Loading
Disebutkan | Islam dan Sains-Edy - Part 8

ALAM JIN MENURUT AL QUR’AN DAN HADITS ———————————————- Perhatikanlah, hampir semua stasiun televisi nasional seolah berlomba-lomba untuk menayangkan hal-hal mistis-alam supernatural dan lain-lain acara yang berbau “syiriq” dengan kemasan yang menarik disertai trik-trik kamera yang canggih, yang menyebabkan banyak orang yang merasa takjub-terpukau- terheran-heran serta terpesona olehnya. Naudzubillahi minzaliq! —————————— Mudah-mudahan risalah yang singkat ini dapat menambahkan ilmu yang bermanfaat bagi kita semua, dan sesungguhnya hanyalah Allah SWT semata pemberi taufiq dalam i’tikad, ilmu dan amal. ————————— ASAL KATA JIN Asal pembentukan kalimat “jin” dari huruf ‘jim’ dan ‘nun’ menunjukkan makna tertutup, sebagaimana firman Allah SWT: فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَى كَوْكَباً قَالَ هَـذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لا أُحِبُّ الآفِلِينَ “Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: “Inilah Robbku”, tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata:”Saya tidak suka kepada yang tenggelam.” (QS.Al-An’am [6]: 76). ——————————————— Bekata Syaikhul Islam Rahimahullah: “Ia dinamakan jin karena ketertutupannya dari pandangan manusia.” ————————— Para jin melihat manusia sedangkan manusia tidak dapat melihat mereka. Allah SWT berfirman: يَا بَنِي آدَمَ لاَ يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَاتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاء لِلَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ “Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS.Al-A-rof [7]: 27) —————————– Maksud dari ayat ini adalah: Sesungguhnya manusia tidak dapat melihat jin sesuai dengan bentuk kejadiannya yang hakiki, tetapi terkadang mereka bisa dilihat dengan bentuk yang lain semisal hewan. (Lihat Fath al-Haq al-Mubin: 28 oleh Abdullah bin Muhammad bin Ahmad ath-Thoyar) ————————————- JIN DICIPTAKAN SEBELUM MANUSIA Jin diciptakan sebelum manusia berdasarkan nash al-Qur’an QS Al-Hijr [15]”27-28) وَالْجَآنَّ خَلَقْنَاهُ مِن قَبْلُ مِن نَّارِ السَّمُومِوَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَراً مِّن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. Dan (ingatlah) , ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” ——————————— ASAL PENCIPTAAN JIN Allah menciptakan jin dari api. Hal ini sesuai dengan apa yang disebutkan oleh Allah SWT dalam surat Al-Hijr [15]: 27; وَالْجَآنَّ خَلَقْنَاهُ مِن قَبْلُ مِن نَّارِ السَّمُومِ “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” Dan juga dalam surat Ar-Rohman [55]: 15; ————————— وَخَلَقَ الْجَانَّ مِن مَّارِجٍ مِّن نَّارٍ “Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” ——————————- Dan Rasulullah SAW bersabda: “Malaikat diciptakan dari nur (cahaya). Jin diciptakan dari marij (api). Dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan kepada kalian. (yaitu dari tanah)” (HR Muslim: 2512) ——————————— MACAM-MACAM JIN Rasulullah SAW bersabda: “Jin terdiri atas tiga kelompok: satu kelompok memiliki sayap mereka terbang di udara dengannya, satu kelompok berbentuk ular dan anjing, dan satu kelompok lagi berdiam diri di tempatnya dan melakuikan petualangan.” (HR.Thabroni dengan sanad hasan, al-Hakim, dan al-Baihaqi dengan sanad shohih; lihat Shohihul Jami’ 3/85) ——————————- TEMPAT TINGGAL JIN Jin banyak berdiam pada tempat-tempat berikut ini: ———————– Di Pasar Dari Salman r.a. ia berkata: “Bersabda Rasulullah SAW: “Sungguh jika kamu mampu, janganlah engkau menjadi orang yang pertama kali masuk pasar dan terakhir kali keluar darinya, karena sesungguhnya pasar adalah medan peperangan setan dan di dalamnya ia menancapkan bendera.” (HR. Muslim:2451) ———————— Tempat-tempat Buang Hajat Dari Zaid bin Arqam r.a. dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Tempat-tempat buang hajat ini dihadiri oleh setan (dengan tujuan mengganggu). Maka jika salah seorang di antara kalian masuk ke dalamnya, hendaklah mengucapkan: (“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari gangguan setan laki-laki dan perempuan).” (HR. Abu Daud: 6) ————————- Bersama dengan unta dan di kandang-kandangnya Dari Abdullah bin Mughofal r.a., ia berkata: “Rasulullah SAW telah melarang kami untuk melakukan sholat di kandang-kandang unta dan tempat-tempat menderumnya, karena ia diciptakan dari setan-setan.” (Shahih Sunan Abu Dawud, No.184/493) ———————- Berkata Ibnu Hibban r.a sebagaimana dalam al-Ihsan (4/602)., mengomentari makna hadits: karena ia diciptakan dari setan-setan: “Maksudnya adalah: “Sesungguhnya setan bersamanya.” —————- Di rumah-rumah Dari Abu Hurairah r.a. behwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya setan akan lari dari rumah-rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.” (HR.Muslim:780-Shahih Muslim:752) ———————- Dalam hadist yang diriwayatkan dari As-Sya’bi ia berkata: “Abdullah bin Mas’ud berkata: “Barangsiapa membaca 10 ayat dari surat Al-Baqarah di dalam rumah, maka setan tidak akan memasuki rumah itu malam harinya hingga tiba pagi hari. Kesepuluh ayat tersebut adalah 4 ayat pertama darinya; Ayat Kursi; 2 ayat sesudah Ayat Kursi; dan 3 ayat terakhir dari surah Al-Baqarah.” (HR.Thabrani). ———————– and more

