Loading
Pemahaman | Islam dan Sains-Edy - Part 3

MAKNA TAWAKAL TERIKAT DENGAN HUKUM SEBAB-MUSABAB——– KEDUDUKAN TAWAKKAL DALAM ISLAM ——————- Pemahaman makna tawakal kaum muslimin dewasa ini kurang tepat. Mereka sudah tidak memahami makna tawakkal yang sebenarnya. Tawakkal hanya menjadi perkataan kosong tanpa ada kenyataannya dalam kehidupan mereka. Berlainan dengan generasi pertama ummat Islam, mereka benar-benar memahami makna tawakkal kepada Allah SWT. Mereka bertawakkal kepada Allah SWT dengan tawakkal yang sebenar-benarnya. Oleh karenanya, mereka senantiasa sanggup menyelesaikan berbagai kesulitan yang dihadapi. ————————- Mengapa kaum muslimin saat ini mengalami kemunduran? ini disebabkan karena pemahaman tawakal yang salah. Maka dari itu, bila kita ingin membangkitkan umat islam & mengembalikan kejayaan umat islam lagi , maka salah satu kuncinya adalah memberikan pemahaman tawakal yang benar kepada umat islam, sebagaimana yang dipahami oleh umat islam generasi awal, yang memahami makna tawakal dengan sebenarnya. Sebagai generasi umat islam yang terbaik dengan pemahaman tawakal yang benar, maka umat islam pada waktu itu bisa bangkit dan menjadi umat yang jaya, bisa menghadapi kesulitan & masalah yang dihadapi. Jadi kata kunci tawakal bisa kita pakai terus untuk segala hal yang berkaitan dengan kehidupan umat islam. ————————– Jadi dalam hal apa saja, bila tawakalnya benar maka InsyaAllah hidupnya akan sukses dunia akherat. Maka apabila umat islam saat ini tidak bisa memimpin dunia, umat islam tidak bisa mengatur dunia, tidak bisa menguasai dunia, itu semua dikarenakan tawakalnya yang kurang benar, maka apabila umat islam pemahaman tawakalnya sudah benar, maka umat islam itu akan bangkit & cepat menguasai dunia dengan waktu yang sesingkat-singkatnya seperti pada zaman sahabat dahulu aamiin. ———————– Pada zaman atau generasi sahabat dahulu, mereka bisa menaklukan Romawi, syam, Persia, sampai Iraq. Dan Umat islam mengalami kejayaan pada zamannya Khlalifah Rasyidin, yaitu zamannya Abu Bakar & Umar. ——————- Makna tawakal itu sendiri ada tiga, yang dua salah dalam pemahaman maknanya dan yang satu benar. Pemahaman tawakkal yang salah dari kaum muslimin sekarang ini terbagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu:……………… 1. Tawakkal berarti terikat dengan hukum sebab-musabab………. 2. Tawakkal berarti melepaskan dari hukum sebab-musabab. —————— 1. MAKNA TAWAKAL TERIKAT DENGAN HUKUM SEBAB-MUSABAB ———————- Tawakkal yang dimaksudkan adalah Hadits yang berbunyi: “I’qilha watawakkal…”, maksudnya adalah (“Ikatlah untamu dan bertawakkallah)” (Sunan Tirmidzi: 2636). Hadist ini sangat terkenal & biasanya digunakan untuk memahami makna tawakal, “ikatlah untamu & bertawakallah…” biasanya hadist ini dijabarkan atau dipahami bahwa tawakal itu berikhtiar dulu baru tawakal atau bekerja dulu baru tawakal atau berusaha dulu baru tawakal, yang berarti kejadian dulu baru tawakal. ——————– Misalnya seperti seorang mahasiswa yang akan ujian, maka harus belajar sunguh-sungguh dan mengerjakan ujian dengan serius sampai mati-matian, kemudian menunggu hasil ujian baru tawakal akan hasil yang dicapai. —————— Atau seorang pengusaha, kita sudah berusaha mati-matian mempromosikan dan mengiklankan produk, apakah ada respon atau tidak, kita tawakal, kita tunggu kalau ada yang telpon dari custumer yang mau beli Alhamdulillah, kalau tidak ya,,,belum rezeki. ——————— Hadits “Ikatlah untamu dan bertawakallah…” sering digunakan untuk memperlemah makna tawakkal dalam jiwa manusia. Akibatnya “himmah” dan “azimah” kaum muslimin menjadi turun. Jadi semangat & cita-cita tidak ada, menjadi loyo, Pandangan kehidupannya menjadi sempit, akan merasa lemah, kemampuannya terbatas dan tidak mampu melakukan apapun di luar kemampuannya. ———————

August 16, 2016 Edy Methek 1

KEDUDUKAN TAWAKKAL DALAM ISLAM ——————- Pemahaman makna tawakal kaum muslimin […]

