Loading
Menarik | Islam dan Sains-Edy

MENEMBUS atau MELINTASI LANGIT dengan SULTHON/ power/ kekuatan —————- perjalanan manusia ke tempat lain di BUMI, ke PLANET LAIN, ke GALAKSI LAIN, ke BINTANG LAIN ——– dengan SULTHON {wormhole, blackhole & white hole} —— wallahua’lam ———————– ﴾ Ar Rahmaan:33 ﴿ Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup MENEMBUS (melintasi/تَنفُذُوا۟) penjuru LANGIT dan BUMI, maka LINTASIlah {TEMBUSlah/فَٱنفُذُوا۟} , kamu tidak dapat menembusnya {تَنفُذُونَ} kecuali dengan KEKUATAN {بِسُلْطٰنٍ}. ————– Teori yang harus dibuktikan secara langsung inilah yang menjadikan lahirnya konsep perjelajahan antar bintang (Interstellar). Konsep Interstellar merupakan salah satu konsep perjalanan fiksi ilmiah yang berada di luar angkasa. ———————- Perjalanan antar bintang jauh lebih sulit dibandingkan dengan perjalanan dari Bumi ke Bulan maupun antar planet karena terkendala pada batasan Sumber daya, ilmu pengetahuan pada manusia serta belum adanya kendaraan yang mampu menembus kecepatan cahaya. Jarak antar bintang adalah ratusan ribu SA (Satuan Astronomi, yang berdasarkan jarak matahari dan bumi yang mencapai 150.000.000 km) dan dinyatakan dengan tahun cahaya (berdasarkan pada pengukuran jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun melewati ruang hampa udara) membuat perjalanan waktu ini menjadi sekedar fiksi ilmiah semata yang kali ini akan lebih menarik dibahas. Waktu tempuh yang dibutuhkan yang lama ini memerlukan tantangan teknologi dan terobosan fisika serta pendanaan yang cukup besar merupakan kendala utamanya. —————– Bumi tempat kita tinggal merupakan sebuah planet kecil diantara milliaran planet yang terdapat di alam semesta. Bicara mengenai alam semesta, masih banyak rahasia yang belum terkuak sampai saat ini. Salah satu yang menarik untuk kita ketahui adalah mengenai lubang cacing atau wormhole. ——————— Lubang cacing merupakan materi berbentuk bola yang terdapat di alam semesta yang dapat digunakan sebagai “jalan pintas” menembus ruang dan waktu. Ibaratkan kita membuat lubang sejajar pada kertas kemudian kuta melipatnya tepat di tengah-tengah sehingga kedua lubang tersebut tepat bertemu. Nah, lubang cacing yang sebenarnya juga menekuk ruang tapi dalam bentuk 3 dimensi hingga bentuk dari lubang cacing sendiri adalah bola sehingga jarak yang ada diantara alam semesta menjadi lebih pendek. ——–

February 17, 2018 Edy Methek 4

MENEMBUS atau MELINTASI LANGIT dengan SULTHON/ power/ kekuatan —————- perjalanan […]

