Loading
Kulit | Islam dan Sains-Edy

DAGING dari HEWAN yang HALAL di MAKAN, juga SIFAT, MANFAAT dan BAHAYA-nya ————————- Allah SWT berfirman : “Dan kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.” (QS. Ath-Thuur : 22)————- Allah juga berfirman : “Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al-Waaqi’ah : 21)————- Ibnu Majah dalam sunan-nya meriwayatkan dari hadits Abu Darda bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Rajanya makanan penduduk dunia dan penduduk surga adalah daging.” Dalam hadits (marfu’) Buraidah disebutkan, “Sebaik-baik lauk di dunia dan penduduk Surga adalah daging.”—————- Dalam hadits (marfu’) Buraidah disebutkan, “Sebaik-baik lauk di dunia dan akhirat adalah daging.” Dalam shahih diriwayatkan, “Keutamaan ‘Aisyah atas semua wanita adalah seperti keutamaan tsarid atas semua makanan lainnya.” Tsarid adalah roti dan daging. Seorang penyair menyatakan : Saat kita menyantap roti dengan daging, Maka itu adalah amanah dari Allah, itulah tsarid.———— Zuhri menyatakan, “Memakan daging dapat meningkatkan stamina sampai tujuh puluh kali lipat.” Muhammad bin Wasi’ menandaskan, “Daging meningkatkan daya penglihatan.” Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu bahwa beliau berkata, “Makanlah daging, karena daging dapat mencerahkan warna kulit, mengecilkan perut dan memperindah tubuh.”———– Nafi berkata, “Jika bulan Ramadhan tiba, Ibnu ‘Umar tidak pernah meninggalkan daging. Jika bepergian, ia tidak pernah lupa membawa daging.” Diriwayatkan juga dari Ali bahwa berliau berkata, “Barangsiapa meninggalkan makan daging selama empat puluh hari, akhlaknya akan menjadi buruk.”— Adapun hadits ‘Aisyah radhiallahu ‘anha yang diriwayatkan oleh Abu Dawud secara marfu’ menyebutkan, “Janganlah memotong daging dengan pisau, karena itu adalah kebiasaan orang-orang ‘Ajam. Gigit saja, itu lebih enak dan lebih memuaskan.”———– Imam Ahmad menyanggah riwayat ini dengan sebuah hadits shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau juga memotong daging dengan pisau, yaitu dalam dua hadits yang telah dijelaskan sebelumnya.————- Daging sendiri bermacam-macam. Masing-masing dibedakan berdasarkan asal dan karakternya. Kami akan menjelaskan hukum masing-masing jenis, sifat, manfaat dan bahayanya. —

September 17, 2016 Edy Methek 1

DAGING dari HEWAN yang HALAL di MAKAN, juga SIFAT, MANFAAT […]