BACAlah AL FATIHAH ….. lalu .. PAHAMIlah ….. agar tidak menjadi manusia yg SESAT {KRISTEN/NASRANI} dan diMURKAI Allah {YAHUDI} ———————————– Setiap SHOLAT kita membaca Surat AL FATIHAH. Di antara ayatnya: “Tunjukilah kami jalan yang LURUS,(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang DIMURKAI dan bukan (pula jalan) mereka yang SESAT.” [Al Faatihah 6-7] ————————— AL FATIHAH …. HIDAYAH/petunjuk,… kEIMANan…. AMALAN… agar bisa meniti JALAN yg LURUS …sesuai .. KEHENDAK Allah …………………..jalan Ni’mat .. bukan jalan diMURKAi.. bukan jalan SESAT ………………………. Ibadah kepada Allah pun tidak akan diterima kecuali apabila dilandasi dengan keimanan, keikhlasan, dan mengikuti tuntunan. Oleh sebab itu di dalam surat Al Fatihah kita memohon kepada Allah hidayah (yakni ayat –red), yang di dalamnya tercakup hidayah ilmu dan hidayah berupa amalan. Agar kita bisa mendapatkan ilmu yang benar, dan agar kita bisa mengamalkan ilmu yang telah kita peroleh. Inilah jalan ‘orang-orang yang diberikan kenikmatan’, . ————————– Adapun jalan ‘orang yang dimurkai’ , adalah jalan orang yang berilmu namun tidak mengamalkan ilmunya, sebagaimana orang-orang Yahudi yang dimurkai Allah. Adapun jalan ‘orang-orang sesat’, , adalah jalan orang yang beramal tanpa bekal ilmu, sebagaimana orang-orang Nashara. Kaum yang dimurkai menyimpang karena niat yang rusak, sedangkan kaum yang sesat menyimpang karena pemahaman yang rusak. Oleh sebab itu para ulama menyatakan bahwa ‘kelurusan niat dan benarnya pemahaman’ adalah salah satu nikmat terbesar yang dikaruniakan Allah kepada seorang hamba. Itulah yang setiap hari kita minta dalam doa kita , yang artinya, “Tunjukilah kami jalan yang lurus”. ———————————– Tidak mungkin ibadah kita ikhlas jika kita tidak mengerti apa itu ikhlas dan apa saja yang merusaknya, sebagaimana tidak mungkin kita beribadah mengikuti tuntunan (As Sunnah) jika kita tidak mengerti seperti apa tuntunan itu dan apa saja yang tidak dituntunkan. Sementara ilmu tentang itu semuanya hanya akan bisa kita gali dari Al Qur’an dan As Sunnah. Dan itu semua akan terwujud dengan taufik dan pertolongan Allah semata, bukan karena kepintaran, kecerdasan, pengalaman, atau kepandaian kita. ……………………..…. Dari Abu sa’id Ibnu Mu’alla radhiallahu ‘anhu dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku, ‘Sungguh aku akan ajarkan kepadamu sebuah surah yang paling agung dalam al-Qur’an, (yaitu surah) Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin… (surah al-Fatihah), inilah tujuh ayat yang (dibaca) berulang-ulang dan al-Qur’an yang agung yang diberikan (oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala) kepadaku.’”[HSR al-Bukhari (no. 4204).] ————————

July 19, 2016 Edy Methek 1

BACAlah AL FATIHAH ….. lalu .. PAHAMIlah ….. agar tidak […]

7 LANGIT= 7 konstelasi = lapisan langit …. seperti BUMI [berbentuk BOLA .. efek dari BIG BANG } konstelasi bumi mulai dari elektron mengelilingi Inti …. sampai konstelasi pulau yg terpisahkan samudra /laut {memudahkan penggambaran pemahaman} ————————————— konstelasi LANGIT /alam semesta/ universe …. <<< mulai dari langit 1 BINTANG dan PLANETnya ,,,,,,, << langit 2 {selanjutnya} .. al BURUJ/ gugusan bintang /kumpulan BINTANG/galaksi …. << langit 3 /selanjutnya …. gugusan/kumpulan BURUJ/ cluster …. << langit 4 … gugusan/kumpulan CLUSTER / super cluster …. << sampai langit 7 SAJA {langit/samawat= TERBATAS= yg TIDAK terbatas adalah ALLAH …. ALLAHU AKBAR … Allah MAHA BESAR ————————————— ﴾ Ath Thalaaq:12 ﴿ Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. ٱللَّـهُ ٱلَّذِى خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ وَمِنَ ٱلْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ ٱلْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّـهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ ٱللَّـهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَىْءٍ عِلْمًۢا ﴿الطلاق:١٢﴾ ———————-

June 3, 2016 Edy Methek 2

7 LANGIT= 7 konstelasi = lapisan langit  …. seperti BUMI […]

1 2 3