mengapa banyak orang yang masih SUSAH REZEKInya? …. Bekerja siang dan malam untuk mencari rezeki Allah. —————————- Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.” (Q.S Al Jumu’ah : 10) ————————————— Rezeki setiap mahluk juga sudah dijamin oleh Allah seperti firmannya dalam surah Hud ayat 6 ” tidak ada satu hewan melatapun di atas muka bumi kecuali Allah menjamin rezekinya.” – —————– apa itu REZEKI?….. apa saja yang bisa diMANFAATkan {dipakai, dimakan, atau dinikmati} oleh manusia” ———————— Rezeki dengan demikian meliputi uang, makanan, ilmu pengetahuan, rumah, kendaraan, pekerjaan, anak-anak, isteri, kesehatan, ketenangan, dan segala sesuatu yang dirasa nikmat dan membawa manfaat bagi manusia. Selama ini orang banyak mengkaitkan rezeki dengan uang. Hal ini tidak seluruhnya salah, karena pada saat ini dengan uang (fulus), orang bisa meraih kenikmatan dan memperoleh manfaat duniawi dan ukhrawi apa saja. Rezeki merupakan kelengkapan yang pasti dikaruniakan oleh Allah swt. kepada makhluk yang hidup di dunia, khususnya manusia. Sebagaimana ajal, keberadaan rezeki manusia telah dijamin oleh Allah swt. Sabda Rasulullah saw. memperingatkan: يَاأَيُّهَا النَّاسُ ! اِتَّقُوا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِى الطَّلَبِ ؛ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَوْفِيَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا . فَاتَّقُوْا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِى الطَّلَبِ : خُذُوْا مَا حَلَّ وَدَعُوْا مَا حَرُمَ – رواه ابن ماجه والحاكم “Wahai sekalian manusia, takutlah kepada Allah dan lakukanlah keanggunan dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya jiwa manusia tidak akan mati sehingga disempurnakan rezekinya, walaupun ia lamban dalam bergerak mencarinya. Takutlah kepada Allah dan lakukanlah keanggunan dalam mencari rezeki. Ambillah rezeki yang halal dan tinggalkanlah rezeki yang haram.” (H.R. Ibnu Majah dan Al-Hakim) ============================= Rezeki perlu usaha ——————————– Pertanyaannya kalau rezeki sudah dijamin Allah harusnya kita tidak perlu bersusah payah bekerja, toh nanti rezeki akan datang dengan sendirinya. Benarkah begitu? Tidak ! untuk memasukkan makanan yang terhidang di meja makan di depan kitapun kita harus usaha menggunakan tangan atau sendok untuk memasukkannya ke dalam mulut. Kita diminta oleh Allah untuk bertebaran di muka bumi mencari karunianya ” Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.” (Q.S Al Jumu’ah : 10). Sepanjang kita ikhlas dan mau bekerja keras rezeki pasti datang menyusul. >>>>>>>>> Menjadi Magnet Rezeki, menarik rezeki dari segala arah ———————————————- Bagaimana menjadi magnet rezeki yang bisa menarik rezeki dari segala arah, kapanpun dan dimanapun? Perhatikan hal-hal berikut : —————————- # 1. Berbaik sangkalah pada Allah. Tahukah anda bahwa Allah itu sesuai dengan persangkaan hambaNya. Jika kita menganggap Allah Maha Pemurah, Maha Penyayang, Maha Pemberi maka demikianlah adanya. Kalau kita menganggap bahwa Allah suka menghukum orang berdosa, mengganggap kita tidak pantas untuk menerima kasih sayangNya maka itulah adanya. Pilihlah untuk selalu berbaik sangka padaNya. Berbaik sangka bahwa Dia telah menganugerahkan kita dengan rezeki yang banyak. Camkan dalam pikiran, tutup mata dan bayangkan rezeki Allah yang telah kita miliki. Harta yang cukup, keluarga yang bahagia, badan yang sehat, sukses dalm pekerjaan, anak-anak yang berbakti dan sebagainya. Jika kita berbaik sangka padaNya maka kehidupan kita jauh dari stress, lapang dan tenang. Kita bisa menghadapi dan menerima masalah dengan tenang ————————————– # 2. Hilangkan keraguan akan rezeki Jangan biarkan pikiran anda dipenuhi dengan keraguan bahwa rezeki saya sempit, rezeki saya selalu mandek, rezeki saya betul-betul