Loading
Kaya | Islam dan Sains-Edy - Part 4

Pria Paling TAMPAN, … Bukan Nabi Yusuf ——– ALLAH tidak melihat RUPA, tetapi HATI kita —————- amal perbuatan kita ——————- Nabi yusuf itu ketampanannya separuh dari penduduk dunia. ….Benarkah nabi Yusuf manusia paling tampan? ————————– Para wanita yang pernah ketemu Nabi Yusuf ‘alaihis salam, mereka menganggap Yusuf bukan manusia biasa, tapi jelmaan Malaikat. فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا هَذَا بَشَرًا إِنْ هَذَا إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ “Tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum dengan keelokan wajahnya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: “Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia.” (QS. Yusuf: 31). ——————————————- Apakah Nabi Yusuf Paling Ganteng? ……… Ulama berbeda pendapat tentang siapakah lelaki yang paling tampan. ==================================== Pendapat pertama, yang paling adalah Nabi Yusuf. ==================================== Kedua, orang yang paling tampan adalah Nabi Adam ‘alaihis Salam =================================== Ketiga, orang yang paling tampan adalah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. ================================= –…. >>>hadis riwayat Turmudzi dari Qatadah, dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, yang mengatakan, “Tidaklah Allah mengutus nabi, kecuali berwajah tampan, dan suaranya bagus. Dan Nabi kalian Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling tampan wajahnya dan paling indah suaranya.” ………………………… Apapun itu, yang lebih penting kita memahami bahwa derajat kemuliaan manusia di sisi Allah tidak diukur dari neraca fisik, namun kembali kepada taqwa. Kita berusaha untuk meniru taqwanya para nabi dan bukan ketampanan para nabi ………………………………….. Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa kalian dan harta kalian akan tetapi Dia melihat kepada hati-hati kalian dan perbuatan-perbutan kalian.” (HR. Muslim)

July 3, 2016 Edy Methek 2

Lelaki Paling TAMPAN, … Bukan Nabi Yusuf …. ALLAH tidak […]

UMUR kita .. diHABISkan untuk APA ?? …… perhitungan nya —————————————- hadits dari sahabat Abu Barzah Al-Aslamy radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, …………………… لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ: عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ بِهِ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أُنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فَيَا أَبْلَاهُ “Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga dia ditanya tentang empat perkara: (1) tentang umurnya, pada hal apa dia habiskan, (2) tentang ilmunya, bagimana dia beramal dengannya, (3) tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan pada hal apa dia belanjakan (4) dan tentang jasadnya pada hal apa dia usangkan.” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Ad-Darimy, Abu Ya’lâ, Al-Baihaqy dalam Al-Madkhal dan selainnya. Lafazh hadits milik Al-Baihaqy. ————————————- Umur atau masa hidup kita merupakan salah satu nikmat terbesar yang akan ditanyakan di hari kiamat kelak. Umur yang panjang tentu perlu direnungkan dan disyukuri. Apakah kita menghabiskannya pada hal yang bermanfaat atau tidak. ——————————— Allah Ta’ala berfirman: أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيْرُ, فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظَّالِمِيْنَ مِنْ نَصِيْرٍ. “…Dan apakah tidak cukup Kami telah memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?, maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun”. (Q.S. Fathir: 37). ———————————- Telah kita ketahui bersama bahwa umur kita sebagai ummat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah sekitar 60 – 70 tahun, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad shallallhu ‘alaihi wassallam berkata: “Umur umatku antara 60 dan 70 tahun, sedikit dari mereka yang melampauinya.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah) ————————- Saya pribadi jujur saja sejak belajar agama dan mempelajari hadits-hadits tersebut, saya sangat menyesal akan kekhilafan yang dulu saya terbenam di dalamnya. Betapa banyak waktu yang saya sia-siakan. Terlalu banyak sendau gurau, bersantai dan bermain daripada berfikir merenungi hakikat hidup dan belajar ilmu agama. Terlalu banyak waktu urusan dunia dihabiskan daripada urusan ukhrawi. Terlalu banyak waktu dilewati dengan berbuat dosa daripada mengumpul bekal amalan shalih. Sungguh betapa naifnya saya dulu, tiap tahun memperingati hari ulang tahun tetapi jarang bahkan tidak pernah mengingat hari akhir saya bagaimana keadaannya, baik atau buruk, beruntung atau sengsara. Yaa, Allah yang Maha Pengampun. Ampuni saya yang lalai ini. ……………………

