Loading
Meledak | Islam dan Sains-Edy

Latar Belakang ….. HARI KIAMAT DALAM PANDANGAN SAINS ————————— PEMBAHASAN Hari Kiamat dalam Al-Quran dan Hadits ——————– beberapa sekenario tentang terjadinya kiamat menurut sains. —————– Skenario pertama menggambarkan habisnya bahan bakar temonuklir yaitu hidrogen dalam matahari. Kalau reaksi nuklir makin berkurang, matahari akan menjadi dingin dan bumi akan membeku. Tak ada tanaman yang akan tumbuh dan kehidupan di bumi akan berakhir. Waktu yang dibutuhkan matahari untuk menghabiskan bahan bakarnya berkisar sekitar lima milyar tahun —————- Skenario kedua menggambarkan habisnya hidrogen dibumi. jika hidrigentersebut habis, maka semua makhluk hidup akan mati membeku seperti pada skenario pertama. Barangkali selama milyaran tahun juga. ——————– skenario ketiga menggambarkan mengembangnya matahari. Sebagaimana di diketahui, matahari merupakan salah satu bintang dalam galaksi kita yang letaknya paling dekat dengan bumi. Evolusi matahari akan mengikuti bintang-bntang lainnya yaitu bila ia telah “Padam” ia akan menyusut menjadi kecil sampai pada suatu saat ketika energi gravitasinya berubah menjadi panas dan mengubahnya menjadi bintang raksasa merah. Pada kondisi demikian sistem tata surya sebagian (termasuk bumi kita) akan tertelan oleh matahari. semua makhluk hidup akan mati terbakar. ——————– Selain itu, Pembahasan mengenai kehancuran alam semesta dalam sudut pandang Islam dan sains menunjukkan adanya kesamaan. Ilmu Islam (Al-Qur’an) memberikan informasi kepada ilmu sains dan teknologi bahwa alam semesta akan mengerut dan mengalami kehancuran. Dalam surat Al-Anbiyaa’ ayat 104 “ Pada hari Kami melipat langit bagaikan melipat lembaran buku-buku.” Secara tersurat menjelaskan bagaimana proses terjadinya hari akhir atau kehancuran dari alam semesta. Demikian juga dalam sains yang menjelaskan proses kehancuran alam semesta yang serupa. Menurut Teori Big Crunch, alam semesta akan berhenti berekspansi dan menyusut menjadi sebuah titik. Dengan demikian, displin ilmu Islam memberikan informasi kepada disiplin ilmu sains.[6] Big Crunch menyatakan alam semesta akan terus berkembang hingga titik maksimal, kemudian setelah mencapai titik maksimal maka alam semesta akan mengalami kompresi atau mengecil dan akhirnya kembali menjadi titik.[7] —————————- Untuk menentukan nasib mana yang menunggu alam semesta, kita perlu lebih mengerti secara menyeluruh faktor apa yang menyebabkan mengembang dan mengempis. Analogi sederhana mungkin dapat membantu. Andaikan anda melempar sebuah batu ke udara. Selama sebuah batu tersebut naik, gravitasi bumi akan melambatkan kenaikan batu dan pada akhirnya menghentikan gerak batu sehingga batu jatuh kembali ke bumi. Di sisi lain, jika anda dapat melemparkan batu lebih cepat daripada the earth’s escape velocity , batu akan naik selamanya. Sifat pergerakan batu tergantung pada kekuatan gravitasi dan impuls keatas yang diberikan kepada batu. Hal yang sama berlaku untuk pengembangan alam semesta. —————— Hilangnya gaya gravitasi akan menyebabkan semua benda langit, termasuk bumi bergerak bebas tanpa arah yang jelas, bahkan mungkin saling berbenturan. Lebih dari itu bintang-bintang yang juga adalah matahari mungkin meledak dan hancur akibat berbenturan dengan benda langit lain. Dan salah satu bintang yang meledak itu mungkin saja adalah matahari pada tata surya kita sehingga langit menjadi merah dan menyilaukan, seperti yang dinyatakan Alquran, “Maka ketika langit terbelah dan menjadi merah seperti mawar dan kilauan minyak” (Q.S Ar-Rahman: 37)” ——————————- Pada ayat al-anbiya ayat 104 yang berarti “Pada hari Kami melipat langit bagaikan melipat lembaran buku-buku. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama Kami akan mengulanginya. Suatu janji atas diri Kami sesungguhnya Kami-lah yang akan melaksanakannya.” Ayat tersebut menyatakan bahwa langit akan digulung seperti lembaran-lembaran kertas dalam hal ini langit akan berubah bentuk dari luar menjadi sempit. Alam semesta pada teori Big Crunch diprediksi tidak akan berekspansi secara terus menerus. Menurut rapat massa alam semesta, suatu saat nanti gaya gravitasi antar galaksi yang mempengaruhi ekspansi akan melemah. Dan secara langsung akan memperlambat laju ekspansi. Sebagaimana dinyatakan pada teori Big Crunch, dimana bukan hanya gaya gravitasi yang mempengaruhi ekspansi alam semesta. Namun awal mula terjadinya ekpansi itu sendiri juga sangat berpengaruh atas kelangsungan ekspansi alam semesta ini. Sebuah proses ekspansi alam semesta pada awalnya tentu menghasilkan ukuran alam semesta yang berbeda dengan sekarang. Ukuran alam semesta pada awal ekspansi menentukan kecepatan ekspansi pada waktu itu.[8] ————————– The Hubble Constant mengukur kondisi saat ekspansi di alam semesta, dan kekuatan gaya gravitasi tergantung pada kerapatan dan tekanan dari masalah ini dan di alam semesta, atau dengan kata lain, kerapatan alam semesta. Jika kerapatan alam semesta lebih besar dari kerapatan kritis maka kekuatan gaya grafitasi akan menghentikan alam semesta dari memperluas dan alam semesta akan runtuh kembali pada diri sendiri. Sebaliknya jika kerapatan alam semesta kurang dari kerapatan kritis, alam semesta akan terus berkembang dan tarikan gravitasi tidak akan cukup untuk menghentikan alam semesta dari berkembang dan tarikan gravitasi tidak akan cukup untuk menghentikan alam semesta dari berkembang. Skenario ini akan menghasilkan “Big Freeze”, di mana alam semesta mendingin karena mengembang dan mencapai keadaan entropi. Beberapa berteori bahwa alam semesta bisa runtuh ke keadaan di mana ia dimulai dan kemudian memulai Big Bang, sehingga dalam cara ini alam semesta akan berlangsung selamanya, tapi akan melewati fase ekspansi (Big Bang) dan kontraksi (Big Crunch).[9] ——————-

