Loading
Sumber | Islam dan Sains-Edy - Part 3

di DUNIA RUGI …. di AKHIRAT ke NERAKA ….. manusia paling sengsara —————– Kesengsaraan yang paling sengsara ialah MISKIN di dunia dan diSIKSA di akhirat. (HR. Ath-Thabrani dan Asysyihaab) ——————- Oleh karena itu, ebook ini tidak membahas bagaimana cara mengumpulkan kekayaan, tidak membahas cara mencari pasangan idaman, tidak membahas apapun yang sekilas enak dinikmati tetapi sebagian besar isinya membahas tentang bagaimana meraih kebahagiaan “Hidup” dunia dan akhirat dengan rumus-rumus canggih yang mungkin belum pernah Anda sadari sebelumnya. ——————- Inilah dia “Rumus Canggih” yang saya maksud : ——– 1. BERDO’A ———- Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kukabulkan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” [QS. 40 : 60] ———— Ayat Al-Qur’an di atas merupakan ayat motivator maha dahsyat untuk manusia agar tidak putus asa untuk berdo’a dan meminta sesuatu. Apapun keinginan Anda, jangan ragu untuk memintanya kepada Dzat yang memilikinya, yaitu Allah Swt, dan yakinlah bahwa do’a yang Anda panjatkan pasti dikabulkanNya. ———- Anda ingin pekerjaan, Anda ingin jodoh, Anda ingin kendaraan, Anda ingin pintar atau apapun keinginan Anda boleh Anda ajukan kepadaNya. ————– 2. INGATLAH, ALLAH SELALU MEMBERI YANG TERBAIK ———– “Aku (mungkin merasa telah) tekun berdoa dan berusaha untuk keberhasilan dan kebahagiaan… aku sadar, ada kalanya beberapa niatku lambat terpenuhi dan mungkin Allah akan menggantikan dengan yang lain, yang lebih baik… aku yakin keberhasilan dan kebahagiaan itu akan jadi milikku walaupun mungkin dalam bentuk dan waktu yang lain… insyaAllah….innallaha ma’ana ———– “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al Baqarah : 216) ———– 3. BERSUKUR DALAM SEGALA HAL ————– Bersyukurlah dalam segala hal, karena semua indah pada waktunya…. ———— Setiap kejadian, baik atau buruk menurut kita mengandung hikmah mendalam yang ingin disampaikan oleh Allah Swt. ————— 4. BERBAGI SUMBER KEBAHAGIAAN ———– Sebuah perbuatan untuk menyenangkan dan membahagiakan orang lain merupakan sebuah hal yang dapat mendatangkan kebahagiaan. Tidak peduli sebesar atau sekecil apapun hal yang Anda lakukan, selama itu dilakukan dengan niat yang tulus. ———– Kebahagiaan Dunia Akhirat ……. harus diRAIH …. agar tidak RUGI selamanya ————————— Anda mungkin pernah memimpikan untuk hidup bergelimangan harta, hidup dalam kemewahan, memiliki istri yang cantik, anak-anak yang baik, mobil yang canggih serta segala harta dunia lainnya yang rasanya begitu nikmat jika bisa kita miliki. ——————– Namun, sesungguhnya, semua itu tidak bisa menjamin orang yang memilikinya merasakan kebahagiaan ataupun keindahan hidup yang sesungguhnya. ———-

August 3, 2016 Edy Methek 0

Kebahagiaan Dunia Akhirat ……. harus diRAIH …. agar tidak RUGI […]

