Loading
Pembagian Lapangan Fikih …. Di negara Barat, syariah disebut dengan Islamic Law ——————————- Fiqih menurut bahasa berarti ‘paham’, dan Fiqih Secara Istilah Mengandung Dua Arti: Pengetahuan tentang hukum-hukum syari’at yang berkaitan dengan perbuatan dan perkataan mukallaf (mereka yang sudah terbebani menjalankan syari’at agama), yang diambil dari dalil-dalilnya yang bersifat terperinci, berupa nash-nash al Qur’an dan As sunnah serta yang bercabang darinya yang berupa ijma’ dan ijtihad. ——— Hukum-hukum syari’at itu sendiri. Jadi perbedaan antara kedua definisi tersebut bahwa yang pertama di gunakan untuk mengetahui hukum-hukum (Seperti seseorang ingin mengetahui apakah suatu perbuatan itu wajib atau sunnah, haram atau makruh, ataukah mubah, ditinjau dari dalil-dalil yang ada), sedangkan yang kedua adalah untuk hukum-hukum syari’at itu sendiri (yaitu hukum apa saja yang terkandung dalam shalat, zakat, puasa, haji, dan lainnya berupa syarat-syarat, rukun-rukun, kewajiban-kewajiban, atau sunnah-sunnahnya). —————– Kata syarî’ah juga seperti itu, para ulama akhirnya menggunakan istilah syarîah dengan arti selain arti bahasanya, lalu mentradisi. Maka setiap disebut kata syarî’ah, langsung dipahami dengan artinya secara tradisi itu. Imam al-Qurthubi menyebut bahwa syarî’ah artinya adalah agama yang ditetapkan oleh Allah Swt untuk hamba-hamba-Nya yang terdiri dari berbagai hukum dan ketentuan.Hukum dan ketentuan Allah itu disebut syariat karena memiliki kesamaan dengan sumber air minum yang menjadi sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Makanya menurut Ibn-ul Manzhur syariat itu artinya sama dengan agama. ——————– Persamaan Syari’ah dan Fiqih ======================== Syariah dan Fiqih , adalah dua hal yang mengarahkan kita ke jalan yang benar . Dimana , Syariah bersumber dari Allah SWT, Al-Qur’an, Nabi Muhammad SAW, dan Hadist. Sedangkan Fiqh bersumber dari para Ulama dan ahli Fiqh , tetapi tetap merujuk pada Al-Qur’an dan Hadist . —————- Perbedaan Syari’ah dan Fiqih ——— Perbedaan yang perlu diketahui yaitu : Perbedaan dalam Objek : ——- Syariah— Objeknya meliputi bukan saja batin manusia akan tetapi juga lahiriah manusia dengan Tuhannya (ibadah) Fiqih—– Objeknya peraturan manusia yaitu hubungan lahir antara manusia dengan manusia, manusia dengan makhluk lain. ——-Perbedaan dalam Sumber Pokok——- Syariah——- Sumber Pokoknya ialah berasal dari wahyu ilahi dan atau kesimpulan-kesimpulan yang diambil dari wahyu.- Fiqih——– Berasal dari hasil pemikiran manusia dan kebiasaan-kebiasaan yang terdapat dalam masyarakat atau hasil ciptaan manusia dalam bentuk peraturan atau UU– Perbedaan dalam Sanksi—- Syariah— Sanksinya adalah pembalasan Tuhan di Yaumul Mahsyar, tapi kadang-kadang tidak terasa oleh manusia di dunia ada hukuman yang tidak langsung Fiqih— Semua norma sanksi bersifat sekunder, dengan Menunjuk sebagai Pelaksana alat pelaksana Negara sebagai pelaksana sanksinya. ————– PERBEDAAN POKOK——– Syariah—- Berasal dari Al-Qur’an dan As-sunah— Bersifat fundamental— Hukumnta bersifat Qath’i (tidak berubah)— Hukum Syariatnya hanya Satu (Universal)— Langsung dari Allah yang kini terdapat dalam Al-Qur’an— —Fiqih——- Karya Manusia yang bisa Berubah—– Bersifat Fundamental– Hukumnya dapat berubah— Banyak berbagai ragam— Bersal dari Ijtihad para ahli hukum sebagai hasil pemahaman manusia yang dirumuskan oleh Mujtahid — ====================== | Islam dan Sains-Edy

