Loading
Tidak Jihad | Islam dan Sains-Edy - Part 3

Manusia Menjadi Kera Dan Babi ………….. Al Baqarah 65 – Al Maaidah 60 ———————————— Dan antara mereka (ada) yang dijadikan KERA dan BABI dan (orong-orang) menyembah THAGHUT. (Q.S Al Ma’idah: 60) —————— Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: `Jadilah kamu kera yang hina`.(QS. 2:65) —————————- وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِينَ اعْتَدَوْا مِنْكُمْ فِي السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ Orang Yahudi di zaman Rasul saw. telah mengetahui kisah nenek moyang mereka yang melanggar ketentuan yang terdapat di dalam Taurat, yaitu agar mereka meninggalkan pekerjaan duniawi untuk melaksanakan amal ibadat pada hari Sabtu. Mereka tidak mau melaksanakan perintah Tuhan itu karena pada setiap hari Sabtu, ikan-ikan di laut bermunculan mudah ditangkap tapi selain hari Sabtu ikan-ikan itu menghilang. ini suatu ujian dari Allah kepada mereka karena mereka hidup di tepi pantai dan mata pencaharian mereka hanya menangkap ikan karena itu pergilah mereka ke laut menangkap ikan pada hari Sabtu itu dan meninggalkan amal ibadahnya. Perbuatan mereka tersebut suatu pelanggaran terhadap ketentuan Tuhan, maka Tuhan menjatuhkan hukuman dengan menjadikan mereka kera sehingga mereka jauh dari kebaikan serta hina dan rendah. ———————————- Menurut Mujahid riwayat Ibnu Jarir, “Rupa mereka tidak ditukar menjadi rupa kera tetapi hati, jiwa dan sifat mereka dirubah menjadi seperti kera. Oleh sebab itu mereka tidak dapat menerima pengajaran dan tidak dapat memahami ancaman” (HR Ibnu Jarir dan Ibnu Hatim dari Mujahid) Pada ayat ini mereka diserupakan dengan kera dan ayat-ayat yang lain mereka diserupakan dengan keledai, sesuai dengan firman Allah ,swt: مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا Artinya: Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tidak memikulnya (tidak mengamalkan isinya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal (Q.S Al Jum’ah: 5) ——————— Jumhur ulama berpendapat, bahwa mereka benar-benar bertukar rupa menjadi kera. Disebut di dalam riwayat lain bahwa mereka yang dirubah menjadi kera itu, tidak beranak, tidak makan, tidak minum dan tidak dapat hidup dari tiga hari. ————————————-

June 27, 2016 Edy Methek 1

Manusia Menjadi Kera Dan Babi ………….. Al Baqarah 65 – […]