ber-KACA…. ber-MUHASABAH …. ber-REVIEW … PUASA kita …. apakah ????? ———————————————— >>> PUASA tapi … SIA-SIA ….hanya dapat LAPAR dan HAUS .. ??? ……………………..…………… >>> PUASA … tapi masih MAKSIAT/banyak berbuat KEJI/ DOSA/pelanggaran ?? sia-sia ————————–———— >>> PUASA …. tapi masih MURTAD TANPA SADAR ???? —————————- >>> PUASA … tapi masih FASIK ??? ————————– >>> PUASA … tapi masih BUTA qalbu kita ?? ——————————– >>> PUASA .. tapi kita masih tergolong orang TULI ??? ——————— >>> PUASA … tapi kita masih tergolong BISU ??? ———————– perbaiki IMAN kita …… perbaiki QALBU kita …… agar tidak termasuk berAMAL tap SIA-SIA …. …………………………. Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata: “Bukanlah berpuasa dari makan dan minum saja, akan tetapi dari dusta, kebatilan dan perbuatan sia-sia.” Lihat Al Muhalla, 4/305. ————————–——– “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa LAPAR dan DAHAGA {/haus}.” (HR. Ath Thobroniy } ————————–——– “Lima hal yang dapat membatalkan puasa: berkata dusta, ghibah (menggunjing), memfitnah, sumpah dusta dan memandang dengan syahwat.” (Hadits Riwayat Al-Azdiy) ———————– Berkata Jabir radhiyallahu ‘anhu: “Jika kamu berpuasa maka berpuasalah pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu dari dusta dan dosa, tinggalkan dari menyakiti tetangga dan hendaknya kamu penuh ketenangan dan wibawa pada hari puasamu, dan jangan samakan hari berbukamu (maksudnya: tidak berpuasa-pent) sama dengan hari puasamu.” Atsar riwayat Ibnu Abi Syaibah, no. 8973. ————————-

June 26, 2016 Edy Methek 3

ber-KACA…. ber-MUHASABAH …. ber-REVIEW … PUASA kita …. apakah  ????? […]

ayat-ayat KAUNIYAH Allah …. the SUN… MATAHARI …… sebagai PELITA dan berSINAR / dhiyaa = BINTANG ………………………………………. ﴾ Yunus:5 ﴿ Dialah yang menjadikan matahari bersinar {pelita dan bersinar/ MEMBAKAR dirinya sendiri /ضِيَآءً}dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. …………. “Dialah yang menjadikan matahari bersinar {pelita dan bersinar/ MEMBAKAR dirinya sendiri/ضِيَآءً} dan bulan bercahaya {NUR/نُورً} dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilahnya……”(QS.10-Yunus:5). ……………………..……………. matahari mengeluarkan CAHAYA dan ENERGI ….. seperti BOLA API …. tetapi mengapa TIDAK pernah padam ?.. ataukah seperti CAHAYA LILIN .. yg semakin lama lalu PADAM ? ……………………..…………. kita bisa mengenal lebih jauh tentang matahari, dimana yang akan dibahas nantinya yaitu: 1. Sumber Energi Matahari 2. Kapankah Matahari akan Padam? ……………………..…. manusia melihat Matahari seperti bola api di langit yang terbit dari timur dan tenggelam di barat. ……………………..………….. Reaksi Fusi sebagai Sumber Energi Matahari

June 4, 2016 Edy Methek 2

ayat-ayat KAUNIYAH Allah …. the SUN… MATAHARI …… sebagai PELITA […]