Pembagian Lapangan Fikih …. Di negara Barat, syariah disebut dengan Islamic Law ——————————- Fiqih menurut bahasa berarti ‘paham’, dan Fiqih Secara Istilah Mengandung Dua Arti: Pengetahuan tentang hukum-hukum syari’at yang berkaitan dengan perbuatan dan perkataan mukallaf (mereka yang sudah terbebani menjalankan syari’at agama), yang diambil dari dalil-dalilnya yang bersifat terperinci, berupa nash-nash al Qur’an dan As sunnah serta yang bercabang darinya yang berupa ijma’ dan ijtihad. ——— Hukum-hukum syari’at itu sendiri. Jadi perbedaan antara kedua definisi tersebut bahwa yang pertama di gunakan untuk mengetahui hukum-hukum (Seperti seseorang ingin mengetahui apakah suatu perbuatan itu wajib atau sunnah, haram atau makruh, ataukah mubah, ditinjau dari dalil-dalil yang ada), sedangkan yang kedua adalah untuk hukum-hukum syari’at itu sendiri (yaitu hukum apa saja yang terkandung dalam shalat, zakat, puasa, haji, dan lainnya berupa syarat-syarat, rukun-rukun, kewajiban-kewajiban, atau sunnah-sunnahnya). —————– Kata syarî’ah juga seperti itu, para ulama akhirnya menggunakan istilah syarîah dengan arti selain arti bahasanya, lalu mentradisi. Maka setiap disebut kata syarî’ah, langsung dipahami dengan artinya secara tradisi itu. Imam al-Qurthubi menyebut bahwa syarî’ah artinya adalah agama yang ditetapkan oleh Allah Swt untuk hamba-hamba-Nya yang terdiri dari berbagai hukum dan ketentuan.Hukum dan ketentuan Allah itu disebut syariat karena memiliki kesamaan dengan sumber air minum yang menjadi sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Makanya menurut Ibn-ul Manzhur syariat itu artinya sama dengan agama. ——————– Persamaan Syari’ah dan Fiqih ======================== Syariah dan Fiqih , adalah dua hal yang mengarahkan kita ke jalan yang benar . Dimana , Syariah bersumber dari Allah SWT, Al-Qur’an, Nabi Muhammad SAW, dan Hadist. Sedangkan Fiqh bersumber dari para Ulama dan ahli Fiqh , tetapi tetap merujuk pada Al-Qur’an dan Hadist . —————- Perbedaan Syari’ah dan Fiqih ——— Perbedaan yang perlu diketahui yaitu : Perbedaan dalam Objek : ——- Syariah— Objeknya meliputi bukan saja batin manusia akan tetapi juga lahiriah manusia dengan Tuhannya (ibadah) Fiqih—– Objeknya peraturan manusia yaitu hubungan lahir antara manusia dengan manusia, manusia dengan makhluk lain. ——-Perbedaan dalam Sumber Pokok——- Syariah——- Sumber Pokoknya ialah berasal dari wahyu ilahi dan atau kesimpulan-kesimpulan yang diambil dari wahyu.- Fiqih——– Berasal dari hasil pemikiran manusia dan kebiasaan-kebiasaan yang terdapat dalam masyarakat atau hasil ciptaan manusia dalam bentuk peraturan atau UU– Perbedaan dalam Sanksi—- Syariah— Sanksinya adalah pembalasan Tuhan di Yaumul Mahsyar, tapi kadang-kadang tidak terasa oleh manusia di dunia ada hukuman yang tidak langsung Fiqih— Semua norma sanksi bersifat sekunder, dengan Menunjuk sebagai Pelaksana alat pelaksana Negara sebagai pelaksana sanksinya. ————– PERBEDAAN POKOK——– Syariah—- Berasal dari Al-Qur’an dan As-sunah— Bersifat fundamental— Hukumnta bersifat Qath’i (tidak berubah)— Hukum Syariatnya hanya Satu (Universal)— Langsung dari Allah yang kini terdapat dalam Al-Qur’an— —Fiqih——- Karya Manusia yang bisa Berubah—– Bersifat Fundamental– Hukumnya dapat berubah— Banyak berbagai ragam— Bersal dari Ijtihad para ahli hukum sebagai hasil pemahaman manusia yang dirumuskan oleh Mujtahid — ======================

Pembagian Lapangan Fikih .... Di negara Barat, syariah disebut dengan Islamic Law  ------------------------------- Fiqih menurut bahasa berarti ‘paham’, dan Fiqih Secara Istilah Mengandung Dua Arti: Pengetahuan tentang hukum-hukum syari’at yang berkaitan dengan perbuatan dan perkataan mukallaf (mereka yang sudah terbebani menjalankan syari’at agama), yang diambil dari dalil-dalilnya yang bersifat terperinci, berupa nash-nash al Qur’an dan As sunnah serta yang bercabang darinya yang berupa ijma’ dan ijtihad. --------- Hukum-hukum syari’at itu sendiri. Jadi perbedaan antara kedua definisi tersebut bahwa yang pertama di gunakan untuk mengetahui hukum-hukum (Seperti seseorang ingin mengetahui apakah suatu perbuatan itu wajib atau sunnah, haram atau makruh, ataukah mubah, ditinjau dari dalil-dalil yang ada), sedangkan yang kedua adalah untuk hukum-hukum syari’at itu sendiri (yaitu hukum apa saja yang terkandung dalam shalat, zakat, puasa, haji, dan lainnya berupa syarat-syarat, rukun-rukun, kewajiban-kewajiban, atau sunnah-sunnahnya). ----------------- Kata syarî’ah juga seperti itu, para ulama akhirnya menggunakan istilah syarîah dengan arti selain arti bahasanya, lalu mentradisi. Maka setiap disebut kata syarî’ah, langsung dipahami dengan artinya secara tradisi itu. Imam al-Qurthubi menyebut bahwa syarî’ah artinya adalah agama yang ditetapkan oleh Allah Swt untuk hamba-hamba-Nya yang terdiri dari berbagai hukum dan ketentuan.Hukum dan ketentuan Allah itu disebut syariat karena memiliki kesamaan dengan sumber air minum yang menjadi sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Makanya menurut Ibn-ul Manzhur syariat itu artinya sama dengan agama. -------------------- Persamaan Syari

Download0
Stock
File Size403.16 KB
Create DateSeptember 3, 2016
Download

Pembagian Lapangan Fikih .... Di negara Barat, syariah disebut dengan Islamic Law

-------------------------------

SYARIAH :

  1. IBADAH

Ibadah bersifat tertutup, kaidah asal adalah haram kecuali ada ketentuan /dalil yang memerintahkannya.

