Loading
Pikir | Islam dan Sains-Edy

Jika Allah maha baik, mengapa Dia menciptakan neraka???Mengapa tidak masuk surga saja semua? Mengapa harus ada neraka? ———— Kita sebagai manusia yang beriman, tentunya harus selalu mengacu kepada sumber-sumber dasar hukum tersebut di dalam menentukan atau menilai suatu hal dan permasalahan, artinya predikat baik atau buruk, sopan atau tidak sopan, lembek atau keras, kejam atau tidak kejam…..baru dianggap sah dan benar jika pengertian dan pengetahuan yang kita miliki sudah kita selaraskan dengan pengertian dan ilmu yang datang dari Tuhan Pencipta Alam. ———————— “Dan katakanlah kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu” (QS Al Kahfi : 29) ——————– “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu” (QS Al Baqarah : 216) ——————- Masalahnya sekarang ini kita hidup di zaman yang penuh dengan berkembangnya paham-paham baru seperti LIBERALISME, FEMINISME, FEDERALISME, dsb yang beberapa inti ajarannya sangat membahayakan dan bertentangan dengan akidah, pengertian dan perbuatan umat Islam pada umumnya. Mereka (paham-paham tersebut) sangat mendukung dan membantu segala bentuk kesenangan dan kebebasan tanpa batas. ————– Yang penting asalkan suka sama suka dan tidak ada paksaan maka hal itu tidak melanggar norma-norma hukum kemanusiaan, yang imbasnya akan mengotori dan merusak norma-norma hukum agama yang penuh dengan pantangan, halangan, dan larangan. Meraka selalu berusaha untuk menghancurkan segala bentuk keterbatasan dan ketidakbebasan walaupun pada hakikatnya semua keterbatasan dan ketidakbebasan itu didasari demi tercapainya suatu kebaikan, kesopanan, kepantasan, keberadaban serta keharmonisan hubungan diantara sesama manusia. Tetapi sayangnya paham dan propaganda-propaganda itu sudah cukup sukses tersebar dan menyebar dengan luas di semua kalangan di dunia ini. Kita telah terciptakan dan hidup di dunia ini agar kita bisa menjadi khalifah-NYA di muka bumi, makna lebih dalamnya lagi adalah supaya kita mau tunduk dan patuh terhadap segala ketentuan dan perintah dari ALLAH swt. Bukannya kita yang harus mengatur ALLAH, tetapi kita yang harus diatur agar kita selamat di dunia dan akhirat. Begitu juga ALLAH swt telah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan, siang dan malam, baik dan buruk, bersih dan kotor, bagus dan jelek, bahagia dan sedih, hidup dan mati yang pada akhirnya surga dan neraka. Itu sudah merupakan salah satu sunatullah dan qudrat-NYA. ————– —————– “Hai jiwa yang tenang…Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-NYA…Maka masuklah kedalam jama’ah hamba-hamba-KU…Dan masuklah kedalam Surga-KU” (QS Al Fajr : 27-30) —————— Ibaratnya seperti seorang Ibu yang ditinggal pergi jauh oleh anak putrinya yang cantik, karena dia harus sekolah atau bekerja di suatu kota besar untuk waktu yang cukup lama. Tentunya si ibu tersebut akan selalu merindukannya dan merisaukan segala keselamatan dan kesehatannya. Andaikan si Ibu itu menerima kabar kalau anak kesayangannya itu sakit, diganggu/disakiti oleh orang lain apalagi sampai dia berbuat yang tidak baik (dosa)….maka si ibu itu akan merasakan sangat teriris-iris hatinya karena rasa sayang dan cintanya kepada putrinya itu. Dan dapat dipastikan kalau rasa cemas, khawatir, dan cinta ALLAH kepada kita yang masih hidup di dunia ini adalah 70 kali lebih besar dan kuat daripada rasa yang dimiliki oleh si ibu tersebut. Itulah mengapa BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM….Dengan menyebut nama ALLAH yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kalau kita ibaratkan misalnya….kasih sayang ALLAH itu bernilai 100%, maka hanya 1% saja yang DIA turunkan dan curahkan kepada umat manusia di dunia….sedangkan yang 99% nya lagi akan diberikan kepada kita pada hari Penghisaban. Dimana