terhambat, rezeki saya terhalang, rezeki saya sungguh tidak lancar, rezeki saya sepertinya semakin menjauh. Jauhkan semua pikiran negatif itu ganti dengan pikiran positif bahwa rezeki saya lancar, rezeki saya banyak, rezeki saya berkah dan bermanfaat. Allah telah menyediakan rezeki yang berlimpah untuk saya, tinggal saya yang harus menjemputnya (bukan mencarinya). Mencari dan menjemput adalah dua kata yang berbeda. Bandingkan dengan kalimat menjemput istri dan mencari istri. Mencari adalah menemukan sesuatu yang belum kita miliki, atau berusaha menemukan milik kita yang hilang, seperti mencari istri bagi yang bujang atau mencari istri yang pergi dari rumah. Menjemput hakikatnya adalah mengambil milik kita yang berada di suatu tempat, seperti halnya menjemput istri di rumah mertua atau di kantor. Allah telah menyediakan rezeki bagi kita tinggal kita yang menjemput di mana rezeki itu berada, karena sudah pasti rezeki itu milik kita, tidak pernah hilang dan tidak akan diambil oleh orang lain. Setiap orang sudah punya jatah rezeki masing-masing yang ukuran banyak / tidaknya, berkah / tidaknya tergantung CARA dan USAHA menjemputnya. ————————— # 3. Percaya diri bahwa kita berezeki baik Allah sudah menentukan rezeki kita, tetapi kita tidak tahu berapa banyak rezeki yang tersedia buat kita. Kepercayaan diri bahwa kita pantas untuk diberi rezeki yang baik karena kita juga memantaskan diri untuk memperoleh rezeki yang baik. Tanamkan dalam pikiran anda bahwa Saya Berezeki Baik dan pantas mendapatkannya. Kepercayaan diri tersebut membuat kita lebih produktif bekerja, menjemput rezeki baik milik kita. Mengapa harus ditekankan pada rezeki baik? Karena rezeki yang tidak baik adalah rezeki yang tidak berkah, tidak bermanfaat dan membuat kita jauh dari Allah. Tidak ada gunanya punya rezeki banyak tapi tidak berkah. ——————————– # 4. Yakin bahwa kita adalah Magnet Rezeki Keyakinan dalam hati, dalam pikiran bahwa kita adalah magnet rezeki yang setiap pikiran, tindakan dan usaha yang kita lakukan akan menarik rezeki. Dimana dan kapanpun kita berada rezeki akan datang menghampiri kita. Pikiran yang baik akan mendorong kita untuk berbuat baik. Orang baik akan selalu diterima di manapun dia berada. Orang baik rezekinya baik. Setiap saat ia menjadi bermanfaat untuk diri, keluarga, orang lain, perusahaan, tempat kerja, negara, bangsa bahkan agamanya. Rezeki Allah akan selalu mendatanginya baik melalui usahanya ataupun lewat orang lain. ———————————- # 5. Selaraskan dengan orang terdekat Tahukah anda bahwa LoA erat kaitannya dengan doa? Keduanya saling menguatkan satu sama lain. Hakikatnya doa itu sama saja dengan impian dan harapan yang ingin kita wujudkan. Setiap hari kita mohon pada Allah kemurahan rezeki, kesuksesan, kebahagiaan bagi hidup kita. Tapi tahukah kekuatan doa bisa berlipat jika kita selaraskan dengan doa orang terdekat kita? Berbuat baiklah pada kedua orang tua, jadikan mereka raja, maka rezeki anda akan seperti rezeki raja. Mohon ampun atas semua kesalahan, minta keridhaan mereka. Sampaikan kepada orangtua (ibu/bapak) keinginan kita dalam hidup, minta mereka mendoakan dalam setiap munajat kepada Allah. Orang tua yang mengasihi dan ridha pada kita akan berdoa dengan ikhlas. Doa orangtua yang ikhlas untuk anaknya adalah doa yang diijabah Allah. Bagi yang sudah berkeluarga selain meminta doa orangtua juga mintalah pasangan hidup untuk mendoakan kita, doa yang sama yang kita mohonkan orangtua untuk doakan. Perlakukan pasangan istri / suami dengan baik. Jangan sering menganiaya atau menyakiti hatinya. Doa yang ikhlas dari istri atau suami untuk kita insya Allah diijabah oleh Allah. Bayangkan tiga doa yang sama yang setiap hari dipanjatkan akan menembus langit dan mempercepat terwujudnya keinginan kita.———-

