Loading
Kurma | Islam dan Sains-Edy

bagaimana dan cara apa, agar gaya HIDUP dan rahasia hidup SEHAT seperti NABI MUHAMMAD SAW —————————– Gaya hidup yang dijalani oleh Nabi Allah yang terakhir ini sungguh bisa dijadikan teladan bagi umat zaman sekarang. Salah satunya adalah Rasulullah tidak makan sebelum lapar dan tidak berlebihan dalam makan. Hal itu terbukti menyehatkan secara ilmiah. ————– Jika sudah waktunya tidur, maka Rasulullah SAW akan cepat tidur. Tidur yang tepat di malam hari kira-kira adalah seusai istirahat setelah shalat Isya, kurang lebih pukul 21.30. Kemudian kira-kira pukul 03.00 sudah bangun di pertiga malam untuk shalat malam. Dengan demikian waktu yang digunakan untuk tidur adalah kurang dari delapan jam. Dalam konteks ini, penggunaan waktu 24 jam dalam satu hari satu malam, adalah sepertiga untuk bekerja, sepertiga untuk beribadah kepada Allah, dan sepertiga lagi adalah untuk tidur yang cukup. Tentu saja, perbandingan ini tidaklah kaku, melainkan dalam pengertian dalam keseimbangan. ——————- Menurut sebuah penelitian berpuasa adalah sebuah metode ampuh untuk menahan diri. Ini merupakan sebuah cara sehat yang belum diketahui orang-orang zaman sekarang. ———————— Berikut ini adalah beberapa cara hidup sehat yang selalu beliau amalkan: Selalu bangun sebelum Subuh———- Rasulullah mengajak umatnya bangun sebelum subuh untuk melaksanakan shalat sunnah dan shalat subuh berjamaah. Hikmahnya adalah mendapat limpahan pahala, kesegaran udara subuh yang baik terutama untuk menyehatkan paru-paru serta menyegarkan pikiran. Asupan oksigen yang masih bebas polusi bisa menyehatkan otak.Bangun sebelum subuh dimanfaatkan Rosul untuk mendekatkan diri kepada Sang Khaliq lewat sholat tahajud, hajat, dan witir, dimana sholat dan doa di seperti malam terakhir termasuk waktu yang mustajabah———– Aktif menjaga kebersihan————- Rasulullah SAW senantiasa tampak bersih dan rapi. Setiap kamis atau jumat, beliau mencukur rambut halus di pipi, memotong kuku, bersiwak, serta memakai minyak wangi . Rosul juga sangat menjaga kebersihan mulut dan gigi melalui sunah Beliau bersiwaq sampai sekarang dianut oleh umatnya Tidak pernah makan berlebihan——– Rasulullah mengajarkan untuk mengisi perut kita dengan 3 hal secara seimbang: sepertiga diisi dengan makanan, sepertiganya dengan air, dan sepertiga sisanya untuk bernapas (diisi dengan udara). ———- Sabda Rasulullah:”Kami adalah satu kaum yang tidak makan sebelum lapar dan apabila kami makan, tidak terlalu banyak(tidak sampai kekenyangan)”.Menurut penelitiohan modern hampir separuh penyakit diakibatkan dari makanan yang berlebih dikonsumsi, seperti diabetes, jantung koroner, ginjal, dan sebagainya ——— Gemar berjalan kaki——— Rasulullah berjalan kaki ketika ke masjid, pasar, ke medan jihad, ataupun sekedar mengunjungi rumah sahabat. Dengan berjalan kaki peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung. Kaki dan telapak kaki adalah bagian organ tubuh yang sangat penting dalam menjaga metabolisme tubuh, maka dengan berjalan kaki seluruh saraf saraf kaki dan telapak kaki akan selalu aktif yang nantinya akan berdampak positif terhadap organ lain Tidak pemarah——— Nasihat Rasulullah:”Jangan marah”, diulangi tiga kali. Ini menunjukkan hakikat kekuatan seseorang bukanlah terletak pada jasad, tetapi pada kebersihan jiwa. ———- Bila kita marah, cara paling mudah adalah mengubah posisi ketika marah. Jika sedang berdiri, maka duduklah. Jika sedang duduk, maka berbaringlah. Kemudian membaca ta’awudz serta mengambil air wudhu. Karena marah itu asalnya dari setan, dan setan terbuat dari api, maka padamkan dengan air wudhu. Pemarah bias menyebabkan darah tinggi, darah tinggi bisa menyebabkan komplikasi penyakit yang lain seperti ginjal, jantungkoroner, stroke dan lain lain ———— Optimis dan tidak berputus asa———– Sikap optimis memberikan kekuatan tersendiri bagi kelapangan jiwa, selain itu perlu juga memperbanyak sabar, istiqamah, serta tawakal kepada Allah SWT.Sifat optimis dan tidak mudah putus asa melahirkan jiwa yang tangguh , kuar, tegar dalam menghadapi kehidupan yang semakin kompititif Tidak pernah iri hati———— Kita perlu menjauhi sifat iri hati karena penting untuk menjaga kebersihan hati dan kesehatan jiwa. Kita harus selalu berdo’a: “Ya Allah, bersihkanlah hatiku dari sifat-sifat mazmumah (mendatangkan keburukan pada diri) dan hiasilah diriku dengan sifat-sifat mahmudah (mendatangkan kebaikan pada diri)”.Iri hati , hasud, dan sombong meupakan paket penyakit yang sudah sangat tua sejak iblis iri dengan mahluk Alloh yang bernama Adam. ——— Pemaaf———— Pemaaf adalah sifat terpuji yang bisa mendatangkan ketenteraman hati dan jiwa. Memaafkan orang lain akan membebaskan diri kita dari belenggu kemarahan. Ketika kita marah, marah itu akan melekat pada hati. Karenanya, mari menjadilan diri kita seorang yang pemaaf, karena dengan memaafkan akan membuat jiwa menjadi lapang dan badan akan selalu sehat. ——– —- Dari Abu Hurairah dia berkata; “Rasulullah saw bersabda: ‘Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah swt daripada orang mukmin yang lemah. (HR Muslim)—- Kesehatan adalah dasar yang sangat penting untuk terwujudnya kekuatan seorang mukmin. Dan rasul saw pun telah meneladankan hidup sehat. Marilah kita cermati hadits-hadits nabi saw untuk meneladani pola hidup sehat yang beliau teladankan bagi kita ———- Pola Tidur;——- 1- segera tidur, tidak tidur sebelum Isya’——- عَنْ أَبِي بَرْزَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا Dari Abu Barzah, bahwasannya Rasulullah saw membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan berbincang-bincang setelahnya.” (HR. Bukhari)———– Pengaruh begadang terhadap kesehatan menurut Dr. Harvey Moldofsky, Direktur Center for Sleep and Chronobiology di Universitas Toronto, akan merusak jam biologis. Dan dampak selanjutnya akan mempengaruhi sistem hormon yang bisa membantu pemulihan jaringan di seluruh badan.——— 2- tidur siang———- عن أنس بن مالك قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم قِيْلُوا فَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ لاَ تَقِيْلُ Dari Anas bin Malik, bahwasannya ia berkata; Rasulullah saw bersabda; Tidur siang (Qailulah)lah, karena syetan-syetan tidak tidur siang (HR Abu Nu’aim dalam kitab ath-Thibb, dan ath-Thabrani)— Yang dimaksud dengan qailulah adalah istirahat di tengah hari, walaupun tidak disertai tidur. (An-Nihayah fi Gharibil Hadits)——– Tidur siang selama antara 20 – 30 menit banyak manfaatnya bagi manusia. Tidur siang ini berfungsi untuk stamina, serta meningkatkan produktivitas dan kreativitas kerja.————- 3- Tidur di sisi kanan——— عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ إِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ ثُمَّ قُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْلَمْتُ وَجْهِى إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِى إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِى أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِى أَرْسَلْتَ وَاجْعَلْهُنَّ مِنْ آخِرِ كَلاَمِكَ فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ مُتَّ وَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ Dari Barra’ bin ‘Azib, bahwasannya Rasulullah saw bersabda apabila kau hendak tidur, maka berwudlulah seperti wudlumu untuk shalat, kemudian berbaringlah di sisi kanan, kemudian bacalah do’a (yang artinya) “Ya Allah sesungguhnya Aku telah tundukkan wajahku kepadaMu, dan aku serahkan urusanku kepadaMu, dan aku tundukkan punggungku di hadapan-Mu dengan penuh harapan dan rasa takut kepadaMu. Tidak ada tempat berlindung dan tempat menyelamatkan diri dariMu melainkan kepada-Mu, aku beriman kepada kitab yang Engkau telah turunkan dan beriman kepada Nabi yang Engkau telah utus”, dan jadikanlah kalimah itu sebagai akhir perkataanmu, jika engkau mati pada malam hari itu, kau mati dalam keadaan fitrah———— Rahasia tidur dengan posisi seperti ini, darah akan lebih terdistribusi ke seluruh tubuh sehingga kerja jantung akan lebih ringan. Selain itu juga memberikan kesempatan kepada lambung untuk beristirahat.