Loading
Artikel | Islam dan Sains-Edy

SAINS membuktikan AL QUR’AN itu BENAR, QALBU atau JANTUNG itu yang MEMAHAMI {‘berPIKIR’} …. “The Brain in the Heart” ————————————– Para ilmuwan sekarang baru berbicara tentang otak yang berada dalam jantung (hati) yang terdiri dari 40.000 neuron, yaitu yang kita sebut “akal” yang terdapat di pusat jantung. Akal inilah yang bertugas memandu otak untuk melaksanakan fungsinya. Oleh karena itu Allah menjadikan jantung sebagai sarana untuk memahami. —————- Firman-Nya: (أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آَذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ) [الحج: 46] “Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” —— Ayat ini menegaskan bahwa jantung (hati) itu berpikir dan sadar. Anehnya, sebagian ilmuwan akhir-akhir ini baru menemukan hubungan antara hubungan hati dengan kesadaran dan berfikir. Mahasuci Allah. ———————————– Kitab suci berasal dari Tuhan, oleh sebab itu selayaknyalah tidak ada satu kata, bahkan satu huruf pun yang ditempatkan di dalamnya dengan sia-sia dan tidak berarti. Allah melalui Al-Qur’an sebagai kitab suci, banyak memerintahkan manusia untuk menggunakan akal mereka untuk berpikir, menemukan tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta, dan juga di dalam diri manusia itu sendiri. Memahami dan berpikir, tidak hanya di perintahkan untuk dilakukan dengan akal atau otak, akan tetapi dengan hati. Karena perpaduan akal dan hati, bagi seorang manusia, akan menuntunnya kepada kebenaran. ————– Hal ini tertuang di dalam surah Al-Hajj (22) ayat 46 di bawah ini : *[22:46] maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati {QALBU/jantung} yang di dalam dada.* ———————- Perhatikan surah Al-Hajj ayat 46 di atas. “/fatakuuna lahum qulubun ya’qiluuna biha/” yang diartikan “…lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami…”, memiliki arti kata per kata “maka bagi mereka hati (/qulubun/) yang memahami (/ya’qiluuna/) dengannya”. ————- Dalam bahasa Arab, /qulubun/ berasal dari akar kata /qalb/ yang artinya hati atau jantung. Harap dibedakan antara hati disini dengan hati (/liver/) yang merupakan salah satu anatomi dalam sistem pencernaan. Sebagaimana halnya beberapa bahasa di dunia, seperti misalnya bahasa Inggris, yang mana /heart/ dapat berarti hati dan dapat pula berarti jantung, dalam bahasa Arab /qalb/ dapat berarti hati dan dapat pula berarti jantung. —————- Sedangkan /ya’qiluuna/ berasal dari akar kata /a’qal/ yang berarti berpikir atau memahami, dan dalam kaitannya dengan anatomi berarti otak. —————— Deangan demikian “/qulubun ya’qiluuna/” secara tersurat juga berarti “jantung untuk memahami/berpikir”. Hal ini dipertegas pada kelanjutan ayat tersebut di ayat yang sama, mengenai kemampuan jantung ini : “/fa-innahaa laa ta’maa l-abshaaru walaakin ta’ma l-qulubu allatii fiil-shuduuri/” — “karena sesungguhnya bukanlah yang buta itu mata, tetapi yang buta adalah /qalbu/ yang ada di dalam dada (/l-qulubu allatii fiil-shuduuri/)”. Frasa ini menegaskan frasa sebelum-nya. ————— Dimanakah letak/qalb/ yang dimaksud ? /Qulubu allatii fii l-shuduuri/, qalbu tersebut terletak di dalam dada. /Qalb/ apakah yang ada di dalam dada ? ———– Secara anatomi, /qalbu/ yang berada di dalam dada adalah jantung. Al-Qur’an dalam hal ini mengatakan /qalb/ orang-orang yang kafir itu buta, sebagaimana di Allah mengatakan bahwa orang-orang kafir memiliki “/qalb/yang tidak dapat memahami”, di Q.S 6:25, 9:87, 63:3. —————— Pemilihan kata /a’qal/ yang disandingkan dengan /qalb/ disini patut digarisbawahi, karena “memahami” dalam bahasa arab, yang digunakan kurang lebih 19 kali dalam Al-Qur’an, adalah /faqaha/, bukan /a’qal/. /A’qal/ yang berarti “memahami” atau “berakal” sendiri digunakan lebih dari 40 kali dalam Al-Qur’an, akan tetapi kaitannya dengan memikirkan dengan otak, bukan dengan hati. ———————– Jika “memahami” dengan /qalb /menggunakan kata /faqaha/ (dan turunannya), sedangkan “memahami” dengan otak” Al-Qur’an menggunakan kata /a’qal/ (dan turunannya), maka di surah Al-Hajj ayat 46 secara khusus dikaitkan kemampuan /qalb/ dengan /a’qal/ — /qulubun ya’qiluun/, yang berbeda dari penggunaannya di ayat-ayat yang lain. —————– Ilmu pengetahuan sekarang membuktikan bahwa jantung manusia (/qalb/) ternyata mampu bersifat seperti otak (/a’qal/), mampu belajar, mengingat, bahkan merasakan, sebagaimana yang tertuang dalam artikel “/Neurocardiology : The Brain in the Heart/” (http://www.heartmath.org/research/science-of-the-heart/introduction.html) : ——————- /After extensive research, one of the early pioneers in neurocardiology, Dr. J. Andrew Armour, introduced the concept of a functional “heart brain” in 1991. His work revealed that the heart has a complex intrinsic nervous system that is sufficiently sophisticated to qualify as a “little brain” in its own right. The heart’s brain is an intricate network of several types of neurons, neurotransmitters, proteins and support cells like those found in the brain proper. Its elaborate circuitry enables it to act independently of the cranial brain – to learn, remember, and even feel and sense. The recent book Neurocardiology, edited by Dr. Armour and Dr. Jeffrey Ardell, provides a comprehensive overview of the function of the heart’s intrinsic nervous system and the role of central and peripheral autonomic neurons in the regulation of cardiac function. ——————– Selanjutnya masih dalam artikel yang sama dijelaskan bagaimana pentingnya peranan dan konstribusi jantung dalam mengintegrasikan tubuh, pikiran, jiwa