Loading
Matematika Pahala dan Dosa —————————————– Dari Ibnu Abbas radhiallahuanhuma, dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam sebagaimana dia riwayatkan dari Rabbnya Yang Maha Suci dan Maha Tinggi, bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskan hal tersebut , ‘Siapa yang ingin melaksanakan kebaikan kemudian dia tidak mengamalkannya, maka dicatat disisi-Nya sebagai satu kebaikan penuh. Dan jika dia berniat melakukannya dan kemudian melaksanakannya maka Allah akan mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat bahkan hingga kelipatan yang banyak. Dan jika dia berniat melaksanakan keburukan kemudian dia tidak melaksanakannya maka baginya satu kebaikan penuh, sedangkan jika dia berniat kemudian dia melaksanakannya Allah mencatatnya sebagai satu keburukan’.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dalam kedua shahihnya dengan redaksi ini). ========================== Orang Muslim Berdasarkan hadits tersebut, jika engkau seorang Muslim, maka berlaku matematika sebagai berikut: …………………………. Jika engkau Muslim dan engkau berniat membuat amal kebaikan, namun engkau tidak jadi melakukannya maka engkau mendapat satu poin amal kebaikan. ……………… Rumusnya: Pahala niat = amal shalih x 1 = 1 amal shalih ========================== Jika engkau Muslim dan engkau berniat membuat amal kebaikan, kemudian engkau jadi melakukannya maka engkau mendapat 10 sampai dengan 700 poin amal kebaikan. ……………. Rumusnya: Pahala amal shalih minimal = amal shalih x 10 = 10 amal shalih ————————– Contohnya, jika engkau bersedekah Rp 1 juta, minimal engkau dinilai oleh Allah seolah-olah bersedekah Rp 10 juta. ———————– Rumus Pahala amal shalih ideal= amal shalih x 700 = 700 amal shalih ————————– Contohnya, jika engkau bersedekah Rp 1 juta, engkau mendapat penilaian ideal oleh Allah, sehingga dinilai seolah-olah engkau bersedekah Rp 700 juta. —————————– Itu baru perhitungan untuk satu kali amal shalih di bulan biasa. Bagaimana jika seorang Muslim melakukan amal shalihnya di bulan Ramadhan yang dijanjikan berlipat ganda? Kita tidak tahu berapa kelipatan yang Allah berikan pada bulan Ramadhan. Tapi kalau boleh kita andaikan kelipatannya 10 kali lipat bulan biasa, maka seseorang yang berinfak Rp 1 juta di bulan Ramadhan dengan menyempurnakan segala persyaratannya, maka dia akan mendapatkan penilaian seolah-olah berinfak Rp 7 milyar. —————————- Rumusnya sbb: ……… Pahala amal shalih ideal di bulan Ramadhan = amal shalih x 700 x 10 = 7000 amal shalih Ada juga pahala maksimal, yakni tak terhingga nilainya. —————– Rumusnya: …………. Pahala amal shalih maksimal= amal shalih x ∞ = ∞ amal shalih ∞ = lambang matematika untuk bilangan yang tak terhingga ——————- | Islam dan Sains-Edy

