Loading
Rendah | Islam dan Sains-Edy - Part 4

IQRO (membaca) …. Dg… “HANYA”…. MATA (di kepala)… dikeluarkan … lewat MULUTnya saja ????= …seperti BINATANG TERNAK …. Al A’raf:179 …………………….. >> membaca Al qur’an HANYA ….. sampai di KERONGKONGANnya saja …. tidak MEMAHAMI/merenungkan ISI … dari yang diBACA = orang CELAKA ……… >> … MATA tidak BUTA … yang buta adalah HATInya …. Karena TIDAK BERUSAHA MEMAHAMI segala sesuatu …………… >> …. Mempunyai KALBU/hati …. Tidak untuk MEMAHAMI (Apa yang telah DIBACA) …………………….. Review Mengapa orang sudah beragama ISLAM dan sudah SHOLAT …. Tapi … Allah masih berkata: *) “KAMU/aku (kita) ….. masih termasuk PENDUSTA AGAMA (pembohong dg agama-Din kita, belum “melaksanakan AGAMA-din kita) **) “KAMU/aku (kita) …. Termasuk orang SHOLAT yang CELAKA (sudah shalat … tapi rugi.. melakukan pekerjaan yang sia-sia) ——————————– ﴾ Al Maa’uun:1 ﴿ Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? ﴾ Al Maa’uun:2 ﴿ Itulah orang yang menghardik anak yatim, ﴾ Al Maa’uun:3 ﴿ dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. ﴾ Al Maa’uun:4 ﴿ Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, ﴾ Al Maa’uun:5 ﴿ (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, ﴾ Al Maa’uun:6 ﴿ orang-orang yang berbuat riya, ﴾ Al Maa’uun:7 ﴿ dan mereka mencegah/enggan memberi pertolongan { enggan (menolong dengan) barang berguna-terjemah Depag-pen) ———————————– ***) KAMU/aku (kita) …. Termasuk orang SESAT….. dan … LALAI (padahal punya MATA, HATI, TELINGA ….. seperti BINATANG TERNAK saja… BODOH sekali) —————————- ﴾ Al A’raf:179 ﴿ Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati (kalbu), tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami dan mereka mempunyai mata tidak dipergunakannya untuk melihat, dan mereka mempunyai telinga tidak dipergunakannya untuk mendengar. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. ————————- >> …. Mempunyai KALBU/hati …. Tidak untuk MEMAHAMI (Apa yang telah DIBACA) ————————- >> … MATA tidak BUTA … yang buta adalah HATInya …. Karena TIDAK BERUSAHA MEMAHAMI segala sesuatu —————————- ﴾ Al Hajj:46 ﴿ maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. …………………………….. JANGAN sampai diCAP/dianggap .. ALLAH sebagai ORANG CELAKA …. —————————————— >> membaca Al qur’an HANYA ….. sampai di KERONGKONGANnya saja …. tidak MEMAHAMI/merenungkan ISI … dari yang diBACA = orang CELAKA ——————— >> orang CELAKA = manusia/orang yg dilempar Allah ke NERAKA JAHANAM ———————— <<<<< kita diperintah untuk MEMBACA al qur’an ,,, lalu .. memahami al qur’an dg qalbu kita .. lalu .. mengamalkan al qur’an >>>>>>>>> ……………………………………………………. Rasulullah SAW bersabda: “Akan ada sebagian orang diantara kalian yang shalatnya mengalahkan shalatmu, dan yang puasanya mengalahkan puasamu, dan ibadahnya mengalahkan ibadahmu. Mereka akan memBACA AL-QUR’AN tetapi tidak melebihi KERONGKONGAN mereka. Mereka akan meninggalkan Islam seperti anak panah dari busurnya…’ (Al Bukhari, Kitab Fadilah Al-Qur’an Bab 3g Hadits no 5058) …………………………………………………………………. <<< celaka bagi orang yang memBACA AL-QUR’AN tapi tidak merenungkan kandungannya … TIDAK memahami ISI dan perintah Al qur’an” >> ……………………………………………………………… Ubaid bin Umar berkata kepada sayyidah Aisyah ra, “Kabarilah kami , apa yang paling mengagumkan bagimu dari Rasulullah saw?’ Aisyah ra terdiam, lalu berkata”Pada suartu malam Rasulullah berkata padaku, wahai Aisyah biarkanlah aku beribadah pada Tuhanku pada malam ini” Aku (Aisyah) berkata “Demi Allah, aku lebih suka berada disampingmu, dan aku lebih suka membahagiakanmu”. Kemudian Rasulullah saw berdiri dan berwudhu lalu mengerjakan shalat . Aisyah berkata, “Rasulullah saw menangis sepanjang shalatnya, hingga pipinya yang mulia basah karenanya. Aisyah berkata, “Rasulullah duduk sambil menangis hingga janggutnya yang lembut basah “ . Aisyah berkata”Kemudian Rasulullah saw menangis , hingga air mata beliau memmabasahi tanah”. Bilal datang untuk mengumandangkan azan. Ketika melihat Rasulullah saw sedang menangis, Bilal bertanya,”Wahai Rasulullah, mengapa engkau menangis, bukankah Allah telah mengampuni dosa dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?”. Rasulullah saw berkata”Tidakkah aku menjhadi seorang hamba yang bersyukur, aku telah menerima wahyu dari Allah pada malam ini, CELAKA bagi orang yang membacanya tapi tidak merenungkan kandungannya” …………………………………………………………………… oleh NABI .. mereka diCAP = sebagai orang CELAKA… artinya apa?… = dilempar ke NERAKA …………………………………………………………… ﴾ Huud:106 ﴿ Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُوا۟ فَفِى ٱلنَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ ﴿هود:١۰٦﴾ ………………………………………

