma yang diwajibkan sedangkan sedekah adalah sukarela, zakat dikumpulkan oleh pemerintah sebagai suatu pengutan wajib, sedegkan sedekah lainnya dibayarkan secara sukarela. Jumlah dan nisab zakat di tentukan, sedangkan jumlah sedekah yang lainya sepenuhnya tergantung keinginan yang menyumbang.
Pengertian sedekah sama dengan pengertian infaq, termasuk juga hukum dan ketentuan-ketentuannya. Hanya saja shadaqoh mempunyai makna yang lebih luas lagi dibanding infaq. Jika infaq berkaitan dengan materi, sedekah memiliki arti lebih luas, menyangkut juga hal yang bersifat nonmateriil.
Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Dzar, Rasulullah menyatakan : “jika tidak mampu bersedekah dengan harta, maka membaca tasbih, takbir, tahmid, tahlil, berhubungan suami-istri, atau melakukan kegiatan amar ma’ruf nahi munkar adakah sedekah”.
Dalam hadist Rasulullah memberi jawaban kepada orang-orang miskin yang cemburu terhadap orang kaya yang banyak bershadaqah dengan hartanya, beliau bersabda : “Setiap tasbih adalah shadaqah, setiap takbir shadaqah, setiap tahmid shadaqah, setiap amar ma’ruf adalah shadaqah, nahi munkar shadaqah dan menyalurkan syahwatnya kepada istri shadaqah”. (HR. Muslim)

2. Zakat
Zakat secara bahasa (lughat), berarti : tumbuh, berkembang dan berkah (HR. At-Tirmidzi) atau dapat pula berarti membersihkan atau mensucikan (QS. At-Taubah : 10).
Seorang yang membayar zakat karena keimanannya nicaya akan memperoleh kebaikan yang banyak. Allah SWT berfirman : “Pungutlah zakat dari sebagian kekayaan mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka”. (QS : At-Taubah : 103)
Sedangkan menurut terminologi syari’ah (istilah syara’) zakat berarti kewajiban atas harta atau kewajiban atas sejumlah harta tertentu untuk kelompok tertentu dalam waktu tertentu.
Zakat juga berarti derma yang telah ditetapkan jenis, jumlah dan waktu suatu kekayaan atau harta yang wajib diserahkan dan pendayagunaannya pun ditentukan pula, yaitu dari umat Islam untuk umat Islam. Atau Zakat adalah nama dari sejumlah harta tertentu yang telah mencapai syarat tertentu (nishab) yang diwajibkan Allah SWT untuk dikeluarkan dan diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu pula (QS. 9:103 dan QS. 30:39)
Ulama’ Hanafiyyah mendefinisikan zakat dengan menjadikan hak milik bagian harta tertentu dan harta tertentu untuk orang tertentu yang telah ditentukan oleh Syari’ karena Allah.
Demikian halnya menurut mazhab Imam Syafi’i zakat adalah sebuah ungkapan keluarnya harta atau tubuh sesuai dengan secara khusus. Sedangkian menurut mazhab Imam Hambali, zakat ialah hak yang wajib dikeluarkan dari harta yang khusus untuk kelompok yang khusus pula, yaitu kelompok yang disyaratkan dalam Al-Qur’an. Zakat mempunyai fungsi yang jelas untuk menyucikan atau membersihkan harta dan jiwa pemberinya.

