Loading
Sendiri | Islam dan Sains-Edy ...>> SURGA tidak semudah aku/kamu kira … menjadi seorang MUKMIN sangat berat, … ujian dari Allah juga makin berat jika IMAN bertambah !!... tidak ada UJIAN ISTIDRAJ BAGI MUKMIN !! ..wallahua’lam << - Part 16

BATU-BATU SIJJIL … future /closed time…. Wallahua’lam ——————— Kejadian DULU terulang lagi …… FAAHISYAH { homo seksual) … lalu …. HUJAN batu,,,,, Hudd:82 —————————— BURUNG MENGUTUK orang-orang yang berbuat zalim dan orang-orang … maka merekapun DIBAKAR, dan HANCUR LEBUR. … bersama Tuhan, pasukan itu di segenap hamparan luas padang pasir. …….. Manuskrip Vatikan, Dari Janadah Bin Umayyah, ——————————– ﴾ Huud:82 ﴿ Maka tatkala فَلَمَّا datang جَآءَ KEPUTUSAN Kami أَمْرُنَا, Kami jadikan جَعَلْنَا di ATASnya عٰلِيَهَا ke BAWAHnya سَافِلَهَا (POLESHIFT), dan Kami hujani وَأَمْطَرْنَا ATASnya عَلَيْهَا BATU حِجَارَةً dari مِّن sijjil (batu MASSIVE/TANAH yang DWARF/ mengkerut menjadi SANGAT PADAT/ dari BESAR menjadi kecil krn sangat KERAS/massive) سِجِّيلٍ dengan bertubi-tubi مَّنضُودٍ ……..———————— POLESHIFT = matahari terbit dari barat … HUJAN batu yang banyak (bertubi-tubi) …… (bukan yang lain) al qur’an MENGATAKAN itu ——————————— === HUJAN BATU = KEWAJIBAN Allah … karena janji Allah SENDIRI === >>> jika DIA (“laki-laki itu”) ….. dari sisi ENGKAU … HUJANilah BATU dari LANGIT (BATSYAH) ,,,, huwa = هُوَ dia laki-laki….. dan ketika وَإِذْ mereka berkata قَالُو ya Allah ا۟ ٱللَّـهُمَّ jika إِن adalah كَانَ ini هٰذَا DIA هُوَ (“LAKI-LAKI itu”) benar ٱلْحَقَّ dari مِنْ sisi Engkau عِندِكَ HUJANILAH فَأَمْطِرْ atas kami عَلَيْنَا BATU حِجَارَةً dari مِّنَ LANGIT ٱلسَّمَآءِ atau أَوِ datangkan kepada KAMI ٱئْتِنَا dengan ADZAB بِعَذَابٍ sangat PEDIH أَلِيمٍ ﴾ Al Anfaal:32 ﴿ …………….. PERANG DI SYAM (perang DAJJAL /Suriah /PERSIA (Syiah dan Iran) ….. SUDAH TERJADI)= setelah INI => adalah LEMPARAN Allah … Al Mahdi melihat bahwa siksa Allah sangat mengerikan dan bahwa JANJI Allah benar-benar telah DATANG dan tidak diAKHIRkan lagi. Kemudian Allah MELEMPARI mereka dengan lemparan yang dahsyat. Bumi, lautan dan langit terbakar, untuk mereka, dan langit menurunkan hujan yang sangat buruk. Seluruh penduduk bumi mengutuk orang kafir dunia, dan Allah mengizinkan lenyapnya seluruh orang kafir di Perang DAJJAL, dan perangnya terjadi di NEGERI SYAM (=negara SURIAH/Syiria) dan kejahatan………”. HR Abu Hurairah (WAKTU = closed time) …… >> =========

June 12, 2016 Edy Methek 1

BATU-BATU  SIJJIL … future /closed time…. Wallahua’lam ——————— Kejadian DULU […]