Matematika Pahala dan Dosa —————————————– Dari Ibnu Abbas radhiallahuanhuma, dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam sebagaimana dia riwayatkan dari Rabbnya Yang Maha Suci dan Maha Tinggi, bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskan hal tersebut , ‘Siapa yang ingin melaksanakan kebaikan kemudian dia tidak mengamalkannya, maka dicatat disisi-Nya sebagai satu kebaikan penuh. Dan jika dia berniat melakukannya dan kemudian melaksanakannya maka Allah akan mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat bahkan hingga kelipatan yang banyak. Dan jika dia berniat melaksanakan keburukan kemudian dia tidak melaksanakannya maka baginya satu kebaikan penuh, sedangkan jika dia berniat kemudian dia melaksanakannya Allah mencatatnya sebagai satu keburukan’.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dalam kedua shahihnya dengan redaksi ini). ========================== Orang Muslim Berdasarkan hadits tersebut, jika engkau seorang Muslim, maka berlaku matematika sebagai berikut: …………………………. Jika engkau Muslim dan engkau berniat membuat amal kebaikan, namun engkau tidak jadi melakukannya maka engkau mendapat satu poin amal kebaikan. ……………… Rumusnya: Pahala niat = amal shalih x 1 = 1 amal shalih ========================== Jika engkau Muslim dan engkau berniat membuat amal kebaikan, kemudian engkau jadi melakukannya maka engkau mendapat 10 sampai dengan 700 poin amal kebaikan. ……………. Rumusnya: Pahala amal shalih minimal = amal shalih x 10 = 10 amal shalih ————————– Contohnya, jika engkau bersedekah Rp 1 juta, minimal engkau dinilai oleh Allah seolah-olah bersedekah Rp 10 juta. ———————– Rumus Pahala amal shalih ideal= amal shalih x 700 = 700 amal shalih ————————– Contohnya, jika engkau bersedekah Rp 1 juta, engkau mendapat penilaian ideal oleh Allah, sehingga dinilai seolah-olah engkau bersedekah Rp 700 juta. —————————– Itu baru perhitungan untuk satu kali amal shalih di bulan biasa. Bagaimana jika seorang Muslim melakukan amal shalihnya di bulan Ramadhan yang dijanjikan berlipat ganda? Kita tidak tahu berapa kelipatan yang Allah berikan pada bulan Ramadhan. Tapi kalau boleh kita andaikan kelipatannya 10 kali lipat bulan biasa, maka seseorang yang berinfak Rp 1 juta di bulan Ramadhan dengan menyempurnakan segala persyaratannya, maka dia akan mendapatkan penilaian seolah-olah berinfak Rp 7 milyar. —————————- Rumusnya sbb: ……… Pahala amal shalih ideal di bulan Ramadhan = amal shalih x 700 x 10 = 7000 amal shalih Ada juga pahala maksimal, yakni tak terhingga nilainya. —————– Rumusnya: …………. Pahala amal shalih maksimal= amal shalih x ∞ = ∞ amal shalih ∞ = lambang matematika untuk bilangan yang tak terhingga ——————-

Matematika Pahala dan Dosa … melaksanakan KEBAIKAN …. maka Allah akan mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat bahkan hingga kelipatan yang banyak. … HR Bukhari dan Muslim

—————————————–

Dari Ibnu Abbas radhiallahuanhuma, dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam sebagaimana dia riwayatkan dari Rabbnya Yang Maha Suci dan Maha Tinggi, bersabda,  “Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskan hal tersebut , ‘Siapa yang ingin melaksanakan kebaikan kemudian dia tidak mengamalkannya, maka dicatat disisi-Nya sebagai satu kebaikan penuh. Dan jika dia berniat melakukannya dan kemudian melaksanakannya maka Allah akan mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat bahkan hingga kelipatan yang banyak. Dan jika dia berniat melaksanakan keburukan kemudian dia tidak melaksanakannya maka baginya satu kebaikan penuh, sedangkan jika dia berniat kemudian dia melaksanakannya Allah mencatatnya sebagai satu keburukan’.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dalam kedua shahihnya dengan redaksi ini).
==========================
sedekah banyak arti 1

Orang Muslim

Berdasarkan hadits tersebut, jika engkau seorang Muslim, maka berlaku matematika sebagai berikut:
………………………….

  1. Jika engkau Muslim dan engkau berniat membuat amal kebaikan, namun engkau tidak jadi melakukannya maka engkau mendapat satu poin amal kebaikan. ………………

Rumusnya:

Pahala niat = amal shalih x 1 = 1 amal shalih

==========================

  1. Jika engkau Muslim dan engkau berniat membuat amal kebaikan, kemudian engkau jadi melakukannya maka engkau mendapat 10 sampai dengan 700 poin amal kebaikan. …………….