3. Infaq
Infaq berasal dari kata anfaqa yang berarti mengeluarkan sesuatu (harta) untuk kepentingan sesuatu. Menurut terminologi syariat, infaq berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan/penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan Islam. Jika zakat ada nishabnya, infaq tidak mengenal nishab.
Infaq dikeluarkan setiap orang yang beriman, baik yang berpenghasilan tinggi maupun rendah, apakah ia di saat lapang maupun sempit (QS. 3:134)
Jika zakat harus diberikan pada mustahik tertentu (8 asnaf), maka infaq boleh diberikan kepada siapapun. Misalnya, untuk kedua orang tua, anak-yatim, dan sebagainya (QS. 2:215)
Infaq adalah pengeluaran sukarela yang di lakukan seseorang, setiap kali ia memperoleh rizki, sebanyak yang ia kehendakinya. Allah memberi kebebasan kepada pemiliknya untuk menentukan jenis harta, berapa jumlah yang yang sebaiknya diserahkan.
Terkait dengan infak ini Rasulullah SAW bersabda : ada malaikat yang senantiasa berdo’a setiap pagi dan sore : “Ya Allah SWT berilah orang yang berinfak, gantinya. Dan berkata yang lain : “Ya Allah jadikanlah orang yang menahan infak, kehancuran”. (HR. Bukhori)
……………………..……………………..…………….
Pertama, Membersihkan harta. Rasul bersabda, “Lindungi harta kamu dengan zakat, obati sakitmu dengan sedekah, dan hadapi gelombang hidup dengan tawadhu kepada Allah dan doa.“ (HR. Baihaqi).

Kedua, Membersihkan-badan.“Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan mensucikan mereka“ (Taubah 103).

Ketiga, Menolak bencana dan penyakit. Rasul bersabda “Obatilah orang sakit di antara kalian dengan bersedekah.“ (HR. Baihaqi).
Hadist lain, Rasul menegaskan “Sedekah akan menutup tujuh puluh pintu keburukan“ (HR. Thabrani ). Tutur Ibnul Qayyim, “Sedekah mempunyai pengaruh yang luar biasa dalam menolak bencana, meskipun berasal dari orang yang suka berbuat maksiat atau kezaliman, bahkan dari seorang kafir sekalipun. Hal ini diketahui oleh semua orang. Mereka semua mengakuinya karena telah mencobanya.“

Keempat, Memberikan kegembiraan kepada orang-orang miskin dan meringankan kesusahan mereka. Rasul bersabda “Amal yang paling disukai Allah ialah kegembiraan yang engkau masukkan dalam hati seorang Muslim, menghilangkan kesusahannya, melunasi utangnya, atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku untuk suatu hajat lebih aku sukai daripada beriktikaf di masjid ini selama sebulan.“ Sebagian ulama menyatakan, “Sedekah merupakan sarana pendekatan diri kepada Allah Ta’ala yang paling utama. Sedekah lebih utama daripada jihad, terlebih bersedekah di saat paceklik melanda,apalagi bersedekah kepada keluarga dan kerabat. Sedekah juga lebih utama daripada haji, karena haji bersifat individual, sedangkan sedekah bersifat sosial.”

Kelima, Mendatangkan keberkahan harta dan kelapangan rezeki. “Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya.“ (Saba 39).

Keenam, Mengundang rezeki. Setiap pagi malaikat berdoa, “Ya Allah berikan ganti kepada orang yang berinfak.“ Rasul bersabda “Undanglah rezeki kalian dengan bersedekah.“ Nabi memberi nasehat kepada Bilal, salah seorang sahabat yang tergolong miskin. “Nafkahkanlah, wahai Bilal, dan jangan takut dikurangi oleh Penguasa Arsy“ (HR. Al Bazzar). “Nafkahkanlah, maka Allah memberi nafkah kepadamu“ (HR. Thabrani). Juga dalam hadis lain Rasul menerangkan, “Sedekah tidak mengurangi harta. Tidaklah Allah menambah kepada seorang hamba dengan ampunan, melainkan kemuliaan. Dan tidaklah seseorang bertawadhu karena Allah, melainkan Dia meninggikan derajatnya“ (HR. Muslim).

Ketujuh, Menjadi orang yang beruntung. Allah berfirman “Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya,mereka itulah orang-orang yang beruntung“ (Al Hasyr 9). Rassul SAW bersabda “Memberi sedekah, menganjurkan kebaikan, berbaktti kepada orang tua, dan silaturrahmi dapat mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan,menambah berkah umur, dan menolak kejahatan“ (HR. Abu Na’im).

