Loading
Memasukinya | Islam dan Sains-Edy

Masuk Surga Bukan dengan AMALAN, …….BENARkah? ——————————————————————— apa MAKSUD sabda Nabi ??? ….“Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” “Engkau juga tidak wahai Rasulullah?”, tanya beberapa sahabat. Beliau menjawab, “Aku pun tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah.” (HR. Bukhari no. 5673 dan Muslim no. 2816) ———————————————————— TIDAK JIHAD harta, TIDAK jihad badan/nyawa/nafs/diri,.. TIDAK jihad Mulut/kata-kata/menyampaikan/dakwah/ilmu ….. apalagi tidak berIMAN,.. masih MURTAD tanpa SADAR, … masih MUNAFIK… masih FASIK… masih MUSYRIK … apalagi KAFIR…. “TIBA-TIBA… masuk ke SURGA Allah ??? ” ……. dimasukan ke SURGA Allah . tanpa USAHA kita ??? ———————————————————- >> Amalan hanyalah sebab tingginya derajat seseorang di surga, namun bukan sebab seseorang masuk ke dalam surga. ………………….. >> Amalan yang dilakukan hamba sama sekali tidak bisa mengganti surga yang Allah beri. …………………………. Sesungguhnya Abu Hurairah berkata, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” “Engkau juga tidak wahai Rasulullah?”, tanya beberapa sahabat. Beliau menjawab, “Aku pun tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah.” (HR. Bukhari no. 5673 dan Muslim no. 2816) ……………… Sedangkan firman Allah Ta’ala, سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آَمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ “Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabbmu dan surga yang lebarnya selebar langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al Hadiid: 21). …………………………………. Dalam ayat ini dinyatakan bahwa surga itu disediakan bagi orang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Berarti ada amalan. ———————————— Begitu pula dalam ayat, ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ “Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan” (QS. An-Nahl: 32) ————————————– وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ “Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Az-Zukhruf: 72) =================================== Seakan-akan ayat dan hadits itu bertentangan. Ayat menyatakan, kita masuk surga karena amalan dan keimanan kita. Sedangkan hadits menyatakan, faktor terbesar masuk surga adalah karena karunia Allah. =========================================== Ada beberapa penjelasan para ulama mengenai hal ini: • Yang dimaksud seseorang tidak masuk surga dengan amalnya adalah peniadaan masuk surga karena amalan. —————————- • Amalan itu sendiri tidak bisa memasukkan orang ke dalam surga. Kalau bukan karena karunia dan rahmat Allah, tentu tidak akan bisa memasukinya. Bahkan adanya amalan juga karena sebab rahmat Allah bagi hamba-Nya. ———————— • Amalan hanyalah sebab tingginya derajat seseorang di surga, namun bukan sebab seseorang masuk ke dalam surga. ————————– • Amalan yang dilakukan hamba sama sekali tidak bisa mengganti surga yang Allah beri. —————————— Itulah yang dimaksud, seseorang tidak memasuki surga dengan amalannya. Maksudnya ia tidak bisa ganti surga dengan amalannya. Sedangkan yang memasukkan seseorang ke dalam surga hanyalah rahmat dan karunia Allah. (Disarikan dari Bahjah An-Nazhirin, Salim bin ‘Ied Al Hilali, Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, 1430 H, 3: 18-19). ———————-

July 23, 2016 Edy Methek 4

Masuk Surga Bukan dengan AMALAN, …….BENARkah? ————————–————————–—————– apa MAKSUD sabda […]

