Loading
BUMI mengelilingi/mengitari MATAHARI …. SUDAH sangat JELAS sekali … { BUKAN “matahari mengelilingi bumi !!!” } ——————————————- 1. Matahari terbit di ufuq timur, bergerak ke barat lalu terbenam diufuq barat. Sebagai bukti bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. ??? ……………………… 2. Awan di langit, bergerak kadang ke timur, ke barat, ke utara dan ke selatan. Menunjukkan diamnya bumi, tidak bergerak. ???? ———————- “Jangan kamu ikuti sesuatu yang TIADA bagimu ILMU/penjelasannya, sesungguhnya pendengaran (informasi), pandangan (observasi), dan telaah/pemahaman kamu melalui hati, akan dimintai perTANGGUNG JAWABannya (dikemudian hari)”. (QS. Isra’[17]:36) — ” لا تقف ما ليس لك به علم، إن السمـع والبصر والفؤادة كل ألئك كان عنه مسئولا ” ———————— fakta ilmiah 1: …… Apakah benar, memang ada pernyataan ayat alQur’an secara dhahir, bahwa: “matahari mengelilingi bumi”??. Perlu dipertegas disini bahwa yang kita bicarakan ialah ayat alQur’an mana, yang menyatakan hal itu. ???? ————————- fakta ilmiah 2: …….. Bumi bergerak mengitari matahari menempuh perjalanan selama 1 tahun atau 12 bulan atau +365 hari dalam sekali keliling. Ini dikenal dengan istilah “revolusi-bumi” mengelilingi matahari. Apakah memang begitu? Atau bumi itu sebenarnya “diam” saja. ———————————- >>> Ini perlu kita pertanyakan juga karena memang ada yang memahami bahwa “bumi tidak bergerak”?? . Apakah memang Bumi itu diam saja menurut alQur’an?? lalu karena menganggap BUMI itu diam saja …. lalu berkesimpulan MATAHARI mengelilingi BUMI?? ———————- fakta ilmiah 3: …………. bumi juga melakukan perputaran pada dirinya sendiri (berpusing) yang bertumpu pada poros/sumbunya, dengan waktu sekali putar +24 jam. Bahasa sehari-harinya berputar seperti gasing, atau seperti roda berputar di as-nya. Gerakan demikian dikenal dengan sebutan “rotasi-bumi”. Bumi melakukan rotasi dengan gerakan ke kiri (sinistral) jika dipandang dari posisi kutub utara bumi. ——————— >>> Hampir sama kedaannya dengan perputaran orang yang sedang tawaf keliling ka’bah, dimana ka’bah sebagai titik pusat/sumbu putar. Kulit bumi yang tebal, yang kita tempati bagian luarnya, bergerak berputar dari barat ke timur; maka terlihat oleh pandangan kita dari bumi, bahwa matahari terbit di timur lalu terbenam di barat. > Itulah tiga kategori fakta yang perlu kita kemukakan. Permasalahannya, APAKAH BENAR menurut al Qur’an bahwa MATAHARI yang berputar keliling bumi dan BUMI DIAM saja?? =========================== Pembuktian itu diperlukan karena dikaitkan dengan ayat-ayat alQur’an. Dan sama sekali bukan tujuan kita mencari mana yang benar dan salah. Tetapi karena alQur’an sendiri telah mengisyaratkan: ” لا تقف ما ليس لك به علم، إن السمـع والبصر والفؤادة كل ألئك كان عنه مسئولا ” “Jangan kamu ikuti sesuatu yang tiada bagimu ilmu/penjelasannya, sesungguhnya pendengaran (informasi), pandangan (observasi), dan telaah/pemahaman kamu melalui hati, akan dimintai pertanggung jawabannya (dikemudian hari)”. (QS. Isra’[17]:36) ——————————— >>> ….. sangat keliru mentakwilkan matahari berputar keliling bumi, padahal dalil syar’i dari ayat alQur’an tidak ada yang mengungkap secara dhahir seperti itu. Dalam masalah ini, perkataan Shahabat, tabiin, Ulama’ (ilmuwan) walaupun dapat dijadikan bandingan, tetapi bukan sebagai dalil syar’i. Karena ini masalah IlmuPengetahuan, dan Peradaban manusia yang terus berkembang. ————————— | Islam dan Sains-Edy

