Loading
Jibril | Islam dan Sains-Edy - Part 3

Ungkapan hadis qudsi terdiri dari dua kata, hadis dan qudsi. ——————- Hadis : segala yang dinisbahkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik berupa ucapan, perbuatan, persetujuan, atau karakter beliau. —————— Qudsi [arab: القدسي] secara bahasa diambil dari kata qudus, yang artinya suci. Disebut hadis qudsi, karena perkataan ini dinisbahkan kepada Allah, al-Quddus, Dzat Yang Maha Suci. —————— Hadis Qudsi secara Istilah —————– Ulama berbeda pendapat dalam mendefinisikan hadis qudsi ————— Al-Jurjani mengatakan, الحديث القدسي هو من حيث المعنى من عند الله تعالى ومن حيث اللفظ من رسول الله صلى الله عليه وسلم فهو ما أخبر الله تعالى به نبيه بإلهام أو بالمنام فأخبر عليه السلام عن ذلك المعنى بعبارة نفسه فالقرآن مفضل عليه لأن لفظه منزل أيضا Hadis qudsi adalah hadis yang secara makna datang dari Allah, sementara redaksinya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga hadis Qudsi adalah berita dari Allah kepada Nabi-Nya melalui ilham atau mimpi, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan hal itu dengan ungkapan beliau sendiri. Untuk itu, al-Quran lebih utama dibanding hadis qudsi, karena Allah juga menurunkan redaksinya. (at-Ta’rifat, hlm. 133) ——————– Sementara al-Munawi memberikan pengertian, الحديث القدسي إخبار الله تعالى نبيه عليه الصلاة والسلام معناه بإلهام أو بالمنام فأخبر النبي صلى الله عليه وسلم عن ذلك المعنى بعبارة نفسه Hadis qudsi adalah berita yang Allah sampaikan kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam secara makna dalam bentuk ilham atau mimpi. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan berita ‘makna’ itu dengan redaksi beliau. (Faidhul Qodir, 4/468). ——————– Demikian pendapat mayoritas ulama mengenai hadis qudsi, yang jika kita simpulkan bahwa hadis qudsi adalah hadis yang maknanyadiriwayatkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Allah, sementara redaksinya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. —————– Dan inilah yang membedakan antara hadis qudsi dengan al-Quran. Dimana al-Quran adalah kalam Allah, yang redaksi berikut maknanya dari Allah ta’ala. ——————- Kemudian, ada ulama yang menyampaikan pendapat berbeda dalam mendefinisikan hadis qudsi. Diantaranya az-Zarqani. Menurut az-Zarqani, hadis qudsi redaksi dan maknanya keduanya dari Allah. Sementara hadis nabawi (hadis biasa), maknanya berdasarkan wahyu dalam kasus di luar ijtihad Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sementara redaksi hadis dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. ———– Az-Zarqani mengatakan, الحديث القدسي أُوحيت ألفاظه من الله على المشهور والحديث النبوي أوحيت معانيه في غير ما اجتهد فيه الرسول والألفاظ من الرسول Hadis qudsi redaksinya diwahyukan dari Allah – menurut pendapat yang masyhur – sedangkan hadis nabawi, makna diwahyukan dari Allah untuk selain kasus ijtihad Rasulullah, sementara redaksinya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Manahil al-Urfan, 1/37) —————— Berdasarkan keterangan az-Zarqani, baik al-Quran maupun hadis qudsi, keduanya adalah firman Allah. Yang membedakannya adalah dalam masalah statusnya. Hadis qudsi tidak memiliki keistimewaan khusus sebagaimana al-Quran. (simak: Manahil al-Urfan, 1/37) ——————– Beda Hadis Qudsi dengan al-Quran —————— Terlepas dari perbedaan ulama dalam mendefinisikan hadis qudsi, ada beberapa poin penting yang membedakan antara hadis qudsi dengan al-Quran, diantaranya, —————– Al-Quran: turun kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dibawa oleh Jibril sebagai wahyu ———— Hadis Qudsi: tidak harus melalui Jibril. Artinya, bisa melalui Jibril dan bisa tidak melalui Jibril, misalnya dalam bentuk ilham atau mimpi. ———— Al-Quran: sifatnya qath’i tsubut (pasti keabsahannya), karena semuanya diriwayatkan kaum muslimin turun-temurun secara mutawatir.Karena itu, tidak ada istilah ayat al-Quran yang diragukan keabsahannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. ————- Hadis Qudsi: tidak ada jaminan keabsahannya. Karena itu, ada Hadis Qudsi yang shahih, ada yang dhaif, dan bahkan ada yang palsu. ————–