July 8, 2016 Edy Methek 3

ALAM JIN MENURUT AL QUR’AN DAN HADITS ———————————————- Perhatikanlah, hampir […]

Apakah hawa nafsu itu selalu buruk ?? ————————— apa yang dimaksud…… Hawa Nafsu ?? ——————- – Hawa nafsu terdiri dari dua kata: hawa (الهوى) dan nafsu (النفس).”Dalam bahasa Indonesia, ‘nafsu’ bermakna keinginan, kecenderungan atau dorongan hati yang kuat. Jika ditambah dengan kata hawa (=hawa nafsu), biasanya dikaitkan dengan dorongan hati yang kuat untuk melakukan perkara yang tidak baik. Adakalanya bermakna selera, jika dihubungkan dengan makanan. Nafsu syahwat pula berarti keberahian atau keinginan bersetubuh”Ketiga-tiga perkataan ini (hawa, nafsu dan syahwat) berasal dari bahasa Arab: Hawa (الهوى): sangat cinta; kehendak. Nafsu (النفس): roh; nyawa; jiwa; tubuh; diri seseorang; kehendak; niat; selera; usaha. Syahwat (الشهوة): keinginan untuk mendapatkan yang lezat; birahi. ————————– Ada sekolompok orang menganggap hawa nafsu sebagai “syaitan yang bersemayam di dalam diri manusia,” yang bertugas untuk mengusung manusia kepada kefasikan atau pengingkaran. Mengikuti hawa nafsu akan membawa manusia kepada kerusakan. Akibat pemuasan nafsu jauh lebih mahal ketimbang kenikmatan yang didapat darinya. Hawa nafsu yang tidak dapat dikendalikan juga dapat merusak potensi diri seseorang. ——————– ‘Hawa nafsu ‘cenderung’ pada keburukan’, ketika kita menyandarkan seluruh perbuatan kita pada ‘hawa nafsu’ semata atau ‘hawa nafsu’ sebagai yang utama dan tentu ‘jiwa’ ini akan jatuh ke lubang kotor, yang mengotori jiwa. Manusia akan ‘dikuasai’ dan ‘diperbudak’ oleh hawa nafsu-nya. ——————————— Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا{7} فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا{8} قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا{9} وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا{10} “Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya). Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (Asy Syams: 7-10) ——————————————- Sedangkan secara umum nafsu memerintahkan kepada keburukan dan maksiat, hal ini sebagaimana telah disinyalir dalam Al Quran surat Yusuf ayat 53, yang mana memang pada asalnya nafsu itu selalu menyuruh kepada keburukan, وَمَآ أُبَرِّئُ نَفْسِىٓ ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌۢ بِالسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿يوسف:٥٣﴾ “Dan Aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), Karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyanyang.” (Yusuf: 53) ————————————— Ibnu Katsir Rahimahullahu berkata: “Yaitu (nafsu itu selalu menyuruh kepada keburukan) kecuali nafsu yang Allah menjaganya (dari keburukan)”. Sesungguhnya nafsu itu selalu memerintahkan kepada sesuatu yang diinginkannya, meskipun ia menyuruh kepada sesuatu yang tidak diridhai oleh Allah Ta’ala, kecuali Allah memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari makhluk-Nya, maka Dia menyelamatkannya dari mengikuti hawa nafsu dan mentaatinya dari keburukan-keburukan yang diperintahkannya. Sesungguhnya Allah Maha memaafkan dari dosa-dosa bagi siapa yang bertaubat dari dosa tersebut dengan tidak menyiksanya. —————————————- Adapun kecondongan jiwa kepada apa yang diinginkannya, kecondongan hati kepada apa yang dicintainya meskipun hal itu keluar dari hukum-hukum syari’at. Dan setiap apa yang keluar dari yang diwajibkan oleh kitab dan sunnah maka itulah hawa. Dan setiap orang yang tidak mengikuti ilmu dan kebenaran maka ia adalah shohibul hawa, Allah Ta’ala berfirman, “Dan Sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas’’. (Al-An’am: 119) ——————— Sebenarnya setiap orang diciptakan dengan potensi diri yang luar biasa, tetapi hawa nafsu dapat menghambat potensi itu muncul kepermukaan. Potensi yang dimaksud di sini adalah potensi untuk menciptakan keadilan, ketenteraman, keamanan, kesejahteraan, persatuan dan hal-hal baik lainnya. Namun karena hambatan nafsu yang ada pada diri seseorang potensi-potensi tadi tidak dapat muncul kepermukan (dalam realita kehidupan). Maka dari itu mensucikan diri atau mengendalikan hawa nafsu adalah keharusan bagi siapa saja yang menghendaki keseimbangan, kebahagian dalam hidupnya karena hanya dengan berjalan di jalur-jalur yang benar sajalah menusia dapat mencapai hal tersebut. ———————- Ada pula yang mendefinisikan hawa nafsu yang tidak berbeda jauh dari yang disebutkan diatas yaitu : 1.Kecenderungan jiwa kepada yang diinginkan. 2.Kehendak jiwa terhadap yang disukai. 3.Kecintaan manusia terhadap sesuatu hingga mengalahkan hatinya (qalbunya). 4.Suka atau asyik terhadap sesuatu kemudian menjadi isi hatinya (qalbunya). ——————