July 1, 2016 Edy Methek 2

UMUR kita .. diHABISkan untuk APA ?? …… perhitungan nya […]

Nilai hitung “AMAL IKHLAS” karena Allah …… dan .. karena “AMAL karena PAMRIH” {mengharap IMABALAN dari manusia} ——————————————- beramal = IKHLAS karena Allah = tanpa PAMRIH ………………….. << jangan SEPERTI anak kecil …. diperintah orang tua … lalu MENGERJAKAN perintah orang tua …. karena ingin … diberi IMBALAN (uang, permen, minuman, makanan dst ,,,,,,, menunjukkan IMAN dan ISLAM yang MASIh “KERDIL” …. tidak memahami …. > —————————— lawan IKHLAS = PAMRIH …………………..Ikhlas = menyerahkan dirinya pada Allah saja {An Nisaa:125} =============================== IKHLAS = TANPA “pamrih” = “TIDAK mengharap IMBALAN apapun” ——————————— <<< …. jika manusia BERIBADAH pada Allah karena ada PAMRIH .. agar dapat SURGA … agar dapat BIDADARI .. agar dapat BIDADARA .. agar dapat RUMAH di SURGA … agar dapat keNIKMATan … agar tidak DISIKSA di neraka .. dst = IBADAH TIDAK “ikhlas” .. krn ada PAMRIH …. >>> ………………………………………………… … ini yg tidak dipahami orang AWAM … manusia harus ISLAM/ berserah diri pada Allah .. agar aslama/selamat …. IKHLAS “menerima SEMUA pemberian Allah .. baik diberi SURGA .. atau dimasukkan ke NERAKA …. ================== “IKHLAS dg pemberian Allah” …. dapat KENIKMATAN atau dapat SIKSAAN dari Allah …………… beramal = IKHLAS karena Allah = tanpa PAMRIH …………………..

July 1, 2016 Edy Methek 4

Nilai hitung “AMAL IKHLAS” karena Allah …… dan .. karena […]

Matematika Pahala dan Dosa —————————————– Dari Ibnu Abbas radhiallahuanhuma, dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam sebagaimana dia riwayatkan dari Rabbnya Yang Maha Suci dan Maha Tinggi, bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskan hal tersebut , ‘Siapa yang ingin melaksanakan kebaikan kemudian dia tidak mengamalkannya, maka dicatat disisi-Nya sebagai satu kebaikan penuh. Dan jika dia berniat melakukannya dan kemudian melaksanakannya maka Allah akan mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat bahkan hingga kelipatan yang banyak. Dan jika dia berniat melaksanakan keburukan kemudian dia tidak melaksanakannya maka baginya satu kebaikan penuh, sedangkan jika dia berniat kemudian dia melaksanakannya Allah mencatatnya sebagai satu keburukan’.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dalam kedua shahihnya dengan redaksi ini). ========================== Orang Muslim Berdasarkan hadits tersebut, jika engkau seorang Muslim, maka berlaku matematika sebagai berikut: …………………………. Jika engkau Muslim dan engkau berniat membuat amal kebaikan, namun engkau tidak jadi melakukannya maka engkau mendapat satu poin amal kebaikan. ……………… Rumusnya: Pahala niat = amal shalih x 1 = 1 amal shalih ========================== Jika engkau Muslim dan engkau berniat membuat amal kebaikan, kemudian engkau jadi melakukannya maka engkau mendapat 10 sampai dengan 700 poin amal kebaikan. ……………. Rumusnya: Pahala amal shalih minimal = amal shalih x 10 = 10 amal shalih ————————– Contohnya, jika engkau bersedekah Rp 1 juta, minimal engkau dinilai oleh Allah seolah-olah bersedekah Rp 10 juta. ———————– Rumus Pahala amal shalih ideal= amal shalih x 700 = 700 amal shalih ————————– Contohnya, jika engkau bersedekah Rp 1 juta, engkau mendapat penilaian ideal oleh Allah, sehingga dinilai seolah-olah engkau bersedekah Rp 700 juta. —————————– Itu baru perhitungan untuk satu kali amal shalih di bulan biasa. Bagaimana jika seorang Muslim melakukan amal shalihnya di bulan Ramadhan yang dijanjikan berlipat ganda? Kita tidak tahu berapa kelipatan yang Allah berikan pada bulan Ramadhan. Tapi kalau boleh kita andaikan kelipatannya 10 kali lipat bulan biasa, maka seseorang yang berinfak Rp 1 juta di bulan Ramadhan dengan menyempurnakan segala persyaratannya, maka dia akan mendapatkan penilaian seolah-olah berinfak Rp 7 milyar. —————————- Rumusnya sbb: ……… Pahala amal shalih ideal di bulan Ramadhan = amal shalih x 700 x 10 = 7000 amal shalih Ada juga pahala maksimal, yakni tak terhingga nilainya. —————– Rumusnya: …………. Pahala amal shalih maksimal= amal shalih x ∞ = ∞ amal shalih ∞ = lambang matematika untuk bilangan yang tak terhingga ——————-