dan emosi seseorang : /In our internal environment many different organs and systems contribute to the patterns that ultimately determine our emotional experience. However, research has illuminated that the heart plays a particularly important role. The heart is the most powerful generator of rhythmic information patterns in the human body. As we saw earlier, it functions as sophisticated information encoding and processing center, and possesses a far more developed communication system with the brain than do most of the body’s major organs. With every beat, the heart not only pumps blood, but also transmits complex patterns of neurological, hormonal, pressure and electromagnetic information to the brain and through-out the body. As a critical nodal point in many of the body’s interacting systems, the heart is uniquely positioned as a powerful entry point into the communication network that connects body, mind, emotions and spirit. —————– Al-Qur’an pun menyatakan bahwa sistem otak di dalam jantung, pun berkomunikasi dengan otak manusia, sehingga bagi orang-orang yang kafir, maka Allah memfilter penyampaian sinyal-sinyal syaraf yang dikirim “otak dalam jantung” ke otak manusia, sebagaimana yang tertuang dalam Al-Israa(17) ayat 46 : *[17:46] dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya … * —————— “/waja’alnaa ‘alaa quluubihim akinnatan an yafqahuuhu wa fii adzaanihim waqran/” — “dan Kami tempatkan di atas /qalb/ mereka penutup sehingga mereka tidak dapat memahaminya, dan sumbatan di telinga mereka”.————– Lihat bagaimana ketika membicarakan “filter” di telinga, Allah menggunakan kata /fii/ (di dalam), sedangkan ketika membicarakan /qalb/, Allahmenggunakan kata /a’laa/ (diatas). Hal ini dikarenakan /qalb/ (jantung) yang memiliki sistem otak sendiri, berkomunikasi dengan otak manusia, dimana otak manusia dalam hal ini berada di atas jantung, sehingga Allah mengatakan bahwa “filter” tersebut di letakkan “di atas” /qalb/, yaitu di antara /qalb/ dan otak manusia. —————————— Hal ini di jelaskan, masih di dalam artikel yang sama, sebagai berikut : “As their research evolved, they found that the heart seemed to have its own peculiar logic that frequently diverged from the direction of the autonomic nervous system. The heart appeared to be sending meaningful messages to the brain that it not only understood, but obeyed. ———— Dalam artikel yang lain mengenai kemampuan otak di dalam jantung ini pundi dijelaskan, bahwa jantung pun memiliki sytem syaraf yang dijuluki dengan “the brain in the heart” : ————— These scientists have found that the heart has its own independent nervous system – a complex system referred to as “the brain in the heart.” There are at least forty thousand neurons (nerve cells) in the heart – as many as are found in various subcortical centers of the brain. (http://www.therealessentials.com/followyourheart.html)/ ———————– Pam Montgomery dalam bukunya “/Plant Spirit Healing: A Guide to Working with Plant Consciousness/” menuliskan kaitan jantung dalam pengendalian emosi seseorang sebagai berikut : There are 40,000 nerve cells in the heart as well as neurotransmitters such as noradrenaline and dopamine (known emotional mediators), that the heart synthesizes and releases. “With every beat of the heart, a burst of neural activity is relayed to the brain,” Martin explains. “The heart senses hormonal, [heart] rate and pressure information, translates it into neurological impulses and processes this information. ————————- Bahkan, jantung manusia, sebagaimana otak manusia, pun memiliki kemampuan untuk mengingat. Dalam artikelhttp://www.lostartsofthemind.com/2006/11/can-your-heart-think-and-feel.html dinyatakan : Amazingly, Dr Andrew Armour, a neurologist from Montreal, Canada, discovered a small but complex network of neurons in the heart, which he has dubbed ‘the little brain in the heart’. These neurons seem to be capable of both short and long term memory. Why should the heart even have neurons and the ability to remember? Well, for one thing, there is a lot of muscle co-ordination that goes on in the heart in order to allow it to function properly.———– The fact that hearts can even be transplanted shows that there is a long-term memory stored in the heart for its rhythms. When a heart is removed, it is cooled and can stay alive for up to four hours. Once the heart is connected into its new recipient, as blood enters it, it begins to beat again. It is almost certainly the ‘little brain in the heart’ that is enabling the heart to remember how to beat. —————— Di lain artikel, Professor Mohammad Omar Salem dalam tulisannya “The heart, mind and spirit” (http://www.rcpsych.ac.uk/pdf/Heart,%20Mind%20and%20Spirit%20%20Mohamed%20Salem.pdf) pun membahas mengenai brain in the heart ini. Mengutip dari tulisan tersebut : After extensive research, Armour (Armour J A (1994), Neurocardiology: A natomical and Functional Principles, New York, NY, Oxford University Press: 3-19.)