July 8, 2016 Edy Methek 1

apa yang dimaksud…… Hawa Nafsu ?? ——————- Apakah hawa nafsu […]

apa ISTIMEWAnya WANITA ? ……… penyebab ke NERAKA itu apa? ———————————– WANITA dalam Al QUR’AN {wanita sangat ISTIMEWA}…. TETAPI ….. mengapa BANYAK ke NERAKA ??? —————————- …..sedangkan … penghuni SURGA kebanyakan FUQARA’ {FAKIR dan MISKIN} ————————— Rasulullah s.a.w bersabda : “Aku melihat ke dalam Syurga maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah fuqara’ (orang-orang fakir miskin) dan aku melihat ke dalam Neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penghuninya adalah wanita.” (Hadis Riwayat Al- Bukhari dan Muslim) ———————————– Dari Imran bin Husain dia berkata, Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud : “Sesungguhnya penduduk Syurga yang paling sedikit adalah wanita.” (Hadis Riwayat Muslim dan Ahmad) ——————————————- Hadis ini menjelaskan kepada kita apa yang disaksikan oleh Rasulullah s.a.w tentang penghuni Syurga yang mayoritasnya adalah fuqara (para fakir miskin) dan Neraka yang majoriti penghuninya adalah wanita. Tetapi hadis ini tidak menjelaskan sebab-sebab yang menyebabkan mereka dimasukkan ke dalam Neraka dan menjadi majoriti penghuninya, namun demikian sebab-sebab tersebut disebutkan dalam hadis lainnya. ———————————————- Imam Qurthubi (rahimahu ‘Llah) menjelaskan maksud hadis di atas dengan pernyataannya : “Penyebab sedikitnya kaum wanita yang masuk Syurga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada kesenangan-kesenangan dunia, dan berpaling dari akhirat kerana kurangnya akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan kesenangan-kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal. Kemudian mereka juga sebab yang paling kuat untuk memalingkan kaum lelaki dari akhirat disebabkan adanya hawa nafsu dalam diri mereka, kebanyakan dari mereka memalingkan diri-diri mereka dan selain mereka dari akhirat, cepat tertipu jika diajak kepada penyelewengan terhadap agama dan sulit menerima jika diajak kepada akhirat.” (Jahannam Ahwaluha wa Ahluha halaman 29-30 dan At Tazkirah halaman 369) ————————— Di dalam kisah solat gerhana matahari, Rasulullah s.a.w. dan para sahabatnya melakukan solat gerhana padanya dengan solat yang panjang , Rasulullah s.a.w melihat Syurga dan Neraka. Ketika beginda melihat Neraka beginda bersabda kepada para sahabatnya: “ … dan aku melihat Neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. Para sahabat pun bertanya : “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?” Baginda s.a.w menjawab : “Kerana kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Baginda menjawab : “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) nescaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (Hadis Riwayat Imam Al-Bukhari) ———————————— Dalam hadis yang lain, Rasulullah s.a.w menjelaskan tentang wanita penghuni Neraka, baginda bersabda: “ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka kerana sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti bunggul unta. Mereka tidak masuk Syurga dan tidak mendapatkan wanginya Syurga padahal wanginya boleh didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (Hadis Riwayat Muslim dan Ahmad) ———————————————

July 8, 2016 Edy Methek 2

apa ISTIMEWAnya WANITA ? ……… penyebab ke NERAKA itu apa? […]

1 6 7 8