Siksa NERAKA dalam Al-Qur’an —————– JANGAN MEREMEHKAN … seperti orang KAFIR,MUNAFIK,FASIK,MUSYRIK ——————– Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala telah memperingatkan dari api Neraka, dan Demi Allah! Tidaklah Allah Subhanahu Wa Ta’ala memperingatkan kepada hamba-Nya, dan membuat mereka takut kepada sesuatu pun yang lebih keras, dan lebih dahsyat dari api Neraka. Allah Subhanahu wata’ala berfirman, فَأَنْذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّى Yang artinya : “Maka, kami memperingatkan kamu dengan Neraka yang menyala-nyala” (Al Lail: 14). ———————————– Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman, إِنَّهَا لإحْدَى الْكُبَرِ. نَذِيرًا لِلْبَشَرِ Yang Artinya : “Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar, sebagai ancaman bagi manusia” (Al Muddatsir: 35). ———————————– Kalau kita perhatian dalam kehidupan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, kita dapatkan beliau tidak pernah berhenti dari mengingat dan membicarakan neraka. Pada setiap pagi dan sore hari, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah berhenti berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari neraka. Contohnya nyatanya kita dapatkan dalam dzikir pagi dan sore hari, di dalamnya terdapat isti’adzah (doa mohon perlindungan) kepada Allah dari neraka. Yaitu: أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذَا اليَومِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذَا اليَومِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ “Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah. Dan segala puji bagi Allah, tiada tuhan (yang berhak diibadahi) kecuali Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Kepunyaan-Nya kerajaan dan bagi-Nya pula segala pujian, dan Dia Mahakuas atas segala sesuatu. Ya Rabbi, aku memohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya, aku juga berlindung kepada-MU dari keburukan di hari ini dan keburukan sesudahnya. Ya Rabbi, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua (pikun). Ya Rabbi, aku berlindung kepada-Mu dari adzab di neraka dan adzab di kubur.” (HR. Muslim) —————————— Maka sangat jelas, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam setiap hari, pada pagi dan sore hari, senantiasa berlindung kepada Allah Jalla wa ‘Alaa dari neraka. —————————— Begitu juga kita dapatkan, sesudah bertahiyat – sebelum salam, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berlindung kepada Allah dari neraka. Beliau mengajari kita agar membaca, اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dar siksa kubur dan siksa neraka, dari fitnah hidup dan fitnah mati serta dari fitnah al-Masih Dajjal.” (HR. Bukhari dan Muslim) ———————————— Bahkan mengingat neraka tidak luput dari beliau sampai saat sebelum tidur. Ya sampai sebelum tidur. Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila beranjak tidur maka beliau meletakkan telapak tangan kanan beliau di bawah pipi kanan, lalu berdoa: رَبِّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ “Ya Rabb-ku, selamatkan aku dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu.” (HR. Al-Tirmidzi dan Ahmad) terkadang beliau shallallahu ‘alaihi wasallam membacanya sekali dan terkadang tiga kali. ——————- Bahkan doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang paling sering beliau baca, sebagaimana yang disampaikan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berisi memohon perlindungan dari neraka, رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al Baqarah: 201) ———————- Jadi mengingat neraka memiliki bagian besar dalam kehidupan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, baik dalam pikiran ataupun hati beliau. Beliau tidak pernah terputus dari mengingat neraka. Seperti inilah seharusnya seorang muslim, senantiasa mengingat neraka. Setiap saat harusnya dia mendengarkan ceramah tentang neraka atau membaca kitab yang menerangkan tentang dahsyatnya neraka. Kenapa? Supaya kita bertambah takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga dalam kehidupan ini kita tidak tenggelam dalam kenikmatan dunia, syahwat dan kemaksiatan sampai lupa akan akhirat. – ————————

June 27, 2016 Edy Methek 3

Gambaran MENGERIKANnya ……  Siksa NERAKA dalam Al-Qur’an ————————————- Sesungguhnya Allah […]

ber-KACA…. ber-MUHASABAH …. ber-REVIEW … PUASA kita …. apakah ????? ———————————————— >>> PUASA tapi … SIA-SIA ….hanya dapat LAPAR dan HAUS .. ??? ……………………..…………… >>> PUASA … tapi masih MAKSIAT/banyak berbuat KEJI/ DOSA/pelanggaran ?? sia-sia ————————–———— >>> PUASA …. tapi masih MURTAD TANPA SADAR ???? —————————- >>> PUASA … tapi masih FASIK ??? ————————– >>> PUASA … tapi masih BUTA qalbu kita ?? ——————————– >>> PUASA .. tapi kita masih tergolong orang TULI ??? ——————— >>> PUASA … tapi kita masih tergolong BISU ??? ———————– perbaiki IMAN kita …… perbaiki QALBU kita …… agar tidak termasuk berAMAL tap SIA-SIA …. …………………………. Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata: “Bukanlah berpuasa dari makan dan minum saja, akan tetapi dari dusta, kebatilan dan perbuatan sia-sia.” Lihat Al Muhalla, 4/305. ————————–——– “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa LAPAR dan DAHAGA {/haus}.” (HR. Ath Thobroniy } ————————–——– “Lima hal yang dapat membatalkan puasa: berkata dusta, ghibah (menggunjing), memfitnah, sumpah dusta dan memandang dengan syahwat.” (Hadits Riwayat Al-Azdiy) ———————– Berkata Jabir radhiyallahu ‘anhu: “Jika kamu berpuasa maka berpuasalah pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu dari dusta dan dosa, tinggalkan dari menyakiti tetangga dan hendaknya kamu penuh ketenangan dan wibawa pada hari puasamu, dan jangan samakan hari berbukamu (maksudnya: tidak berpuasa-pent) sama dengan hari puasamu.” Atsar riwayat Ibnu Abi Syaibah, no. 8973. ————————-