_ introduced the concept of functional ‘heart brain’_. His work revealed that the heart has a complex intrinsic nervous system that is sufficiently sophistic ated to qualify as a ‘little brain’ in its own right_. The heart’s brain is an intricate network of several types of neurons, neurotransmitters, proteins and support cells similar to those found in the brain proper. Its elaborate circuitry enables it to act independently of the cranial brain – to learn, remember, and even feel and sense. The heart’s nervous system contains around 40,000 neurons, called sensory neurites (Armour J A (1991), Anatomy and function of the intrathor acic neurons regulating the mammalian heart. In: Zucker I H and Gilmore J P, eds. Reflex Control of the Circulation. Boca Raton, FL, CRC Press: 1-37. ). Information from the heart – including feeling sensations – is sent to the brain through several afferents. These afferent nerve pathways enter the brain at the area of the medulla, and cascade up into the higher centres of the brain, where they may influence perception, decision making and other cognitive processes (Armour J. A. (2004), Cardiac neuronal hierarchy in health and disease, American 4 journal of physiology, regulatory, integrative and comparative physiology. Aug;287(2):R262-71.). / —————- Thus, it was revealed that the heart has its own intrinsic nervous system that operates and processes information independently of the brain or nervous system_. This is what allows a heart transplant to work. Normally, the heart communicates with the brain via nerve fibres running through the vagus nerve and the spinal column. In a heart transplant, these nerve connections do not reconnect for an extended period of time; in the meantime, the transplanted heart is able to function in its new host only through the capacity of its intact, intrinsic nervous system (Murphy D A, Thompson G W, et al (2000), The heart reinnervates after transplantation. Annals of Thor acic Surgery;69(6): 1769-1781. ) / ———————— Keterkaitan dengan emosi manusia, Al-Qur’an sangat menganjurkan keselarasan berpikir dengan akal dan berpikir dengan hati, mengisyaratkan keterhubungan yang erat antara /a’qal/ dan /qalb/ ini. Emosi dan tindakan manusia adalah hasil keselarasan antara keduanya, meskipun pusat emosi dan pengambilan tindakan tetap dipegang oleh otak atau /a’qal/ (klik disini untuk baca postingan “Struktur Otak Manusia. —————– Dalam Al-Qur’an” ). Oleh sebab itu juga, salah satu metode pendeteksi kebohongan yang banyak dilakukan adalah dengan metode polygraph, dalam kaitannya dengan mendeteksi qalb atau jantung, sebagaimana yang diulas dalam postingan “Metode Pendeteksi Kebohongan Menurut Al-Qur’an (klik disini untuk baca) “. ———————— Hal senada mengenai peranan /qalb/ dalam kaitannya dengan emosi manusia di ungkapkan di dalam artikel “http://www.today.com/id/11023208/ns/today-today_health/t/does-your-heart-sense-your-emotional-state/#.UjnU4X9TC50”: Psychologists once maintained that emotions were purely mental expressions generated by the brain alone. We now know that this is not true — emotions have as much to do with the heart and body as they do with the brain. Of the bodily organs, the heart plays a particularly important role in our emotional experience. The experience of an emotion results from the brain, heart and body acting in concert. ——————- Dan juga dikatakan www.sciencedaily.com dalam artikelnya “http://www.sciencedaily.com/releases/2013/04/130407211558.htm” menjelaskan bagaimana jantung, dalam fungsinya yang independen (sebagaimana di atas dikatakan sebagai “/little brain in the heart/”), berperan dalam mempengaruhi persepsi manusia dalam melihat sesuatu : “From previous research, we know that if we present images very fast then we have trouble detecting them, but if an image is particularly emotional then it can ‘pop’ out and be seen. In a second experiment, we exploited our cardiac effect on emotion to show that our conscious experience is affected by our heart. We demonstrated that fearful faces are better detected at systole (when they are perceived as more fearful), relative to diastole. Thus our hearts can also affect what we see and what we don’t see — and can guide whether we see fear. ———————- “Lastly, we have demonstrated that the degree to which our hearts can change the way we see and process fear is influenced by how anxious we are. The anxiety level of our individual subjects altered the extent their hearts could change the way they perceived emotional faces and also altered neural circuitry underlying heart modulation of emotion.” ———————- Sebelum Al-Qur’an di turunkan, pernyataan “/qalb/ (hati) yang memahami”,”bepikir dengan hati nurani”, “memahami dengan hati” mungkin sudah ada, akan tetapi sekali lagi, pemilihan kata selalu menjadi keajaiban Al-Qur’an, yang mampu mengubah suatu istilah yang pada masa diturunkannya mampu dipahami secara biasa, akan tetapi ternyata menyimpan makna yang mengungkapkan sesuatu yang baru akan diketahui berabad-abad kemudian, seiring dengan meningkatnya ilmu pengetahuan. ———— Qulubun ya’qiluuna/ adalah salah satunya, /qalb/ (jantung) yang bersifat /a’qal/ (otak), jantung yang memiliki system otak yang mandiri, yang berkomunikasi dengan otak manusia, sebagaimana Allah melalui Al-Qur’an sangat menekankan pentingnya keselarasan berpikir dengan /a’qal/ dan berpikir dengan /qalb/. Hanya Al-Qur’an satu-satunya kitab yang menyatakan hal ini dengan pemilihan kata-nya yang sangat selektif. ———– *[41:53] Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? * ============ Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan …. heart-jantung-mtf-online.comPara ilmuwan sekarang baru berbicara tentang otak yang berada dalam jantung (hati) yang terdiri dari 40.000 neuron, yaitu yang kita sebut “akal” yang terdapat di pusat jantung. Akal inilah yang bertugas memandu otak untuk melaksanakan fungsinya. Oleh karena itu Allah menjadikan jantung sebagai sarana untuk memahami. —– Firman-Nya: (أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آَذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ) [الحج: 46] “Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” ——— Ayat ini menegaskan bahwa jantung (hati) itu berpikir dan sadar. Anehnya, sebagian ilmuwan akhir-akhir ini baru menemukan hubungan antara hubungan hati dengan kesadaran dan berfikir. —— Mahasuci Allah. ———————————-