— Pola Makan Rasulullah saw———- 1- Keseimbangan makan——— عَنْ مِقْدَامِ بْنِ مَعْدِيكَرِبَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ مَا مَلأَ آدَمِىٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلاَتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لاَ مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ Dari Ma’dikarib, bahwasannya ia berkata, Aku mendengar Rasulullah saw bersabda “Tiada ada bejana anak Adam yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk bernafasnya.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah)———— Keseimbangan makan seperti ini bukan hanya menyebabkan kesehatan fisik, namun juga menjaga kesehatan ruhiyah. Sehingga tidak timbul rasa malas untuk melaksanakan berbagai ibadah kepada Allah swt.———- 2- Menjaga kesehatan Makanan dan minuman————– عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنِ النَّفْخِ فِى الشُّرْبِ. فَقَالَ رَجُلٌ الْقَذَاةُ أَرَاهَا فِى الإِنَاءِ قَالَ أَهْرِقْهَا . قَالَ فَإِنِّى لاَ أَرْوَى مِنْ نَفَسٍ وَاحِدٍ قَالَ : فَأَبِنِ الْقَدَحَ إِذًا عَنْ فِيكَ Dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa Nabi saw melarang untuk meniup ke dalam minuman. Kemudian seroang laki-laki berkata, “Lalu bagaimana bila aku melihat kotoran di dalam bejana?” Beliau bersabda: “Kalau begitu, tumpahkanlah.” Ia berkata lagi, “Sungguh, aku tidaklah puasa dengan sekali tarikan nafas.” Beliau bersabda: “Kalau begitu, jauhkanlah bejana (tempat untuk minum) dari mulutmu.” (HR at-Tirmidzi)———— عَنْ أَبِى قَتَادَةَ أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم نَهَى أَنْ يُتَنَفَّسَ فِى الإِنَاءِ Dari Abu Qatadah; Bahwa Nabi saw melarang menghembuskan nafas di dalam bejana (ketika minum). (HR al-Bukhari dan Muslim)———— Orang yang bernafas mengeluarkan karbon (C02), dan jika zat ini bersenyawa dengan air maka akan mencemari air di dalam gelas. Bila petunjuk Rasulullah saw ini kita kembangkan, maka kita harus menjauhkan dari hal-hal yang menjadikan bahan makanan kita mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan tubuh kita.————— Menutup tempat makanan——— عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ غَطُّوا الْإِنَاءَ وَأَوْكُوا السِّقَاءَ فَإِنَّ فِي السَّنَةِ لَيْلَةً يَنْزِلُ فِيهَا وَبَاءٌ لَا يَمُرُّ بِإِنَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ غِطَاءٌ أَوْ سِقَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ وِكَاءٌ إِلَّا نَزَلَ فِيهِ مِنْ ذَلِكَ الْوَبَاءِ Dari Jabir bin ‘Abdullah ia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tutuplah bejana-bejana, dan ikatlah tempat-tempat minuman, karena di suatu malam pada setiap tahunnya akan ada wabah penyakit (berbahaya) yang akan jatuh ke dalam bejana dan ketempat-tempat air yang tidak tertutup.” (HR Muslim)————- Makanan dan minuman yang terbuka sangat mudah terkena debu ataupun dimasuki binatang-binatang pembawa kuman, seperti lalat, cicak dan lain-lainnya. Anjuran Rasulullah saw untuk menutup makanan agar tidak kemasukan kuman sangat jelas di dalam hadits ini.———– 4- Makan Buah-buahan——- عَنْ سَعْدٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ جَعْفَرٍ قَالَ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ الرُّطَبَ بِالْقِثَّاءِ Dari sa’d, bahwasannya ia berkata, “Aku mendengar Abdullah bin Ja’far berkata, “Aku melihat Nabi saw makan kurma segar dengan qitsa` (sejenis mentimun).”———– Pola Hidup Bersih—— 1- Menjaga kebersihan gigi dengan bersiwak———- عَنْ أَنَسٌ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْثَرْتُ عَلَيْكُمْ فِي السِّوَاكِ Dari Anas, bahwasannya ia berkata, “Rasulullah saw bersabda: “Aku telah terlalu sering memperingatkan kalian untuk selalu bersiwak.” (HR al- Bukhari)——- عَنْ حُذَيْفَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ. dari Hudzaifah berkata, “Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bangun di malam hari, beliau membersihkan mulutnya dengan siwak.” (HR al- Bukhari dan Muslim)——— عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلَاةٍ Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sekiranya tidak memberatkan ummatku atau manusia, niscaya aku akan perintahkan kepada mereka untuk bersiwak (menggosok gigi) pada setiap kali hendak shalat.” (HR al-Bukhari dan Muslim)———- Mulut adalah rongga tempat mengolah makan pertama kali. Karena itu di dalam mulut sering ada sisa-sisa makanan. Sisa-sisa ini akan menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya penyakit apabila tidak dibersihkan. Anjuran Rasulullah saw untuk bersiwak (gosok gigi) menunjukkan perhatian beliau yang sangat tinggi terhadap kesehatan————– 2- Menjaga kebersihan tubuh—————– عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَشْرٌ مِنَ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَالاِسْتِنْشَاقُ بِالْمَاءِ وَقَصُّ الأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الإِبِطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ . يَعْنِى الاِسْتِنْجَاءَ بِالْمَاءِ. قَالَ زَكَرِيَّا قَالَ مُصْعَبٌ وَنَسِيتُ الْعَاشِرَةَ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ الْمَضْمَضَةَ. Dari Aisyah dia berkata, “Rasulullah saw bersabda: “Ada sepuluh perkara dari fitrah; mencukur kumis, memanjangkan jenggot, bersiwak, beristinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung), memotong kuku, bersuci dengan air, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan dan beristinja’ dengan air.” Zakariya berkata, Mush’ab berkata, “Dan aku lupa yang kesepuluh, kemungkinan adalah berkumur-kumur.” (HR Muslim)————- Di dalam riwayat lain,————— عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْفِطْرَةُ خَمْسٌ أَوْ خَمْسٌ مِنْ الْفِطْرَةِ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْإِبِطِ وَقَصُّ الشَّارِبِ dari Abu Hurairah dari Nabi saw, beliau bersabda: “Fithrah itu ada lima, atau ada lima fithrah yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur kumis.”—- Baik dalam lima atau yang sepuluh hal di dalam hadits di atas semuanya mengajarkan kebersihan tubuh. Dan kebersihan tubuh akan menjauhkan seseorang dari kuman yang menyebabkannya menjadi sakit.– 3- Kebersihan air—————- عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ ثُمَّ يَغْتَسِلُ مِنْهُ Dari Abu Hurairah dari Nabi saw, beliau bersabda: “Janganlah salah seorang di antara kalian kencing di air yang menggenang kemudian dia mandi darinya.” (HR al-Bukhari dan Muslim)————— Air kencing mengandung banyak zat-zat beracun yang dikeluarkan dari dalam tubuh. Jika seseorang kencing di dalam air yang menggenang dan tidak mengalir lalu mandi dengan air itu, maka artinya ia mandi dengan air yang mengandung banyak zat yang berbahaya bagi tubuhnya. Tindakan ini bisa berakibat buruk bagi kesehatan seseorang.———– Berolah raga————- Di antara beberapa cabang olah raga yang dilakukan pada masa Rasulullah saw adalah sebagai berikut;— Panahan——- عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَقُولُ { وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ } أَلَا إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ أَلَا إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ أَلَا إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ Dari ‘Uqbah bin ‘Amir berkata, “Saya pernah mendengar Rasulullah saw menyampaikan ketika beliau di atas mimbar: ‘(Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi) ‘ (Al Anfaal: 60), ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah.” (HR Muslim)—— عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَابَقَ بِالْخَيْلِ الَّتِي قَدْ أُضْمِرَتْ مِنْ الْحَفْيَاءِ وَكَانَ أَمَدُهَا ثَنِيَّةَ الْوَدَاعِ وَسَابَقَ بَيْنَ الْخَيْلِ الَّتِي لَمْ تُضْمَرْ مِنْ الثَّنِيَّةِ إِلَى مَسْجِدِ بَنِي زُرَيْقٍ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ فِيمَنْ سَابَقَ بِهَا Berkuda———– Dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengadakan lomba pacuan kuda yang telah mengkabarkan kepada kamilah dilatih dari Haifa sampai ke Tsaniyatul Wada’, dankuda yang belum dilatih dari Tsaniyah hingga Masjid Bani zurai’. Dan Ibnu’Umar sendiri turut dalam perlombaan itu.” (HR Muslim)———- Gulat————– عَنْ عَلِيِّ بْنِ رُكَانَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رُكَانَةَ صَارَعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَرَعَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رُكَانَةُ dari Ali bin Rukanah, bahwsannya ia berkata, “Rukanah pernah menggulat (membanting) Nabi saw, lalu Nabi saw ganti membanting rukanah. (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi)———

