Loading
Lembab | Islam dan Sains-Edy

Keadaan yang Dapat Menyebabkan Seseorang Bersuci dengan Tayammum ————– Tata Cara Tayammum Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam ——————- Tayammum secara bahasa diartikan sebagai Al Qosdu (القَصْدُ) yang berarti maksud. Sedangkan secara istilah dalam syari’at adalah sebuah peribadatan kepada Allah berupa mengusap wajah dan kedua tangan dengan menggunakan sho’id yang bersih[1]. Sho’id adalah seluruh permukaan bumi yang dapat digunakan untuk bertayammum baik yang terdapat tanah di atasnya ataupun tidak[2]. ———————- Dalil Disyari’atkannya Tayammum —————- Tayammum disyari’atkan dalam islam berdasarkan dalil Al Qur’an, As Sunnah dan Ijma’ (konsensus) kaum muslimin[3]. Adapun dalil dari Al Qur’an adalah firman Allah ‘Azza wa Jalla, وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ “Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau berhubungan badan dengan perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan permukaan bumi yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu”. (QS. Al Maidah [5] : 6). —————– Adapun dalil dari As Sunnah adalah sabda Rasulullah shollallahu ‘alaihi was sallam dari sahabat Hudzaifah Ibnul Yaman rodhiyallahu ‘anhu, « وَجُعِلَتْ تُرْبَتُهَا لَنَا طَهُورًا إِذَا لَمْ نَجِدِ الْمَاءَ » “Dijadikan bagi kami (ummat Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi was sallam ) permukaan bumi sebagai thohur/sesuatu yang digunakan untuk besuci[4] (tayammum) jika kami tidak menjumpai air”.[5] ——————– Media yang dapat Digunakan untuk Tayammum ——————– Media yang dapat digunakan untuk bertayammum adalah seluruh permukaan bumi yang bersih baik itu berupa pasir, bebatuan, tanah yang berair, lembab ataupun kering. Hal ini berdasarkan hadits Nabi shollallahu ‘alaihi was sallam dari sahabat Hudzaifah Ibnul Yaman rodhiyallahu ‘anhu di atas dan secara khusus, جُعِلَتِ الأَرْضُ كُلُّهَا لِى وَلأُمَّتِى مَسْجِداً وَطَهُوراً “Dijadikan (permukaan, pent.) bumi seluruhnya bagiku (Nabi shollallahu ‘alaihi was sallam) dan ummatku sebagai tempat untuk sujud dan sesuatu yang digunakan untuk bersuci”.[6] ——————– Jika ada orang yang mengatakan bukankah dalam sebuah hadits Hudzaifah ibnul Yaman[7] Nabi mengatakan tanah?! Maka kita katakan sebagaimana yang dikatakan oleh Ash Shon’ani rohimahullah, “Penyebutan sebagian anggota lafadz umum bukanlah pengkhususan”[8]. ——————– Keadaan yang Dapat Menyebabkan Seseorang Bersuci dengan Tayammum —————– Syaikh Dr. Sholeh bin Fauzan Al Fauzan hafidzahullah menyebutkan beberapa keadaan yang dapat menyebabkan seseorang bersuci dengan tayammum, ————— Jika tidak ada air baik dalam keadaan safar/dalam perjalanan ataupun tidak[15].———- Terdapat air (dalam jumlah terbatas pent.) bersamaan dengan adanya kebutuhan lain yang memerlukan air tersebut semisal untuk minum dan memasak.———— Adanya kekhawatiran jika bersuci dengan air akan membahayakan badan atau semakin lama sembuh dari sakit.——— Ketidakmapuan menggunakan air untuk berwudhu dikarenakan sakit dan tidak mampu bergerak untuk mengambil air wudhu dan tidak adanya orang yang mampu membantu untuk berwudhu bersamaan dengan kekhawatiran habisnya waktu sholat.——- Khawatir kedinginan jika bersuci dengan air dan tidak adanya yang dapat menghangatkan air tersebut.—————–

August 17, 2016 Edy Methek 1

Keadaan yang  Dapat Menyebabkan Seseorang Bersuci  dengan Tayammum ————– Tata […]

Memotong PENDEK KUMIS …..dan …..BIARkanlah JENGGOT … HR. Muslim —————————————– Orang yang Berjenggot adalah Orang yang Begitu Tampan {HR ‘Aisyah} —————————————– Pria Islam, sudah siapkah kamu mengamalkan sunnah Nabi SAW dengan mengubah penampilan dengan berjenggot? Bukankah amalan ini tidak hanya diterapkan bagi umat Islam saja, bahkan mereka non Islam seperti Charles Darwin, Louis Pastar, Abrahim Lincon bahkan Yesus pun memakai jenggot. …..Bagaimana dengan pria muslim yang jelas-jelas sudah menjadi perintah tidak mengamalkan sunnah tersebut. ———————————- ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah mengatakan, وَالَّذِيْ زُيِّنَ الرِّجَالُ بِاللِّحَى “Yang membuat pria semakin tampan adalah jenggotnya.” Ibnu Qutaibah Ad Dainuri, hal. 390, Mawqi’ Al Waroq ——————————————- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى “Selisilah orang-orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah jenggot.” HR. Muslim no. 625, ———————————- Ibnu ‘Umar berkata, أَنَّهُ أَمَرَ بِإِحْفَاءِ الشَّوَارِبِ وَإِعْفَاءِ اللِّحْيَةِ. “Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong pendek kumis dan membiarkan (memelihara) jenggot. HR. Muslim no. 624 —————————-

July 2, 2016 Edy Methek 3

Potong PENDEK KUMIS …..dan …..BIARkanlah JENGGOT … HR. Muslim —————————————– […]