Loading
Berkaca | Islam dan Sains-Edy - Part 3

ber-KACA…. ber-MUHASABAH …. ber-REVIEW … PUASA kita …. apakah ????? ———————————————— >>> PUASA tapi … SIA-SIA ….hanya dapat LAPAR dan HAUS .. ??? ……………………..…………… >>> PUASA … tapi masih MAKSIAT/banyak berbuat KEJI/ DOSA/pelanggaran ?? sia-sia ————————–———— >>> PUASA …. tapi masih MURTAD TANPA SADAR ???? —————————- >>> PUASA … tapi masih FASIK ??? ————————– >>> PUASA … tapi masih BUTA qalbu kita ?? ——————————– >>> PUASA .. tapi kita masih tergolong orang TULI ??? ——————— >>> PUASA … tapi kita masih tergolong BISU ??? ———————– perbaiki IMAN kita …… perbaiki QALBU kita …… agar tidak termasuk berAMAL tap SIA-SIA …. …………………………. Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata: “Bukanlah berpuasa dari makan dan minum saja, akan tetapi dari dusta, kebatilan dan perbuatan sia-sia.” Lihat Al Muhalla, 4/305. ————————–——– “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa LAPAR dan DAHAGA {/haus}.” (HR. Ath Thobroniy } ————————–——– “Lima hal yang dapat membatalkan puasa: berkata dusta, ghibah (menggunjing), memfitnah, sumpah dusta dan memandang dengan syahwat.” (Hadits Riwayat Al-Azdiy) ———————– Berkata Jabir radhiyallahu ‘anhu: “Jika kamu berpuasa maka berpuasalah pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu dari dusta dan dosa, tinggalkan dari menyakiti tetangga dan hendaknya kamu penuh ketenangan dan wibawa pada hari puasamu, dan jangan samakan hari berbukamu (maksudnya: tidak berpuasa-pent) sama dengan hari puasamu.” Atsar riwayat Ibnu Abi Syaibah, no. 8973. ————————-

June 26, 2016 Edy Methek 3

ber-KACA…. ber-MUHASABAH …. ber-REVIEW … PUASA kita …. apakah  ????? […]

MengHANCURkan sesuatu yang dapat menghantarkan kepada keSYIRIKan…. atau peribadatan kepada SELAIN ALLAH = merupakan sunnah para NABI sejak dahulu. ……………. Contohnya adalah apa yang dilakukan oleh Nabi MUSA terhadap PATUNG sapi Samiri. ——————————- Al-Qur’an menceritakan kisah tersebut kepada Nabi kita shallallaahu ‘alaihi wa sallam: وَانْظُرْ إِلَى إِلَهِكَ الَّذِي ظَلْتَ عَلَيْهِ عَاكِفًا لَنُحَرِّقَنَّهُ ثُمَّ لَنَنْسِفَنَّهُ فِي الْيَمِّ نَسْفًا “(Nabi Musa berkata:) ‘dan lihatlah tuhanmu itu (patung sapi Samiri) yang kamu tetap menyembahnya. Sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan)’” (Qs. Thaaha: 97) ————————— Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam pun melakukan sunnah saudaranya para nabi sebelum beliau. Tidak ada satu pun tempat-tempat yang di sana terdapat peribadatan kepada selain Allah atau pemujaan terhadap orang-orang yang shalih yang sudah wafat seperti Laat, Manaat, dan yang lainnya, melainkan diperintahkan untuk dihancurkan dan diratakan dengan tanah. ——————————- Tidakkah dia memerhatikan bagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak memberi peluang sedikit pun kepada kesyirikan? Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengizinkan penduduk Thaif masih menyimpan berhala pujaan mereka meskipun hanya sehari? Tokoh itu pula yang menyatakan bahwa permusuhan kita dengan Yahudi bukan dalam urusan agama, tetapi tanah/wilayah. Semoga Allah Subhanahu wata’ala memberinya petunjuk agar bertobat.———————– Kepada anak-anak kaum muslimin yang tertipu oleh penampilan Yahudi dan Nasrani, masihkah mereka beriman kepada al-Qur’anul Karim? Tidakkah mereka yakin bahwa al-Qur’an ini menyempurnakan semua kitab agama yang terdahulu? Terhadap hadits Nabi Shallallahu %9

June 19, 2016 Edy Methek 3

MengHANCURkan sesuatu yang dapat menghantarkan kepada keSYIRIKan…. atau peribadatan kepada […]

1 2 3 4