September 24, 2016 Edy Methek 1

bagaimana dan cara apa, agar gaya HIDUP dan rahasia hidup […]

ISLAM telah MENGATUR hidup MANUSIA mulai TIDUR, bangun TIDUR, makan, minum, sampai TIDUR lagi ….. hidup, mengatur pola HIDUP dengan ITTIBA’ / mencontoh RASUL —————————- Setidaknya ada 10 cara menjaga kesehatan ala Rasulullah yang sudah dikenal di masyarakat, tak hanya umat Islam bahkan orang yang beragama lain. Banyak dari mereka telah mempraktikkan pola-pola gaya hidup sehat yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Apa saja, ya? Dilansir dari berbagai sumber, berikut uraiannya untuk kamu.———— 1. Di pagi hari, Rasulullah biasa menggunakan siwak. Siwak telah diteliti sangat bermanfaat menjaga kesehatan mulut dan gigi.————- 2. Nabi Muhammad SAW biasa sarapan dengan segelas air dan dicampur madu. Ternyata dengan rutin meminumnya bisa melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.———- 3. Jelang dhuha (sekitar pukul 08.00 WIB), Rasul memakan 7 butir kurma yang sudah matang. Kurma bermanfaat untuk menetralisir racun dalam tubuh (detoksifikasi).———– 4. Di sore hari, Nabi Muhammad SAW suka ngemil roti yang diolesi cuka campur minyak zaitun. Dua bahan ini ternyata mencegah kanker dan menghancurkan kolesterol.———– 5. Malam hari, Rasulullah menyantap sayur mayur. Wah, kalau sayur sudah tidak usah disebutkan lagi khasiatnya, ya. Banyak banget.——— 6. Setelah makan malam, Nabi Muhammad SAW tidak langsung tidur. Beliau beraktifitas, entah membaca Alquran atau bercengkrama dengan keluarga dan sahabat. Ini supaya makan malamnya tercerna dengan baik.————- 7. Makanan lain yang sering disantap Rasul yakni roti dengan kuah daging, sayur-sayuran dingin seperti labu air atau mentimun, buah anggur, dan susu. ————- 8. Olahraga dan banyak gerak. Cara beliau olahraga juga gak ngotot banget seperti joging, angkat beban, dan lain-lain. Cukup bermain bersama anak serta cucunya. Rasulullah juga sering mengadakan lomba lari dengan mereka. Pada suatu riwayat, Nabi Muhammad SAW pernah mengajak istrinya, Aisyah, lomba lari supaya badan tidak lemas dan tetap sehat.———— 9. Jika tidak ada kepentingan Rasulullah tidak akan begadang. Namun jika diharuskan begadang untuk kepentingan umat Islam, beliau banyak minum air putih.————– 10. Pola hidup sehat Rasulullah ini ternyata serupa dengan irama biologi (circadian rhytme) yakni siklus pencernaan manusia yang kerap dianjurkan oleh pakar kesehatan dunia. Keren, kan? Yuk ah kita coba hidup sehat ala Nabi Muhammad SAW ini.————- ===========================- Tidak diragukan, Islam adalah agama yang mengajarkan hidup sehat. Jika selama ini ada slogan yang terkenal “pencegahan lebih baik dari pengobatan,” ternyata sejak empat belas abad yang lalu aplikasi dari slogan itu telah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tanamkan kepada para shahabatnya. Mari perhatikan hal-hal berikut:——— a) Menjaga kebersihan dan kesucian:———- { وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ} [المدثر: 4] “Dan pakaianmu bersihkanlah.” (QS. Al Mudatstsir: 4).————– Muhammad bin Sirin rahimahullah berkata: { وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ } أي: اغسلها بالماء. “Maksud “Dan pakaianmu bersihkanlah” adalah basuhlah dengan air.”———— Ibnu Zaid rahimahullah berkata: كان المشركون لا يتطهرون، فأمره الله أن يتطهر، وأن يطهر ثيابه. “Dahulu orang-orang musyrik kebiasaan mereka tidak bersuci, maka Allah memerintahkan agar bersuci dan membersihkan pakaiannya.” (Lihat tafsir Al Quran Al Azhim).———– Berkata Ibnu Katsir rahimahullah: “Ini adalah pendapat yang dipilih oleh Ibnu Jarir, ayat ini mencakup seluruh perkara itu bersamaan dengan kesucian hati.” Lihat kitab Tafsir Al Quran Al Azhim di dalam ayat ini.———- عَنْ أبي مالِكٍ الأشْعَريِّ – رضي الله عنه – قالَ :قالَ رسولُ الله – صلى الله عليه وسلم – : (( الطُّهورُ شَطْرُ الإيمانِ ،)). رواه مسلم “Abu Malik Al Asy‘ary radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bersuci adalah setengah dari keimanan” HR. Muslim————– Ibnu Al Atsir rahimahullah berkata, لأنَّ الإيمانَ يُطهِّر نجاسةَ الباطن والطَّهورَ يُطهِّر نجاسة الظاهر “Karena keimanan membersihkan kotorannya batin dan bersuci dengan air membersihkan kotoran lahir.” (Lihat kitab An Nihayah Fi Gharib Al Hadits).————– عن ابن عمر رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال: طهروا هذه الأجساد طهركم الله فإنه ليس عبد يبيت طاهرا إلا بات معه ملك في شعاره لا ينقلب ساعة من الليل إلا قال : اللهم اغفر لعبدك فإنه بات طاهرا. “Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bersihkanlah jasad-jasad ini semoga Allah membersihkan kalian, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba bermalam suatau malam dalam keadaan suci melainkan seorang malaikat akan bermalam bersamanya di dalam selimutnya, tidaklah dia bergerak pada suatu waktu dari malam melainkan malaikat itu berdoa: “Wahai Allah, ampunilah untuk hamba-Mu sesungguhnya dia tidur malam dalam keadaan suci.” (HR. Ath Thabrani dan dihasankan oleh Al Albani di dalam kitab shahih Al Jami’, no. 3936).————– b) Mandi عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه و سلم قال « حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ أَنْ يَغْتَسِلَ فِى كُلِّ سَبْعَةِ أَيَّامٍ يَوْمًا يَغْسِلُ فِيهِ رَأْسَهُ وَجَسَدَهُ» “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wajib bagi setiap muslim untuk mandi di setiap tujuh hari, sehari dia membasuh kepada dan badannya di dalamnya.” (HR. Ibnu Hibban dan Bukhari).——- Maksud hadits adalah: suatu kelaziman dan keharusan bagi setiap muslim minimal dalam seminggu dia harus mandi membersihkan kotoran di tubuhnya dan kepalanya, dan yang dimaksud sehari disini adalah hari Jumat sebagaimana dalam beberapa riwayat seperti riwayat Imam Ahmad dan Ath Thahawy.— c) Menghilangkan kotoran, bakteri dan kuman dengan memotong kuku, menghabiskan bulu ketiak, bulu kemaluan, berkhitan, menipiskan kumis———— عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « الْفِطْرَةُ خَمْسٌ – أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ – الْخِتَانُ وَالاِسْتِحْدَادُ وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَقَصُّ الشَّارِبِ» “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Fitrah ada lima atau lima perkara dari fitrah; berkhitan, menghabiskan bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan menipiskan kumis.” (HR. Bukhari dan Muslim).— Makna fitrah di dalam hadits adalah: asli penciptaan, agama, dan sunnah (syariat Islam).——- Imam An Nawawi rahimahullah berkata, . قَالَ النَّوَوِيّ وَتَفْسِير الْفِطْرَة هَاهُنَا بِالسُّنَّةِ هُوَ الصَّوَاب؛ لأنَّهُ وَرَدَ فِي رِوَايَة مِنْ السُّنَّة قَصُّ الشَّارِب وَنَتْف الإبِط وَتَقْلِيم الأظْفَار، وَأَصَحُّ مَا فُسِّرَ بِهِ غَرِيب الْحَدِيث تَفْسِيره بِمَا جَاءَ فِي رِوَايَة أُخْرَى اِنْتَهَى. “Tafsiran Al Fithrah dengan makna As Sunnah adalah pendapat yang benar, karena diriwayatkan dari sunnah bahwa menipiskan kumis, mencabut bulu ketiak atau memotong kuku-kuku, dan tafsiran yang paling benar di dalam menfsirkan kata-kata yang sing di dalam hadits adalah dengan riwayat lain.” Lihat kitab Hasyiyah As Suyuthi atas kitab Sunan An Nasai.—————— Maksudnya adalah siapa yang mengerjakan 5 hal ini maka dia dia atas keaslian yang Allah ciptakan atasnya dan perintahkan kepadanya, berkata As Suyuthi rahimahullah: وَقَالَ أَبُو شَامَة أَصْل الْفِطْرَة الْخِلْقَة الْمُبْتَدَأَة ، وَالْمُرَاد بِهَا هُنَا أَنَّ هَذِهِ الأشْيَاء إِذَا فُعِلَتْ اِتَّصَفَ فَاعِلُهَا بِالْفِطْرَةِ الَّتِي فَطَرَ الله الْعِبَاد عَلَيْهَا وَحَثَّهُمْ عَلَيْهَا وَاسْتَحَبَّهَا لَهُمْ لِيَكُونُوا عَلَى أَكْمَل الصِّفَات وَأَشْرَفهَا صُورَة “Berkata Abu Syamah: asal kata fithrah adalah ciptaan yang asal, dan maksudnya di dalam hadits ini adalah bahwa perkara ini jika dilakukan maka pelakunya telah bersifat fitrah yang Allah fithrahkan kepada hamba-hamba-Nya, dan perintahkan serta anjurkan untuk itu kepada mereka agar mereka berada dalam sifat yang sempurna dan rupa yang paling mulia.” Lihat kitab Hasyiyah As Suyuthi atas kitab Sunan An Nasai.————— dst

