Loading
Dalm | Islam dan Sains-Edy

mengapa banyak orang yang masih SUSAH REZEKInya? …. Bekerja siang dan malam untuk mencari rezeki Allah. —————————- Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.” (Q.S Al Jumu’ah : 10) ————————————— Rezeki setiap mahluk juga sudah dijamin oleh Allah seperti firmannya dalam surah Hud ayat 6 ” tidak ada satu hewan melatapun di atas muka bumi kecuali Allah menjamin rezekinya.” – —————– apa itu REZEKI?….. apa saja yang bisa diMANFAATkan {dipakai, dimakan, atau dinikmati} oleh manusia” ———————— Rezeki dengan demikian meliputi uang, makanan, ilmu pengetahuan, rumah, kendaraan, pekerjaan, anak-anak, isteri, kesehatan, ketenangan, dan segala sesuatu yang dirasa nikmat dan membawa manfaat bagi manusia. Selama ini orang banyak mengkaitkan rezeki dengan uang. Hal ini tidak seluruhnya salah, karena pada saat ini dengan uang (fulus), orang bisa meraih kenikmatan dan memperoleh manfaat duniawi dan ukhrawi apa saja. Rezeki merupakan kelengkapan yang pasti dikaruniakan oleh Allah swt. kepada makhluk yang hidup di dunia, khususnya manusia. Sebagaimana ajal, keberadaan rezeki manusia telah dijamin oleh Allah swt. Sabda Rasulullah saw. memperingatkan: يَاأَيُّهَا النَّاسُ ! اِتَّقُوا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِى الطَّلَبِ ؛ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَوْفِيَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا . فَاتَّقُوْا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِى الطَّلَبِ : خُذُوْا مَا حَلَّ وَدَعُوْا مَا حَرُمَ – رواه ابن ماجه والحاكم “Wahai sekalian manusia, takutlah kepada Allah dan lakukanlah keanggunan dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya jiwa manusia tidak akan mati sehingga disempurnakan rezekinya, walaupun ia lamban dalam bergerak mencarinya. Takutlah kepada Allah dan lakukanlah keanggunan dalam mencari rezeki. Ambillah rezeki yang halal dan tinggalkanlah rezeki yang haram.” (H.R. Ibnu Majah dan Al-Hakim) ============================= Rezeki perlu usaha ——————————– Pertanyaannya kalau rezeki sudah dijamin Allah harusnya kita tidak perlu bersusah payah bekerja, toh nanti rezeki akan datang dengan sendirinya. Benarkah begitu? Tidak ! untuk memasukkan makanan yang terhidang di meja makan di depan kitapun kita harus usaha menggunakan tangan atau sendok untuk memasukkannya ke dalam mulut. Kita diminta oleh Allah untuk bertebaran di muka bumi mencari karunianya ” Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.” (Q.S Al Jumu’ah : 10). Sepanjang kita ikhlas dan mau bekerja keras rezeki pasti datang menyusul. >>>>>>>>> Menjadi Magnet Rezeki, menarik rezeki dari segala arah ———————————————- Bagaimana menjadi magnet rezeki yang bisa menarik rezeki dari segala arah, kapanpun dan dimanapun? Perhatikan hal-hal berikut : —————————- # 1. Berbaik sangkalah pada Allah. Tahukah anda bahwa Allah itu sesuai dengan persangkaan hambaNya. Jika kita menganggap Allah Maha Pemurah, Maha Penyayang, Maha Pemberi maka demikianlah adanya. Kalau kita menganggap bahwa Allah suka menghukum orang berdosa, mengganggap kita tidak pantas untuk menerima kasih sayangNya maka itulah adanya. Pilihlah untuk selalu berbaik sangka padaNya. Berbaik sangka bahwa Dia telah menganugerahkan kita dengan rezeki yang banyak. Camkan dalam pikiran, tutup mata dan bayangkan rezeki Allah yang telah kita miliki. Harta yang cukup, keluarga yang bahagia, badan yang sehat, sukses dalm pekerjaan, anak-anak yang berbakti dan sebagainya. Jika kita berbaik sangka padaNya maka kehidupan kita jauh dari stress, lapang dan tenang. Kita bisa menghadapi dan menerima masalah dengan tenang ————————————– # 2. Hilangkan keraguan akan rezeki Jangan biarkan pikiran anda dipenuhi dengan keraguan bahwa rezeki saya sempit, rezeki saya selalu mandek, rezeki saya