{Jangan}……”Muslim KALAH Oleh Kuda” … keBERANIan …. menyerang MUSUH ———————————————————— “Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya), dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu shubuh, maka ia menerbangkan debu, dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh. Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Rabbnya, dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya. Dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta. Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur, dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada? Sesungguhnya Rabb mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka.” (QS. Al ‘Adiyat: 1-11) —————————————- Allah menyebutkan bahwa sesungguhnya manusia itu benar-benar ingkar kepada-Nya. Pernyataan tersebut diawali dengan pujian Allah kepada makhluk-Nya, yaitu seekor kuda perang. Dalam surah ini, Allah bersumpah atas nama kuda. Bahwa kuda adalah salah satu karunia terbesar di antara karunia Allah pada makhluk-makhluk-Nya. Karena Allah menyebutkan kuda dengan sumpah, berarti kuda di sini memiliki keistimewaan khusus dibanding hewan-hewan lainnya. Kuda tersebut berlari kencang dengan terengah-engah. Kuda tersebut memercikkan api karena hentakkan kakinya yang mengenai batu saat berlari. Sambil berlari, kuda tersebut kemudian menyerang musuhnya di waktu shubuh. Akibat kencangnya lari kuda tersebut, lalu debu-debu pun beterbangan. Kemudian kuda tersebut menyerang dengan menerobos barisan musuh hingga menembus ke tengah-tengah mereka. Inilah yang digunakan untuk bersumpah oleh Allah dalam surah ini. Manusia harus bisa mengambil pelajaran dari ayat-ayat tersebut. Dari sumpah Allah kepada kuda, hingga kenyataan bahwa manusia adalah makhluk yang sangat lengah. —————————————- Bersungguh-sungguh Kuda diciptakan Allah sebagai kendaraan dan juga sebagai perhiasan bagi yang memilikinya. “Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (QS. An-Nahl: 8). ———————- Dan di dalam surah Al-‘Adiyat, kuda yang disebutkan adalah kuda yang dikhususkan (dan telah dilatih) untuk berperang. Di antara hewan-hewan yang bisa dijadikan tunggangan, hanya kuda yang sering digunakan dalam perang sejak berabad-abad yang lalu. Lain halnya dengan unta atau gajah yang hanya digunakan oleh pasukan-pasukan tertentu dan dalam keadaan tertentu saja. Hampir setiap bangsa diharuskan memiliki pasukan yang pandai menunggang kuda. ———— Di awal ayat surah ini disebutkan bahwa kuda tersebut lari hingga terengah-engah. Kemudian kuku-kuku kakinya memercikkan api akibat bergesekan dengan batu. Kita dapat memahami bahwa kuda adalah hewan yang tidak pernah setengah hati dalam bekerja. Kuda bekerja sesuai dengan kehendak tuannya. Apapun yang diperintah tuannya, kuda akan menaatinya dengan sepenuh hati. Bila larinya sampai membuat nafasnya terengah-engah, artinya ia sedang berlari dalam kecepatan tinggi. Bila larinya menyebabkan munculnya percikan-percikan api dari kakinya, berarti ia sangat bersungguh-sungguh dalam berlari. ————– Apa yang dapat kita pelajari dari kuda yang disebutkan dalam surah Al-‘Adiyat, salah satunya adalah keberanian yang dimiliki kuda perang tersebut. ——— Mereka dengan gagahnya lari menerjang ke tengah sekawanan musuhnya. Tanpa ada rasa takut sedikitpun, meskipun kuda itu sendirian –bersama penunggangnya………… Apakah kita, sebagai manusia, sebagai khalifah di muka bumi, sebagai makhluk Allah yang tercipta sempurna, lebih baik daripada kuda? Atau hidup kita dapat disamakan dengan kuda? Atau jangan-jangan kita lebih buruk daripada kuda?…..

June 12, 2016 Edy Methek 1

{Jangan}……”Muslim  KALAH Oleh Kuda” … keBERANIan …. menyerang MUSUH ———————————————————— “Demi […]

{jangan} seperti … “KELEDAI”…. MEMBAWA KITAB —————- {berKACAlah …. diriku/dirimu sendiri} …….. Sebelum al Qur-an diturunkan kepada umat Islam, Allah Ta’ala terlebih dahulu telah menurunkan kitab Taurat kepada orang orang ahli kitab dan memerintahkan mereka untuk mempelajari dan mengamalkannya. Tapi tidaklah mereka mengamalkannya. Diantara mereka ada yang mentakwil menurut akalnya bahkan ada yang pula yang merubah rubahnya. ——————– Dengan sebab yang demikian, maka Allah Ta’ala mempermisalkan mereka seperti keledai yang membawa kitab kitab besar. Allah berfirman : “Matsalul ladziina hummilut tauraat tsumma lam yahmiluuhaa kamatsalil himaari yahmilu asfaaraa, bi’sa matsalul qaumil ladziina kadzdzabuu bi aayaatillahi, wallahu laa yahdil qaumazh zhaalimiin”. Perumpamaan orang orang yang di beri tugas membawa Taurat, kemudiaan mereka tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab kitab yang tebal. Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat ayat Allah. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang orang yang zhalim. (Q.S al Jumu’ah 5). ————————- Imam Ibnu Katsir berkata : Allah berfirman mencela orang orang Yahudi yang diberikan kepada mereka Taurat dan dipikulkan kepada mereka untuk diamalkan namun mereka seperti keledai yang membawa kitab kitab tebal. Maksudnya ia hanya sebatas membawanya dan tidak mengetahui kitab apa yang dipikulnya. Demikian pula dengan kenyataan yang terjadi pada diri mereka ketika memikul al Kitab yang diberikan kepada mereka. Mereka hanya membacanya, namun tidak memahami dan mengamalkan konsekwensinya bahkan mereka mentakwil dan merubah rubahnya. ————————- Oleh karena itu sebenarnya mereka lebih buruk daripada keledai karena keledai (memang) tidak mempunyai pemahaman sedangkan mereka mempunyai pemahaman namun tidak digunakan dengan semestinya. (Kitab Tafsir Ibnu Katsir). ———————— Tentang ayat ini pula, Syaikh as Sa’di berkata : Selanjutnya Allah menyebutkan bahwa orang orang yang membawa kitab Taurat dari kalangan Yahudi dan Nasrani dan diperintahkan agar dipelajari dan diamalkan namun mereka tidak membawa dan menunaikan apa yang diperintahkan. Dengan demikian mereka tidak memiliki keutamaan. ——– Sungguh kepada umat Islam telah dipikulkan pula kitab suci yaitu al Qur-an. Oleh karena itu, perlu diingat bahwa sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk memikulnya dengan sungguh sungguh yaitu dengan cara mempelajari, memahami mengamalkan dan mengajarkannya. Dengan demikian maka Allah Ta’ala tidaklah menyamakan kita dengan ahli kitab dan tidak pula seperti perumpamaan keledai yang memikul kitab kitab tebal. Insya Allah.

June 9, 2016 Edy Methek 2

{jangan} seperti … “KELEDAI”…. MEMBAWA KITAB —————-{berKACAlah …. diriku/dirimu sendiri} […]

1 14 15 16