BUMI mengelilingi/mengitari MATAHARI …. SUDAH sangat JELAS sekali … { BUKAN “matahari mengelilingi bumi !!!” } ——————————————- 1. Matahari terbit di ufuq timur, bergerak ke barat lalu terbenam diufuq barat. Sebagai bukti bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. ??? ……………………… 2. Awan di langit, bergerak kadang ke timur, ke barat, ke utara dan ke selatan. Menunjukkan diamnya bumi, tidak bergerak. ???? ———————- “Jangan kamu ikuti sesuatu yang TIADA bagimu ILMU/penjelasannya, sesungguhnya pendengaran (informasi), pandangan (observasi), dan telaah/pemahaman kamu melalui hati, akan dimintai perTANGGUNG JAWABannya (dikemudian hari)”. (QS. Isra’[17]:36) — ” لا تقف ما ليس لك به علم، إن السمـع والبصر والفؤادة كل ألئك كان عنه مسئولا ” ———————— fakta ilmiah 1: …… Apakah benar, memang ada pernyataan ayat alQur’an secara dhahir, bahwa: “matahari mengelilingi bumi”??. Perlu dipertegas disini bahwa yang kita bicarakan ialah ayat alQur’an mana, yang menyatakan hal itu. ???? ————————- fakta ilmiah 2: …….. Bumi bergerak mengitari matahari menempuh perjalanan selama 1 tahun atau 12 bulan atau +365 hari dalam sekali keliling. Ini dikenal dengan istilah “revolusi-bumi” mengelilingi matahari. Apakah memang begitu? Atau bumi itu sebenarnya “diam” saja. ———————————- >>> Ini perlu kita pertanyakan juga karena memang ada yang memahami bahwa “bumi tidak bergerak”?? . Apakah memang Bumi itu diam saja menurut alQur’an?? lalu karena menganggap BUMI itu diam saja …. lalu berkesimpulan MATAHARI mengelilingi BUMI?? ———————- fakta ilmiah 3: …………. bumi juga melakukan perputaran pada dirinya sendiri (berpusing) yang bertumpu pada poros/sumbunya, dengan waktu sekali putar +24 jam. Bahasa sehari-harinya berputar seperti gasing, atau seperti roda berputar di as-nya. Gerakan demikian dikenal dengan sebutan “rotasi-bumi”. Bumi melakukan rotasi dengan gerakan ke kiri (sinistral) jika dipandang dari posisi kutub utara bumi. ——————— >>> Hampir sama kedaannya dengan perputaran orang yang sedang tawaf keliling ka’bah, dimana ka’bah sebagai titik pusat/sumbu putar. Kulit bumi yang tebal, yang kita tempati bagian luarnya, bergerak berputar dari barat ke timur; maka terlihat oleh pandangan kita dari bumi, bahwa matahari terbit di timur lalu terbenam di barat. << ======================== >> Itulah tiga kategori fakta yang perlu kita kemukakan. Permasalahannya, APAKAH BENAR menurut al Qur’an bahwa MATAHARI yang berputar keliling bumi dan BUMI DIAM saja?? =========================== Pembuktian itu diperlukan karena dikaitkan dengan ayat-ayat alQur’an. Dan sama sekali bukan tujuan kita mencari mana yang benar dan salah. Tetapi karena alQur’an sendiri telah mengisyaratkan: ” لا تقف ما ليس لك به علم، إن السمـع والبصر والفؤادة كل ألئك كان عنه مسئولا ” “Jangan kamu ikuti sesuatu yang tiada bagimu ilmu/penjelasannya, sesungguhnya pendengaran (informasi), pandangan (observasi), dan telaah/pemahaman kamu melalui hati, akan dimintai pertanggung jawabannya (dikemudian hari)”. (QS. Isra’[17]:36) ——————————— >>> ….. sangat keliru mentakwilkan matahari berputar keliling bumi, padahal dalil syar’i dari ayat alQur’an tidak ada yang mengungkap secara dhahir seperti itu. Dalam masalah ini, perkataan Shahabat, tabiin, Ulama’ (ilmuwan) walaupun dapat dijadikan bandingan, tetapi bukan sebagai dalil syar’i. Karena ini masalah IlmuPengetahuan, dan Peradaban manusia yang terus berkembang. —————————

BUMI mengelilingi/mengitari MATAHARI …. SUDAH sangat JELAS sekali …   { BUKAN “matahari mengelilingi bumi !!!” }

——————————————-
1. Matahari terbit di ufuq timur, bergerak ke barat lalu terbenam diufuq barat. Sebagai bukti bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. ???
………………………
2. Awan di langit, bergerak kadang ke timur, ke barat, ke utara dan ke selatan. Menunjukkan diamnya bumi, tidak bergerak. ????
———————-
“Jangan kamu ikuti sesuatu yang TIADA bagimu ILMU/penjelasannya, sesungguhnya pendengaran (informasi), pandangan (observasi), dan telaah/pemahaman kamu melalui hati, akan dimintai perTANGGUNG JAWABannya (dikemudian hari)”. (QS. Isra’[17]:36)

 ” لا تقف ما ليس لك به علم، إن السمـع والبصر والفؤادة كل ألئك كان عنه مسئولا “

————————
fakta ilmiah 1: ……
Apakah benar, memang ada pernyataan ayat alQur’an secara dhahir, bahwa: “matahari mengelilingi bumi”??. Perlu dipertegas disini bahwa yang kita bicarakan ialah ayat alQur’an mana, yang menyatakan hal itu. ????
————————-
fakta ilmiah 2: ……..
Bumi bergerak mengitari matahari menempuh perjalanan selama 1 tahun atau 12 bulan atau +365 hari dalam sekali keliling. Ini dikenal dengan istilah “revolusi-bumi” mengelilingi matahari. Apakah memang begitu? Atau bumi itu sebenarnya “diam” saja.
———————————-
>>> Ini perlu kita pertanyakan juga karena memang ada yang memahami bahwa “bumi tidak bergerak”?? . Apakah memang Bumi itu diam saja menurut alQur’an?? lalu karena menganggap BUMI itu diam saja …. lalu berkesimpulan MATAHARI mengelilingi BUMI??
———————-
fakta ilmiah 3: ………….
bumi juga melakukan perputaran pada dirinya sendiri (berpusing) yang bertumpu pada poros/sumbunya, dengan waktu sekali putar +24 jam. Bahasa sehari-harinya berputar seperti gasing, atau seperti roda berputar di as-nya. Gerakan demikian dikenal dengan sebutan “rotasi-bumi”. Bumi melakukan rotasi dengan gerakan ke kiri (sinistral) jika dipandang dari posisi kutub utara bumi.
———————
>>> Hampir sama kedaannya dengan perputaran orang yang sedang tawaf keliling ka’bah, dimana ka’bah sebagai titik pusat/sumbu putar. Kulit  bumi yang tebal, yang kita tempati bagian luarnya, bergerak berputar dari barat ke timur; maka terlihat oleh pandangan kita dari bumi, bahwa matahari terbit di timur lalu terbenam di barat.
<< ======================== >>

Itulah tiga kategori fakta yang perlu kita kemukakan. Permasalahannya, APAKAH BENAR menurut al Qur’an bahwa MATAHARI yang berputar keliling bumi dan BUMI DIAM saja??
===========================

