Loading
Mudhghah | Islam dan Sains-Edy

SURGA/NERAKA seseorang adalah ……… TAKDIR/ketetapan Allah ……………………………………………………………………………………… …………………………………. ???? utk apa berAMAL? ???????????——————— Beramallah kalian, … tiap-tiap diri itu akan dimudahkan (jalan menuju) apa-apa yang telah Allah ciptakan (tetapkan), adapun ahli keberuntungan mereka pun akan dimudahkan (jalan menuju) amalan ahli keberuntungan {SURGA}, ….. sedangkan ahli celaka, mereka pun akan dimudahkan (jalan menuju) amalan ahli celaka {NERAKA} . …………………………………………………….. Ada sebuah hadits shahih yang mungkin cukup sulit dipahami dan terasa menyesakan dan berat di hati untuk menerimanya. Hadits tersebut berkaitan dengan nasib atau takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi manusia apakah akan bahagia atau celaka serta akhir kehidupan manusia apakah akan menjadi penghuni surga atau neraka. ——————————- Hadits ini yang diriwayatkan Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya, pada kitab Bada’ul Khalq Bab Dzikrul Mala’ikah no. 3208, kitab Ahaditsul Anbiya no. 3332 dan Imam Muslim dalam Shahih-nya, pada kitab al-Qadar no. 2643 yang berbunyi: عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قالَ: حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ: إنَّ أَحَدَكُم يُجْمَعُ خلقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ، فَوَاللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ غُيْرُهُ، إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا. (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ) Dari Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menuturkan kepada kami, dan beliau adalah ashshadiqul mashduq (orang yang benar lagi dibenarkan perkataannya), beliau bersabda,………… ‘Sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah, kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) seperti itu pula. Kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging) seperti itu pula. Kemudian seorang malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu menuliskan rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya. Maka demi Allah yang tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Dia, sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli surga, sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka, maka dengan itu ia memasukinya. Dan sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, maka dengan itu ia memasukinya.’” ——————————– Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa di sana, dan segala puji bagi Allah, terdapat nash-nash lain yang melegakan orang-orang mukmin dengan menghilangkan rasa kekhawatirannya yang berkaitan dengan hadits ini. Di antaranya adalah bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, ————————— “Tidaklah ada seorang pun dari kalian melainkan telah dituliskan (ditetapkan) tempat duduknya di surga dan tempat duduknya di neraka.” Bertanyalah para sahabat, “Ya Rasulullah, (kalau begitu) apakah tidak (sebaiknya) kita pasrah saja terhadap tulisan itu dan kita tinggalkan amalan-amalan itu.” Beliau menjawab, “ Beramallah kalian, (sesungguhnya) tiap-tiap diri itu akan dimudahkan (jalan menuju) apa-apa yang telah Allah ciptakan (tetapkan), adapun ahli keberuntungan mereka pun akan dimudahkan (jalan menuju) amalan ahli keberuntungan, sedangkan ahli celaka, mereka pun akan dimudahkan (jalan menuju) amalan ahli celaka.” [HR Bukhari Juz 6 Kitab at-Tafsir] —————————————— Kemudian beliau membaca firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.” (QS al-Lail: 5-10) ——————————– Jadi ini adalah sebuah kabar gembira bagi manusia dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam, yaitu ketika ia beramal dengan perbuatan-perbuatan ahli keberuntungan maka ini adalah dalil bahwasanya ia telah dituliskan termasuk golongannya ahli keberuntungan, maka hendaklah merasa gembira dengannya. ——————————————— Imam al-Bukhari juga meriwayatkan di dalam kitab Shahihnya bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam berada di dalam sebuah peperangan ketika bersama beliau ada seorang pemberani dan pantang mundur, maka pada suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya orang ini termasuk ahli neraka beserta kegagahan dan juga keberaniannya.” Maka menjadi besarlah perkaranya di kalangan para sahabat dan mencemaskan suasana mereka, maka berkatalah salah seorang sahabat, “Demi Allah aku akan senantiasa menyertai orang itu,” maka ia pun senantiasa menyertai dan mengawasi orang itu. Lalu orang itupun terkena panah dari musuh, maka ia pun murka, lalu ia taruh pedangnya di dadanya untuk kemudian ia bersandar padanya sampai keluarlah pedangnya itu menembus punggungnya. Ia pun telah membunuh dirinya. Maka sahabat itu pun mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam, lalu ia berkata, “Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasul Allah!” Nabi bertanya, “Dan apa yang terjadi?” Ia pun menjawab, “Sesungguhnya orang yang engkau katakan kepada kami bahwa ia termasuk ahli neraka itu berbuat begini dan begini.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya seseorang itu beramal dengan amalan ahli surga hanya pada apa yang nampak bagi manusia saja, sedangkan dia adalah termasuk ahli neraka.” [HR Bukhari Juz 4 dan Muslim Juz 4 Kitab al-Qadar] —————————————————— Aku memohon kepada Allah agar Allah mensucikan keikhlasan amalan-amalan rahasiaku dan amalan-amalan rahasia kalian semuanya, sebagaimana kita ketahui, bahwa sebuah kerahasiaan itu memiliki peranan yang sangat besar di dalam mengarahkan seorang manusia. Maka hati adalah sesuatu yang menjadi motor yang mengarahkan manusia dan dia juga merupakan pokok utamanya. Oleh sebab itu wajib bagi kita untuk senantiasa memperhatikan hati-hati kita dan senantiasa membersihkan dan mensucikannya dari kotoran-kotoran yang menempel padanya. Sebab terkadang pada hati itu terdapat sifat yang menjijikkan, seseorang menampakkan kebaikan dengan amalan zhahirnya namun di dalam hatinya ada sifat yang merusak yang menggelincirkannya ke dalam jurang kehinaan di kemudian hari. —————-