  1. MUAMALAH

Muamalah bersifat terbuka pada perkembangan, kaidah asal jaiz / boleh.

Pengantar tentang Syariah dan Fikih

  • Syariah dan fikih dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan dengan Hukum Islam, padahal keduanya terdapat perbedaan
  • Di negara Barat, syariah disebut dengan Islamic Law, sedangkan fiqih disebut Islamic Jurispendence

Dasar dalam Al Quran :

  • Syariah terdapat dalam QS al Jatsiyah ayat 18

“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.”

  • Fikih terdapat dalam QS At Taubah ayat 122

“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”

Pengertian

Syariat dalam bahasa ‘arab ada dua makna yaitu :

  • -Mauridul maa’ (sumber air)
  • -At Thariq al mustaqim (jalan yang lurus)

Apa-apa yang diturunkan oleh Allah Swt kepada hamba-hambaNya (aqidah, ibadah, akhlaq) utuk mewujudkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

  • Secara etimologis, syariat artinya jalan ke tempat mata air, atau tempat yang dilalui air sungai
  • Sedangkan secara etimologis artinya paham, pengertian atau pengetahuan
  • Secara terminologi (istilah), syariat adalah seperangkat norma ilahi yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan manusia lain, dan hubungan manusia dengan benda dan alam sekitarnya.
  • Fikih merupakan ilmu yang mendalami, memahami, dan menjabarkan syariat ke dalam kaidah-kaidah yang lebih konkrit dan terperinci sehingga mudah dilaksanakan dalam praktek.

Contoh : Fiqh sholat : ada wajib, syarat sah, dll

Sumber

  • Syariah bersumber pada wahyu Allah Swt (Al Quran) dan Sunnah Nabi Muhammad Saw
  • Sedangkan fikih yang merupakan pemahaman dan hasil pemahaman tentang syariah bersumberkan pada Al Quran, As Sunnah dan Ro’yu

Hubungan / keterkaitan Syariah dan Fikih

  • Syariah merupakan dasar atau landasan dari fikih, sedangkan fikih merupakan pemahaman dan penjabaran dari syariah.
  • Konsekuensi dari hal itu adalah bahwa fikih tidak boleh bertentangan dengan syariah dan fikih tidak boleh menghapus ketentuan syariah. Kalo terjadi syariah dan fikih berbeda, maka fikihnya tidak berlaku

Perbedaan Syariah dengan Fikih

  • Syariah terdapat dalam Al Quran dan As Sunnah, sedangkan fiqih terdapat dalam kitab-kitab fikih
  • Syariah bersifat fundamental dan ruang lingkupnya luas, sedangkan fikih bersifat instrumental dan ruang lingkupnya terbatas
  • Syariah berlaku abadi, sedangkan fikih tidak berlaku abadi.

Fikih bisa berubah-ubah tergantung ruang dan waktu, situasi dan kondisi

Contoh : fatwa MUI tentang rokok, dahulu makruh, sekarang mau diharamkan

Imam Syafi’I, ada qaul qadim ketika ia di Iraq, dan ada qaul jadid ketika di Mesir

  • Syariah hanya satu, sedangkan fikih lebih dari satu

Contoh : Al Quran umat islam satu, sedangkan mazhab fikihnya berbeda-beda

  • Syariah menunjukkan kesatuan dalam Islam, sedangkan fikih menunjukkan adanya keberagaman
  • Syariah bersifat qath’I (mutlak / absolut / tidak debatable), sedangkan fikih bersifat dzanni (relatif/debatable)

Pembagian Lapangan Fikih

  1. Fikih Ibadah
  2. Shalat
  3. Zakat, Yusuf Qardawi fikih zakat yang ditulisnya dinyatakan fikih terlengkap

Perbedaan pendapat pak didin hafiduddin dan pak aprel purwanto

Pak Didin berpendapat bahwa harta yang dizakati terlebih dahulu dikurangi dengan tanggungan kehidupan anak dan istri

Pak aprel purwanto menyatakan harta yang dizakati adalah dari penghasilan bruto

Mengenai zakat profesi, ada yang menyatakan wajib dan ada yang tidak. Yang menyatakan wajib pun ada perbedaan pendapat mengenai besarnya, ada 2,5 %, 5 %, 20 %.

  1. Zakat
  2. Haji
  3. Jihad
  1. Fikih Muamalah
  2. Ahwal al-syakhsyiah

(fikih keluarga), membicarakan mengenai perkawinan, pewarisan, dan lain-lain, sehingga ada pembagian :

  • Fikih munakahat
  • Fikih mawaris
  1. Fikih Jinayah (Hukum Pidana)
  2. Siyasah (ketatanegaraan / politik)
  3. Muamalah (arti sempit), misalnya jual beli, sewa, pinjam meminjam, asuransi , dll

Mazhab-mazhab dalam Fikih

  1. Mazhab Sunni (Ahlus Sunnah wal Jamaah)
  • Hanafi, lebih banyak menggunakan akal pikiran / ro’yu, ahli ro’yu, dikarenakan hidupnya tinggal di Kuffah yang jauh dari Makkah dan madinah, sedangkan di Kuffah permasalahannya kompleks karena kehidupan masyarakatnya heterogen, sebab Kufah merupakan tempat pertemuan Persi dan Romawi. Di Kufah juga waktu itu banyak sekali hadits palsu, karena ketika itu gencar gerakan khawarij dan syiah.