Pembuktian itu diperlukan karena dikaitkan dengan ayat-ayat alQur’an. Dan sama sekali bukan tujuan kita mencari mana yang benar dan salah. Tetapi karena alQur’an sendiri telah mengisyaratkan:
 ” لا تقف ما ليس لك به علم، إن السمـع والبصر والفؤادة كل ألئك كان عنه مسئولا “
“Jangan kamu ikuti sesuatu yang tiada bagimu ilmu/penjelasannya, sesungguhnya pendengaran (informasi), pandangan (observasi), dan telaah/pemahaman kamu melalui hati, akan dimintai pertanggung jawabannya (dikemudian hari)”. (QS. Isra’[17]:36)
———————————
>>> ….. sangat keliru mentakwilkan matahari berputar keliling bumi, padahal dalil syar’i dari ayat alQur’an tidak ada yang mengungkap secara dhahir seperti itu. Dalam masalah ini, perkataan Shahabat, tabiin, Ulama’ (ilmuwan) walaupun dapat dijadikan bandingan, tetapi bukan sebagai dalil syar’i. Karena ini masalah IlmuPengetahuan, dan Peradaban manusia yang terus berkembang.
—————————
bumi kelilingi 1
 

DALIL – 1 :
——————-
Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman tentang Ibrahim akan hujahnya terhadap orang yang membantahnya tentang Rabb: “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat.” (QS Al Baqarah: 258).

Maka keadaan matahari yang didatangkan dari timur merupakan dalil yang dhahir bahwa matahari berputar mengelilingi bumi.
—————————

TANGGAPAN-1:
————————

Pada surat Al-Baqarah(2): 258 tersebut diungkapkan “ucapan” Nabiyullah Ibrahim as., Namun berdasarkan dhahir ayat, sama sekali tidak terdapat ungkapan dalam ayat yang menyebutkan “matahari berputar mengelilingi bumi”.
——————

Dhahir ucapan Nabiyullah Ibrahim as., pada ayat tersebut adalah sbb:

قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ ، فأت بهآ من المغرب

Ibrahim berkata :”sesungguhnya Allah terbitkan (datangkan) matahari dari timur, maka cobalah engkau terbitkan matahari dari barat…” Ibrahim menantang lawan bicaranya dengan kalimat itu.
——————

Kemudian, dengan serta-merta diambil kesimpulan sebagai berikut:

“Maka keadaan matahari yang didatangkan dari timur merupakan dalil yang dhahir bahwa matahari berputar mengelilingi bumi”.
—————–
> Takwil dalam pernyataan itu keliru, karena menyimpulkan berdasarkan apa yang dipahami dari pandangan sehari-hari. Padahal disini kita berbicara tentang dhahir ayat. Bagaimana “mekanisme” pergerakan sehingga matahari terlihat terbit di timur dan terbenam di barat?? Hal ini tidak diungkap oleh dhahir ayat yang dipaparkan tersebut. “Sesungguhnya Allah datangkan matahari dari timur…” Demikian itu ucapan Nabiyullah Ibrahim as., yang dikekalkan dalam ayat tersebut. Itu saja. Apakah Ibrahim memahami sama dengan yang salah  dipahami,? itu namanya “takwil” terhadap ucapan Ibrahim as. Sehingga bukan dhahir ayat yang membahas sesungguhnya, melainkan ucapan Ibrahim as., yang ada tertera dalam ayat tersebut.
———————————-

> Ada contoh ayat lain (QS. an-Naziyat[79]: 24), tentang bagaimana ucapan seseorang dikekalkan dalam alQur’an seperti ayat berikut ini: َقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَى     “maka ia berkata aku adalah tuhanmu yang maha tinggi”,. Ini adalah ucapan manusia (Fir’aun),  sekalipun demikian ini adalah Firman Allah juga, karena semua ayat-ayat alQur’an itu adalah Firman Allah. Ini hanya contoh bandingan.  Contoh lain, tatkala Ibrahim melihat matahari terbit, ketika itu dia berkata : “ini tuhanku”. Kalimat Ini juga dari ucapan Ibrahim as., yang dikekalkan dalam alQur’an. Masih banyak ayat lainnya yang serupa, tetapi kita tidak perlu mentakwil ucapan manusia sekalipun itu dikekalkan sebagai ayat alQur’an, karena belum tentu maksud yang kita inginkan sama maksud ayat itu.
———————

DALIL – 2:
———————–

Dan Allah subhanahu wa ta’ala berfirman juga tentang Ibrahim: “Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: ‘Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar’, maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata: ‘Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.’” (QS Al An’am: 78).

Jika Allah menjadikan bumi yang mengelilingi niscaya Allah berkata: “Ketika bumi itu hilang darinya.”
———————-

TANGGAPAN-2:
————————

Surat Al-An’am:78

فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَـذَا رَبِّي هَـذَا أَكْبَرُ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ

Ayat tersebut mengungkapkan peristiwa yang dialami Nabiullah Ibrahim. Adapun yang dapat dipahami dari ayat tersebut ialah “Ibrahim melihat matahari itu dari posisinya di bumi”. Dalam lafaz ayat sudah jelas disebutkan “tatkala ia melihat matahari terbit,… “. Sesungguhnya Ibrahim dalam kehidupannya sehari-hari mengetahui matahari terbit dan terbenam. Sama saja dengan kita sekarang ini. Namun dalam proses pengembaraan jiwanya mencari wujud tuhan, tiba-2 Ibrahim mendapatkan semacam idea dalam benaknya tentang wujud tuhan. Yaitu “matahari”.  Idea seperti itu pada semua manusia bisa saja mendadak muncul. Mungkin bermanfaat mungkin juga tidak. Kenyataanya ayat mengungkap dengan kalimat seperti di atas. (tatkala Ibrahim melihat matahari terbit dia berkata: “inilah tuhanku”)………… namun tatkala matahari itu terbenam maka Ibrahim menyangkal pernyataannya sendiri.
———————-

Lalu kenapa tiba-tiba dinyatakan sebagai berikut:

(Jika Allah menjadikan bumi yang mengelilingi niscaya Allah berkata: “Ketika bumi itu hilang darinya.”).
——-

