Loading
Daging | Islam dan Sains-Edy

MEMINTA IMBALAN dalam dakwah, apakah HALAL? apakah HARAM? ——————- Dari Buridah r.a. Rasululloh bersabda,” Barang siapa membaca Al-Quran, yang dengannya ia memperoleh makanan dari manusia, maka ia akan datang pada hari kiamat dengan wajah hanya berupa tulang tanpa daging,” (HR. Baihaqi, Syu’abul Iman). —————- Rasulullah bersabda,” Barang siapa membaca Al-Quran dan dia menginginkan sesuatu, maka mintalah hanya kepada ALLAH. Karena tidak lama lagi akan datang suatu kaum yang setelah membaca Al-Quran, maka mereka akan meminta minta kepada manusia.” {HR Imran bin Husain r.a} —————– Sahabat Nabi, Ubay bin Kaab pernah diperingatkan Rasululloh. Pada suatu ketika aku mengajarkan Al-Quran kepada seseorang. Lalu ia menghadiahkan padaku sebuah busur panah. Ketika hal itu aku sampaikan kepada Nabi SAW, maka beliau bersabda,” Engkau telah mengambil satu busur dari neraka.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah) ———— Ada perbedaan antara honor yang bersal dari baitul maal atau lembaga sosial dan upah, di antaranya : honor bersifat derma (sumbangan) yang tidak ditetapkan jumlahnya ketergantungan kemurahan hati para penderma atu kondisi keuangan lembaga dan mungkin jga tidak member apa-apa , sedangkan upah merupakan transaksi yang wajib di penuhi oleh kedua belah pihak yang jumlahnya telah ditetapkan dari awal sebelum jasa dipakai tergantung tawar menawar antara pihak pembeli dan pengguna jasa. ———– Adapun upah yang disepakati dari awal antara pendakwah dan pengguna jasanya, seperti: seorang guru mengajar Alquran atau mengajar ilmu-ilmu keislaman dengan mensyaratkan honor lima puluh ribu rupiah setiap kedatanagnnya, atau seorang pendakwah mensyaratkan dari awal honor lima ratus ribu rupiah untuk sekali ceramah agama yang bila honor tersebut tidak mampu dipenuhi pihak pengguna jasa, pendakwah menolak untuk memberikan ceramah , hukum kehalalan upah ini diperselisihkan oleh para ulama. ————- Tentunya Allah telah memerintahkan para da’i, ustadz, muballigh dan siapa saja yang mendakwahkan ajaran agama islam dengan ikhlas yakni berdakwah hanya mengharapkan wajah Allah ta’ala. Jangan sampai para da’i mengharapkan upah dari dakwahnya. Karena beginilah dakwahnya para nabi dan rasul. Mereka sama sekali tidak mengharapkan upah dari dakwahnya, yang mereka harapkan hanya wajah Allah subhanahu wa ta’ala. ————- Sebagaimana Allah berfirman tentang para rasul: ألئك الذين هدى الله فبهداهم اقتده قل لا أسألكم عليه أجرا إن هو إلا ذكرى للعالمين “Mereka itulah (para rasul) telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah(Muhammad) : Aku tidak meminta imbalan dari kalian dalam menyampaikan (al quran), al quran tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam”[1]————– Dan Allah berfirman tentang perkataan Nabi Nuh alaihissalam: و ياقوم لا أسألكم عليه مالا إن أجري إلا على الله “Dan wahai kaumku, aku tidak meminta dari kalian harta sebagai imbalanku. Imbalanku hanyalah dari Allah semata”[2]————- Dan Allah berfirman tentang perkataan Nabi Hud alaihissalam: و ياقوم لا أسألكم عليه أجرا إن أجري إلا على الذي فطرني أفلا تعقلون “Dan wahai kaum ku, aku tidak meminta imbalan dari kalian atas dakwahku, ini. Imbalanku hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Tidakkah kalian mengerti?”[3]————– Dan Allah berfirman tentang perkataan nabi Shalih alaihissalam: و ما أسألكم عليه من أجر إن أجري إلا على رب العالمين “Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas dakwah ini, imbalanku hanyalah dari Tuhan semesta alam”[4]———- Dan Allah berfirman tentang perkataan nabi syu’aib alaihissalam sama persis dengan perkataan nabi Shalih alaihissalam: و ما أسألكم عليه من أجر إن أجري إلا على رب العالمين “Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas dakwah ini, imbalanku hanyalah dari Tuhan semesta alam”[5]———- Akan tetapi, mengingat jika seorang ustadz dalam suatu lembaga ia menjadi seorang guru tetap, banyak mengambil waktu dan tenaga guru tersebut maka apa hukum dari mengambil upah dari pengajaran yang ia lakukan? Yang mana seharusnya dapat dilakukan untuk mencari nafkah dan rezeki untuk dia dan keluarganya, namun disita oleh lembaga hanya untuk mengajar para murid.——— Maka jika demikian keadaanya, maka para ulama membolehkan guru tersebut mengambil upah. Dengan syarat hanya untuk mencukupi kebutuhan dia dan keluarganya dan tidak boleh memperbanyak harta dari profesi kerjanya.———— Karena Rasulullah sendiri membolehkan mengambil upah dari Al quran. —— Telah disebutkan dalam suatu riwayat, bahwa sekelompok sahabat singgah di suatu suku Arab yang saat itu pemimpin mereka tersengat binatang berbisa. Mereka telah berusaha mengobatinya dengan berbagai cara tapi tidak berhasil, lalu mereka meminta kepada para sahabat itu untuk meruqyah, kemudian salah seorang sahabat meruqyahnya dengan surat Al-Fatihah, dan Allah menyembuhkan dan menyehatkannya. Sebelumnya, para sahabat itu telah mensyaratkan pada mereka untuk dibayar dengan daging domba. Maka setelah itu mereka pun memenuhinya. Namun para sahabat tidak langsung membagikannya di antara mereka sebelum bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: وَاضْرِبُوا لِي مَعَكُمْ بِسَهْمٍ “Berilah aku bagian bersama dari apa yang kalian terima.”[6]————- Rasulullah juga bersabda dalam riwayat lain: اِنَّ اَحَقَّ مَا أَخَذْتُم عَلَيْهِ أَجْرًا كِتَابُ اللهِ. “Sesungguhnya suatu hal yang paling berhak untuk kalian ambil upahnya adalah Kitabullah.”[7]——– Dan Rasulullah bersabda: زَوَّجْتُكَهَا عَلَى مَا مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ “ Aku nikahkan engkau dengannya dengan mahar apa yang engkau hafal dari Al-Qur`an.”[8]—– Disini dapat dipahami, bahwa upah mengajar al qur’an adalah halal sehingga bisa dijadika mahar layaknya emas, perak dan lain-lain.———

