Loading
Mengetahui | Islam dan Sains-Edy - Part 12

{Jangan}……”Muslim KALAH Oleh Kuda” … keBERANIan …. menyerang MUSUH ———————————————————— “Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya), dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu shubuh, maka ia menerbangkan debu, dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh. Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Rabbnya, dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya. Dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta. Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur, dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada? Sesungguhnya Rabb mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka.” (QS. Al ‘Adiyat: 1-11) —————————————- Allah menyebutkan bahwa sesungguhnya manusia itu benar-benar ingkar kepada-Nya. Pernyataan tersebut diawali dengan pujian Allah kepada makhluk-Nya, yaitu seekor kuda perang. Dalam surah ini, Allah bersumpah atas nama kuda. Bahwa kuda adalah salah satu karunia terbesar di antara karunia Allah pada makhluk-makhluk-Nya. Karena Allah menyebutkan kuda dengan sumpah, berarti kuda di sini memiliki keistimewaan khusus dibanding hewan-hewan lainnya. Kuda tersebut berlari kencang dengan terengah-engah. Kuda tersebut memercikkan api karena hentakkan kakinya yang mengenai batu saat berlari. Sambil berlari, kuda tersebut kemudian menyerang musuhnya di waktu shubuh. Akibat kencangnya lari kuda tersebut, lalu debu-debu pun beterbangan. Kemudian kuda tersebut menyerang dengan menerobos barisan musuh hingga menembus ke tengah-tengah mereka. Inilah yang digunakan untuk bersumpah oleh Allah dalam surah ini. Manusia harus bisa mengambil pelajaran dari ayat-ayat tersebut. Dari sumpah Allah kepada kuda, hingga kenyataan bahwa manusia adalah makhluk yang sangat lengah. —————————————- Bersungguh-sungguh Kuda diciptakan Allah sebagai kendaraan dan juga sebagai perhiasan bagi yang memilikinya. “Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (QS. An-Nahl: 8). ———————- Dan di dalam surah Al-‘Adiyat, kuda yang disebutkan adalah kuda yang dikhususkan (dan telah dilatih) untuk berperang. Di antara hewan-hewan yang bisa dijadikan tunggangan, hanya kuda yang sering digunakan dalam perang sejak berabad-abad yang lalu. Lain halnya dengan unta atau gajah yang hanya digunakan oleh pasukan-pasukan tertentu dan dalam keadaan tertentu saja. Hampir setiap bangsa diharuskan memiliki pasukan yang pandai menunggang kuda. ———— Di awal ayat surah ini disebutkan bahwa kuda tersebut lari hingga terengah-engah. Kemudian kuku-kuku kakinya memercikkan api akibat bergesekan dengan batu. Kita dapat memahami bahwa kuda adalah hewan yang tidak pernah setengah hati dalam bekerja. Kuda bekerja sesuai dengan kehendak tuannya. Apapun yang diperintah tuannya, kuda akan menaatinya dengan sepenuh hati. Bila larinya sampai membuat nafasnya terengah-engah, artinya ia sedang berlari dalam kecepatan tinggi. Bila larinya menyebabkan munculnya percikan-percikan api dari kakinya, berarti ia sangat bersungguh-sungguh dalam berlari. ————– Apa yang dapat kita pelajari dari kuda yang disebutkan dalam surah Al-‘Adiyat, salah satunya adalah keberanian yang dimiliki kuda perang tersebut. ——— Mereka dengan gagahnya lari menerjang ke tengah sekawanan musuhnya. Tanpa ada rasa takut sedikitpun, meskipun kuda itu sendirian –bersama penunggangnya………… Apakah kita, sebagai manusia, sebagai khalifah di muka bumi, sebagai makhluk Allah yang tercipta sempurna, lebih baik daripada kuda? Atau hidup kita dapat disamakan dengan kuda? Atau jangan-jangan kita lebih buruk daripada kuda?…..

June 12, 2016 Edy Methek 1

{Jangan}……”Muslim  KALAH Oleh Kuda” … keBERANIan …. menyerang MUSUH ———————————————————— “Demi […]

ISRA’ MI’RAJ Nabi Muhammad SAW ————————– * Kisah Isra’ dan Mi’raj Nabi adalah benar karena yang memberitakannya adalah Al-Quran kitab suci kita. ————————- * Kisah Mi’raj Nabi adalah benar walau tidak kasat oleh logika kita sebab dalam agama kebenaran yang dipakai adalah kebenaran wahyu bukan akal yang dieksprimen dulu, wahyu lebih tinggi dari logika. ————————————- * Kebenaran isra’ dan mi’raj nabi wajib di yakini dan adapun caranya Nabi muhammad dan bagaimana atau kaifiyyat Nabi keatas langit ke 7 sampai Sidratul Muntaha tidak menjadi kewajiban mengetahuinya, yang penting percaya dan yakin didalam hati adapun cara yang ril dan sebenarnya wallahua’lam sebab banyak pendapat dalam hal ini. —————————————— * Logikanya Isra’ itu benar dan logis. Jika Nabi Muhammad adalah milik Allah dan langit serta alam ini milik Allah dan dalam kondisi ini Allah yang menghendaki, apa susahnya? Sederhananya seperti ini. Jika anda punya HP lalu anda taruh di lantai dan mau anda pindahkan ke saku, ke lemari, ke atas rak buku, tidak susah bukan? Karena HP itu adalah milik anda. Coba kalau teman anda yang punya? Tidak bisa anda taruh sesuka hati anda. ————————– WALLAHUA’LAM ….. hanya Allah yang MAHA MENGETAHUI yang SEBENAR-BENARnya ——————————————————– “… Mereka berkata, ‘Mahasuci Engkau! Kami tidak memiliki pengetahuan kecuali yang Anda telah mengajari kami. Engkau adalah Mahatahu, Maha Bijaksana “. (QS. Al Baqarah, 32) —————

June 7, 2016 Edy Methek 3

ISRA’ MI’RAJ Nabi Muhammad SAW ————————–   * Kisah Isra’ […]

1 10 11 12