berbagai MAKANAN dan KHASIATnya yg termuat dalam AYAT Allah dan HADITS ——————————————- Dalam Al quran beberapa makanan dan minuman disebutkan langsung oleh Allah dan disebut sebagai makanan yang baik dan halal, bahkan diantaranya juga disebut sebagai makanan dan minuman yang kelak ada di surga yang dihidangkan pada orang-orang beriman. Begitu juga di dalam hadits nabi beberapa makanan dan minuman disebutkan memeberikan manfaat bagi kesehatan tubuh manusia.Bagaimana pun, Al quran dan hadits adalah pedoman hidup bagi orang Islam, dan meyakini kebenarannya adalah wujud iman seorang mu’min. ———— 1. AIR ZAM-ZAM —————— Air zam-zam memang terkenal sebagai air yang paling diberkati dan dapat mengobati berbagai jenis penyakit dengan izin Allah. Dalam sebuah hadits shahih, Nabi SAW menyebutkan:———- “Sesungguhnya air zam-zam adalah air yang diberkahi, air tersebut adalah makanan yang mengenyangkan.”————- Dianjurkan bagi setiap mukmin menikmati air tersebut jika memang mudah memperolehnya. Air tersebut juga bisa digunakan untuk berwudhu. Air tersebut bisa digunakan untuk beristinja ‘(membersihkan kotoran setelah buang air). Air tersebut juga bisa digunakan untuk mandi junub jika memang ada kebutuhan untuk menggunakannya.————– 2. KURMA———- Kurma banyak disebut di dalam al-Quran, diantaranya dalam surah Mukminah ayat 19: “Kemudian Kami tumbuhkan karenanya kebun kurma dan anggur untuk kamu. Disana kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebagian kamu makan”————- Kurma adalah “energi instan” karena mudah diserap dan diproses. Ia juga mengandung kandungan serat yang tinggi (3 kali lebih tinggi dari pisang).———- Nabi s.a.w. pernah bersabda: “Rumah yang tidak ada kurma adalah rumah yang tidak ada makanan” Sabda Nabi yang lain: “Siapapun yang memakan 7 biji tamar ‘Ajwah’, dia akan terkendali dari kejutan setan dan sihir pada hari tersebut”————– Khasiat kurma adalah sebagai penguat memori, penawar racun dan obat berbagai penyakit.——- 3. BUAH TIN——————– Buah tin juga sangat bermanfaat bagi umat manusia seperti yang dijelaskan dalam surah At-Tin (surah ke 95 dalam Al-Quran) dimana Allah telah bersumpah atas nama buah tin dan buah zaitun.——– Antara khasiat buah tin termasuk menghilangkan racun, mengurangi batuk yang berkepanjangan membersihkan hati dan mengurangi lendir di usus. Buah tin yang kering ditemukan memasok 6 kali lebih kalori dari jenis basah (segar). Pengeringan buah kaleng telah mengakibatkan pemekatan nutrisi di dalamnya dimana ianya menjadi lebih kaya dengan berbagai mineral dan zat mineral, tetapi rendah sodium.————– 4. ZAITUN————— Pohon zaitun ada disebut dalam Al-Quran, dalam surah An-Nur ayat ke-35.——— Semenjak 1.400 tahun yang lalu, Muhammad telah menyarankan umat Islam agar menggunakan minyak zaitun untuk kesehatan dan perawatan tubuh, di mana Baginda S.A.W. sendiri menggunakannya sebagai minyak rambut.————– Menurut penelitian, ia dikatakan dapat mengurangi risiko penyakit kanker dan sakit jantung, merupakan sejenis antioksidan dan digunakan sebagai produk kecantikan sejak berabad lamanya.——– 5. BIJI HITAM (HABATUSSAUDA)——— Dilaporkan bahwa Nabi s.a.w. pernah bersabda: “Jadi seperti biji habb al-sauda karena biji ini obat semua penyakit kecuali mati”———– Adalah dilaporkan juga bahwa Allah Taala menunjukkan bahwa habatussauda itu menghilangkan angina dalam usus dan demam, juga mengobati ‘leukoderma’ dan menghilangkan penyakit flu.———– 6. MADU LEBAH———— Memiliki berbagai khasiat dan dianggap ibu segala makanan. Bila dicampur air panas, dapat mengobati penyakit diare.———- Sabda Nabi s.a.w .: “Demi Allah yang aku dalam genggamanNya, minumlah madu. Malaikat akan memohon rahmat pada penghuni rumah yang ada madu di dalamnya. Jika seseorang makan madu, seribu obat masuk ke perutnya dan sejuta penyakit keluar darinya”———– Rasulullah sendiri mengamalkan minuman madu; dicampurkan madu dengan segelas air dan minum setiap pagi ketika perut kosong.———– Madu yg paling berkualitas adalah madu yang dikeluarkan dalam musim semi dan musin panas, tetapi kurang berkualitas ketika diproduksi di musim dingin.————- 7. DELIMA———– Allah menyebut buah delima (Rumman) sebanyak 3 kali di dalam ayatNya untuk menunjukkan betapa hebatnya penciptaan Allah itu dan ia juga disebut sebagai buah dari surga.———– Dalam Surah ar-Rahman, ayat 68 Allah berfiman: “Di dalam keduanya (surga) juga ada buah-buahan dan pohon kurma dan delima”———– Ada banyak penelitian dilakukan yang mana membuktikan delima bagus sebagai antioksidan, mencegah sakit jantung dan mampu menstabilkan tekanan darah.———— 8.SUSU KAMBING—————— Rasulullah s.a.w pernah bersabda:———- “Akan tiba suatu masa di mana kambing adalah sebaik-baik harta bagi orang Islam. Orang Islam akan memeliharanya di puncak-puncak bukit dan di lembah-lembah, hidup terisolasi dari masyarakat demi memelihara agama dari ditimpa bencana ”———– Menurut penelitian, susu kambing mampu membantu masalah seperti asma, rematik, demam kuning, insomnia dan memperkuat tulang. Khasiatnya dikatakan lebih baik dari susu sapi dan hampir menyamai ASI.————- 9. ZA’FARON / Safron—————- Terlalu banyak dalam kitab menyatakan bahwa Za’faran sangat baik untuk kecerdasan pikiran. Dalam kitab Tibbul Imama A’li, halaman 381, Saiyidina Ali (k.w) menyatakan dengan maksudnya:——- “Siapapun yg mengambil bagian Za’faran murni dan Su’dun satu bagian dicampur dengan ‘asal (madu), diminum sebanyak dua misqal (dua sudu) pada setia hari, maka dia dikagumi tentang ingatannya sehingga dituduh melakukan zihir”————- Za’faron ini memiliki banyak khasiat lain, antaranya epilepsi, penyakit hati, demam, impotensi serta melancarkan pengaliran darah.———— 10. BARLI————– Barley berkhasiat sebagai pendingin tubuh.————— Rasulullah s.a.w. pernah memberi sup gandum kepada orang yang mengidap demam. Selain dari itu juga dapat mengurangi kolesterol, melawaskan kencing, membantu sembelit dan mengurangi risiko diabetes (tetapi jangan campurkan dengan gula).