September 27, 2016 Edy Methek 1

SAINS membuktikan AL QUR’AN itu BENAR, QALBU atau  JANTUNG itu […]

aneh ada JILBAB HATI, …. JILBAB untuk menutupi TUBUH WANITA —————— tubuh wanita ditutupi JILBAB agar tidak membuat DOSA dan MAKSIAT bagi dirinya dan orang lain —————————– KEWAJIBAN MENGENAKAN JILBAB ——— Allah Ta’ala berfirman,‏ “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayan g.” (QS.Al Ahzab: 59). ——— Jilbab bukanlah penutup wajah, namun jilbab adalah kain yang dipakai oleh wanita setelah memakai khimar.Sedangkan khimar adalah penutup kepala.—— ———— Allah Ta’ala juga berfirman, “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya .” (QS. An Nuur [24] : 31). ———— Berdasarkan tafsiran Ibnu Abbas, Ibnu Umar,Atho’ bin Abi Robbah, dan Mahkul Ad Dimasqiy bahwa yang boleh ditampakkan adalah wajah dan kedua telapak tangan. (Lihat Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Amru Abdul Mun’im, hal. 14). ——————– Orang yang tidak menutupi auratnya artinya tidak mengenakan jilbab diancam dalam hadits berikut ini. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian .” (HR. Muslim no. 2128). —————– Di antara makna wanita yang berpakaian tetapi telanjang dalam hadits ini adalah: (1) Wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuhnya, sengaja menampakkan keindahan tubuhnya. Inilah yang dimaksud wanita yang berpakaian tetapi telanjang; (2) Wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang (Al Minhaj SyarhShahih Muslim, 17: 190-191). ———- Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa wajibnya wanita mengenakan jilbab dan ancaman bagi yang membuka-buka auratnya. Aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Bahkan dapat disimpulkan bahwa berpakaian tetapi telanjang alias tidak mengenakan jilbab termasuk dosa besar. Karena dalam hadits mendapat ancaman yang berat yaitu tidak akan mencium bau surga. Na’udzu billahi min dzalik. —————— BELUM MAU BERJILBAB ————— Beralasan belum siap berjilbab karena yang penting hatinya dulu diperbaiki? Kami jawab, “Hati juga mesti baik. Lahiriyah pun demikian. Karena iman itu mencakup amalan hati, perkataan dan perbuatan. Hanya pemahaman keliru dari aliran Murji’ah yang menganggap iman itu cukup dengan amalanhati ditambah perkataan lisan tanpa mesti ditambah amalan lahiriyah. Iman butuh realisasi dalam tindakan dan amalan” —————- Beralasan belum siap berjilbab karena mengenakannya begitu gerah dan panas? Kami jawab, “Lebih mending mana, panas di dunia karena melakukan ketaatan ataukah panas di neraka karena durhaka?” Coba direnungkan! —————— Beralasan belum siap berjilbab karena banyak orang yang berjilbab malah suka menggunjing? Kami jawab, “Ingat tidak bisa kita pukul rata bahwa setiap orang yang berjilbab seperti itu. Itu paling hanya segelintir orang yang demikian, namun tidak semua. Sehingga tidak bisa kita sebut setiap wanita yang berjilbab suka menggunjing.” ——————— Beralasan lagi karena saat ini belum siap berjilbab?—————- Kami jawab, “Jika tidak sekarang, lalu kapan lagi? Apa tahun depan? Apa dua tahun lagi? Apa nanit jika sudah pipi keriput dan rambutubanan? Inilah was-was dari setan supaya kita menunda amalan baik. Jika tidak sekarang ini, mengapa mesti menunda berhijab besok dan besok lagi? Dan kita tidaktahu besok kita masih di dunia ini ataukah sudah di alam barzakh, bahkan kita tidak tahu keadaan kita sejam atau semenit mendatang. So … jangan menunda-nunda beramal baik. Jangan menunda-nunda untuk berjilbab.” ———————- Perkataan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berikut seharusnya menjadi renungan,‏ “Jika engkau berada di waktu sore, maka janganlah menunggu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu waktu sore. Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang sakitmu dan manfaatkanlah hidupmu sebelum datang matimu .” (HR. Bukhari no. 6416). Hadits ini menunjukkan dorongan untuk menjadikan kematian seperti berada di hadapan kita sehingga bayangan tersebut menjadikan kita bersiap-siap dengan amalan sholeh. Juga sikap ini menjadikan kita sedikit dalam berpanjang angan-angan. Demikian kata Ibnu Baththol ketika menjelaskan hadits di atas. ———————– Ada ungkapan ,sebelum menjilbabpi kepalanya jilbabpi dulu hatinya, buat apa berjilbab kalau akhlaqnya rusak. Ungkapan yang berupa majaz atau kiasan tersebut tidak salah, namun menurut saya juga tidak benar, atau kurang tepat. ——————— Kenapa ? Jilbab dilihat dari fungsinya untuk menutup aurat , aurat adalah bahasa Arab dari kata kerja ‘ara, artinya telanjang adapun aurat adalah akar kata, artinya ketelanjangan, ringkasnya jilbab adalah penutup aurat . Adapun hati dalam sebuah hadits dikatakan sebagai raja dalam tubuh manusia, yang bila hati itu baik maka baik pulalah seluruh tubuhnya, dalam arti kata bahasa yang keluar dari tubuh adalah bahasa lisan dan bahasa gerakan. —————— Dalam hadits lain hati ialah tempatnya iman, “Attaqwa ha huna (Taqwa itu di sini, nabi menunjuk kepada hatinya) Kalau ungkapan tersebut bermakna jilbab yang dilihat dari fungsinya adalah untuk menutupi aib/aurat , maka apakah hati itu tempatnya aib ? Manusia sudah menjadi kodratnya, sebagai tempatnya salah dan dosa, sudah fitrah dan manusiawi , kalau Iman itu