July 10, 2016 Edy Methek 3

SURGA/NERAKA seseorang adalah ……… TAKDIR/ketetapan Allah ……………………………………………………………………………………… …………………………………. ???? utk […]

BURAQ {“KILAT”}….. Kendaraan Rasulullah Berkecepatan MELEBIHI kecepatan cahaya /sinar … —————————————— Saat mengalami peristiwa Isra Mi’raj diceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW bersama Malaikat Jibril mengendarai makhluk bernama buraq, makhluk yang melegenda di kalangan umat Islam. Namun, mungkin tidak banyak umat Islam saat ini yang mengetahui sosok atau bentuk tunggangan tersebut, sehingga perlu dilakukan kajian lebih mendalam lagi. ———————- Buraq berasal dari kata /barqu yang memiliki arti kilat. Namun, penggantian istilah dari barqu yang berarti kilat menjadi buraq tersebut jelas mengandung pengertian yang berbeda. Jika barqu itu adalah kilat, maka Buraq dapat diasumsikan sebagai sesuatu kendaraan yang kecepatannya diatas kilat atau sesuatu yang kecepatannya melebihi gerakan cahaya. ———————– Istilah barqu yang berarti kilat tersebut bisa ditemukan dalam beberapa surah dalam Alquran. Salah satunya yaitu di dalam surah al-Baqarah ayat 20 yang artinya,Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh, Allah Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah [2: 20]). ——————— Terkait dengan bentuk buraq, di dalam hadis riwayat Imam Muslim yang bersumber dari sahabat Anas bin Malik diterangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Didatangkan kepadaku buraq, yaitu hewan (dabbah) yang berwarna putih (abyadh), bertubuh panjang (thawil), lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari baghal, dan sekali ia menjejakkan kakinya yang berkuku bergerak sejauh mata memandang.” (kitab al-Jami’ al-Sahih juz I, hlm 99). ———- Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Anas tersebut, Rasulullah menjelaskan bahwa Buraq itu adalah dabbah. Menurut penafsiran bahasa Arab, dabbah adalah suatu makhluk hidup berjasad, bisa laki-laki bisa perempuan, berakal dan juga tidak berakal. Penafsiran tersebut menunjukkan bahwa kita tidak dapat menentukan jenis kelamin hewan tersebut, seperti halnya malaikat. …………….. Dalam hadis lain, Rasulullah SAW juga pernah bersabda, “Jibril mendatangiku dengan seekor hewan yang tingginya di atas keledai dan di bawah baghal, lalu Jibril menaikkanku di atas hewan itu kemudian bergerak bersama kami, setiap kali naik maka kedua kakinya yang belakang sejajar dengan kedua kaki depannya, dan setiap kali turun kedua kaki depannya sejajar dengan kedua kaki belakangnya.”……………. Berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW dan beberapa literatur tersebut, dapat disimpulkan bahwa buraq itu adalah seekor hewan yang warna bulunya putih, tubuhnya panjang, tingginya melebihi keledai dan lebih kecil dari baghal, telinganya bergelombang atau bergerigi, kecepatannya seperti kilat, memiliki empat kaki. Jika naik kedua kaki belakangnya disejajarkan dengan dua kaki depannya, dan jika menurun kedua kaki depannya disejajarkan dengan kedua kaki belakangnya…………….