Bagaimana mungkin ada firman Allah seperti yang dikehendaki: Ketika bumi itu hilang darinya”, padahal dipahami dari dhahir ayat itu Ibrahim melihat matahari terbit. Dimana Ibrahim ketika melihat matahari?? Ya, di bumi. Nah kalau bumi hilang dari Ibrahim, loh, dimana  posisi Ibrahim?. Maka menjadi kacaulah konteks ayat itu jika mengikuti cara takwilnya. Ungkapan ayat itu adalah benar 100%, tetapi analogi cara peng-andai-an dari ayat tersebut adalah keliru 100%.
———————-

DALIL – 3:
———————–

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu.” (QS Al Kahfi: 17).
———————

Allah menjadikan yang condong dan menjauhi adalah matahari, itu adalah dalil bahwa gerakan itu adalah dari matahari, kalau gerakan itu dari bumi niscaya Dia berkata, “gua mereka condong darinya (matahari).” Begitu pula bahwa penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari menunjukkan bahwa dialah yang berputar meskipun dilalahnya lebih sedikit dibandingkan firmanNya, “(condong) dan (menjauhi mereka).”
——————–

TANGGAPAN – 3
————-

Simpulan dan peng-andai-an yang diajukan lagi-lagi terpeleset. Keinginan  mentakwil ayat tersebut cukup kuat terbukti dengan kalimat: “Allah menjadikan yang condong dan menjauhi adalah matahari”. Itulah pemahaman yang salah menurut pikiran manusia sendiri. Apakah  tidak keliru memahami ayat tersebut?.
——————-
Mari kita perhatikan secara saksama redaksi ayatnya:

وَتَرَى الشَّمْسَ إِذَا طَلَعَت تَّزَاوَرُ عَن كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَإِذَا غَرَبَت تَّقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِي فَجْوَةٍ مِّنْهُ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ مَن يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَن يُضْلِلْ فَلَن تَجِدَ لَهُ وَلِيّاً مُّرْشِداً

Pada awal ayat tertera ungkapan “wa tara as-syamsa …..”- -“engkau lihat matahari…..”, berarti menurut penglihatanmu dari bumi. Ini pokok masalahnya. Maknanya bahwa matahari condong dan menjauhi bumi itu, adalah dalam penglihatanmu   (وترى الشمـس). Bukanlah karena pergerakan matahari itu sendiri. Karena itu tidak perlu membuat suatu kalimat peng-andai-an seperti: kalau gerakan itu dari bumi niscaya Dia berkata, “gua mereka condong darinya (matahari).”.
————————–

Sesungguhnya Inti pembahasan ayat tersebut bukanlah tentang gerakan matahari atau bumi, melainkan tentang posisi (geografis) letak gua tempat para pemuda yang shalihin bersembunyi.  Alamat gua yang disebutkan dalam ayat adalah, ketika matahari terbit, condong dari arah sebelah kanan gua itu, dan ketika matahari terbenam, menjauhi gua itu di sebelah kiri. Informasi demikian menunjukkan bahwa gua itu menghadap ke utara. Karena dengan menghadap utara akan terlihat  تَّزَاوَرُ عَن كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ matahari terbit condong dari kanan gua, dan terbenam di kiri تَّقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ.   Sangatlah tepat ungkapan di awal ayat dengan kalimat وَتَرَى الشَّمْسَ  “wa tara as-syamsa”.   “engkau lihat”.
———————————

Selanjutnya untuk memastikan kondisi gua tersebut, maka ayat memberi informasi: وَهُمْ فِي فَجْوَةٍ مِّنْهُ . mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu . Demikian itulah sebagian tanda-tanda dari Allah SwT. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah SwT., maka dia mendapatkan petunjuk tentang gua itu. Namun siapa disesatkan Allah SwT., maka tiada yang dapat menolongnya mendapatkan petunjuk tentang gua itu. Coba sekali lagi disimak dengan seksama kandungan ayat itu. Sambil bersama-sama kita merenung istighfar kepada Allah SwT.
———————

DALIL – 4:
———————-
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS Al Anbiya’: 33).
………………
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: berputar dalam suatu garis edar seperti edaran alat pemintal. Penjelasan itu terkenal darinya.
———————-
TANGGAPAN-4:
—————–
وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ –

Tidak ada yang dapat ditakwilkan dari ayat tersebut bahwa matahari bergerak keliling bumi. Fakta yang disajikan ayat ini apa adanya bahwa matahari, bulan, masing-masing bergerak di garis edarnya. Demikian halnya dengan malam dan siang. Teori astronomi pun ternyata sejalan dengan itu.
———————–

Padangan Sahabat Nabi, Ibnu Abbas ra., walaupun dapat dijadikan bandingan, namun bukanlah patokan. Tentu itu dikutip dari riwayat-riwayat, yang menunjukkan adanya pemahaman seperti itu, yang berkembang di zamannya.  Itu bukanlah dalil syar’i.
—————————

DALIL-5 :
—————-

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat.” (QS Al A’raf: 54).
………….

Allah menjadikan malam mengejar siang, dan yang mengejar itu yang bergerak dan sudah maklum bahwa siang dan malam itu mengikuti matahari.
——————–

TANGGAPAN-5:
—————–

Cara pemahaman terhadap redaksi ayat dalil-4 tidak jauh berbeda dengan ayat yang disajikan dalil-5. Redaksi ayat itu sebagai berikut:

إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ

تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Ayat ini dan juga ayat sebelumnya, sebenarnya menjadi dalil yang membatalkan teori heliosentris, namun tidak membenarkan teori geosentris. Adapun ungkapan malam mengikuti siang dengan cepat, sama sekali tidak menunjukkan pergerakan matahari keliling bumi. Tetapi justru menunjukkan adanya rotasi bumi. Karena terjadinya pergantian siang dan malam itu lantaran bumi sendiri yang berotasi berputar di sumbunya, sehingga permukaannya bergantian menerima sinar matahari. Jadi bukan matahari yang bergerak mengelilingi bumi, tetapi bumi berputar pada sumbunya +24 jam sekali putar. Akibatnya penduduk bumi, termasuk Nabiyullah Ibrahim as., saya, dan manusia, melihat matahari terbit di timur lalu terbenam di barat. Begitulah pemandangan yang terlihat dari posisi kita di bumi. Pergerakan matahari yang dipaparkan oleh kedua ayat di atas tidak disebut mengelilingi bumi. Tetapi matahari dan bulan masing-masing bergerak pada garis edarnya atas perintah Allah SwT.
————————–