ALLAH pada hari itu akan benar-benar memperlihatkan kemaha sayangannya dan kemaha adilannya, karena disitulah penentuan akhir dari segala tindak tanduk, perbuatan, nasib serta takdir dari setiap jiwa yang pernah hidup. ————– “Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya” (QS Al Infithar : 5) —————- Disana mahkamah pengadilan akan digelar selama kurang lebih 500.000 tahun karena semua orang dari zaman Nabi Adam sampai Bayi terakhir lahir akan diadili seadil-adilnya. Siapa yang berbuat kebajikan walaupun sebesar biji zarrahpun akan mendapatkan hasilnya dan begitu juga sebaliknya. ———————- “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya….dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya pula” (QS Al Zalzalah : 7-8) ———————- Tidak akan ada seorangpun yang teraniaya dan terugikan. Pada saat itu….kasusnya bisa jadi seorang yang mencuri tetapi yang akan dimintai pertanggungjawabannya adalah para pemimpin. Dia mencuri karena orang miskin dan sangat lapar, sedangkan setiap pemimpin bertanggung jawab atas semua orang (rakyat) yang dipimpinnya. Atau bisa jadi kasus berikutnya adalah….seorang anak yang berzina, tetapi yang disalahkan adalah kedua orang tuanya karena tidak segera menikahkan anaknya ketika waktunya tiba. Jadi segala persoalan tidak akan diputuskan seenaknya saja dan semau gue….tidak seperti kita membeli pisang goreng dan es teh manis tanpa pikir dulu….just do it!…yang penting isi perut dapat terisi. Pada saat itu semua orang dari segala suku, bangsa, agama, kalangan, pekerjaan, profesi dsb akan menyesal dan menangis hebat karena penyesalan yang begitu mendalam ketika mereka telah menyaksikan kenyataan / realitas dengan mata kepala sendiri. Tetapi ALLAH masih sangat penyayang….karena itu DIA memberikan jalan lain / solusi lain agar hamba-hamba-NYA bisa terselamatkan dari azab api neraka yaitu dengan cara memberikan izin kepada para Rasul, Nabi, Sahabat, Wali, dan Hafizh untuk memberikan Syafaat / Pertolongan kepada umat manusia asalkan mereka (Para Pendosa dan Pendurhaka) adalah orang-orang yang mengakui adanya 1 Tuhan dan Muhammad saw adalah sebagai rasul terakhir. Semakin tinggi derajat mereka (Para Rasul,….., Wali) semakin banyak pula orang-orang yang bisa mereka selamatkan dari api neraka. Demi ALLAH……ALLAH tidak rela sedikitpun jika hamba-hamba-NYA harus singgah dulu di neraka walaupun hanya 1 detik. Tetapi DIA lah yang maha adil, maha membalas dan maha menepati janji…..jadi DIA harus rela, pasrah dan ridho akan ketentuan-ketentuan-NYA yang telah ditetapkan-NYA selama berjuta-juta tahun sebelumnya, untuk membiarkan banyak dari hamba-hamba-NYA untuk dicuci dahulu segala dosa-dosanya di dalam api neraka. Walaupun Hati-NYA hancur lebur karena kesedihan-NYA yang begitu mendalam sehingga dapat menggetarkan kebesaran, kemegahan, dan keagungan Arasy-NYA / Singgasana-NYA. Tetapi apa mau dikata…..nasi sudah jadi bubur……Semua buku-buku amalan sudah ditutup, tidak dapat dirubah lagi, dan harus dikembalikan kepada pemiliknya masing-masing. Segala kasih sayang ALLAH kepada hamba-hamba-NYA telah mutlak dan tuntas diberikan…..tidak ada satupun yang terlewat. Para Rasul, Nabi, Wali dan Solihin untuk memberikan peringatan dan kabar gembira kepada umat manusia tentang hari akhirat kelak….Akal untuk membedakan hal-hal yang baik dan buruk……Hidayah, Taufik, Ilham untuk menunjukkan kepada jalan yang benar dan lurus…..Al Qur’an dan Hadist untuk mengetahui suatu ilmu kebenaran tentang haq dan bathil (halal dan haram)…..Cobaan dan Teguran untuk lebih menyadarkan diri dari segala kesalahan……Tetapi alangkah sayangnya, semuanya itu hanyalah bagaikan angin yang berlalu saja untuk diri kita. Lalu kalau sudah begitu…..APA SALAH ALLAH?…..KEJAM dan SADISkah TUHANku?…Mudah-mudahan Kamu Mengerti…