July 3, 2016 Edy Methek 3

BURAQ {“KILAT”}….. Kendaraan Rasulullah Berkecepatan MELEBIHI kecepatan cahaya /sinar … […]

Matematika Pahala dan Dosa —————————————– Dari Ibnu Abbas radhiallahuanhuma, dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam sebagaimana dia riwayatkan dari Rabbnya Yang Maha Suci dan Maha Tinggi, bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskan hal tersebut , ‘Siapa yang ingin melaksanakan kebaikan kemudian dia tidak mengamalkannya, maka dicatat disisi-Nya sebagai satu kebaikan penuh. Dan jika dia berniat melakukannya dan kemudian melaksanakannya maka Allah akan mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat bahkan hingga kelipatan yang banyak. Dan jika dia berniat melaksanakan keburukan kemudian dia tidak melaksanakannya maka baginya satu kebaikan penuh, sedangkan jika dia berniat kemudian dia melaksanakannya Allah mencatatnya sebagai satu keburukan’.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dalam kedua shahihnya dengan redaksi ini). ========================== Orang Muslim Berdasarkan hadits tersebut, jika engkau seorang Muslim, maka berlaku matematika sebagai berikut: …………………………. Jika engkau Muslim dan engkau berniat membuat amal kebaikan, namun engkau tidak jadi melakukannya maka engkau mendapat satu poin amal kebaikan. ……………… Rumusnya: Pahala niat = amal shalih x 1 = 1 amal shalih ========================== Jika engkau Muslim dan engkau berniat membuat amal kebaikan, kemudian engkau jadi melakukannya maka engkau mendapat 10 sampai dengan 700 poin amal kebaikan. ……………. Rumusnya: Pahala amal shalih minimal = amal shalih x 10 = 10 amal shalih ————————– Contohnya, jika engkau bersedekah Rp 1 juta, minimal engkau dinilai oleh Allah seolah-olah bersedekah Rp 10 juta. ———————– Rumus Pahala amal shalih ideal= amal shalih x 700 = 700 amal shalih ————————– Contohnya, jika engkau bersedekah Rp 1 juta, engkau mendapat penilaian ideal oleh Allah, sehingga dinilai seolah-olah engkau bersedekah Rp 700 juta. —————————– Itu baru perhitungan untuk satu kali amal shalih di bulan biasa. Bagaimana jika seorang Muslim melakukan amal shalihnya di bulan Ramadhan yang dijanjikan berlipat ganda? Kita tidak tahu berapa kelipatan yang Allah berikan pada bulan Ramadhan. Tapi kalau boleh kita andaikan kelipatannya 10 kali lipat bulan biasa, maka seseorang yang berinfak Rp 1 juta di bulan Ramadhan dengan menyempurnakan segala persyaratannya, maka dia akan mendapatkan penilaian seolah-olah berinfak Rp 7 milyar. —————————- Rumusnya sbb: ……… Pahala amal shalih ideal di bulan Ramadhan = amal shalih x 700 x 10 = 7000 amal shalih Ada juga pahala maksimal, yakni tak terhingga nilainya. —————– Rumusnya: …………. Pahala amal shalih maksimal= amal shalih x ∞ = ∞ amal shalih ∞ = lambang matematika untuk bilangan yang tak terhingga ——————-

June 30, 2016 Edy Methek 3

Matematika Pahala dan Dosa … melaksanakan KEBAIKAN …. maka Allah […]