November 3, 2016 Edy Methek 2

MEMINTA IMBALAN dalam dakwah, apakah HALAL? apakah HARAM? ——————- Dari […]

JANTUNG / QALBU bukan hanya PHYSIC tapi berPIKIR dan MEMAHAMI —————————- Apakah para penjahat jantungnya hitam? Apakah para koruptor jantungnya hitam? Tanyakanlah kepada para dokter bedah jantung, apakah jantung orang-orang jahat berwarna hitam? Mereka akan katakan tak ada jantung yang menghitam karena kejahatan dan kemaksiatan yang dibuat. Lalu apa maksud hadits Nabi di atas? Qalbu yang dimaksud dalam hadits itu adalah qalbu ruhani. Ruh (jiwa) memiliki inti, itulah qalbu. Karena ruh (jiwa) adalah wujud yang tidak dapat dilihat secara visual (intangible) maka qalbu yang menjadi inti (sentral) ruh ini pun qalbu yang tidak kasat mata. Dalam bahasa Indonesia ‘qalbu ruhani’ disebut dengan ‘hatinurani’. Mungkin karena dianggap terlalu panjang dan menyulitkan dalam pembicaraan, maka orang sering menyingkatnya menjadi ‘hati’ saja. Padahal ada perbedaan besar antara ‘hati’ dengan ‘hatinurani’ sebagaimana berbedanya ‘mata’ dengan ‘mata kaki’.———— Rupanya, istilah qalbu mirip dengan heart dalam bahasa Inggris, sama-sama memilki makna ganda. Heart dapat bermakna jantung (heart attack, serangan jantung) dapat juga bermakna hatinurani (you’re always in my heart, kamu selalu hadir di hatinuraniku). Maka apabila mendengar perbincangan tentang qalbu perhatikanlah konteksnya. Kalau yang berbicara adalah dokter medis, tentu qalbu yang diucapkannya lebih bermakna jantung. Tapi bila dikaitkan dengan perbincangan tentang moral, iman atau spiritualitas, maka maknanya lebih mengarah pada hatinurani yang wujudnya ruhaniah.———- Qalbu orang yang berdosa akan menghitam. Ungkapan ‘menghitam’ di sini adalah ungkapan perumpamaan (majâzi, metaphoric) bukan ungkapan sesungguhnya (haqîqi). Namun bukan berarti karena dosa tak kan nampak bekas-bekas fisiknya lalu kita akan seenaknya saja berbuat dosa. Na`ûdzubillâh min dzâlik…——— Manusia sering kali melakukan sesuatu atas dasar hawa nafsunya yang mengakibatkan perbuatan tersebut berdampak negative ditengah-tengah masyarakat. Untuk menghindari penyesalan diakhir perbuatan yang akan dilakukan, maka seyogyanya bertanyalah pada hati kecil, baik dan buruknya perbuatan tersebut. Oleh karena itu setiap manusia dituntut untuk memahami hatinya atau bahasa lain adalah “Qolbu”. ——————- Dalam hadis Rasulullah Saw: Dari Nu’man bin Basyir berkata: saya mendengar Rasulullah Saw. Bersabda: ألا وإن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله وإذا فسدت فسد الجسد كله ألا وهي القلب Artinya: ” Ketahuilah,sesungguhnya dalam jasad terdapat segumpal daging, apabila dia baik maka jasad tersebut akan menjadi baik, dan sebaliknya apabila dia buruk maka jasad tersebut akan menjadi buruk, Ketahuilah segumpal daging tersebut adalah “Qolbu” yaitu hati “. ( Hadis Riwayat Bukhori ). ———- Jika kita pahami secara mendalam hadis tersebut, maka hati sangat berperan dalam kehidupan jiwa manusia, karena hati yang bersih akan melahirkan jiwa yang bersih dan selalu taat serta tunduk terhadap titah dari Sang Ilahi Rabbi. Sebaliknya jiwa yang kotor disebabkan karena jiwa tersebut memiliki hati yang tidak baik dan selalu melanggar aturan yang telah digariskan oleh Allah Swt. =========================== Riset Al Quran & Sains: QALBU (JANTUNG) PUSAT BERFIKIR MANUSIA ————————– ” Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai Qalbun (jantung) yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka mendengar Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah Qalbun yang di dalam dada.”(QS. Al-Hajj: 46)————— Syaikh az-Zindani ditanya: Apakah pusat keyakinan (keimanan) dan berpikir dalam diri manusia adalah jantung? Jika demikian, bagaimana dengan praktek cangkok jantung dan pemasangan jantung buatan? Dan apakah al-Qalb (jantung) yang ada dalam al-Quran dan Sunnah (hadits) adalah jantung ini?———— Beliau menjawab:Pagi hari ini baru saja aku menemukan jawaban baru, yang telah lama aku mencarinya. Sejak beberapa waktu yang lalu, kami terus mencari dan menelusuri permasalahan ini. Maka kami mengutus salah seorang saudara kami ke pusat proses mekanisme pengubahan (pencangkokan) jantung buatan di Amerika. Dia berkata:” Apakah Anda mengizinkan saya untuk bertemu dengan pasien?” Mereka berkata:” Kami tidak mengizinkan untuk Anda!” Mengapa? Saya hanya ingin bertemu dengan mereka dan bertanya kepada mereka.