June 20, 2016 Edy Methek 2

IQRO (membaca) …. Dg… “HANYA”…. MATA (di kepala)… dikeluarkan … […]

Allah MURKA … kepada Orang yang TIDAK menggunakan AKALnya … Yunus:100 ————————- …. TANDA kekuasaan dan PERINGATAN Allah … tidak DIPIKIRKAN ..mempelajari AYAT-AYAT Allah … harus dengan AKALnya … bukan dengan TAKLID (ikut-ikutan saja) … apa gunanya AKAL?? ————————– agama adalah akal … tidak PUNYA akal {= GILA/ crazy/ schyzoprenia} TIDAK perlu agama = manusia HARUS menggunakan potensi AKALnya = jangan sampai TAKLID BUTA …… hanya IKUT-ikutan manusia lain TANPA menggunakan AKAL yang telah diBERIKAN Allah…. sehingga BESOK bila masuk neraka …. HANYA … menyalahkan PEMIMPIN yang diikutinya (taklid BUTA pada pemimpin itu) ————————————— ﴾ Yunus:100 ﴿ Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan keMURKAan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. ﴾ Yunus:101 ﴿ Katakanlah: “Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman”. ﴾ Yunus:102 ﴿ Mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang SAMA dengan KEJADIAN-KEJADIAN(yang menimpa) orang-orang yang telah TERDAHULU sebelum mereka. Katakanlah: “Maka tunggulah, sesungguhnya akupun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu” ——————————— jangan seperti ANJING … atau … BINATANG TERNAK …. yang TIDAK “berpikir” … Al A’raf:176 ————————————— TAKWA itu harus dengan AKAL …. Al Baqarah:197 … BUKAN hanya TAKLID (ikut-ikutan saja …. {Al Baqarah:166} ———————————————– ﴾ Al A’raf:176 ﴿ Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan AYAT-AYAT itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti ANJING jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka BERFIKIR ———————- ﴾ Al A’raf:179 ﴿ Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi TIDAK dipergunakannya untuk MEMAHAMI (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai BINATANG TERNAK, bahkan mereka lebih SESAT lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

June 20, 2016 Edy Methek 2

Allah MURKA … kepada Orang yang TIDAK menggunakan AKALnya … […]