————– 11. ROTI———— Roti yang paling bagus adalah yang terbuat dari gandum (karena mudah dicerna). Idealnya, roti dibiarkan dingin dahulu sebelum dimakan, jika tidak, kita akan merasa haus ketika memakannya Sementara, roti yang lama dan tidak elok akan menyebukan perut———— Nabi s.a.w. bersabda:—– “Jangan potong roti dengan isau. Hormatilah roti itu dengan memotong dgn tanganmu karena Allah menghormati roti itu”———– 12. HALIA————- Jahe disebut dalam ayat alQuran (ayat17, Surah Al-Insan) firman Allah Ta’ala yang artinya:— “Dan mereka dalam surga itu diberi dari sejenis minuman yang campurannya zanjabil ‘.—– Khasiatnya membantu pencernaan dan pemanasan. Jahe juga dikatakan mampu meredakan rasa mual, penyakit sendi dan membantu distribusi darah.———- 13. HALBA————— Nabi s.a.w. pernah bersabda:———- “Jika umatku tahu apa yang ada pada hulbah, mereka pasti membeli dan membayarnya dengan emas”.— Antara khasiat hulbah membantu aliran menstruasi dan berguna untuk menyembuhkan sakit perut (mulas). Wanita arab suka mengambil Fenugreek ni untuk cantikkan buah dada. Bagi ibu yang menyusui, Fenugreek menambahkan susu badan. Fenugreek juga dapat membantu mengurangi gula, menurunkan kolesterol, mengurangi batuk kronis, pembengkakan gusi dan sebagai makanan pembuka.—- 14. CUKA APEL————- Cuka apel mengandung berbagai khasiat dan dikatakan menjadi tonik kesehatan bagi masyarakat Yunani. Cuka apel adalah cuka yang dihasilkan dari proses farmentasi buah apel.——– Nabi sangat menyukai cuka dan kadangkala mengamalnya bersama roti, sabdanya:— “Allah menempatkan keberkahan dalam cuka, itu telah digunakan oleh para nabi sebelum aku”– Ini dikatakan dapat menghilangkan kelesuan, mengobati penyakit hati, memecahkan lemak di badan, melancarkan darah dan mengurangi stress.——- 15. TIMUN————- Dari Abdullah bin Jaafar, diriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w. pernah memakan mentimun bersama kurma. Dengan mengambil mentimun bersama kurma, ia bisa menghilangkan dahaga dan mengurangi rasa panas tubuh. Selain itu, sifat mentimun yang segar, enak dimakan bersama kurna yang manis.—- Timun bersifat dingin dan udara, sedangkan kurma bersifat panas dan kering. Maka suhu tubuh akan menjadi seimbang. Disini Nabi mengajarkan kita, ketika kita mengambil makanan yang panas, seimbangkan kembali suhu tubuh dengan makanan yang dingin.————– Selain itu, mentimun juga mengandung vitamin C yang mampu meredakan radang kulit dan juga mengandung silika. Silika merupakan unsur penting yang diperlukan untuk menjamin kesehatan sistem saraf yang melibatkan otot, tendon, ligamen dan tulang————– 16. DAGING KAMBING——————– Daging kambing adalah makanan favorit Rasulullah. Negara barat selalu mengembang-gemborkan keburukan daging kambing, tetapi kenyataannya ia memiliki banyak kelebihan.————— Berdasarkan penelitian daging kambing adalah daging yang paling baik untuk jantung, mengurangi darah tinggi dan obesitas, mempercantik kulit dan juga mengurangi stress.—————- 17. TEMBIKAI—————- Abu Daud dan Tirmizi meriwayatkan bahwa Aisyah pernah berkata, “Rasulullah pernah memakan buah semangka bersama dengan buat tamar basah.”————- Semangka mengandung 92 persen air dan 8 persen gula serta mengandung antioksidan yang disebut lycopene yang mampu mencegah dari berbagai penyakit terutama kanker.———— Nabi juga mengatakan wanita hamil yang mengandung tidak akan gagal melahirkan anak yang baik dari segi karakter dan wajahnya.——— 18. ANGGUR—————- Di dalam surah Ar-Rad, ayat 4 Allah berfirman:——– “Dan di bumi ada bahagian2 yg berdampingan, kebun-kebun anggur, tanaman2, pohon kurma yg bercabang dan yg tidak bercabang; disirami dgn air yg sama, tetapi Kami lebihkan tanaman yg satu dari yg lainnya dalam hal rasanya. Sungguh, pada yang demikian itu trdpt tanda2 (kebesaran Allah) bagi org2 yg mengerti ”——- Anggur dikatakan memiliki berbagai khasiat, diantaranya mengurangi peradangan, mencegah penyakit pikun, melancarkan perjalanan darah dan membersihkan perut.———– 19. JAMUR————- Drpd Said bin Zaid bin Amru bin Nufail r.a katanya: Aku pernah mendengar Nabi s.a.w bersabda:— “Jamur adalah sejenis Manna (satu anugerah yg sgt istimewa) dan dapat mengobati mata”———- Jamur bukan shj sejenis makanan yg enak, malahan memiliki berbagai khasiat dan diakatakan menjadi obat herbal sejak zaman dulu lagi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dikatakan dapat meningkatkan system kekebalan tubuh (terutama bagi pasien kanker), juga berperan melawan allergik dan radang.———– 20. LABU————– Dari Hadis Anas bin Malik r.a:——– Seorang tukang jahit telah mengundang Rasulullah s.a.w untuk menghadiri suatu jamuan makan. Anas bin Malik berkata: Aku pergi bersama Rasulullah s.a.w menghadiri jamuan makan tersebut. Dia menghampiri Rasulullah s.a.w dan menyajikan roti dari gandum serta kuah berisi buah labu dan daging bakar. Anas berkata: Aku melihat Rasulullah s.a.w mencari-cari buah labu dari dalam sahfah tersebut yaitu sebuah wadah makanan yang memuat makanan cukup untuk lima orang “.———- Selain kurma, Nabi juga menggemari labu. Ia dikatakan memiliki berbagai nutrisi dan zat yg baik utk tubuh, terutama bagi penderita rabun malam dan diabetik. Ia juga berkhasiat untuk mengontrol nafsu makan, mengobati maslah kecacingan dan mencegah pembentukan batu ginjal.———- 21. GARAM————- Amalan Rasulullah S.A.W memakan sedikit garam sebelum dan setelah makan kini dibuktikan oleh sains bahwa kebiasaan ini menambahkan efektivitas perut untuk mencerna makanan dan menghindarkan perut dari menyerap racun.————– Dari Abdullah Bin Umar, sabda Nabi s.a.w .:—— “Sesungguhnya Allah menurunkan empat hal berkat (memiliki kebaikan) dari langit (melalui hujan) ke bumi yaitu beis, api, air dan garam”————- Hadis Riwayat Al-Baghawiy dalam tafsirnya:——— Dari Anas bin Malik, Nabi bersabda “Penghulu segala lauk pauk kamu adalah garam.”———