September 1, 2016 Edy Methek 1

mengapa banyak orang yang masih SUSAH REZEKInya? …. Bekerja siang […]

seorang keturunan Yahudi membuktikan kebenaran skandal pemerasan atas bank-bank Swiss yang didalangi industry Holocaust. ———————– Mengungkap Kebohongan Peristiwa Holocaust Lewat Buku “The Holocaust Industry” ————————- Sebuah Resensi Buku dengan judul “The Holocaust Industry” karya Norman G. Finkelstein ——– Buku The Holocaust Industry menjadi buku laris di Eropa, Timur Tengah, Asia dan Amerika, dan sudah diterjemahkan kedalam 26 (dua puluh enam) bahasa di dunia. Buku ini mengungkap Penipuan dan Pemerasan Atas Nama Pembantaian Bangsa Yahudi. The Holocaust Industry oleh surat kabar Guardian, London dinobatkan sebagai ”buku paling heboh dan laris sepanjang tahun”. Dalam buku ini, Norman G Finkelstein, seorang keturunan Yahudi membuktikan kebenaran skandal pemerasan atas bank-bank Swiss yang didalangi industry Holocaust. Norman G Finkelstein adalah seorang Yahudi mengoyak-oyak pembenaran yang berpengaruh atas industry Holocaust. ———– Norman G Finkelstein saat ini mengajar ilmu politik di DePaul University di Chicago. Buku lain yang telah diterbitkan; “Image and Reality of Israel-Pelestine Conflict” dan (bersama Ruth Bettina Birn) ”A Nation on Trial” yang dinobatkan sebagai buku popular tahun 1998 oleh New York Times Book Review. ———— Bagi kaum Yahudi, Holocaust berarti penghancuran besar terhadap kehidupan, khususnya pembantaian massal dan keji terhadap kaum Yahudi oleh NAZI Jerman dibawah Adolf Hitler pada masa Perang Dunia II.———— Holocaust telah menjadi sesuatu yang sakral bagi Barat, bahkan lebih suci dari Kristen ataupun Yesus, sebab orang bisa menghina agama dan Tuhan mereka tanpa resiko atau sanksi apapun. Tapi menolak Holocaust bisa dipandang sebagai sikap tidak bermoral dan anti-semit yang patut mendapat ganjaran. Germar Rodef, ahli kimia asal Jerman, misalnya, harus mengakhiri hidupnya karena menulis buku ”Dissection Holocaust” (Pembedahan Holocaust). Profesor Robber Fridson harus diadili, karena melakukan wawancara dengan stasiun TV Iran. Riva Dalsters bunuh diri karena tekanan kaum Yahudi.———- Dalam pengantarnya, Smith Alhadar, Penasihat pada The Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES) menyetir pernyataan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad yang menyatakan bahwa Holocaust itu hanya sebuah mitos. Dalam pernyataan lainnya, presiden Iran yang sederhana ini menegaskan regim Zionis harus dihapuskan dari peta dunia. Namun mengapa Barat bereaksi sangat negatif dan menyebut Ahmadinejad sebagai Hitler?————– Rupanya tidak hanya Ahmadinejad yang meragukan tentang kebenaran peristiwa Holocaust. Manfred Rouder, Fred Louchter, Fredrick Toben dan Bruno Gelish adalah segelincir nama yang mempertanyakan kebanaran Holocaust meskipun akhirnya mereka terkena hukuman. Rouder dikenai 10 bulan penjara; Louchter, seorang ahli gas, diberhentikan dari pekerjaannya; Toben, warga Australia asal Jerman, dilarang masuk kembali ke Jerman; Gelish, anggota Uni Eropa kini berada di penjara.—————— Buku yang menarik untuk dibaca ini, terutama bagi yang menginginkan informasi mendalam tentang bagaimana sebenarnya peristiwa Holocaust. Finkelstein, sang penulis yang kebetulan keturunan Yahudi, memaparkan informasi Holocaust dengan alur dan data yang setidaknya dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, peristiwa Holocaust telah menguntungkan secara ekonomis oleh sekelompok orang Yahudi.———– Berbagai kalangan memberikan tanggapan atas buku ini, diantaranya The Times, yang menyebutkan: “Jaringan penipuan ini perlu dibongkar, dan Finkelstein yakin kalau dialah yang harus melakukannya. Dalam buku ini, Norman benar-benar menyikap akal bulus mereka. Jika tuduhannya itu terbukti benar, haruslah ada tuntutan, pemberangusan, dan protes atas mereka. Buku ini meneriakkan skandal. Ini adalah sebuah polemik yang disuarakan dengan keras”.——————— ”Dia patut didengar..dia membuat beberapa poin penting yang diam-diam berusaha dibantah oleh banyak cendekiawan muda Yahudi yang suaranya telah dibungkam oleh kemapanan, apalagi yang ada di AS.” – Evening Standard.—————-

August 27, 2016 Edy Methek 0

seorang keturunan Yahudi membuktikan kebenaran skandal pemerasan atas bank-bank Swiss […]