September 24, 2016 Edy Methek 1

ISLAM telah MENGATUR hidup MANUSIA mulai TIDUR, bangun TIDUR, makan, […]

berbagai MAKANAN dan KHASIATnya yg termuat dalam AYAT Allah dan HADITS ——————————————- Dalam Al quran beberapa makanan dan minuman disebutkan langsung oleh Allah dan disebut sebagai makanan yang baik dan halal, bahkan diantaranya juga disebut sebagai makanan dan minuman yang kelak ada di surga yang dihidangkan pada orang-orang beriman. Begitu juga di dalam hadits nabi beberapa makanan dan minuman disebutkan memeberikan manfaat bagi kesehatan tubuh manusia.Bagaimana pun, Al quran dan hadits adalah pedoman hidup bagi orang Islam, dan meyakini kebenarannya adalah wujud iman seorang mu’min. ———— 1. AIR ZAM-ZAM —————— Air zam-zam memang terkenal sebagai air yang paling diberkati dan dapat mengobati berbagai jenis penyakit dengan izin Allah. Dalam sebuah hadits shahih, Nabi SAW menyebutkan:———- “Sesungguhnya air zam-zam adalah air yang diberkahi, air tersebut adalah makanan yang mengenyangkan.”————- Dianjurkan bagi setiap mukmin menikmati air tersebut jika memang mudah memperolehnya. Air tersebut juga bisa digunakan untuk berwudhu. Air tersebut bisa digunakan untuk beristinja ‘(membersihkan kotoran setelah buang air). Air tersebut juga bisa digunakan untuk mandi junub jika memang ada kebutuhan untuk menggunakannya.————– 2. KURMA———- Kurma banyak disebut di dalam al-Quran, diantaranya dalam surah Mukminah ayat 19: “Kemudian Kami tumbuhkan karenanya kebun kurma dan anggur untuk kamu. Disana kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebagian kamu makan”————- Kurma adalah “energi instan” karena mudah diserap dan diproses. Ia juga mengandung kandungan serat yang tinggi (3 kali lebih tinggi dari pisang).———- Nabi s.a.w. pernah bersabda: “Rumah yang tidak ada kurma adalah rumah yang tidak ada makanan” Sabda Nabi yang lain: “Siapapun yang memakan 7 biji tamar ‘Ajwah’, dia akan terkendali dari kejutan setan dan sihir pada hari tersebut”————– Khasiat kurma adalah sebagai penguat memori, penawar racun dan obat berbagai penyakit.——- 3. BUAH TIN——————– Buah tin juga sangat bermanfaat bagi umat manusia seperti yang dijelaskan dalam surah At-Tin (surah ke 95 dalam Al-Quran) dimana Allah telah bersumpah atas nama buah tin dan buah zaitun.——– Antara khasiat buah tin termasuk menghilangkan racun, mengurangi batuk yang berkepanjangan membersihkan hati dan mengurangi lendir di usus. Buah tin yang kering ditemukan memasok 6 kali lebih kalori dari jenis basah (segar). Pengeringan buah kaleng telah mengakibatkan pemekatan nutrisi di dalamnya dimana ianya menjadi lebih kaya dengan berbagai mineral dan zat mineral, tetapi rendah sodium.————– 4. ZAITUN————— Pohon zaitun ada disebut dalam Al-Quran, dalam surah An-Nur ayat ke-35.——— Semenjak 1.400 tahun yang lalu, Muhammad telah menyarankan umat Islam agar menggunakan minyak zaitun untuk kesehatan dan perawatan tubuh, di mana Baginda S.A.W. sendiri menggunakannya sebagai minyak rambut.————– Menurut penelitian, ia dikatakan dapat mengurangi risiko penyakit kanker dan sakit jantung, merupakan sejenis antioksidan dan digunakan sebagai produk kecantikan sejak berabad lamanya.——– 5. BIJI HITAM (HABATUSSAUDA)——— Dilaporkan bahwa Nabi s.a.w. pernah bersabda: “Jadi seperti biji habb al-sauda karena biji ini obat semua penyakit kecuali mati”———– Adalah dilaporkan juga bahwa Allah Taala menunjukkan bahwa habatussauda itu menghilangkan angina dalam usus dan demam, juga mengobati ‘leukoderma’ dan menghilangkan penyakit flu.———– 6. MADU LEBAH———— Memiliki berbagai khasiat dan dianggap ibu segala makanan. Bila dicampur air panas, dapat mengobati penyakit diare.———- Sabda Nabi s.a.w .: “Demi Allah yang aku dalam genggamanNya, minumlah madu. Malaikat akan memohon rahmat pada penghuni rumah yang ada madu di dalamnya. Jika seseorang makan madu, seribu obat masuk ke perutnya dan sejuta penyakit keluar darinya”———– Rasulullah sendiri mengamalkan minuman madu; dicampurkan madu dengan segelas air dan minum setiap pagi ketika perut kosong.———– Madu yg paling berkualitas adalah madu yang dikeluarkan dalam musim semi dan musin panas, tetapi kurang berkualitas ketika diproduksi di musim dingin.————- 7. DELIMA———– Allah menyebut buah delima (Rumman) sebanyak 3 kali di dalam ayatNya untuk menunjukkan betapa hebatnya penciptaan Allah itu dan ia juga disebut sebagai buah dari surga.———– Dalam Surah ar-Rahman, ayat 68 Allah berfiman: “Di dalam keduanya (surga) juga ada buah-buahan dan pohon kurma dan delima”———– Ada banyak penelitian dilakukan yang mana membuktikan delima bagus sebagai antioksidan, mencegah sakit jantung dan mampu menstabilkan tekanan darah.———— 8.SUSU KAMBING—————— Rasulullah s.a.w pernah bersabda:———- “Akan tiba suatu masa di mana kambing adalah sebaik-baik harta bagi orang Islam. Orang Islam akan memeliharanya di puncak-puncak bukit dan di lembah-lembah, hidup terisolasi dari masyarakat demi memelihara agama dari ditimpa bencana ”———– Menurut penelitian, susu kambing mampu membantu masalah seperti asma, rematik, demam kuning, insomnia dan memperkuat tulang. Khasiatnya dikatakan lebih baik dari susu sapi dan hampir menyamai ASI.————- 9. ZA’FARON / Safron—————- Terlalu banyak dalam kitab menyatakan bahwa Za’faran sangat baik untuk kecerdasan pikiran. Dalam kitab Tibbul Imama A’li, halaman 381, Saiyidina Ali (k.w) menyatakan dengan maksudnya:——- “Siapapun yg mengambil bagian Za’faran murni dan Su’dun satu bagian dicampur dengan ‘asal (madu), diminum sebanyak dua misqal (dua sudu) pada setia hari, maka dia dikagumi tentang ingatannya sehingga dituduh melakukan zihir”————- Za’faron ini memiliki banyak khasiat lain, antaranya epilepsi, penyakit hati, demam, impotensi serta melancarkan pengaliran darah.———— 10. BARLI————– Barley berkhasiat sebagai pendingin tubuh.————— Rasulullah s.a.w. pernah memberi sup gandum kepada orang yang mengidap demam. Selain dari itu juga dapat mengurangi kolesterol, melawaskan kencing, membantu sembelit dan mengurangi risiko diabetes (tetapi jangan campurkan dengan gula).