————– Maka apa yang terjadi? Mereka merasa sangat cemas dan gelisah dengan permintaan saya! Mengapa? Mereka berkata kepada saya:”Informasi apapun yang Anda inginkan, kami akan menyajikannya untuk Anda.” Kami katakan:” Insyaa Allah, Rabb (Tuhan) kita akan mengungkap dan akan menjadikan hal ini sebagai suatu keajaiban ilmiah, yang kami berbicara dengannya pada hari-hari dan tahun tahun mendatang – Insya Allah – sehingga kalian akan melihat dan akan mengingatnya.” ————– Maka kami mulai mencari dan meneliti kembali, dan ternyata ada salah seorang profesor di Universitas King Abdul Aziz berkata kepadaku:” Apakah anda belum mendengar berita tentang hal itu?!” Saya berkata:” Apa itu?” Dia berkata:”Berita itu sudah dipublikasikan dalam sebuah koran semenjak tiga setengah tahun yang lalu. Koran itu mengatakan:” Mereka menemukan bahwa jantung bukan hanya memompa darah, tapi ia merupakan pusat akal dan pikiran.” Allahu Akbar, tunjukan dan berikan kepadaku koran tersebut.————— Lalu ia pun membawakan koran itu untukku, dan koran itu ada padaku. Dan ini adalah pintu pertama. Hari-haripun berlalu dan suatu ketika aku berada di pusat penggantian jantung di Yordania. Maka aku berkata:”Negeri ini adalah negeri Arab semoga saja -Insyaa Allah- akan mudah bagi kami untuk mendapatkan pengetahuan (maklumat) tentang hal itu.” Dan kami melihat hal itu dengan mata kami sendiri. Lalu salah seorang saudara kami pengamat dalam masalah ini berkata:”Apakah Anda mendengar konferensi pers tentang orang pertama yang mengganti jantungnya?” Aku berkata:” Tidak.” Dia mengatakan:” Telah diadakan konferensi pers, dan mereka berkata (keluarga orang yang jantungnya diganti):’ Jika kalian bersama kami di rumah kami, kalian melihat perilaku dia (orang yang jantungnya diganti), niscaya kalian tidak akan iri kepada kami terhadap penggantian jantung ini.'” Dan masih ada perkataan lain di sana namun bukan itu yang menjadi topik pembahasan kami.—————— Pagi hari ini salah seorang saudara kami, seorang dokter dari Saudi yang sibuk dalam proses penggantian jantung dan ingin mempersiapkan penelitian untuk masalah ini, menghubungiku. Maka aku mulai bertanya kepadanya:”Saya ingin anda fokus pada perubahan yang terjadi pada akal (mental), psikologis (kejiwaan), dan kemampuannya untuk memilih, apa yang terjadi?” Dia berkata:” Pertama saya ingin mengatakan kepada anda sesuatu yang sekarang sudah maklum (diketahui) oleh orang-orang yang bekerja di bidang ini, yaitu bahwa jantung yang baru, tidak ada sedikitpun perasaan dan emosi padanya.”——– Apa maksud ungkapan ini? Dia mengatakan:” Jantung ini (jantung buatan) jika engaku mendekatkan kepadanya sesuatu yang tampaknya membahayakan, maka seolah-olah ia tidak merasa terancam oleh apa-apa! Padahal yang kedua (jantung asli) akan merinding ketakutan. Dan jika engkau mendekatkan kepadanya sesuatu yang disukainya, maka seolah-olah engkau tidak memberikan apa pun kepadanya. Sungguh jantung yang dingin (pasif) dan tidak interaktif dengan seluruh anggota tubuh.”—————- Maka aku katakan:” Ini -insya Allah- Dia akan mengungkap banyak sisi kemukjizat (keajaiban), dan akan menunjukkan apa yang kami cari, maka bersabarlah sedikit. Karena masalah ini baru di awalnya.” Mereka mengatakan:” Mereka menemukan bahwa di dalam jantung ada hormon untuk berfikir, dan hormon ini mengirim pesan ke seluruh tubuh. Dan sesungguhnya jantung adalah pusat nalar dan berpikir, dan bukan hanya sekedar pemompa darah.” Wallahu A’lam dan sungguh janji kita adalah dekat dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala.———— ——————- EFEK SAMPING TRANSPLANTASI JANTUNG: APAKAH MEMORI TERSIMPAN DALAM SEL? —————- Legenda menceritakan bahwa pada 2.500 tahun lalu, pada masa Periode Negara Berperang, dua pria menemui seorang ahli pengobatan China kuno terkenal bernama Bian Que. Bian menyembuhkan penyakit mereka dengan sangat cepat, tetapi dia menemukan bahwa kedua pria ini mempunyai masalah lain yang dapat menjadi serius sejalan dengan waktu. Bian mengatakan bahwa mereka akan jadi sehat jika mereka saling menukar jantung mereka, dan mereka setuju untuk mengizinkan Bian melakukan operasi. —————– Bian memberikan pada dua orang tersebut sejenis anestetik, dan mereka kehilangan kesadaran selama tiga hari, waktu yang dipergunakan oleh Bian untuk membuka dada mereka, menukar jantung mereka, dan melakukan pengobatan. Ketika mereka sadar kembali, mereka telah pulih dan sehat seperti sedia kala. ————– Tetapi terdapat suatu masalah: ketika mereka pulang ke rumah, mereka berdua tercengang karena istri mereka tidak dapat mengenali mereka. Ternyata mereka berdua saling tertukar pergi ke rumah temannya dan berpikir bahwa istri temannya itu adalah istri mereka. ————- Hampir tidak dapat dipercaya bahwa pembedahan semacam itu dapat dilakukan pada 2.500 tahun lalu, tetapi cerita ini secara luar biasa mirip dengan situasi yang ditemui pada kasus tranplantasi jantung moderen. ————- Media Inggris, Daily Mail, melaporkan bahwa setelah melakukan sebuah transplatasi jantung, Sonny Graham dari Georgia jatuh cinta kepada istri si pendonor dan menikahinya. Dua belas tahun sesudah pernikahan, dia melakukan bunuh