Loading
Download | Islam dan Sains-Edy ...>> SURGA tidak semudah aku/kamu kira … menjadi seorang MUKMIN sangat berat, … ujian dari Allah juga makin berat jika IMAN bertambah !!... tidak ada UJIAN ISTIDRAJ BAGI MUKMIN !! ..wallahua’lam << - Part 6

Al quran dan al hadits banyak menyuruh agar kita sabar. APA pentingnya SABAR.? hadits tentang sabar yang perlu anda ketahui: —————- “Orang yang gagah perkasa tidak diukur dengan kemenangan dalam pertarungan, tetapi kekuatan yang sebenar ialah orang yang dapat mengawal dirinya ketika marah.” [Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim] ————— Rasulullah SAW pernah menggambarkan dalam sebuah hadis; Daripada Abu Hurairah ra berkata, bahawa Rasulullah bersabda, “Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergusti, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya ketika ia sedang marah”. [Hadis Riwayat Bukhari] —————— Kesabaran merupakan dhiya’ (cahaya yang amat terang). Dengan kesabaran inilah, seseorang akan mampu menyingkap kegelapan. Rasulullah SAW mengungkapkan, “…dan kesabaran merupakan cahaya yang terang…” [Hadis Riwayat Muslim] —————- Kesabaran merupakan sesuatu yang perlu diusahakan dan dilatih secara optimum.(bersungguh-sungguh). Rasulullah SAW pernah menggambarkan: “…barangsiapa yang berusaha untuk sabar, maka Allah akan menjadikannya seorang yang sabar…” [Hadis Riwayat Bukhari] ————- Kesabaran merupakan anugerah Allah yang paling baik. Rasulullah mengatakan, “…dan tidaklah seseorang itu diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.” [Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim] ——————— Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, kerana segala perkaranya adalah baik. Jika ia mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur kerana (ia mengatahui) bahawa hal tersebut adalah memang baik baginya. Dan jika ia tertimpa musibah atau kesulitan, ia bersabar kerana (ia mengetahui) bahawa hal tersebut adalah baik baginya. (Hadis Riwayat Muslim] ———————– Daripada Anas bin Malik ra berkata, bahawa aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman: “Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya (buta mata), kemudian dia bersabar, maka aku gantikan syurga baginya”. [Hadis Riwayat. Bukhari] ———————- Ibnu Mas’ud dalam sebuah riwayat pernah mengatakan: Daripada Abdullah bin Mas’ud berkata: “Seakan-akan aku memandang Rasulullah SAW menceritakan salah seorang nabi, yang dipukul oleh kaumnya hingga berdarah, kemudian ia mengusap darah daripada wajahnya seraya berkata, “Ya Allah ampunilah dosa kaumku, kerana sesungguhnya mereka tidak mengetahui”.[Hadis Riwayat Bukhari] ———————– Rasulullah SAW menggambarkan dalam sebuah hadisnya; Daripada Abu Hurairah ra. bahawa Rasulullah SAW pernah bersabda; “Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan, sakit, kecemasan, kesedihan, bahaya dan juga kesusahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan hal tersebut”. [Hadis Riwayat Bukhari & Muslim] ———————— “Tiada seorang Muslim yang menderita kelelahan atau penyakit, atau kesusahan hati, bahkan gangguan yang berupa duri melainkan semua kejadian itu akan berupa penebus dosanya.”[Hadis riwayat Bukhari dan Muslim] ——————– Sungguh mengagumkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh perkara adalah baik baginya. Dan tidak lah didapati seorang pun hal tersebut melainkan pada diri seorang mukmin. Jika dia merasakan kesenangan maka dia bersyukur. Dan itu lebih baik baginya. Jika kesusahan menerpanya maka dia bersabar. Dan itu lebih baik baginya.”[Hadith Riwayat Muslim] ———————- “Wahai sekalian orang-orang yang beriman! Mintalah pertolongan (untuk menghadapi susah payah dalam menyempurnakan sesuatu perintah Tuhan) dengan bersabar dan dengan (mengerjakan) sembahyang; kerana sesungguhnya Allah menyertai (menolong) orang-orang yang sabar” [Al-Baqarah 2:153] —————— “Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan)”. [Ali’Imraan 3:200] ———————- “Dan turutlah apa yang diwahyukan kepadamu serta bersabarlah (dalam perjuangan mengembangkan Islam) sehingga Allah menghukum (di antaramu dengan golongan yang ingkar, dan memberi kepadamu kemenangan yang telah dijanjikan), kerana Dia lah sebaik-baik Hakim”. [Yunus 10:109] —————– “Dan sabarlah (wahai Muhammad, engkau dan umatmu, dalam mengerjakan suruhan Allah), kerana sesungguhnya Allah tidak akan menghilangkan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan”. [Hud 11:115] ———— “Dan bersabarlah (wahai Muhammad terhadap perbuatan dan telatah golongan yang ingkar itu); dan tiadalah berhasil kesabaranmu melainkan dengan (memohon pertolongan) Allah; dan janganlah engkau berdukacita terhadap kedegilan mereka, dan janganlah engkau bersempit dada disebabkan tipu daya yang mereka lakukan”. [Al-Nahl 16:127] ———-