DALIL-6:
——————
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”
(QS. Az Zumar: 5).
—————
FirmanNya: “Menutupkan malam atau siang” artinya memutar kannya atasnya seperti tutup sorban menunjukkan bahwa berputar adalah dari malam dan siang atas bumi. Kalau saja bumi yang berputar atas keduanya (malam dan siang) niscaya Dia berkata, “Dia menutupkan bumi atas malam dan siang.” Dan firmanNya, “matahari dan bulan, semuanya berjalan” menerangkan apa yang terdahulu menunjukkan bahwa matahari dan bulan keduanya berjalan dengan jalan yang sebenarnya (hissiyan makaniyan), karena menundukkan yang bergerak dengan gerakannya lebih jelas maknanya daripada menundukkan yang tetap diam tidak bergerak.
———————-
TANGGAPAN-6:
—————
Ayat yang dimaksudkan sebagai berikut:

خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ –

Pengertian “menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam” itu menegaskan adanya pergantian siang dan malam, atas kehendak Allah SwT.  Ungkapanيكورالليل  “yukawwirulLail” bertimbal – balik dengan  يكورالنهار“yukawwirunNahar”, sama saja maknanya dengan ungkapanتولج الليل  “tuwlijulLail” timbal-bailk dengan  تولج النهار “tuwlijunNahar” dalam QS. Ali Imran[3]:27.  Begitu juga di ayat lain menggunakan ungkapan “yuwlijulLail”, timbal-balik dengan “yuwlijunNahar”.  Ada juga يغسي الليل النهار “yugsiy-allail-annahar”.

——————————–

Perlu ditegaskan bahwa malam dan siang itu adalah situasi, kondisi, yang dialami belahan bumi secara bergantian. Bila belahan bumi yang di sebelah mengalami malam maka pada saat yang bersamaan belahan yang lain dalam keadaan siang. Begitu pula sebaliknya. Situasi dan kondisi itu bukanlah wujud benda. Jadi tidak perlu dipelintir maknanya seperti sorban tutup kepala. Selanjutnya matahari dan bulan keduanya bergerak sesuai dhahir ayat. Tidak ada masalah dan memang begitu. Tetapi dimana dhahir ayat tentang matahari keliling bumi??
——————————
DALIL-7:
——————-
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya.” (QS Asy Syams: 1-2).
———
Makna (mengiringinya) adalah datang setelahnya, dan itu dalil yang menunjukkan atas berjalan dan berputarnya matahari dan bulan atas bumi. Seandainya bumi yang berputar mengelilingi keduanya tidak akan bulan itu mengiringi matahari, akan tetapi kadang-kadang bulan mengelilingi matahari dan kadang matahari mengiringi bulan, karena matahari lebih tinggi daripada bulan. Dan untuk menyimpulkan ayat ini membutuhkan pengamatan.
——————
TANGGAPAN-7 :
—————–

Ayat yang dimaksudkan sebagai berikut:

والشمس و ضحاها والقمر إذا تلاها. . . . .

Dhahir ayat benar adanya. Tidak perlu ditakwil atau dikomentari. Namun Peng-andai-an itu sudah terlalu jauh menyimpang. Wajar saja kalau ada hadist Nabi saw., melarang kita berandai-andai. Karena beresiko mempunyai tingkat kesalahan yang signifikan, mempengaruhi pandangan kita sendiri. Lalu  berputar-putar dengan kalimat: seandainya bumi yang berputar mengelilingi keduanya tidak akan bulan itu mengiringi matahari,….  Peng-andai-an  itu tidak pernah ada,  akan tetapi kadang-kadang bulan mengelilingi matahari dan kadang matahari mengiringi bulan, ini pemikiran yang lebih sesat lagi.
———————

DALIL-8 :
——————–
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.”
………………….
(QS Yaa Siin: 37-40).
Penyandaran kata berjalan kepada matahari dan Dia jadikan hal itu sebagai kadar / batas dari Dzat yang Maha Perkasa lagi Mengetahui menunjukkan bahwa itu adalah jalan yang haqiqi (sebenarnya) dengan kadar yang sempurna, yang mengakibatkan terjadinya perbedaan siang malam dan batas-batas (waktu). Dan penetapan batas-batas edar bulan menunjukkan perpindahannya di garis edar tersebut. Kalau seandainya bumi yang berputar mengelilingi maka penetapan garis edar itu untuknya bukan untuk bulan. Peniadaan bertemunya matahari dengan bulan dan malam mendahului siang menunjukkan pengertian gerakan muncul dari matahari, bulan, malam, dan siang.
—————————
TANGGAPAN-8 :
———————-

Pada ayat 40 QS. Yasin[36}, sebagaimana terjemahan , dhahirnya ayat tertulis:

وكل فى فلك يـسـبـحـون

Terjemahan dari itu sudah betul menurut kami “Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.”. Syukurlah  tidak menambahkannya dengan kalimat: “….. dalam mengelilingi bumi”. Karena memang tidak begitu dhahir ayat tersebut. Dan rupanya menjadi kebiasaan  menggunakan kalimat qiyas “andai”, seperti ini lagi:  Kalau se-andai-nya bumi yang berputar mengelilingi maka penetapan garis edar itu untuknya bukan untuk bulan.
————-
Sesungguhnya ayat-ayat yang dikutip dari QS. Yasin tersebut adalah ayat-ayat yang berbicara tentang pergerakan masing-masing benda langit itu (matahari dan bulan) secara alamiyah, dengan penjelasan yang ilmiyah. Mengapa anda tidak membicarakan tentang terjadinya manzilah-manzilah bulan yang disinggung dalam ayat itu. Padahal disitulah intinya, bagaimana terjadinya kenampakan hilal itu. Dan kenapa ada manzilah-manzilah seperti terungkap dalam ayat tersebut. Apakah manzilah-manzilah itu bisa terjadi jika matahari bergerak mengelilingi bumi?? Coba dibuktikan dan jelaskan pula kedudukan manzilah itu berdasarkan dhahir ayat tersebut dengan perinsip bumi diam saja, tidak berotasi, dan mataharilah yang bergerak keliling bumi.
————————————