betul-betul terhambat, rezeki saya terhalang, rezeki saya sungguh tidak lancar, rezeki saya sepertinya semakin menjauh. Jauhkan semua pikiran negatif itu ganti dengan pikiran positif bahwa rezeki saya lancar, rezeki saya banyak, rezeki saya berkah dan bermanfaat. Allah telah menyediakan rezeki yang berlimpah untuk saya, tinggal saya yang harus menjemputnya (bukan mencarinya). Mencari dan menjemput adalah dua kata yang berbeda. Bandingkan dengan kalimat menjemput istri dan mencari istri. Mencari adalah menemukan sesuatu yang belum kita miliki, atau berusaha menemukan milik kita yang hilang, seperti mencari istri bagi yang bujang atau mencari istri yang pergi dari rumah. Menjemput hakikatnya adalah mengambil milik kita yang berada di suatu tempat, seperti halnya menjemput istri di rumah mertua atau di kantor. Allah telah menyediakan rezeki bagi kita tinggal kita yang menjemput di mana rezeki itu berada, karena sudah pasti rezeki itu milik kita, tidak pernah hilang dan tidak akan diambil oleh orang lain. Setiap orang sudah punya jatah rezeki masing-masing yang ukuran banyak / tidaknya, berkah / tidaknya tergantung CARA dan USAHA menjemputnya. ————————— # 3. Percaya diri bahwa kita berezeki baik Allah sudah menentukan rezeki kita, tetapi kita tidak tahu berapa banyak rezeki yang tersedia buat kita. Kepercayaan diri bahwa kita pantas untuk diberi rezeki yang baik karena kita juga memantaskan diri untuk memperoleh rezeki yang baik. Tanamkan dalam pikiran anda bahwa Saya Berezeki Baik dan pantas mendapatkannya. Kepercayaan diri tersebut membuat kita lebih produktif bekerja, menjemput rezeki baik milik kita. Mengapa harus ditekankan pada rezeki baik? Karena rezeki yang tidak baik adalah rezeki yang tidak berkah, tidak bermanfaat dan membuat kita jauh dari Allah. Tidak ada gunanya punya rezeki banyak tapi tidak berkah. ——————————– # 4. Yakin bahwa kita adalah Magnet Rezeki Keyakinan dalam hati, dalam pikiran bahwa kita adalah magnet rezeki yang setiap pikiran, tindakan dan usaha yang kita lakukan akan menarik rezeki. Dimana dan kapanpun kita berada rezeki akan datang menghampiri kita. Pikiran yang baik akan mendorong kita untuk berbuat baik. Orang baik akan selalu diterima di manapun dia berada. Orang baik rezekinya baik. Setiap saat ia menjadi bermanfaat untuk diri, keluarga, orang lain, perusahaan, tempat kerja, negara, bangsa bahkan agamanya. Rezeki Allah akan selalu mendatanginya baik melalui usahanya ataupun lewat orang lain. ———————————- # 5. Selaraskan dengan orang terdekat Tahukah anda bahwa LoA erat kaitannya dengan doa? Keduanya saling menguatkan satu sama lain. Hakikatnya doa itu sama saja dengan impian dan harapan yang ingin kita wujudkan. Setiap hari kita mohon pada Allah kemurahan rezeki, kesuksesan, kebahagiaan bagi hidup kita. Tapi tahukah kekuatan doa bisa berlipat jika kita selaraskan dengan doa orang terdekat kita? Berbuat baiklah pada kedua orang tua, jadikan mereka raja, maka rezeki anda akan seperti rezeki raja. Mohon ampun atas semua kesalahan, minta keridhaan mereka. Sampaikan kepada orangtua (ibu/bapak) keinginan kita dalam hidup, minta mereka mendoakan dalam setiap munajat kepada Allah. Orang tua yang mengasihi dan ridha pada kita akan berdoa dengan ikhlas. Doa orangtua yang ikhlas untuk anaknya adalah doa yang diijabah Allah. Bagi yang sudah berkeluarga selain meminta doa orangtua juga mintalah pasangan hidup untuk mendoakan kita, doa yang sama yang kita mohonkan orangtua untuk doakan. Perlakukan pasangan istri / suami dengan baik. Jangan sering menganiaya atau menyakiti hatinya. Doa yang ikhlas dari istri atau suami untuk kita insya Allah diijabah oleh Allah. Bayangkan tiga doa yang sama yang setiap hari dipanjatkan akan menembus langit dan mempercepat terwujudnya keinginan kita.———-