Allah SWT telah menjamin bagi siapa yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya ….. kandungannya …… tidak akan tersesat di dunia dan tidak celaka di akhirat, ——————————- dan terdapat dalam firman-Nya: “…. Barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (QS Thaha:123) ————————- Perumpamaan mukmin yg membaca Al-Qur’an: Diriwayatkan dari shahabat Abu Musa Al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah saw bersabda : “ 1. Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah Al-Atrujah, aromanya harum dan rasanya enak. 2. Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah Kurma, yang tidak beraroma sedang rasanya enak dan manis. 3. Perumpamaan orang munafik yang rajin membaca Al-Qur’an adalah seperti buah Raihanah, aromanya wangi sedang rasanya pahit. 4. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti buah Hanzhalah, tidak memiliki aroma dan rasanya pun pahit.” (HR. Bukhari no. 5427, HR. Muslim no. 797) ————————– Berikut 10 Keutamaan membaca Al-Qur’an Menurut Al-Qur’an dan Hadits Shahih : ———————– 1. Memperoleh Pahala Berlipat Ganda Yang Sempurna o Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah SWT dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengaan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah SWT menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari anugerah-Nya. Sesungguhnya Allah SWT Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS Fathiir:29-30) —————- o Rasulullah saw bersabda: ”Barangsiapa yang membaca satu huruf Kitabullah maka ia mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf; lam satu huruf dan mim satu huruf (HR. At-Tirmizi no. 2910). ——————–  Terlebih lagi pada bulan Ramadhan sebagai bulan Al-Qur’an. Tentu, pahalanya berlipat ganda dibandingkan dengan bulan-bulan biasa. ——–  Hadits ini juga menjelaskan perhitungan yang rinci mengenai pahala membaca Al Qur’an. Tiap huruf berpahala 10 kebaikan. Kita mungkin bisa membayangkan apa yang bisa kita beli dengan uang $1.000 Dollar. Tapi, bisakah kita bayangkan apa yang “bisa” kita beli dengan 1.000 kebaikan? Salah satu yang bisa kita “beli” adalah keburukan-keburukan kita. Maksudnya, Allah SWT akan mengikis dosa dan keburukan kita dengan kebaikan-kebaikan yang kita miliki. Firman Allah SWT, “Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. ————————– Sesungguhnyaperbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. ” (QS Hud:114) ————————– 2. Akan mendapat Rahmat, Petunjuk, Keselamatan dan Kasih sayang dari Allah SWT ———————- o Firman Allah SWT: “Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah SWT, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah SWT menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah SWT mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (QS Al-Ma’idah: 15-16). ——————— 3. Sebagai penyembuh dari segala penyakit ——————— o Firman Allah SWT: “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. ” (QS Yunus: 57). “Katakanlah: „Al Qur’an itu adalah petunjuk dan obat penawar bagi orang-orang yang beriman” (QS Fushshilat : 44) ———————— 4. Al-Qur’an akan menjadi penolong di hari kiamat —————————– o Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah saw bersabda : ”Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat nanti memberi syafa‟at (penolong) bagi orang yang membacanya dan mentaatinya.” (HR. Muslim no. 804). ——————– Tentunya tidak hanya sekedar membaca, juga mengamalkannya. Selain Rasulllah saw, tidak seorangpun yang mampu memberikan pertolongan kepada seseorang pada hari hisab, kecuali Al-Qur’an yang dibaca selama ia hidup di dunia. ——————- o Dan dari Abdullah bin Amru bin Ash Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah saw bersabda : “Puasa dan Al Qur’an akan memberi syafa’at kepada hamba kelak di hari kiamat, Puasa berkata : “Ya Rabbku saya telah mencegahnya dari memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa‟at kepadanya. Dan berkata Al Qur’an :”Saya telah mencegahnya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa‟at kepadanya, Rasulullah saw :”Maka keduanya memberikan syafa‟at” (HR. Ahmad) —————————– o Dari shahabat An-Nawwas bin Sam’an Al-Kilabi radhiallahu ‘anhu berkata : saya mendengar Rasulullah saw bersabda, ”Pada hari kiamat akan didatangkan Al-Qur’an dan orang-orang yang mempraktekan Al-Qur’an di dunia, didahului oleh surah Al Baqarah dan surah Ali Imran, keduanya akan membela dan mempertahankan orang-orang yang mentaatinya.” (HR. Muslim no. 805) ———————– o Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah saw bersabda : “Bacalah oleh kalian dua bunga, yaitu surah Al-Baqarah dan Surah Ali ‘Imran. Karena keduanya akan datang pada hari Kiamat seakan-akan keduanya dua awan besar atau dua kelompok besar dari burung yang akan membela orang-orang yang senantiasa rajin membacanya. Bacalah oleh kalian surah Al-Baqarah, karena sesungguhnya mengambilnya adalah barakah, meninggalkannya adalah kerugian, dan sihir tidak akan mampu menghadapinya. (HR. Muslim no. 804) ————————- 5. Mahluk Allah SWT yang Terbaik. ———————– o Dari shahabat „Utsman bin ‘Affan radhiallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda, ”Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan yang mengajarkannya” (HR. Al-Bukhari no. 5027) ————————- o Abdul Humaidi Al-Hamani, berkata: “Aku bertanya kepada Sufyan Ath-Thauri, manakah yang lebih engkau sukai, orang yang berperang atau orang yang membaca Al-Qur’an?” Sufyan menjawab: “Membaca Al-Qur’an. Karena Rasulullah saw bersabda. „Orang yang terbaik di antara kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” o “Ilmu adalah kehidupannya Islam dan tiangnya keimanan. Dan barangsiapa mengajarkan ilmu, maka Allah SWT akan menyempurnakan pahalanya, dan barangsiapa yang belajar, lantas mengamalkan(nya), maka Allah SWT akan mengajarkan kepadanya apa-apa yang tidak ia ketahui” (HR. Abu Syaikh) ———————- 6. Dikumpulkan bersama para malaikat. ———————– o Dari Ummul Mu`minin ‘Aisyah berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda, ”Orang yang pandai membaca Al-Qur’an akan ditempatkan bersama kelompok para Malaikat yang mulia dan terpuji. Adapun orang yang terbata-bata dan sulit membacanya akan mendapat dua pahala.” (HR. Muslim no. 798, HR Al-Bukhari no. 4937) ————————— Dua pahala, yakni pahala membaca dan pahala susah payahnya. o Rasulullah saw bersabda: ”Tidaklah suatu kaum berkumpul dalam salah satu rumah Allah SWT (masjid) untuk membaca Kitabullah (Al-Qur’an) dan mempelajarinya, melainkan 1. ketenangan jiwa bagi mereka, 2. mereka diliputi oleh rahmat, 3. dikelilingi oleh para malaikat, dan 4. Allah SWT menyebut nama-nama mereka di hadapan para Malaikat yang ada di sisi-Nya. ———————— o Dari Usaid bin Hudhair ra, suatu hari ia sedang membaca surah Al Baqarah sedangkan kudanya diikat di dekatnya. Tiba-tiba kudanya terkejut ketakutan. lalu ia diam, maka kudanya pun diam. Kemudian, ia membaca. Kudanya terkejut ketakutan lagi. Ia pun diam, kudanya pun diam. Kemudian ia membaca lagi. Kudanya terkejut ketakutan lagi. Lalu ia pun beranjak. Saat itu putranya, Yahya, berada dekat dengan kuda itu, maka ia khawatir kuda itu akan mengenai anaknya. Ketika menarik anaknya, Usaid mengangkat kepalanya menghadap langit hingga ia tidak melihatnya. Ketika waktu subuh tiba. ia bercerita kepada Rasulullah saw. Beliau pun bersabda, “Bacalah hai Ibnu Hudhair! Bacalah hai Ibnu Hudhair!”. Ia menjawab, “Saya khawatir kuda itu menginjak Yahya, wahai Rasulullah saw, saat itu Yahya dekat dengan kuda itu. Lalu saya angkat kepala saya menghadap langit, ternyata di langit ada semacam awan yang di dalamnya ada semacam lampu-lampu, lalu lampu-lampu itu keluar hingga saya tidak bisa melihatnya lagi”. Rasulullah saw bertanya, “Tahukah engkau apa itu?”Kata Usaid, “Tidak”, Beliau bersabda, “Itu adalah malaikat yang mendekat karena suaramu. Andaikata engkau terus membaca, pasti ia akan tetap ada sampai subuh dan orang-orang dapat melihatnya karena ia tidak akan tersembunyi dari mereka.” (HR. Al Bukhari) ————————– 7. Al-Qur’an menentukan derajat bagi pembacanya ————————— o Dari shahabat „Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah saw bersabda: ”Sesungguhnya Allah SWT meninggikan (derajat) ummat manusia ini dengan Al-Qur’an dan membinasakannya pula dengan Al-Qur’an” (HR. Muslim no. 269) ————— o “Akan dikatakan kepada para penghafal