diri dengan cara yang sama seperti yang dilakukan oleh pendonornya. ——- Pada laporan Daily Mail yang lain, seorang pria bernama William Sheridan menerima sebuah jantung dari seorang pelukis yang meninggal karena sebuah kecelakaan mobil, dan tiba-tiba dia mampu untuk membuat lukisan indah tentang kehidupan liar dan pemandangan alam. —————– Claire Sylvia, penerima donor jantung dan paru-paru pada 1988, menulis dalam bukunya A Change of Heart: A Memoir, bahwa setelah melakukan transplantasi dia mulai menyukai mengonsumsi bir, ayam goreng dan paprika hijau, yang sebelumnya tidak dia sukai, namun pendonor remaja pria berusia 18 tahun amat menyukainya. —————- Dia bermimpi di mana dia mencium seorang seorang anak lelaki yang dipikirnya bernama Tim L., dan menghirupnya ke dalam dirinya pada saat berciuman. Dia kemudian menemukan bahwa Tim L. adalah nama pendonor tersebut. Dia heran apakah hal ini terjadi karena salah seorang dokter menyebutkan namanya pada saat dia dioperasi, tetapi kemudian dokter memberitahukan bahwa mereka tidak tahu nama si pendonor. —————– Dalam sebuah laporan yang dipublikasikan dalam Journal of Near-Death, Dr. Paul Pearsall dari University of Hawaii dan Dr. Gary Schwartz dan Dr. Linda Russek dari University of Arizona mendiskusikan 10 kasus dari transplantasi jantung atau jantung – paru-paru di mana dilaporkan bahwa para penerima donor mempunyai “perubahan dalam makanan, musik, seni, seks, rekreasi, dan pilihan karir, dan termasuk contoh-contoh tanggapan yang spesifik terhadap nama dan pengalaman yang berhubungan dengan pendonor.” ———————- Dalam salah satu kasus, mereka gambarkan pendonornya adalah seorang keturunan Afrika Amerika, jadi penerima berpikir bahwa pendonor menyukai musik rap dan tidak mengira bahwa transplantansi yang dia lakukan telah menyebabkan kegemaran baru terhadap musik klasik. Dan ternyata pendonor tersebut adalah seorang pemain biola dan menyukai musik klasik. ———————— Kasus ini mengesankan bahwa perubahan perilaku penerima donor terjadi tanpa diduga sebelumnya. Namun kasus-kasus seperti ini tidak serupa dengan efek pengobatan plasebo yang menimbulkan perubahan kondisi kesehatan pasien secara langsung tanpa diduga sebelumnya. ————————- Sebagai tambahan, peneliti menemukan bahwa seperti penerima di atas, ada kemungkinan bahwa penerima lain yang mengesampingkan ide bahwa mereka telah mengadopsi kegemaran pendonor karena harapan mereka pada pendonor, sehingga jumlah penerima transplantasi organ yang mengalami perubahan kepribadian serupa seperti pendonor mereka tidak terlaporkan. —————— Pearsall, Schawartz dan Russek menyimpulkan bahwa kejadian ini terjadi secara kebetulan, dan hipotesa yang menyatakan bahwa hal ini disebabkan oleh ingatan dalam sel, yang berarti bahwa memori dan kegemaran dapat tersimpan dalam sel. —————— Tetapi tidak dapat terdeteksi apakah bentuk memori ini eksis. ===================== Tanda-tanda hati yang kotor atau sakit —————— Fitrah manusia adalah suci dan bersih dalam menjalankan perintah agama,namun terkadang dalam perjalanan kehidupannya, manusia sering lupa dan lalai serta terjerumus dalam sifat-sifat “syaithoniyah”. Untuk mengenal lebih jauh tanda-tanda hati manusia yang telah kotor atau sakit, berikut ini salah satu tandanya :———— Adanya sifat nifaq ( Munafik ) dalam jiwa manusia, mari kita renungkan firman Allah Swt. Dalam surat al-Baqarah :——— وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ . يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ .فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ . Artinya : ” Dan diantara manusia ada yang berkata ” kami beriman kepada Allah dan hari akhir “, padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang2 yang beriman. Mereka menipu Allah dan orang2 yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari. Dalam hati mereka ada penyakit ( Nifaq ), lalu Allah menambah penyakitnya itu, dan mereka mendapat adzab yang pedih, karena mereka berdusta “. ( QS.al-Baqarah : 8-10 )————– Jika kita perhatikan ayat-ayat tersebut, maka sifat munafik akan menjadikan hati manusia bertambah kotor dan rusak, karena pada dasarnya manusia yang memiliki sifat nifaq akan terlihat diluar dirinya manis akan tetapi dalam bathinnya dia memiliki sifat-sifat syaithoniyyah, apa saja sifat-sifat tersebut, Syekh az-Zamakhsyari dalam kitab tafsirnya “al-Kassyaf”, menggambarkan hati yang sakit karena sifat nifaq dalam diri manusia adalah selalu condong untuk berbuat maksiat kepada Allah Swt. Sedangkan Syekh Abu Zahrah dalam kitab tafsirnya “Zahratu at-Tafasir”, bahwasanya hati akan menjadi keras karena sifat nifaq yang selalu menanamkan kedengkian dan selalu menghinakan orang2 yang beriman. Penyakit hati tersebut menurut beliau tidak ada obatnya, na’udzubillah.—————-