August 16, 2016 Edy Methek 1

Al quran dan al hadits banyak menyuruh agar kita sabar. […]

MAKNA TAWAKAL TERIKAT DENGAN HUKUM SEBAB-MUSABAB——– KEDUDUKAN TAWAKKAL DALAM ISLAM ——————- Pemahaman makna tawakal kaum muslimin dewasa ini kurang tepat. Mereka sudah tidak memahami makna tawakkal yang sebenarnya. Tawakkal hanya menjadi perkataan kosong tanpa ada kenyataannya dalam kehidupan mereka. Berlainan dengan generasi pertama ummat Islam, mereka benar-benar memahami makna tawakkal kepada Allah SWT. Mereka bertawakkal kepada Allah SWT dengan tawakkal yang sebenar-benarnya. Oleh karenanya, mereka senantiasa sanggup menyelesaikan berbagai kesulitan yang dihadapi. ————————- Mengapa kaum muslimin saat ini mengalami kemunduran? ini disebabkan karena pemahaman tawakal yang salah. Maka dari itu, bila kita ingin membangkitkan umat islam & mengembalikan kejayaan umat islam lagi , maka salah satu kuncinya adalah memberikan pemahaman tawakal yang benar kepada umat islam, sebagaimana yang dipahami oleh umat islam generasi awal, yang memahami makna tawakal dengan sebenarnya. Sebagai generasi umat islam yang terbaik dengan pemahaman tawakal yang benar, maka umat islam pada waktu itu bisa bangkit dan menjadi umat yang jaya, bisa menghadapi kesulitan & masalah yang dihadapi. Jadi kata kunci tawakal bisa kita pakai terus untuk segala hal yang berkaitan dengan kehidupan umat islam. ————————– Jadi dalam hal apa saja, bila tawakalnya benar maka InsyaAllah hidupnya akan sukses dunia akherat. Maka apabila umat islam saat ini tidak bisa memimpin dunia, umat islam tidak bisa mengatur dunia, tidak bisa menguasai dunia, itu semua dikarenakan tawakalnya yang kurang benar, maka apabila umat islam pemahaman tawakalnya sudah benar, maka umat islam itu akan bangkit & cepat menguasai dunia dengan waktu yang sesingkat-singkatnya seperti pada zaman sahabat dahulu aamiin. ———————– Pada zaman atau generasi sahabat dahulu, mereka bisa menaklukan Romawi, syam, Persia, sampai Iraq. Dan Umat islam mengalami kejayaan pada zamannya Khlalifah Rasyidin, yaitu zamannya Abu Bakar & Umar. ——————- Makna tawakal itu sendiri ada tiga, yang dua salah dalam pemahaman maknanya dan yang satu benar. Pemahaman tawakkal yang salah dari kaum muslimin sekarang ini terbagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu:……………… 1. Tawakkal berarti terikat dengan hukum sebab-musabab………. 2. Tawakkal berarti melepaskan dari hukum sebab-musabab. —————— 1. MAKNA TAWAKAL TERIKAT DENGAN HUKUM SEBAB-MUSABAB ———————- Tawakkal yang dimaksudkan adalah Hadits yang berbunyi: “I’qilha watawakkal…”, maksudnya adalah (“Ikatlah untamu dan bertawakkallah)” (Sunan Tirmidzi: 2636). Hadist ini sangat terkenal & biasanya digunakan untuk memahami makna tawakal, “ikatlah untamu & bertawakallah…” biasanya hadist ini dijabarkan atau dipahami bahwa tawakal itu berikhtiar dulu baru tawakal atau bekerja dulu baru tawakal atau berusaha dulu baru tawakal, yang berarti kejadian dulu baru tawakal. ——————– Misalnya seperti seorang mahasiswa yang akan ujian, maka harus belajar sunguh-sungguh dan mengerjakan ujian dengan serius sampai mati-matian, kemudian menunggu hasil ujian baru tawakal akan hasil yang dicapai. —————— Atau seorang pengusaha, kita sudah berusaha mati-matian mempromosikan dan mengiklankan produk, apakah ada respon atau tidak, kita tawakal, kita tunggu kalau ada yang telpon dari custumer yang mau beli Alhamdulillah, kalau tidak ya,,,belum rezeki. ——————— Hadits “Ikatlah untamu dan bertawakallah…” sering digunakan untuk memperlemah makna tawakkal dalam jiwa manusia. Akibatnya “himmah” dan “azimah” kaum muslimin menjadi turun. Jadi semangat & cita-cita tidak ada, menjadi loyo, Pandangan kehidupannya menjadi sempit, akan merasa lemah, kemampuannya terbatas dan tidak mampu melakukan apapun di luar kemampuannya. ———————