Mengambil Pelajaran Dari Kisah Nabi Musa, Bani Israil dan Sapi Betina —————————— Di dalam Al Qur’an tepatnya pada surah Al Baqarah ayat 67 – 71 ada kisah tentang nabi Musa alaihis salam dengan Bani Israil, kisah tentang Bani Israil yang disuruh oleh Musa alaihis salam untuk menyembelih sapi betina. ————————— Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina.” Mereka berkata: “Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?” Musa menjawab: “Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil.” ————————— Mereka menjawab: ” Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami; sapi betina apakah itu.” Musa menjawab: “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu.” ———————– Mereka berkata: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya.” Musa menjawab: “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya.” ————————– Mereka berkata: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu).” —————————- Musa berkata: “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya.” Mereka berkata: “Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya.” Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu. ————————————– Ibroh: Demikianlah kisah Bani Israil yang mencoba tawar menawar, mengulur waktu terhadap perintah Allah Azza wa jal, yang mengakibatkan mereka memperberat diri dengan banyak bertanya, maka Allah Azza wa jal memberatkan mereka. Jika saja dari awal mereka mentaati perintah Allah Azza wa jal dan melaksanakan petunjuk nabi Musa alaihis salam maka mereka bisa saja mengambil sapi betina mana saja lalu menyembelihnya.————— Diri ku sendiri dan umat Islam harus dapat mengambil pelajaran ini tadi untuk tidak tawar menawar dalam perintah Allah Azza wa jal. Sehingga tindakan kita dalam menawar perintah Allah Azza wa jal akan berakibat memberatkan diri kita sendiri di dunia maupun di akhirat nanti.

June 18, 2016 Edy Methek 1

Mengambil Pelajaran Dari Kisah Nabi Musa, Bani Israil dan Sapi Betina […]

Mengenal Makanan Haram….. bagi orang ISLAM dan DAMPAK/efek BURUKnya ——————————— Islam memerintahkan kepada pemeluknya untuk memilih makanan yang halal serta menjauhi makanan haram. Rasulullah bersabda : …………….. “Dari Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah baik tidak menerima kecuali hal-hal yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mu’min sebagaimana yang diperintahkan kepada para rasul, Allah berfirman: “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shaleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”, ——————————- Dan firmanNya yang lain: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu” Kemudian beliau mencontohkan seorang laki-laki, dia telah menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut serta berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit: Yaa Rabbi ! Yaa Rabbi ! Sedangkan ia memakan makanan yang haram, dan pakaiannya yang ia pakai dari harta yang haram, dan ia meminum dari minuman yang haram, dan dibesarkan dari hal-hal yang haram, bagaimana mungkin akan diterima do’anya”. (HR Muslim no. 1015). ————————————– Dampak Buruk Makanan Haram ……………………………….. Di antara dampak buruk yang diakibatkan dari makanan yang haram adalah: …………………… Pertama: makanan haram akan merusak hati. Apa yang dikonsumsi seseorang ke dalam perutnya memiliki hubungan sangat erat dengan qalbunya; sehat dan rusaknya. Karenanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak.” Kemudian sesudah itu beliau bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati.” (Muttafaq ‘Alaih) ………………. Al-Munawi berkata: “Rasulullah menyabdakan ini sesudah sabda beliau ‘perkara halal itu jelas’, sebagai peringatan bahwa makanan halal akan menyinari dan memperbaiki hati, sedangkan makanan syubuhat akan membuat hati keras.” …………………………… Maka orang-orang yang biasa mengonsumsi makanan haram hatinya akan menjadi keras dan kasar. Karena Allah mencabut rasa iba, lemah lembut, dan penyayang dari hati mereka. Sehingga mereka tidak merasa kasihan kepada orang fakir dan tidak terketuk hatinya membantu orang-orang yang kesusahan. ———————————— Kedua: Doa tidak dikabulkan. Karena makanan haram menghalangi terkabulnya doa dan diijabahi permohonan. Dalilnya, hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang menyebutkan seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: ‘Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.’ Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan dikenyangkan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?” (HR. Muslim) ……………………………. DST ..dst

June 10, 2016 Edy Methek 1

Mengenal Makanan Haram….. bagi orang ISLAM dan…… DAMPAK/efek BURUKnya ——————————— […]

1 2 3 4