September 27, 2016 Edy Methek 1

JANTUNG / QALBU bukan hanya PHYSIC tapi berPIKIR dan MEMAHAMI […]

ISLAM telah MENGATUR hidup MANUSIA mulai TIDUR, bangun TIDUR, makan, minum, sampai TIDUR lagi ….. hidup, mengatur pola HIDUP dengan ITTIBA’ / mencontoh RASUL —————————- Setidaknya ada 10 cara menjaga kesehatan ala Rasulullah yang sudah dikenal di masyarakat, tak hanya umat Islam bahkan orang yang beragama lain. Banyak dari mereka telah mempraktikkan pola-pola gaya hidup sehat yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Apa saja, ya? Dilansir dari berbagai sumber, berikut uraiannya untuk kamu.———— 1. Di pagi hari, Rasulullah biasa menggunakan siwak. Siwak telah diteliti sangat bermanfaat menjaga kesehatan mulut dan gigi.————- 2. Nabi Muhammad SAW biasa sarapan dengan segelas air dan dicampur madu. Ternyata dengan rutin meminumnya bisa melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.———- 3. Jelang dhuha (sekitar pukul 08.00 WIB), Rasul memakan 7 butir kurma yang sudah matang. Kurma bermanfaat untuk menetralisir racun dalam tubuh (detoksifikasi).———– 4. Di sore hari, Nabi Muhammad SAW suka ngemil roti yang diolesi cuka campur minyak zaitun. Dua bahan ini ternyata mencegah kanker dan menghancurkan kolesterol.———– 5. Malam hari, Rasulullah menyantap sayur mayur. Wah, kalau sayur sudah tidak usah disebutkan lagi khasiatnya, ya. Banyak banget.——— 6. Setelah makan malam, Nabi Muhammad SAW tidak langsung tidur. Beliau beraktifitas, entah membaca Alquran atau bercengkrama dengan keluarga dan sahabat. Ini supaya makan malamnya tercerna dengan baik.————- 7. Makanan lain yang sering disantap Rasul yakni roti dengan kuah daging, sayur-sayuran dingin seperti labu air atau mentimun, buah anggur, dan susu. ————- 8. Olahraga dan banyak gerak. Cara beliau olahraga juga gak ngotot banget seperti joging, angkat beban, dan lain-lain. Cukup bermain bersama anak serta cucunya. Rasulullah juga sering mengadakan lomba lari dengan mereka. Pada suatu riwayat, Nabi Muhammad SAW pernah mengajak istrinya, Aisyah, lomba lari supaya badan tidak lemas dan tetap sehat.———— 9. Jika tidak ada kepentingan Rasulullah tidak akan begadang. Namun jika diharuskan begadang untuk kepentingan umat Islam, beliau banyak minum air putih.————– 10. Pola hidup sehat Rasulullah ini ternyata serupa dengan irama biologi (circadian rhytme) yakni siklus pencernaan manusia yang kerap dianjurkan oleh pakar kesehatan dunia. Keren, kan? Yuk ah kita coba hidup sehat ala Nabi Muhammad SAW ini.————- ===========================- Tidak diragukan, Islam adalah agama yang mengajarkan hidup sehat. Jika selama ini ada slogan yang terkenal “pencegahan lebih baik dari pengobatan,” ternyata sejak empat belas abad yang lalu aplikasi dari slogan itu telah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tanamkan kepada para shahabatnya. Mari perhatikan hal-hal berikut:——— a) Menjaga kebersihan dan kesucian:———- { وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ} [المدثر: 4] “Dan pakaianmu bersihkanlah.” (QS. Al Mudatstsir: 4).————– Muhammad bin Sirin rahimahullah berkata: { وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ } أي: اغسلها بالماء. “Maksud “Dan pakaianmu bersihkanlah” adalah basuhlah dengan air.”———— Ibnu Zaid rahimahullah berkata: كان المشركون لا يتطهرون، فأمره الله أن يتطهر، وأن يطهر ثيابه. “Dahulu orang-orang musyrik kebiasaan mereka tidak bersuci, maka Allah memerintahkan agar bersuci dan membersihkan pakaiannya.” (Lihat tafsir Al Quran Al Azhim).———– Berkata Ibnu Katsir rahimahullah: “Ini adalah pendapat yang dipilih oleh Ibnu Jarir, ayat ini mencakup seluruh perkara itu bersamaan dengan kesucian hati.” Lihat kitab Tafsir Al Quran Al Azhim di dalam ayat ini.———- عَنْ أبي مالِكٍ الأشْعَريِّ – رضي الله عنه – قالَ :قالَ رسولُ الله – صلى الله عليه وسلم – : (( الطُّهورُ شَطْرُ الإيمانِ ،)). رواه مسلم “Abu Malik Al Asy‘ary radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bersuci adalah setengah dari keimanan” HR. Muslim————– Ibnu Al Atsir rahimahullah berkata, لأنَّ الإيمانَ يُطهِّر نجاسةَ الباطن والطَّهورَ يُطهِّر نجاسة الظاهر “Karena keimanan membersihkan kotorannya batin dan bersuci dengan air membersihkan kotoran lahir.” (Lihat kitab An Nihayah Fi Gharib Al Hadits).