August 16, 2016 Edy Methek 1

KEDUDUKAN TAWAKKAL DALAM ISLAM ——————- Pemahaman makna tawakal kaum muslimin […]

Shalat jama’ah memiliki keutamaan dibanding shalat sendirian dengan selisih 27 derajat sebagaimana sering kita dengar. Inilah keutamaan shalat jama’ah tersebut. Disamping itu, orang yang menunggu shalat di masjid juga akan mendapat pahala dan do’a malaikat. Begitu pula ketika seseorang sudah berjalan dari rumahnya menuju masjid, itu pun sudah dihitung pahalanya. ———————- Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, صَلاَةُ الرَّجُلِ فِى جَمَاعَةٍ تَزِيدُ عَلَى صَلاَتِهِ فِى بَيْتِهِ وَصَلاَتِهِ فِى سُوقِهِ بِضْعًا وَعِشْرِينَ دَرَجَةً وَذَلِكَ أَنَّ أَحَدَهُمْ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْمَسْجِدَ لاَ يَنْهَزُهُ إِلاَّ الصَّلاَةُ لاَ يُرِيدُ إِلاَّ الصَّلاَةَ فَلَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلاَّ رُفِعَ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ حَتَّى يَدْخُلَ الْمَسْجِدَ فَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ كَانَ فِى الصَّلاَةِ مَا كَانَتِ الصَّلاَةُ هِىَ تَحْبِسُهُ وَالْمَلاَئِكَةُ يُصَلُّونَ عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِى مَجْلِسِهِ الَّذِى صَلَّى فِيهِ يَقُولُونَ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ مَا لَمْ يُؤْذِ فِيهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيهِ “Shalat seseorang dengan berjama’ah lebih banyak pahalanya daripada shalat sendirian di pasar atau di rumahnya, yaitu selisih 20 sekian derajat. Sebab, seseorang yang telah menyempurnakan wudhunya kemudian pergi ke masjid dengan tujuan untuk shalat, tiap ia melangkah satu langkah maka diangkatkan baginya satu derajat dan dihapuskan satu dosanya, sampai ia masuk masjid. Apabila ia berada dalam masjid, ia dianggap mengerjakan shalat selama ia menunggu hingga shalat dilaksanakan. Para malaikat lalu mendo’akan orang yang senantiasa di tempat ia shalat, “Ya Allah, kasihanilah dia, ampunilah dosa-dosanya, terimalah taubatnya.” Hal itu selama ia tidak berbuat kejelekan dan tidak berhadats.” (HR. Bukhari no. 477 dan Muslim no. 649). ——————— Imam al-Bukhari ra berkata: Telah menceritakan kepada kami Abdullah ibn Yusuf yang berkata: Telah mengabarkan kepada kami Malik, dari Nafi’, dari Abdullah ibn Umar ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: ——————– Shalat berjama’ah lebih utama dibandingkan shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.- ————————– Beberapa faedah dari hadits di atas: 1- Bolehnya melaksanakan shalat di pasar, meskipun saat itu hati terkadang tersibukkan dengan urusan duniawi dan kurang khusyu’ sehingga kurang disukai. ————— 2- Shalat jama’ah lebih utama daripada shalat sendirian yaitu 25, 26, atau 27 derajat sebagaimana disebutkan dalam riwayat lainnya.———– 3- Hukum shalat jama’ah bagi pria adalah fardhu ‘ain menurut pendapat yang lebih kuat. Hal ini telah dijelaskan oleh Rumaysho.Com pada tulisan “Hukum Shalat Jama’ah”. Sedangkan bagi wanita tidaklah dihukumi wajib sebagaimana diterangkan dalam tulisan “Shalat Jama’ah bagi Wanita”, bahkan shalat wanita lebih baik di rumahnya. Sedangkan hadits ini yang menerangkan pahala shalat jama’ah 20 sekian derajat daripada shalat sendirian tidak menunjukkan bahwa hukum shalat jama’ah itu sunnah (dianjurkan). Dalil lain menunjukkan bahwa hukum shalat jama’ah itu wajib ‘ain karena ada ancaman keras bagi yang meninggalkan shalat jama’ah dan orang buta yang mendengar adzan masih disuruh untuk menghadiri shalat jama’ah.——————- Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali hafizhohullah berkata, “Orang yang melaksanakan shalat sendirian masih sah, namun dihukumi berdosa karena ia telah meninggalkan shalat berjama’ah. Wallahu a’lam.” (Lihat Bahjatun Nazhirin, 1: 38). Ini tentu bagi yang meninggalkan shalat jama’ah tanpa ada uzur.—————– 4- Niat yang membuat seseorang pergi keluar hingga menunggu shalat dinilai berpahala. Jika seseorang keluar rumah tidak berniat untuk shalat, tentu tidak mendapat pahala seperti itu. Sehingga benarlah Imam Nawawi memasukkan hadits ini dalam kitab beliau Riyadhus Sholihin pada hadits no. 10 di Bab “Ikhlas dan Menghadirkan Niat”.———————- 5- Shalat lebih utama dari amalan lainnya karena terdapat do’a malaikat di sana.————- 6- Di antara tugas para malaikat adalah mendo’akan kebaikan pada orang-orang beriman. Do’a ini ada selama seorang yang shalat tidak berbuat kejelekan di masjid dan selama ia terus berada dalam keadaan suci (berwudhu).——————— 7- Hadits ini menunjukkan keutamaan menunggu shalat. Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Jika seseorang menunggu shalat dalam waktu yang lama, setelah sebelumnya melakukan shalat tahiyatul masjid dan berdiam setelah itu, maka akan dihitung pahala shalat.” (Syarh Riyadhus Sholihin, 1: 74).————–

August 13, 2016 Edy Methek 0

Imam al-Bukhari ra berkata: Telah menceritakan kepada kami Abdullah ibn Yusuf […]

