Loading
Catastrophe | Islam dan Sains-Edy - Part 3

BUMI BERHENTI BERPUTAR ??? KAPAN???? ————————————— > ada di AL Qur’an (yang jarang dibahas /dipelajari umat Islam sendiri) ———————————— > KAPAN BAYANG-BAYANG kita “tidak” memendek dan memanjang????? KALAU BUMI BERHENTI BERPUTAR …. atau berputar LAMBAT (slow rotation) ——————————– >>> the sign taNDA-TANDA <<<<< akan terjadi ??????? kapan…….????? sebabnya apa????? <<<<< —————————– ﴾ Al Furqaan:45 ﴿ Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang dan kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikan “”TETAP”””???? bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu, ——————– hadits Nawwas bin Sam’an disebutkan, para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai Dajjal, “Wahai Rasulullah, berapa lamakah dia tinggal di bumi?” Beliau menjawab, “Selama empat puluh ——(40)—- hari, sehari seperti setahun, yang sehari lagi seperti sebulan, dan sehari lagi seperti sepekan, dan hari-hari lainnya seperti hari-harimu.” Rasulullah SAW menganjurkan kita berlindung dari fitnah Dajjal dengan berpegang teguh pada dinul Islam dan bersenjatakan iman dan mengenal namanama serta sifat-sifat Allah. Juga berlindung, khususnya pada waktu shalat, dengan doa, “Ya Allah, aku berlidung kepada-Mu dari adzab kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah AlMasih Ad-Dajjal….” (Shahih Bukhari). Serta menghafal beberapa ayat dari surah Al-Kahfi, “Barang siapa menghafal sepuluh ayat dari permulaan surah AlKahfi, ia dilindungi dari (fitnah) Dajjal.” ———————————- SLOWING rotation earth (1 hari = setahun) …… Krn bumi BERPUTAR lambat/pelan … (Hanya Allah saja yang maha TAHU yang AKAN terjadi)} … BATSYAH EFFECT /hantaman pada bumi/lemparan Allah —————————– siang= 1/2 tahun .. malam = 1/2 tahun …. dalam perhitungan kondisi NORMAL

June 24, 2016 Edy Methek 2

BUMI BERHENTI BERPUTAR ??? KAPAN???? ————————————— > ada di AL […]

Teknologi Militer Zaman Khilafah {1} ….. sangat MAJU dan MODERN ————————————– sebab akibat, tipu daya/teknologi,taktik,strategi, .. ditunjang PERALATAN TEMPUR … yg CANGGIH. .. maka TAK HERAN ….. mudah/dipermudah Allah meraih KEMENANGAN dalam menegakkan KALIMAT Allah ….. LAA ILAAHA ILLALLAH ——————————————– “Perang adalah tipudaya.” (Muttafaq ‘Alaih) —————————– Perang adalah tipuan” [Shahih Bukhari No. 3030, Shahih Muslim No. 1740] ———————— An-Nawawi berkata: “Ulama sepakat tentang bolehnya menipu orang kafir dalam peperangan bagaimanapun caranya, kecuali kalau sampai membatalkan perjanjian atau melanggar jaminan keamanan maka menipu tidak diperbolehkan.” (Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi : XII/45). ———————— Ibnu Hajar berkata: “Asal dari tipudaya adalah menampakkan hal yang berbeda dari sebenarnya. Hadits ini berisi peringatan untuk selalu waspada dalam perang dan anjuran untuk menipu orang kafir, siapa yang tidak menyadari tipudaya besar kemungkinan akan terkena dampak negatifnya. —————————– Ibnul ‘Arobi berkata: Tipuan dalam perang bisa berupa mengkelabui atau menyamar atau yang semisal. Hadits ini berisi isyarat untuk menggunakan akal dalam perang, bahkan itu lebih diperlukan daripada sekedar nyali, karena itu di sini diungkapkan dengan ungkapan pembatasan (hashr) sebagaimana sabda Rosululloh SAW: “Haji adalah Arofah.” Ibnul Munir berkata: “Makna perang adalah tipudaya artinya: Perang yang cantik dan dilakukan oleh pelaku yang handal adalah yang menggunakan tipudaya, bukan semata saling berhadap-hadapan, sebab perang frontal tinggi resikonya sedangkan tipudaya dapat dilakukan tanpa resiko bahaya.” (Fathul Bari [VI/158]). ———————- Wajib Memerangi Musuh yang Menyerang perintah memerangi musuh yang menyerang dan menahan diri dari mereka yang tidak menyerang. Hal tersebut seperti dikemukakan oleh Allah dalam firmann-Nya, “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Al-Baqarah: 190). “… Tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu, maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk melawan dan membunuh) mereka.” (An-Nisa’: 90). ——————————- Masa awal pemerintahan Islam, jihad sebagai metode mendasar penyebaran dakwah Islam telah menjadi bagian penting dari upaya membangun kekuatan Daulah Islam. Jihad adalah perang di jalan Allah untuk meninggikan kalimat Allah. Oleh sebab itu diperlukan persiapan baik logistik, formasi perang, strategi, komandan dan para pasukan serta persenjataan. Persenjataan mengharuskan adanya industri. —————————– Kewajiban ini dipahami menurut “dalalah iltizam atau kaidah ma la yatimmu al-wajib illa bihi fahuwa wajib”(suatu kewajiban yang tidak akan sempurna kecuali dengan adanya sesuatu maka sesuatu itu menjadi wajib hukumya). Jadi, mendirikan industri militer/perang wajib hukumnya berdasarkan mafhum dari dalil tersebut. —————————

June 23, 2016 Edy Methek 2

Teknologi Militer  Zaman Khilafah {1} ….. sangat MAJU dan MODERN […]

SUDAH “mengerjakan” SHALAT ….. tapi … masih CELAKA {Al Maa’uun:4} …. apa sebabnya ??? —————————– >> maka ….DIRIKAN-lah SHOLAT {Al Baqarah:3 } …. bukan hanya mengerjakan SHALAT … ” tapi” …. NIAT-nya {“tidak riya”} dan lihat “GUNA/imbas”-nya setelah shalat…. masih MAKSIAT/KEJI/Munkar ??… Shalat hanya dapat PAYAH dan LETIH !!!?? ………………… Rasulullah menegaskan, ”Barang siapa yang SHALATnya TIDAK dapat MENCEGAH perbuatan KEJI dan MUNKAR, maka tiada bertambah baginya kecuali semakin JAUH dari Allah.” (HR Ali Ibnu Ma’bad). ………………………….. Rasulullah SAW pernah bersabda, ”Akan datang pada manusia (umat Muhammad) suatu zaman, banyak orang yang merasakan dirinya SHALAT, padahal mereka sebenarnya TIDAK shalat.” (HR Ahmad} ………………………….. Rasulullah menyatakan, ”Berapa BANYAK ORANG yang SHALAT, keuntungan yang diperoleh hanyalah PAYAH dan LETIH.” (HR Ibnu Majah). ……………………………. ﴾ Al Baqarah:3 ﴿ (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang MENDIRIKAN {dan mereka mendirikan/ وَيُقِيمُونَ} SHALAT, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. ﴾ Al Baqarah:43 ﴿ Dan DIRIKANLAH {dan dirikan olehmu/ وَأَقِيمُوا۟} SHALAT, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’. ﴾ Al Baqarah:110 ﴿ Dan DIRIKANLAH {وَأَقِيمُوا۟} SHALAT dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. ……………………….. ﴾ Al Maa’uun:1 ﴿ Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? ﴾ Al Maa’uun:2 ﴿ Itulah orang yang menghardik anak yatim, ﴾ Al Maa’uun:3 ﴿ dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. ﴾ Al Maa’uun:4 ﴿ Maka keCELAKAanlah {فَوَيْلٌ} bagi orang-orang yang shalat, ﴾ Al Maa’uun:5 ﴿ (yaitu) orang-orang yang LALAI {سَاهُونَ} dari shalatnya, ﴾ Al Maa’uun:6 ﴿ orang-orang yang berbuat riya {يُرَآءُونَ}, ﴾ Al Maa’uun:7 ﴿ dan mereka enggan {وَيَمْنَعُونَ} menolong {memberi PERTOLONGAN/ ٱلْمَاعُونَ) …………………

June 20, 2016 Edy Methek 4

SUDAH “mengerjakan” SHALAT ….. tapi … masih CELAKA {Al Maa’uun:4} […]