kadang naik kadang turun, kadang bertambah kadang berkurang (yazid wa yankus), kalau menunggu hati kita benar benar bersih lalu tidak bernoda lagi, lalu kapan berjilbabnya ? —————— Bagaimana dengan seorang akhwat yang berjilbab, namun kelakuannya tidak mencerminkan yang semestinya ? Menurut saya lihat dulu cara berjilbabnya, benarkah sesuai syar’e , seperti yang saya sampaikan di atas ? Sebab ada juga yang berjilbab namun, namun hatinya masih di persimpangan jalan, ada dualisme dalam hati dan pikirannya, antara mengikuti tren berpakaian ala barat/jahiliyah dengan memakai baju muslimah, yang akhirnya dipadukan menjadi jilbab gaul, yang mudah-mudahan asumsi saya salah, yakni menurut bahasa baginda yang mulia “berpakaian tapi telanjang, fungsi baju dan jilbab sebagai penutup aurat tidak nampak, karena pakaiannya ketat atau transparan sehingga lekuk-lekuk tubuhnya nampak. ———————- Hasil gambar untuk hadits berpakaian tapi telanjang Banyak jalan menuju perbaikan diri, salah satunya adalah dengan menutup aurat, saya yakin bila itu bersumber dari hati bukan karena mengikuti tren, lambat laun jilbabnya yang akan menjadi jalan untuk membuka pintu hatinya dalam menyambut hidayah Allah. Manusia bukan malaikat, juga bukan hewan, manusia makhluk mulia yang dianugerahi dua sifat. ——————– “ Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. (QS 91;8) ——————- Sifat fujur atau kefasikan ialah sifat pendosa, namun adakalanya manusia bersifat taqwa, karena manusia mempunyai al-hawa atau kecenderungan (hawa nafsu). Hati bukan untuk di tutupi namun hati untuk di jaga. Jangan ragu untuk menutup aurat hanya karena ungkapan, tutupi dulu/jilbapi dulu hatinya, justeru jadikan ungkapan tersebut sebagai motivasi untuk perbaikan diri, gak apa apa awalnya gak syar’e, bagus kalau langsung sesuai syareat, asalkan seiring bertambahnya usia dan waktu bertambah pula kesadaran kita memakai pakaian sesuai tuntutan syara. Boleh jadi ungkapan tersebut adalah propaganda dari kaum sekuler dan orientalis yang hendak menghancurkan Islam dari dalam, terkesan benar dan logis namun tujuan sebenarnya adalah merusak berlahan-lahan. ————————— APA JILBAB ITU?—————— Jilbab atau hijab secara syari’at merupakan bagian pakaian yang wajib digunakan untuk menutupi aurat wanita. —————— Dalilnya adalah: “…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…” [QS. An-Nuur 24:31]———- Dari ayat ini maka para wanita Muslimah perlu memperhatikan apa yang ia pakai. Apakah benar-benar hijab yang sesuai hukum Allah, ataukah hanya kain yang dihias-hias oleh tukang salon. Ingat, hijab bukanlah mode yang bertujuan membuat wanita lebih cantik, justru hijab dipakai agar wanita terlindungi dari fitnah. Itulah salah satu tujuan syari’at.————— Dalilnya ialah:———- “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).——— Imam Hakim meriwayatkan sebuah hadis yang menggambarkan saat-saat setelah turunnya ayat perintah menutup aurat, yaitu Surat Annur ayat 31:——— (dan hendaklah mereka menutupkan khumur- jilbab- nya ke dada mereka…). Riwayat lain menerangkan: “Wanita-wanita (ketika turun ayat tersebut) segera mengambil kain sarung mereka, kemudian merobek sisinya dan memakainya sebagai jilbab.” (HR. Hakim).————- Imam Bukhari juga meriwayatkan hal senada: “Bahwasannya ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha. Berkata: “Ketika turun ayat (dan hendaklah mereka menutupkan “khumur” –jilbab- nya ke dada mereka…) maka para wanita segera mengambil kain sarung, kemudian merobek sisinya dan memakainya sebagai jilbab.” (HR. Bukhari).——— Dari kedua hadits di atas terdapat empat poin: 1. Para wanita Arab di zaman Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam belum memakai hijab sehingga ketika turunnya ayat tersebut, mereka langsung mengambil kain sarung dan menggunakannya sebagai hijab. Hadits ini sekaligus menjawab perkataan orang-orang Jahil bahwa jilbab hanya tradisi orang Arab.——- 2. Seandainya para wanita Arab sudah memakai penutup kepala, maka bisa dipastikan bahwa yang mereka pakai hanyalah kain yang menutup kepala, bukan hijab yang sesuai syar’i.—- 3. Terdapat semangat di dalam diri para wanita pada zaman itu untuk tunduk dan patuh kepada apa yang telah ditetapkan Allah dan rasul-Nya. Terbukti dengan mereka langsung membuat hijab dari potongan kain sarung. Mereka tidak punya waktu untuk memodifikasinya karena memang hal tersebut adalah langsung dari Allah. Ingat, Allah tidak melihat keindahan jilbabmu, tapi Dia melihat bagaimana kamu dengan jilbabmu yang lebar itu bisa menepis fitnah untuk lelaki dan bagaimana kamu mejalankan syari’at.——– 4. Di antara para wanita di zaman Rasulullah tersebut tentu ada yang baru masuk Islam atau ahli maksiat. Namun, setelah turunnya ayat kewajiban hijab, maka mereka langsung melakukannya. Tak ada wanita yang beralasan seperti wanita di zaman sekarang yang menolak hijab dengan alasan: “Aku belum siap”, atau “Jilbab hanya untuk wanita sholehah”.———- AKU BELUM SIAP—————- Di antara alasan-alasan umum yang dikemukakan wanita Muslimah yang belum berjilbab ialah: “Aku belum siap”. Jika kita cermati, alasan ini kurang bisa diterima dari segi akal maupun dalil dengan sebab sebagai berikut:———– 1. Ini bisa kita analogikan sebagai berikut: Ketika kita mengajak seseorang untuk sholat wajib lima waktu, kemudian orang itu menolak dengan alasan: “Aku belum mau sholat lima waktu karena belum siap.” Padahal kewajiban memakai jilbab lebih mudah daripada sholat, yang kamu butuhkan hanya jilbab yang cukup hingga menutup dada, rok panjang dan lebar, dan baju yang agak panjang dan tidak ketat. Kalau mau yang lebih efektif bisa memakai pakaian sejenis daster dimana baju dan roknya menyatu. Memakai jilbab tidak seperti orang naik haji, atau membayar zakat, atau menyembelih kambing yang dibutuhkan kemampuan, sehingga alasan: “Aku belum siap” bukanlah udzur dan tidak ada keringanan.——– 2. Kita tanyakan kepada wanita yang beralasan “Aku belum siap”: “Kapankah kamu siap? Bisa jadi kamu mati dalam keadaan belum siap berjilbab.” Terkadang di antara mereka ada yang meyakini kalau mereka siap berjilbab kalau sudah menikah. Apakah mereka yakin mereka akan hidup di saat itu?———– 3. Dari segi dalil maupun ijma’, tak ada satu pun ayat Al-Qur’an, hadits, pendapat ulama dimana wanita yang berjilbab harus menyiapkan sesuatu khusus terlebih dahulu. Bahkan dari hadits yang telah kita bahas di atas, para wanita Arab di zaman Rasulullah yang tentunya di antara mereka ada yang baru saja masuk Islam langsung membuat hijab ketika turunnya ayat yang mewajibkan hijab. Tidak ada di antara mereka yang beralasan: “Ya Rasulullah, bolehkah aku tidak memakai jilbab karena aku belum siap?” Dalil ini juga langsung membantah pernyataan bahwa wanita yang pantas berjilbab hanyalah wanita sholehah atau yang ilmu agamanya luas. Semua wanita Muslimah yang sudah akil baligh WAJIB berjilbab.————– KEBATILAN ANGGAPAN JILBAB HATI———- Sebagian orang yang mengikuti hawa nafsu berkata bahwa jilbab tidaklah penting yang terpenting adalah jilbab hati. Maka, tanyakanlah lagi kepada orang tersebut: “Bagaimana jilbab hati yang benar itu?” Pernyataan seperti ini sangat dekat dengan bid’ah-bid’ah[1] yang dibuat oleh orang-orang Nasrani yang tidak bersunat, ketika mereka ditanya: “Yesus dikhitan pada hari ketujuh setelah kelahirannya, mengapa banyak di antara kalian yang tidak khitan? Mereka menjawab: ‘Yang penting bagi kami adalah SUNAT HATI!’”——– Maka bertakwalah sekelompok orang yang menyelisihi sunah Rasulullah dan syari’at yang telah ditetapkan Allah dalam agama yang mulia ini.————– Kemudian ada pula yang mengatakan: “Untuk apa berjilbab kalau kelakuannya bejat? Lebih baik tidak berjilbab tapi kelakuannya baik.”——– Maka, kita katakan kepada orang seperti ini: “Berjilbab saja kelakuannya bejat, apalagi tidak berjilbab? Seandainya ada wanita tidak berjilbab berpengarai baik, tentu lebih baik lagi apabila ia berjilbab.”— Belum satu pun saya temui ayat Al-Qur’an, hadits, atau pendapat ulama yang berkata tentang adanya “Jilbab hati”. Bisa jadi ini adalah perkara baru yang diada-adakan.———- BOLEHKAH AKU MEMAKAI JILBAB DAN MELEPASNYA SEKALI-KALI?——– Terkadang ada saja pertanyaan terlontar dari para Jilbabers, para wanita yang masih belajar memakai jilbab, atau yang berencana memakai jilbab: “Bolehkah aku memakai jilbab dan melepasnya sekali-kali?”– Jawaban: BOLEH——– Hal ini disebabkan tidak mungkinnya para wanita Muslimah memakai jilbab terus menerus. Ada saat dimana ia melepas jilbabnya. Yaitu di saat mandi, tidur di dalam kamarnya, di saat berdua dengan suami, atau saat berkumpul hanya dengan keluarganya di dalam rumah selama ia yakin tak ada orang non-mahrom yang melihatnya tanpa jilbab. Sebab Allah Azza wa Jalla berfirman:– “…dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.” [QS. An-Nuur 24:31]——– ———– SIAPAKAH YANG PERTAMA KALI TERBUKA AURATNYA?——– Nenek moyang kita, Adam ‘alayhis salam dan isterinya adalah manusia pertama yang terbuka auratnya setelah keduanya diperdaya oleh syaitan:——- “Hai anak cucu Adam! Jangan sampai kamu dapat diperdayakan oleh syaitan, sebagaimana mereka telah dapat mengeluarkan kedua orang tuamu (Adam dan Hawa) dari syorga, mereka dapat menanggalkan pakaian kedua orang tuamu itu supaya kelihatan kedua auratnya.” (Q. S. Al-A’raf: 27)——– Allah memperingatkan kita agar jangan melakukan kesalahan yang sama, salah satunya yaitu memamerkan aurat di depan orang-orang yang seharusnya tidak pantas melihat aurat kita. Sebab yang demikian merupakan salah satu tipu daya setan.———- Setan telah berhasil membujuk kaum hawa untuk tidak menutup auratnya sesuai syari’at dengan membisikkan kata-kata yang manis: “Jangan berjilbab, karena engkau belum siap. Kamu masih suka bermaksiat, janganlah berjilbab. Pengetahuan Islammu masih awam, tak perlu berjilbab. Berjilbabnya nanti saja ketika sudah menikah, kalau sekarang kamu berjilbab tak ada laki-laki yang mau dekat sama kamu. Yang penting jilbab hati dulu.” Begitulah pekerjaan setan, sama seperti ketika mereka membujuk nenek moyang kita untuk memakan buah terlarang.——- Demikianlah artikel tentang jilbab ini dibuat. Adapun jika kurang jelas, kurang lengkap, atau terdapat kesalahan padanya semata-mata karena keterbatasan ilmu dan kelupaan penulis. Namun, semoga artikel ini dapat membantu memberikan pencerahan dan motivasi kepada saudari-saudari saya.—— Yang belum berjilbab, hendaklah berjilbab. Yang sudah berjilbab, hendaklah memperbaiki jilbabnya. Yang telah berjilbab dengan baik, bantulah yang belum berjilbab.——– “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)———— Dalam riwayat lain: “Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang asing itu?” Beliau menjawab, “Orang-orang yang berbuat baik jika manusia telah rusak.” (HR. Ahmad 13/400 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Al-Jami’ no. 7368)——– Teruslah berbuat baik, walau orang-orang di sekelilingmu berbuat maksiat. Jadilah dirimu sendiri. Sebab orang jahat menilaimu dari pikiran jahatnya dan mereka pasti suka engkau berbuat jahat, sedangkan orang baik menilaimu dari pikiran baiknya dan mereka pasti suka engkau berbuat baik.——