Wilayah penyebbarannya di Turki dan Asia Tengah

  • Maliki, disebut ahli hadits

Karena beliau tinggal di Makkah, banyak penghafal hadits, masyarakatnya homogen, sehingga permasalahan relatif sederhana. Beliau sehari-hari adalah pedagang.

Wilayah penyebaran mazhabnya di Afrika Utara

  • Syafi’I, dikenal sebagai ahli hadits dan ahli ro’yu

Usia 6 tahun ; hafal al Quran

Usia 8 tahun : hafal muwattha’ kumpulan hadits

Wilayah penyebaran mazhabnya Asia Tenggara

  • Hambali

Banyak sama dengan syafi’I dan berguru pada syafi’i

Mazbahnya tidak berkembang, hanya di Saudi.

Dalam mazhab sunni juga ada beberapa mazhab yang dulu ada namun sekarang tidak berkembang lagi, yakni :

  • Dzahiri
  • Auza’i
  • Thobari
  • Laits

=============================
Pengertian Syari'ah
Kata syarî’ah itu asalnya dari kata kerja syara’a. kata ini menurut ar-Razi dalam bukunya Mukhtâr-us Shihah,bisa berarti nahaja (menempuh), awdhaha (menjelaskan) dan bayyan-al masâlik (menunjukkan jalan). Sedangkan ungkapan syara’a lahum – yasyra’u – syar’an artinya adalah sanna (menetapkan). Sedang menurut Al-Jurjani, syarî’ah bisa juga artnya mazhab dan tharîqah mustaqîmah /jalan yang lurus.Jadi arti kata syarî’ah secara bahasa banyak artinya. Ungkapan syari’ah Islamiyyah yang kita bicarakan maksudnya bukanlah semua arti secara bahasa itu.

Kata syarî’ah juga seperti itu, para ulama akhirnya menggunakan istilah syarîah dengan arti selain arti bahasanya, lalu mentradisi. Maka setiap disebut kata syarî’ah, langsung dipahami dengan artinya secara tradisi itu. Imam al-Qurthubi menyebut bahwa syarî’ah artinya adalah agama yang ditetapkan oleh Allah Swt untuk hamba-hamba-Nya yang terdiri dari berbagai hukum dan ketentuan.Hukum dan ketentuan Allah itu disebut syariat karena memiliki kesamaan dengan sumber air minum yang menjadi sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Makanya menurut Ibn-ul Manzhur syariat itu artinya sama dengan agama.

Pengertian Fiqih

Fiqih menurut bahasa berarti ‘paham’, dan Fiqih Secara Istilah Mengandung Dua Arti:
Pengetahuan tentang hukum-hukum syari’at yang berkaitan dengan perbuatan dan perkataan mukallaf (mereka yang sudah terbebani menjalankan syari’at agama), yang diambil dari dalil-dalilnya yang bersifat terperinci, berupa nash-nash al Qur’an dan As sunnah serta yang bercabang darinya yang berupa ijma’ dan ijtihad.
Hukum-hukum syari’at itu sendiri. Jadi perbedaan antara kedua definisi tersebut bahwa yang pertama di gunakan untuk mengetahui hukum-hukum (Seperti seseorang ingin mengetahui apakah suatu perbuatan itu wajib atau sunnah, haram atau makruh, ataukah mubah, ditinjau dari dalil-dalil yang ada), sedangkan yang kedua adalah untuk hukum-hukum syari’at itu sendiri (yaitu hukum apa saja yang terkandung dalam shalat, zakat, puasa, haji, dan lainnya berupa syarat-syarat, rukun-rukun, kewajiban-kewajiban, atau sunnah-sunnahnya).

Persamaan Syari'ah dan Fiqih
Syariah dan Fiqih , adalah dua hal yang mengarahkan kita ke jalan yang benar . Dimana , Syariah bersumber dari Allah SWT, Al-Qur'an, Nabi Muhammad SAW, dan Hadist. Sedangkan Fiqh bersumber dari para Ulama dan ahli Fiqh , tetapi tetap merujuk pada Al-Qur'an dan Hadist .

Perbedaan Syari'ah dan Fiqih
Perbedaan yang perlu diketahui yaitu :
Perbedaan dalam Objek :
Syariah
Objeknya meliputi bukan saja batin manusia akan tetapi juga lahiriah manusia dengan Tuhannya (ibadah)
Fiqih
Objeknya peraturan manusia yaitu hubungan lahir antara manusia dengan manusia, manusia dengan makhluk lain.
Perbedaan dalam Sumber Pokok
Syariah
Sumber Pokoknya ialah berasal dari wahyu ilahi dan atau kesimpulan-kesimpulan yang diambil dari wahyu.
Fiqih
Berasal dari hasil pemikiran manusia dan kebiasaan-kebiasaan yang terdapat dalam masyarakat atau hasil ciptaan manusia dalam bentuk peraturan atau UU
Perbedaan dalam Sanksi
Syariah
Sanksinya adalah pembalasan Tuhan di Yaumul Mahsyar, tapi kadang-kadang tidak terasa oleh manusia di dunia ada hukuman yang tidak langsung
Fiqih
Semua norma sanksi bersifat sekunder, dengan Menunjuk sebagai Pelaksana alat pelaksana Negara sebagai pelaksana sanksinya.