September 17, 2016 Edy Methek 1

berbagai MAKANAN dan KHASIATnya yg termuat dalam AYAT Allah dan […]

MATI … AJAL akan menDATANGi … walau pergi berPERANG maupun yang tidak, ———————— dan tidak ada sesuatupun yang bisa menyelamatkan manusia dari kematian, karena sesungguhnya AJAL sudah ditentukan ——————————————————– “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan” [al-‘Ankabût/29:57] ————————— Kematian adalah sesuatu yang pasti menimpa siapapun manusia di dunia, yang mukminnya ataupun yang munafik atau yang kafirnya, ulamanya ataupun kaum awamnya, lelaki ataupun perempuannya, yang mudanya ataupun yang tuanya, kaum kayaknya ataupun miskinnya, golongan pejabat ataupun rakyat jelatanya dan selainnya, niscaya mereka semuanya akan mengalami kematian. Hal tersebut sebagaimana yang telah banyak di alami oleh umat-umat terdahulu dan sekang ini, dan juga pernah dialami oleh seorang shahabat dari golongan Anshor yang diselenggarakan penguburannya oleh Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan para shahabat radliyallahu anhum, sebagaimana persaksian al-Barra’ bin ‘Azib radliyallahu anhu di dalam pembahasan dari hadits terdahulu. [1] ——————— TIAP TIAP YANG BERNYAWA AKAN MERASAKAN MATI (QS:ALI IMRON :185) ——– Mari kita perhatikan firman-firman Allah Ta’ala berikut ini:———— 1. إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ “Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula)”. (Surat Az Zumar: 30). 2. كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ “Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahala kalian”. (Surat Ali `Imran: 185).——— 3. أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ “Di mana pun kalian berada, kematian akan mendapatkan kalian, kendatipun kalian berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh” (Surat An Nisa’: 78)————– 4. قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ “Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kalian lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan”. (Surat Al Jumu`ah: 8).————— “Sesungguhnya segala yang bermula itu akan berakhir, setiap yang kuat itu memiliki kelemahan dan setiap yang hidup pasti akan mati” —————– Hal inipun didukung oleh beberapa dalil berikut ini, تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ اْلمـُلْكُ وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ الَّذِى خَلَقَ اْلـمَوْتَ وَ اْلحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَ هُوَ اْلعَزِيزُ اْلغَفُورُ Maha berkah Allah, yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha perkasa lagi Maha pengampun. [QS. Al-Mulk/ 67: 1-2].——— Ayat di atas dengan jelas menerangkan bahwasanya Allah Subhanahu wa ta’ala telah menciptakan mati dan hidup. Jika Allah Azza wa Jalla telah menciptakan kehidupan bagi seorang manusia, maka Ia juga akan menciptakan kematian baginya. Maka kematian adalah sesuatu yang dipastikan akan dimiliki oleh setiap makhluk hidup sebagaimana Allah Jalla wa Ala pernah memberikan kehidupan kepadanya. Sebab setiap yang memiliki jiwa niscaya akan merasakan kematian, meskipun ia berusaha dengan maksimal dan optimal untuk selalu menjauhi dan menghindarinya. Kendatipun ia berada di dalam benteng kuat yang tak mudah dihancurkan senjata canggih apapun yang dijumpai di muka bumi, bungker kokoh yang keberadaannya sangat tersembunyi, istana megah yang diawasi oleh ribuan penjaga perkasa tak tertandingi namun tetap kematian itu akan datang menemui dan menghampirinya tiada peduli. Hal ini berdasarkan beberapa dalil berikut ini,—- وَ مَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّن قَبْلِكَ اْلخُلْدَ أَفَإِين مِّتَّ فَهُمُ اْلخَالِدُونَ Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad). Maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?. [QS al-Anbiya’/21: 34].———- كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ اْلمـَوْتِ Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. [QS. Ali Imran/3: 185, al-Anbiya’/21: 35 dan al-Ankabut/29: 57].———- مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَ مَا يَسْتَئْخِرُونَ Tidak ada suatu umatpun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan(nya). [QS al-Hijr/ 15: 5].——— قُلْ إِنَّ اْلمـَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ اْلغَيْبِ وَ الشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكَمْ بِمَا كُنتُمْ تَعْلَمُونَ Katakanlah, Sesungguhnya kematian yang kalian lari darinya, sesungguhnya kematian itu akan menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada Allah, Yang mengetahui keghaiban dan yang nyata. Lalu Ia akan beritakan kepada kalian apa yang kalian telah kerjakan. [QS. Al-Jumu’ah/62: 8].—- أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ اْلمـَوْتُ وَ لَوْ كُنتُمْ فِى بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. [QS. An-Nisa’/ 4: 78].—- Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang semakna di dalam alqur’an bahwasanya setiap yang berjiwa akan merasakan kematian dan ketidak-abadian. Karena keabadian itu hanya ada di hari kiamat kelak, di dalam surga dengan segala kenikmatannya atau di dalam neraka dengan segala kesengsaraanya. Apakah kematian yang merenggut nyawanya itu karena penyakit yang menimpanya, kecelakaan kendaraan atau pesawat yang ditumpanginya, terbenam dalam kubangan air yang menenggelamkannya, teruruk dalam bongkahan-bongkahan tanah yang menguburnya, terbakar oleh api yang mengepungnya, terbunuh oleh lawan yang berseteru dengannya ataupun dengan sebab-sebab lainnya.———- Setiap manusia meskipun ia takut mati sehingga ia hanya berdiam diri di rumahnya dalam rangka menghindar dari kematian maka jikalau telah ditentukan kematian kepadanya niscaya ia akan mendatangi tempat dimana ia akan mati di tempat tersebut dan akan tertimpa sesuatu peristiwa yang menyebabkan kematian yang telah ditentukan baginya. Hal ini sebagaimana telah diungkapkan oleh Allah Azza wa Jalla di dalam ayat berikut,———- قُلْ لَّوْ كُنتُمْ فِى بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ اْلقَتْلُ إِلَى مَضَاجَعِهِمْ Katakanlah, “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. [QS Alu Imran/ 3: 154].———– Berkata asy-Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iriy hafizhohullah, “Terdapat penetapan akan dasar qodlo dan qodar Allah. Bahwa orang yang telah ditetapkan kematian baginya di suatu tempat maka ia pasti akan mati di tempat tersebut”. [2]————- Maka kematian itu niscaya akan menghampiri setiap jiwa dalam berbagai keadaan, apakah matinya itu lantaran memperjuangkan agama Allah dengan bentuk berjihad dengan harta, lisan dan jiwa, kelelahan tatkala mengerjakan beberapa ibadah dari ibadah-ibadah yang disyariatkan oleh agama, membantu dan mengajak orang lain untuk ikut berpartisipasi di dalam menegakkan Islam sebagai agama yang paling bersahaja dan lain sebagainya. Ini adalah kematian yang mengandung kemuliaan. Ataukah matinya itu ketika sedang membela kebatilan yang selama ini ia yakini, melakukan berbagai kemaksiatan yang selama ini ia sukai, membantu dan mengajak orang lain untuk menentang dan melawan kebenaran yang selama ini ia benci dan jauhi dan lain sebagainya. Ini adalah kematian yang mengundang kenistaan. Mati berbalutkan kemuliaan ataukah mati berselimutkan kenistaan, itulah dua pilihan yang mesti diambil oleh setiap manusia yang niscaya akan melampaui dan memilih salah satu di antara keduanya.——– إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَ إِمَّا كَفُورًا Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur. [QS. Al-Insan/ 76: 3].———- Bahkan di dalam setiap kematian itu terdapat sekarat, yang mesti di alami oleh setiap manusia baik yang mukmin, munafik ataupun kafirnya. وَ جَآءَتْ سَكْرَةُ اْلـمَوْتِ بِاْلحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ Dan datanglah sekaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya. [QS. Qof/ 50: 19].——- Berkata asy-Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iriy hafizhohullah, “Terdapat penjelasan bahwasanya kematian itu mempunyai sekarat secara pasti. Ya Allah mudahkanlah sekaratul maut atas kami”. [3] وَ لَوْ تَرَى إِذِ اْلظَّالِمـُونَ فِى غَمَرَاتِ اْلمـَوْتِ وَ اْلمـَلَائِكَةُ بَاسِطُوا أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنفُسَكُمْ Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim berada dalam tekanan sekaratul maut, sedangkan para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawamu”. [QS. Al-An’am/ 6: 93].——- Berkata asy-Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iriy hafizhohullah, “Terdapat penetapan adanya adzab kubur dan sekaratul maut”. Di dalam hadits, “Bahwasanya kematian itu mempunyai sekarat”. [4]– عن عائشة كَانَتْ تَقُوْلُ: إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه و سلم كَانَ بَيْنَ يَدَيْهِ رَكْوَةٌ – عُلْبَةٌ فِيْهَا مَاءٌ – يَشُكُّ عُمَرُ – فَجَعَلَ يُدْخِلُ يَدَهُ فىِ اْلمـَاءِ فَيَمْسَحُ بِهَا وَجْهَهُ وَ يَقُوْلُ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ ثُمَّ نَصَبَ يَدَهُ فَجَعَلَ يَقُوْلُ: فىِ الرَّفِيْقِ اْلأَعْلىَ حَتىَّ قُبِضَ وَ مَالَتْ يَدُهُ Dari Aisyah radliyallahu anha berkata, “Sesungguhnya di hadapan Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam ada sebuah bejana (yang terbuat dari kulit atau mangkuk) –Umar ragu-ragu- yang berisi air. Lalu beliau memasukkan tangannya ke dalam air itu dan membasuh wajahnya dengannya. Beliau bersabda, “Laa ilaaha illallah (tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah), sesungguhnya kematian itu memiliki sekarat”. Kemudian beliau mengangkat tangannya seraya bersabda, “Berada di tempat yang tinggi”. Sehingga beliau wafat sedangkan tangannya mengendur/ terkulai. [HR al-Bukhoriy: 6510. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: shahih]. [5]——- Berkata asy-Syaikh Salim bin Ied al-Hilaliy hafizhohullah, “Terdapat penjelasan bahwasanya kematian itu mempunyai sekarat dan kesulitan sehingga para Nabi Alaihim as-Salam pun meminta diringankan dari sekarat ini”. [6]—— Berdasarkan ayat dan hadits di atas dapat dipahami bahwasanya setiap kematian yang menimpa seseorang itu niscaya terdapat sekarat, yaitu suatu tekanan yang amat berat lagi menyulitkan ketika menjelang kematiannya sehingga orang tersebut seperti orang yang kehilangan akal dan kesadarannya sebagaimana keadaan orang yang sedang mabuk. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa ta’ala meringankan kita dari sekaratul maut ini seringan-ringannya.————– Hadits dari Aisyah radliyallahu anha di atas menjadi dalil akan bolehnya bagi orang yang sakit untuk mempergunakan air pada bagian kepalanya (ngompres) untuk meringankan sakit panas yang menimpanya dan juga disunnahkan baginya untuk selalu memohon ampunan dan rahmat dari-Nya. Hal ini juga didukung oleh dalil berikut ini,—– عن عائشة قَالَتْ: سَمِعْتُ النَّبِيِّ وَ هُوَ مُسْتَنِدٌ إِلَيَّ يَقُوْلُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لىِ وَ ارْحَمْنىِ وَ أَلْحِقْنىِ بِالرَّفِيْقِ اْلأَعْلَى Dari Aisyah radliyallahu anha berkata, “Aku pernah mendengar Nabi Shallallahu alaihi wa sallam berkata sedangkan beliau sedang bersandar kepadaku, “Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku dan himpunkan aku di tempat yang tinggi”. [HR al-Bukhoriy: 5674 dan Muslim: 2444. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: shahih]. [7]———- Berkata asy-Syaikh Salim bin Ied al-Hilaliy hafizhohullah, “Sepatutnya bagi orang yang sakit itu untuk meminta ampunan dan rahmat. Ia tidak boleh berputus asa dari pertolongan Allah Subhanahu wa ta’ala dan tidak boleh berputus harapan dari rahmat-Nya”. [8]——- Maka dianjurkan bagi setiap muslim, ketika tertimpa sakit apalagi sakitnya itu mendekati tanda-tanda kematian untuk memperbanyak meminta ampun dan rahmat kepada Allah Jalla dzikruhu, selalu memuji-Nya, menghiasi diri dengan berbaik sangka kepada-Nya dan senantiasa berharap berjumpa dengan-Nya dan takut terhadap akibat dari dosa-dosa yang telah dikerjakannya. Hal ini sebagaimana telah disinyalir di dalam dalil-dalil hadits berikut ini,——– Dari Ibnu Abbas radliyallahu anha berkata, “Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pernah mengambil seorang anak perempuan asuh yang hampir meninggal dunia. Beliau meletakkannya di atas dadanya (memeluknya), lalu ia meninggal dunia di dalam pelukannya. Maka Ummu Ayman radliyallahu anha pun berteriak menangis. Dikatakan kepadanya, “Mengapa kamu menangis di sisi Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam?”. Iapun berkata, “Bukankah aku juga melihatmu menangis wahai Rosulullah?”. Beliau Shallallahu alaihi wa sallampun bersabda, “Aku tidaklah menangis, ini hanyalah rahmat (rasa kasih sayang)”.—- إِنَّ اْلمـُؤْمِنَ بِكُلِّ خَيْرٍ عَلَى كُلِّ حَالٍ إِنَّ نَفْسَهُ تَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ جَنْبَيْهِ وَ هُوَ يَحْمَدُ اللهَ عز و جل “Sesungguhnya orang mukmin itu selalu di dalam kebaikan di atas setiap keadaan, sesungguhnya jiwanya keluar dari jasadnya sedangkan ia dalam keadaan memuji Allah Azza wa Jalla”. [HR Ahmad: I/ 273-274. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy shahih]. [9]——– عن جابر رضي الله عنه قَالَ: َسمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه و سلم يَقُوْلُ قَبْلَ وَفَاتِهِ بِثَلاَثٍ قَالَ: لاَ يَمُوْتُ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَ هُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللهِ Dari Jabir bin Abdullah radliyallahu anhu berkata, “Aku pernah mendengar Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengucapkan tiga hal sebelum wafatnya. Beliau bersabda, “Janganlah seseorang di antara kalian mati melainkan dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah”. [HR Abu Dawud: 3113, Muslim, Ibnu Majah: 4167 dan Ahmad: III/ 293, 325, 330, 334, 390. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: shahih]. [10]——– Dari Anas radliyallahu anhu bahwasanya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pernah masuk menemui seorang pemuda yang sedang mendekati kematian. Beliau bersabda, “Apa yang kamu rasakan?”. Ia menjawab, “Demi Allah, wahai Rosulullah, sesungguhnya aku mengharapkan Allah dan aku takut terhadap dosa-dosaku”. Maka Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, لاَ يَجْتَمِعَانِ فىِ قَلْبِ عَبْدٍ فىِ مِثْلِ هَذَا اْلمـَوْطِنِ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللهُ مَا يَرْجُوْ وَ آمَنَهُ مِمَّا يَخَافُ “Tidaklah keduanya terhimpun di dalam hati seorang hamba di semisal tempat ini melainkan Allah akan memberikan kepadanya apa yang ia harapkan dan mengamankannya dari apa yang ia takuti”. [HR at-Turmudziy: 983, Ibnu Majah: 4261 dan Ibnu Abi ad-Dunya. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: hasan]. [11]——–