September 25, 2016 Edy Methek 1

aneh ada JILBAB HATI, …. JILBAB untuk menutupi TUBUH WANITA […]

Hari ARAFAH adalah hari jamaah haji WUKUF di Arafah – Arab Saudi. —————————— PUASA ARAFAH = untuk yang TIDAK wukuf di ARAFAH, Saudi Arabia …. waktunya HARUS mengikuti wuquf di Arafah – Saudi Arabia ….. ——————— BUKAN membuat SENDIRI hari puasa ARAFAH menurut negaranya masing-masing…. karena puasa Arafah BERBEDA dengan PUASA RAMADHAN ————————— waktu orang berHAJI melakukan kegiatan WUKUF di ARAFAH … maka .. yg tidak ikut kegiatan WUKUF di ARAFAH HARI itu .. diSUNNAHkan berPUASA ——————– Puasa Arafah sangat dianjurkan untuk turut merasakan nikmat yang sedang dirasakan oleh para jemaah haji sedang menjalankan ibadah di tanah suci. Hari-hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa. Abnu Abbas r.a meriwayatkan Rasulullah s.a.w bersabda: ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام يعني أيام العشر قالوا: يا رسول الله! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك شيء Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya : Ya Rasulullah! walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid). (HR Bukhari) ——————– Keutamaan Puasa Tarwiyah Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada hari Tarwiyah yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah. Ini didasarkan pada satu redaksi hadits yang artinya bahwa Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun. ———— Sebuah artikel sederhana karya Dr Abdurrahman bin Shalih bin Muhammad al-Ghafili yang berjudul Hukm Shiyam Asyr Dzilhijjah, berusaha memaparkan hukum puasa yang sering disebut dengan Hari Tarwiyah tersebut. ——- Ia menjelaskan topik ini merupakan bahasan klasik yang telah banyak dikupas dalam deretan kitab hadis ataupun ulama-ulama terdahulu. Para ulama sepakat, Puasa Tarwiyah hukumnya sunah. Bahkan, sangat dianjurkan berpuasa sejak hari pertama Dzulhijjah hingga Hari Arafah, tepatnya 9 Dzulhijjah. ————- Dalam kitab Minah al-Jalil Syarh ‘Ala Mukhtashar al-Khalil yang bermazhab Maliki disebutkan hukum berpuasa selama sembilan hari pertama Dzulhijjah hukumnya sunah, istilah puasa tersebut dikenal dengan sebutan asyr Dzilhijjah. —————- Keutamaan Puasa Arafah—————– Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni pada saat diberlangsungkannya wukuf di tanah Arafah tanggal 9 Dzulhijah oleh para jamaah haji. Wukuf di Arafah bisa dikatakan sebagai inti dari pada pelaksanaan ibadah haji. Karena itu puasa Arafah ini sangat dianjurkan bagi orang-orang yang tidak menjalankan ibadah haji. —————— Ibnu Muflih dalam Al Furu’ -yang merupakan kitab Hanabilah- (3: 108) mengatakan, “Disunnahkan melaksanakan puasa pada 10 hari pertama Dzulhijjah, lebih-lebih lagi puasa pada hari kesembilan, yaitu hari Arafah. Demikian disepakati oleh para ulama.” ——————– Adapun orang yang berhaji tidak disunnahkan untuk melaksanakan puasa Arafah. عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ بِنْتِ الْحَارِثِ أَنَّ نَاسًا تَمَارَوْا عِنْدَهَا يَوْمَ عَرَفَةَ فِي صَوْمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ هُوَ صَائِمٌ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَيْسَ بِصَائِمٍ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِقَدَحِ لَبَنٍ وَهُوَ وَاقِفٌ عَلَى بَعِيرِهِ فَشَرِبَهُ “Dari Ummul Fadhl binti Al Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, ‘Beliau berpuasa.’ Sebagian lainnya mengatakan, ‘Beliau tidak berpuasa.’ Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR. Bukhari no. 1988 dan Muslim no. 1123). ———————— Para Ulama mengatakan bahwasanya paling mulianya hari dalam satu tahun adalah 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah dan paling mulianya malam dalam satu tahun adalah 10 malam terakhir dari bulan Ramadhan.————— Amalan di Bulan Dzulhijjah————- Adapun amalan-amalan shaleh yang sangat di anjurkan oleh ulama untuk kita kerjakan pada 10 hari pertama pada bulan Dzulhijjah sangat banyak sekali di antaranya adalah shalat, puasa terutama puasa Tarwiyah dan Arafah serta banyak dzikir kepada Allah SWT. —————- Ulama mengatakan, “Barangsiapa memuliakan atau menghidupkan 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah dengan amalan-amalan ibadah maka Allah Ta’ala akan memberinya 10 keistimewaan, yaitu: Allah memberikan berkah pada umurnya Allah menambah rizqinya Allah menjaga diri dan keluarganya Allah mengampuni dosa-dosanya Allah melipatgandakan pahalanya Di mudahkan keluarnya nyawa ketika dalam keadaan sakaratul maut Allah menerangi kehidupannya Di beratkan timbangan kebajikannya Terselamatkan dari semua kesusahannya Di tinggikan derajatnya di sisi Allah Ta’ala Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi: Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku-lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku. ———————-

September 6, 2016 Edy Methek 2

Hari ARAFAH adalah  hari jamaah haji WUKUF di Arafah – […]