PERBEDAAN POKOK
Syariah

  • Berasal dari Al-Qur'an dan As-sunah
  • Bersifat fundamental
  • Hukumnta bersifat Qath'i (tidak berubah)
  • Hukum Syariatnya hanya Satu (Universal)
  • Langsung dari Allah yang kini terdapat dalam Al-Qur'an

Fiqih

  • Karya Manusia yang bisa Berubah
  • Bersifat Fundamental
  • Hukumnya dapat berubah
  • Banyak berbagai ragam
  • Bersal dari Ijtihad para ahli hukum sebagai hasil pemahaman manusia yang dirumuskan oleh Mujtahid

    Latar Belakang

    Syari’ah, fiqih dan hukum islam adalah suatu kebutuhan bagi kita semua khususnya bagi seorang muslim dan muslimat. Banyak dari kita yang kurang mengerti bahkan ada yang belum mengerti sama sekali tentang apa itu Syari’ah, fiqih dan hukum islam. Maka dari itu, kami selaku penulis mencoba untuk menerangkan tentang apa yang dimaksud dengan syari’at, fiqih dan hukum islam.

    Dengan menguasai syari’ah, fiqih dan hukum islam kita akan mengetahui seberapa banyakkah kita sudah melakukan tentang apa yang telah dijelaskan dalam pengertian syari’ah, fiqih dan hukum islam. Selain itu, kita juga akan lebih leluasa di dalam menyikapi masalah-masalah sosial, ekonomi, politin, budaya dan lebih mudah mencari solusi terhadap masalah-masalah yang terus muncul dan berkembang di dalam masyarakat.

    1. Pengertian Syari’at

    Syari’at menurut bahasa berarti jalan menuju tempat keluarnya air untuk minum. Kata ini kemudian di konotasikan sebagai jalan lurus yang harus di ikuti. Menurut istilah, syari’at adalah hukum-hukum dan tata aturan allah yang ditetapkan bagi hamba-Nya.[1] Bahkan ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan syari’at adalah

    النظم التى شرعها الله او شرع اصولها ليأخذ الانسان بها نفسه في علاقته بربه وعلاقته بأخيه المسلم وعلاقته بأخيه الانسان وعلاقته بالكون وعلاقته بالحياة.

    “Aturan yang di syariatkan oleh Allah atau dasar peratura yang di syari’atkan oleh Allah agar manusia mengamil dengannya di dalam berhubungan dengan Tuhannya, berhubungan dengan sesama muslim, berhubungan dengan sesame manusia, berhubungan dengan keadaan dan juga kehidupan”.[2]

    Selain itu, istilah syari’ah juga dapat didefinisikan sebagai berikut

    ما بين على لسان نبي من الانبياء وما أنزله الله من الاحكام

    “suatu perkara yang dijelaskan memlalui lisannya nabi dari beberapa nabi dan perkara yang diturunkan oleh allah dari beberapa hukum.”

    Menurut beberapa pengertian diatas, dapat dipahami bahwa syari’ah meliputi seluruh aspek kehidupan manusia, baik aspek hubungan manusia dengan allah swt. Manusia dengan manusia dan manusia dengan alam semesta.

    Syari’ah mengatur hidup manusia sebagai individu, yaitu hamba yang harus taat, tunduk dan patuh kepada Allah swt. ketaatan dan ketundukan tersebut ditunjukkan dengan cara melaksanakan ibadah yang tata caranya telah diatur sedemikian rupa dalam aturan yang disebut dengan syari’ah. Syari’ah juga mengatur hubungan antara manusia dengan dirinya sendiri untuk mewujudkan sosok individu yang saleh dan mencerminkan sosok pribadi yang sempurna.

    1. Pengertian Fiqih

    Fiqih menurut bahasa artinya pemahaman yang mendalam (تفهم  ) dan

    membutuhkan pada adanya pengarahan potensi akal , sebagaimana firman allah swt. Dan sabda nabi muhammad saw, yaitu :

    1. Al-qur’an : surat al-taubah : 122

    فلو لا نفر من كل فرقة منهم طائفة ليتفقهوا في الدين

    “Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama.”

    1. Al-hadits, HR. Bukhori, muslim, ahmad ibn hanbal, turmudzi dan ibnu majah sebagai berikut

    من يرد الله خيرا يفقهه في الدين

    “jika allah menginginkan suatu kebaikan bagi seseorang , dia akan memberikan suatu pemahaman keagamaan (yang mendalam) kepadanya.[3]

    Sedangkan pengertian fiqh menurut istilah adalah sebagaimana yang elah dikemukakan oleh para fuqoha’ ialah:

    1. Abdul Wahab Kholaf

    الفقه هو العلم بالاحكام الشرعية العلمية المكتسب من ادلتها التفصلية

    “Fiqh ialah ilmu tentang hukum syara’ yang bersifat praktis (amaliyah) yang diperoleh melalui dalil-dalilnya yang terperinci.”