September 9, 2016 Edy Methek 1

MATI … AJAL akan menDATANGi … walau pergi berPERANG maupun […]

DAI – DAI yang mengajak ke pintu NERAKA Jahanam. ————————- Barang siapa yang mengikutinya, maka akan dilemparkan ke dalamnya ————————- Hadits Hudzaifah: Nabi bersabda: “Ya”, Dai – dai yang mengajak ke pintu Neraka Jahanam. Barang siapa yang mengikutinya, maka akan dilemparkan ke dalamnya. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, berikan ciri-ciri mereka kepadaku. Beliau bersabda: “Mereka mempunyai kulit seperti kita dan berbahasa dengan bahasa kita”. Aku bertanya: Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemuinya? Beliau bersabda: “Berpegang teguhlah pada Jama’ah Muslimin dan imamnya”. Aku bertanya: “Bagaimana jika tidak ada jama’ah maupun imamnya?” Beliau bersabda: “Hindarilah semua firqah itu, walaupun dengan menggigit pokok pohon hingga maut menjemputmu sedangkan engkau dalam keadaan seperti itu”. (Riwayat Bukhari VI615-616, XIII/35. Muslim XII/135-238 Baghawi dalam Syarh Sunnah XV/14. Ibnu Majah no. 3979, 3981. Hakim IV/432. Abu Dawud no. 4244-4247.Baghawi XV/8-10. Ahmad V/386-387 dan hal. 403-404, 406 dan hal. 391-399) —————— mereka tiada lain adalah para calo-calo da’wah yang senantiasa mengabaikan dan menjual prinsip-prinsip agama demi untuk menggapai kelezatan dunia. —————————- Sungguh mereka adalah orang-orang yang telah dinyatakan dalam sabda Rasulullah saw, “Di malam hari saat aku isro’, aku melihat suatu kaum di mana lidah-lidah mereka dipotong dengan guntingan dari api” – atau ia (Rasulullah) berkata, “dari besi. Aku bertanya siapa mereka wahai Jibril? Mereka adalah para khatib-khatib dari umatmu!” (H.R. Abu Ya’la dari sahabat Anas bin Malik radliyallahu ‘anhuma). ——————— Umumnya ummat Islam mengikuti Ulama/Dai agar bisa masuk ke surga. Tapi ada juga ulama / dai yang bukannya menyeru ke surga, tapi malah ke neraka. Makanya Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya’ ‘Uluumuddiin membagi ulama jadi 2: Ulama Akhirat (Ulama yg lurus) dengan Ulama Su’ / Ulama Dunia (Ulama yang jahat). Nah kita harus hati-hati dan memahami mana Ulama Akhirat dan mana Ulama Jahat. ——————- Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu. “ [Al Maa-idah:63] ——————– “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. “ [At Taubah:31]- ————————— Mengikuti pemimpin yang sesat akan menyeret kita ke neraka: “Allah berfirman: “Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk ke dalam neraka, dia mengutuk pemimpinnya yang menyesatkannya; sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu: “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka.” Allah berfirman: “Masing-masing mendapat siksaan yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui.” [Al A’raaf:38] ————————- “Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat kepada Rasul.”—– Dan mereka berkata;:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan yang benar.” [Al Ahzab:66-67] ——————- Mengikuti pemimpin selama sesuai dengan Al Qur’an dan Hadits adalah satu kewajiban. Namun jika menyimpang dan kita mengikutinya, niscaya muka kita dibolak-balikan Allah di dalam neraka. —————— “Pengikut-pengikut mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka): “Sesungguhnya kamulah yang datang kepada kami dan kanan” [Ash Shaaffaat:28] ————— Ayat di atas menjelaskan pemimpin yang menyesatkan ummatnya dengan berbagai dalih yang meski kelihatan masuk, namun menyimpang dari Al Qur’an dan Hadits. ————- “Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.” [Al Qashash:41] ———– Hati-hatilah pada pemimpin yang menyeru kita ke neraka. Tetaplah berpegang pada Al Qur’an dan Hadits. ————– Nabi Muhammad bersabda: Yang aku takuti terhadap umatku ialah pemimpin-pemimpin yang menyesatkan. (HR. Abu Dawud) Yang aku takuti terhadap umatku ada tiga perbuatan, yaitu kesalahan seorang ulama, hukum yang zalim, dan hawa nafsu yang diperturutkan. (HR. Asysyihaab) ——— Celaka atas umatku dari ulama yang buruk. (HR. Al Hakim) ———————— Jika terjadi saling membunuh antara dua orang muslim maka yang membunuh dan yang terbunuh keduanya masuk neraka. Para sahabat bertanya, “Itu untuk si pembunuh, lalu bagaimana tentang yang terbunuh?” Nabi Saw menjawab, “Yang terbunuh juga berusaha membunuh kawannya.” (HR. Bukhari) ————————- Apalagi jika membunuh sesama Muslim dgn bantuan Yahudi dan Nasrani (AS dan Israel). Allah berfirman hanya orang munafik yg mendekati Yahudi dan Nasrani guna membunuh ummat Islam:“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” [Al Maa-idah 52] ————————— Ciri ulama jahat lainnya adalah bersekutu dengan Sultan/Pemimpin yang zhalim: Apabila kamu melihat seorang ulama bergaul erat dengan penguasa maka ketahuilah bahwa dia adalah pencuri. (HR. Ad-Dailami) —————– Walhasil jadi Da’i kemana2 tapi ilmunya tidak cukup ini jadi “Ulama” yang menyeru ummat ke neraka. ————– Para pembaca -hadzanallahu wa iyyakum- mereka adalah para da’i dan ulama-ulama su’ yang telah Allah beberkan keberadaannya. Allah berfirman, “Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab. Dan mereka mengatakan ia (yang dibacanya itu datang) dari sisi Allah, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.” (Q.S. Ali Imron: 78). ———————————— Dan Allah juga berfirman, “Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah kami berikan kepadanya ayat-ayat kami, kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh syaithon (sampai dia tergoda) maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.” ————– “Dan kalau kami menghendaki, sesungguhnya kami tinggikan derajatnya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami, maka ceritakanlah kepada mereka kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” (Q.S. Al A’raf: 175-176). ——————— Rasulullah saw mengistilahkan mereka ulama su’ dengan sebutan “para dai yang berada di tepi pintu-pintu neraka”. Beliau peringatkan kita dari keberadaan mereka sebagaimana dalam sabdanya, “… Dan sesungguhnya yang aku takutkan atas umatku ialah para ulama-ulama yang menyesatkan.” (H.R. Abu Daud dari sahabat Tsauban ra). ————————- Adapun sahabat Umar ibnul Khaththab beliau mengistilahkan mereka dengan sebutan “al munafiq al alim”, ketika ditanya maksudnya, beliau menjawab “aliimul lisaan jaahilul qolbi!” (pandai berbicara tetapi bodoh hatinya -tidak memiliki ilmu-). ——————