SURGA/NERAKA seseorang adalah ……… TAKDIR/ketetapan Allah ……………………………………………………………………………………… …………………………………. ???? utk apa berAMAL? ???????????——————— Beramallah kalian, … tiap-tiap diri itu akan dimudahkan (jalan menuju) apa-apa yang telah Allah ciptakan (tetapkan), adapun ahli keberuntungan mereka pun akan dimudahkan (jalan menuju) amalan ahli keberuntungan {SURGA}, ….. sedangkan ahli celaka, mereka pun akan dimudahkan (jalan menuju) amalan ahli celaka {NERAKA} . …………………………………………………….. Ada sebuah hadits shahih yang mungkin cukup sulit dipahami dan terasa menyesakan dan berat di hati untuk menerimanya. Hadits tersebut berkaitan dengan nasib atau takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi manusia apakah akan bahagia atau celaka serta akhir kehidupan manusia apakah akan menjadi penghuni surga atau neraka. ——————————- Hadits ini yang diriwayatkan Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya, pada kitab Bada’ul Khalq Bab Dzikrul Mala’ikah no. 3208, kitab Ahaditsul Anbiya no. 3332 dan Imam Muslim dalam Shahih-nya, pada kitab al-Qadar no. 2643 yang berbunyi: عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قالَ: حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ: إنَّ أَحَدَكُم يُجْمَعُ خلقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ، فَوَاللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ غُيْرُهُ، إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا. (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ) Dari Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menuturkan kepada kami, dan beliau adalah ashshadiqul mashduq (orang yang benar lagi dibenarkan perkataannya), beliau bersabda,………… ‘Sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah, kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) seperti itu pula. Kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging) seperti itu pula. Kemudian seorang malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu menuliskan rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya. Maka demi Allah yang tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Dia, sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli surga, sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka, maka dengan itu ia memasukinya. Dan sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, maka dengan itu ia memasukinya.’” ——————————– Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa di sana, dan segala puji bagi Allah, terdapat nash-nash lain yang melegakan orang-orang mukmin dengan menghilangkan rasa kekhawatirannya yang berkaitan dengan hadits ini. Di antaranya adalah bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, ————————— “Tidaklah ada seorang pun dari kalian melainkan telah dituliskan (ditetapkan) tempat duduknya di surga dan tempat duduknya di neraka.” Bertanyalah para sahabat, “Ya Rasulullah, (kalau begitu) apakah tidak (sebaiknya) kita pasrah saja terhadap tulisan itu dan kita tinggalkan amalan-amalan itu.” Beliau menjawab, “ Beramallah kalian, (sesungguhnya) tiap-tiap diri itu akan dimudahkan (jalan menuju) apa-apa yang telah Allah ciptakan (tetapkan), adapun ahli keberuntungan mereka pun akan dimudahkan (jalan menuju) amalan ahli keberuntungan, sedangkan ahli celaka, mereka pun akan dimudahkan (jalan menuju) amalan ahli celaka.” [HR Bukhari Juz 6 Kitab at-Tafsir] —————————————— Kemudian beliau membaca firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.” (QS al-Lail: 5-10) ——————————– Jadi ini adalah sebuah kabar gembira bagi manusia dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam, yaitu ketika ia beramal dengan perbuatan-perbuatan ahli keberuntungan maka ini adalah dalil bahwasanya ia telah dituliskan termasuk golongannya ahli keberuntungan, maka hendaklah merasa gembira dengannya. ——————————————— Imam al-Bukhari juga meriwayatkan di dalam kitab Shahihnya bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam berada di dalam sebuah peperangan ketika bersama beliau ada seorang pemberani dan pantang mundur, maka pada suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya orang ini termasuk ahli neraka beserta kegagahan dan juga keberaniannya.” Maka menjadi besarlah perkaranya di kalangan para sahabat dan mencemaskan suasana mereka, maka berkatalah salah seorang sahabat, “Demi Allah aku akan senantiasa menyertai orang itu,” maka ia pun senantiasa menyertai dan mengawasi orang itu. Lalu orang itupun terkena panah dari musuh, maka ia pun murka, lalu ia taruh pedangnya di dadanya untuk kemudian ia bersandar padanya sampai keluarlah pedangnya itu menembus punggungnya. Ia pun telah membunuh dirinya. Maka sahabat itu pun mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam, lalu ia berkata, “Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasul Allah!” Nabi bertanya, “Dan apa yang terjadi?” Ia pun menjawab, “Sesungguhnya orang yang engkau katakan kepada kami bahwa ia termasuk ahli neraka itu berbuat begini dan begini.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya seseorang itu beramal dengan amalan ahli surga hanya pada apa yang nampak bagi manusia saja, sedangkan dia adalah termasuk ahli neraka.” [HR Bukhari Juz 4 dan Muslim Juz 4 Kitab al-Qadar] —————————————————— Aku memohon kepada Allah agar Allah mensucikan keikhlasan amalan-amalan rahasiaku dan amalan-amalan rahasia kalian semuanya, sebagaimana kita ketahui, bahwa sebuah kerahasiaan itu memiliki peranan yang sangat besar di dalam mengarahkan seorang manusia. Maka hati adalah sesuatu yang menjadi motor yang mengarahkan manusia dan dia juga merupakan pokok utamanya. Oleh sebab itu wajib bagi kita untuk senantiasa memperhatikan hati-hati kita dan senantiasa membersihkan dan mensucikannya dari kotoran-kotoran yang menempel padanya. Sebab terkadang pada hati itu terdapat sifat yang menjijikkan, seseorang menampakkan kebaikan dengan amalan zhahirnya namun di dalam hatinya ada sifat yang merusak yang menggelincirkannya ke dalam jurang kehinaan di kemudian hari. —————-

July 10, 2016 Edy Methek 3

SURGA/NERAKA seseorang adalah ……… TAKDIR/ketetapan Allah ……………………………………………………………………………………… …………………………………. ???? utk […]