    1. Wahbah Az-Zuhaili

    الفقه هو مجموعة الاحكام الشرعية العلمية المكتسب من ادلتها التفصلية

    Fiqh ialah himpunan hukum syara’ yang bersifat praktis (amaliyah) yang diperoleh melalui dalil-dalilnya yang terperinci.”

    1. Ahmad Bin Muhammad Dimyati

    معرفة الاحكام الشرعية التي طريقها الاجتهاط

    “Mengetahui hukum-hukum syara’ dengan menggunakan jalan ijtihad.”[4]

    Dari beberapa pengertian di atas, memberikan suatu pengertian bahwa definisi pertama, fiqh dapat dipandang sebagai suatu ilmu yanfg didalamnya menjelaskan masalah hukum, sedang definisi kedua, fiqh dipandang sebagai suatu hukum, sebab didalam keduanya terdapat kemiripan antara fiqh sebagai ilmu dan fiqh sebagai hukum. Artinya ketika ia dipandang sebagai ilmu, maka dalam penyajiannya diungkapkan secara deskriptif, akan tetapi ketika ia dipandang sebagai suatu hukum, maka penyajiannya diungkapkan secara analisis induktif.[5]

    Para ulama sependapat bahwa setiap perkataan dan perbuatan manuasia, baik yang menyangkut hubungan manusia dengan tuhannya, ataupun yang menyangkut dengan sesamanya, semuanya telah diatur oleh syara’. Peraturan-peraturan ini sebagiannya diterangkan melalui wahyu, baik diterangkan dalam al-Qur’an maupun Sunnah, dan sebagian lagi diterangkan dengan jelas melalui wahyu, namun oleh nash ditunjuk tanda-tanda (qarinah) atau melalui tujuan umum syari’at itu sendiri, maka berdasarkan petunjuk itu para mujtahid menetapkan hukumnya. Semua ketentuan-ketentuan hukum baik yang ditetapkan melalui nash atau ijtihad para mujtahid pada bidang yang tidak ada nashnya, dinamakan fiqih.[6]

    1. Pengertian Hukum Islam

    Yang dimaksud dengan hukum islam didalam pembahasan ini adalah 7 macam hukum, yaitu

    1. Wajib, yaitu sesuatu yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan mendapat dosa.
    2. Sunah, yaitu sesuatu perkara yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila di tinggalkan tidak mendapat dosa.
    3. Mubah, yaitu sesuatu perkara yang apabila dikerjakan atau ditinggalkan tidak mendapat pahala dan apabila di tinggalkan tidak mendapat dosa.
    4. Haram, yaitu sesuatu perkara yang apabila dikerjakan mendapat dosa dan apabila ditinggalkan mendapat pahala.
    5. Makruh, yaitu sesuatu perkara yang apabila ditinggalkan mendapat pahala, dan apabila dikerjakan tidak mendapat dosa.
    6. Sah, yaitu suatu perkara yang digantungkan kepadanya nufudzdan i’tidad.
    7. Batal, yaitu suatu perkara yang tidak digantungkan kepadanya nufudzdan i’tidad.[7]
    8. Ruang Lingkup Kajian Ilmu Fiqih

    Pokok bahasan dalam ilmu fiqih ialah perbuatan mukallaf menurut apa yang telah ditetapkan syara’ tentang ketentuan hukumnya. Karena itu dalam ilmu fiqih yang dibicarakan tentang perbuatan-perbuatan yang menyangkut hubungannya dengan Tuhannya yang dinamakan ibadah dalam berbagai aspeknya, hubungan manusia sesamanya baik dalam hubungan keluarga, hubungan dengan orang lain dalam bidang kebendaan dan sebagainya[8]. Dari hubungan-hubungan tersebut menumbuhkan beberapa pendapat para ulama’ fiqih. menurut para ulama’ fiqih pada umumnya, pokok pembahasan ilmu fiqih terdiri dari empat pembahasan yang sering disebut dengan Rubu’, yaitu:

    1. Rubu’ Ibadat
    2. Rubu’ Muamalat
    3. Rubu’ Munakahat
    4. Rubu’ Jinayat

    Ada lagi yang berpendapat tiga saja, yaitu: bab ibadahbab mu’amalatbab ‘uqubat. Menurut Prof. T.M. Hasbi Ashiddieqqi, bila kita perinci lebih lanjut, dapat dikembangkan menjadi delapan pokok pembahasan, yaitu: ibadah, Ahwalusy Syakhshiyyah, Muamalah Madaniyah, Muamalah Maliyah, Jinayah dan ‘Uqubah (pelanggaran dan hukuman)Murafa’ah atau Mukhashamah, Ahkamud Dusturiyyah dan Ahkamud Dualiyah (hukum internasional).[9]

    1. Dasar-dasar Ilmu Fiqih

    Dasar-dasar ilmu fiqih itu terbagi menjadi 2 yaitu:

    1. Dasar-dasar yang bersifat Muttafaq (disepakati)

    Adapun untuk dasar-dasar fiqih yang bersifat muttafaq dibagi menjadi 4, yaitu Al-Qur’an, Hadits, Ijma’ dan Qiyas.