Al-Qur`an, “Bacalah dan naiklah ke atas. Bacalah dengan tartil sebagaimana dulu kamu di dunia membacanya dengan tartil. Karena jenjang kamu (di surga) berada di akhir ayat yang dulu kamu biasa baca.” (HR. Ahmad no. 6796). ———————- Siapa yang membaca dengan sempurna seluruhnya Al-Qur’an maka ia menempati tingkatan surga yang paling atas di akhirat. Sedang siapa yang membaca sesuatu juz darinya, maka kenaikannya dalam tingkatan surga sesuai dengan bacaannya itu. Dengan demikian, akhir pahalanya adalah pada akhir bacaannya. ————— 8. Kedua Orang Tuanya mendapatkan mahkota surga. ————————– o Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa selalu membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya niscaya Allah SWT akan memakaikan mahkota kepada kedua orang tuanya besok di hari kiamat yg mana cahaya mahkota tersebut lebih indah dari cahaya matahari yg menyinari rumah-rumah di dunia. dan dipakaikan kedua orang tuanya perhiasan yang tidak didapatinya didunia, lalu keduanya bertanya : dengan amal apa hingga kita diberikan pakaian ini ? dikatakan : karena anakmu hapal Al-Qur’an”. Maka apakah gerangan balasan pahala yg akan dianugerahkan kepada orang yg membaca dan mengamalkan Al-Qur’an itu sendiri? ” . (Riwayat Abu Dawud) ——————– 9. Membaca Al Qur’an lebih berharga dibanding Harta benda dunia ———————- o Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Rasulullah saw bersabda: “Tidak boleh hasad (iri) kecuali dalam dua perkara, yaitu: orang yang dikaruniai Allah SWT keahlian tentang Al-Qur`an, lalu diamalkannya pada waktu malam dan siang, dan orang yang dikaruniai Allah SWT kekayaan harta , lalu diinfakkannya pada waktu malam dan siang”. (Hadits Muttafaq ‘Alaih). Yang dimaksud hasad di sini yaitu menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain. (Lihat kitab Riyadhus Shaalihiin, hlm. 467-469). ————– o Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Apakah salah seorang dari kalian suka jika ketika dia kembali kepada isterinya, di rumahnya dia mendapati tiga ekor unta yang sedang bunting lagi gemuk-gemuk?” Kami menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Tiga ayat yang dibaca oleh salah seorang dari kalian di dalam shalatnya adalah lebih baik daripada ketiga ekor unta yang bunting dan gemuk itu.” (HR. Muslim no. 802) ———————– o Dari ‘Uqbah Bin ‘Amir ra berkata Rasulullah saw Bersabda : “Siapakah di antara kalian yang tiap hari ingin pergi ke Buthan atau ‘Aqiq dan kembali dengan membawa dua ekor unta yang gemuk sedang dia tidak melakukan dosa dan tidak memutuskan hubungan silaturahmi?” Kami menjawab, “Kami ingin ya Rasulullah” Lantas beliau bersabda, “Mengapa tidak pergi saja ke masjid; belajar atau membaca dua ayat Al Qur’an akan lebih baik baginya dari dua ekor unta, dan tiga ayat lebih baik dari tiga ekor unta, dan empat ayat lebih baik dari empat ekor unta, demikianlah seterusnya mengikuti hitungan unta.”(HR Muslim) ————————- o Rasulullah saw bersabda, Allah SWT berfirman : “Barangsiapa disibukkan dengan mengkaji Al-Qur’an dan menyebut nama-Ku, sehingga tidak sempat memohon kepada-KU, maka Aku akan memberinya sesuatu yang lebih baik dari apa yang Ku berikan kepada orang-orang yang memohon‟. Dan keutamaan kalam Allah SWT atas semua perkataan adalah seperti, keutamaan Allah SWT atas makhluk-Nya. (HR Tirmidzi) ————————– 10. Dijauhi Setan & Kesusahan ————————- o Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang di dalamnya dibaca surat Al Baqarah” (HR Muslim dari Abu Hurairah ra) ————– o Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah, tidak akan bisa dimasuki setan.” (HR. Muslim) —————– o Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Daru Quthni dari Anas r.a, Rasulullah saw memerintahkan: “Perbanyaklah membaca Al Qur’an di rumahmu, sesungguhnya didalam rumah yang tak ada orang membaca Al Qur’an, akan sedikit sekali dijumpai kebaikan dirumah itu, dan akan banyak sekali kejahatan, serta penghuninya selalu merasa sempit dan susah.” o Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi dari Anas r.a;Rasulullah saw bersabda: “Hendaklah kamu beri nur (cahaya) rumah tanggamu dengan shalat dan dengan membaca Al Qur’an.” berbagai sumber wallahua’lam