August 26, 2016 Edy Methek 1

DAI – DAI yang mengajak ke pintu NERAKA Jahanam. ————————- […]

BUMI mengelilingi/mengitari MATAHARI …. SUDAH sangat JELAS sekali … { BUKAN “matahari mengelilingi bumi !!!” } ——————————————- 1. Matahari terbit di ufuq timur, bergerak ke barat lalu terbenam diufuq barat. Sebagai bukti bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. ??? ……………………… 2. Awan di langit, bergerak kadang ke timur, ke barat, ke utara dan ke selatan. Menunjukkan diamnya bumi, tidak bergerak. ???? ———————- “Jangan kamu ikuti sesuatu yang TIADA bagimu ILMU/penjelasannya, sesungguhnya pendengaran (informasi), pandangan (observasi), dan telaah/pemahaman kamu melalui hati, akan dimintai perTANGGUNG JAWABannya (dikemudian hari)”. (QS. Isra’[17]:36) — ” لا تقف ما ليس لك به علم، إن السمـع والبصر والفؤادة كل ألئك كان عنه مسئولا ” ———————— fakta ilmiah 1: …… Apakah benar, memang ada pernyataan ayat alQur’an secara dhahir, bahwa: “matahari mengelilingi bumi”??. Perlu dipertegas disini bahwa yang kita bicarakan ialah ayat alQur’an mana, yang menyatakan hal itu. ???? ————————- fakta ilmiah 2: …….. Bumi bergerak mengitari matahari menempuh perjalanan selama 1 tahun atau 12 bulan atau +365 hari dalam sekali keliling. Ini dikenal dengan istilah “revolusi-bumi” mengelilingi matahari. Apakah memang begitu? Atau bumi itu sebenarnya “diam” saja. ———————————- >>> Ini perlu kita pertanyakan juga karena memang ada yang memahami bahwa “bumi tidak bergerak”?? . Apakah memang Bumi itu diam saja menurut alQur’an?? lalu karena menganggap BUMI itu diam saja …. lalu berkesimpulan MATAHARI mengelilingi BUMI?? ———————- fakta ilmiah 3: …………. bumi juga melakukan perputaran pada dirinya sendiri (berpusing) yang bertumpu pada poros/sumbunya, dengan waktu sekali putar +24 jam. Bahasa sehari-harinya berputar seperti gasing, atau seperti roda berputar di as-nya. Gerakan demikian dikenal dengan sebutan “rotasi-bumi”. Bumi melakukan rotasi dengan gerakan ke kiri (sinistral) jika dipandang dari posisi kutub utara bumi. ——————— >>> Hampir sama kedaannya dengan perputaran orang yang sedang tawaf keliling ka’bah, dimana ka’bah sebagai titik pusat/sumbu putar. Kulit bumi yang tebal, yang kita tempati bagian luarnya, bergerak berputar dari barat ke timur; maka terlihat oleh pandangan kita dari bumi, bahwa matahari terbit di timur lalu terbenam di barat. << ======================== >> Itulah tiga kategori fakta yang perlu kita kemukakan. Permasalahannya, APAKAH BENAR menurut al Qur’an bahwa MATAHARI yang berputar keliling bumi dan BUMI DIAM saja?? =========================== Pembuktian itu diperlukan karena dikaitkan dengan ayat-ayat alQur’an. Dan sama sekali bukan tujuan kita mencari mana yang benar dan salah. Tetapi karena alQur’an sendiri telah mengisyaratkan: ” لا تقف ما ليس لك به علم، إن السمـع والبصر والفؤادة كل ألئك كان عنه مسئولا ” “Jangan kamu ikuti sesuatu yang tiada bagimu ilmu/penjelasannya, sesungguhnya pendengaran (informasi), pandangan (observasi), dan telaah/pemahaman kamu melalui hati, akan dimintai pertanggung jawabannya (dikemudian hari)”. (QS. Isra’[17]:36) ——————————— >>> ….. sangat keliru mentakwilkan matahari berputar keliling bumi, padahal dalil syar’i dari ayat alQur’an tidak ada yang mengungkap secara dhahir seperti itu. Dalam masalah ini, perkataan Shahabat, tabiin, Ulama’ (ilmuwan) walaupun dapat dijadikan bandingan, tetapi bukan sebagai dalil syar’i. Karena ini masalah IlmuPengetahuan, dan Peradaban manusia yang terus berkembang. —————————

July 26, 2016 Edy Methek 2

BUMI mengelilingi/mengitari MATAHARI …. SUDAH sangat JELAS sekali …   […]

1 2 3 6