August 17, 2016 Edy Methek 0

Ungkapan hadis qudsi terdiri dari dua kata, hadis dan qudsi. […]

pilihan ke SURGA atau ke NERAKA adalah PILIHAN manusia itu SENDIRI ——– > ingin menjadi “MUSUH Allah” …. KAFIR/ MUSYRIK/ MUNAFIK/ FASIK/AL WAHN/ Muslim 72 golongan/ Muslim BUIH {=manusia DZALIM} … ke NERAKA << ya ...Silahkan >> —————- Allah memberi keBEBASan manusia di DUNIA —– ingin “BERIMAN pada Allah” << silahkan >> ——————————————– dan siapa saja yang TIDAK berHUKUM dengan apa-apa yang di turunkan oleh Allah, maka mereka itulah orang-orang KAFIR…. {Al-maidah (5) ayat 44} —————————— > pilihan ke SURGA atau ke NERAKA = PILIHAN manusia itu SENDIRI …… ———————————– >SURGA = adalah CIPTAAN Allah … Allah yang menentukan SYARAT-SYARAT ke SURGA-Nya ————————————- > NERAKA = adalah CIPTAAN Allah … Allah yang menentukan SYARAT-SYARAT ke NERAKA-Nya ————————- Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia BERIMAN {فَلْيُؤْمِن}, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia KAFIR {فَلْيَكْفُرْ}”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang DZALIM {لِلظّٰلِمِينَ} itu NERAKA {نَارً}, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang MENDIDIH {كَٱلْمُهْلِ/logam mendidih} yang mengHANGUSkan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling BURUK { وَسَآءَتْ}. {Q.s. Al-Kahfi: 29} ——————– Berimanlah, atau …. tidak usah beriman sama sekali. ——————————————— Iman berarti selalu mentaati aturan-aturan Alloh dan mencontoh Rosululloh, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat An-Nur (24) ayat 51, yaitu :  إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ Artinya : Hanya perkataan orang-orang yang beriman sajalah, yang apabila diajak kepada (aturan) Alloh dan Rosul-Nya, supaya dia menghukum diantara mereka, mereka mengatakan “kami mendengar dan kami taat” dan mereka itulah orang-orang yang beruntung ———————————- Sedangkan kafir adalah lawan dari iman, maka kafir adalah yang tidak mau melaksanakan aturan atau hukum Alloh, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-maidah (5) ayat 44, yaitu : وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ Artinya : dan siapa saja yang tidak berhukum dengan apa-apa yang di turunkan oleh Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir ——————————————– Orang-orang yang beriman itu tempat kembalinya surga, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-Baqoroh (2) ayat 82, yaitu : وَالَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ أُولَـئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ Artinya : Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya —————————————– Sedangkan orang-orang kafir akan di masukkan ke dalam neraka, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat An-Nisa (4) ayat 140, yaitu : إِنَّ اللّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعاً Artinya : Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam neraka Jahannam —————————————— ﴾ Al Baqarah:98 ﴿ Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir. ——————- ﴾ Al Anfaal:60 ﴿ Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). ———– ﴾ At Taubah:114 ﴿ Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun. ————- ﴾ Ali Imran:146 ﴿ Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. ————- ﴾ Al Fushilat:19 ﴿ Dan (ingatlah) hari (ketika) musuh-musuh Allah di giring ke dalam neraka, lalu mereka dikumpulkan semuanya.———

July 12, 2016 Edy Methek 4

Allah memberi keBEBASan manusia di DUNIA —– ingin “BERIMAN pada […]