————– 11. ROTI———— Roti yang paling bagus adalah yang terbuat dari gandum (karena mudah dicerna). Idealnya, roti dibiarkan dingin dahulu sebelum dimakan, jika tidak, kita akan merasa haus ketika memakannya Sementara, roti yang lama dan tidak elok akan menyebukan perut———— Nabi s.a.w. bersabda:—– “Jangan potong roti dengan isau. Hormatilah roti itu dengan memotong dgn tanganmu karena Allah menghormati roti itu”———– 12. HALIA————- Jahe disebut dalam ayat alQuran (ayat17, Surah Al-Insan) firman Allah Ta’ala yang artinya:— “Dan mereka dalam surga itu diberi dari sejenis minuman yang campurannya zanjabil ‘.—– Khasiatnya membantu pencernaan dan pemanasan. Jahe juga dikatakan mampu meredakan rasa mual, penyakit sendi dan membantu distribusi darah.———- 13. HALBA————— Nabi s.a.w. pernah bersabda:———- “Jika umatku tahu apa yang ada pada hulbah, mereka pasti membeli dan membayarnya dengan emas”.— Antara khasiat hulbah membantu aliran menstruasi dan berguna untuk menyembuhkan sakit perut (mulas). Wanita arab suka mengambil Fenugreek ni untuk cantikkan buah dada. Bagi ibu yang menyusui, Fenugreek menambahkan susu badan. Fenugreek juga dapat membantu mengurangi gula, menurunkan kolesterol, mengurangi batuk kronis, pembengkakan gusi dan sebagai makanan pembuka.—- 14. CUKA APEL————- Cuka apel mengandung berbagai khasiat dan dikatakan menjadi tonik kesehatan bagi masyarakat Yunani. Cuka apel adalah cuka yang dihasilkan dari proses farmentasi buah apel.——– Nabi sangat menyukai cuka dan kadangkala mengamalnya bersama roti, sabdanya:— “Allah menempatkan keberkahan dalam cuka, itu telah digunakan oleh para nabi sebelum aku”– Ini dikatakan dapat menghilangkan kelesuan, mengobati penyakit hati, memecahkan lemak di badan, melancarkan darah dan mengurangi stress.——- 15. TIMUN————- Dari Abdullah bin Jaafar, diriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w. pernah memakan mentimun bersama kurma. Dengan mengambil mentimun bersama kurma, ia bisa menghilangkan dahaga dan mengurangi rasa panas tubuh. Selain itu, sifat mentimun yang segar, enak dimakan bersama kurna yang manis.—- Timun bersifat dingin dan udara, sedangkan kurma bersifat panas dan kering. Maka suhu tubuh akan menjadi seimbang. Disini Nabi mengajarkan kita, ketika kita mengambil makanan yang panas, seimbangkan kembali suhu tubuh dengan makanan yang dingin.————– Selain itu, mentimun juga mengandung vitamin C yang mampu meredakan radang kulit dan juga mengandung silika. Silika merupakan unsur penting yang diperlukan untuk menjamin kesehatan sistem saraf yang melibatkan otot, tendon, ligamen dan tulang————– 16. DAGING KAMBING——————– Daging kambing adalah makanan favorit Rasulullah. Negara barat selalu mengembang-gemborkan keburukan daging kambing, tetapi kenyataannya ia memiliki banyak kelebihan.————— Berdasarkan penelitian daging kambing adalah daging yang paling baik untuk jantung, mengurangi darah tinggi dan obesitas, mempercantik kulit dan juga mengurangi stress.—————- 17. TEMBIKAI—————- Abu Daud dan Tirmizi meriwayatkan bahwa Aisyah pernah berkata, “Rasulullah pernah memakan buah semangka bersama dengan buat tamar basah.”————- Semangka mengandung 92 persen air dan 8 persen gula serta mengandung antioksidan yang disebut lycopene yang mampu mencegah dari berbagai penyakit terutama kanker.———— Nabi juga mengatakan wanita hamil yang mengandung tidak akan gagal melahirkan anak yang baik dari segi karakter dan wajahnya.——— 18. ANGGUR—————- Di dalam surah Ar-Rad, ayat 4 Allah berfirman:——– “Dan di bumi ada bahagian2 yg berdampingan, kebun-kebun anggur, tanaman2, pohon kurma yg bercabang dan yg tidak bercabang; disirami dgn air yg sama, tetapi Kami lebihkan tanaman yg satu dari yg lainnya dalam hal rasanya. Sungguh, pada yang demikian itu trdpt tanda2 (kebesaran Allah) bagi org2 yg mengerti ”——- Anggur dikatakan memiliki berbagai khasiat, diantaranya mengurangi peradangan, mencegah penyakit pikun, melancarkan perjalanan darah dan membersihkan perut.———– 19. JAMUR————- Drpd Said bin Zaid bin Amru bin Nufail r.a katanya: Aku pernah mendengar Nabi s.a.w bersabda:— “Jamur adalah sejenis Manna (satu anugerah yg sgt istimewa) dan dapat mengobati mata”———- Jamur bukan shj sejenis makanan yg enak, malahan memiliki berbagai khasiat dan diakatakan menjadi obat herbal sejak zaman dulu lagi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dikatakan dapat meningkatkan system kekebalan tubuh (terutama bagi pasien kanker), juga berperan melawan allergik dan radang.———– 20. LABU————– Dari Hadis Anas bin Malik r.a:——– Seorang tukang jahit telah mengundang Rasulullah s.a.w untuk menghadiri suatu jamuan makan. Anas bin Malik berkata: Aku pergi bersama Rasulullah s.a.w menghadiri jamuan makan tersebut. Dia menghampiri Rasulullah s.a.w dan menyajikan roti dari gandum serta kuah berisi buah labu dan daging bakar. Anas berkata: Aku melihat Rasulullah s.a.w mencari-cari buah labu dari dalam sahfah tersebut yaitu sebuah wadah makanan yang memuat makanan cukup untuk lima orang “.———- Selain kurma, Nabi juga menggemari labu. Ia dikatakan memiliki berbagai nutrisi dan zat yg baik utk tubuh, terutama bagi penderita rabun malam dan diabetik. Ia juga berkhasiat untuk mengontrol nafsu makan, mengobati maslah kecacingan dan mencegah pembentukan batu ginjal.———- 21. GARAM————- Amalan Rasulullah S.A.W memakan sedikit garam sebelum dan setelah makan kini dibuktikan oleh sains bahwa kebiasaan ini menambahkan efektivitas perut untuk mencerna makanan dan menghindarkan perut dari menyerap racun.————– Dari Abdullah Bin Umar, sabda Nabi s.a.w .:—— “Sesungguhnya Allah menurunkan empat hal berkat (memiliki kebaikan) dari langit (melalui hujan) ke bumi yaitu beis, api, air dan garam”————- Hadis Riwayat Al-Baghawiy dalam tafsirnya:——— Dari Anas bin Malik, Nabi bersabda “Penghulu segala lauk pauk kamu adalah garam.”———