————– عن ابن عمر رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال: طهروا هذه الأجساد طهركم الله فإنه ليس عبد يبيت طاهرا إلا بات معه ملك في شعاره لا ينقلب ساعة من الليل إلا قال : اللهم اغفر لعبدك فإنه بات طاهرا. “Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bersihkanlah jasad-jasad ini semoga Allah membersihkan kalian, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba bermalam suatau malam dalam keadaan suci melainkan seorang malaikat akan bermalam bersamanya di dalam selimutnya, tidaklah dia bergerak pada suatu waktu dari malam melainkan malaikat itu berdoa: “Wahai Allah, ampunilah untuk hamba-Mu sesungguhnya dia tidur malam dalam keadaan suci.” (HR. Ath Thabrani dan dihasankan oleh Al Albani di dalam kitab shahih Al Jami’, no. 3936).————– b) Mandi عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه و سلم قال « حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ أَنْ يَغْتَسِلَ فِى كُلِّ سَبْعَةِ أَيَّامٍ يَوْمًا يَغْسِلُ فِيهِ رَأْسَهُ وَجَسَدَهُ» “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wajib bagi setiap muslim untuk mandi di setiap tujuh hari, sehari dia membasuh kepada dan badannya di dalamnya.” (HR. Ibnu Hibban dan Bukhari).——- Maksud hadits adalah: suatu kelaziman dan keharusan bagi setiap muslim minimal dalam seminggu dia harus mandi membersihkan kotoran di tubuhnya dan kepalanya, dan yang dimaksud sehari disini adalah hari Jumat sebagaimana dalam beberapa riwayat seperti riwayat Imam Ahmad dan Ath Thahawy.— c) Menghilangkan kotoran, bakteri dan kuman dengan memotong kuku, menghabiskan bulu ketiak, bulu kemaluan, berkhitan, menipiskan kumis———— عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « الْفِطْرَةُ خَمْسٌ – أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ – الْخِتَانُ وَالاِسْتِحْدَادُ وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَقَصُّ الشَّارِبِ» “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Fitrah ada lima atau lima perkara dari fitrah; berkhitan, menghabiskan bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan menipiskan kumis.” (HR. Bukhari dan Muslim).— Makna fitrah di dalam hadits adalah: asli penciptaan, agama, dan sunnah (syariat Islam).——- Imam An Nawawi rahimahullah berkata, . قَالَ النَّوَوِيّ وَتَفْسِير الْفِطْرَة هَاهُنَا بِالسُّنَّةِ هُوَ الصَّوَاب؛ لأنَّهُ وَرَدَ فِي رِوَايَة مِنْ السُّنَّة قَصُّ الشَّارِب وَنَتْف الإبِط وَتَقْلِيم الأظْفَار، وَأَصَحُّ مَا فُسِّرَ بِهِ غَرِيب الْحَدِيث تَفْسِيره بِمَا جَاءَ فِي رِوَايَة أُخْرَى اِنْتَهَى. “Tafsiran Al Fithrah dengan makna As Sunnah adalah pendapat yang benar, karena diriwayatkan dari sunnah bahwa menipiskan kumis, mencabut bulu ketiak atau memotong kuku-kuku, dan tafsiran yang paling benar di dalam menfsirkan kata-kata yang sing di dalam hadits adalah dengan riwayat lain.” Lihat kitab Hasyiyah As Suyuthi atas kitab Sunan An Nasai.—————— Maksudnya adalah siapa yang mengerjakan 5 hal ini maka dia dia atas keaslian yang Allah ciptakan atasnya dan perintahkan kepadanya, berkata As Suyuthi rahimahullah: وَقَالَ أَبُو شَامَة أَصْل الْفِطْرَة الْخِلْقَة الْمُبْتَدَأَة ، وَالْمُرَاد بِهَا هُنَا أَنَّ هَذِهِ الأشْيَاء إِذَا فُعِلَتْ اِتَّصَفَ فَاعِلُهَا بِالْفِطْرَةِ الَّتِي فَطَرَ الله الْعِبَاد عَلَيْهَا وَحَثَّهُمْ عَلَيْهَا وَاسْتَحَبَّهَا لَهُمْ لِيَكُونُوا عَلَى أَكْمَل الصِّفَات وَأَشْرَفهَا صُورَة “Berkata Abu Syamah: asal kata fithrah adalah ciptaan yang asal, dan maksudnya di dalam hadits ini adalah bahwa perkara ini jika dilakukan maka pelakunya telah bersifat fitrah yang Allah fithrahkan kepada hamba-hamba-Nya, dan perintahkan serta anjurkan untuk itu kepada mereka agar mereka berada dalam sifat yang sempurna dan rupa yang paling mulia.” Lihat kitab Hasyiyah As Suyuthi atas kitab Sunan An Nasai.————— dst