Allah MURKA … kepada Orang yang TIDAK menggunakan AKALnya … Yunus:100 ————————- …. TANDA kekuasaan dan PERINGATAN Allah … tidak DIPIKIRKAN ..mempelajari AYAT-AYAT Allah … harus dengan AKALnya … bukan dengan TAKLID (ikut-ikutan saja) … apa gunanya AKAL?? ————————– agama adalah akal … tidak PUNYA akal {= GILA/ crazy/ schyzoprenia} TIDAK perlu agama = manusia HARUS menggunakan potensi AKALnya = jangan sampai TAKLID BUTA …… hanya IKUT-ikutan manusia lain TANPA menggunakan AKAL yang telah diBERIKAN Allah…. sehingga BESOK bila masuk neraka …. HANYA … menyalahkan PEMIMPIN yang diikutinya (taklid BUTA pada pemimpin itu) ————————————— ﴾ Yunus:100 ﴿ Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan keMURKAan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. ﴾ Yunus:101 ﴿ Katakanlah: “Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman”. ﴾ Yunus:102 ﴿ Mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang SAMA dengan KEJADIAN-KEJADIAN(yang menimpa) orang-orang yang telah TERDAHULU sebelum mereka. Katakanlah: “Maka tunggulah, sesungguhnya akupun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu” ——————————— jangan seperti ANJING … atau … BINATANG TERNAK …. yang TIDAK “berpikir” … Al A’raf:176 ————————————— TAKWA itu harus dengan AKAL …. Al Baqarah:197 … BUKAN hanya TAKLID (ikut-ikutan saja …. {Al Baqarah:166} ———————————————– ﴾ Al A’raf:176 ﴿ Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan AYAT-AYAT itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti ANJING jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka BERFIKIR ———————- ﴾ Al A’raf:179 ﴿ Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi TIDAK dipergunakannya untuk MEMAHAMI (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai BINATANG TERNAK, bahkan mereka lebih SESAT lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

June 20, 2016 Edy Methek 2

Allah MURKA … kepada Orang yang TIDAK menggunakan AKALnya … […]