Rumusnya:

Pahala amal shalih minimal = amal shalih x 10 = 10 amal shalih
————————–

Contohnya, jika engkau  bersedekah Rp 1 juta, minimal engkau dinilai oleh Allah seolah-olah bersedekah Rp 10 juta.
———————–

Rumus Pahala amal shalih ideal= amal shalih x 700 = 700 amal shalih
————————–

Contohnya, jika engkau  bersedekah Rp 1 juta, engkau mendapat penilaian ideal oleh Allah, sehingga dinilai seolah-olah engkau bersedekah Rp 700 juta.
—————————–

Itu baru perhitungan untuk satu kali amal shalih di bulan biasa. Bagaimana jika seorang Muslim melakukan amal shalihnya di bulan Ramadhan yang dijanjikan berlipat ganda? Kita tidak tahu berapa kelipatan yang Allah berikan pada bulan Ramadhan. Tapi kalau boleh kita andaikan kelipatannya 10 kali lipat bulan biasa, maka seseorang yang berinfak Rp 1 juta di  bulan Ramadhan dengan menyempurnakan segala persyaratannya, maka dia akan mendapatkan penilaian seolah-olah berinfak Rp 7 milyar.
—————————-

Rumusnya sbb: ………

Pahala amal shalih ideal di bulan Ramadhan = amal shalih x 700 x 10 = 7000 amal shalih

Ada juga pahala maksimal, yakni tak terhingga nilainya.
—————–

Rumusnya: ………….

Pahala amal shalih maksimal= amal shalih x ∞ = ∞ amal shalih

∞ = lambang matematika untuk bilangan yang tak terhingga
——————-

Salah satu amal shalih yang Allah janjikan balasan tak terhingga bagi orang yang melaksanakannya adalah berpuasa.

  1. Jika engkau Muslim, berniat melaksanakan keburukan kemudian dia tidak melaksanakannya maka dia dinilai melakukan satu kebaikan.

Pahala membatalkan rencana amal buruk = amal buruk  x -1 = 1 amal shalih

Kira-kira begini contoh perhitungannya:

Jika seseorang berniat mencuri seekor kambing, kemudian tidak jadi melakukannya, dia dinilai seolah berinfak seekor kambing.

  1. Jika seorang Muslim berniat melakukan keburukan kemudian dia melaksanakannya, Allah menilainya melakukan satu keburukan.

Rumus:

Dosa melaksanakan amal buruk = amal buruk x 1 = 1 amal buruk

=====================================

Orang Kafir

Bagaimana perhitungan pahala dan dosa untuk orang kafir?

Jika dia berniat melakukan kebaikan tapi tidak jadi melakukannya, maka dia tidak mendapat penilaian apapun. Bahkan jika dia jadi melakukan kebaikan, dia dinilai tidak melakukan kebaikan apapun, meskipun kebaikan yang dilakukannya sangat banyak.

Rumusnya:

Pahala amal shalih = amal shalih x 0 = 0 amal shalih

Jadi sekalipun dia melakukan 1.000 kebaikan, dia tidak akan mendapatkan pahala sepeser pun,  karena dia mendapatkan faktor pengalinya bilangan nol. Kita tahu, dalam ilmu matematika, bilangan berapa pun besarnya akan bernilai nol jika dikalikan angka nol.

Amal shalih orang kafir tetap akan dicatat, tetapi dia tidak mendapatkan poin pahala. Andaikan kelak di akhirat ada orang kafir bernama si B yang tercatat melakukan sejuta kebaikan, dan sedikit melakukan perbuatan buruk, misalkan amal buruknya 1.000, dia akan merasa sangat rugi, karena sejuta kebaikan itu akan dinilai nihil, sedangkan amal keburukannya tetap diperhitungkan.

Perhitungan untuk si B ini adalah:  (1.000.000 x 0) – (1000 x 1) = 0 – 1.000 = – 1.000.