“Perumpamaan” CAHAYA ALLAH (An Nuur:35)… ………………………………………….>>> “perumpamaan cahaya Allah” seperti CAHAYA PLANET (cahaya yang dihasilkan dari PANTULAN sinar matahari yang mengenainya) ====————————— …. tidak perlu ada PELITA/obor …. seperti KACA. tidak perlu ada pembakaran dari api …. seperti sinar zaitun ————————————— perumpamaan = pendekatan proses/gambaran sesuatu … dibandingkan yang umum/biasa orang pikirkan …. yang sering dilihat mata. —————– kata “seperti” = memudahkan logika/penggambaran dalam berpikir kalbu ————————- Allah (ٱللَّـهُ) cahaya (نُورُ) langit {ٱلسَّمٰوٰتِ} dan bumi {وَٱلْأَرْضِ}. PERUMPAMAAN {مَثَلُ} cahaya Allah (cahaya-Nya/نُورِهِۦ), seperti lubang {كَمِشْكَوٰةٍ}, di dalamnya {فِيهَا} pelita (مِصْبَاحٌ). Pelita itu (ٱلْمِصْبَاحُ) di (فِى) dalam kaca (زُجَاجَةٍ) kaca itu (ٱلزُّجَاجَةُ) seakan-akan (seperti/كَأَنَّهَا) PLANET (PLANET/KAWKABUN/كَوْكَبٌ/ bersifat “memantulkan sinar”) berkilauan {دُرِّىٌّ}, ia dinyalakan {يُوقَدُ}dari (مِن) pohon (شَجَرَةٍ) yang banyak keberkahannya (مُّبٰرَكَةٍ), pohon zaitun (زَيْتُونَةٍ) tidak {لَّا} tidak di sebelah timur (شَرْقِيَّةٍ) dan tidak {وَلَا} pula di sebelah barat (غَرْبِيَّةٍ), hampir-hampir {يَكَادُ} minyaknya {زَيْتُهَا} dia menerangi {يُضِىٓءُ}, walaupun {وَلَوْ} tidak {لَمْ} menyentuhnya {تَمْسَسْهُ} api {نَارٌ}. Cahaya {نُّورٌ} di atas {عَلَىٰ} cahaya (نُورٍ), memberi PETUNJUK {يَهْدِى}Allah {ٱللَّـهُ} kepada cahaya-Nya {لِنُورِهِۦ} siapa/orang {MAN} dia kehendaki {يَشَآءُ}, dan membuat {وَيَضْرِبُ} Allah {ٱللَّـهُ} perumpamaan {ٱلْأَمْثٰلَ} bagi manusia {manusia bumi/لِلنَّاسِ}, dan Allah {وَٱللَّـهُ} dengan segala {بِكُلِّ} sesuatu {شَىْءٍ} Maha Mengetahui {عَلِيمٌ} ﴾ An Nuur:35 ﴿ ﴾ An Nuur:35 ﴿ terjemah Depag RI Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. PERUMPAMAAN { مَثَلُ} cahaya Allah, adalah SEPERTI sebuah lubang { كَمِشْكَوٰةٍ} yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat PERUMPAMAAN { ٱلْأَمْثٰلَ} bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. ۞ ٱللَّـهُ نُورُ ٱلسَّمٰوٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشْكَوٰةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ ٱلْمِصْبَاحُ فِى زُجَاجَةٍ ۖ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّىٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبٰرَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِىٓءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِى ٱللَّـهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَيَضْرِبُ ٱللَّـهُ ٱلْأَمْثٰلَ لِلنَّاسِ ۗ وَٱللَّـهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ ﴿النور:٣٥﴾ …………………………> maka ALLAH …. membuat PERUMPAMAAN, …. gunanya MEMUDAHKAN, perumpamaan bukan ARTI yang sesungguhnya. hanya pendekatan MUDAHnya manusia MEMAHAMI. ———————— CAHAYA Allah = clue 1 seperti LOBANG كَمِشْكَوٰةٍ didalamnya فِيهَا pelita مِصْبَاحٌ clue 2 pelita itu ٱلْمِصْبَاحُ di فِى dalam KACA زُجَاجَةٍ clue 3 KACA itu ٱلزُّجَاجَةُ seakan-akan (seperti) كَأَنَّهَا BINTANG (yang memantulkan cahaya dari pelita) كَوْكَبٌ berkilauan دُرِّىٌّ clue 4 ia (bintang yang memantulkan cahaya dari pelita/kaca) dinyalakan يُوقَدُ dari مِن pohon شَجَرَةٍ banyak keberkatan (banyak keistimewaan) مُّبٰرَكَةٍ zaitun زَيْتُونَةٍ tidak لَّا sebelah timur شَرْقِيَّةٍ dan tidak وَلَا di sebelah barat ………………………>> jadi IA (cahaya itu/ perumpamaan cahaya Allah) …. seperti BINTANG tapi TIDAK ada API …. bersinar TANPA API seperti pohon ZAITUN. bintang itu bersifat KACA = memantulkan cahaya dari pelita (sumber cahaya itu). cahaya نُّورٌ diatas عَلَىٰ cahaya نُورٍ CAHAYA itu REFLEKSI /pantulan dari pelita/sumber cahaya/dari pembakaran (matahari/ bintang) …. jadi KAWAKIB (PLANET) itu Bukan Bintang/matahari. walau terlihat dari BUMI (tempat kita melihat) seperti BINTANG/star (pelita/obor/cahaya yang dihasilkan dari pembakaran unsur)

June 2, 2016 Edy Methek 1

“Perumpamaan” CAHAYA ALLAH (An Nuur:35)… ………………………………………….>>> “perumpamaan cahaya Allah” seperti […]

1 2 3