Allah telah tegas mengharamkan hal ini dalam Al-Qur’anNya, demikian juga Rasulullah dan ini merupakan kesepakatan ulama sepanjang zaman:————— 1. Al-Qur’an——- Adapun dalam Al-Qur’an, setidaknya ada dua ayat yang menegaskan haramnya beda agama. —————- Dalil Pertama : ———- وَلاَ تَنكِحُواْ الْمُشْرِكَاتِ حَتَّى يُؤْمِنَّ وَلأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ وَلاَ تُنكِحُواْ الْمُشِرِكِينَ حَتَّى يُؤْمِنُواْ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ أُوْلَـئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَاللّهُ يَدْعُوَ إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman . Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu . dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. mereka mengajak ke neraka , sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (QS. Al-Baqarah: 221)——— Imam Ibnu Jarir ath-Thobari berkata: “Allah mengharamkan wanita-wanita mukmin untuk dinikahkan dengan lelaki musyrik mana saja ( baik ahli kitab maupun tidak )”. ————– Imam al-Qurthubi berkata: “Jangan kalian nikahkan wanita muslimah dengan lelaki musyrik. Umat telah bersepakat bahwa orang musyrik tidak boleh menikahi wanita mukminah , karena hal itu merendahkan Islam “. [7] —————- Al-Baghowi berkata: “Tidak bolehnya wanita muslimah menikah dengan lelaki musyrik merupakan ijma’ (kesepakatan ulama) “. —————————– Dalil Kedua: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا جَاءكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ اللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِهِنَّ فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلَاتَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ لَا هُنَّ حِلٌّ لَّهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ وَآتُوهُم مَّا أَنفَقُوا وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ أَن تَنكِحُوهُنَّ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ وَلَا تُمْسِكُوا بِعِصَمِ الْكَوَافِرِ وَاسْأَلُوا مَا أَنفَقْتُمْ وَلْيَسْأَلُوا مَا أَنفَقُوا ذَلِكُمْ حُكْمُ اللَّهِ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْوَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, Maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka;maka jika kamu Telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman Maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka . dan berikanlah kepada (suami suami) mereka, mahar yang Telah mereka bayar. dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir ; dan hendaklah kamu minta mahar yang Telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang Telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkanNya diantara kamu. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Mumtahanah: 10) ——————— Imam Ibnu Katsir berkata: “Ayat inilah yang mengharamkan pernikahan perempuan muslimah dengan lelakimusyrik (non Muslim)”. [9] —————– Imam asy-Syaukani juga berkata: “Dalam firman Allah ini terdapat dalil bahwa wanita mukminah tidak halal (dinikahi) orang kafir”. [10] ———————— 2. Hadits —————— Hadits Jabir bahwa Nabi bersabda: نَتَزَوَّجُ نِسَاءَ أَهْلِ الْكِتَابِ وَلاَ يَتَزَوُّجُوْنَ نِسَائَنَا “Kita boleh menikah dengan wanita ahli kitab, tetapi mereka tidak boleh nikah dengan wanita kita”. —————— Ibnu Jarir berkata dalam Tafsirnya 4/367: “Sanad hadits inisekalipun ada pembicaraan, namun kebenaran isinya merupakan ijma’ umat”. Dan dinukil Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya 1/587. ——————- 3. Ijma’———- Selama berabad-abad lamanya, Umat Islam menjalankan agamanya dengan tenang dan tentram, termasuk dalam masalah ini, tidak ada satupun ulama yang membolehkan nikahbeda agama, tetapi anehnya tiba-tiba sebagian kalangan mencoba untuk meresahkan umat dan menggugat hukum ini. Di atas, telah kami kemukakan sebagian nukilan ijma’ dari ahli tafsir , kini akan kami tambahkan lagi penukilan ijma’ tersebut: ———————- 1. Ibnul Jazzi mengatakan: “Laki-laki non Muslim haram menikahi wanita muslimah secara mutlak. Ketentuan ini disepakati seluruh ahli hukum Islam”. ———– 2. Ibnul Mundzir berkata: “Seluruh ahli hukum Islam sepekat tentang haramnya pernikahan wanita muslimah dengan laki-laki beragama Yahudi atau Nasrani atau lainnya”. —————— 3. Ibnu Abdil Barr berkata: “Ulama telah ijma’ bahwa muslimah tidak halal menjadi istri orang kafir”. [14] Sebenarnya, masih banyak lagi ucapan ulama ahli fiqih dan ahli hadits tentang masalah ini. Lantas masihkah ada keraguan tentang kesesatan orang yang menyeleisihinya?!! ———————– 4. Kaidah Fiqih ———————– Dalam kaidah fiqih disebutkan: الأَصْلُ فِي الأَبْضَاعِ التَّحَرِيْمُ Pada dasarnya dalam masalah farji (kemaluan) itu hukumnya haram . Karenanya, apabila dalam masalah farji wanita terdapat dua hukum (perbedaan pendapat), antara halal dan haram, maka yang dimenangkan adalah hukum yang mengharamkan. ———————- Fatwa MUI Majlis Ulama Indonesia (MUI) dalam Musyawarah Nasional MUI VII pada 19-22 Jumadil Akhir 1426 H/26-29 Juli 2005 M setelah menimbang : 1. Belakangan ini disinyalir banyak terjadi perkawinan beda agama 2. Perkawinan beda agama bukan saja mengundang perdebatan di antara sesama umat Islam, tetapi sering mengundang keresahan di tengah-tengah masyarakat 3. Di tengah-tengah masyarakat telah muncul pemikiran yangmembenarkan perkawinan beda agama dengan dalih hak asasi dan kemaslahatan ———————— Dan memperhatikan : 1. Keputusan fatwa MUI dalam Munas II tahun 1400/1980 tentang perkawinan campuran 2. Pendapat Sidang Komisi C bidang fatwa pada Munas VII MUI 2005 ————————- Dengan bertawakkal kepada Allah memutuskan dan menetapkan bahwa perkawinan beda agama adalah haram dan tidak sah.