September 24, 2016 Edy Methek 1

ISLAM telah MENGATUR hidup MANUSIA mulai TIDUR, bangun TIDUR, makan, […]

makanan Manna, dan Salwa yaitu makanan dari DAGING BURUNG utk bani ISRAEL … makanan BAIK yg tidak diSYUKURI malah membangkang kepada Allah ———— Sehingga mereka dibinasakan dan disiksa oleh Allah ‘Azza wa Jalla. ——————– Jika kita membaca dan mengkaji Al-Quran, maka kita pasti pernah menyebut ataupun membaca Manna dan Salwa. Manna dan Salwa ini adalah 2 di antara banyak kenikmatan yang diberikan Allah SWT kepada Bani Israil kaum Nabi Musa AS. Manna adalah makanan manis sebagai madu, sedangkan Salwa adalah burung sebangsa puyuh. Penyebutan ‘Manna dan Salwa’ ini diulang Al-Quran sebanyak 3 kali di 3 surah berbeda. ————– Yang pertama,——- Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu “manna” dan “salwa”. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka menganiaya Kami; akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (Q.S. Al-Baqarah : 57)———- Yang kedua,———– Hai Bani Israil, sesungguhnya Kami telah menyelamatkan kamu sekalian dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu sekalian (untuk munajat) di sebelah kanan gunung itu dan Kami telah menurunkan kepada kamu sekalian manna dan salwa. (Q.S. Thaahaa : 80)——– Yang ketiga,——- Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya: “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!.” Maka memancarlah dari padanya duabelas mata air. Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-masing. Dan Kami naungkan awan di atas mereka dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa. (Kami berfirman): “Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezkikan kepadamu.” Mereka tidak menganiaya Kami, tapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri. (Q.S. Al-A’raaf : 160)——— ================== Bani Israil adalah suatu bangsa yang telah banyak Allah berikan kenikmatan kepada mereka. Salah satunya adalah banyak Nabi dan Rasul yang diutus untuk membimbing mereka. Akan tetapi mereka tidak banyak bersyukur, membangkang sampai pada tahap membunuh para Nabi.——– Allah berfirman mengenai Bani Israil, إِسْرَائِيلَ اذْكُرُواْ نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ, “Wahai Bani Israil ingatlah nikmat-nikmat-Ku yang telah kuberikan pada kalian dan Aku lebihkan kalian di atas seluruh alam” (AL-Baqarah: 47)———- Berbagai macam mukjizat para nabi mereka lihat dan mereka rasakan akan tetapi hati mereka masih saja keras dan tidak yakin mengenai perintah Rabb mereka.————– Mereka diberi rezeki manna dan salwa————— Suatu ketika mereka kelaparan, maka mereka diberikan nikmat oleh Allah Ta’ala, yaitu diturunkan dan diberi rezeki kepada mereka berupa makanana yang disebutkan dalam Al-Quran yaitu Manna dan Salwa.—- وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْغَمَامَ وَأَنزَلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَى كُلُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَكِن كَانُوا أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu “manna” dan “salwa”. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu. Dan tidaklah mereka menganiaya Kami, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri (.al-Baqarah: 57)———— Mengenai Manna dan Salwa, syaikh As-Sa’di rahimahullah menjelaskan وهو اسم جامع لكل رزق حسن يحصل بلا تعب، ومنه الزنجبيل والكمأة والخبز وغير ذلك.{وَالسَّلْوَى} طائر صغير يقال له السماني، طيب اللحم، فكان ينزل عليهم من المن والسلوى ما يكفيهم “Manna adalah istilah makanan yang diperoleh dengan cara yang mudah (tidak bersusah payah) seperti jahe, biji-bijian, roti (gandum) dan lain-lain. Adapun Salwa adalah burung kecil yang memiliki daging lembut dan enak. Maka diturunkan kepada mereka manna dan Salwa yang mencukupkan bagi mereka” (tafsir As-Sa’di hal. 52)——————- Ketidaksabaran Bani Isra’il———– Bani Israil tidak bersyukur, malah mereka sangat cepat bosan terhadap makanan. Sehingga mereka malah menantang dan meminta nabi Musa agar mengeluarkan makanan lagi untuk mereka.———- Allah Ta’ala berfirman, وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَىٰ لَنْ نَصْبِرَ عَلَىٰ طَعَامٍ وَاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنْبِتُ الْأَرْضُ مِنْ بَقْلِهَا وَقِثَّائِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا ۖ قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَىٰ بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ ۚ اهْبِطُوا مِصْرًا فَإِنَّ لَكُمْ مَا سَأَلْتُمْ ۗ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ وَالْمَسْكَنَةُ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ ۗ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۗ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ “Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, “Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja, oleh sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Rabbmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya.” Musa berkata, “Maukah kamu mengambil yang lebih rendah sebagai ganti dari yang lebih baik ? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta !” Lalu ditimpahkanlah kepada mereka kenistaan dan kehinaan, serta mereka mendapat murka dari Allâh. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allâh dan membunuh para nabi tanpa sebab yang benar. Yang demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.” (al-Baqarah:61)———– Demikianlah, Bani Israil, bangsa yang sangat pembangkang dan tidak bersyukur.———–