August 17, 2016 Edy Methek 0

Jika Allah maha baik, mengapa Dia menciptakan neraka???Mengapa tidak masuk […]

Manfaat …dan…. Dampak Ilmiah Puasa Pada Kesehatan Tubuh —————- Dengan niat yang kuat dan ikhlas, ibadah puasa dapat kita jalani dengan maksimal sekaligus memberikan manfaat yang maksimal pula bagi diri kita. Selain menjadi ladang pahala bagi umat muslim, berpuasa juga memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh manusia itu sendiri. ———————- Karena itu, agar makin termotivasi dalam menjalani puasa , kita juga perlu tahu apa saja manfaat berpuasa dari segi ilmiah. Manfaat berpuasa ini telah banyak dibahas diberbagai artikel, maka kami menghimpunnya dan memilah yang terbaik dan mudah dipahami. ———————– Terkait dengan puasa sendiri, sangat terkait dengan kesehatan orang yang berpuasa, hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam : صُومُوا تصحوا “Puasalah kalian niscaya kalian akan sehat” —- Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu As-Sunniy, dan Abu Nu’aim yang mencantumkannya didalam Ath-Thibbun Nabawi (Pengobatan Metode Nabi) dari Abu Hurairah, serta Ath-Thabaniy didalam Al-Awsath. Kebanyakan ulama mengatakan bahwa hadits ini sanadnya dloif (lemah). Hadits ini juga dicantumkan didalam kitab monumental Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali yaitu Ihya’ Ulumuddin dan ketika Imam Al-‘Iraqi mentakhrijnya, beliau mengatakan bahwa sanadnya dlaif (lemah). ————————– 1. Baik Bagi Kesehatan Jantung & Pembuluh Darah Sakit jantung tidak dipungkiri lagi merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh kebanyakan orang didunia, apalagi di Indonesia dengan jumlah perokok terus makin meningkat tiap tahunnya penyakit jantung adalah ancaman nyata. Untungnya, berpuasa memiliki dampak yang sangat baik bagi jantung, ketika berpuasa, tubuh kita ternyata melakukan peningkatan HDL dan penurunan LDL yang menurut penelitian “chronobiological” ternyata hal tersebut merupakan hal yang sehat bagi jantung dan pembuluh darah. ———– 2. Psikologi Yang Tenang Cegah Penyakit Kronis Selain menahan lapar dan haus, puasa juga mengharuskan kita menahan amarah. Hal ini membuat keadaan psikologis seseorang menjadi lebih tenang dan secara ilmiah akan menurunkan kadar adrenalin dalam tubuh. Minimnya adrenalin akan memberikan efek baik pada tubuh seperti: mencegah pembentukan kolesterol dan kontraksi empedu yang lebih baik dimana hal ini dapat mengurangi resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya. ———– 3. Pola Pikir yang Lebih Tajam & Kreatif Puasa membuat pikiran menjadi lebih tenang dan juga melambat, uniknya menurut penelitian ternyata pikiran yang melambat ini membuatnya justru bekerja lebih tajam. Selain itu ditinjau dari segi insting, masalah rasa lapar adalah masalah kelanjutan hidup sehingga wajar jika rasa lapar memaksa kita untuk berpikiran lebih tajam dan kreatif. Hal ini juga dibuktikan dengan suatu kasus pada sekelompok mahasiswa di University of Chicago yang diminta berpuasa selama tujuh hari. Selama masa itu, terbukti bahwa kewaspadaan mental mereka meningkat