September 1, 2016 Edy Methek 1

mengapa banyak orang yang masih SUSAH REZEKInya? …. Bekerja siang […]

dakwah yang ditujukan kepada orang-orang yang belum masuk Islam bertujuan agar mereka bersedia menerima Islam sebagai agamanya, mempelajari ajaran-ajarannya dan mengamalkannya, sehingga mereka menjadi umat Islam yang senantiasa beriman dan beramal saleh, yang berbahagia di dunia serta sejahtera di akhirat. —————— Tujuan dakwah Rasulullah SAW yang luhur dan cara penyampaiannya yang terpuji, menyebabkan umat manusia yang belum masuk Islam banyak yang masuk Islam dengan kemauan dan kesadarn sendiri. namun tidak sedikit pula orang-orang kafir yang tidak bersedia masuk Islam, bahkan mereka berusaha menghalang-halangi orang lain masuk Islam dan juga berusaha melenyapkan agama Isla dan umatnya dari muka bumi. Mereka itu seperti kaum kafir Quraisy penduduk Mekah, kaum Yahudi Madinah, dan sekutu-sekutu mereka. —————- Setelah ada izin dari Allah SWT untuk berperang, sebagaimana firman-Nya dalam surah Al-Hajj, 22:39 dan Al-Baqarah, 2:190, maka kemudian Rasulullah SAW dan para sahabatnya menusun kekuatan untuk menghadapi peperangan dengan orang kafir yang tidak dapat dihindarkan lagi ————— Artinya: “Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena Sesungguhnya mereka telah dianiaya. dan Sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu” (Q.S. Al-Hajj, 22:39) ————— Artinya: “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Q.S. Al-Baqarah, 2:190) ———- Peperangan-peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para pengikutnya itu tidaklah bertujuan untuk melakukan penjajahan atau meraih harta rampasan pernag, tetapi bertujuan untuk: —–Membela diri, kehormatan, dan harta. —–Menjamin kelancaran dakwah, dan memberi kesempatan kepada mereka yang hendak menganutnya. ——-Untuk memelihara umat Islam agar tidak dihancurkan oleh bala tentara Persia dan Romawi. ————— Setelah Rasulullah SAW dan para pengikutnya mampu membangun suatu negar yang merdeka dan berdaulat, yang berpusat di Madinah, mereka berusaha menyiarkan dan memasyhurkan agama Islam, bukan saja terhadap para penduduk Jazirah Arabia, tetapi juga keluar Jazirah Arabia, maka bangsa Romawi dan Persia menjadi cemas dan khawatir kekuaan mereka akan tersaingi. Oleh karena itu, bangsa Romawi dan bangsa Persia bertekad untuk menumpas dan menghancurkan umat Islam dan agamanya. Untuk menghadapi tekad bangsa Romawi Persia tersebut, Rasulullah SAW dan para pengikutnya tidak tinggal diam sehingga terjadi peperangan antara umat Islam dan bangsa Romawi, ————– sistematika dan hal-hal yang dilakukan dalam DAKWAH RASULULLAH SAW selama PERIODE MADINAH ————————- Adapun substansi dan strategi dakah Rasulullah saw antara lain: ——–> Membina masyarakat Islam melalui pertalian persaudaraan antara kaum Muhajjirin dengan kaum Anshar ———> Memelihara dan mempertahankan masyarakat Islam ————> Meletakkan dasar-daar politik, ekonomi dan social untk masyarakat Islam ——————– Dikota mekkah telah kita ketahui bahwa bangsa quraisy dengan segala upaya akan melumpuhkan gerakan Muhammad Saw. Hal ini di buktikan dengan pemboikotan yang dilakukan mereka kepada Bani Hasyim dan Bani Mutahlib. Di antara pemboikotan tersebut adalah: —— > Memutuskan hubungan perkawinan ——- > memutuskan hubungan jual beli ———> memutuskan hubungan ziarah dan menziarah dan lain-lain …………………….. Pemboikotan tersebut tertulis di atas kertas shahifah atau plakat yang di gantungkan di kakbah dan tidak akan di cabut sebelum Nabi Muhammad Saw. Menghentikan gerakannya. —————– Nabi Muhammad Saw. Merasakan bahwa tidak lagi sesuai di jadikan pusat dakwah Islam beliau bersama zaid bin haritsah hijrah ke thaif untuk berdakwah ajaran itu ditolak dengan kasar. Nabi Saw. Di usir, di soraki dan dikejar-kejar sambil di lempari dengan batu. Walaupun terluka dan sakit, Beliau tetap sabar dan berlapang dada serta ikhlas. Meghadapi cobaan yang di hadapinya. ————- Saat mengahadapi ujian yang berat Nabi Saw bersama pengikutnya di perintahkan oleh Allah SWT untuk mengalami isra dan mi’raj ke baitul maqbis di palestina, kemudian naik kelangit hingga ke sidratul muntaha. ————- ————— Dakwah Rasulullah SAW periode Madinah berlangsung selama sepuluh tahun, yakni dari semenjak tanggal 12 Rabiul Awal tahun pertama hijriah sampai dengan wafatnya Rasulullah SAW, tanggal 13 Rabiul Awal tahun ke-11 hijriah. ————– Materi dakwah yang disampaikan Rasulullah SAW pada periode Madinah, selain ajaran Islam yang terkandung dalam 89 surat Makiyah dan Hadis periode Mekah, juga ajaran Islam yang terkandung dalm 25 surat Madaniyah dan hadis periode Madinah. Adapaun ajaran Islam periode Madinah, umumnya ajaran Islam tentang masalah sosial kemasyarakatan. —–

August 3, 2016 Edy Methek 0

sistematika dan hal-hal yang dilakukan dalam DAKWAH RASULULLAH SAW selama […]