August 20, 2016 Edy Methek 1

Latar Belakang …..  HARI KIAMAT DALAM PANDANGAN SAINS —————————     […]

BATU-BATU SIJJIL … future /closed time…. Wallahua’lam ——————— Kejadian DULU terulang lagi …… FAAHISYAH { homo seksual) … lalu …. HUJAN batu,,,,, Hudd:82 —————————— BURUNG MENGUTUK orang-orang yang berbuat zalim dan orang-orang … maka merekapun DIBAKAR, dan HANCUR LEBUR. … bersama Tuhan, pasukan itu di segenap hamparan luas padang pasir. …….. Manuskrip Vatikan, Dari Janadah Bin Umayyah, ——————————– ﴾ Huud:82 ﴿ Maka tatkala فَلَمَّا datang جَآءَ KEPUTUSAN Kami أَمْرُنَا, Kami jadikan جَعَلْنَا di ATASnya عٰلِيَهَا ke BAWAHnya سَافِلَهَا (POLESHIFT), dan Kami hujani وَأَمْطَرْنَا ATASnya عَلَيْهَا BATU حِجَارَةً dari مِّن sijjil (batu MASSIVE/TANAH yang DWARF/ mengkerut menjadi SANGAT PADAT/ dari BESAR menjadi kecil krn sangat KERAS/massive) سِجِّيلٍ dengan bertubi-tubi مَّنضُودٍ ……..———————— POLESHIFT = matahari terbit dari barat … HUJAN batu yang banyak (bertubi-tubi) …… (bukan yang lain) al qur’an MENGATAKAN itu ——————————— === HUJAN BATU = KEWAJIBAN Allah … karena janji Allah SENDIRI === >>> jika DIA (“laki-laki itu”) ….. dari sisi ENGKAU … HUJANilah BATU dari LANGIT (BATSYAH) ,,,, huwa = هُوَ dia laki-laki….. dan ketika وَإِذْ mereka berkata قَالُو ya Allah ا۟ ٱللَّـهُمَّ jika إِن adalah كَانَ ini هٰذَا DIA هُوَ (“LAKI-LAKI itu”) benar ٱلْحَقَّ dari مِنْ sisi Engkau عِندِكَ HUJANILAH فَأَمْطِرْ atas kami عَلَيْنَا BATU حِجَارَةً dari مِّنَ LANGIT ٱلسَّمَآءِ atau أَوِ datangkan kepada KAMI ٱئْتِنَا dengan ADZAB بِعَذَابٍ sangat PEDIH أَلِيمٍ ﴾ Al Anfaal:32 ﴿ …………….. PERANG DI SYAM (perang DAJJAL /Suriah /PERSIA (Syiah dan Iran) ….. SUDAH TERJADI)= setelah INI => adalah LEMPARAN Allah … Al Mahdi melihat bahwa siksa Allah sangat mengerikan dan bahwa JANJI Allah benar-benar telah DATANG dan tidak diAKHIRkan lagi. Kemudian Allah MELEMPARI mereka dengan lemparan yang dahsyat. Bumi, lautan dan langit terbakar, untuk mereka, dan langit menurunkan hujan yang sangat buruk. Seluruh penduduk bumi mengutuk orang kafir dunia, dan Allah mengizinkan lenyapnya seluruh orang kafir di Perang DAJJAL, dan perangnya terjadi di NEGERI SYAM (=negara SURIAH/Syiria) dan kejahatan………”. HR Abu Hurairah (WAKTU = closed time) …… >> =========

June 12, 2016 Edy Methek 1

BATU-BATU  SIJJIL … future /closed time…. Wallahua’lam ——————— Kejadian DULU […]

BESI .. diTURUNkan dari LANGIT … Al Qur’an, 57:25 —————————— logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa ————————- Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut “nova” atau “supernova”. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa. ————————————- Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Al Qur’an. Dalam Surat Al Hadiid, yang berarti “besi”, “…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia ….” (Al Qur’an, 57:25) —————– Kata “anzalnaa” yang berarti “kami turunkan” khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting. Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar. ———————–

June 2, 2016 Edy Methek 1

BESI .. diTURUNkan dari LANGIT … Al Qur’an, 57:25 —————————— […]