dan progres mereka dalam berbagai penugasan kampus mendapat nilai “REMARKABLE.” ————— 4. Performa Seksual Meningkat Pesat Sebuah penelitian yang membahas tentang hubungan puasa dengan kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH) membuktikan, bahwa puasa memang benar menurunkan nafsu seksual dan menurunkan hormon testoteron. Namun ini bersifat sementara, Bahkan setelah beberapa hari siklus puasa dijalankan justru produksi hormon testosteron dan performa seksual justru meningkat pesat. ———————- 5. Mengurangi Kegemukan secara ilmiah berpuasa juga berdampak pada penurunan berat badan. Dengan berpuasa usus-usus dalam tubuh akan lebih bersih dari sisa-sisa endapan makanan, Endapan makanan inilah yang bila kelebihan akan menjadi lemak diperut. Selain itu berpuasa juga memperbaiki sistem pencernaan kita, sehingga sirkulasi makanan dan buang air menjadi lebih lancar. ——————— 6. Pencegah & Penyembuh Penyakit Mental Otak kita didalamnya memiliki fungsi pembersih dan penyehat otak dengan bantuan sel yang disebut dengan “neuroglial cells”. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit, akan “dimakan” oleh sel-sel neuroglial ini, dimana hal ini akan berdampak pula pada mental seseorang. bahkan, seorang ilmuwan di bidang kejiwaan yang bernama Dr. Ehret menyatakan bahwa: “Beberapa hari berpuasa akan memberikan dampak pada kesehatan fisik dan lebih lanjut untuk mendapatkan kesehatan mental, seseorang harus menjalani puasa lebih dari 21 hari. ————— 7. Kekebalan Tubuh Yang Meningkat Bukannya lemas sehingga menjadi gampang sakit, ternyata puasa justru meningkatkan kekebalan tubuh. Hal ini didukung oleh penelitian yang bahkan sudah umum, yaitu mengenai: Ketika seorang berpuasa maka akan terjadi peningkatan Limfosit sampai dengan 10 kali lipat dalam tubuhnya, hal ini memberikan pengaruh yang besar terhadap sistem imunitas tubuh, sehingga puasa justru menghindarkan kita dari berbagai virus dari lingkungan luar/makanan yang tidak baik. ——————– 8. Sehat Bagi Ginjal Ginjal merupakan penyaring zat berbahaya apapun yang kita makan dan minum dan berpuasa membuat ginjal semakin sehat, mengapa? Karena fungsi ginjal akan maksimal bila kekuatan osmosis urin mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air, dan satu-satunya cara adalah dengan mengurangi asupan air yaitu ketika berpuasa. ——————– 9. Pencegah Diabetes & kelebihan Nutrisi Lainnya Obesitas, hiperkolesterol, diabetes dan penyakit yang diakibatkan kelebihan nutrisi lainnya adalah akibat dari tubuh mengalami kelebihan kadar gula darah dan kolesterol. Dengan berpuasa konsumsi gula dan makanan berlemak dapat lebih terkontrol dan dikurangi yang akan berdampak baik bagi kembalinya keseimbangan kadar gula dan kolesterol tersebut. ——————– 10. Penawar Sakit Sendi/Encok Berpuasa dengan teratur akan meningkatkan sel penetral alami dalam tubuh kita yang akan membuat sakit encok lambat laun menuju kesembuhan. Sebuah penelitian menemukan adanya korelasi antara meningkatnya kemampuan sel penetral (pembasmi bakteri) dengan membaiknya radang sendi — penyebab encok.

