Loading
Sifatsifat | Islam dan Sains-Edy - Part 2

Sifat-Sifat Orang-Orang Kafir —————————- Rasulullah SAW bersabda, “Setiap mukmin dihadapkan pada lima ujian; mukmin yang menghasudnya, munafik yang membencinya, kafir yang memeranginya, nafsu yang menentangnya, dan setan yang selalu menyesatkannya.” (HR ad-Dailami). ————————– perilaku buruk …. orang-orang kafir terhadap kaum Mukmin …dan ….. Balasannya ———————————– QS al-Muthaffifin [83]: 25-28) إِنَّ ٱلَّذِينَ أَجۡرَمُواْ كَانُواْ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يَضۡحَكُونَ ٢٩ وَإِذَا مَرُّواْ بِهِمۡ يَتَغَامَزُونَ ٣٠ وَإِذَا ٱنقَلَبُوٓاْ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِمُ ٱنقَلَبُواْ فَكِهِينَ ٣١ وَإِذَا رَأَوۡهُمۡ قَالُوٓاْ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ لَضَآلُّونَ ٣٢ وَمَآ أُرۡسِلُواْ عَلَيۡهِمۡ حَٰفِظِينَ ٣٣ فَٱلۡيَوۡمَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنَ ٱلۡكُفَّارِ يَضۡحَكُونَ ٣٤ عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ يَنظُرُونَ ٣٥ Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang menertawakan kaum beriman. Jika kaum beriman lewat di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan mata mereka. Jika orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaum mereka, mereka kembali dengan gembira. Jika mereka melihat kaum Mukmin, mereka berkata, “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat.” Padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi kaum Mukmin. Karena itu, pada hari ini orang-orang beriman menertawakan orang-orang kafir. Mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran atas apa yang dulu mereka kerjakan (QS al-Muthaffifin [83]: 29-35). —————————- Dalam ayat ini diberitakan tentang perilaku buruk orang-orang kafir terhadap kaum Mukmin. Ketika di dunia, mereka mengolok-olok dan mencemooh kaum Mukmin. Bahkan mereka menyebut kaum Mukmin sebagai orang-orang yang tersesat. Akan tetapi, di akhirat kelak, keadaan pun berubah total. Kaum kafir itu ganti akan ditertawakan oleh kaum Mukmin. ————————–

August 10, 2016 Edy Methek 1

Sifat-Sifat Orang-Orang Kafir —————————- Rasulullah SAW bersabda, “Setiap mukmin dihadapkan […]

Kelahiran sampai Kerasulan …..Nabi Muhammad SAW—–Berikut biografi dan profil mengenai Nabi Muhammad SAW. Beliau berasal dari kabilah Quraisy, tepatnya keturunan Hasyim. Ayah beliau adalah Abdullah bin Abdul Muthalib, cucu Hasyim. Ibunda beliau adalah Aminah binti Wahb yang berasal dari keturunan Bani Zuhrah, salah satu kabilah Quraisy. Setelah menikah, Abdullah melakukan pepergian ke Syam. Ketika pulang dari pepergian itu, ia wafat di Madinah dan dikuburkan di kota itu juga. —————— Setelah beberapa bulan dari wafatnya sang ayah berlalu, Nabi pamungkas para nabi lahir di bulan Rabi’ul Awal, tahun 571 Masehi di Makkah, dan dengan kelahirannya itu, dunia menjadi terang-benderang. Sesuai dengan kebiasaan para bangsawan Makkah, ibundanya menyerahkan Muhammad kecil kepada Halimah Sa’diyah dari kabilah Bani Sa’d untuk disusui. Beliau tinggal di rumah Halimah selama empat tahun. Setelah itu, sang ibu mengambilnya kembali. ————— Dengan tujuan untuk berkunjung ke kerabat ayahnya di Madinah, sang ibunda membawanya pergi ke Madinah. Dalam perjalanan pulang ke Makkah, ibundanya wafat dan dikebumikan di Abwa`, sebuah daerah yang terletak antara Makkah dan Madinah. Setelah ibunda beliau wafat, secara bergantian, kakek dan paman beliau, Abdul Muthalib dan Abu Thalib memelihara beliau. ————— Pada usia dua puluh lima tahun, beliau menikah dengan Khadijah yang waktu itu sudah berusia empat puluh tahun. Beliau menjalani hidup bersamanya selama dua puluh lima tahun hingga ia wafat pada usia enam puluh lima tahun. —————– Diangkat Menjadi Nabi di Usia 40 Tahun Pada usia empat puluh tahun, beliau diutus menjadi nabi oleh Allah. Ia mewahyukan kepada beliau al-Quran yang seluruh manusia dan jin tidak mampu untuk menandinginya. Ia menamakan beliau sebagai pamungkas para nabi dan memujinya karena kemuliaan akhlaknya. —————— Beliau hidup di dunia ini selama enam puluh tiga tahun. Menurut pendapat masyhur, beliau wafat pada hari Senin bulan Shafar 11 Hijriah di Madinah. Bukti Kenabian Rasulullah saw. Secara global, kenabian seorang nabi dapat diketahui melalui tiga jalan: Pengakuan sebagai nabi. Kelayakan menjadi nabi. Mukjizat. ———— Pengakuan Sebagai Nabi ——— Telah diketahui oleh setiap orang bahwa Rasulullah saw telah mengaku sebagai nabi di Makkah pada tahun 611 M., masa di mana syirik, penyembahan berhala dan api telah menguasai seluruh dunia. Hingga akhir usia, beliau selalu mengajak umat manusia untuk memeluk agama Islam, dan sangat banyak sekali di antara mereka yang mengikuti ajakan beliau itu. ———— Kelayakan Menjadi Nabi ———- Maksud asumsi di atas adalah seorang yang mengaku menjadi nabi harus memiliki akhlak dan seluruh etika yang terpuji, dari sisi kesempurnaan jiwa harus orang yang paling utama, tinggi dan sempurna, dan terbebaskan dari segala karakterisitik yang tidak terpuji. ————— Semua itu telah dimiliki oleh Rasulullah saw. Musuh dan teman memuji beliau karena akhlaknya, memberitakan sifat-sifat sempurna dan kelakuan terpujinya dan membebaskannya dari setiap karakterisitik yang buruk. —————- Kesimpulannya, akhlak beliau yang mulia, tata krama beliau yang terpuji, perubahan dan revolusi yang beliau cetuskan di seanterao dunia, khususnya di Hijaz dan jazirah Arab, dan sabda-sabda beliau yang mulia berkenaan dengan tauhid, sifat-sifat Allah, hukum halal dan haram, serta nasihat-nasihat beliau telah membuktikan kelayakan beliau untuk menduduki kursi kenabian, dan setiap orang yang insaf tidak akan meragukan semua itu. ———— Mukjizat —————— Mukjizat dapat disimpulkan dalam lima hal: Mukjizat akhlak. Mukjizat ilmiah. Mukjizat amaliah. Mukjizat maknawiyah. Mukjizat keturunan. ——————————

August 3, 2016 Edy Methek 0

kelahiran sampai kerasulan…  Nabi Muhammad SAW ———————————- Siapa yang tidak […]

1 2