Orang-Orang Yang Disiksa di NERAKA SELAMA-nya….. KEKAL = Orang-orang KAFIR ….dan …. MUSYRIK —————————– Syirik merupakan dosa paling besar, kezaliman yang paling zalim, dosa yang tidak akan diampuni Allah, dan pelakunya diharamkan masuk surga serta seluruh amal yang pernah dilakukannya selama di dunia akan hangus dan sia-sia. Oleh sebab itu mengenal hakikat syirik dan bahayanya adalah perkara yang sangat penting. ——————————— SYIRIK = Dosa yang PALING BESAR ————– Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia akan mengampuni dosa di bawah tingkatan syirik bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. (QS. An Nisaa’ : 48, 116). ———————————— Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah berkata, “Dengan ayat ini maka jelaslah bahwasanya syirik adalah dosa yang paling besar. Karena Allah ta’ala mengabarkan bahwa Dia tidak akan mengampuninya bagi orang yang tidak bertaubat darinya (Fathul Majid). ……………………………… Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar ? Maka beliau menjawab, “Yaitu engkau mengangkat tandingan/sekutu bagi Allah (dalam beribadah) padahal Dia lah yang telah menciptakanmu. (HR. Bukhari dan Muslim). ————————— Dalam hadits yang lain dari Abdurrahman bin Abi Bakrah, dari ayahnya, ayahnya berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang dosa besar yang paling besar ?. Beliau bertanya sebanyak tiga kali. Para sahabat menjawab, “Mau wahai Rasulullah! Lalu beliau bersabda, “Yaitu mempersekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua. Lalu beliau duduk tegak setelah sebelumnya bersandar seraya melanjutkan sabdanya, “Ingatlah, begitu juga berkata-kata dusta. Beliau mengulang-ulang kalimat itu sampai-sampai aku bergumam karena kasihan, “Mudah-mudahan beliau diam. (HR. Bukhari dan Muslim). ————————————— Pelanggaran terhadap hak Sang pencipta————————- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada Mu’adz, “Wahai Mu’adz, tahukah kamu apa hak Allah atas hamba dan hak hamba atas Allah ? Maka Mu’adz menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Lalu Rasul bersabda, “Hak Allah atas hamba adalah mereka menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Sedangkan hak hamba atas Allah adalah Allah tidak akan menyiksa hamba yang tidak mepersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.(HR. Al Bukhari dan Muslim). Syaikh Abdullah bin Shalih Al Fauzan berkata, Hadits ini menunjukkan bahwasanya Allah subhanahu wa ta’ala memiliki hak yang harus ditunaikan oleh para hamba. Barangsiapa yang menyia-nyiakan hak ini maka sesungguhnya dia telah menyia-nyiakan hak yang paling agung. (Hushul Al Ma’mul) ——————————— Dosa yang tak terampuni ………………………………….. Seandainya seorang hamba berjumpa dengan Allah ta’ala dengan dosa sepenuh bumi niscaya Allah akan mengampuni dosa itu semua, akan tetapi tidak demikian halnya bila dosa itu adalah syirik. Allah ta’ala berfirman melalui lisan Nabi-Nya dalam sebuah hadits qudsi, ……………………………. “Wahai anak Adam, seandainya engkau menjumpai-Ku dengan membawa dosa kesalahan sepenuh bumi dalam keadaan tidak mempersekutukan Aku, niscaya Akupun akan menjumpaimu dengan ampunan sepenuh itu pula (HR. Tirmidzi, disahihkan oleh Al Albani dalam Ash Shahihah 127). ………………………….. Bahkan, di dalam Al Qur’an Allah telah menegaskan dalam firman-Nya yang artinya, “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni dosa yang berada di bawah tingkatan syirik bagi orang-orang yang dikehendaki-Nya (QS. An Nisaa’ : 48 dan 116). ………………… Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan ayat di atas, “Allah ta’ala mengabarkan bahwasanya Dia tidak akan mengampuni dosa syirik, artinya Dia tidak mengampuni hamba yang bertemu dengan-Nya dalam keadaan musyrik, dan (Dia mengampuni dosa yang dibawahnya bagi orang yang dikehendaki-Nya); yaitu dosa-dosa (selain syirik-pent) yang akan Allah ampuni kepada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. ( Tafsir Ibnu Katsir). ————————————- Kekal di dalam neraka ………………………… Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dari kalangan ahli kitab dan orang-orang musyrik berada di dalam neraka Jahannam dan kekal di dalamnya, mereka itulah sejelek-jelek ciptaan. (QS. Al Bayyinah : 6)……………………………… Dari Jabir radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Barang siapa yang berjumpa Allah dalam keadaan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya, niscaya masuk surga. Dan barang siapa yang berjumpa Allah dalam keadaan memepersekutukan sesuatu dengan-Nya, maka dia masuk neraka. (HR. Muslim) ——————————— Pemusnah pahala amalan ———————————— Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang pertama kali diadili pada hari kiamat adalah seseorang yang mati syahid di jalan Allah. Dia didatangkan kemudian diingatkan kepadanya nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya maka dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apa yang kamu lakukan dengannya ? Dia menjawab, “Aku berperang untuk-Mu sampai aku mati syahid. Allah berfirman, “Engkau dusta, sebenarnya engkau berperang karena ingin disebut sebagai pemberani. Dan itu sudah kau dapatkan. Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka. Kemudian ada seseorang yang telah mendapatkan anugerah kelapangan harta. Dia didatangkan dan diingatkan kepadanya nikmat-nikmat yang diperolehnya. Maka dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apakah yang sudah kamu perbuat dengannya ? Dia menjawab, “Tidaklah aku tinggalkan suatu kesempatan untuk menginfakkan harta di jalan-Mu kecuali aku telah infakkan hartaku untuk-Mu. Allah berfirman, “Engkau dusta, sebenarnya engkau lakukan itu demi mendapatkan julukan orang yang dermawan, dan engkau sudah memperolehnya. Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka. Kemudian seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya dan juga membaca Al Qur’an. Dia didatangkan kemudian diingatkan kepadanya nikmat-nikmat yang sudah didapatkannya dan dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apakah yang sudah kau perbuat dengannya ? Maka dia menjawab, “Aku menuntut ilmu, mengajarkannya dan membaca Al Qur’an karena-Mu. Allah berfirman, Engkau dusta, sebenarnya engkau menuntut ilmu supaya disebut orang alim. Engkau membaca Qur’an supaya disebut sebagai Qari’. Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka. (HR. Muslim). ———————————–

June 19, 2016 Edy Methek 4

Orang-Orang Yang Disiksa di NERAKA SELAMA-nya….. KEKAL = Orang-orang KAFIR […]

1 2 3 4 5 7