Kedelapan, Menolak kematian yang buruk. Rasul bersabda “ Sedekah itu dapat meredam murka Rabb dan menolak kematian yang buruk (HR. Tirmizi).

Kesembilan, Manfaatnya di akhirat, antara lain:
1. Meringankan hisab.
2. Memberatkan timbangan kebaikan (Simak Al Hadid 18 dan al Baqarah 261).
3. Menjadi naungan bagi orang yang melakukannya dari dahsyatnya panas hari kiamat. Rasul bersabda “Setiap orang berada dalam naungan sedekahnya hingga diputuskan perkara diantara manusia.” “Naungan Mukmin pada hari Kiamat adalah sedekahnya,“ kilah Putra Luqman al Hakim. “
4. Dimudahkaan melewati ash-shirath.
5. Menaikkan derajat di surga.
6. Menghapuskan dosa dan kesalahan. Rasul SAW bersabda, “Puasa adalah perisai, dan sedekah itu memadamkan kesalahan seperti air memadamkan api.” Nasehat Luqman al Hakim kepada anaknya, ”Jika engkau melakukan suatu kesalahan, maka bersedekahlah“

Kesepuluh, Memadamkan murka Rabb. Rasul bersabda, “Sedekah secara diam-diam dapat meredam murka Rabb.“ Imam Zainal Abidin RA berkata, “Sedekah di malam hari akan memadamkan murka Rabb.“ Adi bin Hatim RA, ia berkata, ‘Aku mendengar Nabi SAW bersabda “Barang siapa diantara kalian mampu berlindung dari neraka walau hanya dengan separoh kurma, maka hendaklah ia melakukannya (bersedekah)“ (HR. Muslim). Rasul SAW berpesan pada kaum wanita, “Wahai kaum wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah beristighfar karena aku melihat kalian adalah yang paling banyak menghuni neraka“ (HR. Bukhari dan Muslim).

Kesebelas, Salah satu amal yang bisa mendatangkan manfaat setelah seseorang meninggal. Rasul SAW bersabda, “Jika anak Adam mati, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shaleh yang senantiasa mendoakannya.“ (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud dan Tirmizi).

Keduabelas, Mendapat pujian dari Allah.

Ketigabelas, Mendapat rahmat Allah. Allah berfirman “Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat kebaikan.“ (Al A’raf 56)

……………………..……………………..……………….
BERSIHKAN / SUCIKAN HARTA DAN DIRI KITA…… DENGAN ZAKAT, INFAQ DAN SHODAQOH
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تُقْبَلُ صَلاَةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلاَ صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ

“Tidaklah diterima shalat tanpa bersuci, tidak pula sedekah dari ghulul (harta haram)” (HR. Muslim no. 224).

Ghulul yang dimaksud di sini adalah harta yang berkaitan dengan hak orang lain seperti harta curian. Sedekah tersebut juga tidak diterima karena alasan dalil lainnya yang telah disebutkan,
……………………..………….
Marilah kita senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT, taqwa dalam arti melaksanakan segala perintah dan mencegah segala laranganNya. Bahkan ketaqwaan itu harus kita tingkatkan sehingga kita ini benar-benar tergolong sebagai muttaqien, yaitu orang-orang yang bertaqwa, yang telah diberi janji oleh Allah SWT dengan kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat. Sesungguhnya semulia-mulia manusia disisi Allah SWT adalah orang yang paling bertaqwa kepadaNya.

Zakat adalah salah satu dari bagian rukun Islam yang lima, dan zakat ini merupakan kewajiban setiap muslim yang memiliki kecukupan harta benda yang sudah cukup atau sampai pada nisabnya supaya mengeluarkan sebagian harta bendanya sesuai dengan ketentuan di dalam Agama Islam, untuk membersihkan dirinya dari tanggungjawab amanat Allah SWT berupa harta benda itu. Barang siapa yang mengabaikan kewajiban ini, sedangkan ia telah memenuhi aturan secara syar’i, berarti ia telah mengabaikan kewajiban dan berarti telah melakukan dosa besar. Dan diancam dengan siksaan yang pedih kelak di hari kiamat, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Ali-Imran (3) ayat 180 sbb :

Artinya: Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Allah SWT berfirman dalam surat Fushshilat (41) ayat 6-7, sbb:

Artinya : Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan (Nya), (yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat.