SEDEKAH/SHADAQAH adalah WAJIB …. bagaimana dengan orang MISKIN/sedikit HARTA ?? ————————— SEDEKAH/SHADAQAH banyak bentuknya —————— >>>>> bekerja dapat imbalan .. lalu … SEDEKAH ……… >>>>> menolong orang yg terANIAYA ……… >>>> menyuruh orang berbuat keBAIKan/ma’ruf …………. >>>> mencegah diri sendiri dari DOSA/kejahatan …………… ————————–————————–— Tiap muslim wajib bersodaqoh. Para sahabat bertanya, “Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?” Nabi Saw menjawab, “Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersodaqoh.” Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?” Nabi menjawab: “Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi menjawab: “Menyuruh berbuat maruf.” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi Saw menjawab, “Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sodaqoh.” (HR. Bukhari dan Muslim) —————————– manfaat …….. SEDEKAH (ZAKAT, INFAQ, SHADAQAH) ……………………..……………………..……………………..………. Manfaatnya sedekah di akhirat, antara lain: 1. Meringankan hisab. 2. Memberatkan timbangan kebaikan (Simak Al Hadid 18 dan al Baqarah 261). 3. Menjadi naungan bagi orang yang melakukannya dari dahsyatnya panas hari kiamat. Rasul bersabda “Setiap orang berada dalam naungan sedekahnya hingga diputuskan perkara diantara manusia.” “Naungan Mukmin pada hari Kiamat adalah sedekahnya,“ kilah Putra Luqman al Hakim. “ 4. Dimudahkaan melewati ash-shirath. 5. Menaikkan derajat di surga. 6. Menghapuskan dosa dan kesalahan. Rasul SAW bersabda, “Puasa adalah perisai, dan sedekah itu memadamkan kesalahan seperti air memadamkan api.” Nasehat Luqman al Hakim kepada anaknya, ”Jika engkau melakukan suatu kesalahan, maka bersedekahlah“ ……………………..……………………..…………… Perbedaan ZAKAT, INFAQ, SHADAQAH yaitu : 1. Zakat, sifatnya wajib dan adanya ketentuannya/batasan jumlah harta yang harus zakat dan siapa yang boleh menerima. 2. Infaq, sumbangan sukarela atau seikhlasnya (materi). 3. Shadaqah, lebih luas dari infaq, karena yang disedekahkan tidak terbatas pada materi saja. ……………………..………………

June 29, 2016 Edy Methek 1

SEDEKAH/SHADAQAH adalah WAJIB …. bagaimana dengan orang MISKIN/sedikit HARTA ?? […]

Allah Mencela Orang-Orang BODOH … Terhadap KeBENARan Al-Qur’an … sebagai BINATANG TERNAK —————————————- Allah Subhanahu wa Ta’ala mencela orang yang bodoh terhadap kebenaran dalam banyak ayat di dalam Al-Qur’an. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya: ——————————— ”Dan mereka berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya suatu mu’jizat dari Rabb-nya?” Katakanlah: “Sesungguhnya Allah kuasa menurunkan suatu mu’jizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (bodoh).” (QS. Al-An’aam: 37) ————————– ”Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan segala sesuatu ke hadapan mereka, niscaya mereka tidak akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (bodoh).” (QS. Al-An’aam: 111) ————————- ”Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak).” (QS. AL-Furqon: 44) ——————————— Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak saja menyerupakan orang-orang bodoh dengan binatang ternak, bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan bahwa mereka lebih sesat daripada binatang ternak. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya: ————————– ”Sesungguhnya binatang yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa pun.” (QS. Al-Anfal: 22) —————————- Pada ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan bahwa orang-orang bodoh lebih buruk daripada makhluk yang paling buruk di sisi-Nya yaitu keledai, binatang-binatang buas, anjing, belalang dan binatang-binatang yang lain. Ya, orang-orang bodoh lebih buruk daripada hewan-hewan tersebut. Tidak ada orang yang lebih membahayakan dalam agama para Rasul selain orang-orang bodoh, bahkan mereka adalah musuh-musuh utama agama para Rasul. Karena orang bodoh menghendaki jalan Allah yang lurus supaya bengkok dan kebenaran menjadi kabur dengan syubhat-syubhat (kerancuan) yang ada pada dirinya. ——————————– Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya yang telah Allah lindungi dari kebodohan, yang artinya: ”Dan jika penolakan mereka terasa amat berat bagimu, maka jika kamu dapat membuat lobang di bumi atau tangga ke langit lalu kamu dapat mendatangkan mu’jizat kepada mereka. Kalau Allah menghendaki, tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang jahil (bodoh).” (QS. Al-An’aam: 35) ———————————— “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” [QS.al-An’am/6: 116]

June 28, 2016 Edy Methek 1

Allah Mencela Orang-Orang BODOH … Terhadap KeBENARan Al-Qur’an … sebagai  […]

1 2