Allah berfirman:

“Orang-orang kafir itu semua amal mereka sia-sia. Semua yang mereka lakukan laksana fatamorgana di sebuah lembah. Orang-orang yang kehausan menyangka bahwa fatamorgana itu  adalah air. Ketika mereka mendekati tempat itu, mereka  tidak mendapatkan air sedikitpun . . . .” (An-Nur ayat 39)

Itu sebabnya di dalam Al-Quran dikatakan kelak orang kafir akan merasa rugi dan menyesali kekafirannya.

…Mereka itu (orang kafir), amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi.

Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kafir terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. [18: 103-105]

Bandingkan perhitungannya jika sebelum matinya si B masuk Islam. Maka amal shalihnya akan diperhitungkan. Andaikan amal shalihnya mendapat kelipatan hanya 10 x, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

(1.000.000 x 10) – (1000 x 1) = 10.000.000 – 1.000 = 9.999.000

Nilai itu akan semakin besar jika mendapat angka kelipatan 700. Ini perhitungannya:

(1.000.000 x 700) – (1000 x 1) = 700.000.000 – 1.000 = 699.999.000

Jauh sekali perbedaannya antara poin yang diperoleh si B, jika dia kafir dan jika dia mukmin.

Itulah sebabnya dikatakan dalam Al-Quran, “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman.” (Al-Mukminun ayat 1).

Kemudian bandingkan dengan orang Muslim yang impas amal baik dan amal buruknya. Misalkan si A selama hidupnya melakukan 1.000 kebaikan dan 1.000 keburukan.

Jika tidak menggunakan matematika yang ditetapkan Allah, sekedar menggunakan logika adil menurut manusia, poin atau skor untuk Si A adalah:

(1.000 x 1) – (1.000 x 1) = 0

Namun jika menggunakan rumus matematika Allah, andaikan tiap kebaikan A hanya mendapatkan kelipatan 10, maka poin yang dia dapat adalah:

(1.000 x 10) – (1.000 x 1) = 10.000 – 1.000 = 9.000.

Andaikan tiap kebaikan A mendapat kelipatan 700, maka poin yang dia dapat:

(1.000 x 700) – (1.000 x 1) = 700.000 – 1.000 = 699.000.

Sekalipun si A bukan tergolong mukmin yang shalih, sekedar orang Muslim yang minimalis, namun karena Allah bermurah-hati  melipatgandakan perhitungan amal shalih untuk orang Muslim, maka dia menjadi orang yang beruntung di akhirat nanti.

Perhitungan di atas belum memasukkan unsur ampunan dari Allah.  Misalkan ada seorang Muslim berinisial C telah melakukan 1.000 amal shalih dan 10.000 amal buruk. Jika menggunakan matematika biasa, skor untuk si C adalah: 1.000 – 100.000 = -9.000. Dia akan menjadi penghuni neraka.

Namun jika menggunakan matematika pahala yang Allah telah tetapkan, maka didapat perhitungan yang berbeda. Katakan jika pahala si C hanya dilipatgandakan 10 x, dan dia mendapat ampunan 50% dari dosa-dosanya, maka perhitungannya sebagai berikut:

(1.000 x 10) – (10.000 x 50%) = 10.000 – 5.000 = 5.000.

Dengan matematika Allah, jadilah si C sebagai orang beruntung, diperbolehkan masuk surga.

Jadi, dengan perhitungan yang “tidak adil” dari matematika Allah ini, akan banyak Muslim yang terselamatkan. Jika menggunakan rumus matematika manusia, dia seharusnya masuk neraka, namun dengan rumus matematika Allah, dia masuk surga. Allah tetapkan rumus matematika yang “tidak adil” itu lantaran rahmat-Nya atau kasih sayang-Nya pada orang mukmin.