September 17, 2016 Edy Methek 1

berbagai MAKANAN dan KHASIATnya yg termuat dalam AYAT Allah dan […]

turunnya FIRMAN ALLAH PERTAMA KALI ….. MUHAMMAD MENJADI RASULULLAH —————— Telah menceritakan kepada kami Abu ath-Thahir Ahmad bin Amru bin Abdullah bin Amru bin Sarh telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb dia berkata, telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dia berkata, telah menceritakan kepada kami Urwah bin az-Zubair bahwa Aisyah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, telah mengabarkan kepadanya bahwa, dia berkata, “Wahyu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang pertama kali terjadi adalah dalam bentuk mimpi yang benar dalam tidur beliau. Tidaklah beliau mendapati mimpi tersebut melainkan sebagaimana munculnya keheningan fajar subuh, kemudian beliau suka menyepi sendiri. Beliau biasanya menyepi di gua Hira’. Di sana beliau menghabiskan beberapa malam untuk beribadah kepada Allah sebelum kembali ke rumah. Untuk tujuan tersebut, beliau membawa sedikit perbekalan. (Setelah beberapa hari berada di sana) beliau pulang kepada Khadijah, mengambil perbekalan untuk beberapa malam. Keadaan ini terus berlarut, sehingga beliau dibawakan wahyu ketika beliau berada di gua Hira’. Wahyu tersebut disampaikan oleh Malaikat Jibril dengan berkata, ‘Bacalah wahai Muhammad! ‘ Beliau bersabda: “Aku tidak pandai membaca.” Rasulullah bersabda: “Lalu malaikat memegang dan memelukku erat-erat, ketika aku merasakan kepayahan ia pun melepasku. Kemudian dia berkata, ‘Bacalah wahai Muhammad! ‘ Beliau bersabda: ‘Aku lalu menjawab, ‘Aku tidak bisa membaca’. Beliau melanjutkan: ‘Jibril kemudian memegang dan memelukku erat-erat lagi, hingga ketika aku merasakan kepayahan ia pun melepasnya kembali. Kemudian ia berkata, ‘Bacalah wahai Muhammad! ‘ Beliau bersabda: “Aku lalu menjawab: ‘Aku tidak pandai membaca.’ Beliau melanjutkan: ‘Jibril kembali memegang dan memelukku erat-erat, sehingga ketika aku merasakan kepayahan, ia pun melepaskanku. Kemudian dia membaca firman Allah: ‘(Bacalah wahai Muhammad dengan nama Rabbmu yang menciptakan sekalian makhluk. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah, bacalah, dan Rabbmu Yang Maha Pemurah yang mengajar manusia melalui pena. Dia mengajar manusia sesuatu yang tidak diketahui) ‘ (Qs. Al ‘Alaq: 1-5). Setelah kejadian itu beliau pulang dalam keadaan ketakutan hingga menemui Khadijah, seraya beliau berkata: ‘Selimutilah aku! Selimutilah aku.’ Lalu Khadijah memberi beliau selimut hingga hilang rasa gementar dari diri beliau. Beliau kemudian bersabda kepada Khadijah: ‘Wahai Khadijah! Apakah yang telah terjadi kepadaku? ‘ Beliau pun menceritakan seluruh peristiwa yang telah terjadi. Beliau bersabda lagi: ‘Aku benar-benar khawatir pada diriku.’ Khadijah terus menghibur beliau dengan berkata, ‘Janganlah begitu, bergembiralah! Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu, selama-lamanya. Demi Allah! Sesungguhnya, kamu telah menyambung tali persaudaraan, berbicara jujur, memikul beban orang lain, suka mengusahakan sesuatu yang tidak ada, menjamu tamu dan sentiasa membela faktor-faktor kebenaran.’ Khadijah beranjak seketika menemui Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza, sepupu Khadijah. Dia pernah menjadi Nashrani pada zaman Jahiliyah. Dia suka menulis dengan tulisan Arab dan cukup banyak menulis kitab Injil dalam tulisan Arab. Ketika itu dia telah tua dan buta. Khadijah berkata kepadanya, ‘Paman! (Paman adalah panggilan yang biasa digunakan oleh bangsa Arab bagi sepupu dan sebagainya karena menghormati mereka atas dasar lebih tua) Dengarlah cerita anak saudaramu ini.’ Waraqah bin Naufal berkata, ‘Wahai anak saudaraku! Apakah yang telah terjadi? ‘ maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan semua peristiwa yang beliau telah alami. Mendengar peristiwa itu, Waraqah berkata, ‘Ini adalah undang-undang yang dahulu pernah diturunkan kepada Nabi Musa. Alangkah baik seandainya aku masih muda di saat-saat kamu dibangkitkan menjadi Nabi. Juga alangkah baik kiranya aku masih hidup di saat-saat kamu diusir oleh kaummu.’ Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menegaskan: ‘Apakah mereka akan mengusirku? ‘ Waraqah menjawab, “Ya, tidaklah setiap Nabi yang bangkit membawa tugas sepertimu, melainkan pasti akan dimusuhi. Seandainya aku masih hidup di zamanmu, niscaya aku akan tetap menolong dan membelamu’.” Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi’ telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dia berkata, az-Zuhri berkata, Dan telah mengabarkan kepada kami Urwah dari Aisyah bahwa dia berkata, “Wahyu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang pertama kali terjadi adalah…lalu dia melansirkan hadits seperti hadits Yunus, hanya saja dia berkata, “Demi Allah, Allah tidak akan membuatmu sedih selamanya.” Dan dia berkata, “Khadijah berjakah, ‘Wahai pamanku, dengarkan dari anak saudaramu ini’.” Dan telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Syu’aib bin al-Laits dia berkata, telah menceritakan kepada kami bapakku dari kakekku dia berkata, telah menceritakan kepada kami Uqail bin Khalid berkata Ibnu Syihab saya mendengar Urwah bin az-Zubair berkata, Aisyah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Lalu beliau kembali pada Khadijah dalam keadaan hatinya ketakutan, ” lalu menceritakan hadits seperti hadits Yunus dan Ma’mar. Hanya saja dia tidak menyebutkan awal dari hadits keduanya, “Wahyu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang pertama kali terjadi adalah mimpi yang benar.” Dan dia mengikuti perkataan Yunus, “Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selamanya.” Lalu dia menyebutkan perkataan Khadijah, “Wahai pamanku, dengarkan dari anak saudaramu.” (HR MUSLIM N0.232) —————— Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam. Bagi Muslim, Al-Quran merupakan firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril dengan lafal dan maknanya. Al-Qur’an merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW yang sangat berharga bagi umat Islam hingga saat ini. Di dalamnya terkandung petunjuk dan pedoman bagi umat manusia dalam mencapai kebahagiaan hidup baik di dunia maupun akhirat. ——— Bagian-bagian Al-Qur’an ———— Al-Qur’an mempunyai 114 surat, dengan surat terpanjang terdiri atas 286 ayat, yaitu Al Baqarah, dan terpendek terdiri dari 3 ayat, yaitu Al-‘Ashr, Al-Kautsar, dan An-Nashr. Sebagian ulama menyatakan jumlah ayat di Al-Qur’an adalah 6.236, sebagian lagi menyatakan 6.666. Perbedaan jumlah ayat ini disebabkan karena perbedaan pandangan tentang kalimat Basmalah pada setiap awal surat (kecuali At-Taubah), kemudian tentang kata-kata pembuka surat yang terdiri dari susunan huruf-huruf seperti Yaa Siin, Alif Lam Miim, Ha Mim dll. Ada yang memasukkannya sebagai ayat, ada yang tidak mengikutsertakannya sebagai ayat. ——————– Untuk memudahkan pembacaan dan penghafalan, para ulama membagi Al-Qur’an dalam 30 juz yang sama panjang, dan dalam 60 hizb (biasanya ditulis di bagian pinggir Al-Qur’an). Masing-masing hizb dibagi lagi menjadi empat dengan tanda-tanda ar-rub’ (seperempat), an-nisf (seperdua), dan as-salasah (tiga perempat).——— Selanjutnya Al-Qur’an dibagi pula dalam 554 ruku’, yaitu bagian yang terdiri atas beberapa ayat. Setiap satu ruku’ ditandai dengan huruf ‘ain di sebelah pinggirnya. Surat yang panjang berisi beberapa ruku’, sedang surat yang pendek hanya berisi satu ruku’.——— Nisf Al-Qur’an (tanda pertengahan Al-Qur’an), terdapat pada surat Al-Kahfi ayat 19 pada lafal walyatalattaf yang artinya: “hendaklah ia berlaku lemah lembut”.——- ————– Sejarah Turunnya Al-Qur’an ———– Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui berbagai cara, antara lain: 1. Malaikat Jibril memasukkan wahyu itu ke dalam hati Nabi Muhammad SAW tanpa memperlihatkan wujud aslinya. Nabi SAW tiba-tiba saja merasakan wahyu itu telah berada di dalam hatinya. —- 2. Malaikat Jibril menampakkan dirinya sebagai manusia laki-laki dan mengucapkan kata-kata di hadapan Nabi SAW.— 3. Wahyu turun kepada Nabi SAW seperti bunyi gemerincing lonceng.—- Menurut Nabi SAW, cara inilah yang paling berat dirasakan, sampai-sampai Nabi SAW mencucurkan keringat meskipun wahyu itu turun di musim dingin yang sangat dingin. 4. Malaikat Jibril turun membawa wahyu dengan menampakkan wujudnya yang asli.—- Setiap kali mendapat wahyu, Nabi SAW lalu menghafalkannya. Beliau dapat mengulangi wahyu yang diterima tepat seperti apa yang telah disampaikan Jibril kepadanya. Hafalan Nabi SAW ini selalu dikontrol oleh Malaikat Jibril. ———— Al-Qur’an diturunkan dalam 2 periode, yang pertama Periode Mekah, yaitu saat Nabi SAW bermukim di Mekah (610-622 M) sampai Nabi SAW melakukan hijrah. Ayat-ayat yang diturunkan pada masa itu disebut ayat-ayat Makkiyah, yang berjumlah 4.726 ayat, meliputi 89 surat. Kedua adalah Periode Madinah, yaitu masa setelah Nabi SAW hijrah ke Madinah (622-632 M). Ayat-ayat yang turun dalam periode ini dinamakan ayat-ayat Madaniyyah, meliputi 1.510 ayat dan mencakup 25 surat. ——– Ciri-ciri Ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyyah ———— Makkiyah Madaniyyah ———— Ayat-ayatnya pendek-pendek, Ayat-ayatnya panjang-panjang, Diawali dengan yaa ayyuhan-nâs (wahai manusia), Diawali dengan yaa ayyuhal-ladzîna âmanû (wahai orang-orang yang beriman).