Zakat sering disebut juga sebagai ”Sedekah Wajib”, maksudnya setiap orang kaya atau orang yang berkecukupan diwajibkan mensedekahkan sebagian hartanya kepada orang-orang yang sengsara hidupnya atau fakir miskin.

Allah SWT berfirman dalam surat Adz-Dzaariyaat (51) ayat 19, sbb:

Artinya; Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bahagian.

Mengeluarkan zakat sebagai ibadah wajib lagi suci sesungguhnya untuk menyucikan harta benda kaum hartawan. Tetapi selain itu ada pula maksud-maksud yang lebih luas dari itu ialah menyucikan jiwa kaum hartawan agar bersih dari sifat-sifat bakhil, kikir dan egoistis.

Sebab sudah umum kebiasaan menjadi ciri khas setiap orang yang berharta selalu dihinggapi oleh bibit-bibit kebakhilan itu. Maka dengan peraturan zakat ala Islam, kebakhilan orang kaya berangsur- angsur menjadi berkurang dan bisa juga hilang. Disitulah letaknya hidayah zakat yang sasarannya adalah agar manusia muslimin dan muslimat suci lahir dan bathin, suci harta benda dan diri kita.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat At-Taubah (9) ayat 103, sbb:

Artinya : Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Perintah zakat dalam Islam itu demikian besar limpahan manfaat dan faedahnya, meliputi kepentingan- kepentingan ilmu, menolong kaum fakir miskin, memelihara keamanan masyarakat dan negara, menunaikan harkat berjihad, membina kemakmuran yang merata, memberantas persaingan klas dalam masyarakat ramai, jurang pemisah diantara golongan kaya dan golongan miskin kian lama semakin terhapus, bahkan dari hubungan zakat itu akan mencapai kedamaian dan rasa kasih sayang dikalangan umat Islam, dengan zakat dapat mendidik kaum hartawan supaya terbiasa berkorban, mendidik diri agar tertanam rasa tanggung jawab membela agama dengan harta benda, zakat dapat menjauhkan manusia dari berbagai musibah dan bencana, terutama pada harta kekayaan itu sendiri. Orang mengira bahwa harta yang dikeluarkan zakat, infaq dan shodaqohnya akan menjadi berkurang. Padahal kenyataannya tidak demikian, bahkan dengan mengeluarkan zakat, infaq dan shodaqoh itu justru harta kita akan semakin bertambah dan mengandung berkah. Demikian janji Allah SWT dalam surat Saba’ (34) ayat 39, sbb:

Artinya :Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.

Marilah, siapa saja diantara kita yang sudah mampu dan telah berkewajiban mengeluarkan zakat. Mari kita berikan atau kita keluarkan zakat kita dengan landasan jiwa yang bersih, lapang dada dan ikhlas hanya semata karena Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam sebuah hadist Qudsiy, sbb:

Artinya: Orang-orang kaya adalah wakil-wakil-Ku, apabila wakil-wakil-Ku bakhil (kikir) terhadap tanggungan-tanggungan-Ku, maka Aku akan menciptakan kepada mereka siksa-Ku dan Aku tidak perduli.

Semoga Allah SWT berkenan memberikan hidayah dan taufiqNya kepada kita semua, dapat melakukan amal saleh dan menunaikan zakat, infaq dan shodaqoh sebagaimana mestinya, sehingga kita mendapat rizqi yang halal dan menjadi khusnul khotimah suci lahir dan bathin. Amin Ya Rabbal ’Alamin.

firman Allah SWT dalam surat At-Taubah (9) ayat 60, sbb

Artinya: Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
……………………..……………………....

dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَتَصَدَّقُ أَحَدٌ بِتَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ إِلاَّ أَخَذَهَا اللَّهُ بِيَمِينِهِ فَيُرَبِّيهَا كَمَا يُرَبِّى أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ أَوْ قَلُوصَهُ حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الْجَبَلِ أَوْ أَعْظَمَ

“Tidaklah seseorang bersedekah dengan sebutir kurma dari hasil kerjanya yang halal melainkan Allah akan mengambil sedekah tersebut dengan tangan kanan-Nya lalu Dia membesarkannya sebagaimana ia membesarkan anak kuda atau anak unta betinanya hingga sampai semisal gunung atau lebih besar dari itu” (HR. Muslim no. 1014).