June 26, 2016 Edy Methek 3

ber-KACA…. ber-MUHASABAH …. ber-REVIEW … PUASA kita …. apakah  ????? […]

YA’JUJ MA’JUJ dalam referensi AL Qur’an, AL Hadist, Bible/Injil ——- wallahua’lam ———— ——- TANDA/the sign CATASTROPHE/malapetaka/assaah/kiamat ———- ya’juj ma’juj di LANGIT …. Al-Anbiya`: 96-97 …..present time ———————– Ref makna ya’juj Ma’juj Arti sebenarnya YA’JUJ MA’JUJ —————————– **)) Ya’juj Ma’juj = nyala api/api berkobar dan berjalan CEPAT, berjalan/turun dari “tiap-tiap” tempat yang TINGGI, Jumlah yang besar sekali (berkali lipat) dari manusia bumi ———————— **)) tidak ada manusia bumi yang bisa mengalahkannya (…Sesungguhnya aku mengeluarkan hamba-hamba-Ku yang tidak ada kemampuan bagi seorang pun untuk memeranginya ….) ——————————— Kata Ya’juj dan Ma juj berasal dari kata ajja atau ajij dalam wazan Yaf’ul; kata ajij artinya nyala api. Tetapi kata ajja berarti pula asra’a, maknanya berjalan cepat. Itulah makna yang tertera dalam kamus Lisanul-’Arab. Ya’juj wa-Ma’juj dapat pula diibaratkan sebagai api menyala dan air bergelombang, karena hebatnya gerakan. ————————— keduanya berasal dari kata ajja (أَجَّ), yang berarti api berkobar. Atau dari kata ujaaj (أُجَاجٌ) yang berarti air yang sangat asin. Atau dari kata al-ajj (الْأَجُّ), yang berarti melangkah dengan cepat. Atau Ma`juj berasal dari kata maaja (مَاجَ) yang berarti goncang. {Asyrathus Sa’ah, Yusuf Al-Wabil hal. 365-366} ——————————– ORANG-ORANG BERIMAN (dg KAIN kafan di PUNDAKnya … = pasukan Al mahdi { At Taubah:111 }} … “AKHIR ZAMAN” dg ciri “WAR without ends” …. bahkan …. sampai dg Ya’juj Ma’juj (zaman Isa dan orang beriman masih TETAP berperang ( dengan Ya’juj Ma’juj)) …. —————————————– ya’juj ma’juj = “makhluk super” yag TAK terKALAHkan oleh siapapun (manusia langit/ Alien maupun manusia bumi >>> “…TIDAK ADA KEMAMPUAN BAGI –“SEORANG PUN”– UNTUK MEMERANGINYA”… HR An-Nawwas Ibni Sam’an) ———————————– >> ref: Al Qur’an “Hingga apabila dibukakan { فُتِحَتْ} Ya’juj { يَأْجُوجُ} dan Ma’juj { وَمَأْجُوجُ}, dan mereka dari كُلِّ TIAP-TIAP/segala arah حَدَبٍ TEMPAT yang TINGGI يَنسِلُونَ BERJALAN /turun dengan cepat. {Al-Anbiya`: 96} ———————- Dan telah dekatlah kedatangan JANJI yang BENAR (“kiamat” atau sudah ada pemberitahuan dari pemberi informasi (Allah)), maka tiba-tiba terbelalaklah mata (mereka melihat dengan MATA yang ada di kepala) orang-orang yang kafir. : ‘Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zhalim’.” (Al-Anbiya`: 97) ———————————— riwayat Al-Imam Ahmad rahimahullahu, dari Ibnu Harmalah, dari bibinya, dia berkata: وَهُوَ عَاصِبٌ إِصْبَعَهُ مِنْ n خَطَبَ رَسُولُ ا لَدْغَةِ عَقْرَبٍ فَقَالَ: إِنَّكُمْ تَقُولُونَ لَا عَدُوَّ وَإِنَّكُمْ لَا تَزَالُونَ تُقَاتِلُونَ عَدُوًّا حَتَّى يَأْتِيَ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ عِرَاضُ الْوُجُوهِ صِغَارُ الْعُيُونِ شُهْبُ الشِّعَافِ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمَجَانُّ الْمُطْرَقَةُ Rasulullah sallallahu’alaihi wassallam berkhutbah dalam keadaan jarinya tersengat kalajengking. Beliau bersabda: “Kalian mengatakan tidak ada musuh. Padahal sesungguhnya KALIAN (“orang –orang BERIMAN (at taubah:111)” “akan terus” MEMERANGI musuh sampai datangnya YA’JUJ WA MA’JUJ, lebar mukanya, kecil (sipit) matanya, dan ada warna putih di rambut atas. Mereka mengalir dari tempat-tempat yang tinggi, seakan-akan wajah-wajah mereka seperti perisai.” (HR. Ahmad) ————————————— >>> ref: Injil …………….. seperti dalam Wahyu ( Pasal : 20 || Ayat : 8 ) dan ia akan pergi menipu bangsa-bangsa yang tersebar di seluruh dunia, yaitu GOG DAN MAGOG. Iblis mengumpulkan mereka untuk berperang, suatu jumlah yang besar sekali, sebanyak PASIR DI LAUT. ………………………. ( Pasal : 20 || Ayat : 9 ) Maka mereka pun berpencarlah ke seluruh dunia, lalu mengepung perkemahan umat Allah dan kota yang dikasihi Allah. Tetapi API TURUN DARI LANGIT dan memusnahkan mereka. —————————– >>> Ref Hadits nabi SAW: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ، فَذَكَرَ الدُّخَانَ، وَالدَّجَّالَ، وَالدَّابَّةَ، وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَيَأْجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ، وَثَلاَثَةَ خُسُوفٍ: خَسْفٌ بِالْـمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْـمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنْ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ “Sesungguhnya tidak akan terjadi hari KIAMAT hingga kalian melihat sebelumnya SEPULUH TANDA. Kemudian Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan: Muncul Dajjal, binatang, matahari terbit dari barat, Isa bin Maryam turun (ke bumi), Ya`juj dan Ma`juj, tiga khusuf, yaitu di timur, barat, dan jazirah Arab. Lantas akhir semua itu muncul api yang keluar dari Yaman yang menghalau manusia ke tempat berkumpul mereka.” (Shahih Muslim, Kitabu Al-Fitan wa Asyrathu As-Sa’ah) ………………………… Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: الْآيَاتُ خَرَزَاتٌ مَنْظُومَاتٌ فِي سِلْكٍ فَإِنْ يُقْطَعِ السِّلْكُ يَتْبَعْ بَعْضُهَا بَعْضًا “Tanda-tanda hari kiamat (bagaikan) marjan yang disusun dalam untaian tali. Bila tali itu putus, maka terikutlah sebagian pada sebagian (lainnya).” (Musnad Ahmad 12: 6-7, hadits no. 7040. Ahmad Syakir rahimahullahu berkata, “Sanadnya shahih.” Al-Haitsami rahimahullahu berkata, “Hadits ini diriwayatkan Ahmad dan di dalamnya terdapat Ali bin Zaid yang bagus haditsnya.” Majma’uz Zawaid, 7/321. Lihat Asyrathu As-Sa’ah, Yusuf Al-Wabil, hal. 246) …………………….. Diriwayatkan dari An-Nawwas Ibni Sam’an dalam hadits yang panjang. Di antaranya sebagai berikut: إِذْ أَوْحَى اللهُ إِلَى عِيسَى إِنِّي قَدْ أَخْرَجْتُ عِبَادًا لِي لَا يَدَانِ لِأَحَدٍ بِقِتَالِهِمْ فَحَرِّزْ عِبَادِي إِلَى الطُّورِ وَيَبْعَثُ اللهُ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ فَيَمُرُّ أَوَائِلُهُمْ عَلَى بُحَيْرَةِ طَبَرِيَّةَ فَيَشْرَبُونَ مَا فِيهَا وَيَمُرُّ آخِرُهُمْ فَيَقُولُونَ لَقَدْ كَانَ بِهَذِهِ مَرَّةً مَاءٌ وَيُحْصَرُ نَبِيُّ اللهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ حَتَّى يَكُونَ رَأْسُ الثَّوْرِ لِأَحَدِهِمْ خَيْرًا مِنْ مِائَةِ دِينَارٍ لِأَحَدِكُمُ الْيَوْمَ فَيَرْغَبُ نَبِيُّ اللهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ فَيُرْسِلُ اللهُ عَلَيْهِمُ النَّغَفَ فِي رِقَابِهِمْ فَيُصْبِحُونَ فَرْسَى كَمَوْتِ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ ثُمَّ يَهْبِطُ نَبِيُّ اللهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ إِلَى الْأَرْضِ فَلَا يَجِدُونَ فِي الْأَرْضِ مَوْضِعَ شِبْرٍ إِلَّا مَلَأَهُ زَهَمُهُمْ وَنَتْنُهُمْ فَيَرْغَبُ نَبِيُّ اللهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ إِلَى اللهِ فَيُرْسِلُ اللهُ طَيْرًا كَأَعْنَاقِ الْبُخْتِ فَتَحْمِلُهُمْ فَتَطْرَحُهُمْ حَيْثُ شَاءَ اللهُ ثُمَّ يُرْسِلُ اللهُ مَطَرًا لَا يَكُنُّ مِنْهُ بَيْتُ مَدَرٍ وَلَا وَبَرٍ فَيَغْسِلُ الْأَرْضَ حَتَّى يَتْرُكَهَا كَالزَّلَفَةِ ثُمَّ يُقَالُ لِلْأَرْضِ أَنْبِتِي ثَمَرَتَكِ وَرُدِّي بَرَكَتَكِ… Ketika Allah subhanahuwata’ala mewahyukan kepada Isa ‘alaihissalam: Sesungguhnya aku mengeluarkan hamba-hamba-Ku yang TIDAK ADA KEMAMPUAN BAGI SEORANG PUN UNTUK MEMERANGINYA. Maka biarkanlah mereka hamba-hamba-Ku menuju Thuur. Lalu Allah subhanahuwata’ala keluarkan Ya’juj wa Ma’juj dan mereka mengalir dari tiap-tiap tempat yang tinggi. Kemudian mereka melewati danau Thabariyah1, dan meminum seluruh air yang ada padanya. Hingga ketika barisan paling belakang mereka sampai di danau tersebut mereka berkata: “Sungguh dahulu di sini masih ada airnya.” Ketika itu terkepunglah Nabiyullah Isa ‘alaihissallam dan para sahabatnya. Hingga kepala sapi ketika itu lebih berharga untuk mereka daripada seratus dinar kalian sekarang ini. Maka Isa dan para sahabatnya berharap kepada Allah subhanahuwata’ala. Maka Allah subhanahuwata’ala pun mengirim sejenis ulat yang muncul di leher mereka. Maka pagi harinya mereka seluruhnya binasa menjadi bangkai-bangkai dalam waktu yang hampir bersamaan. Kemudian turunlah (dari gunung Thuur) Nabiyullah Isa dan para sahabatnya, maka tidak didapati satu jengkal pun tempat kecuali dipenuhi oleh bangkai dan bau busuk mereka. Maka Nabi Isa ‘alaihissallam pun berharap (berdoa) kepada Allah subhanahuwata’ala. Maka Allah subhanahuwata’ala mengirimkan burung-burung yang lehernya seperti unta, membawa bangkai-bangkai mereka dan kemudian dilemparkan di tempat yang Allah subhanahuwata’ala kehendaki2. Kemudian Allah kirimkan hujan yang tidak menyisakan satu pun rumah maupun kemah, lalu membasahi bumi hingga menjadi licin. Kemudian dikatakan kepada bumi itu: ‘Tumbuhkanlah buahbuahanmu dan kembalilah berkahmu” (HR. Muslim)

June 26, 2016 Edy Methek 4

YA’JUJ MA’JUJ dalam referensi AL Qur’an, AL Hadist, Bible/Injil ———————— […]

1 2 3 4 5 6