—– Kebanyakan mengandung masalah tauhid, iman kepada Allah SWT, hal ihwal surga dan neraka, dan masalah-masalah yang menyangkut kehidupan akhirat (ukhrawi), Kebanyakan tentang hukum-hukum agama (syariat), orang-orang yang berhijrah (Muhajirin) dan kaum penolong (Anshar), kaum munafik, serta ahli kitab.—– Ayat Al-Qur’an yang pertama diterima Nabi Muhammad SAW adalah 5 ayat pertama surat Al-‘Alaq, ketika ia sedang berkhalwat di Gua Hira, sebuah gua yang terletak di pegunungan sekitar kota Mekah, pada tanggal 17 Ramadhan (6 Agustus 610). Kala itu usia Nabi SAW 40 tahun. ——- Kodifikasi Al-Qur’an ———— Kodifikasi atau pengumpulan Al-Qur’an sudah dimulai sejak zaman Rasulullah SAW, bahkan sejak Al-Qur’an diturunkan. Setiap kali menerima wahyu, Nabi SAW membacakannya di hadapan para sahabat karena ia memang diperintahkan untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada mereka. Disamping menyuruh mereka untuk menghafalkan ayat-ayat yang diajarkannya, Nabi SAW juga memerintahkan para sahabat untuk menuliskannya di atas pelepah-pelepah kurma, lempengan-lempengan batu, dan kepingan-kepingan tulang. ———— Setelah ayat-ayat yang diturunkan cukup satu surat, Nabi SAW memberi nama surat tsb untuk membedakannya dari yang lain. Nabi SAW juga memberi petunjuk tentang penempatan surat di dalam Al-Qur’an. Penyusunan ayat-ayat dan penempatannya di dalam susunan Al-Qur’an juga dilakukan berdasarkan petunjuk Nabi SAW. Cara pengumpulan Al-Qur’an yang dilakukan di masa Nabi SAW tsb berlangsung sampai Al-Qur’an sempurna diturunkan dalam masa kurang lebih 22 tahun 2 bulan 22 hari. Untuk menjaga kemurnian Al-Qur’an, setiap tahun Jibril datang kepada Nabi SAW untuk memeriksa bacaannya. Malaikat Jibril mengontrol bacaan Nabi SAW dengan cara menyuruhnya mengulangi bacaan ayat-ayat yang telah diwahyukan. Kemudian Nabi SAW sendiri juga melakukan hal yang sama dengan mengontrol bacaan sahabat-sahabatnya. Dengan demikian terpeliharalah Al-Qur’an dari kesalahan dan kekeliruan. ————– Para Hafidz dan Juru Tulis Al-Qur’an —————— Pada masa Rasulullah SAW sudah banyak sahabat yang menjadi hafidz (penghafal Al-Qur’an), baik hafal sebagian saja atau seluruhnya. Di antara yang menghafal seluruh isinya adalah Abu Bakar as-Siddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Talhah, Sa’ad, Huzaifah, Abu Hurairah, Abdullah bin Mas’ud, Abdullah bin Umar bin Khatab, Abdullah bin Abbas, Amr bin As, Mu’awiyah bin Abu Sofyan, Abdullah bin Zubair, Aisyah binti Abu Bakar, Hafsah binti Umar, Ummu Salamah, Ubay bin Ka’b, Mu’az bin Jabal, Zaid bin Tsabit, Abu Darba, dan Anas bin Malik. ——————- Adapun sahabat-sahabat yang menjadi juru tulis wahyu antara lain adalah Abu Bakar as-Siddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Amir bin Fuhairah, Zaid bin Tsabit, Ubay bin Ka’b, Mu’awiyah bin Abu Sofyan, Zubair bin Awwam, Khalid bin Walid, dan Amr bin As. Tulisan ayat-ayat Al-Qur’an yang ditulis oleh mereka disimpan di rumah Rasulullah, mereka juga menulis untuk disimpan sendiri. Saat itu tulisan-tulisan tsb belum terkumpul dalam satu mushaf seperti yang dijumpai sekarang. Pengumpulan Al-Qur’an menjadi satu mushaf baru dilakukan pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, setelah Rasulullah SAW wafat. ———— Kenapa Al-Qur’an Tidak Dibukukan Dalam Satu Mushhaf (Pada Masa Nabi) ————– Pengumpulan Al-Qur’an yang tidak dilakukan secara sekaligus, melainkan melalui beberapa masa, dimana kemudian menjadi suatu mushhaf yang utuh. Di sini kami bertanya: “Kenapa Al-Qur’an pada masa Nabi SAW tidak dikumpulkan dan disusun dalam bentuk satu mushhaf?. Jawabnya adalah: ———– Pertama: Al-Qur’an diturunkan tidak sekaligus, tetapi berangsur-angsur dan terpisah-pisah. Tidaklah mungkin untuk membukukannya sebelum secara keseluruhannya selesai.— Kedua: Sebagian ayat ada yang dimansukh. Bila turun ayat yang menyatakan nasakh, maka bagaimana mungkin bisa dibukukan datam satu buku.——- Ketiga: Susunan ayat dan surat tidaklah berdasarkan urutan turunnya. Sebagian ayat ada yang turunnya pada saat terakhir wahyu tetapi urutannya ditempatkan pada awal surat. Yang demikian tentunya menghendaki perubahan susunan tulisan.———– Keempat: Masa turunnya wahyu terakhir dengan wafatnya Rasululah SAW adalah sangat pendek/dekat. ——- Sebagaimana pembahasan terdahulu bahwa ayat Al-Qur’an yang terakhir adalah: Firman Allah SWT:———- Kemudian Rasulullah SAW berpulang ke rahmatullah setelah sembilan hari dari turunnya ayat tersebut. Dengan demikian masanya sangat relatip singkat, yang tidak memungkinkan untuk menyusun atau membukukannya sebelum sempurna turunnya wahyu. ————- Kelima: Tidak ada motifasi yang mendorong untuk mengumpulkan Al-Qur’an menjadi satu mushhaf sebagaimana yang timbul pada masa Abu Bakar. Orang-orang Islam ada dalam keadaan baik, ahli baca qur’an begitu banyak, fitnah-fitnah dapat diatasi. Berbeda pada masa Abu Bakar dimana gejala-gejala telah ada; banyaknya yang gugur, sehingga khawatir kalau Al-Qur’an akan lenyap. ————— Kesimpulan: Kalau Al-Qur’an sudah dibukukan dalam satu mushhaf, sedangkan situasi sebagaimana yang tersebut di atas, niscaya Al-Qur’an akan mengalami perubahan dan pergantian selaras dengan terjadinya naskh (ralat) atau munculnya sebab disamping perlengkapan menulis tidak mudah didapat. Kondisi tidak akan membantu untuk melepaskan mushhaf yang lebih dahulu dan harus berpegang pada mushhaf yang baru karena tidak mungkin setiap bulan ada satu mushhaf yang mencakup tiap ayat Al-Qur’an yang diturunkan. Namun setelah masalahnya stabil yaitu dengan berakhirnya penurunan, wafatnya Rasul, tidak lagi diralat, dan diketahuinya susunan, maka mungkinlah dibukukan menjadi satu mushhaf. Dan inilah yang dilakukan oleh Abu Bakar r.a. khalifah yang bijaksana, semoga Allah membalas jasanya atas perbuatan beliau dalam mengumpulkan Al-Qur’an beserta orang-orang Islam yang mengikuti jejaknya dengan balasan yang berlipat anda. —————- Beberapa Pertanyaan Sekitar Pengumpulan Al-Qur’an ————— Permasalahan yang mungkin sekali dihadapi dan diapungkan oleh kita Ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab secara terperinci. Secara ringkas kami simpulkan sebagai berikut:—— Pertama: Mengapa Abu Bakar ragu-ragu dalam masalah pengumpulan Al-Qur’an padahal masalahnya sangat baik lagi pula diwajibkan oleh Islam?——— Jawabnya adalah: Abu Bakar khawatir kalau-kalau orang mempermudah dalam usaha menghayati dan menghafal Al-Qur’an, cukup dengan hafalan yang tidak mantap dan khawatir kalau-kalau mereka hanya berpegang dengan apa yang ada pada mushhaf yang akhirnya jiwa mereka lemah untuk menghafal Al-Qur’an. Minat untuk menghafal dan menghayati Al-Qur’an akan berkurang karena telah ada tulisan dan terdapat dalam mushhaf-mushhaf yang dicetak untuk standar membacanya, sedangkan sebelum ada mushhaf-mushhaf mereka begitu mencurahkan kesungguhannya untuk menghafal Al-Qur’an. Dari segi yang lain bahwasanya Abu Bakar Siddiq adalah benar-benar orang yang bertitik-tolak dari batasan-batasan syari’at, selalu berpegang menurut jejak-jejak Rasulullah SW, dimana ia khawatir kalau-kalau idenya itu termasuk bid’ah yang tidak dikehendaki oleh Rasul Karena itulah maka Abu Bakar mengatakan kepada Umar: “Mengapa saya harus mengerjakan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW? Barangkali ia takut terseret oleh ide-ide dan gagasan yang membawanya untuk menyalahi sunnah Rasulullah SAW serta membawa kepada bid’ah. Tetapi tatkala ia menganggap bahwa hal tersebut adalah sangat penting dan pendapat tersebut pada hakikatnya adalah merupakan suatu sarana yang amat penting demi kelestarian kitab Al-Qur’an dan demi terpeliharanya dari kemusnahan dan perubahan, lagi pula ia meyakini bahwa hal tersebut tidaklah termasuk masalah yang menyalahi ketentuan dan bid’ah yang sengaja dibikin-bikin, maka ia bertekad baik untuk mengumpulkan Al-Qur’an. Akhirnya ia bisa memuaskan Zaid mengenai masalah ini sehingga Allah melapangkan dadanya dan Zaid tampil untuk melaksanakan usaha yang amat penting ini. wallahu alam. ————– Kedua: Kenapa Abu Bakar dalam hal ini memilih Zaid bin Tsabit dari shahabat lainnya?.———– Jawabnya adalah: Zaid adalah orang yang betul-betul memiliki pembawaan/kemampuan yang tidak dimiliki oleh shahabat lainnya dalam hal mengumpulkan Al-Qur’an, ia adalah orang yang hafal Al-Qur’an, ia seorang sekretaris wahyu bagi Rasulullah SAW, ia menyamakan sajian yang terakhir dari Al-Qur’an yaitu dikala penutupan masa hayat Rasulullah SAW.——— Disamping itu ia dikenal sebagai orang yang wara’ (bersih dari noda), sangat besar tanggungjawabnya terhadap amanat, baik akhlaknya dan taat dalam agamanya. Lagi pula ia dikenal sebagai orang yang tangkas (IQ-nya tinggi). Demikianlah kesimpulan kata-kata Abu Bakar yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari tatkala ia memanggilnya dengan mengatakan: “Anda adalah seorang pemuda yang tangkas yang tidak kami ragukan. Anda adalah penulis wahyu Rasul”.—— Dengan beberapa sifat dan keistimewaan di atas, Abu Bakar Shiddiq memilih dan menunjuknya sebagai pengumpul Al-Qur’an. Adapun alasan yang menyatakan bahwa Zaid bin Tsabit adalah seorang yang sangat teliti, dapat dilihat dari kata-katanya: “Demi Allah, andaikata saya ditugaskan untuk memindahkan sebuah bukit tidaklah lebih berat jika dibandingkan degan tugas yang dibebankan kepadaku ini”. (Al-Hadits).——