Yang dimaksud dengan Allah tidak menerima selain dari yang thoyyib (baik) telah disebutkan maknanya dalam hadits tentang sedekah.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik).“ (HR. Muslim no. 1015)

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: ”Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba (menuju batas shiratul mustaqim) sehingga ia ditanya tentang umurnya, untuk apa ia habiskan, ilmunya untuk apa ia amalkan, hartanya darimana ia peroleh dan kemana ia habiskan, dan badannya untuk apa ia gunakan.” (HR Tirmidzi dan Ad-Darimi

berbagai sumber

 

Views All Time
Views All Time
1673
Views Today
Views Today
1
About Edy Methek 211 Articles
sampaikanlah ... ayat-ayat Allah

1 Comment on SEDEKAH/SHADAQAH adalah WAJIB …. bagaimana dengan orang MISKIN/sedikit HARTA ?? ————————— SEDEKAH/SHADAQAH banyak bentuknya —————— >>>>> bekerja dapat imbalan .. lalu … SEDEKAH ……… >>>>> menolong orang yg terANIAYA ……… >>>> menyuruh orang berbuat keBAIKan/ma’ruf …………. >>>> mencegah diri sendiri dari DOSA/kejahatan …………… ————————–————————–— Tiap muslim wajib bersodaqoh. Para sahabat bertanya, “Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?” Nabi Saw menjawab, “Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersodaqoh.” Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?” Nabi menjawab: “Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi menjawab: “Menyuruh berbuat maruf.” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi Saw menjawab, “Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sodaqoh.” (HR. Bukhari dan Muslim) —————————– manfaat …….. SEDEKAH (ZAKAT, INFAQ, SHADAQAH) ……………………..……………………..……………………..………. Manfaatnya sedekah di akhirat, antara lain: 1. Meringankan hisab. 2. Memberatkan timbangan kebaikan (Simak Al Hadid 18 dan al Baqarah 261). 3. Menjadi naungan bagi orang yang melakukannya dari dahsyatnya panas hari kiamat. Rasul bersabda “Setiap orang berada dalam naungan sedekahnya hingga diputuskan perkara diantara manusia.” “Naungan Mukmin pada hari Kiamat adalah sedekahnya,“ kilah Putra Luqman al Hakim. “ 4. Dimudahkaan melewati ash-shirath. 5. Menaikkan derajat di surga. 6. Menghapuskan dosa dan kesalahan. Rasul SAW bersabda, “Puasa adalah perisai, dan sedekah itu memadamkan kesalahan seperti air memadamkan api.” Nasehat Luqman al Hakim kepada anaknya, ”Jika engkau melakukan suatu kesalahan, maka bersedekahlah“ ……………………..……………………..…………… Perbedaan ZAKAT, INFAQ, SHADAQAH yaitu : 1. Zakat, sifatnya wajib dan adanya ketentuannya/batasan jumlah harta yang harus zakat dan siapa yang boleh menerima. 2. Infaq, sumbangan sukarela atau seikhlasnya (materi). 3. Shadaqah, lebih luas dari infaq, karena yang disedekahkan tidak terbatas pada materi saja. ……………………..………………

  1. Tiap muslim wajib bersodaqoh. Para sahabat bertanya, “Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?” Nabi Saw menjawab, “Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersodaqoh.” Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?” Nabi menjawab: “Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi menjawab: “Menyuruh berbuat maruf.” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi Saw menjawab, “Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sodaqoh.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Leave a Reply