> ingin menjadi “MUSUH Allah” …. KAFIR/ MUSYRIK/ MUNAFIK/ FASIK/AL WAHN/ Muslim 72 golongan/ Muslim BUIH {=manusia DZALIM} … ke NERAKA << ya ...Silahkan >> —————- Allah memberi keBEBASan manusia di DUNIA —– ingin “BERIMAN pada Allah” << silahkan >> ——————————————– dan siapa saja yang TIDAK berHUKUM dengan apa-apa yang di turunkan oleh Allah, maka mereka itulah orang-orang KAFIR…. {Al-maidah (5) ayat 44} —————————— > pilihan ke SURGA atau ke NERAKA = PILIHAN manusia itu SENDIRI …… ———————————– >SURGA = adalah CIPTAAN Allah … Allah yang menentukan SYARAT-SYARAT ke SURGA-Nya ————————————- > NERAKA = adalah CIPTAAN Allah … Allah yang menentukan SYARAT-SYARAT ke NERAKA-Nya ————————- Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia BERIMAN {فَلْيُؤْمِن}, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia KAFIR {فَلْيَكْفُرْ}”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang DZALIM {لِلظّٰلِمِينَ} itu NERAKA {نَارً}, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang MENDIDIH {كَٱلْمُهْلِ/logam mendidih} yang mengHANGUSkan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling BURUK { وَسَآءَتْ}. {Q.s. Al-Kahfi: 29} ——————– Berimanlah, atau …. tidak usah beriman sama sekali. ——————————————— Iman berarti selalu mentaati aturan-aturan Alloh dan mencontoh Rosululloh, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat An-Nur (24) ayat 51, yaitu :  إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ Artinya : Hanya perkataan orang-orang yang beriman sajalah, yang apabila diajak kepada (aturan) Alloh dan Rosul-Nya, supaya dia menghukum diantara mereka, mereka mengatakan “kami mendengar dan kami taat” dan mereka itulah orang-orang yang beruntung ———————————- Sedangkan kafir adalah lawan dari iman, maka kafir adalah yang tidak mau melaksanakan aturan atau hukum Alloh, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-maidah (5) ayat 44, yaitu : وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ Artinya : dan siapa saja yang tidak berhukum dengan apa-apa yang di turunkan oleh Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir ——————————————– Orang-orang yang beriman itu tempat kembalinya surga, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-Baqoroh (2) ayat 82, yaitu : وَالَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ أُولَـئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ Artinya : Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya —————————————– Sedangkan orang-orang kafir akan di masukkan ke dalam neraka, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat An-Nisa (4) ayat 140, yaitu : إِنَّ اللّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعاً Artinya : Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam neraka Jahannam —————————————— ﴾ Al Baqarah:98 ﴿ Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir. ——————- ﴾ Al Anfaal:60 ﴿ Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). ———– ﴾ At Taubah:114 ﴿ Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun. ————- ﴾ Ali Imran:146 ﴿ Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. ————- ﴾ Al Fushilat:19 ﴿ Dan (ingatlah) hari (ketika) musuh-musuh Allah di giring ke dalam neraka, lalu mereka dikumpulkan semuanya.———

July 12, 2016 Edy Methek 4

Allah memberi keBEBASan manusia di DUNIA —– ingin “BERIMAN pada […]

IMAN Kepada …..TAKDIR BAIK dan …..BURUK ——————————————- Allah telah menentukan segala perkara untuk makhluk-Nya sesuai dengan ilmu-Nya yang terdahulu (azali) dan ditentukan oleh hikmah-Nya. Tidak ada sesuatupun yang terjadi melainkan atas kehendak-Nya dan tidak ada sesuatupun yang keluar dari kehendak-Nya. Maka, semua yang terjadi dalam kehidupan seorang hamba adalah berasal dari ilmu, kekuasaan dan kehendak Allah, namun tidak terlepas dari kehendak dan usaha hamba-Nya. ————————————– Banyak orang mengenal rukun iman tanpa mengetahui makna dan hikmah yang terkandung dalam keenam rukun iman tersebut. Salah satunya adalah iman kepada takdir. Tidak semua orang yang mengenal iman kepada takdir, mengetahui hikmah dibalik beriman kepada takdir dan bagaimana mengimani takdir. Berikut sedikit ulasan mengenai iman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk. ——————————- Takdir (qadar) adalah perkara yang telah diketahui dan ditentukan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan telah dituliskan oleh al-qalam (pena) dari segala sesuatu yang akan terjadi hingga akhir zaman. (Terj. Al Wajiiz fii ‘Aqidatis Salafish Shalih Ahlis Sunnah wal Jama’ah, hal. 95) ————————————— Allah telah menentukan segala perkara untuk makhluk-Nya sesuai dengan ilmu-Nya yang terdahulu (azali) dan ditentukan oleh hikmah-Nya. Tidak ada sesuatupun yang terjadi melainkan atas kehendak-Nya dan tidak ada sesuatupun yang keluar dari kehendak-Nya. Maka, semua yang terjadi dalam kehidupan seorang hamba adalah berasal dari ilmu, kekuasaan dan kehendak Allah, namun tidak terlepas dari kehendak dan usaha hamba-Nya. ————————– Allah Ta’ala berfirman, إنا كل شىء خلقنه بقدر “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (Qs. Al-Qamar: 49) …………………. وخلق كـل شىء فقدره, تقديرا “Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.” (Qs. Al-Furqan: 2)………………………….. وإن من شىء إلا عنده بمقدار “Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya, dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu.” (Qs. Al-Hijr: 21)……………………………… ———————– Mengimani takdir baik dan takdir buruk, merupakan salah satu rukun iman dan prinsip ‘aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Tidak akan sempurna keimanan seseorang sehingga dia beriman kepada takdir, yaitu dia mengikrarkan dan meyakini dengan keyakinan yang dalam bahwa segala sesuatu berlaku atas ketentuan (qadha’) dan takdir (qadar) Allah. ————————————– Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لا يؤمن عبد حتى يؤمن بالقدر خبره وشره حتى بعلم أن ما أصابه لم يكن ليخطئه وأن ما أخطأه لم يكن ليصيبه “Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga dia beriman kepada qadar baik dan buruknya dari Allah, dan hingga yakin bahwa apa yang menimpanya tidak akan luput darinya, serta apa yang luput darinya tidak akan menimpanya.” (Shahih, riwayat Tirmidzi dalam Sunan-nya (IV/451) dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, dan diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 6985) dari ‘Abdullah bin ‘Amr. Syaikh Ahmad Syakir berkata: ‘Sanad hadits ini shahih.’ Lihat juga Silsilah al-Ahaadits ash-Shahihah (no. 2439), karya Syaikh Albani rahimahullah) —————————- Jibril ‘alaihis salam pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai iman, maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, الإيمان أن تؤ من با لله وملا ئكته وكتبه ورسله واليوم الا خر وتؤ من بالقدرخيره وشره “Engkau beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari akhir serta qadha’ dan qadar, yang baik maupun yang buruk.” (Shahih, riwayat Muslim dalam Shahih-nya di kitab al-Iman wal Islam wal Ihsan (VIII/1, IX/5)) Dan Shahabat ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma juga pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, كل شيء بقدر حتى العجز والكيسز “Segala sesuatu telah ditakdirkan, sampai-sampai kelemahan dan kepintaran.” (Shahih, riwayat Muslim dalam Shahih-nya (IV/2045), Tirmidzi dalam Sunan-nya (IV/452), Ibnu Majah dalam Sunan-nya (I/32), dan al-Hakim dalam al-Mustadrak (I/23)) ——————————————–

