Loading
Usaha | Islam dan Sains-Edy - Part 4

UMUR kita .. diHABISkan untuk APA ?? …… perhitungan nya —————————————- hadits dari sahabat Abu Barzah Al-Aslamy radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, …………………… لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ: عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ بِهِ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أُنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فَيَا أَبْلَاهُ “Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga dia ditanya tentang empat perkara: (1) tentang umurnya, pada hal apa dia habiskan, (2) tentang ilmunya, bagimana dia beramal dengannya, (3) tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan pada hal apa dia belanjakan (4) dan tentang jasadnya pada hal apa dia usangkan.” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Ad-Darimy, Abu Ya’lâ, Al-Baihaqy dalam Al-Madkhal dan selainnya. Lafazh hadits milik Al-Baihaqy. ————————————- Umur atau masa hidup kita merupakan salah satu nikmat terbesar yang akan ditanyakan di hari kiamat kelak. Umur yang panjang tentu perlu direnungkan dan disyukuri. Apakah kita menghabiskannya pada hal yang bermanfaat atau tidak. ——————————— Allah Ta’ala berfirman: أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيْرُ, فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظَّالِمِيْنَ مِنْ نَصِيْرٍ. “…Dan apakah tidak cukup Kami telah memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?, maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun”. (Q.S. Fathir: 37). ———————————- Telah kita ketahui bersama bahwa umur kita sebagai ummat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah sekitar 60 – 70 tahun, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad shallallhu ‘alaihi wassallam berkata: “Umur umatku antara 60 dan 70 tahun, sedikit dari mereka yang melampauinya.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah) ————————- Saya pribadi jujur saja sejak belajar agama dan mempelajari hadits-hadits tersebut, saya sangat menyesal akan kekhilafan yang dulu saya terbenam di dalamnya. Betapa banyak waktu yang saya sia-siakan. Terlalu banyak sendau gurau, bersantai dan bermain daripada berfikir merenungi hakikat hidup dan belajar ilmu agama. Terlalu banyak waktu urusan dunia dihabiskan daripada urusan ukhrawi. Terlalu banyak waktu dilewati dengan berbuat dosa daripada mengumpul bekal amalan shalih. Sungguh betapa naifnya saya dulu, tiap tahun memperingati hari ulang tahun tetapi jarang bahkan tidak pernah mengingat hari akhir saya bagaimana keadaannya, baik atau buruk, beruntung atau sengsara. Yaa, Allah yang Maha Pengampun. Ampuni saya yang lalai ini. ……………………

July 1, 2016 Edy Methek 2

UMUR kita .. diHABISkan untuk APA ?? …… perhitungan nya […]

Nilai hitung “AMAL IKHLAS” karena Allah …… dan .. karena “AMAL karena PAMRIH” {mengharap IMABALAN dari manusia} ——————————————- beramal = IKHLAS karena Allah = tanpa PAMRIH ………………….. << jangan SEPERTI anak kecil …. diperintah orang tua … lalu MENGERJAKAN perintah orang tua …. karena ingin … diberi IMBALAN (uang, permen, minuman, makanan dst ,,,,,,, menunjukkan IMAN dan ISLAM yang MASIh “KERDIL” …. tidak memahami …. > —————————— lawan IKHLAS = PAMRIH …………………..Ikhlas = menyerahkan dirinya pada Allah saja {An Nisaa:125} =============================== IKHLAS = TANPA “pamrih” = “TIDAK mengharap IMBALAN apapun” ——————————— <<< …. jika manusia BERIBADAH pada Allah karena ada PAMRIH .. agar dapat SURGA … agar dapat BIDADARI .. agar dapat BIDADARA .. agar dapat RUMAH di SURGA … agar dapat keNIKMATan … agar tidak DISIKSA di neraka .. dst = IBADAH TIDAK “ikhlas” .. krn ada PAMRIH …. >>> ………………………………………………… … ini yg tidak dipahami orang AWAM … manusia harus ISLAM/ berserah diri pada Allah .. agar aslama/selamat …. IKHLAS “menerima SEMUA pemberian Allah .. baik diberi SURGA .. atau dimasukkan ke NERAKA …. ================== “IKHLAS dg pemberian Allah” …. dapat KENIKMATAN atau dapat SIKSAAN dari Allah …………… beramal = IKHLAS karena Allah = tanpa PAMRIH …………………..

July 1, 2016 Edy Methek 4

Nilai hitung “AMAL IKHLAS” karena Allah …… dan .. karena […]

Matematika Pahala dan Dosa —————————————– Dari Ibnu Abbas radhiallahuanhuma, dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam sebagaimana dia riwayatkan dari Rabbnya Yang Maha Suci dan Maha Tinggi, bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskan hal tersebut , ‘Siapa yang ingin melaksanakan kebaikan kemudian dia tidak mengamalkannya, maka dicatat disisi-Nya sebagai satu kebaikan penuh. Dan jika dia berniat melakukannya dan kemudian melaksanakannya maka Allah akan mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat bahkan hingga kelipatan yang banyak. Dan jika dia berniat melaksanakan keburukan kemudian dia tidak melaksanakannya maka baginya satu kebaikan penuh, sedangkan jika dia berniat kemudian dia melaksanakannya Allah mencatatnya sebagai satu keburukan’.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dalam kedua shahihnya dengan redaksi ini). ========================== Orang Muslim Berdasarkan hadits tersebut, jika engkau seorang Muslim, maka berlaku matematika sebagai berikut: …………………………. Jika engkau Muslim dan engkau berniat membuat amal kebaikan, namun engkau tidak jadi melakukannya maka engkau mendapat satu poin amal kebaikan. ……………… Rumusnya: Pahala niat = amal shalih x 1 = 1 amal shalih ========================== Jika engkau Muslim dan engkau berniat membuat amal kebaikan, kemudian engkau jadi melakukannya maka engkau mendapat 10 sampai dengan 700 poin amal kebaikan. ……………. Rumusnya: Pahala amal shalih minimal = amal shalih x 10 = 10 amal shalih ————————– Contohnya, jika engkau bersedekah Rp 1 juta, minimal engkau dinilai oleh Allah seolah-olah bersedekah Rp 10 juta. ———————– Rumus Pahala amal shalih ideal= amal shalih x 700 = 700 amal shalih ————————– Contohnya, jika engkau bersedekah Rp 1 juta, engkau mendapat penilaian ideal oleh Allah, sehingga dinilai seolah-olah engkau bersedekah Rp 700 juta. —————————– Itu baru perhitungan untuk satu kali amal shalih di bulan biasa. Bagaimana jika seorang Muslim melakukan amal shalihnya di bulan Ramadhan yang dijanjikan berlipat ganda? Kita tidak tahu berapa kelipatan yang Allah berikan pada bulan Ramadhan. Tapi kalau boleh kita andaikan kelipatannya 10 kali lipat bulan biasa, maka seseorang yang berinfak Rp 1 juta di bulan Ramadhan dengan menyempurnakan segala persyaratannya, maka dia akan mendapatkan penilaian seolah-olah berinfak Rp 7 milyar. —————————- Rumusnya sbb: ……… Pahala amal shalih ideal di bulan Ramadhan = amal shalih x 700 x 10 = 7000 amal shalih Ada juga pahala maksimal, yakni tak terhingga nilainya. —————– Rumusnya: …………. Pahala amal shalih maksimal= amal shalih x ∞ = ∞ amal shalih ∞ = lambang matematika untuk bilangan yang tak terhingga ——————-

June 30, 2016 Edy Methek 3

Matematika Pahala dan Dosa … melaksanakan KEBAIKAN …. maka Allah […]

1 2 3 4