August 13, 2016 Edy Methek 0

Allah telah tegas mengharamkan hal ini dalam Al-Qur’anNya, demikian juga […]

Kesedihan adalah teman akrab kecemasan………..Bersedih tak diajarkan syariat dan tak bermanfaat. Bersedih itu sangat dilarang. Ini ditegaskan dalam firman Allah yang berbunyi, {Dan, janganlah kamu bersikap lemah dan jangan (pula) bersedih hati.}(QS. Ali ‘Imran: 139). ————————— “Janganlah bersedih atas mereka” (kalimat ini disebut berulangkali dalam beberapa ayat al-Quran) dan, {Janganlah kamu bersedih sesungguhnya Allah selalu bersama kita.} (QS. At-Taubah: 40). ——————– Adapun firman Allah yang menunjukkan bahwa kesedihan (bersedih) itu tak bermanfaat apapun adalah, {Niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.} (QS. Al-Baqarah: 38). ————————- Bersedih itu hanya akan memadamkan kobaran api semangat, meredakan tekad, dan membekukan jiwa. Dan kesedihan itu ibarat penyakit demam yang membuat tubuh menjadi lemas tak berdaya. Mengapa demikian? —————————— Tak lain, karena kesedihan hanya memiliki daya yang menghentikan dan bukan menggerakkan. Dan itu artinya sama sekali tidak bermanfaat bagi hati. Bahkan, kesedihan merupakan satu hal yang paling disenangi setan. Maka dari itu, setan selalu berupaya agar seorang hamba bersedih untuk menghentikan setiap langkah dan niat baiknya. Ini telah diperingatkan Allah dalam firman-Nya, {Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari setan supaya orang-orang mukmin berduka cita.} (QS. Al-Mujadilah: 10). ————————– Syahdan, Rasulullah s.a.w. melarang tiga orang yang sedang berada dalam satu majelis demikian, “(Janganlah dua orang di antaranya) saling melakukan pembicaraan rahasia tanpa disertai yang ketiga, sebab yang demikian itu akan membuatnya (yang ketiga) berduka cita.” Dan bagi seorang mukmin, kesedihan itu tidak pernah diajarkan dianjurkan. Soalnya, kesedihan merupakan penyakit yang berbahaya bagi jiwa. Karena itu pula, setiap muslim diperintahkan untuk mengusirnya jauh-jauh dan dilarang tunduk kepadanya. —————- Islam juga mengajarkan kepada setiap muslim agar senantiasa melawan dan menundukkannya dengan segala pelaratan yang telah disyariatkan Allah s.w.t. Bersedih itu tidak diajarkan dan tidak bermanfaat. Maka dari itu, Rasulullah s.a.w. senantiasa memohon perlindungan dari Allah agar dijauhkan dari kesedihan. Beliau selalu berdoa seperti ini, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan duka cita.” —————————–

August 13, 2016 Edy Methek 0

Bersedih tak diajarkan syariat dan tak bermanfaat. Bersedih itu sangat […]

1 4 5 6 7 8 9