alQur’an itu mutlak kebenarannya, kita perlu mengambil peran turut serta menjaga keasliannya dari bentuk penafsiran yang keliru baik sengaja maupun tidak sengaja lantaran kurangnya alat pendukung dalam memahaminya.
——————–
Mengkaji makna ayat-ayat kauniyah tidak cukup dengan pengetahuan bahasa arab, apalagi secara redaksional belaka.  Karena alQur’an adalah bahasa wahyu. Firman atau kata-kata Allah Yang Maha Luas PengetahuanNya. Sekalipun diturunkan berbahasa arab, tetapi dalam memahami ayat-ayat seperti di atas, diperlukan tambahan pengetahuan, pengalaman dan wawasan.
——————————-
Nabiyullah Muhammad saw., tidak akan sembarang berucap, kecuali dikontrol oleh wahyu yang diwahyukan kepadanya.
—————

membuktikan bahwa bumi mengelilingi matahari adalah dengan ilmu astronomi. 

——————

Cara Termudah Membuktikan Bahwa Bumi Mengelilingi Matahari :
1. Pembuktian dengan aberasi bintang 
Sebagaimana dikemukakan James Bradley pada 1725 tentang fenomena aberasi bintang. Posisi bintang sebenarnya selalu tetap pada suatu titik di langit. Namun ternyata posisi bintang ini mengalami pergeseran dari titik awalnya, meski tidak terlalu besar.
Hal ini cukup untuk menunjukkan bahwa bumi memang bergerak.
Ilustrasi sederhananya :
Misal anda sedang berdiri ditengah hujan, dan air hujan jatuh tepat tegak lurus di kepala. Karena memakai payung, air hujan tidak bisa jatuh di kepala. Namun ketika anda mulai berjalan maka air hujan seolah-olah berbelok dan menciprati kepala.
Sehingga anda harus terpaksa mencondongkan payung. Padahal sebenarnya air hujan tadi tidak berbelak dan tetap jatuh tegak lurus.
Namun karena anda bergerak relatif ke depan, maka efek yang terjadi adalah seolah-olah membelok dan menciprat ke kepala.
aberasi bintang
Yang lebih rumit, digambarkan seperti di bawah ini : S adalah posisi bintang, dan E posisi pengamat di Bumi. Arah bintang relatif terhadap pengamat adalah ES, dengan jarak tergantung pada laju cahaya. Bumi BERGERAK pada arah EE’ dengan arah garis yang merepresentasikan lajunya.
Ternyata pengamatan menunjukkan bahwa bintang berada pada garis ES’ bukannya ES, dengan SS’ paralel dan sama dengan EE’.
Sehingga posisi bintang terlihat bergeser dari posisi sebenarnya dengan sudut yang dibentuk antara SES’. J
ika Bumi memang tidak bergerak, maka untuk setiap waktu, sudut SES’ adalah 0, tetapi ternyata sudut SES’ tidak nol. Ini adalah bukti pertama bahwa memang Bumi bergerak.
2. Pembuktian dengan paralaks bintang
Menurut Bessel (1838), Paralaks bintang bisa terjadi jika posisi suatu bintang yang jauh, seolah-olah tampak ‘bergerak’ terhadap suatu bintang yang lebih dekat.

Dan hal ini hanya bisa terjadi, karena adanya perubahan posisi dari Bintang akibat pergerakan Bumi terhadap Matahari.

bintang paralaks
Perubahan posisi akan membentuk sudut p, dengan posisi ujung-ujung saat Bumi mengitari Matahari.
Sudut paralaks dinyatakan dengan (p), yang merupakan setengah pergeseran paralaktik bilamana bintang diamati dari dua posisi paling ekstrim.
Hal bisa menjelaskan jika Bumi memang mengitari Matahari.
3. Pembuktian dengan efek Doppler.
Menurut Newton, cahaya bisa dipecah menjadi beberapa komponen warna, yaitu mejikuhibiniu. Dan dari pengamatan astronomi menunjukkan bahwa perilaku bintang menunjukkan jika obyek di langit ternyata memiliki “ sidik jari” yang tidak berada pada tempat-nya.
Penjelasan dari Doppler (1842), jika suatu sumber informasi ‘bergerak’, maka akan terjadi ‘perubahan’ informasi.
Bergerak disini dalam arti kata relatif.
Dan juga, jika sumber cahaya mendekat maka gelombang cahaya yang teramati menjadi lebih biru, sedangkan jika menjauh akan menjadi lebih merah.
Ketika Bumi bergerak mendekati bintang, maka bintang menjadi lebih biru, dan ketika menjauhi menjadi lebih merah.
Namun disuatu ketika, pengamatan bintang menunjukkan adanya pergeseran merah, tetapi di saat yang lain, bintang tersebut mengalami pergeseran Biru.
Hal inilah yang menjadi bukti bahwa bumi memang bergerak, bolak-balik – karena mengitari Matahari, denga memiliki kecepatan, relatif terhadap bintang.
—————-
bukti-bukti ini adalah bukti-bukti ILMIAH, dimana semua pemaknaan, pemahaman dan perumusannya mempergunakan semua kaidah-kaidah ilmiah, masuk akal dan ber-bobot kebenaran ilmiah. Apakah memang demikian adanya? Seperti yang ungkapkan, sampai detik ini belum ada teknologi yang bisa membuat kita bisa terbang jauh-jauh ke luar angkasa, sedemikian jauhnya sehingga bisa melihat memang begitulah yang sebenarnya. Tetapi, pembuktian metode ilmiah selama ini cukup sahih untuk menjawab banyak ketidak-pahaman manusia tentang posisi-nya di alam. Dan bukti-bukti yang telah disebutkan tersebut cukup untuk menjadi landasan untuk menjawab bahwa memang Bumi mengitari Matahari; dari pengetahuan Bumi mengitari Matahari, banyak hal-hal yang telah diungkap tentang alam semesta ini, sekaligus menjadi landasan untuk mencari jawab atas banyak hal yang belum bisa dijawab pada saat ini.
========================

ROTASI DAN REVOLUSI BUMI SERTA PENGARUHNYA

Pengertian Rotasi Bumi

Rotasi bumi adalah peredaran bumi mengelilingi sumbunya atau porosnya dari arah barat ke timur. Lamanya rotasi bumi disebut kala rotasi yaitu selama 23 jam 56 menit 4 detik (disebut satu hari).