July 10, 2016 Edy Methek 2

IMAN Kepada …..TAKDIR BAIK dan …..BURUK ——————————————- Allah telah menentukan […]

BURAQ {“KILAT”}….. Kendaraan Rasulullah Berkecepatan MELEBIHI kecepatan cahaya /sinar … —————————————— Saat mengalami peristiwa Isra Mi’raj diceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW bersama Malaikat Jibril mengendarai makhluk bernama buraq, makhluk yang melegenda di kalangan umat Islam. Namun, mungkin tidak banyak umat Islam saat ini yang mengetahui sosok atau bentuk tunggangan tersebut, sehingga perlu dilakukan kajian lebih mendalam lagi. ———————- Buraq berasal dari kata /barqu yang memiliki arti kilat. Namun, penggantian istilah dari barqu yang berarti kilat menjadi buraq tersebut jelas mengandung pengertian yang berbeda. Jika barqu itu adalah kilat, maka Buraq dapat diasumsikan sebagai sesuatu kendaraan yang kecepatannya diatas kilat atau sesuatu yang kecepatannya melebihi gerakan cahaya. ———————– Istilah barqu yang berarti kilat tersebut bisa ditemukan dalam beberapa surah dalam Alquran. Salah satunya yaitu di dalam surah al-Baqarah ayat 20 yang artinya,Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh, Allah Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah [2: 20]). ——————— Terkait dengan bentuk buraq, di dalam hadis riwayat Imam Muslim yang bersumber dari sahabat Anas bin Malik diterangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Didatangkan kepadaku buraq, yaitu hewan (dabbah) yang berwarna putih (abyadh), bertubuh panjang (thawil), lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari baghal, dan sekali ia menjejakkan kakinya yang berkuku bergerak sejauh mata memandang.” (kitab al-Jami’ al-Sahih juz I, hlm 99). ———- Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Anas tersebut, Rasulullah menjelaskan bahwa Buraq itu adalah dabbah. Menurut penafsiran bahasa Arab, dabbah adalah suatu makhluk hidup berjasad, bisa laki-laki bisa perempuan, berakal dan juga tidak berakal. Penafsiran tersebut menunjukkan bahwa kita tidak dapat menentukan jenis kelamin hewan tersebut, seperti halnya malaikat. …………….. Dalam hadis lain, Rasulullah SAW juga pernah bersabda, “Jibril mendatangiku dengan seekor hewan yang tingginya di atas keledai dan di bawah baghal, lalu Jibril menaikkanku di atas hewan itu kemudian bergerak bersama kami, setiap kali naik maka kedua kakinya yang belakang sejajar dengan kedua kaki depannya, dan setiap kali turun kedua kaki depannya sejajar dengan kedua kaki belakangnya.”……………. Berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW dan beberapa literatur tersebut, dapat disimpulkan bahwa buraq itu adalah seekor hewan yang warna bulunya putih, tubuhnya panjang, tingginya melebihi keledai dan lebih kecil dari baghal, telinganya bergelombang atau bergerigi, kecepatannya seperti kilat, memiliki empat kaki. Jika naik kedua kaki belakangnya disejajarkan dengan dua kaki depannya, dan jika menurun kedua kaki depannya disejajarkan dengan kedua kaki belakangnya…………….

July 3, 2016 Edy Methek 3

BURAQ {“KILAT”}….. Kendaraan Rasulullah Berkecepatan MELEBIHI kecepatan cahaya /sinar … […]

1 2 3 4