July 14, 2016 Edy Methek 1

Manfaat …dan…. Dampak Ilmiah Puasa Pada Kesehatan Tubuh —————-

BUMI, MATAHARI {bintang/star}, dan BULAN …. ber-ROTASI {berPUTAR pada POROSnya/spin} —————————- mengapa ? apa sebabnya ? untuk APA? ————— Apakah ayat-ayat Al Quran dapat membuktikan tentang Rotasi Bumi, Matahari dan Bulan? —————————– Orang-orang yang mengingkari Al Quran akan selalu mencari-cari kesalahan dan kekeliruan Ayat-ayat di dalam Al Quran. Mereka menyatakan bahwa tidak ada pernyataan di dalam Al Qur’an yang menunjukkan bahwa Bumi berbentuk bulat, tidak pula tertulis bahwa Bumi itu berputar pada porosnya, dan bagaimanakah AL Qur’an membuktikan bahwa satu tahun itu sama dengan 12 bulan? ————————- Mereka mendustakan keterangan Al Qur’an yang tidak sesuai dengan bukti ilmiah dan sain medern. Mereka menyimpulkan keterangan ayat AL Qur’an dalam surat Al Kahfi ayat 86, ketika Zulkarnain menyaksikan matahari terbenam di laut berwarna hitam . Terbit dan tenggelamnya matahari yang tertulis di dalam Al Quran menunjukkan bahwa keterangan AL Quran tersebut kontradiksi dengan sain modern dan tidak bisa diterima secara ilmiah. Para penentang dan penghujat Al Quran menertawakan keterangan itu, suatu hal yang mustahil matahari dan bulan saling berkejaran untuk saling mendahului (QS. Yasiin 36:40). ———————- Para penghujat AL Quran menantang orang-orang Islam untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka ; Apakah mungkin orang muslim mampu berpikir secara logis untuk menyimpulkan bahwa ayat-ayat Al Quran dapat menunjukkan bumi berputar pada porosnya?, bulan mengellingi bumi selama jangka waktu satu bulan?,dan bagaimana membuktikan satu tahun itu 12 bulan?.

June 9, 2016 Edy Methek 1

BUMI, MATAHARI {bintang/star}, dan BULAN …. ber-ROTASI {berPUTAR pada POROSnya/spin} […]