Akibat Rotasi Bumi

Akibat perputaran bumi pada porosnya (rotasi bumi) maka akan terjadi beberapa peristiwa di bumi yaitu :

1). Terjadinya siang dan malam

Bagian bumi yang menghadap kearah matahari ketika berputar pada porosnya akan mengalami siang, sebaliknya bagian bumi yang membelakangi matahari akan mengalami malam, dan hal ini terjadi secara bergantian yaitu panjang waktu siang dan malam rata-rata 12 jam. Perbedaan waktu siang dan malam akan menjadi lebih besar pada tempat-tempat yang jauh dari khatulistiwa.

2). Terjadinya perbedaan waktu diberbagai tempat di muka bumi

Orang-orang yang berada disebelah timur akan mengalami matahari terbit dan terbenam lebih dahulu. Hal ini dikarenakan bumi berputar dari arah barat ke timur. Daerah yang berada pada sudut 15 derajat lebih ke timur akan melihat matahari terbit lebih dahulu selama 1 jam, maka jika di Nusa Tenggara Barat matahari telah terbit, maka kita di Jakarta baru melihat matahari terbit satun jam setelahnya. Atau jika di Nusa Tenggara Barat pukul 06.00 WITA, maka di Jakarta baru pukul 05.00 WIB.

3). Gerak semu harian bintang

Akibat rotasi bumi maka kita yang ada di bumi melihat seolah olah mataharilah yang bergerak berputar dari timur kebarat mengelilingi bumi. Padahal yang terjadi sebenarnya adalah matahari tidak bergerak, tetapi bumilah bergerak berputar mengelilingi matahari dari barat ke timur. Gerak yang tidak sebenarnya ini dinamakan gerak semu harian bintang. Disebut gerak semu harian karena kita dapat mengamatinya setiap hari atau setiap saat.

4). Perbedaan percepatan gravitasi di permukaan bumi

Pengertian Revolusi Bumi

Revolusi Bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari. Revolusi bumi merupakan akibat tarik menarik antara gaya gravitasi matahari dengan gaya gravitasi bumi, selain perputaran bumi pada porosnya atau disebut rotasi bumi.

Kala revolusi bumi dalam satu kali mengelilingi matahari adalah 365¼ hari. Bumi berevolusi tidak tegak lurus terhadap bidang ekliptika melainkan miring dengan arah yang sama membentuk sudut 23,50 terhadap matahari, sudut ini diukur dari garis imajiner yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan yang disebut dengan sumbu rotasi.

Pengaruh Revolusi Bumi

1. Perbedaan Lama Siang dan Malam
Kombinasi antara revolusi bumi serta kemiringan sumbu bumi terhadap bidang ekliptika menimbulkan beberapa gejala alam yang diamati berulang setiap tahunnya.

Antara tanggal 21 Maret s.d 23 September
– Kutub utara mendekati matahari, sedangkan kutub selatan menjauhi matahari.
– Belahan bumi utara menerima sinar matahari lebih banyak daripada belahan bumi selatan.
– Panjang siang dibelahan bumi utara lebih lama daripada dibelahan bumi selatan.
– Ada daerah disekitar kutub utara yang mengalami siang 24 jam dan ada daerah disekitar kutub selatan yang mengalami malam 24 jam.
– Diamati dari khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke utara.
– Kutub utara paling dekat ke matahari pada tanggal 21 juni. Pada saat ini pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5o ke utara.

Antara tanggal 23 September s.d 21 Maret
– Kutub selatan lebih dekat mendekati matahari, sedangkan kutub utara lebih menjauhi matahari.
– Belahan bumi selatan menerima sinar matahari lebih banyak daripada belahan bumi utara.
– Panjang siang dibelahan bumi selatan lebih lama daripada belahan bumi utara.
– Ada daerah di sekitar kutub utara yang mengalami malam 24 jam dan ada daerah di sekitar kutub selatan mengalami siang 24 jam.
– Diamati dari khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke selatan.
– Kutub selatan berada pada posisi paling dekat dengan matahari pada tanggal 22 Desember. Pada saat ini pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5o ke selatan.

Pada tanggal 21 Maret dan 23 Desember
– Kutub utara dan kutub selatan berjarak sama ke matahari.
– Belahan bumi utara dan belahan bumi selatan menerima sinar matahari sama banyaknya.
– Panjang siang dan malam sama diseluruh belahan bumi.
– Di daerah khatulistiwa matahahari tampak melintas tepat di atas kepala.

2. Gerak Semu Tahunan Matahari
Pergeseran posisi matahari ke arah belahan bumi utara (22 Desember – 21 Juni) dan pergeseran posisi matahari dari belahan bumi utara ke belahan bumi selatan (21 Juni – 21 Desember ) disebut gerak semu harian matahari. Disebut demikian karena sebenarnya matahari tidak bergerak. Gerak itu akibat revolusi bumi dengan sumbu rotasi yang miring.