    1. Dasar-dasar yang bersifat Mukhtalaf (berbeda-beda)
    2. Adapun untuk dasar-dasar fiqih yang bersifat Mukhtalaf dibagi menjadi 6, yaitu IstihsanMashalihul Mursalah, Istishab, ‘Urf, Qoulus Shohabiy danSyar’u Man Qoblana.[10]

    DAFTAR PUSTAKA

    Al-Hasyimiy, Muhammad Ma’sum Zainy. 2008. Sistematika Teori Hukum Islam, Jombang : Darul Hikmah.

    http://kangmuz.wordpress.com/2011/08/01/fiqih-pengertian-dan-ruang-lingkupnya.

    Junaedi, M.S. Wawan. 2008. Fikih. Jakarta: PT. Listafariska Putra.

    Mahalli, Ahmad. 2009. Syarh Al-Waraqat. Jakarta: Darul Kutub.

    Syukur, Drs. H. M. Asywadi e, LC. Pengantar Ilmu Fiqih Dan Ushul Fiqih. Surabaya: PT. Bina Ilmu.

    ‘Umar asy-syathiriy, Sayyid Ahmad Ibnu. 1368. Al-Yaqutu An-Navisu. Surabaya: Al-Haromain.

    Rohim, Dr. Husni. 1998. Ushulul Fiqh. Jakarta.

    S, Mahmud.1986. Al Islamu Al’aqidatu Was Syari’atu. Jakarta: Darul Kutub 

     

    [1] M.S. Wawan Junaedi, Fikih (Jakarta: PT. Listafariska Putra, 2008), h. 2

    [2] Mahmud S, Al Islamu Al’aqidatu Was Syari’atu, (Jakarta: Darul Kutub, 1986) h. 6

    [3] Muhammad Ma’sum Zainy Al-Hasyimiy, Sistematika Teori Hukum Islam, (Jombang: Darul Hikmah, 2008), 12

    [4] Ahmad Mahalli, Syarh Al-Waraqat (Jakarta: Darul Kutub, 2009), 9

    [5] Muhammad Ma’sum Zainy Al-Hasyimiy, 12

    [6] Drs. H. M. Asywadi e Syukur, LC, Pengantar Ilmu Fiqih Dan Ushul Fiqih (Surabaya: PT. Bina Ilmu), h. 1

    [7] Ahmad Mahalli, 10

    [8] Ibid, h. 2

    [9] http://kangmuz.wordpress.com/2011/08/01/fiqih-pengertian-dan-ruang-lingkupnya

    [10] Ibid, Jilid I, h. 23

About Edy Methek 211 Articles
sampaikanlah ... ayat-ayat Allah

2 Comments on Pembagian Lapangan Fikih …. Di negara Barat, syariah disebut dengan Islamic Law ——————————- Fiqih menurut bahasa berarti ‘paham’, dan Fiqih Secara Istilah Mengandung Dua Arti: Pengetahuan tentang hukum-hukum syari’at yang berkaitan dengan perbuatan dan perkataan mukallaf (mereka yang sudah terbebani menjalankan syari’at agama), yang diambil dari dalil-dalilnya yang bersifat terperinci, berupa nash-nash al Qur’an dan As sunnah serta yang bercabang darinya yang berupa ijma’ dan ijtihad. ——— Hukum-hukum syari’at itu sendiri. Jadi perbedaan antara kedua definisi tersebut bahwa yang pertama di gunakan untuk mengetahui hukum-hukum (Seperti seseorang ingin mengetahui apakah suatu perbuatan itu wajib atau sunnah, haram atau makruh, ataukah mubah, ditinjau dari dalil-dalil yang ada), sedangkan yang kedua adalah untuk hukum-hukum syari’at itu sendiri (yaitu hukum apa saja yang terkandung dalam shalat, zakat, puasa, haji, dan lainnya berupa syarat-syarat, rukun-rukun, kewajiban-kewajiban, atau sunnah-sunnahnya). —————– Kata syarî’ah juga seperti itu, para ulama akhirnya menggunakan istilah syarîah dengan arti selain arti bahasanya, lalu mentradisi. Maka setiap disebut kata syarî’ah, langsung dipahami dengan artinya secara tradisi itu. Imam al-Qurthubi menyebut bahwa syarî’ah artinya adalah agama yang ditetapkan oleh Allah Swt untuk hamba-hamba-Nya yang terdiri dari berbagai hukum dan ketentuan.Hukum dan ketentuan Allah itu disebut syariat karena memiliki kesamaan dengan sumber air minum yang menjadi sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Makanya menurut Ibn-ul Manzhur syariat itu artinya sama dengan agama. ——————– Persamaan Syari’ah dan Fiqih ======================== Syariah dan Fiqih , adalah dua hal yang mengarahkan kita ke jalan yang benar . Dimana , Syariah bersumber dari Allah SWT, Al-Qur’an, Nabi Muhammad SAW, dan Hadist. Sedangkan Fiqh bersumber dari para Ulama dan ahli Fiqh , tetapi tetap merujuk pada Al-Qur’an dan Hadist . —————- Perbedaan Syari’ah dan Fiqih ——— Perbedaan yang perlu diketahui yaitu : Perbedaan dalam Objek : ——- Syariah— Objeknya meliputi bukan saja batin manusia akan tetapi juga lahiriah manusia dengan Tuhannya (ibadah) Fiqih—– Objeknya peraturan manusia yaitu hubungan lahir antara manusia dengan manusia, manusia dengan makhluk lain. ——-Perbedaan dalam Sumber Pokok——- Syariah——- Sumber Pokoknya ialah berasal dari wahyu ilahi dan atau kesimpulan-kesimpulan yang diambil dari wahyu.- Fiqih——– Berasal dari hasil pemikiran manusia dan kebiasaan-kebiasaan yang terdapat dalam masyarakat atau hasil ciptaan manusia dalam bentuk peraturan atau UU– Perbedaan dalam Sanksi—- Syariah— Sanksinya adalah pembalasan Tuhan di Yaumul Mahsyar, tapi kadang-kadang tidak terasa oleh manusia di dunia ada hukuman yang tidak langsung Fiqih— Semua norma sanksi bersifat sekunder, dengan Menunjuk sebagai Pelaksana alat pelaksana Negara sebagai pelaksana sanksinya. ————– PERBEDAAN POKOK——– Syariah—- Berasal dari Al-Qur’an dan As-sunah— Bersifat fundamental— Hukumnta bersifat Qath’i (tidak berubah)— Hukum Syariatnya hanya Satu (Universal)— Langsung dari Allah yang kini terdapat dalam Al-Qur’an— —Fiqih——- Karya Manusia yang bisa Berubah—– Bersifat Fundamental– Hukumnya dapat berubah— Banyak berbagai ragam— Bersal dari Ijtihad para ahli hukum sebagai hasil pemahaman manusia yang dirumuskan oleh Mujtahid — ======================