Itu sebabnya Rasulullah pernah bersabda, “Amal shalih seseorang di antara kamu tidak dapat memasukkannya ke dalam surga dan tidak dapat menjauhkannya dari azab api neraka dan tidak pula aku, kecuali dengan rahmat Allah.” (Riwayat Muslim; kitab Shahih Muslim, Juz II, halaman 528)

Dalam riwayat lain: Rasulullah SAW telah bersabda, “Amal shalih seseorang di antara kamu sama sekali tidak dapat memasukkannya ke dalam surga.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Hai Rasulullah, tidak pula engkau?” Rasulullah menjawab, “Tidak pula aku, kecuali bila Allah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepadaku.” (Riwayat Muslim; kitab Shahih Muslim, Juz II, halaman 528).

harap memberi
===============================

Alquran > Surah Al Baqarah> Ayat 267
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari HASIL USAHAMU YANG BAIK-BAIK dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan JANGANLAH KAMU MEMILIH YANG BURUK-BURUK lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Allah adalah MAHA MENEPATI JANJI, dan apa yang tertulis di Alqur’an adalah apa yang langsung diserukan Allah kepada umatnya. Adalah sebuah kerugian besar jika kita tidak yakin akan perkataan langsung Allah tersebut. Coba anda baca dan renungkan apa yang langsung diserukan Allah tentang sedekah di bagian bawah ini:

Alquran > Surah Al Baqarah> Ayat 245
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), MAKA ALLAH MELIPAT GANDAKAN PEMBAYARAN KEPADANYA DENGAN LIPAT GANDA YANG BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

Dalam ayat ini Allah dengan jelas mengatakan akan melipat gandakan, DENGAN LIPAT GANDA YANG BANYAK bagi siapa saja yang gemar sedekah. Di akhir kalimat ditekankan bahwa hanya Allah-lah yang bisa melapangkan atau menyempitkan rejeki makhluk ciptaanNya.

Alquran > Surah Al Baqarah> Ayat 261
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Dalam ayat ini Allah secara jelas menyebut perhitungan matematis saat kita mengeluarkan hartanya untuk sedekah. Jika menurut perhitungan matematis itu berarti sedekah kita akan dibalas hingga 700 kali lipat! Di akhir ayat Allah menekankan akan membalas sedekah itu bagi siapa yang Dia kehendaki.

Alquran > Surah Al Baqarah> Ayat 274
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Dalam ayat ini Allah menjanjikan bagi siapa saja yang mau bersedekah, Allah akan memeliharanya dari segala bentuk kekhawatiran dan segala bentuk kesedihan. Anda saat ini sedang punya masalah? Makanya ayo segera bersedekah.

Alquran Surah An Nisaa Ayat 114
Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

wallahua’lam
berbagai sumber

Views All Time
Views All Time
808
Views Today
Views Today
2
About Edy Methek 211 Articles
sampaikanlah ... ayat-ayat Allah