3. Perubahan Musim
Belahan bumi utara dan selatan mengalami empat musim. Empat musim itu adalah musim semi, musim panas, musim gugur,, dan musim dingin. Berikut ini adalah tabel musim pad waktu dan daerah tertentu di belahan bumi

Musim-musim dibelah bumi utara
Musim semi : 21 Maret – 21 Juni
Musim panas : 21 Juni – 23 September
Musim gugur : 23 September – 22 Desember
Musim Dingin : 22 Desember – 21 Maret

Musim-musim dibelah bumi selatan
Musim semi : 23 September – 22 Desember
Musim panas : 22 Desember – 21 Maret
Musim gugur : 21 Maret – 22 Juni
Musim Dingin : 21 Juni – 23 September

4. Perubahan Kenampakan Rasi Bintang
Rasi bintang adalah susunan bintang-bintang yang tampak dari bumi membentuk pola-pola tertentu. Bintang-bintang membentuk sebuah rasi sebenarnya tidak berada pada lokasi yang berdekatan. Karena letak bintang-bintang itu sangat jauh, maka ketika diamati dari bumi seolah-olah tampak berdekatan. Rasi bintang yang kita kenal antara lain Aquarius, Pisces, Gemini, Scorpio, Leo, dan lain-lain
Ketika bumi berada disebelah timur matahari, kita hanya dapat melihat bintang-bintang yang berada di sebelah timur matahari. Ketika bumi berada di sebelah utara matahari, kita hanya dapat melihat bintang-bintang yang berada di sebelah utara matahari. Akibat adanya revolusi bumi, bintang-bintang yang nampak dari bumi selalu berubah.

wallahua’lam
berbagai sumber

 

 

Views All Time
Views All Time
1261
Views Today
Views Today
1
About Edy Methek 211 Articles
sampaikanlah ... ayat-ayat Allah

2 Comments on BUMI mengelilingi/mengitari MATAHARI …. SUDAH sangat JELAS sekali … { BUKAN “matahari mengelilingi bumi !!!” } ——————————————- 1. Matahari terbit di ufuq timur, bergerak ke barat lalu terbenam diufuq barat. Sebagai bukti bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. ??? ……………………… 2. Awan di langit, bergerak kadang ke timur, ke barat, ke utara dan ke selatan. Menunjukkan diamnya bumi, tidak bergerak. ???? ———————- “Jangan kamu ikuti sesuatu yang TIADA bagimu ILMU/penjelasannya, sesungguhnya pendengaran (informasi), pandangan (observasi), dan telaah/pemahaman kamu melalui hati, akan dimintai perTANGGUNG JAWABannya (dikemudian hari)”. (QS. Isra’[17]:36) — ” لا تقف ما ليس لك به علم، إن السمـع والبصر والفؤادة كل ألئك كان عنه مسئولا ” ———————— fakta ilmiah 1: …… Apakah benar, memang ada pernyataan ayat alQur’an secara dhahir, bahwa: “matahari mengelilingi bumi”??. Perlu dipertegas disini bahwa yang kita bicarakan ialah ayat alQur’an mana, yang menyatakan hal itu. ???? ————————- fakta ilmiah 2: …….. Bumi bergerak mengitari matahari menempuh perjalanan selama 1 tahun atau 12 bulan atau +365 hari dalam sekali keliling. Ini dikenal dengan istilah “revolusi-bumi” mengelilingi matahari. Apakah memang begitu? Atau bumi itu sebenarnya “diam” saja. ———————————- >>> Ini perlu kita pertanyakan juga karena memang ada yang memahami bahwa “bumi tidak bergerak”?? . Apakah memang Bumi itu diam saja menurut alQur’an?? lalu karena menganggap BUMI itu diam saja …. lalu berkesimpulan MATAHARI mengelilingi BUMI?? ———————- fakta ilmiah 3: …………. bumi juga melakukan perputaran pada dirinya sendiri (berpusing) yang bertumpu pada poros/sumbunya, dengan waktu sekali putar +24 jam. Bahasa sehari-harinya berputar seperti gasing, atau seperti roda berputar di as-nya. Gerakan demikian dikenal dengan sebutan “rotasi-bumi”. Bumi melakukan rotasi dengan gerakan ke kiri (sinistral) jika dipandang dari posisi kutub utara bumi. ——————— >>> Hampir sama kedaannya dengan perputaran orang yang sedang tawaf keliling ka’bah, dimana ka’bah sebagai titik pusat/sumbu putar. Kulit bumi yang tebal, yang kita tempati bagian luarnya, bergerak berputar dari barat ke timur; maka terlihat oleh pandangan kita dari bumi, bahwa matahari terbit di timur lalu terbenam di barat. << ======================== >> Itulah tiga kategori fakta yang perlu kita kemukakan. Permasalahannya, APAKAH BENAR menurut al Qur’an bahwa MATAHARI yang berputar keliling bumi dan BUMI DIAM saja?? =========================== Pembuktian itu diperlukan karena dikaitkan dengan ayat-ayat alQur’an. Dan sama sekali bukan tujuan kita mencari mana yang benar dan salah. Tetapi karena alQur’an sendiri telah mengisyaratkan: ” لا تقف ما ليس لك به علم، إن السمـع والبصر والفؤادة كل ألئك كان عنه مسئولا ” “Jangan kamu ikuti sesuatu yang tiada bagimu ilmu/penjelasannya, sesungguhnya pendengaran (informasi), pandangan (observasi), dan telaah/pemahaman kamu melalui hati, akan dimintai pertanggung jawabannya (dikemudian hari)”. (QS. Isra’[17]:36) ——————————— >>> ….. sangat keliru mentakwilkan matahari berputar keliling bumi, padahal dalil syar’i dari ayat alQur’an tidak ada yang mengungkap secara dhahir seperti itu. Dalam masalah ini, perkataan Shahabat, tabiin, Ulama’ (ilmuwan) walaupun dapat dijadikan bandingan, tetapi bukan sebagai dalil syar’i. Karena ini masalah IlmuPengetahuan, dan Peradaban manusia yang terus berkembang. —————————

  1. Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman tentang Ibrahim akan hujahnya terhadap orang yang membantahnya tentang Rabb: “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat.” (QS Al Baqarah: 258).

  2. Dan Allah subhanahu wa ta’ala berfirman juga tentang Ibrahim: “Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: ‘Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar’, maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata: ‘Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.’” (QS Al An’am: 78).

Leave a Reply