September 3, 2016 Edy Methek 1

turunnya FIRMAN ALLAH  PERTAMA KALI …..  MUHAMMAD MENJADI RASULULLAH —————— […]

Allah SWT telah menjamin bagi siapa yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya ….. kandungannya …… tidak akan tersesat di dunia dan tidak celaka di akhirat, ——————————- dan terdapat dalam firman-Nya: “…. Barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (QS Thaha:123) ————————- Perumpamaan mukmin yg membaca Al-Qur’an: Diriwayatkan dari shahabat Abu Musa Al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah saw bersabda : “ 1. Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah Al-Atrujah, aromanya harum dan rasanya enak. 2. Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah Kurma, yang tidak beraroma sedang rasanya enak dan manis. 3. Perumpamaan orang munafik yang rajin membaca Al-Qur’an adalah seperti buah Raihanah, aromanya wangi sedang rasanya pahit. 4. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti buah Hanzhalah, tidak memiliki aroma dan rasanya pun pahit.” (HR. Bukhari no. 5427, HR. Muslim no. 797) ————————– Berikut 10 Keutamaan membaca Al-Qur’an Menurut Al-Qur’an dan Hadits Shahih : ———————– 1. Memperoleh Pahala Berlipat Ganda Yang Sempurna o Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah SWT dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengaan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah SWT menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari anugerah-Nya. Sesungguhnya Allah SWT Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS Fathiir:29-30) —————- o Rasulullah saw bersabda: ”Barangsiapa yang membaca satu huruf Kitabullah maka ia mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf; lam satu huruf dan mim satu huruf (HR. At-Tirmizi no. 2910). ——————–  Terlebih lagi pada bulan Ramadhan sebagai bulan Al-Qur’an. Tentu, pahalanya berlipat ganda dibandingkan dengan bulan-bulan biasa. ——–  Hadits ini juga menjelaskan perhitungan yang rinci mengenai pahala membaca Al Qur’an. Tiap huruf berpahala 10 kebaikan. Kita mungkin bisa membayangkan apa yang bisa kita beli dengan uang $1.000 Dollar. Tapi, bisakah kita bayangkan apa yang “bisa” kita beli dengan 1.000 kebaikan? Salah satu yang bisa kita “beli” adalah keburukan-keburukan kita. Maksudnya, Allah SWT akan mengikis dosa dan keburukan kita dengan kebaikan-kebaikan yang kita miliki. Firman Allah SWT, “Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. ————————– Sesungguhnyaperbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. ” (QS Hud:114) ————————– 2. Akan mendapat Rahmat, Petunjuk, Keselamatan dan Kasih sayang dari Allah SWT ———————- o Firman Allah SWT: “Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah SWT, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah SWT menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah SWT mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (QS Al-Ma’idah: 15-16). ——————— 3. Sebagai penyembuh dari segala penyakit ——————— o Firman Allah SWT: “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. ” (QS Yunus: 57). “Katakanlah: „Al Qur’an itu adalah petunjuk dan obat penawar bagi orang-orang yang beriman” (QS Fushshilat : 44) ———————— 4. Al-Qur’an akan menjadi penolong di hari kiamat —————————– o Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah saw bersabda : ”Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat nanti memberi syafa‟at (penolong) bagi orang yang membacanya dan mentaatinya.” (HR. Muslim no. 804). ——————– Tentunya tidak hanya sekedar membaca, juga mengamalkannya. Selain Rasulllah saw, tidak seorangpun yang mampu memberikan pertolongan kepada seseorang pada hari hisab, kecuali Al-Qur’an yang dibaca selama ia hidup di dunia. ——————- o Dan dari Abdullah bin Amru bin Ash Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah saw bersabda : “Puasa dan Al Qur’an akan memberi syafa’at kepada hamba kelak di hari kiamat, Puasa berkata : “Ya Rabbku saya telah mencegahnya dari memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa‟at kepadanya. Dan berkata Al Qur’an :”Saya telah mencegahnya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa‟at kepadanya, Rasulullah saw :”Maka keduanya memberikan syafa‟at” (HR. Ahmad) —————————– o Dari shahabat An-Nawwas bin Sam’an Al-Kilabi radhiallahu ‘anhu berkata : saya mendengar Rasulullah saw bersabda, ”Pada hari kiamat akan didatangkan Al-Qur’an dan orang-orang yang mempraktekan Al-Qur’an di dunia, didahului oleh surah Al Baqarah dan surah Ali Imran, keduanya akan membela dan mempertahankan orang-orang yang mentaatinya.” (HR. Muslim no. 805) ———————– o Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah saw bersabda : “Bacalah oleh kalian dua bunga, yaitu surah Al-Baqarah dan Surah Ali ‘Imran. Karena keduanya akan datang pada hari Kiamat seakan-akan keduanya dua awan besar atau dua kelompok besar dari burung yang akan membela orang-orang yang senantiasa rajin membacanya. Bacalah oleh kalian surah Al-Baqarah, karena sesungguhnya mengambilnya adalah barakah, meninggalkannya adalah kerugian, dan sihir tidak akan mampu menghadapinya. (HR. Muslim no. 804) ————————- 5. Mahluk Allah SWT yang Terbaik. ———————– o Dari shahabat „Utsman bin ‘Affan radhiallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda, ”Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan yang mengajarkannya” (HR. Al-Bukhari no. 5027) ————————- o Abdul Humaidi Al-Hamani, berkata: “Aku bertanya kepada Sufyan Ath-Thauri, manakah yang lebih engkau sukai, orang yang berperang atau orang yang membaca Al-Qur’an?” Sufyan menjawab: “Membaca Al-Qur’an. Karena Rasulullah saw bersabda. „Orang yang terbaik di antara kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” o “Ilmu adalah kehidupannya Islam dan tiangnya keimanan. Dan barangsiapa mengajarkan ilmu, maka Allah SWT akan menyempurnakan pahalanya, dan barangsiapa yang belajar, lantas mengamalkan(nya), maka Allah SWT akan mengajarkan kepadanya apa-apa yang tidak ia ketahui” (HR. Abu Syaikh) ———————- 6. Dikumpulkan bersama para malaikat. ———————– o Dari Ummul Mu`minin ‘Aisyah berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda, ”Orang yang pandai membaca Al-Qur’an akan ditempatkan bersama kelompok para Malaikat yang mulia dan terpuji. Adapun orang yang terbata-bata dan sulit membacanya akan mendapat dua pahala.” (HR. Muslim no. 798, HR Al-Bukhari no. 4937) ————————— Dua pahala, yakni pahala membaca dan pahala susah payahnya. o Rasulullah saw bersabda: ”Tidaklah suatu kaum berkumpul dalam salah satu rumah Allah SWT (masjid) untuk membaca Kitabullah (Al-Qur’an) dan mempelajarinya, melainkan 1. ketenangan jiwa bagi mereka, 2. mereka diliputi oleh rahmat, 3. dikelilingi oleh para malaikat, dan 4. Allah SWT menyebut nama-nama mereka di hadapan para Malaikat yang ada di sisi-Nya. ———————— o Dari Usaid bin Hudhair ra, suatu hari ia sedang membaca surah Al Baqarah sedangkan kudanya diikat di dekatnya. Tiba-tiba kudanya terkejut ketakutan. lalu ia diam, maka kudanya pun diam. Kemudian, ia membaca. Kudanya terkejut ketakutan lagi. Ia pun diam, kudanya pun diam. Kemudian ia membaca lagi. Kudanya terkejut ketakutan lagi. Lalu ia pun beranjak. Saat itu putranya, Yahya, berada dekat dengan kuda itu, maka ia khawatir kuda itu akan mengenai anaknya. Ketika menarik anaknya, Usaid mengangkat kepalanya menghadap langit hingga ia tidak melihatnya. Ketika waktu subuh tiba. ia bercerita kepada Rasulullah saw. Beliau pun bersabda, “Bacalah hai Ibnu Hudhair! Bacalah hai Ibnu Hudhair!”. Ia menjawab, “Saya khawatir kuda itu menginjak Yahya, wahai Rasulullah saw, saat itu Yahya dekat dengan kuda itu. Lalu saya angkat kepala saya menghadap langit, ternyata di langit ada semacam awan yang di dalamnya ada semacam lampu-lampu, lalu lampu-lampu itu keluar hingga saya tidak bisa melihatnya lagi”. Rasulullah saw bertanya, “Tahukah engkau apa itu?”Kata Usaid, “Tidak”, Beliau bersabda, “Itu adalah malaikat yang mendekat karena suaramu. Andaikata engkau terus membaca, pasti ia akan tetap ada sampai subuh dan orang-orang dapat melihatnya karena ia tidak akan tersembunyi dari mereka.” (HR. Al Bukhari) ————————– 7. Al-Qur’an menentukan derajat bagi pembacanya ————————— o Dari shahabat „Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah saw bersabda: ”Sesungguhnya Allah SWT meninggikan (derajat) ummat manusia ini dengan Al-Qur’an dan membinasakannya pula dengan Al-Qur’an” (HR. Muslim no. 269) ————— o “Akan dikatakan kepada para penghafal Al-Qur`an, “Bacalah dan naiklah ke atas. Bacalah dengan tartil sebagaimana dulu kamu di dunia membacanya dengan tartil. Karena jenjang kamu (di surga) berada di akhir ayat yang dulu kamu biasa baca.” (HR. Ahmad no. 6796). ———————- Siapa yang membaca dengan sempurna seluruhnya Al-Qur’an maka ia menempati tingkatan surga yang paling atas di akhirat. Sedang siapa yang membaca sesuatu juz darinya, maka kenaikannya dalam tingkatan surga sesuai dengan bacaannya itu. Dengan demikian, akhir pahalanya adalah pada akhir bacaannya. ————— 8. Kedua Orang Tuanya mendapatkan mahkota surga. ————————– o Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa selalu membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya niscaya Allah SWT akan memakaikan mahkota kepada kedua orang tuanya besok di hari kiamat yg mana cahaya mahkota tersebut lebih indah dari cahaya matahari yg menyinari rumah-rumah di dunia. dan dipakaikan kedua orang tuanya perhiasan yang tidak didapatinya didunia, lalu keduanya bertanya : dengan amal apa hingga kita diberikan pakaian ini ? dikatakan : karena anakmu hapal Al-Qur’an”. Maka apakah gerangan balasan pahala yg akan dianugerahkan kepada orang yg membaca dan mengamalkan Al-Qur’an itu sendiri? ” . (Riwayat Abu Dawud) ——————– 9. Membaca Al Qur’an lebih berharga dibanding Harta benda dunia ———————- o Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Rasulullah saw bersabda: “Tidak boleh hasad (iri) kecuali dalam dua perkara, yaitu: orang yang dikaruniai Allah SWT keahlian tentang Al-Qur`an, lalu diamalkannya pada waktu malam dan siang, dan orang yang dikaruniai Allah SWT kekayaan harta , lalu diinfakkannya pada waktu malam dan siang”. (Hadits Muttafaq ‘Alaih). Yang dimaksud hasad di sini yaitu menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain. (Lihat kitab Riyadhus Shaalihiin, hlm. 467-469). ————– o Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Apakah salah seorang dari kalian suka jika ketika dia kembali kepada isterinya, di rumahnya dia mendapati tiga ekor unta yang sedang bunting lagi gemuk-gemuk?” Kami menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Tiga ayat yang dibaca oleh salah seorang dari kalian di dalam shalatnya adalah lebih baik daripada ketiga ekor unta yang bunting dan gemuk itu.” (HR. Muslim no. 802) ———————– o Dari ‘Uqbah Bin ‘Amir ra berkata Rasulullah saw Bersabda : “Siapakah di antara kalian yang tiap hari ingin pergi ke Buthan atau ‘Aqiq dan kembali dengan membawa dua ekor unta yang gemuk sedang dia tidak melakukan dosa dan tidak memutuskan hubungan silaturahmi?” Kami menjawab, “Kami ingin ya Rasulullah” Lantas beliau bersabda, “Mengapa tidak pergi saja ke masjid; belajar atau membaca dua ayat Al Qur’an akan lebih baik baginya dari dua ekor unta, dan tiga ayat lebih baik dari tiga ekor unta, dan empat ayat lebih baik dari empat ekor unta, demikianlah seterusnya mengikuti hitungan unta.”(HR Muslim) ————————- o Rasulullah saw bersabda, Allah SWT berfirman : “Barangsiapa disibukkan dengan mengkaji Al-Qur’an dan menyebut nama-Ku, sehingga tidak sempat memohon kepada-KU, maka Aku akan memberinya sesuatu yang lebih baik dari apa yang Ku berikan kepada orang-orang yang memohon‟. Dan keutamaan kalam Allah SWT atas semua perkataan adalah seperti, keutamaan Allah SWT atas makhluk-Nya. (HR Tirmidzi) ————————– 10. Dijauhi Setan & Kesusahan ————————- o Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang di dalamnya dibaca surat Al Baqarah” (HR Muslim dari Abu Hurairah ra) ————– o Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah, tidak akan bisa dimasuki setan.” (HR. Muslim) —————– o Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Daru Quthni dari Anas r.a, Rasulullah saw memerintahkan: “Perbanyaklah membaca Al Qur’an di rumahmu, sesungguhnya didalam rumah yang tak ada orang membaca Al Qur’an, akan sedikit sekali dijumpai kebaikan dirumah itu, dan akan banyak sekali kejahatan, serta penghuninya selalu merasa sempit dan susah.” o Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi dari Anas r.a;Rasulullah saw bersabda: “Hendaklah kamu beri nur (cahaya) rumah tanggamu dengan shalat dan dengan membaca Al Qur’an.” berbagai sumber wallahua’lam

August 21, 2016 Edy Methek 1

Allah SWT telah menjamin bagi siapa yang membaca Al-Qur’an dan […]

1 2