  1. Syari’at menurut bahasa berarti jalan menuju tempat keluarnya air untuk minum. Kata ini kemudian di konotasikan sebagai jalan lurus yang harus di ikuti. Menurut istilah, syari’at adalah hukum-hukum dan tata aturan allah yang ditetapkan bagi hamba-Nya.[1] Bahkan ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan syari’at adalah

    النظم التى شرعها الله او شرع اصولها ليأخذ الانسان بها نفسه في علاقته بربه وعلاقته بأخيه المسلم وعلاقته بأخيه الانسان وعلاقته بالكون وعلاقته بالحياة.

    “Aturan yang di syariatkan oleh Allah atau dasar peratura yang di syari’atkan oleh Allah agar manusia mengamil dengannya di dalam berhubungan dengan Tuhannya, berhubungan dengan sesama muslim, berhubungan dengan sesame manusia, berhubungan dengan keadaan dan juga kehidupan”.[2]

    Selain itu, istilah syari’ah juga dapat didefinisikan sebagai berikut

    ما بين على لسان نبي من الانبياء وما أنزله الله من الاحكام

    “suatu perkara yang dijelaskan memlalui lisannya nabi dari beberapa nabi dan perkara yang diturunkan oleh allah dari beberapa hukum.”

  2. Fiqih menurut bahasa artinya pemahaman yang mendalam (تفهم ) dan

    membutuhkan pada adanya pengarahan potensi akal , sebagaimana firman allah swt. Dan sabda nabi muhammad saw, yaitu :

    Al-qur’an : surat al-taubah : 122

    فلو لا نفر من كل فرقة منهم طائفة ليتفقهوا في الدين

    “Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama.”

    Al-hadits, HR. Bukhori, muslim, ahmad ibn hanbal, turmudzi dan ibnu majah sebagai berikut

    من يرد الله خيرا يفقهه في الدين

    “jika allah menginginkan suatu kebaikan bagi seseorang , dia akan memberikan suatu pemahaman keagamaan (yang mendalam) kepadanya.[3]

    Sedangkan pengertian fiqh menurut istilah adalah sebagaimana yang elah dikemukakan oleh para fuqoha’ ialah:

    Abdul Wahab Kholaf

    الفقه هو العلم بالاحكام الشرعية العلمية المكتسب من ادلتها التفصلية

    “Fiqh ialah ilmu tentang hukum syara’ yang bersifat praktis (amaliyah) yang diperoleh melalui dalil-dalilnya yang terperinci.”

    Wahbah Az-Zuhaili

    الفقه هو مجموعة الاحكام الشرعية العلمية المكتسب من ادلتها التفصلية

    “Fiqh ialah himpunan hukum syara’ yang bersifat praktis (amaliyah) yang diperoleh melalui dalil-dalilnya yang terperinci.”

    Ahmad Bin Muhammad Dimyati

    معرفة الاحكام الشرعية التي طريقها الاجتهاط

    “Mengetahui hukum-hukum syara’ dengan menggunakan jalan ijtihad.”[4]

    Dari beberapa pengertian di atas, memberikan suatu pengertian bahwa definisi pertama, fiqh dapat dipandang sebagai suatu ilmu yanfg didalamnya menjelaskan masalah hukum, sedang definisi kedua, fiqh dipandang sebagai suatu hukum, sebab didalam keduanya terdapat kemiripan antara fiqh sebagai ilmu dan fiqh sebagai hukum. Artinya ketika ia dipandang sebagai ilmu, maka dalam penyajiannya diungkapkan secara deskriptif, akan tetapi ketika ia dipandang sebagai suatu hukum, maka penyajiannya diungkapkan secara analisis induktif.[5]

Leave a Reply