September 17, 2016 Edy Methek 1

makanan Manna,  dan Salwa yaitu makanan dari DAGING BURUNG utk […]

DAGING dari HEWAN yang HALAL di MAKAN, juga SIFAT, MANFAAT dan BAHAYA-nya ————————- Allah SWT berfirman : “Dan kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.” (QS. Ath-Thuur : 22)————- Allah juga berfirman : “Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al-Waaqi’ah : 21)————- Ibnu Majah dalam sunan-nya meriwayatkan dari hadits Abu Darda bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Rajanya makanan penduduk dunia dan penduduk surga adalah daging.” Dalam hadits (marfu’) Buraidah disebutkan, “Sebaik-baik lauk di dunia dan penduduk Surga adalah daging.”—————- Dalam hadits (marfu’) Buraidah disebutkan, “Sebaik-baik lauk di dunia dan akhirat adalah daging.” Dalam shahih diriwayatkan, “Keutamaan ‘Aisyah atas semua wanita adalah seperti keutamaan tsarid atas semua makanan lainnya.” Tsarid adalah roti dan daging. Seorang penyair menyatakan : Saat kita menyantap roti dengan daging, Maka itu adalah amanah dari Allah, itulah tsarid.———— Zuhri menyatakan, “Memakan daging dapat meningkatkan stamina sampai tujuh puluh kali lipat.” Muhammad bin Wasi’ menandaskan, “Daging meningkatkan daya penglihatan.” Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu bahwa beliau berkata, “Makanlah daging, karena daging dapat mencerahkan warna kulit, mengecilkan perut dan memperindah tubuh.”———– Nafi berkata, “Jika bulan Ramadhan tiba, Ibnu ‘Umar tidak pernah meninggalkan daging. Jika bepergian, ia tidak pernah lupa membawa daging.” Diriwayatkan juga dari Ali bahwa berliau berkata, “Barangsiapa meninggalkan makan daging selama empat puluh hari, akhlaknya akan menjadi buruk.”— Adapun hadits ‘Aisyah radhiallahu ‘anha yang diriwayatkan oleh Abu Dawud secara marfu’ menyebutkan, “Janganlah memotong daging dengan pisau, karena itu adalah kebiasaan orang-orang ‘Ajam. Gigit saja, itu lebih enak dan lebih memuaskan.”———– Imam Ahmad menyanggah riwayat ini dengan sebuah hadits shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau juga memotong daging dengan pisau, yaitu dalam dua hadits yang telah dijelaskan sebelumnya.————- Daging sendiri bermacam-macam. Masing-masing dibedakan berdasarkan asal dan karakternya. Kami akan menjelaskan hukum masing-masing jenis, sifat, manfaat dan bahayanya. —

September 17, 2016 Edy Methek 1

DAGING dari HEWAN yang HALAL di MAKAN, juga SIFAT, MANFAAT […]

1 2 3 7