June 30, 2016 Edy Methek 3

Matematika Pahala dan Dosa … melaksanakan KEBAIKAN …. maka Allah […]

SEDEKAH/SHADAQAH adalah WAJIB …. bagaimana dengan orang MISKIN/sedikit HARTA ?? ————————— SEDEKAH/SHADAQAH banyak bentuknya —————— >>>>> bekerja dapat imbalan .. lalu … SEDEKAH ……… >>>>> menolong orang yg terANIAYA ……… >>>> menyuruh orang berbuat keBAIKan/ma’ruf …………. >>>> mencegah diri sendiri dari DOSA/kejahatan …………… ————————–————————–— Tiap muslim wajib bersodaqoh. Para sahabat bertanya, “Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?” Nabi Saw menjawab, “Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersodaqoh.” Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?” Nabi menjawab: “Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi menjawab: “Menyuruh berbuat maruf.” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi Saw menjawab, “Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sodaqoh.” (HR. Bukhari dan Muslim) —————————– manfaat …….. SEDEKAH (ZAKAT, INFAQ, SHADAQAH) ……………………..……………………..……………………..………. Manfaatnya sedekah di akhirat, antara lain: 1. Meringankan hisab. 2. Memberatkan timbangan kebaikan (Simak Al Hadid 18 dan al Baqarah 261). 3. Menjadi naungan bagi orang yang melakukannya dari dahsyatnya panas hari kiamat. Rasul bersabda “Setiap orang berada dalam naungan sedekahnya hingga diputuskan perkara diantara manusia.” “Naungan Mukmin pada hari Kiamat adalah sedekahnya,“ kilah Putra Luqman al Hakim. “ 4. Dimudahkaan melewati ash-shirath. 5. Menaikkan derajat di surga. 6. Menghapuskan dosa dan kesalahan. Rasul SAW bersabda, “Puasa adalah perisai, dan sedekah itu memadamkan kesalahan seperti air memadamkan api.” Nasehat Luqman al Hakim kepada anaknya, ”Jika engkau melakukan suatu kesalahan, maka bersedekahlah“ ……………………..……………………..…………… Perbedaan ZAKAT, INFAQ, SHADAQAH yaitu : 1. Zakat, sifatnya wajib dan adanya ketentuannya/batasan jumlah harta yang harus zakat dan siapa yang boleh menerima. 2. Infaq, sumbangan sukarela atau seikhlasnya (materi). 3. Shadaqah, lebih luas dari infaq, karena yang disedekahkan tidak terbatas pada materi saja. ……………………..………………

June 29, 2016 Edy Methek 1

SEDEKAH/SHADAQAH adalah WAJIB …. bagaimana dengan orang MISKIN/sedikit HARTA ?? […]

1 2 3 4 5 6 8