“Perumpamaan” CAHAYA ALLAH (An Nuur:35)… ………………………………………….>>> “perumpamaan cahaya Allah” seperti CAHAYA PLANET (cahaya yang dihasilkan dari PANTULAN sinar matahari yang mengenainya) ====————————— …. tidak perlu ada PELITA/obor …. seperti KACA. tidak perlu ada pembakaran dari api …. seperti sinar zaitun ————————————— perumpamaan = pendekatan proses/gambaran sesuatu … dibandingkan yang umum/biasa orang pikirkan …. yang sering dilihat mata. —————– kata “seperti” = memudahkan logika/penggambaran dalam berpikir kalbu ————————- Allah (ٱللَّـهُ) cahaya (نُورُ) langit {ٱلسَّمٰوٰتِ} dan bumi {وَٱلْأَرْضِ}. PERUMPAMAAN {مَثَلُ} cahaya Allah (cahaya-Nya/نُورِهِۦ), seperti lubang {كَمِشْكَوٰةٍ}, di dalamnya {فِيهَا} pelita (مِصْبَاحٌ). Pelita itu (ٱلْمِصْبَاحُ) di (فِى) dalam kaca (زُجَاجَةٍ) kaca itu (ٱلزُّجَاجَةُ) seakan-akan (seperti/كَأَنَّهَا) PLANET (PLANET/KAWKABUN/كَوْكَبٌ/ bersifat “memantulkan sinar”) berkilauan {دُرِّىٌّ}, ia dinyalakan {يُوقَدُ}dari (مِن) pohon (شَجَرَةٍ) yang banyak keberkahannya (مُّبٰرَكَةٍ), pohon zaitun (زَيْتُونَةٍ) tidak {لَّا} tidak di sebelah timur (شَرْقِيَّةٍ) dan tidak {وَلَا} pula di sebelah barat (غَرْبِيَّةٍ), hampir-hampir {يَكَادُ} minyaknya {زَيْتُهَا} dia menerangi {يُضِىٓءُ}, walaupun {وَلَوْ} tidak {لَمْ} menyentuhnya {تَمْسَسْهُ} api {نَارٌ}. Cahaya {نُّورٌ} di atas {عَلَىٰ} cahaya (نُورٍ), memberi PETUNJUK {يَهْدِى}Allah {ٱللَّـهُ} kepada cahaya-Nya {لِنُورِهِۦ} siapa/orang {MAN} dia kehendaki {يَشَآءُ}, dan membuat {وَيَضْرِبُ} Allah {ٱللَّـهُ} perumpamaan {ٱلْأَمْثٰلَ} bagi manusia {manusia bumi/لِلنَّاسِ}, dan Allah {وَٱللَّـهُ} dengan segala {بِكُلِّ} sesuatu {شَىْءٍ} Maha Mengetahui {عَلِيمٌ} ﴾ An Nuur:35 ﴿ ﴾ An Nuur:35 ﴿ terjemah Depag RI Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. PERUMPAMAAN { مَثَلُ} cahaya Allah, adalah SEPERTI sebuah lubang { كَمِشْكَوٰةٍ} yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat PERUMPAMAAN { ٱلْأَمْثٰلَ} bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. ۞ ٱللَّـهُ نُورُ ٱلسَّمٰوٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشْكَوٰةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ ٱلْمِصْبَاحُ فِى زُجَاجَةٍ ۖ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّىٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبٰرَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِىٓءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِى ٱللَّـهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَيَضْرِبُ ٱللَّـهُ ٱلْأَمْثٰلَ لِلنَّاسِ ۗ وَٱللَّـهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ ﴿النور:٣٥﴾ …………………………> maka ALLAH …. membuat PERUMPAMAAN, …. gunanya MEMUDAHKAN, perumpamaan bukan ARTI yang sesungguhnya. hanya pendekatan MUDAHnya manusia MEMAHAMI. ———————— CAHAYA Allah = clue 1 seperti LOBANG كَمِشْكَوٰةٍ didalamnya فِيهَا pelita مِصْبَاحٌ clue 2 pelita itu ٱلْمِصْبَاحُ di فِى dalam KACA زُجَاجَةٍ clue 3 KACA itu ٱلزُّجَاجَةُ seakan-akan (seperti) كَأَنَّهَا BINTANG (yang memantulkan cahaya dari pelita) كَوْكَبٌ berkilauan دُرِّىٌّ clue 4 ia (bintang yang memantulkan cahaya dari pelita/kaca) dinyalakan يُوقَدُ dari مِن pohon شَجَرَةٍ banyak keberkatan (banyak keistimewaan) مُّبٰرَكَةٍ zaitun زَيْتُونَةٍ tidak لَّا sebelah timur شَرْقِيَّةٍ dan tidak وَلَا di sebelah barat ………………………>> jadi IA (cahaya itu/ perumpamaan cahaya Allah) …. seperti BINTANG tapi TIDAK ada API …. bersinar TANPA API seperti pohon ZAITUN. bintang itu bersifat KACA = memantulkan cahaya dari pelita (sumber cahaya itu). cahaya نُّورٌ diatas عَلَىٰ cahaya نُورٍ CAHAYA itu REFLEKSI /pantulan dari pelita/sumber cahaya/dari pembakaran (matahari/ bintang) …. jadi KAWAKIB (PLANET) itu Bukan Bintang/matahari. walau terlihat dari BUMI (tempat kita melihat) seperti BINTANG/star (pelita/obor/cahaya yang dihasilkan dari pembakaran unsur)

June 2, 2016 Edy Methek 1

“Perumpamaan” CAHAYA ALLAH (An Nuur:35)… ………………………………………….>>> “perumpamaan cahaya Allah” seperti […]