3 Comments on Matematika Pahala dan Dosa —————————————– Dari Ibnu Abbas radhiallahuanhuma, dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam sebagaimana dia riwayatkan dari Rabbnya Yang Maha Suci dan Maha Tinggi, bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskan hal tersebut , ‘Siapa yang ingin melaksanakan kebaikan kemudian dia tidak mengamalkannya, maka dicatat disisi-Nya sebagai satu kebaikan penuh. Dan jika dia berniat melakukannya dan kemudian melaksanakannya maka Allah akan mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat bahkan hingga kelipatan yang banyak. Dan jika dia berniat melaksanakan keburukan kemudian dia tidak melaksanakannya maka baginya satu kebaikan penuh, sedangkan jika dia berniat kemudian dia melaksanakannya Allah mencatatnya sebagai satu keburukan’.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dalam kedua shahihnya dengan redaksi ini). ========================== Orang Muslim Berdasarkan hadits tersebut, jika engkau seorang Muslim, maka berlaku matematika sebagai berikut: …………………………. Jika engkau Muslim dan engkau berniat membuat amal kebaikan, namun engkau tidak jadi melakukannya maka engkau mendapat satu poin amal kebaikan. ……………… Rumusnya: Pahala niat = amal shalih x 1 = 1 amal shalih ========================== Jika engkau Muslim dan engkau berniat membuat amal kebaikan, kemudian engkau jadi melakukannya maka engkau mendapat 10 sampai dengan 700 poin amal kebaikan. ……………. Rumusnya: Pahala amal shalih minimal = amal shalih x 10 = 10 amal shalih ————————– Contohnya, jika engkau bersedekah Rp 1 juta, minimal engkau dinilai oleh Allah seolah-olah bersedekah Rp 10 juta. ———————– Rumus Pahala amal shalih ideal= amal shalih x 700 = 700 amal shalih ————————– Contohnya, jika engkau bersedekah Rp 1 juta, engkau mendapat penilaian ideal oleh Allah, sehingga dinilai seolah-olah engkau bersedekah Rp 700 juta. —————————– Itu baru perhitungan untuk satu kali amal shalih di bulan biasa. Bagaimana jika seorang Muslim melakukan amal shalihnya di bulan Ramadhan yang dijanjikan berlipat ganda? Kita tidak tahu berapa kelipatan yang Allah berikan pada bulan Ramadhan. Tapi kalau boleh kita andaikan kelipatannya 10 kali lipat bulan biasa, maka seseorang yang berinfak Rp 1 juta di bulan Ramadhan dengan menyempurnakan segala persyaratannya, maka dia akan mendapatkan penilaian seolah-olah berinfak Rp 7 milyar. —————————- Rumusnya sbb: ……… Pahala amal shalih ideal di bulan Ramadhan = amal shalih x 700 x 10 = 7000 amal shalih Ada juga pahala maksimal, yakni tak terhingga nilainya. —————– Rumusnya: …………. Pahala amal shalih maksimal= amal shalih x ∞ = ∞ amal shalih ∞ = lambang matematika untuk bilangan yang tak terhingga ——————-

  1. Alquran > Surah Al Baqarah> Ayat 274
    Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

    Dalam ayat ini Allah menjanjikan bagi siapa saja yang mau bersedekah, Allah akan memeliharanya dari segala bentuk kekhawatiran dan segala bentuk kesedihan. Anda saat ini sedang punya masalah? Makanya ayo segera bersedekah.

    Alquran Surah An Nisaa Ayat 114
    Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

  2. Alquran > Surah Al Baqarah> Ayat 245
    Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), MAKA ALLAH MELIPAT GANDAKAN PEMBAYARAN KEPADANYA DENGAN LIPAT GANDA YANG BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

    Dalam ayat ini Allah dengan jelas mengatakan akan melipat gandakan, DENGAN LIPAT GANDA YANG BANYAK bagi siapa saja yang gemar sedekah. Di akhir kalimat ditekankan bahwa hanya Allah-lah yang bisa melapangkan atau menyempitkan rejeki makhluk ciptaanNya.

    Alquran > Surah Al Baqarah> Ayat 261
    Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

    Dalam ayat ini Allah secara jelas menyebut perhitungan matematis saat kita mengeluarkan hartanya untuk sedekah. Jika menurut perhitungan matematis itu berarti sedekah kita akan dibalas hingga 700 kali lipat! Di akhir ayat Allah menekankan akan membalas sedekah itu bagi siapa yang Dia kehendaki.

  3. Dari Ibnu Abbas radhiallahuanhuma, dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam sebagaimana dia riwayatkan dari Rabbnya Yang Maha Suci dan Maha Tinggi, bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskan hal tersebut , ‘Siapa yang ingin melaksanakan kebaikan kemudian dia tidak mengamalkannya, maka dicatat disisi-Nya sebagai satu kebaikan penuh. Dan jika dia berniat melakukannya dan kemudian melaksanakannya maka Allah akan mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat bahkan hingga kelipatan yang banyak. Dan jika dia berniat melaksanakan keburukan kemudian dia tidak melaksanakannya maka baginya satu kebaikan penuh, sedangkan jika dia berniat kemudian dia melaksanakannya Allah mencatatnya sebagai satu keburukan’.” (Riwayat Bukhari dan Muslim

Leave a Reply