Manfaat …dan…. Dampak Ilmiah Puasa Pada Kesehatan Tubuh —————- Dengan niat yang kuat dan ikhlas, ibadah puasa dapat kita jalani dengan maksimal sekaligus memberikan manfaat yang maksimal pula bagi diri kita. Selain menjadi ladang pahala bagi umat muslim, berpuasa juga memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh manusia itu sendiri. ———————- Karena itu, agar makin termotivasi dalam menjalani puasa , kita juga perlu tahu apa saja manfaat berpuasa dari segi ilmiah. Manfaat berpuasa ini telah banyak dibahas diberbagai artikel, maka kami menghimpunnya dan memilah yang terbaik dan mudah dipahami. ———————– Terkait dengan puasa sendiri, sangat terkait dengan kesehatan orang yang berpuasa, hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam : صُومُوا تصحوا “Puasalah kalian niscaya kalian akan sehat” —- Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu As-Sunniy, dan Abu Nu’aim yang mencantumkannya didalam Ath-Thibbun Nabawi (Pengobatan Metode Nabi) dari Abu Hurairah, serta Ath-Thabaniy didalam Al-Awsath. Kebanyakan ulama mengatakan bahwa hadits ini sanadnya dloif (lemah). Hadits ini juga dicantumkan didalam kitab monumental Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali yaitu Ihya’ Ulumuddin dan ketika Imam Al-‘Iraqi mentakhrijnya, beliau mengatakan bahwa sanadnya dlaif (lemah). ————————– 1. Baik Bagi Kesehatan Jantung & Pembuluh Darah Sakit jantung tidak dipungkiri lagi merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh kebanyakan orang didunia, apalagi di Indonesia dengan jumlah perokok terus makin meningkat tiap tahunnya penyakit jantung adalah ancaman nyata. Untungnya, berpuasa memiliki dampak yang sangat baik bagi jantung, ketika berpuasa, tubuh kita ternyata melakukan peningkatan HDL dan penurunan LDL yang menurut penelitian “chronobiological” ternyata hal tersebut merupakan hal yang sehat bagi jantung dan pembuluh darah. ———– 2. Psikologi Yang Tenang Cegah Penyakit Kronis Selain menahan lapar dan haus, puasa juga mengharuskan kita menahan amarah. Hal ini membuat keadaan psikologis seseorang menjadi lebih tenang dan secara ilmiah akan menurunkan kadar adrenalin dalam tubuh. Minimnya adrenalin akan memberikan efek baik pada tubuh seperti: mencegah pembentukan kolesterol dan kontraksi empedu yang lebih baik dimana hal ini dapat mengurangi resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya. ———– 3. Pola Pikir yang Lebih Tajam & Kreatif Puasa membuat pikiran menjadi lebih tenang dan juga melambat, uniknya menurut penelitian ternyata pikiran yang melambat ini membuatnya justru bekerja lebih tajam. Selain itu ditinjau dari segi insting, masalah rasa lapar adalah masalah kelanjutan hidup sehingga wajar jika rasa lapar memaksa kita untuk berpikiran lebih tajam dan kreatif. Hal ini juga dibuktikan dengan suatu kasus pada sekelompok mahasiswa di University of Chicago yang diminta berpuasa selama tujuh hari. Selama masa itu, terbukti bahwa kewaspadaan mental mereka meningkat dan progres mereka dalam berbagai penugasan kampus mendapat nilai “REMARKABLE.” ————— 4. Performa Seksual Meningkat Pesat Sebuah penelitian yang membahas tentang hubungan puasa dengan kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH) membuktikan, bahwa puasa memang benar menurunkan nafsu seksual dan menurunkan hormon testoteron. Namun ini bersifat sementara, Bahkan setelah beberapa hari siklus puasa dijalankan justru produksi hormon testosteron dan performa seksual justru meningkat pesat. ———————- 5. Mengurangi Kegemukan secara ilmiah berpuasa juga berdampak pada penurunan berat badan. Dengan berpuasa usus-usus dalam tubuh akan lebih bersih dari sisa-sisa endapan makanan, Endapan makanan inilah yang bila kelebihan akan menjadi lemak diperut. Selain itu berpuasa juga memperbaiki sistem pencernaan kita, sehingga sirkulasi makanan dan buang air menjadi lebih lancar. ——————— 6. Pencegah & Penyembuh Penyakit Mental Otak kita didalamnya memiliki fungsi pembersih dan penyehat otak dengan bantuan sel yang disebut dengan “neuroglial cells”. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit, akan “dimakan” oleh sel-sel neuroglial ini, dimana hal ini akan berdampak pula pada mental seseorang. bahkan, seorang ilmuwan di bidang kejiwaan yang bernama Dr. Ehret menyatakan bahwa: “Beberapa hari berpuasa akan memberikan dampak pada kesehatan fisik dan lebih lanjut untuk mendapatkan kesehatan mental, seseorang harus menjalani puasa lebih dari 21 hari. ————— 7. Kekebalan Tubuh Yang Meningkat Bukannya lemas sehingga menjadi gampang sakit, ternyata puasa justru meningkatkan kekebalan tubuh. Hal ini didukung oleh penelitian yang bahkan sudah umum, yaitu mengenai: Ketika seorang berpuasa maka akan terjadi peningkatan Limfosit sampai dengan 10 kali lipat dalam tubuhnya, hal ini memberikan pengaruh yang besar terhadap sistem imunitas tubuh, sehingga puasa justru menghindarkan kita dari berbagai virus dari lingkungan luar/makanan yang tidak baik. ——————– 8. Sehat Bagi Ginjal Ginjal merupakan penyaring zat berbahaya apapun yang kita makan dan minum dan berpuasa membuat ginjal semakin sehat, mengapa? Karena fungsi ginjal akan maksimal bila kekuatan osmosis urin mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air, dan satu-satunya cara adalah dengan mengurangi asupan air yaitu ketika berpuasa. ——————– 9. Pencegah Diabetes & kelebihan Nutrisi Lainnya Obesitas, hiperkolesterol, diabetes dan penyakit yang diakibatkan kelebihan nutrisi lainnya adalah akibat dari tubuh mengalami kelebihan kadar gula darah dan kolesterol. Dengan berpuasa konsumsi gula dan makanan berlemak dapat lebih terkontrol dan dikurangi yang akan berdampak baik bagi kembalinya keseimbangan kadar gula dan kolesterol tersebut. ——————– 10. Penawar Sakit Sendi/Encok Berpuasa dengan teratur akan meningkatkan sel penetral alami dalam tubuh kita yang akan membuat sakit encok lambat laun menuju kesembuhan. Sebuah penelitian menemukan adanya korelasi antara meningkatnya kemampuan sel penetral (pembasmi bakteri) dengan membaiknya radang sendi — penyebab encok.

July 14, 2016 Edy Methek 1

Manfaat …dan…. Dampak Ilmiah Puasa Pada Kesehatan Tubuh —————-