August 21, 2016 Edy Methek 1

Allah SWT telah menjamin bagi siapa yang membaca Al-Qur’an dan […]

Allah telah tegas mengharamkan hal ini dalam Al-Qur’anNya, demikian juga Rasulullah dan ini merupakan kesepakatan ulama sepanjang zaman:————— 1. Al-Qur’an——- Adapun dalam Al-Qur’an, setidaknya ada dua ayat yang menegaskan haramnya beda agama. —————- Dalil Pertama : ———- وَلاَ تَنكِحُواْ الْمُشْرِكَاتِ حَتَّى يُؤْمِنَّ وَلأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ وَلاَ تُنكِحُواْ الْمُشِرِكِينَ حَتَّى يُؤْمِنُواْ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ أُوْلَـئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَاللّهُ يَدْعُوَ إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman . Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu . dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. mereka mengajak ke neraka , sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (QS. Al-Baqarah: 221)——— Imam Ibnu Jarir ath-Thobari berkata: “Allah mengharamkan wanita-wanita mukmin untuk dinikahkan dengan lelaki musyrik mana saja ( baik ahli kitab maupun tidak )”. ————– Imam al-Qurthubi berkata: “Jangan kalian nikahkan wanita muslimah dengan lelaki musyrik. Umat telah bersepakat bahwa orang musyrik tidak boleh menikahi wanita mukminah , karena hal itu merendahkan Islam “. [7] —————- Al-Baghowi berkata: “Tidak bolehnya wanita muslimah menikah dengan lelaki musyrik merupakan ijma’ (kesepakatan ulama) “. —————————– Dalil Kedua: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا جَاءكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ اللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِهِنَّ فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلَاتَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ لَا هُنَّ حِلٌّ لَّهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ وَآتُوهُم مَّا أَنفَقُوا وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ أَن تَنكِحُوهُنَّ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ وَلَا تُمْسِكُوا بِعِصَمِ الْكَوَافِرِ وَاسْأَلُوا مَا أَنفَقْتُمْ وَلْيَسْأَلُوا مَا أَنفَقُوا ذَلِكُمْ حُكْمُ اللَّهِ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْوَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, Maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka;maka jika kamu Telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman Maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka . dan berikanlah kepada (suami suami) mereka, mahar yang Telah mereka bayar. dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir ; dan hendaklah kamu minta mahar yang Telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang Telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkanNya diantara kamu. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Mumtahanah: 10) ——————— Imam Ibnu Katsir berkata: “Ayat inilah yang mengharamkan pernikahan perempuan muslimah dengan lelakimusyrik (non Muslim)”. [9] —————– Imam asy-Syaukani juga berkata: “Dalam firman Allah ini terdapat dalil bahwa wanita mukminah tidak halal (dinikahi) orang kafir”. [10] ———————— 2. Hadits —————— Hadits Jabir bahwa Nabi bersabda: نَتَزَوَّجُ نِسَاءَ أَهْلِ الْكِتَابِ وَلاَ يَتَزَوُّجُوْنَ نِسَائَنَا “Kita boleh menikah dengan wanita ahli kitab, tetapi mereka tidak boleh nikah dengan wanita kita”. —————— Ibnu Jarir berkata dalam Tafsirnya 4/367: “Sanad hadits inisekalipun ada pembicaraan, namun kebenaran isinya merupakan ijma’ umat”. Dan dinukil Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya 1/587. ——————- 3. Ijma’———- Selama berabad-abad lamanya, Umat Islam menjalankan agamanya dengan tenang dan tentram, termasuk dalam masalah ini, tidak ada satupun ulama yang membolehkan nikahbeda agama, tetapi anehnya tiba-tiba sebagian kalangan mencoba untuk meresahkan umat dan menggugat hukum ini. Di atas, telah kami kemukakan sebagian nukilan ijma’ dari ahli tafsir , kini akan kami tambahkan lagi penukilan ijma’ tersebut: ———————- 1. Ibnul Jazzi mengatakan: “Laki-laki non Muslim haram menikahi wanita muslimah secara mutlak. Ketentuan ini disepakati seluruh ahli hukum Islam”. ———– 2. Ibnul Mundzir berkata: “Seluruh ahli hukum Islam sepekat tentang haramnya pernikahan wanita muslimah dengan laki-laki beragama Yahudi atau Nasrani atau lainnya”. —————— 3. Ibnu Abdil Barr berkata: “Ulama telah ijma’ bahwa muslimah tidak halal menjadi istri orang kafir”. [14] Sebenarnya, masih banyak lagi ucapan ulama ahli fiqih dan ahli hadits tentang masalah ini. Lantas masihkah ada keraguan tentang kesesatan orang yang menyeleisihinya?!! ———————– 4. Kaidah Fiqih ———————– Dalam kaidah fiqih disebutkan: الأَصْلُ فِي الأَبْضَاعِ التَّحَرِيْمُ Pada dasarnya dalam masalah farji (kemaluan) itu hukumnya haram . Karenanya, apabila dalam masalah farji wanita terdapat dua hukum (perbedaan pendapat), antara halal dan haram, maka yang dimenangkan adalah hukum yang mengharamkan. ———————- Fatwa MUI Majlis Ulama Indonesia (MUI) dalam Musyawarah Nasional MUI VII pada 19-22 Jumadil Akhir 1426 H/26-29 Juli 2005 M setelah menimbang : 1. Belakangan ini disinyalir banyak terjadi perkawinan beda agama 2. Perkawinan beda agama bukan saja mengundang perdebatan di antara sesama umat Islam, tetapi sering mengundang keresahan di tengah-tengah masyarakat 3. Di tengah-tengah masyarakat telah muncul pemikiran yangmembenarkan perkawinan beda agama dengan dalih hak asasi dan kemaslahatan ———————— Dan memperhatikan : 1. Keputusan fatwa MUI dalam Munas II tahun 1400/1980 tentang perkawinan campuran 2. Pendapat Sidang Komisi C bidang fatwa pada Munas VII MUI 2005 ————————- Dengan bertawakkal kepada Allah memutuskan dan menetapkan bahwa perkawinan beda agama adalah haram dan tidak sah.

August 13, 2016 Edy Methek 0

Allah telah tegas mengharamkan hal ini dalam Al-Qur’anNya, demikian juga […]

1 2